Anda di halaman 1dari 3

SOAL DAN JAWABAN

1. Sebagai individu, bagaimana cara saudara menghadapi kondisi ketidak


pastian yang dapat menimbulkan resiko?

Pertama-tama mencari tahu sebab sebab yang dapat menimbulkan resiko


yang akan saya hadapi. Kemudian mencari hal hal yang tidak pasti itu yang
dapat menyebakan saya menerima resiko. Dengan cara ini kita akan lebih
memahami karakteristik resiko yang akan saya hadapi.

Yang kedua, mengidentifikasi resiko yang diterima apakah resiko yang ada
bersifat panjang atau tidak, dan resiko tersebut kecil atau besar.

Yang ketiga, jika sudah memahami karakeristik resiko yang akan diterima,
maka akan dilakukan suatu usaha untuk menghindarinya. Misalnya saya
akan lebih berhati hati dalam melakukan suatu tindakan.

Yang keempat, jika resiko yang ada sudah tidak dapat dihindari, maka
berusahalah mencari langkah langkah yang tepat untuk menghilangkan
resiko tersebut. Tentunya akan lebih mudah mengatasi resiko jika kita lebih
dahulu mengetahui karakteristik resiko dan unsur unsur yang terkandung
didalamnya.

2. Sebagai bagian dari keluarga atau kelompok social masyarakat,


bagaimana cara melakukan pengelolaan terhadap resiko yang mungkin
timbul, baik yang dapat maupun yang tidak dapat dikontrol?

Hal yang perlu dilakukan pertama tama adalah menentukan tujuan yang
akan mungkin dapat mengurangi resiko tersebut, dengan pengelolaan yang
dilakukan. Kemudian, mengidentifikasi pengelolaan yang diterapkan akan
menambah resiko lainnya atau tidak. Jika kemungkinan akan menimbulkan
resiko lainnya, maka saya akan mencari cara lain untuk mengelola resiko
tersebut. Atau jika memang ditemukan resiko lain jika memakai cara ini,
maka selanjutnya akan mengevaluasi seberapa besar resiko lainnya yang
akan didapat. Selanjutnya, dalam metode pengelolaan yang dilakukan, harus
memakai cara yang benar benar tepat, karena jika tidak tepat maka kita
akan mendapat resiko lagi karena kesalahan kita sendiri. Jadi, caranya
adalah dengan cara menghindari dan mengurangi hal hal yang akan
menimbulkan kerugian. Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan
segala rencana rencana yang telah disusun dengan tepat mengatasi resiko
resiko tersebut. Langkah terakhir yaitu mengevaluasi metode atau cara
cara yang telah kita terapkan untuk mengelola resiko resiko yang mungkin
terjadi di masa mendatang.

3. Sebagai pimpinan atau penanggung jawab tertentu dalam perusahaan,


apa saja fungsi fungsi yang dapat dilakukan dalam melakukan pengelolaan
terhadap resiko yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung
dengan perusahaan?

Sebagai pimpinan yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan


untuk pengelolaan resiko adalah hal pertama yang dilakukan mencari tahu
resiko yang terjadi bersumber darimana. Misalkan contoh resikonya adalah
hilangnya sejumlah asset yang sudah tercatat dibuku jurnal tidak sama
dengan jumlah nyata. Maka akan dilakukan pengecekan terperinci mengenai
seluruh catatan catatan keluar masuknya asset asset tersebut. Jika telah
ditemukan kesalahan dalam pencatatan asset tersebut maka resiko telah
ditemukan, yang berarti pengelolaan resiko sudah lebih ringan. Tetapi, tidak
hanya begitu saja, kesalahan yang menyebabkan timbulnya resiko itu akan
dievaluasi agar tidak terjadi berulang kali dan tidak dalam jangka waktu
yang lama yang dapat merugikan perusahaan. Jadi, bila terjadi resiko yang
sama perusahaan sudah mempunyai tekhnik yang tepat untuk mengatasi
resiko tersebut. Selanjutnya, setelah kita mengelola resiko tersebut, kita
belajar dari resiko yang kita dapat beserta cara mengelolanya. Jadi kita bisa
lebih baik dalam mengelola resiko yang telah dipelajari dari pengelolaan
sebelumnya.

4. Bagaimana Kedudukan Manajemen Risiko di Indonesia saat ini?

Di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan belum ada perusahaan yang mempunyai manajer atau
bagian yang khusus menangani pengelolaan risiko secara keseluruhan yang dihadapi oleh
perusahaan. Yang sudah ada umumnya baru seorang Manajer Asuransi, yang fungsinya hanya
mengurusi masalah-masalah yang berhubungan dengan perusahaan asuransi, dimana perusahaan
menjalin hubungan pertanggungan, yang meliputi antara lain : mengurusi penutupan kontrak-
kontrak asuransi, mengurusi ganti rugi bila terjadi peril dan sebagainya. Kedudukan dari manajer
ini umumnya hanya setingkat Kepala Seksi (Manajer tingkah bawah).

Di negara-negara yang telah maju, terutama di Amerika Serikat perusahaan-perusahaan besar,


umumnya telah memiliki Manajer Risiko, dengan berbagai nama jabatan seperti : Manajer
Risiko, Manajer Asuransi, Direktur Manajemen Risiko dan sebagainya, yang kedudukannya
umumnya setingkat dengan Manajer tingkat menengah
Tugas mereka umumnya mencakup : mengidentifikasi dan mengukur kerugian dari exposures,
menyelesaikan klaim-klaim asuransi, merencanakan dan mengelola jaminan tenaga kerja, ikut
serta mengontrol kerugian dan kesela

5. Apa fungsi pokok Manajemen Resiko?

a. Menemukan kerugian potensial


Mengidentifikasi seluruh risiko yang akan dihadapi oleh organisasi.

b. Mengevaluasi kerugian potensial


Mengenal dan menanggulangi besarnya frekuensi kerugian dan keparahan atau kegawatan
kerugian.

c. Menentuka cara penanggulangan risiko


Agar suatu organisasi dapat menentukan cara apa yang dapat dilakukan dan tepat untuk
menangani sebuah risiko. Apakah itu dengan mengurangi, mencegah, meretensi ( menahan
sendiri ), menghindari dan memindahkan kerugian kepada pihak lain.