Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN TUTORIAL BLOK 2 MODUL III

KARDIORESPIRASI

Modul III

Skenario 3: Jantung Tn. Kardi

Tn. Kardi, 50 tahun seorang direktur BUMN dibawa oleh anaknya ke UGD RSUP karena
mengeluh nyeri dada sebelah kirimenjalar ke leher yang diikuti oleh rasa mual dan
keringat dingin. Tn. Kardi segera diberi oksigen dan dilakukan pemeriksaan fisik tekanan
darah 100/60 mmHg, denyut nadi 100X/menit, kemudian dilakukan pemeriksaan EKG.
Dokter menjelaskan kepada anak Tn. Kardi bahwa pemeriksaan EKG ini bertujuan untuk
merekam aktivitas listrik jantung, sehingga dapat diketahui apa yang terjadi pada jantung
Tn. Kardi. Dari ekokardiogram diketahui bahwa Tn. Kardi mengalami insufisiensi
koroner.
Sebelum ini Tn kardi sering juga mengeluh palpitasi, kontraksi jantung begitu kuat dan
dapat dirasakan pada dadanya. Setelah mendapatkan obat, keluhan Tn. Kardi berkurang,
tapi dokter menganjurkan agar Tn. Kardi dirawat di RS, karena irama jantungnya
irreguler dan meerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Bagaimana anda menjelaskan aktivitas
elektrik dan mekanik jantung dalam keadaan normal?

I. TERMINOLOGI
a. Nyeri dada(Angina pectoris)
Rasa nyeri seperti tertindih benda berat, yang dirasakan pada rahang bawah, bahu,
lengan, hingga pergelangan tangan, yang timbul pada saat beraktivitas berat atau
emosi, dan akan mereda setelah beristirahat atau mendapat nitral sublingual.
b. Tekanan darah

~ 1 ~
Daya dorong melawan dinding pembuluh darah, yang mana daya ini bergantung
pada kekuatan gerak jantung, kelenturan dinding arteri dan volume, serta
viskositas darah. Tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg.
c. Denyut nadi
Gelombang tekanan yang merambat 6 9 m/dtk, sekitar 15 X lebih cepat dari
darah yang memberikan informasi mengenai kerja jantung, pembuluh darah, dan
sirkulasi. Biasanya denyut nadi apat diraba pada pergelangan tangan, leher, kaki,
dan pada lipatan paha.

d. Denyut nadi irregular


Denyutan yang timbul dengan interval tidak teratur, yang mana jika kecepatannya
>100X / menit disebut takikardia, dan jika kecepatannya <60X / menit disebut
dengan bradikardia.
e. EKG
Gambaran grafik berbagai variasi potensial listrik, yang disebabkan oleh eksitasi
otot jantung, dan dideteksi pada permukaan tubuh.
f. Insufisiensi koroner
Penurunan aliran darah melalui pembuluh darah koroner. Insufisiensi koroner ini
ada yang dapat dicegah (seperti: alcohol, merokok, cuaca, obesitas, hipertensi, dll),
dan ada pula yang tidak dapat dicegah (seperti: karena umur, jenis kelamin, dan
genetik).
g. Ekokardiogram
Rekaman yang dihasilkan oleh ekokardiografi ( metode perekaman posisi dan
gerakan dinding jantung atau struktur dalam jantung dan jaringan sekitarnya
secara grafik melalui gema yang diperoleh dari pancaran gelombang ultrasonic
yang diarahkan lewat dinding toraks.
h. Koroner
Istilah yang dipakai untuk menunjukkan arteri yang memberi darah ke otot
jantung.
i. Palpitasi

~ 2 ~
Perasaan tidak menyenangkan akibat denyut jantung yang berdebar-debar atau
tidak teratur, dan biasanya disebabkan oleh perubahan kecepatan, dan
ketidakteraturan kontraksi otot jantung.
j. Kontraksi
Pengurangan atau pemendekan dalam ukuran
k. Aktivitas mekanik jantung
Kegiatan yang berkenaan dengan aktivitas jantung dan pergerakannya.

