Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KEPERAWATAN JIWA

Proposal Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi Sessi II

Kemampuan Berkenalan

DiSusun Oleh :

KELOMPOK II

YAYASAN WAHANA BHAKTI KARYA HUSADA


AKADEMI KEPERAWATAN RS. MARTHEN INDEY
JAYAPURA
2016
NAMA ANGGOTA KELOMPOK

1. Hidayatul Mufidah 144011.01.14.662


2. Justus Lambiombir 144011.01.14.664
3. Lala ABD Muhtalib 144011.01.14.665
4. Linda Rian Astuti 144011.01.14.667
5. Maria O.Ngilawane 144011.01.14.670
6. Maykel Y.I Yaas 144011.01.14.671
7. Moh Irsyad 144011.01.14.672
8. Muh Arifin Saimi 144011.01.14.673
9. Muh Rifai 144011.01.14.674
10. Mustika Aulia 144011.01.14.677
11. Nova Graczyela E 144011.01.14.679
12. Novalin A Saidin 144011.01.14.680
13. Nurul Asmi 144011.01.14.681
14. Pandu Aji P Tuitui 144011.01.14.682

PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI


SESSI II : KEMAMPUAN BERKENALAN

Latar Belakang
Sosialisasi adalah kemampuan untuk berhubungan dan berinteraksi
dengan orang lain (Stuart, 2007). Penurunan sosialisasi dapat terjadi pada
klien yang menarik diri atau mengalami isolasi sosial sehingga individu
menghindari interaksi dengan orang lain (Keliat, 2011).
Apabila individu memiliki mekanisme koping yang adaptif maka
peningkatan sosialisasi akan lebih mudah dilakukan. Sedangkan indvidu
memiliki mekanisme koping maladaptif akan menimbulkan masalah yang
lebih banyak dan lebih buruk apabila tidak segera diberikan penanganan
atau terapi.
Dampak yang dapat ditimbulkan apabila individu menarik diri antara
lain adalah kerusakan komunikasi verbal dan nonverbal, gangguan
interaksi sosial, dan resiko perubahan persepsi sensori (halusinasi).
Apabi;a tidak diatasi dengan segera maka akan dapat membahayakan diri
sendiri, orang lain, maupun lingkungan (Keliat, 2006). Pada sessi ini terapi
difokuskan untuk menigkatkan kemampuan klien untuk berkenalan.

Landasan Teori
Isolasi sosia merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan
orang lain dan menghindari hubungan dengan orang lain (Kelait, 2011).
Isolasi sosial adalah keadaan di mana individu mengalami penurunan atau
bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain di
sekitarnya. Klien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan
tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain (Yosep,
2010).
Terapi aktivitas kelompok sosialisasi merupakan salah satu terapi
modalitas keperawatan jiwa dalam rangka pencapaian penyesuaian
psikologis, perilaku dan pencapaian adaptasi optimal klien. Tuuan yang
ditetapkan didasarkan pada kebutuhan dan masalah yang dihadapi oleh
sebagian besar peserta. Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) sosialisasi adalah
upaya memfasilitasi kemampuan klien dalam meningkatkan sosialisasi
(Prabowo, 2015).
1. Tujuan
a. Tujuan Umum
Tujuan umum untuk TAK sosialisasi sessi II ini adalah agar klien
mampu berkenalan dengan anggota kelompok.
b. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari TAK sosialisasi sessi II ini adalah
1. Klien mampu memperkenalkan identitas diri sendiri : nama
lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
2. Klien mampu menanyakan identitas diri anggota kelompok lain :
nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
2. Pengorganisasian
Struktur organisais dalam TAKS sessi II antara lain
b. Leader : Moh.Irsyad Al
c. Co-Leader : Nurul Asmi
d. Fasilitator : 1. Pandu A P Tuitui
2. Mustika Aulia
3. Maria O Ngilawane
e. Observer : hidayatul mufidah
f. Operator : linda rian astuti
g. Klien :
1. Justus lambiombir
2. Lala abd muthalib
3. Maykel Y I Yaas
4. Muh arifin saimi
5. Muh rifai
6. Nova G Erari
7. Novalin A saidin

1. Tugas dan Peran


a. Leader
1) Menyiapkan proposal kegiatan TAKS
2) Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan TAKS sebelum
kegiatan dimulai.
3) Menjelaskan aturan permainan.
4) Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok.
5) Mampu memimpin TAK dengan baik dan tertib.
6) Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.
b. Co-leader
1) Membantu leader mengkoordinasi seluruh kegiatan.
2) Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas
klien.
3) Mengingatkan leader jika ada kegiatan yang menyimpang dari
perencanaan yang telah dibuat.
4) Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami blocking dalam
proses terapi.
c. Fasilitator
1) Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung
2) Mengatur posisi kelompok dalam lingkungan untuk melaksanakan
kegiatan.
3) Memfasilitasi dan memberikan stimulus dan motivator kepada
anggota kelompok untuk mengikuti jalannya terapi.
4) Membimbing kelompok selama permainan diskusi.
5) Membantu leader dalam melaksanakan kegiatan.
6) Bertanggung jawab terhadap program antisipasi masalah.
d. Observer
1) Mengobservasi jalannya proses kegiatan.
2) Mengamati semua proses kegiatan yang berkaitan dengan waktu,
tempat dan jalannya acara.
3) Mengamati serta mencatat perilaku verbal dan nonverbal klien
selama kegiatan berlangsung pada format yang tersedia.
4) Melaporkan hasil pengamatan pada leader dan semua angota
kelompok dengan evaluasi kelompok.
e. Operator
1) Mengatur alur permainan (menghidupkan atau mematikan musik).
2) Timer (mengatur waktu).

