Anda di halaman 1dari 26

Kamis, 15 November 2012

PEREDARAN BUMI, BULAN, DAN MATAHARI


GERAKAN BUMI, BULAN , DAN MATAHARI
1. BUMI
Bentuk bumi kita seolah-olah datar. Dalam keadaan yang sebenarnya bumi itu bentuknya bulat .
Hal-hal yang membuktikan bahwa bumi bulat antara lain :
1. Jika seseorang berlayar ke arah barat, maka orang itu akan kembali ke tempat semula dari arah
yang berlawanan.
2. Pada saat terjadi gerhana bulan, bagian bulan yang tertutup bayangan bumi berupa lengkungan.
3. Jika kita berada di pelabuhan melihat kapal dari kejauhan yang tampak terlebih dahulu ujung dan
akhirnya baru semua badan kapal.
4. Ketika menjelang matahari terbit atau terbenam, diufuk timur atau barat tampak kemerah-
merahan.
5. Hasil pemotretan bumi.

Bumi melakukan 2 gerakan yaitu :

1. Rotasi bumi
Rotasi bumi yaitu gerakan bumi berputar pada porosnya.
Rotasi bumi mengakibatkan peristiwa-peristiwa :
a) Terjadinya siang dan malam
b) Matahari terlihat terbit di timur dan tenggelam di barat.Terbit dan tenggelamnya matahari disebut
gerak semu harian matahari.
c) Terjadinya perbedaan dan pembagian waktu. Kala rotasi bumi memerlukan waktu 24 jam. Satu
kali rotasi semua tempat di permukaan bumi putarannya 360 bujur. Bumi kita dibagi menjadi 24
daerah waktu, sehingga setiap daerah waktu meliputi 15 bujur. Garis bujur 0 melewati kota
Greenwich, sehingga waktu pangkal ditetapkan di Greenwich. Jika waktu standar di sebelah
barat bujur 0 waktunya dikurangi sebaliknya di sebelah timur 0 waktunya ditambah.
2.Revolusi bumi
Rovolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari.
Revolusi bumi mengakibatkan :
a) Gerak semu tahunan matahari
b) Perubahan lamanya siang dan malam
c) Pergantian musim sepanjang tahun
d) Terlihat rasi bintang yang berada dari bulan ke bulan
Gerak semu tahunan matahari berlangsung terus antara garis balik utara dan garis balik selatan.
Perubahan lamanya siang dan malam. Revolusi bumi tidak dapat kita rasakan, tetapi adanya
revolusi bumi ditunjukkan oleh terjadinya pergeseran lintasan mental sepanjang tahu .Revolusi
bulan mengakibatkan terjadinya pergantian musim sepanjang tahun di daerah iklim. Musim yang
terjadi di belahan bumi utara dan selatan selama 3 bulan.
Revolusi bumi juga mengakibatkan terlihatnya rasi bintang yang membedakan dari bulan ke
bulan. Rasi bintang adalah kumpuan beberapa bintang yang membentuk planet tertentu misalnya
rasi bintang scorpio, dan rasi gemini, jaman dahulu digunakan oleh para petani sebagai
permulaan musim.Revolusi bumi digunakan dasar untuk dasar perhitungan kalender Masehi atau
kalender syamsiah. Jumlah hari dalam satu tahun masehi 365 hari. Kala revolusi bumi 365,25
hari, sehingga sisanya 0,25 hari dikumpulkan menjadi 1 hari. Sehingga setiap 4 tahun jumlah
hari dalam 1 tahun masehi 366 hari disebut tahun kabisat yang artinya tahun yang bisa dibagi 4.
2. BULAN
Bulan merupakan benda langit yang tidak memancarkan cahaya sendiri. Bentuk bulan sering
terlihat berubah-ubah dari hari ke hari. Tapi sebenarnya bentuk bulan tidak berubah. Hal ini bisa
demikian karena bulan dalam peredarannya melakukan 3 gerakan, yaitu :
Bulan beredar berputar pada porosnya berotasi
Bulan berotasi membutuhkan waktu kira-kira 1 bulan, sama dengan waktu revolusinya maka
wajah bulan yang tampak dari bumi selalu sama.
Bulan mengelilingi bumi berevolusi
Dalam sekali bulan berevolusi, yang berarti pula berotasi, revolusi bulan mengakibatkan
terjadinya fase-fase bulan. Kejadian fase-fase bulan adalah proses perubahan bentuk bulan yang
terlihat dari bumi yaitu bulan baru, bulan mati, bulan sabit, bulan purnama. Waktu yang di
perlukan oleh bulan dari bulan mati ke bulan baru adalah 29,5 hari.
Bulan bersama-sama bumi mengelilingi matahari.
Selain beredar mengelilingi bumi, bulan juga melakukan gerakan bersama bumi mengelilingi
matahari.Akibat gerakan ini bulan dan bumi kadang berada dalam satu garis lurus / sejajar.
Peristiwa ini disebut juga dengan gerhana.

