Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTEK PROFESI NERS KEPERAWATAN ANAK


ASUHAN KEPERAWATAN PADA DHF RUANG
MULTAZAM RS ISLAM KLATEN

Disusun Oleh :
I S M AD I
SN. 16 10 64

PROGRAM PROFESI NERS


STIKES KUSUMA HUSADA SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2016/2017
SAP TERAPI BERMAIN

Pokok Bahasan : Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit


Sub Pokok Bahasan : Terapi Bermain Anak Usia Sekolah
Tujuan : Mengoptimalkan tingkat perkembangan anak
Tempat : Ruang Edelweis RSPA Boyolali
Waktu : Selasa, 22 Desember 2015 selama 30 menit (jam
10.00 s.d 10.30 WIB).
Kriteria Inklusi :
1. Anak yang menjalani hospitalisasi di ruang
edelweiss kelas II/III
2. Usia Pasien 5-6 tahun
3. Pasien tidak panas
4. Pasien yang sudah bisa mobilisasi
5. Pasien sudah bisa diajak komunikasi/stabil
Sasaran : KlienAn. I umur 6 tahun
Metode : 1. Ceramah
2. Bermain bersama
Media : 1. Puzzel
2. Masak-masakkan
Pembagian tugas kelompok
Pemandu : Rinta Agustina
Notulis : Iman Ari Wibowo
Fasilitator : Puspa Nilam Pratiwi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan
merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain
tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya
makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai
variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental dan perkembangan emosinya.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,
kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya,
perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan
dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada
disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga
akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga
ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila
dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan
bermain.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan terapi bermain selama 30 menit, anak diharapkan
bisa merasa tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut lagi
terhadap perawat sehingga anak bisa merasa nyaman selama dirawat
dirumah sakit.
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan terapi bermain satu (1) kali diharapkan anak
mampu :
1. Bisa merasa tenang selama dirawat.
2. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan
perawat
3. mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
C. Manfaat
1. Bagi Pasien
Manfaat terapi bermain bagi pasien adalah sebagai berikut :
a. Anak dapat meningkatkan ketahanan emosional
b. Anak dapat belajar ketrampilan sosial dari mengamati tingkah laku
orang lain
c. Anak dapat menjalin hubungan baik dengan teman sebayanya dan
teman yang lain
d. Dengan permainan dapat memotivasi anak-anak untuk menerima
segala bentuk resiko dan menambah pemahaman mereka dan
mendapat kesempatan untuk menambah pemahaman mereka
e. Permainan pada anak dapat menimbulkan rasa aman
f. Anak dapat aktif bertanya
g. Bermain dengan banyak media dapat membantu peningkatan rasa
percaya dirinya
h. Anak dapat berkomunikasi dengan orang lain
i. Dapat menambah pengalaman anak
j. Dapat membangun seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai
dengan tahap perkembangannya
k. Mengenalkan anak dengan dunia sekitar
l. Mengenalkan peraturan dan menambah disiplin anak
m. Memberikan kesempatan pada anak untuk menikmati rasa bermainnya
2. Bagi Perawat
Hasil makalah ini dapat dijadikan bekal bagi perawat yang bekerja di
lingkungan rumah sakit serta diharapkan para perawat akan lebih mengerti
karakteristik bermain bagi anak umur 1-5 tahun, manfaat terapi bermain,
fungsi terapi serta dapat mengetahui alat permainan yang edukatif bagi
anak. Dan bisa diterapkan pada kehidupan pribadi maupun ketika dirumah
sakit.
3. Bagi Institusi
Dengan membaca makalah ini, diharapkan institusi akan lebih
mengetahui alat permainan yang edukatif, dan bagaimana karakteristik
anak serta cara memperlakukannya. Diharapkan institusi menyediakan alat
permainan yang lengkap di laboratorium jika suatu saat mahasiswa
membutuhkannya.
BAB II
MATERI TERAPI BERMAIN

A. Konsep Bermain

Strategi Kegiatan :
No Terapis Waktu Subjek terapi
1 Persiapan 5 menit Ruangan,alat,anak dan
a. Menyiapkan ruangan. keluarga siap
b. Menyiapkan alat-alat.
c. Menyiapkan anak dan
keluarga
2 Proses :
a. Membuka 2 menit Menjawab salam,
proses terapi bermain dengan Memperkenalkan diri,
mengucap kan salam,
memperkenalkan diri. 5 menit Anak dan keluarga
b. Menjelaska memperhatikan
n pada anak dan keluarga
tentang tujuan dan manfaat
bermain, menjelaskan cara 12 menit Bermain bersama
permainan. 3 menit dengan antusias dan
c. Mengajak mengungkapkan
anak bermain . perasaannya
d. Mengevalua
si respon anak dan keluarga.