II. MENENTUKAN MASALAH


1. Apa yang menyebabkan nyeri dada ? , dan mengapa menjalar keleher?
2. Apa hubungan angina pectoris dengan mual dan keringat dingin ?
3. Bagaimana denyut nadi yang irregular dan denyut nadi yang normal ?,
sebutkan penyebabnya !
4. Apa tujuan dan sebabnya Tn. Kardi diberi O2 ?
5. Mengapa Tn. Kardi harus menjalani EKG dan Ekokardiogram untuk dapat
menentukan penyakitnya ?
6. Penyebab insufisiensi koroner dan gejalanya ?
7. Apa yang menyebabkan palpitasi dan kelainan irama jantung ?
8. Bagaimana penanganan yang cocok untuk penyakit Tn. Kardi ?
9. Apa yang menyebabkan kontraksi otot jantung Tn. Kardi semakin kuat ?

III. ANALISIS MASALAH


1. Angina pectoris adalah salah satu arus-cedera dari iskemia koroner yang pada
dasarnya penyebabnya adalah kekurangan aliran darah yang mengalir ke otot
jantung yang akan menurunkan metabolisme otot karena kekurangan oksigen,
akumulasi karbondioksida yang berlebihan, dan kekurangan nutrient dari makanan
yang akibatnya tidak dapat terjadi repolarisasi pada membran otot selama
diastolik. Penyebabnya juga karena beban jantung yang terlampau berat
sehubungan dengan aliran darah koroner yang tersedia, seperti saat melakukan
kerja fisik atau mengalami perubahan emosi yang akan meningkatkan
~ 3 ~
metabolisme jantung atau mengkonstriksikan pembuluh darah koroner untuk
sementara waktu akibat sinyal saraf vasokonstriktor simpatis.
Menjalar ke leher karena :
Penyebab distribusi yang biasanya terasa di bawah sternum bagian atas dan sering
menyebar ke daerah permukaan tubuh paling jauh, paling sering ke lengan kiri dan
bahu kirim leher, bahkan sisi wajah karena jantung pada kehidupan embrional
bermula di leher, seperti juga lengan. Oleh karena itu, jantung dan permukaan
tubuh ini menerima serabut saraf nyeri dari segmen medulla spinalis yang sama.

2. Angina pectoris terjadi karena suplai oksigen dan darah yang tidak teratur. Karena
suplai tersebut tidak teratur, maka jantung tidak akan berkontraksi secara sempura.
Hal ini, akan membuat pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa
kontraksi untuk mencukupi pengisian suplai oksigen dan darah ke seluruh jaringan
tubuh, dan kontraksi itu akan mengakibatkan rasa mual dan berkeringat dingin.
3. Denyut jantung yang irregular terbagi atas 2, yaitu:

Takikardi : peningkatan frekuensi denyut jantung yang melebihi 100X denyut /


menit. Takikardi biasanya disebabkan oleh kenaikkan suhu, dan rangsangan
impuls saraf.
Bradikardi : frekuensi jantung yang kurang dari 60X denyutan / menit.

Penyebab denyut nadi irregular :


Irama pacu jantung yang abnormal
Pergeseran pacu jantung dari nodus sinus ke tempat lain di jantung
Blok dibeberapa tempat yang berbeda pada daerah penyebaran impuls di
jantung
Jalur penjalaran impuls yang abnormal di jantung
Pembentukan impuls palsu yang spontan pada hampir semua bagian
jantung
Pada keadaan normal dan istirahat, jantung orang dewasa akan berdenyut secara
teratur antara 60-100 detak/menit. Kecepatan dari denyut jantung ditentukan oleh
kecepatan dari signal listrik yang berasal dari pemacu jantung, SA node. Signal
listrik dari SA node mengalir melalui kedua serambi, menyebabkan kedua serambi
berkontraksi mengalirkan darah ke kedua bilik. Kemudian signal listrik ini
mengalir melalui AV node mencapai kedua bilik. Ini menyebabkan kedua bilik
berkontraksi memompa darah keseluruh tubuh dan menghasilkan denyutan
(pulse). Pengaliran listrik yang teratur ini dari SA node ke AV node menyebabkan
kontraksi teratur dari otot jantung yang dikenal dengan sebutan denyut sinus (sinus
beat). Waktu istirahat, kecepatan signal listrik dari SA node adalah perlahan, jadi
denyut jantung juga perlahan. Waktu olah raga atau waktu sangat kegirangan ,
~ 4 ~
kecepatan signal listrik dari SA node menjadi cepat sehingga denyut jantung juga
jadi cepat.
4. Tujuannya adalah karena jantung berkontraksi menggunakan energi kimia yang
membutuhkan oksigen. Sebabnya adalah jika oksigen dalam darah berkurang,
maka kadar HbO2 dalam darah akan menurun. Hal ini akan membuat suplai
oksigen keseluruh jaringan tubuh akan sedikit, dan ini akan mengakibatkan rasa
mual, pusing, dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

