Anda di halaman 1dari 8

Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang

Bebas dari Korupsi

Kelompok C3

Amelia Graciella Tjiptabudy (102016159), Monica C. F. Obisuru (102016121), Gloria Vriscila


(102016234), Raudah (102016006), Kevin Wikanata Prakasa (102016240), Raditya Karunia L
(102016046), Trias Adam (102016130), Olivia Sarah Kadang (102016061)

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jln. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-5694206

Email: ukrida.co.id

Pendahuluan

Di zaman sekarang ini, korupsi menjadi suatu hal yang sangat sering terjadi. Korupsi merupakan
suatu masalah sosial yang terjadi disuatu bangsa. Terjadinya korupsi menyebabkan kerugian
yang sangat besar yang dialami oleh suatu negara. Begitu juga dengan Indonesia, dua tahun
belakangan ini Indonesia mengalami kenaikan peringkat untuk negara korupsi dari peringkat 90
menjadi peringkat 88. Korupsi di Indonesia ini sudah menjadi rahasia umum. Seiring
perkembangannya zaman, korupsi menjadi sesuatu yang biasa, dari korupsi di kalangan
pemerintahaan bahkan sampai pada kalangan masyarakat, dari puluhan ribu sampai pada puluhan
miliar. Terkhususnya di bidang pemerintahan. Negara Indonesia termasuk salah satu negara
terkaya di asia namun dengan kekayaan itu Indonesia juga termasuk negara yang paling lambat
dalam pembangunan. Hampir setiap pembangunan pasti ada saja berita tentang korupsi. Korupsi
dilakukan karena kurangnya ilmu moral dalam diri seseorang. Moral sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari, seperti yang telah saya sebutkan diatas negara perlu peningkatan nilai-
nilai kejujuran. Dengan melihat keadaan ini, cukup menggambarkan bahwa bangsa ini
membutuhkan pembaharuan akan sikap moral untuk pembaharuan kembali akan nilai-nilai
kejujuran.

1 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas


dari Korupsi
Pembahasan

Moral

Moral adalah kata yang sangat dekat dengan etika, yang berasal dari bahasa latin mos yang
artinya jamak atau yang berarti jamak, yang berarti juga kebiasaan, yang biasa di sebut adat.
Dalam bahasa Inggris dan banyak bahasa lain, termasuk bahasa Indonesia, kata moral masih di
gunakan dalam arti yang sama. Jadi etimologi kata dalam arti yang sama. Jadi etimologi kata
etika sama dengan etimologi kata moral, karena keduanya berasal dari kata yang berarti
adat kebiasaan. Moral juga bisa diartikan nilai-nilai dan norma yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Moral juga berarti apa yang
dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu sesuai perkembangan
norma atau nilai.1 Jadi moral merupakan cara penilaian tingkah laku seseorang, yang sering
dilakukan dan dengan tidak langsung dia mengulang-ngulanginya dan menjadikan itu sebagai
sebuah kebiasaan.

Moral pada dasarnya dalam kamus psikologi (Chaplin, 2006), disebutkan bahwa moral mengacu
pada akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial, atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan
yang mengatur tingkah laku. Sementara dalam dalam psikologi perkembangan, (Hurlock edisi
ke-6, 1990), disebutkan bahwa perilaku moral adalah perilaku yang sesuai dengan kelompok
sosial. Moral sendiri berarti: tata cara, kebiasaan dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep-
konsep moral atau peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
Sementara dalam Websters new World dictionary (Wantah, 2005) moral adalah : sesuatu yang
berkaitan atau ada hubungannya dengan kemampuan menentukan benar salah dan baik buruknya
tingkah laku.2 Dari tiga defenisi di atas, dapatlah disimpulkan bahwa: moral adalah suatu
keyakinan tentang benar salah baik buruk yang sesuai dengan kesepakatan sosial, yang
mendasari tindakan atau pemikiran.2 Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, moral adalah istilah
manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif.
Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki
nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh
manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi
individu tanpa moral manusia tidak bisa

2 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas


dari Korupsi
1
Farelya G. Etikolegal dalam pelayanan kesehatan. Yogyakarta: Deepublish; 2015.