Gerakan bulan pada porosnya di gunakan untuk dasar kalender hijriah. Kalender hijriah sering
disebut juga dengan kalender komariah. Jumlah hari dalam kalender hijriah 354 hari. Berarti
dengan tahun masehi selisih 11 hari atau 12 hari.

Gerhana ada 2 macam yaitu :


Gerhana bulan Solar Eclips
Gerhana bulan terjadi apabila bulan berada dalam daerah bayang-bayang bumi. Pada saat ini
umbra bumi menutupi bulan. Kejadian ini terjadi jika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu
garis lurus, dan bumi terletak diantara matahari dan bumi.
Gerhana matahari Lunar Eclips
Gerhana matahari terjadi jika diantara matahari dan bumiserta dalam satu garis lurus.
Gerhana matahari dibedakan menjadi 3 yaitu :
Gerhana matahari total.
Gerhana ini terjadi bila permukaan bumi yang tertutup bayang-bayang inti bulan tidak terkena
cahaya matahari.Peristiwa ini brlangsung sekitar 7 menit. Dalamseumur hidupnya mungkin
seseorang hanya akan dapat akan mengalami gerhana ini kali.
Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari sebagian terjadi jika hanya sebagian cahaya yang menuju bumi terhalang
bulan.
Gerhana matahari cicin
Gerhana ini terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauh dari bumi.
D
Pengertian Gravitasi Matahari
Oleh : Tedi Mulyadi

Pengertian Gravitasi Matahari Gravitasi matahari membuat planet-planet bergerak pada