2. Karakteristik klien
Karakteristik klien yang mengikuti TAK sessi II antara lain :
1. Klien dengan isolasi sosial
2. Klien yang sudah mulai kooperatif dan dapat memahami pesan yang
diberikan.
3. Klien yang mampu berbicara.
4. Jumlah klien 7 orang.
3. Alat/Media
Alat atau media yang digunakan dalam TAK sessi II adalah :
1) Audio Player.
2) Bola tenis.
3) Buku catatan dan pulpen.
4) Jadwal kegiatan harian klien.

4. Setting Tempat
Pesertadan terapis duduk bersama dalam lingkungan di ruangan yang
nyaman dan tenang.

O
L CO K

F K

F
K

K
K
K
F

OP

Keterangan :
K : Klien L : Leader
O : Observer F : Fasilitator
CO : Co-Leader OP : Operator

5. Metode
Metode yang akan digunakan dalam TAK sessi II ini adalah
1. Dinamika kelompok.
2. Diskusi dan tanya jawab.
3. Bermain peran dan stimulasi.
6. Rincian Kegiatan
Adapun rincian kegiatan TAK sessi II ini adalah :
a. Waktu pelaksanaan : Pukul 09.05 09.345 wit
b. Hari/Tanggal :
c. Alokasi Waktu
Fase Orientasi : 5 menit
Fase Kerja : 15 menit
Fase Terminasi : 10 menit
d. Tempat :
e. Jumlah Klien : 6 orang
7. Langkah kegiatan
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok (pada terminasi
sessi I TAKS)
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
1) Memberi salam terapeutik.
2) Klien dan terapis pakai papan nama
b. Evaluasi/Validasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien saat ini.
2) Terapis menanyakan apakah klien telah mencoba memperkenalkan
diri pada orang lain.
c. Kontrak
1) Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yaitu berkenalan dengan
anggota kelompok.
2) Terapis menjelaskan aturan main sebagai berikut :
a) Jika ada yang ingin meninggalkan kelompok harus meminta izin
kepada leader.
b) Lama kegiatan 30 menit.
c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir.
3. Tahap kerja
1) Hidupkan audio player dan edarkan bola berlawanan dengan arah
jarum jam.
2) Pada saat musik dihentikan, anggota kelompok yang memegang
bola mendapat giliran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi
anggota kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara :
Memberi salam,
Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.
Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi
lawan bicara.
Dimulai oleh terapis sebagai contoh
3) Ulangi point 1) dan 2) sampai anggota kelompok sampai semua
anggota kelompok mendapat giliran.
4) Hidupkan musik dan meminta klien mengedarkan bola. Pada saat
musik dihentikan, minta pada anggota kelompok yang memegang
bola untuk memperkenalkan anggota kelompok yang disebelah
kanannya pada kelompok yaitu nama lengkap, nama panggilan,
asal dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.
5) Ulangi point 4) sampai semua anggota mendapat giliran.
6) Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dan
memberi tepuk tangan.
4. Tahap terminasi
a) Evaluasi
1) Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAKS.
2) Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b) Rencana tindak Lanjut
1) Menganjurkan setiap anggota kelompok latihan berkenalan.
2) Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan harian
klien.
c) Kontrak yang akan datang
1) Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAKS
berikutnya yaitu : bercakap bercakap tentang kehidupan
pribadi.
2) Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAKS
berikutnya.
4. Evaluasi dan Dokumentasi
a. Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat TAKS berlangsung, khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang evaluasi adalah kemampuan klien sesuai
dengan tujuan TAKS. Untuk TAKS sessi II, dievaluasi kemampuan
klien dalam berkenalan secara verbal dan nonverbal dengan
menggunakan formulir evaluasi sebagai berikut :

SESSI II : TAKS
Kemampuan Berkenalan
a. Kemampuan verbal
N Aspek Yang Dinilai Nama Klien
o
1. Menyebutkan nama
lengkap
2. Menyebutkan nama
panggilan
3. Menyebutkan asal
4. Menyebutkan hobi
5. Menanyakan nama
lengkap
6. Menanyakan nama
panggilan
7. Menanyakan asal
8. Menanyakan hobi

b. Kemampuan nonverbal
N Aspek Yang Dinilai Nama Klien
o
1. Kontak mata
2. Duduk tegak
3. Menggunakan bahasa
tubuh yang sesuai
4. Mengikuti kegiatan
sampai akhir
Jumlah

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAKS pada kolom nama
2. Untuk setiap klien bsemua aspek dinilai dengan memberi tanda ( )
jika ditemukan pada klien dan tanda (-) jika tidak ditemukan.
3. Jumlahkan kemampuan yang ditemukan.
Kemampuan verbal : disebut mampu jika mendapat 6, disebut
belum mampu jika mendapt 5.
Kemampuan nonverbal : disebut mampu jika mendapat nilai 3
atau 4, disebut belum mampu jika mendapat 2.

b. Dokumentasi
Dokumentasi kemampuan yang dimiliki klien saat TAKS pada
catatan proses keperawatan setiap klien. Misalnya : jika nilai klien
7 untuk kemampuan verbal dan 3 untuk kemampuan nonverbal,
maka catatan keperawatan adalah klien mengikuti TAKS sessi II,
klien mampu berkenalan secara verbal dan nonverbal, anjurkan
klien berkenalan dengan klien lain, buat jadwal.