5. Tes EKG dalam keadaan istirahat adalah perekaman yang singkat aktivitas listrik
jantung, umumnya dilakukan ditempat praktek dokter. Tes EKG ini hanya berguna
jika aritmia yang menyebabkan palpitasi terjadi waktu tes EKG ini diadakan.
Sering tes EKG ini tidak dapat menangkap aritmia.
Echocardiography menggunakan gelombang ultrasound untuk mendapatkan
gambaran dari kamar-kamar jantung, klep jantung dan struktur sekitarnya.
Echocardiography sangat berguna dalam mendeteksi penyakit klep jantung, seperti
mitral valve prolapse, mitral stenosis dan aortic stenosis (contoh dari penyakit klep
yang dapat menyebabkan aritmia dan palpitasi). Echocardiography juga berguna
dalam mengevaluasi besar ukuran dari kamar-kamar jantung, begitu juga dengan
kesehatan dan kontraksi dari otot-otot ventricles. Kombinasi dari echocardiograpy
dengan stress echocardiography adalah suatu tes screening yang akurat untuk
penyakit arteri koroner yang signifikan. Bagian dari ventricle yang disuplai oleh
pembuluh yang menyempit tidak akan berkontraksi sebaik sisa bagian lainnya
selama latihan.
6. Penyebab Insufisiensi koroner terbagi atas 2, yaitu:

Tidak dapat dicegah, seperti: umur, jenis kelamin, dan genetic.

Dapat dcegah, seperti: karena merokok, obesitas, hipertensi, diabetes mellitus,


stress, cuaca dingin, alcohol, dan pil kontrasepsi.
Gejalanya seperti: pusing, mual, kembung(seperti masuk angin biasa), dada sesak,
keluar keringat, dan badan terasa dingin.

7. Palpitasi-palpitasi adalah perasaan (sensasi) yang tidak menyenangkan yang


disebabkan oleh denyut jantung yang tidak teratur. Beberapa orang dengan
palpitasi-palpitasi (jantung berdebar), tidak menderita penyakit jantung atau
kelainan irama jantung (abnormal) dan penyebab jantung berdebarnya tidak
diketahui. Pada penderita lainnya jantung berdebarnya disebabkan oleh kelainan
irama jantung (aritmia).

~ 5 ~
TACHYCARDIA adalah aritmia cepat (denyut jantung lebih cepat dari 100
detak/menit).
BRADYCARDIA adalah aritmia lambat (denyut jantung lebih lambat dari 60
detak/menit).
FIBRILLATION atau fibrilasi adalah irama jantung yang tidak teratur.
PREMATURE CONTRACTION adalah satu detak jantung yang terjadi lebih
dini dari normal dan ini dapat menyebabkan perasaan denyut jantung yang
dipaksakan.

Ketika aritmia-aritmia cepat (tachycardias) dan kontraksi-kontraksi prematur


(premature contractions) terjadi karena aktivitas elektrik atria yang abnormal,
mereka disebut atrial tachycardias dan premature atrial contractions (PACs).
Ketika tachycardias dan premature contractions terjadi karena aktivitas elektrik
ventricles yang abnormal, mereka disebut ventricular tachycardias dan premature
ventricular contractions (PVCs).

Aritmia-aritmia perlahan (bradycardias) dapat terjadi karena perlambatan dari


sinyal-sinyal elektrik yang diawali oleh SA node, kondisi yang disebut sinus
bradycardia. Bradycardias dapat juga berakibat dari derajat-derajat yang bervariasi
dari "heart block (rintangan jantung)", dimana obat-obat tertentu atau penyakit-
penyakit sistim konduksi elektrik jantung menghalangi transmisi (pengantaran)
sinyal-sinyal dari atria ke ventricles (lihat bagian "Bradycardias" dibawah).

