Anda di halaman 1dari 7

PM 25 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR KESELAMATAN

TRANSPORTASI SUNGAI, DANAU, DAN PENYEBERANGAN

Keselamatan adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan


yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan
maritim.

Standar keselamatan bidang transportasi sungai, danau dan penyeberangan


merupakan acuan bagi penyelenggara sarana dan prasarana bidang
transportasi sungai, danau dan penyeberangan yang meliputi:
a. Sumber Daya Manusia;
b. Sarana dan/atau Prasarana;
c. Standar Operasional Prosedur;
d. Lingkungan.

Undang-Undang dan Peraturan yang berlaku adalah sebagai berikut


:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2010 tentang Angkutan di
Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5108)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22
Tahun 2011 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011
Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5208);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 61 tahun 2009 tentang Kepelabuhanan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 151,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5070);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 8,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5093);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2012 tentang Sumber Daya
Manusia di bidang Transportasi (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2012 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5310);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2013 tentang Investigasi
Kecelakaan Transportasi (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2013 Nomor 156, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5448);
7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,
Tugas dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi,
Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara, sebagaimana telah
diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 135
Tahun 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014
Nomor 273);
8. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi
Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2015 Nomor 8);
9. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
PM 68 Tahun 2013 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013
Nomor 1113);

Standar Keselamatan Transportasi Angkutan Sungai dan Danau

A. Sumber Daya Manusia (SDM)


Bidang yang terkait :
1. Pengelola Pelabuhan Sungai dan Danau
2. Awak Angkutan Sungai dan Danau
- Setiap kapal yang memiliki ukuran dibawah GT 7 ( < 7 GT )
yang akan dioperasikan untuk melayani angkutan sungai dan
danau dapat diukur, didaftarkan dan memenuhi persyaratan
kelaikan kapal dan pengawakan kapal;
- Setiap kapal yang memiliki ukuran mulai dari GT 7 ke atas
( >7 GT ) yang akan dioperasikan untuk melayani angkutan
sungai dan danau wajib diukur, didaftarkan, memenuhi
persyaratan kelaikan kapal, persyaratan pengawakan kapal,
dan dapat diberikan tanda kebangsaan.
- Pelaksanaan urusan/kegiatan pemberian Surat Izin berlayar
( Kapal GT 7 ) dilaksanakan oleh Petugas Pemegang
Fungsi Keselamatan Pelayaran Angkutan Sungai dan Danau
pada Dinas Provinsi, dan pelaksanaan urusan/kegiatan
pemberian Surat Izin Berlayar (kapal GT < 7) dilaksanakan
oleh Petugas Pemegang Fungsi Keselamatan Pelayaran
Angkutan Sungai dan Danau pada DinasKabupaten/Kota.
3. Pengawas Alur Pelayaran Sungai dan Danau

B. Sarana dan Prasarana


Bidang yang terkait :
1. Kapal Sungai dan Danau
Setiap kapal yang berlayar wajib memiliki Surat
Persetujuan Berlayar yang dikeluarkan oleh Syahbandar
(UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 219 ayat
(1)).
Setiap kapal wajib dilengkapi dengan perlengkapan
navigasi dan/atau navigasi elektronika kapal (UU No 17
Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 131 ayat (1)).
Setiap kapal wajib dilengkapi dengan peralatan
meterologi (UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Pasal 132 ayat (1)).
Permenhub Nomor KM 65 Tahun 2009 Tentang Standar
Kapal Non Konvensi, Standar Kapal Non Konvensi
terdiri atas :
a. Konstruksi;
b. Perlengkapan;
c. Peralatan;
d. Permesinan dan perlistrikan;
e. Garis muat;
f. Pengukuran kapal;
g. Pengawakan;
h. Manajemen operasional perlindungan lingkungan
maritim.
2. Alur Sungai dan Danau
UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran Pasal 188 ayat
(3), Untuk penyelenggaraan alur pelayaran Pemerintah
wajib :
a. Menetapkan alur-pelayaran;
b. Menetapkan sistem rute;
c. Menetapkan daerah labuh kapal sesuai dengan
kepentingannya.
PP No 5 Tahun 2010 Tentang Kenavigasian Pasal 45 ayat
(2), Fasilitas alur-pelayaran sungai dan danau dapat
berupa :
a. Kolam pemindahan kapal (ship lock);
b. Bendungan pengatur kedalaman alur
(navigationbarrage);
c. Bangunan pengangkat kapal (ship lift);
d. Kanal;
e. Rambu;
f. Pos pengawasan;
g. Halte;
h. Pencatat skala tinggi air;
i. Bangunan penahan arus;
j. Bangunan pengatur arus;
k. Dinding penahan tanah/tebing sungai; dan
l. Kolam penampung lumpur.
3. Pelabuhan Sungai dan Danau

C. Lingkungan
Bidang yang terkait :
1. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran dari Kapal.
Pencemaran dari kapal dapat berupa minyak, air balas, kotoran,
sampah, serta bahan kimia berbahaya dan beracun.
2. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran dari Kegiatan
Kepelabuhanan.
Setiap pelabuhan wajib memiliki fasilitas penampungan limbah
dan penampungan sampah.