3 Penutup : 3 menit Memperhatikan dan


Menyimpulkan, mengucapkan sala menawab salam
MATERI TERAPI BERMAIN
A. KEUNTUNGAN BERMAIN
Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain, antara lain:
1. Membuang ekstra energi.
2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang, otot
dan organ-organ.
3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.
4. Anak belajar mengontrol diri.
5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang
hidupnya.
6. Meningkatnya daya kreativitas.
7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada
disekitar anak.
8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan
kedukaan.
9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.
10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan
11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya
B. MACAM BERMAIN
1. Bermain aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh
dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif meliputi :
a. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat
permainan perhatikan, mengocok-ocok apakah ada bunyi, mencium,
meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha membongkar.
b. Bermain konstruksi (Construction Play)
Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi rumah-
rumahan.
c. Bermain drama (Dramatic Play)
Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan
teman-temannya.
d. Bermain fisik
Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.
2. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat
dan mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bermain
aktif dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan
keletihannya. Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar
cerita atau musik,menonton televisi dsb.
Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan
dalam bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :
a. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi
untuk aktif bermain.
b. Tidak ada variasi dari alat permainan.
c. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.
d. Tidak mempunyai teman bermain.

C. ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)


Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat
mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat
perkembangannya, serta berguna untuk :
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat
menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik
kasar dan halus. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola,
mainan yang ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus : gunting,
pensil, bola, balok, lilin, dll.
2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat
yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita,
majalah, radio, tape, TV, dll.
3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran,
bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita,
puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan
interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat. Contoh alat permainan :
alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak pasir, bola, tali,
dll.

D. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN


1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat
pada keterampilan yang lebih majemuk.
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.

E. BENTUK- BENTUK PERMAINAN


1. Usia 0 12 bulan
Tujuannya adalah :
a. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya
mengisap, menggenggam.
b. Melatih kerjasama mata dan tangan.
c. Melatih kerjasama mata dan telinga.
d. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.
e. Melatih mengenal sumber asal suara.
f. Melatih kepekaan perabaan.
g. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.
b. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.
c. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.
d. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.
e. Alat permainan berupa selimut dan boneka.
2. Usia 13 24 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.
b. Memperkenalkan sumber suara.
c. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.
d. Melatih imajinasinya.
e. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk
kegiatan yang menarik
Alat permainan yang dianjurkan:
a. Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.
b. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.
c. Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir
yang tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom, air),
balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar, kertas untuk
dicoret-coret, krayon/pensil berwarna.
3. Usia 25 36 bulan
Tujuannya adalah ;
a. Menyalurkan emosi atau perasaan anak.
b. Mengembangkan keterampilan berbahasa.
c. Melatih motorik halus dan kasar.
d. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal
dan membedakan warna).
e. Melatih kerjasama mata dan tangan.
f. Melatih daya imajinansi.
g. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Alat-alat untuk menggambar.
b. Lilin yang dapat dibentuk
c. Pasel (puzzel) sederhana.
d. Manik-manik ukuran besar.
e. Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang
berbeda.
f. Bola.
4. Usia 32 72 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.
b. Mengembangkan kemampuan berbahasa.
c. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah,
mengurangi.
d. Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-
pura (sandiwara).
e. Membedakan benda dengan permukaan.
f. Menumbuhkan sportivitas.
g. Mengembangkan kepercayaan diri.
h. Mengembangkan kreativitas.
i. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari, dll).
j. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan
kasar.
k. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang
diluar rumahnya.
l. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal :
pengertian mengenai terapung dan tenggelam.
m. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-
anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air,
dll.
b. Teman-teman bermain : anak sebaya, orang tua, orang lain diluar
rumah.
5. Usia Prasekolah
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Alat olah raga.
b. Alat masak
c. Alat menghitung
d. Sepeda roda tiga
e. Benda berbagai macam ukuran.
f. Boneka tangan.
g. Mobil.
h. Kapal terbang.
i. Kapal laut dsb
6. Usia sekolah
Jenis permainan yang dianjurkan :
a. Pada anak laki-laki : mekanik.
b. Pada anak perempuan : dengan peran ibu.

7. Usia Praremaja (yang akan dilakukan oleh kelompok)


Karakterisrik permainnya adalah permainan intelaktual, membaca, seni,
mengarang, hobi, video games, permainan pemecahan masalah.
8. Usia remaja
Jenis permainan : permainan keahlian, video, komputer, dll

F. EVALUASI
Peserta terapi bermain mampu:
1. Menyebutkan nama permainan
2. Menata puzzel
3. Membedakan warna puzzle
4. Bermain masak-masakkan
5. Merasa senang, tenang terkait hospitalisasi
DAFTAR PUSTAKA

Alimul, A.H.2005.Pengantar Ilmu Keperawatan Anak 1.Jakarta:salemba medika.


Perry, A,G & Potter, P.A. 2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan.
Jakarta:EGC.
Soetjiningsih.2003. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.
Soetjiningsih.2005. Buku Ajar II Tumbuh Kembang Anak dan Remaja.
Jakarta:Idai
Staf Pengajar IKA FKUI.2004. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Vol. 3.
Jakarta : FKUI.
Supartini, Yupi.2004. Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC.
Wong, Donna L. 2003. Clinical Manual of Pediatric Nursing. USA: Mosby.