sumbunya, jika planet-planet tidak bergerak pada kecepatan yang cukup cepat untuk
menyeimbangkan gravitasi Matahari, planet akan jatuh ke Matahari.
Apa itu gravitasi matahari? Pada kesempatan ini saya akan mencoba menjelaskannya. Pernahkah
kalian ketika malam hari disaat gelap menengadah keatas dan melihat benda langit yang terlihat
kerlap-kerlip seperti lampu di kejauhan dan pernahkah kalian mencoba menghitungnya mungkin
kalian akan dipusingkan karena saking banyaknya benda langit itu yang bisa mencapai milyaran
jumlahnya.
Dan benda langit yang jumlahnya milyaran itu bergerak berputar tanpa saling bertabrakan satu
sama lain karena bergerak secara teratur di orbitnya. Karena ada lintasan sebuah planet terhadap
matahari dan berevolusi secara beraturan disebutlah orbit.
Planet-planet selalu beredar di lintasan ini karena adanya gaya gravitasi matahari yang menarik
planet-planet tersebut. Berapakah kecepatan bumi kita ketika berputar, para ahli
memperhitungkan bahwa kecepatannya sekitar 108.000 km atau (700.000 mil/jam) mengitari
matahari.
Untuk membandingkan kecepatan yang dahysat itu, kalian tahu berapa kecepatan mobil yang ada
sekarang ini kita perkirakan kecepatan mobil itu 200 km atau 125 mil/jam kalau kita bandingkan
kecepatan perputaran bumi terhadap matahari dengan kendaraan tersebut mencapai 540 kali lipat
kecepatan mobil, bayangkan begitu dahsyatnya kecepatan bumi.
Contoh yang lainnya, kalian tahu peluru kalau kita tembakan berapa kecepatan peluru tersebut
peluru bergerak sekitar 1.800 km atau 1.100 mil/jam dan kalau kita bandingkan dengan
kecepatan rotasi bumi 60 kali kecepatannya dengan puluru tadi.
Begitu tingginya kecepatan perputaran bumi itu, sehingga gaya tarik matahari sangatlah penting
bagi bumi khususnya kehidupan di bumi. bisa kalian bayangkan kalau kecepatannya berkurang
apa yang akan terjadi mungkin kita tidak akan bisa berjalan seperti biasanya, kita akan
melayang-layang seperti kapas.
Lalu sebaliknya jika gravitasi matahari lebih besar bumi kita akan terlempar dan tersedot oleh
matahari melebur menjadi satu didalamnya. Dan juga pentingnya gravitasi matahari bagi planet-
planet lain bisa beredar di orbitnya secara teratur tanpa terjadinya benturan satu sama lainnya.
Selain gravitasi matahari ada juga juga gravitasi bumi begitu pula dengan planet-planet lain
mereka memiliki gaya gravitasi masing-masing, seperti bumi mempunyai gravitasi terhadap
bulan, sehingga bulan berada pada tempat dan jaraknya dan terhindar dari tabrakan dengan bumi.
Dikehidupan kita juga ada gaya gravitasi bumi dengan gravitasi ini kita bisa berjalan normal
menginjak bumi tanpa adanya gravitasi bumi mungkin kita akan melayang-layang berjalan susah
apalagi berlari akan sulit, gaya gravitasi bumi ini memudahkan kita untuk beraktivitas menjalani
kehidupan begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang ada di muka bumi ini.
Dan yang terpenting gaya gravitasi tidak boleh berkurang ataupun lebih, karena kalau berkurang
kita akan melayang sulit untuk berpijak dan kalau lebih mungkin kita akan terperosok dan
merangkak-rangkak ditanah.
Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di Facebook, Instagram, dan Telegram

Orbit
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa
dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa
sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.

Dua buah benda dengan massa yang sedikit berbeda mengelilingi suatu pusat massa bersama. Ukuran,
dan jenis orbit seperti ini mirip dengan sistem Pluto-Charon.

Dalam fisika, suatu orbit adalah jalur yang dilalui oleh objek, di sekitar objek lainnya, di dalam
pengaruh dari gaya gravitasi. Gravitasi melengkungkan ruang layaknya bola melengkungkan
karet dan membuat benda di sekitarnya bergerak lurus di area lingkaran. Orbit pertama kali
dianalisa secara matematis oleh Johannes Kepler yang merumuskan hasil perhitungannya dalam
hukum Kepler tentang gerak planet. Dia menemukan bahwa orbit dari planet dalam tata surya
kita adalah berbentuk elips dan bukan lingkaran atau episiklus seperti yang semula dipercaya.

Sejarah
Isaac Newton menunjukkan bahwa hukum Kepler dapat di turunkan dari teori gravitasi. Pada
umumnya, gerak benda dalam lingkup pengaruh gravitasi merupakan lintasan yg berbentuk
irisan kerucut. Newton kemudian menunjukkan bahwa sepasang benda akan saling mengitari
dengan jarak yg berbanding terbalik dengan massanya dan sekitar titik pusat massa (t.p.m.)
gabungan dari kedua benda tadi. Bila salah satu benda jauh lebih besar (massive) dari yang
satunya, maka t.p.m. nya akan mendekati t.p.m. benda yg lebih besar tadi.
Orbit Bumi
Gerak bumi terhadap matahari dengan bentuk elips. Bumi mengorbit mengelilingi matahari dan
bulan bergerak mengorbit mengelilingi bumi.

