Anda di halaman 1dari 5

HIFEMA

Hifema adalah suatu keadaan dimana adanya darah dalam bilik mata depan yang
bersal dari pembuluh darah iris dan badan siliar yang pecah yang dapat terjadi
akibat trauma ataupun secara spontan.

DIAGNOSIS

Untuk mengetahui kelainan yang ditimbulkan perlu diadakan pemeriksaan


yang cermat, terdiri atas anamnesis dan pemeriksaan.

Anamnesis

Pada saat anamnesis kasus trauma mata ditanyakan waktu kejadian


ketajaman penglihatan menurun
nyeri pada mata karena berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler
akibat perdarahan sekunder.
Apakah trauma tersebut disertai dengan keluarnya darah
apakah pernah mendapatkan pertolongan sebelumnya.
Perlu juga ditanyakan riwayat kesehatan mata sebelum terjadi trauma, apabila
terjadi pengurangan penglihatan ditanyakan apakah pengurangan penglihatan
ituterjadi sebelum atau sesudah kecelakaan tersebut, ambliopia, penyakit kornea
atau glaukoma, riwayat pembukaan darah atau penggunaan antikoagulan sistemik
seperti aspirin atau warfarin.

Pemeriksaan mata

Ekmosis
laserasi kelopak mata
proptosis
enoftalmus
fraktur yang disertai dengan gangguan pada gerakan mata

OD OS
Visus 1/300 (Berbayang) 1/60 (berbayang)
Kedudukan bola mata Ortoforia
Tekanan intraokular N/Palpasi >10
Palpebra Spasme Spasme

Konjungtiva Hiperemis Hiperemis


Kornea Edem Edem

Bilik mata depan Penumpukan Penumpukan


Iris/Pupil Mid Dilatasi Tanpa dilatasi
Lensa Jernih Jernih
Vitreus SDE Krna media refraksi di tutup SDE
oleh darah.
Fundus SDE SDE

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Lab : DR (LED & Leukosit)

Tonometri, untuk memeriksa tekanan intra okuler

Funduskopi
Untuk mengetahui akibat trauma pada segmen belakang bola mata,
kadang-kadang pemeriksaan ini tidak mungkin karena terdapat darah
pada media refraksi disegmen belakang bola mata, yaitu pada badan
kaca.

USG untk menyingkirkan adanya perdarahan vitreus atau ablasio


retina

Skrining sickle cell

X-ray

CT-scan orbita

Gonioskopi12
PENATALAKSANAAN

Tidur dengan 3 bantal


Antikoagulasi (Kalnex)
Siklopegik (Cendotropin) Mengistirahatkan iris (Atropin 1% ED atau
Scopolamin 0,25% diberikan 2 kali sehari.)
Antiglaukoma

Paracentesa: merupakan tindakan pembedahan dengan


mengeluarkan darah atau nanah dari bilik mata depan, dengan
teknik sebagai berikut: dibuat insisi kornea 2mm dari limbus ke
arah kornea yang sejajar dengan permukaan iris. Biasanya
biladilakukan penekanan pada bibir luka maka koagulum dari bilik
mata depan keluar. Bila darah tidak keluar seluruhnya maka bilik
mata depan dibilas dengan garam fisiologik.

TRAUMA ASAM dan BASA

Zat asam terdiri dari: asam sulfat (H2SO4), asam hydrochloric


(HCI), asam nitrat, asam asetat (CH3COOH), asam hydrofluoric (HF).
Efek kimia : asam yang kuat menyebabkan koagulasi semua protein
secara cepat yang kemudian berperan sebagai berier dan mencegah
penetrasi lebih dalam zat asam kedalam jaringan, yang kemudian lesi
menjadi berbatas tegas. Asam hidroflorida adalah satu pengecualian. Asam lemah
ini secara cepat melewati membran sel, seperti alkali. Ion fluoride dilepaskan ke dalam
sel, dan memungkinkan menghambat enzim glikolitik dan bergabung dengan kalsium
dan magnesium membentuk insoluble complexes. Nyeri local yang ekstrim bisa terjadi
sebagai hasil dari immobilisasi ion kalsium, yang berujung pada stimulasi saraf dengan
pemindahan ion potassium. Fluorinosis akut bisa terjadi ketika ion fluoride memasuki
sistem sirkulasi, dan memberikan gambaran gejala pada jantung, pernafasan,
gastrointestinal, dan neurologik.5
Zat basa terdiri dari ammonia, Freon/bahan pendingin lemari es, sabun,
shampo, kapur gamping, semen, thinner, lem, kaustik soda, cairan
pembersih rumah tangga, hingga detergen. (Prognosis : buruk)

Klasifikasi trauma BASA :

PPT

Penatalaksanaan :

Irigasi merupakan hal yang krusial untuk meminimalkan durasi kontak mata dengan bahan
kimia dan untuk menormalisasi pH pada saccus konjungtiva yang harus dilakukan sesegera
mungkin. Larutan normal saline (atau yang setara) harus digunakan untuk mengirigasi mata
selama 15-30 menit samapi pH mata menjadi normal (7,3). Pada trauma basa hendaknya
dilakukan irigasi lebih lama, paling sedikit 2000 ml dalam 30 menit. Makin lama makin baik.
Jika perlu dapat diberikan anastesi topikal, larutan natrium bikarbonat 3%, dan antibiotik.
Irigasi dalam waktu yang lama lebih baik menggunakan irigasi dengan kontak lensa (lensa
yang terhubung dengan sebuah kanul untuk mengirigasi mata dengan aliran yang konstan

1. Sikloplegik untuk mengistirahatkan iris, mencegah iritis dan sinekia posterior.


Atropin 1% ED atau Scopolamin 0,25% diberikan 2 kali sehari.
2. Antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi oleh kuman oportunis. Tetrasiklin
efektif untuk menghambat kolagenase, menghambat aktifitas netrofil dan
mengurangi pembentukan ulkus. Dapat diberikan bersamaan antara topikal dan
sistemik (doksisiklin 100 mg).
KERATITIs Keratitis adalah radang pada kornea atau infiltrasi sel radang pada
kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh sehingga tajam penglihatan
menurun.

PROLAPS IRIS (pada ruptur kornea)


1. < 24 Jam : dipertahankan iris dimasukkan kembali
2. > 24 jam : membentuk granuloma membranektomi (dipotong
granulomanya/dibersihkan) COA tampak dangkalperdalam COA
dengan Fiscoelastis Irigasi Jahit (Dengan GA)
3. Suntik Tetagam (Golden Period 6 jam)
4. Komlikasi : Katarak Traumatika Tunggu 1 bulan Operasi
Syarat : USG Normal.