2
Ibung D. Mengembangkan nilai moral pada anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo; 2009

melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena
banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral
itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral jika ia ingin
dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat
secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Moral
adalah perbuatan atau tingkah, laku atau ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan orang di
sekitarnya. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di
masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka
orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari
budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan
sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

Jadi dengan moral kita bisa melihat dan menilai sifat sesorang dari diri mereka, apa yang mereka
lakukan, katakan, sampai pada apa yang mereka pikirkan setip harinya. Oleh sebab itu moral
harus di nomor satukan dalam mendidik seseorang dan dengan moral seseorang bisa
mencerminkan bagai mana negaranya, begitu juga dengan Indonesia. Ilmu moral yang sangat
minim membuat Indonesia susah untuk maju. Salah satu penyebabnya yaitu korupsi. Indonesia
adalah negara yang menduduki peringkat ke 88 dengan skor CPI 36 dan skor ini meningkat
dengan waktu yang sangat singkat yaitu dalam waktu dua tahun. Jika moral merupakan salah
satu permasalahan maka Indonesia harus mengutamakan pendidikan nilai-nilai moral pada
penerus atau pemimpin bangsa. Sebuah pertanyaan, bagaimana pendidikan nila moral bekerja
membentuk pribadi antikorupsi?. Untuk menjawab pertanyaan itu, kita akan membahas terlebih
dahulu mengenai korupsi.

Korupsi

Kata korupsi berasal dari bahasa latin corruption atau corruptus , yang selanjutnya disebutkan
bahwa corruptio itu berasal pula dari kata asal corrumpere, suatu kata dalam bahasa latin yang
lebih tua. Dari bahasa latin itulah turun kebanyak bahasa Eropa seperti Inggris, yaitu corruption,
corrupt; Belanda, yaitu corruptive (korruptie), dapat atau patut diduga bahwa istilah korupsi

3 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas


dari Korupsi
berasal dari bahasa Belanda dan menjadi bahasa Indonesia, yaitu korupsi, yang mengandung
arti perbuatan korup, penyuapan. (Ermansjah Djaja, 2010 : 23).3

3
Maryanto. Pemberanantasan korupsi sebagai upaya penegakan hokum. Jurnal CIVIS 2012; 02(2)

Korupsi merupakan penyakit yang membebani negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.


Bahkan, banyak ahli menyatakan bahwa penyakit korupsi telah melebar ke segala lapisan dalam
struktur pemerintahan. Korupsi telah menjadi isu sentral, bahkan sangat popular melebihi apa
pun yang muncul di Indonesia. Trend perilaku korupsi tampak semakin endemis yang merambah
dalam segala aspek kehidupan masyarakat. Korupsi merupakan suatu yang biasa dan seakan-
akan telah membudaya dalam masyarakat Indonesia.4 Korupsi merupakan salah satu aspek
penghambat kemajuan suatu negara, karena korupsi perangsang terhadap seorang pejabat
berdasarkan itikad buruk agar pejabat yang bersangkutan melakukan pelanggaran terhadap
kewajibannya.5

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya korupsi menurut Muh. Mustofa (2010 : 94), yaitu
tekanan situsional (biasanya keuangan), adanya kesempatan atau godaan untuk melakukannya,
adanya rasionalisasi tindakan, adanya struktur formal dan informal organisasi yang dialami
bersama. Faktor lainnya, pertama, adanya akar budaya yang menanamkan istilah korupsi, misal
sejarah indonesia tentang Ken Arok raja bandit dan sifat yang mengedepankan status dan
kedudukan peninggalan peninggalan koloni penjajah di Indonesia. Dulu menjadi pegawai
pangreh praja adalah idola masyarakat indonesia untuk masuk dalam lingkungan kolonial.
Kedua, pemikiran bahwa Korupsi itu wajar. Korupsi dalam pengertian tradisional dianggap wajar
dan tidak dimasalahkan karena semua hak dimonopoli secara pihak oleh penguasa, sehingga
tidak ada kekuatan kontrol secara eksternal. Misalnya untuk kasus pedagang yang memberi
pemberat pada timbangannya agar lebih untung, maka ia akan berfikir bahwa dia lah yang
memiliki hak penuh atas barang dagangan yang akan dia jual ke orang lain dan hal semacam ini
akan dianggap wajar oleh sesama pedagang lain.6 Secara umum, munculnya perbuatan korupsi
didorong oleh dua motivasi. Pertama, motivasi intrinsik, yaitu adanya dorongan memperoleh
kepuasan yang ditimbulkan oleh tindakan korupsi. Kedua, motivasi ekstrinsik yaitu dorongan
korupsi dari luar diri perilaku.7 Korupsi dilakukan untuk memuaskan diri sendiri dengan
memakai kekuasaan yang di milik atau bisa di bilang menyalagunaan jabatan, kesempatan atau
sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya.
4 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas
dari Korupsi
4
Altitra. Hukum pembuktian dalam beracara pidana, perdata, dan korupsi di Indonesia. Jakarta: Penerbit Raih Asa Sukses; 2011:
h. 146.
5
Nida R. Korupsi adalah budaya Indonesia. Sosiologi FISIP Universitas Sebelas Maret 2011;08.
6
Pryhayantoro EH. Korupsi dalam perspektif teori sosial kontemporer.
7
Altitra. Hukum pembuktian dalam beracara pidana, perdata, dan korupsi di Indonesia. Jakarta: Penerbit Raih Asa Sukses; 2011:
h. 146.