Peran dalam evolusi teori atom


Pada saat struktur atom pertama di selidiki pada awal abad 20, atom di gambarkan sebagai tata
surya kecil yang di ikat dengan Gaya Coulomb. Model ini tidak sejalan dengan elektrodimanika
dan model ini secara perlahan diperbaiki sejalan dengan perubahan teori kuantum. Akan tetapi,
masih ada istilah peninggalan "orbit" untuk menggambarkan keberadaan energi elektron dalam
mengitari nukleus atom.
Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan
mengembangkannya.

Kategori:

Orbit
Kliksma.com
Primary menu
Biologi
Fisika
Kimia
Kesehatan

Pengertian Orbit Pada Benda langit


Posted onAgustus 29, 2015AuthorHikmatLeave a comment
Orbit adalah jalan benda langit berikut ketika bergerak di bawah kendali gravitasi orang lain.
Efek gravitasi ini jelas di seluruh alam semesta: planet orbit satelit, planet-planet mengorbit
bintang, bintang mengorbit inti galaksi, dan galaksi berputar di cluster.
Tanpa gravitasi, benda-benda langit akan meluncur cepat ke segala arah. Gravitasi menarik
benda-benda ke dalam lingkaran dan elips (oval berbentuk) orbit. Memang, gravitasi
bertanggung jawab atas penggumpalan bersama-sama dari debu dan gas tak lama setelah awal
alam semesta, yang menyebabkan pembentukan bintang dan galaksi.

Hukum Kepler dan gerak planet


Sejak zaman kuno, para astronom telah mencoba untuk memahami pola di mana planet
perjalanan di seluruh tata surya dan kekuatan yang mendorong mereka. Salah satu astronom
tersebut adalah Jerman Johannes Kepler (1571-1630). Pada 1595, ia menemukan bahwa planet-
planet terbentuk elips di ruang angkasa.
Pada 1609, ia menerbitkan dua nya hukum pertama gerakan planet. Hukum pertama menyatakan
bahwa planet mengelilingi Matahari pada jalur elips. Hukum kedua menyatakan bahwa planet
bergerak lebih cepat pada orbitnya ketika itu lebih dekat dengan Matahari dan lebih lambat bila
jauh. Sepuluh tahun kemudian, Kepler menambahkan hukum ketiga gerak planet.
Hukum ini memungkinkan untuk menghitung planet jarak relatif dari Matahari mengetahui
periodenya revolusi. Secara khusus, hukum menyatakan bahwa kubus rata jarak planet dari
Matahari adalah sama dengan kuadrat dari waktu yang dibutuhkan planet yang untuk
menyelesaikan orbitnya.
Para ilmuwan sekarang tahu bahwa hukum planet Kepler juga menggambarkan gerak bintang,
bulan, dan satelit buatan manusia.

