Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN ASITES DAN EDEMA

Catatan praktikum - skills lab


Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2010

Assalamualaikum Wr. Wb.

hm,,,, saatnya untuk menulis tentang materi skills lab.

Edema (bengkak)
Edema atau bengkak ini banyak disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
1. obstruksi pembuluh limfe, bisanya disebabkan karena infeksi cacing. obstruksi pada
pembuluh limfe ini biasa disebut dengan kaki gajah (elephantiasis)
2. pengatuh perubahan tekanan osmotik
Tekanan osmotik berusaha untuk mempertahankan agar cairan tetap berada di dalam pembuluh
darah. Tekanan osmotik ini berhubungan dengan jumlah protein yang ada di dalam tubuh, so
apabila jumlah protein di dalam tubuh berubah, maka akan menyebabkan tekanan osmotik
berubah. Perubahan tekanan osmotik ini dapat menyebabkan edema. Biasanya ganguan ini
terjadi pada serosis, liver, marasmus, dll.
3. pengaruh tekanan hidrostatik
Tekanan hidrostatik di dalam tubuh kita berhubungan dengan aliran darah. Tekanan hidrostatik
ini berhungan dengan jantung dan ginjal, sehingga kelainan pada jantung dan ginjal pun dapat
menyebabkan edema.

Berrdasarkan kembali atau tidaknya edema apabila dipencet atau ditekan, maka edem dibedakan
menjadi 2, yaitu :
a. edem pitting
pada edem ini, apabila daerah yang mengalami edem dipencet, maka akan timbul cekungan pada
aderah yang ditekan, bentuknya sesuai dengan bentuk benda yang kita gunakan untuk menekan.
Sebenarnya cekungan yang tebentuk ini dapat kembali seperti semula, membutuhkan waktu yang
cukup lama. Edem dengan keadaan sperti ini disebut edem pitting.
Edem pitting ini biasanya terjadi pada kasus edem sistemik.
b. edem non pitting
Edem non pitting adalah kedaaan edem dimana apabila dipencet atau ditekan pada bagian edem,
maka dengan segera cekungan itu akan kembali ke seperti semula, bahkan tidak akan timbul
bekas bahwa bagian yang terkena edem sudah ditekan.
Edem non pitting ini biasanya terjadi dapa kasus edem yang disebabkan karena inflamasi,
obstruksi pembuluh limfe, dll.

Pemeriksaan Asites
Asiates adalah edema yang terletak pada perut. Langkah - langkah yang harus dilakukan untuk
pemeriksaan ini adalah :
1. Ucapkan salam, perkenalan dan beritahukan hal apa saja yang akan kita lakukan ke pasien
2. Pasien diminta untuk melepas bajunya bagian atas (kaos atau kemeja), lalu diminta untuk
berbaring dan rileks
3. Inspeksi bagian perut pasien, dengan dilihat bagaimanakah bentuk perutnya, apakah datar,
cembung atau cekung. Lalu dilihat apakah ada tanda peradangan atau inflamasi atau kemerahan
pada bagian perut.
Pelaporan : bentuk dari perut pasien nampak cembung dan mengkilat
4. Palpasi bagian perut dengan cara pasien diminta untuk meletakkan tangannya di bagian
umbilicus, lalu tangan kita ada disebelah kanan dan kiri sis perut pasien, lalu pukul dengan
menggunakan lima jari sisi perut bagian kiri. Rasakan apakah ada rasa semacam hentaman
cairan pada tangan sebelah kanan. Pemeriksaan ini dinamakan pemeriksaan undulisi.
Pelaporan : undulasi positif
5. Setelah melakukan palpasi, maka yang jarus kita lakukan selanjutnya adalah perkusi. Perkusi
dimulai dari bagian umbilicus atau bagian tengan operut pasien, terus ke arah bawah. Suara yang
terdengar pada orang yang menderita asites adalah pada awalnya timpani, tetapi semakin ke
bawah, yang dirasakan adalah semakin redup dan akhirnya redup. Pada tahap ini tentukan batas
perubahan suara antara redup dan timpani.
6. Setelah batas ditemukan, maka pasien diminta untuk memiringkan badannya ke arah kita,
yaitu ke arah kiri, lalu kita perkusi lagi, formatnya dari perbatasan tadi ke atas. Suara yang
terdengar adalah redup, redup, redup sampai akhirnya timpani. Perlu diketahui, pada
pemeriksaan ini batas redup akan bergeser ke atas, hal ini disebabkan karena cairan yang berada
disebelah kiri pasien berpindah ke sebelah kanan.
7. Ucapkan terimakasih kepada pasien
8. Ucapkan salam

Pemeriksaann Edema
1. Ucapkan salam
2. Perkenalkan diri dan mintalah ijin ke pasien tentang apa yang akan kita lakukan
3. Tahap pemeriksaan yang dilakukan selanjutnya adalah inspeksi. Pada isnpeksi ini kita lihat
pada bagian wajah apakah ada edema, bagaimana kesimetrisannya, apakah ada tanda peradangan
ataukah kemerahan, tidak hanya pada wjah, tetapi juga pada perut dan pada kaki
4. Lakukan palpasi pitting dan non pitting.
Apabila edema yang terjadi adalah diseluruh bagian atau sistemik, maka pemeriksaan edema
yang kita lakukan adalah dengan mepalpasi pada bagian tibia anterior / dorsum pedis / belakang
malleolus medialis. Setelah itu kita tekan dengan menggunakan ibu jari kita, lalu amatilah apa
yang terjadi, apakah bagian yang kita tekan tadi kembali pada waktu yang relatif sangat singkat
atau membutuhkan waktu yang cukup lama.
5. Pemeriksaan selesai, terimaksih dan salam pada pasien
\

http://triyanita.blogspot.com/2010/04/pemeriksaan-asites-dan-edema.html