Denyut jantung awal yang tidak berasal dari pemacu jantung SA node disebut
premature contractions. Premature atrial contractions (PACs) dan premature
ventricular contractions (PVCs) dapat disebabkan oleh stres, kopi, merokok dan
minum alkohol berlebihan. Pada umumnya PACs dan PVCs tidak dihubungkan
dengan penyakit jantung yang signifikan jika mereka timbulnya jarang dan
terisolasi.

8. Palpitasi yang tidak berasosiasi dengan aritmia dan penyakit jantung mungkin
tidak memerlukan perawatan spesifik. Pasien hanya disarankan untuk mengurangi
stres emosi dan stres fisik ketika sedang memonitor gejala-gejalanya.

Palpitasi yang merupakan hasil dari premature contractions (PACs dan VCs)
sering tidak memerlukan perawatan spesifik. Frekwensi dari premature
contractions dapat dikurangi dengan cara mengurangi stres, berhenti merokok dan
mengurangi konsumsi kopi dan alkohol. Tingkat adrenaline darah yang tinggi
dapat menyebabkan premature contractions, dimana pengurangan stres dapat
membantu mengurangi tingkat adrenaline darah. Bagi pasien dengan palpitasi
menetap dan premature contractions, obat-obatan seperti beta-blockers, dapat
~ 6 ~
digunakan untuk memblokade efek adrenaline terhadap jantung, jadi mengurangi
premature contractions. Contoh-contoh dari beta-blockers termasuk propranolol
(Inderal), metaprolol (Lopressor) dan atenolol (Tenormin). Efek samping dari
beta-blockers termasuk perburukan dari asma, menurunkan denyut jantung dan
tekanan darah yang berlebihan, depresi, lesu dan impoten.

Perawatan Angina

Angina adalah sakit di dada yang disebabkan oleh berkurangnya suplai oksigen ke
otot jantung. Umumnya timbul waktu latihan dan hilang setelah anda istirahat
beberapa menit. Angina yang tidak stabil terjadi ketika kondisi memburuk dengan
cepat sehingga anda mendapat sakit walaupun anda sedang istirahat. Ini mungkin
tanda peringatan akan terjadinya serangan jantung. Tujuan utama dari dokter
adalah meningkatkan kemampuan anda melakukan latihan sebelum timbulnya
angina dan atau menghilangkan sakit yang mulai terjadi.

Perawatan dengan obat-obatan

Umumnya dokter memulai perawatan dengan obat-obatan yang bekerjanya


mengurangi jumlah oksigen yang dibutuhkan otot jantung atau meningkatkan
aliran darah ke jantung atau kedua-duanya. Selain itu anda juga harus merubah
gaya kehidupan (lifestyle) anda seperti berhenti merokok, turunkan berat badan,
dan melakukan olah raga.

9. Kemungkinan palpitasi tuan kardi tergolong premature contractions yaitu denyut-


denyut jantung yang terisolasi yang terjadi lebih awal daripada yang diharapkan.
Premature contraction diikuti oleh istirahat, ketika sistim elektrik jantung "me-
reset" dirinya. Kontraksi setelah pause (istirahat) biasanya lebih kuat daripada
kontraksi-kontraksi normal. Pasien-pasien seringkali merasakan kontraksi-
kontraksi yang lebih kuat ini sebagai palpitasi-palpitasi.

~ 7 ~
IV. SISTEMATIKA

JANTUNG

Reguler

Aktivitas Pemeriksaan Tekanan


jantung fisik darah Irreguler

Denyut nadi
Aktivitas Aktivitas Siklus
Prinsip
elektrik mekanik jantung dasar
EKG
Tujuan
Korelasi
klinik Cara
membaca
hasilnya

Ekokardiogram

Prinsip Tujuan Cara


dasar membaca
hasilnya

~ 8 ~
V. LEARNING OBJECTIVE

a. Menjelaskan aktivitas mekanik jantung

b. Menjelaskan aktivitas listrik jantung

c. Menjelaskan siklus jantung

d. Menjelaskan EKG

e. Menjelaskan korelasi klinis fungsi sistem kardiovaskuler

VI. BERBAGI INFORMASI

a. Aktivitas mekanik jantung terbagi atas 5 fase, yaitu:

1. Selama masa diastole (relaksasi), tekanan dalam atrium dan ventrikel sama-
sama rendah, tetapi tekanan atrium lebih besar dari tekanan ventrikel.

a) Atrium secara pasif terus-menerus menerima darah dari vena (vena kava
superior, dan inferior, vena pulmonar).

b) Darah mengalir dari atrium menuju ventrikel melalui katup A-V yang
terbuka.

c) Tekanan ventrikular mulai meningkat saat ventrikel mengembang untuk


menerima darah yang masuk.

d) Katup semilunar aorta dan pulmonar menutup karena tekanan dalam


pembuluh-pembuluh lebih besar daripada tekanan dalam ventrikel.

e) Sekitar 70% pengisian ventrikular berlangsung sebelum sistole atrial.