Standar Keselamatan Transportasi Angkutan Penyeberangan

A. Sumber Daya Manusia (SDM)


Bidang yang terkait :
1. Pengoperasian Pelabuhan Penyeberangan
2. Awak Kapal Penyeberangan
Persyaratan minimal jumlah jabatan, sertifikat kepelautan dan
jumlah awak kapal penyeberangan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 24 ayat (2) (NCVS Bab VIII Seksi 7) ditentukan
berdasarkan :
a. jarak lintas penyeberangan;
b. tonase kotor kapal (GT);dan
c. tenaga penggerak kapal (KW).
Menurut PP No 7 Tahun 2000 Pasal 22 ayat (1), Upah minimum bagi
awak kapal penyeberangan dengan jabatan terendah ditetapkan oleh
Menteri yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan,
berdasarkan ketentuan upah minimum tenaga kerja sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Upah lembur per jam dihitung
dengan upah minimum ( ayat (2) ).
rumus = ______________ X 1,25.
190

B. Sarana dan Prasarana


Bidang yang terkait :
1. Sarana
a. Peralatan Radio
b. Navigasi
c. Perlengkapan Medis
d. Pemadam Kebakaran
e. Perlengkapan Deck
f. Peralatan Keselamatan

2. Prasarana
a. Rencana Induk Pelabuhan
Menurut KM 52 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan
Pelabuhan Penyeberangan Rencana Induk Pelabuhan terdiri
dari :
a. Jangka panjang yaitu di atas 15 (lima belas) tahun
sampai dengan 25 (dua puluh lima) tahun;
b. Jangka menengah yaitu diatas 10 (sepuluh) tahun
sampai dengan 15 (lima belas) tahun;
c. Jangka pendek yaitu 5 (lima) tahun sampai dengan
10 (sepuluh) tahun.
C. Operasional
Bidang yang terkait :
1. Manajemen Lalu lintas Penyeberangan
a. Pada Kondisi Normal
Perencanaan sistem zona;
Perencanaan jadwal kapal;
Perencanaan kebutuhan kapal;
Perencanaan waktu bongkar muat;
b. Kondisi Padat
Perencanaan simulasi waktu saat masuk pelabuhan
sampai orang dan kendaraan naik ke kapal;
Perencanaan koordinasi dengan instansi yang terkait
dalam mengantisipasi lonjakan penumpang;
Perencanaan sistem zona dan pengaturan lalu lintas
orang atau kendaraan;
Perencanaan jadwal operasi kapal;
Perencanaan kebutuhan jumlah kapal;
Perencanaan pengoperasian dermaga cadangan;
Perencanaan pengelompokan pengoperasian kapal dan
dermaga pada lintasan yang memiliki kapal dan dermaga
lebih dari 1 (satu).
2. Manajemen Lalu lintas Penyeberangan Di Lintasan
Manajemen lalu lintas penyeberangan di lintasan saat
keberangkatan;
Manajemen lalu lintas penyeberangan di lintasan saat
kedatangan
3. Manajemen Lalu lintas Penyeberangan Pada Keadaan Darurat
Keadaan darurat di pelabuhan meliputi :
a. kebakaran di pelabuhan;
b. kemacetan lalu lintas di pelabuhan;
c. kerusuhan massal di pelabuhan;
d. penanganan bahan peledak/ancaman terorisme di
pelabuhan;
e. kerusakan fasilitas pelabuhan;
f. cuaca buruk;
g. bencana alam.
Keadaan darurat di kapal meliputi :
a. kebakaran di kapal;
b. kerusuhan massal di kapal;
c. penanganan bahan peledak/ancaman terorisme di
kapal;
d. kerusakan fasilitas kapal;
e. cuaca buruk
D. Lingkungan
Bidang yang terkait :
1. Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran dari Kapal
Pencemaran dari kapal dapat berupa minyak, air balas, kotoran,
sampah, serta bahan kimia berbahaya dan beracun.