Hukum Newton
Lebih dari 60 tahun setelah Kepler menerbitkan hukum ketiganya, fisikawan Inggris Isaac
Newton (1642-1727) mengembangkan tiga hukum gerak dan hukum gravitasi universal.
Newton adalah orang pertama yang menerapkan gagasan gravitasi untuk mengorbit tubuh dalam
ruang. Dia menjelaskan bahwa gravitasi adalah kekuatan yang membuat planet tetap berada di
orbit mereka bukan jatuh jauh dalam garis lurus. Gerakan planet adalah hasil dari gerakan
sepanjang garis lurus dikombinasikan dengan tarikan gravitasi Matahari
Newton menemukan tiga hukum gerak, yang menjelaskan interaksi antara objek. Yang pertama
adalah bahwa sebuah benda yang bergerak cenderung tetap bergerak dan tubuh beristirahat
cenderung tetap diam kecuali ditindaklanjuti oleh kekuatan luar.
Negara kedua yang setiap perubahan dalam percepatan suatu benda sebanding dengan, dan
dalam arah yang sama, gaya yang bekerja pada itu. (Berarti Proporsional sesuai, atau memiliki
rasio yang sama.)
Selain itu, efek dari kekuatan yang akan berbanding terbalik (berlawanan) dengan massa benda;
yaitu, bila dipengaruhi oleh gaya yang sama, benda yang lebih berat akan bergerak lebih lambat
dari benda ringan. Hukum ketiga Newton menyatakan bahwa untuk setiap tindakan ada reaksi
yang sama dan berlawanan.
Newton menggunakan hukum ini untuk mengembangkan hukum gravitasi universal. Hukum ini
menyatakan bahwa gaya gravitasi antara dua benda tergantung pada massa masing-masing objek
dan jarak antara mereka. Semakin besar massa masing-masing benda, semakin kuat tarik, tapi
semakin besar jarak antara mereka, yang lemah tarik. Kekuatan gaya gravitasi, pada gilirannya,
secara langsung mempengaruhi kecepatan dan bentuk orbit obyek. Sebagai kekuatan meningkat,
begitu juga kecepatan orbital dan ketatnya orbit.
Newton juga menambahkan teori orbit elips Kepler. Newton menemukan bahwa orbit benda
terjadi di sekitar Matahari bisa berbentuk lingkaran, elips, parabola, atau hiperbola. Sebagai hasil
dari karyanya, orbit planet-planet dan satelit mereka dapat dihitung sangat tepat. Para ilmuwan
menggunakan hukum Newton untuk memprediksi peristiwa astronomi baru. Komet dan planet
akhirnya diprediksi dan ditemukan melalui mekanik-the Newtonian atau langit studi ilmiah
pengaruh gravitasi pada gerakan benda langit.

Einstein merevisi hukum Newton


Pada awal 1900-an, fisikawan Amerika kelahiran Jerman Albert Einstein (1879-1955) disajikan
penjelasan revolusioner untuk bagaimana gravitasi bekerja. Sedangkan Newton melihat ruang
sebagai datar dan waktu sebagai konstan (maju pada tingkat-tidak konstan memperlambat atau
mempercepat), Einstein digambarkan sebagai ruang melengkung dan waktu sebagai relatif (dapat
memperlambat atau mempercepat).
Menurut Einstein, gravitasi sebenarnya kelengkungan ruang di sekitar massa suatu benda.
Sebagai objek yang lebih ringan (seperti planet) mendekati benda berat (seperti Matahari) di
ruang angkasa, obyek ringan mengikuti garis ruang melengkung, yang menarik itu dekat objek
lebih berat. Untuk memahami konsep ini, bayangkan ruang sebagai selembar membentang besar.
Jika Anda adalah untuk menempatkan bola berat besar pada lembar, itu akan menyebabkan
lembar melorot. Sekarang bayangkan marmer bergulir ke arah bola. Daripada bepergian dalam
garis lurus, marmer akan mengikuti kurva dalam lembar disebabkan oleh depresi bola.
Ide Einstein tidak membuktikan Newton salah. Einstein hanya menunjukkan bahwa mekanika
Newton bekerja lebih akurat ketika gravitasi lemah. Dekat bintang dan lubang hitam (titik
tunggal massa tak terbatas dan gravitasi yang merupakan sisa-sisa dari bintang-bintang besar), di
mana ada medan gravitasi kuat, hanya teori Einstein memegang. Namun, untuk sebagian besar
tujuan praktis, hukum Newton terus menggambarkan gerakan planet dengan baik.