2. Akhir diastole ventrikular, nodus S-A melepas impuls, yang mengakibatkan


atrium berkontraksi, dan terjadinya peningkatan tekanan dalam atrium
mendorong tambahan darah sebanyak 30% ke dalam ventrikel.

a) Tekanan dalam atrium kiri meningkat antara 7 8 mmHg; tekanan dalam


atrium kanan meningkat antara 4 6 mmHg.

b) Volume diastolik akhir adalah volume darah dalam setiap ventrikel di akhir
diastole. Volume normalnya sekitar 120 mL.

~ 9 ~
3. Sistole ventrikular. Disini aktivitas listrik mulai menjalar ke ventrikel yang
mulai berkontraksi. Tekanan dalam ventrikel meningkat dengan cepat dan
mendorong katup A-V untuk segera menutup.

a) Ventrikel kemudian menjadi rongga tertutup, dan volume darah tidak dapat
berubah. Ini disebut dengan periode kontraksi isovolumetrik.

b) Bunyi katup yang menutup merupakan bunyi jantung yang pertama.

c) Jika kontraksi ventrikular berlanjut, tekanan akan meningkat dengan cepat


sampai 80 mmHg dalam ventrikel kiri , dan 8 mmHg dalam ventrikel
kanan, yang mendorong katup semilunar aorta dan pulmonar terbuka.

4. Ejeksi darah ventrikular ke dalam arteri

a) Tidak semua darah ventrikular dikeluarkan saat kontraksi. Volume sistolik


akhir darah yang tersisa pada akhir diastole adalah sekitar 50 mL.

b) Isi sekuncup (70 mL) adalah perbedaan antara volume diastole akhir (120
mL), dan volume sistolik akhir (50 mL).

5. Diastole ventrikular

a) Ventrikel berepolarisasi dan berhenti berkontraksi. Tekanan dalam ventrikel


menurun tiba-tiba sampai dibawah tekanan aorta dan trunkus plmonar,
sehingga katup semilunar menutup (bunyi jantung kedua).

b) Ceruk dikrotik memperlihatkan adanya peningkatan tekanan aorta singkat


akibat penutupan katup semilunar aorta.

c) Ventrikel kembali menjadi rongga tertutup dalam periode relaksasi


isovolumetrik, karena katup masuk dan katup keluar menutup. Jika tekanan
dalam ventrikel menurun tajam dari 100 mmHg sampai mendekati nol,
yaitu jauh dibawah tekanan atrium, katup A-V akan membuka dan siklus
jantung dimulai kembali.

b. Aktivitas listrik jantung

Jantung memiliki kemampuan membentuk depolarisasi spontan dan


potensial aksi. Jantung itu memiliki sistem penghantar khusus (sel
autoritmis),yaitu:

~ 10 ~
SA node (pace maker), yang terletak didinding atrium kanan dekat muara
vena kava superior, dan dapat berdenyut 70 80X / menit.
AV node, terletak di dasar atrium kanan dekat sekat atrium ventrikel, dan
dapat berdenyut 40 -60X / menit.

Berkas his, yang terletak dari AV node masuk ke septum interventrikel, dan
dapat berdenyut 20 40X / menit. Pada cabang berkas his, terdiri dari:

- Fasikula septum, yang berfungsi untuk memberikan depolarisasi pada


septum interventrikular dari kiri ke kanan.

- Fasikula anterior, yang terletak pada anterior ventrikel kiri.

- Fasikula posterior, yang terletak pada posterior ventrikel kiri.

Serat purkinje, yaitu serayang letaknya menyebar ke miokard ventrikel, dan


dapat berdenyut 20 24X / menit.

Sifat-sifat dari sistem penghantar khusus, yaitu:

1) Otomasi adalah kemampuan menghasilkan impuls secara spontan.


2) Ritmis adalah keteraturan membangkitkan impuls.