Jadi, yang disalahgunakan itu adalah kekuasaan atau hak yang ada. Menyalahgunakan
kesempatan berarti menyalahgunakan waktu yang ada padanya dalam kedudukan atau
jabatannya itu. Sementara menyalahgunakan sarana berarti menyalahgunakan alat-alat atau
perlengkapan yang ada padanya karena jabatan kedudukannya itu. Perbuatan tersebut dapat
merugikan keuangan dan perekonomian negara. Merugikan keunagan berarti mengurangi atau
mengganggu keuangan negara atau perekonomian negara. Terjadinya korupsi diakibatkan
pengaruh dari kemerosotan moral yang terjadi di kalangan masyarakat masa kini. Perlu adanya
pendekatan moral khususnya pada sikap kejujuran masyarakat. Semua ini berawal dari
berkurangnya kejujuran pada masyarakat diakibatkan terlalu besarnya keinginan yang tidak
terkontrol lagi.

Korupsi di Indonesia sangatlah meningkat dalam beberapa waktu ini. Korupsi merupakan suatu
yang melanggar hukum namun masih banyak dari warga Indonesia yang melakukan korupsi,
bukan saja pada kalangan pemerintahan melainkan pada kalangan masyarakat. Korupsi terbesar
adalah dalam bidang pemerintahan seperti penggelapan uang dalam satu pembangunan,
memalsukan data-data keuangan dari harga sebenarnya akan di naikan tiga sampai empat kali
lipat, penerimaan uang yang tidak seharusnya mereka terima (suap), menggunakan jabatannya
untuk memeras masyarakat dan masi bannyak lagi. Dengan korupsi juga dapat menimbulkan
masalah-masalah lain seperti exportasi narkoba. Jadi bukan saja merugikan keuangan negara saja
tapi merugikan keseluruan dalam negara. Dan anehnya koruptor di Indonesia ini, pada saat
seseorang koruptor di tangkap, di periksa dan di tetapkan menjadi tersangka, yang lain tidak
merasa takut malahan menambah keinginan untuk meningkatkan kekayaan mereka.

Pendidikan Kejujuran

Kejujuran sangat erat kaitannya dengan moral dan merupakan sifat dasar dalam moral yang
harus dimiliki oleh manusia dalam bertingkahlaku, karena tanpa kejujuran maka itu mennadakan
5 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas
dari Korupsi
bahwa moral seseorang berada dalam tahap yang menuju kemerosotan. Tingkahlaku seseorang
sangat dipengaruhi oleh bagaimana kecerdasan seseorang tersebut. Tetapi kecerdasan tanpa di
dasari oleh perilaku moral yang baik maka kecerdasan tersebut akan menjadi hal yang sia-sia.
Moral berperan penting dalam kehidupan manusia. Kejujuran merupakan pangkal dari
kepercayaan, sedangkan kepercayaan adalah imbas positis dari sikap jujur. Orang yang
mendelegasikan kepercayaan merupakan hasil dari penilaiannya terhadap sikap kita. Jadi sekali
lagi kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga erat karena kepercayaan tak timbul dari
penilaian sesaat saja.

Kejujuran adalah harga diri.