Artikel menarik lainnya:


Perbedaan antara Garis Lintang dan Garis Bujur
Perbedaan antara Comet, Meteor dan Asteroid
Terbuat Dari Apa Merkurius
Perbedaan antara Tata Surya dan Galaksi
Pengertian Archaeoastronomy
Pengertian dan Karakteristik Bulan
Pengertian dan Karakteristik Supernova
Pengertian dan Karakteristik Bintang
Penentuan Massa Pada Galaksi
Perbedaan Antara Bintang dan Planet
CategoriesGeografiTagsPlanet

Navigasi pos
Previous Previous post: Pengertian Gempa Bumi dan Penyebabnya

Next Next post: Pengertian Operasi Plastik

Tinggalkan Balasan
Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar

Nama *

Surel *

Situs Web

Pos-pos Terbaru
4 Tahap Pembelahan Sel Secara Mitosis
Tahapan proses pembuahan di tanaman
Reproduksi dan Struktur Keanekaragaman Sel Bakteri
Mekanisme transportasi Pada Plasma Membran
Pengertian Fosforilasi Oksidatif

Komentar Terbaru
Hikmat pada Manfaat Kesehatan Ikan Tuna
Hikmat pada Fungsi Utama dari Buah
Hikmat pada Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Hikmat pada Fungsi Akar Pada Tumbuhan
Hikmat pada Pengertian dan contoh Bahan Bakar Fosil (Batubara)
Beranda
Kontak
Privasi
Sanggahan
Tentang
Elektromagnet adalah prinsip pembangkitan magnet dengan menggunakan arus listrik. Aplikasi
praktisnya kita temukan pada motor listrik, speaker, relay dsb. Sebatang kawat yang diberikan listrik DC
arahnya meninggalkan kita (tanda silang), maka disekeliling kawat timbul garis gaya magnet melingkar,
lihat gambar 1. Sedangkan gambar visual garis gaya magnet didapatkan dari serbuk besi yang ditaburkan
disekeliling kawat beraliran listrik, seperti telah dijelaskan pada artikel sebelumnya prinsip
kemagnetan.

Gambar 1. Prinsip elektromagnetik.

Sebatang kawat pada posisi vertikal diberikan arus listrik DC searah panah, maka arus menuju keatas arah
pandang (tanda titik). Garis gaya magnet yang membentuk selubung berlapis lapis terbentuk sepanjang
kawat. Garis gaya magnet ini tidak tampak oleh mata kita, cara melihatnya dengan serbuk halus besi atau
kompas yang didekatkan dengan kawat penghantar tsb. Kompas menunjukkan bahwa arah garis gaya
sekitar kawat melingkar. Arah medan magnet disekitar penghantar sesuai arah putaran sekrup (James
Clerk Maxwell, 1831-1879). arah arus kedepan (meninggalkan kita) maka arah medan magnet searah
putaran sekrup kekanan. Sedangkan bila arah arus kebelakang (menuju kita) maka arah medan magnet
adalah kekiri.

Gambar 2. Garis magnet membentuk selubung seputar kawat berarus.


Gambar 3. Prinsip putaran sekrup

Aturan sekrup mirip dengan hukum tangan kanan yang menggenggam, dimana arah ibu jari menyatakan
arah arus listrik mengalir pada kawat. Maka keempat arah jari menyatakan arah dari garis gaya
elektromagnet yang ditimbulkan.

Arah aliran arus listrik DC pada kawat penghantar menentukan arah garis gaya elektromagnet. Arah arus
listrik DC menuju kita (tanda titik pada penampang kawat), arah garis gaya elektromagnet melingkar
berlawanan arah jarum jam. Ketika arah arus listrik DC meninggalkan kita (tanda silang penampang
kawat), garis gaya elektromagnet yang ditimbulkan melingkar searah dengan jarum jam (sesuai dengan
model mengencangkan sekrup). Makin besar intensitas arus yang mengalir semakin kuat medan elektro-
magnet yang mengelilingi sepanjang kawat tersebut.

Gambar 4. Elektromagnetik sekeliling kawat.