3) Daya penerus adalah kemampuan menghantarkan impuls.

4) Peka rangsang adalah kemampuan berespons terhadap rangsang.

Jenis-jenis sel yang terlibat pada saat aktivitas listrik, adalah:

Sel pacu jantung, yaitu nodus S-A


Sel konduksi, yaitu nodus A-V, bundle his, LBB, RBB, fasikulus anterior dan
posterior, dan serabut purkinje

Sel otot (kontraksi), yaitu sel otot khusus.

c. Siklus jantung

Siklus jantung terdiri atas satu periode diastolik/relaksasi (pengisian jantung


dengan darah), yang diikuti oleh satu periode sistolik/kontraksi. Setiap siklus
jantung diawali oleh pembentukan potensial aksi yang spontan didalam nodus
sinus. Nodus ini terleak pada dinding lateral superior atrium kanan dekat tempat
~ 11 ~
masuknya vena kava superior, dan potensial aksi akan menjalar dari sini dengan
kecepatan tinggi melalui kedua atrium, dan kemudian melalui berkas A-V akan ke
ventrikel. Karena adanya pengaturan khusus dalam sistem konduksi dari atrium
menuju ventrikel, akibatnya ditemukan keterlambatan selama 0,1 detik ketika
impuls jantung dihantarkan dari atrium ke ventrikel. Keadaan ini menyebabkan
atrium akan berkontraksi mendahului kontraksi ventrikel, sehingga akan
memompakan darah kedalam ventrikel sebelum terjadi kontraksi ventrikel yang
kuat. Jadi, atrium bekerja sebagai pompa pendahulu bagi ventrikel, dan
selanjutnya ventrikel akan menyediakan sumber kekuatan utama untuk
memompakan darah ke sistem pembuluh darah.

d. Elektrokardiografi (EKG)

EKG adalah rekaman atau pencatatan yang dihasilkan dari sebagian


aktivitas listrik di dalam cairan tubuh, yang diinduksi oleh impuls jantung yang
mencapai permukaan tubuh.

Tujuan penggunaan EKG, adalah sebagai berikut:

a) Untuk mendiagnosis kecepatan denyut jantung yang abnormal, aritmia, dan


kerusakan otot jantung.
b) Memberikan data-data kesehatan kepada seseorang yang ingin memulai
program olahraga.

c) Untuk menentukan dengan tepat pengaruh jangka panjang yang ditimbulkan


oleh hipertensi yang menetap, atau pengaruh akut emboli masif.

Prinsip EKG adalah:

EKG sama sekali tidak mencatat potensial ketika otot ventrikel mengalami
depolarisasi/repolarisasi sempurna.

Gelombang-gelombang yang terdapat pada EKG, yaitu:

1) Gelombang P (mewakili depolarisasi atrium)

Gelombang P adalah rekaman penyebaran depolarisasi melalui miokard atrium


mulai dari awal samapai akhir.

2) Kompleks QRS (mewakili depolarisasi ventrikel)

~ 12 ~
Kompleks QRS adalah depolarisasi ventrikel dan kontraksi ventrikel.
Amplitudo QRS lebih besar dari gelombang P, karena massa otot ventrikel
lebih besar dari massa otot atrium.

Bagian-bagian QRS:

Q: defleksi, pertama mengarah ke bawah. Contoh:

R: defleksi pertama kearah atas

R: ada defleksi kedua kearah atas

S: defleksi kearah bawah setelah defleksi kearah atas

QS: jika seluruh konfigurasi hanya terdiri dari satu defleksi kearah bawah.

3) Gelombang T (repolarisasi ventrikel)

~ 13 ~
Sandapan (lokasi penempatan) EKG

Untuk memperoleh rekaman EKG, dipasang elektroda-elektrode di kulit


pada tempat-tempat tertentu. Lokasi penempatan elektroda sangat penting
diperhatikan, karena penempatan yang salah akan menghasilkan pencatatan yang
berbeda.

Terdapat 3 jenis sandapan (lead) pada EKG, yaitu:

1) Sandapan prekordial

Merupakan sandapan V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 yang ditempatkan secara
langsung di dada.

Sandapan V1 di tempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum.


Sandapan V2 di tempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum.

Sandapan V3 di tempatkan di antara sandapan V2 dan V4.

Sandapan V4 di tempatkan di ruang intercostal V di linea (sekalipun detak


apeks berpindah).