Kejujuran adalah harga mati yang harus dipegang sampai mati pula. Jujur di dunia selamat di
akhirat. Prinsipnya miskin materi tak mengapa asalkan kita masih punya nilai kejujuran. Lebih
baik punya barang secukupnya dengan hasil keringat sendiri, tanpa mengambil bagian atau hak
orang lain dari pada punya banyak rumah, banyak mobil, dan banyak perhiasan tapi didapatkan
dari hasil kebohongan, memutar balikan fakta ataukah mungkin mengambil hak orang lain.
Disaat seseorang sudah tidak mempunyai harga diri lagi, berarti seseorang itu telah kehilangan
harga dirinya. Mungkin begitu juga dengan koruptor-koruptor jaman sekarang, mata mereka
menyala saat meliat uang, uang bagi mereka segalanya. Tanpa memperhitungkan harga diri
mereka, rasanya seperti diri mereka bisa di beli dengan uang. Dalam korupsi mungkin lebih
terkhususnya pada permasalahan penyuapan.

Pendidikan kejujuran bisa atasi korupsi

Di zaman sekarang ini, Penyakit sosial yang sedang melanda bangsa ini adalah korupsi. Kita tahu
bahwa penyebab terjadinya korupsi karena nilai kejujuran di masyarakat telah pudar, dan
sesungguhnya bangsa ini membutuhkan perubahan untuk mengatasi penyakit sosial yang sedang
terjadi saat ini. Generasi sekarang ini harus mendapatkan bimbingan untuk menumbuhkan
kembali nilai-nilai kejujuran yang mulai pudar di bangsa ini. Dengan memberikan pendidikan
kejujuran maka akan memberikan landasan yang baik bagi bangsa ini untuk generasi yang lebih
baik. Kejujuran sangat perlu ditanamkan di awal. Terjadinya korupsi dimana-mana disebabkan
oleh kurangnya pendidikan kejujuran yang spesifik di kalangan pelajar. Kejujuran adalah hal
yang penting bagi suatu bangsa. Satu-satunya cara untuk memberantas korupsi saat ini tidak

6 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas


dari Korupsi
cukup dengan hanya menjerat para koruptor dengan hukuman, tetapi dengan lebih meningkatkan
sistem pendidikan di negeri ini, terutama memberikan pendidikan kejujuran lebih dini agar
generasi bangsa kedepannya bisa memberikan perubahan yang lebih baik untuk kemajuan
bangsa ini.

Simpulan

Moral sangat penting dalam kehidupan kita, dengan moral kita bisa melihat bagaimana diri
seseorang, bukan saja dirinya melainkan bagai mana negaranya. Jadi pendidikan moral sangat
berperan dalam suatu negara, kemajuan negara sangat di tentukan oleh moral warganya.
Terjadinya korupsi karena kurangnya moral dalam diri seseorang. Oleh sebab itu pendidikan
moral harus di utamakan terkhususnya di Indonesia. Kenaikan peringkat korupsi di tahun ini
memberi teguran untuk kita agar menciptakan pemimpin yang bermoral. Bukan hanya sekarang
saja tapi untuk selamanya. Salah satu cara untuk memberantas korupsi saat ini tidak cukup hanya
menjerat para koruptor dengan hukuman, tetapi dengan menanamkan pendidikan kejujuran yang
lebih dari jenjang pendidikan dasar sampai pada perguruan tinggi, untuk menghasilkan generasi
dengan moral yang baik karena seorang pemimpin yang berpendidikan moral baik bisa membuat
negara lebih maju.

Daftar Pustaka

1. Farelya G. Etikolegal dalam pelayanan kesehatan. Yogyakarta: Deepublish; 2015


2. Ibung D. Mengembangkan nilai moral pada anak. Jakarta: PT Elex Media Komputindo;
2009
3. Maryanto. Pemberanantasan korupsi sebagai upaya penegakan hokum. Jurnal CIVIS
2012; 02(2)
4. Altitra. Hukum pembuktian dalam beracara pidana, perdata, dan korupsi di Indonesia.
Jakarta:Penerbit Raih Asa Sukses; 2011: h. 146
5. Nida R. Korupsi adalah budaya Indonesia. Sosiologi FISIP Universitas Sebelas Maret
2011;08
7 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas
dari Korupsi
6. Pryhayantoro EH. Korupsi dalam perspektif teori sosial kontemporer.
7. Altitra. Hukum pembuktian dalam beracara pidana, perdata, dan korupsi di Indonesia.
Jakarta: Penerbit Raih Asa Sukses; 2011: h. 146

8 |Mengutamakan Pendidikan Kejujuran untuk Menciptakan Indonesia yang Bebas


dari Korupsi