Anda di halaman 1dari 4

Objek: Bangunan TanTikLam

Tema Bahasan: Bandung Architect and Their Society

Kerangka Tulisan:

Introduction/ Pendahuluan
Arsitek TanTikLam - Bandung - Society
History pada Project - Objek

Pengenalan Objek
Nama : Toko Coklat
Lokasi : Jl. Cimanuk No.5, Citarum, Bandung Wetan, Bandung
Fungsi : Bangunan Komersial (Ritell)

Building and Society


Toko Coklat dibangun pada tahun 2009 di Bandung dan didesain oleh arsitek
Tan Tik Lam. Toko Coklat memiliki moto Quality is Our Value. Toko Coklat ini
menjual berbagai macam bentuk coklat dan juga kue-kue coklat. Di Toko Coklat juga
tersedia kopi dan susu coklat untuk dinikmati bersama.

Conclusion
.

Daftar Pustaka
Gaya hidup masyarakat urban saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan
zaman dan teknologi. Fasilitas-fasilitas yang semakin hari semakin memadai, hal
tersebut memanjakan kaum urban dengan gaya hidup yang demikian. Kebutuhan-
kebutuhan hidup kaum urban tidak lagi hanya sekedar memenuhi kebutuhan
mendasar seperti sandang, pangan, dan papan tetapi juga memenuhi keinginan
untuk mencapai tingkatan prestige tertentu.
Fenomena ini banyak terjadi di kota-kota besar di Indonesia, seperti di Jakarta,
Bandung, dan Surabaya. Semakin majunya sistem informasi dan komunikasi serta
infrastruktur yang cukup memadai, kota-kota besar tersebut dengan mudahnya
tersentuh arus globalisasi yang menyebabkan munculnya budaya konsumerisme
pada gaya hidup masyarakat urban. Perkembangan budaya ini selanjutnya tidak
lagi diarahkan oleh pencipta tren tetapi konsumen yang menciptakan tren itu
sendiri.
Budaya ini yang mengakibatkan pembangunan fasilitas-fasilitas pemenuh
kebutuhan gaya hidup masyarakat urban tersebut. Fasilitas tersebut bukan sekedar
wadah fisik untuk sebuah aktivitas namun memberikan nilai tertentu bagi para
penggunanya seperti suasana maupun ruang yang unik. Perkembangan dalam
arsitektur sangat dipengaruhi oleh gaya hidup masyarakat urban.
Munculnya tren coffee shop menjadi tempat dimana para kaum urban bertemu dan
berkumpul. Aktivitas makan dan minum bukanlah menjadi prioritas utama, namun
para kaum urban lebih mencari suasana yang menyenangkan pada coffee shop.
Bandung menjadi salah satu kota dimana gaya hidup masyarakat urban serta
fasilitas pemenuhannya berkembang dengan pesat. Belum siapnya RTRW Kota
Bandung mengakibatkan fasilitas-fasilitas tersebut tersebar secara acak dan sering
mengakibatkan pergeseran fungsi suatu kawasan. Hal tersebut dapat dilihat di Jalan
Dago, kawasan tersebut pada mulanya merupakan kawasan residensial yang
kemudian berubah menjadi kawasan komersial untuk factory outlet. Fenomena
serupa juga terjadi di kawasan Jalan Progo dengan munculnya caf dan restoran di
sepanjang jalan itu.
Toko Coklat yang merupakan karya arsitektur Tan Tik Lam muncul dari fenomena
yang berkembang di kota Bandung ini. Konteks lingkungan yang semula berfungsi
sebagai kawasan residensial secara perlahan bergeser menjadi kawasan komersial.
Toko Coklat yang dibuka sejak Desember 2009 menjual berbagai macam cokelat
dan kue-kue. Selain itu tersedia juga kopi dan susu cokelat untuk dinikmati disana.
Keinginan klien untuk menghadirkan sesuatu yang unik dan inovatif menjadi dasar
bagi arsitek dalam merancang bangunan komersial tersebut. Menurut Tan Tik Lam,
dalam merancang sebuah bangunan komersial, bangunan harus memiliki point of
interest dan nilai, dengan begitu diharapkan orang akan datang. Konsep dari
bangunan ini berangkat dari kebutuhan klien untuk memiliki tempat yang
mewadahi aktivitas berjualan. Tan tik Lam memiliki prinsip bahwa konsep sebuah
bangunan berasal dari pertimbangan fungsi, lokasi dan dana.
Klien cukup ketat dalam membelanjakan dananya. Ketersediaan dana menjadi hal
yang cukup krusial karena akan menentukan konsep bangunan seperti apa yang
dirancang serta proses pembangunannya. Rancangan bangunan disesuaikan
dengan dana yang terbatas menghasilkan bentukan yang sederhana tanpa
ornamen-ornamen berlebihan tetapi mampu memberikan makna tersendiri bagi
para penggunanya kelak.
Lokasi tapak bangunan ini berada di Jalan Cimanuk No. 5, Citarum, Bandung. Bentuk
tapak trapesium dengan bagian belakang yang mengecil dapat mengakibatkan
pemanfaatan yang kurang maksimal. Selain itu, lokasi tapak yang berada di
kawasan residensial yang sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan sehingga
butuh perhatian lebih untuk menciptakan sebuah bentukan arsitektur di kawasan
tersebut.

Selain sebagai tempat untuk berjualan coklat, klien ingin agar bangunan ini juga
berfungsi sebagai coffee shop. Para pengunjung dapat memiliki pengalaman
menikmati coklat maupun kopi di taman dengan rindangnya pepohonan sambil
bersantai bersama teman atau keluarga. Suasana ruang yang dirasakan nyaman
dan seolah-olah menyatu dengan alam. Hal tersebut merupakan nilai jual yang
ditawarkan oleh toko coklat.
Seluruh dinding yang menghadap ke taman terbuat dari kaca polos dan bening
sehingga isi toko terlihat jelas dari luar dan aksen warna oranye pada dinding yang
menghadap ke jalan menambah daya tarik tersendiri dengan warnanya yang
mencolok selain warna putih dan abu. Bentuk bangunan yang unik ini berasal dari
bentuk awal atap perisai. Kemudian sang arsitek mencoba bereksploarasi dengan
memiringkan atap tersebut sehingga bentuk atap tersebut seolah-olah terguling.
Bentuk geometris dan bentuk atap yang menarik ini adalah respon dari potensi
tapak yang berada di tusuk sate pertigaan jalan sehingga bangunan tampil menjadi
suatu aksen yang menarik perhatian orang yang melewati jalan tersebut.
Menurut Tan Tik Lam, bentuk bangunan bukanlah suatu konsep, baginya bentuk
adalah keselarasan dengan lingkungan. Keselarasan dengan lingkungan itu
diperoleh dengan mengambil pola-pola yang ada pada kawasan tersebut. Walaupun
kawasan sekitar Jalan Progo sudah mengalami pergeseran menuju fungsi komersial,
namun pola-pola bentukan residensial harus tetap dipertahankan. Sehingga
tampilan Toko Coklat menjadi sebuah tempat komersial skala kecil dengan bentukan
rumah.
Konsep diperoleh dari keinginan dan kebutuhan ruang dari penggunanya. Selain
keinginan dan kebutuhan, dana juga mempengaruhi dalam keberlangsungan proses
merancang dan membangun karya arsitektur ini.