Sandapan V5 di tempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris


anterior.

Sandapan V6 di tempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea


midaxillaris.

2) Sandapan bipolar

Sandapan bipolar adalah merekam perbedaan potensial dari 2 elektroda yang


ditandai dengan angka romawi I, II, dan III.

a) Sandapan I

Merekam beda potensial antara tangan kanan yang bermuatan negatif(-),


dengan tangan kiri yang bermuatan positif(+).

b) Sandapan II

Merekam beda potensial antara tangan kanan yang bermuatan negatif(-),


dengan kaki kiri yang bermuatan positif(+).

~ 14 ~
c) Sandapan III

Merekam beda potensial antara tangan kiri yang bermuatan negatif(-),


dengan kaki kiri yang bermuatan positif(+).

3) Sandapan unipolar

a) aVR : merekam potensial listrik pada tangan kanan yang bermuatan


positif(+), dan elektroda (-) gabungan tangan kanan dan kaki kiri
membentuk elektroda indifiren.

b) aVL : merekam potensial listrik pada tangan kiri yang bermuatan positif(+),
dan muatan (-) gabungan tangan kanan dan kaki kiri membentuk elektroda
indifiren.

c) aVF : merekam potensial listrik pada kaki kiri yang bermuatan positif(+),
dan elektroda (-) gabungan tangan kanan dan kaki kiri membentuk
elektroda indifiren.

e. Korelasi klinik fungsi sitem kardiovaskuler

Gagal jantung

Gagal jantung dapat disebabkan oleh aritmia, iskemia, kelainan kongenital,


kardiomiopati, dan myxoma.

Kardiomiopati

Penyakit ototjantung tanpa adanya penyakit jantung kongenital, hipertensi,


proses katup didap atau kelainan arteri koronaria, dan dapat di golongkan sebagai
penyakit primer atau penyakit sekunder akibat siskemik yang melibatkan
miokardium. Kardiomiopati primer dibagi atas 3 kelas, yaitu:

1) Kardiomiopati dilatasi

Gagal jantung kongestif karena fungsi sistolik terganggu (hipokinesis


ventrikel kiri biasanya dominan). Kadang-kadang juga disertai dengan aritmia
dan gangguan hantaran.

~ 15 ~
2) Kardiomiopati hipertrofi

Gagal jantug kongestifnya timbul setelah beberapa lama diderita.


Gejalanya adalah dispnea, angina, palpitasi, dan bahkan dapat meninggal secara
mendadak. Penyakit ini terjadi karena fungsi sistolik yang terganggu, malahan
hiperkinetik, sedang disfungsi diastolik progresif. Ventrikel kaku, dan
perbedaan tekanan aliran keluar dapat ada pada saat istirahat atau saat kerja.
Sering ada insufisiensi mitral. Dasar anatomi kelainan ini adalah hipertrofi
ventrikel.

3) Kardiomiopati restriktif

Ditandai dengan gangguan fungsi diastolik, kurang lentur, serupa dengan


perikarditis kostriktiva, tetapi biasanya terbatas pada ventrikel kiri. Secara klinis
ada dispnea dan gagaljantung kanan. Contohnya adalah fibrosis
endomiokardium, sindrom miokardial eosinofilik loefler, hemokromatosis,
penyakit fabry, pseudosantoma elastikum.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Hall.2008.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.EGC:Jakarta.

Guyton,Hall.2009.Satu-satunya Buku EKG yang Anda Perlukan.EGC:Jakarta.

Tim ACLS Rumah Sakit Harapan Kita.2009.Advanced Cardiac Life


Support.ACLS:Jakarta

Sumber lain:

Kuliah pengantar Kuntarti, S.Kp tentang Fisiologi Jantung tahun 2006.

Kuliah pengantar Prof.dr.Hj.Rahmatina B. Herman,PhD,AIF tentang Aktivitas Mekanik


Jantung tahun 2009.

~ 16 ~
Kuliah pengantar Prof.dr.Hj.Rahmatina B. Herman,PhD,AIF tentang Siklus Jantung
tahun 2009.

Kuliah pengantar dr. Yaswir Yasrin tentang EKG tahun 2009.

Kuliah pengantar dr. Yaswir Yasrin tentang Elektrofisiologi Jantung tahun 2009.

~ 17 ~