Elektromagnet pada Belitan Kawat

Jika sebuah kawat penghantar berbentuk bulat dialiri arus listrik I sesuai arah panah, maka disekeliling
kawat timbul garis gaya magnet yang arahnya secara gabungan membentuk kutub utara dan kutub selatan.
Makin besar arus listrik yang melewati kawat, maka akan semakin kuat medan elektromagnetik yang
ditimbulkannya.

Gambar 5. Kawat melingkar berarus membentuk kutub magnet

Jika beberapa belitan kawat digulungkan membentuk sebuah coil atau lilitan, dan kemudian dipotong
secara melintang maka arah arus ada dua jenis. Kawat bagian atas bertanda silang (meninggalkan kita)
dan kawat bagian bawah bertanda titik (menuju kita).

Gambar 6. Belitan kawat membentuk kutub magnet.

Hukum Tangan Kanan

Hukum tangan kanan untuk menjelas kan terbentuknya garis gaya elektromagnet pada sebuah gulungan
atau coil dapat dilihat pada gambar 7. Dimana sebuah
gulungan kawat coil dialiri arus listrik, maka arah arusnya ditunjukkan sesuai dengan empat jari tangan
kanan, sedangkan kutub magnet yang dihasilkan ditunjukkan dengan ibu jari untuk arah kutub utara dan
kutub selatan arah lainnya.
Gambar 7. Hukum tangan kanan.

Untuk menguatkan medan magnet yang dihasilkan pada gulungan dipasangkan inti besi dari bahan
ferromagnet, sehingga garis gaya elektromagnet menyatu. Aplikasinya dipakai pada coil kontaktor atau
relay.

Kegunaan Elektromagnet
Beberapa peralatan sehari-hari yang menggunakan elektromagnet antara lain seperti berikut.
a. Bel listrik
Bel listrik terdiri atas dua elektromagnet dengan setiap solenoida dililitkan pada arah yang
berlawanan (perhatikan Gambar11.21). Apabila sakelar ditekan, arus listrik akan mengalir
melalui solenoida. Teras besi akan menjadi magnet dan menarik kepingan besi lentur dan
pengetuk akan memukul bel (lonceng) menghasilkan bunyi. Tarikan kepingan besi lentur oleh
elektromagnet akan me- misahkan titik sentuh dan sekrup pengatur yang berfungsi sebagai
interuptor. Arus listrik akan putus dan teras besi hilang kemag- netannya. Kepingan besi
lentur akan kembali ke kedudukan semula. Teras besi akan menjadi magnet dan menarik
kepingan besi lentur dan pengetuk akan memukul bel (lonceng) menghasilkan bunyi
kembali. Proses ini berulang-ulang sangat cepat dan bunyi lonceng terus terdengar.
b. Relai
Relai berfungsi sebagai sakelar untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik yang
besar pada rangkaian lain dengan menggunakan arus listrik yang kecil. Ketika sakelar S
ditutup arus listrik kecil mengalir pada kumparan. Teras besi akan menjadi magnet
(elektromagnet) dan menarik kepingan besi lentur. Titik sentuh C akan tertutup,
menyebabkan rangkaian lain yang mem- bawa arus besar akan tersambung. Apabila sakelar S
dibuka, teras besi hilang kemagnetannya, keping besi lentur kembali ke kedudukan semula. Titik
sentuh C terbuka dan rangkaian listrik lain terputus.
c. Telepon
Telepon terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengirim (mikrofon) dan bagian penerima
(telepon). Prinsip kerja bagian mikrofon adalah mengubah gelombang suara menjadi
getaran- getaran listrik. Pada bagian pengirim ketika seseorang berbicara akan
menggetarkan diafragma aluminium. Serbuk-serbuk karbon yang terdapat pada mikrofon
akan tertekan dan menyebabkan hambatan serbuk karbon mengecil. Getaran yang berupa
sinyal listrik akan mengalir melalui rangkaian listrik.
Prinsip kerja bagian telepon adalah mengubah sinyal listrik menjadi gelombang bunyi. Sinyal
listrik yang dihasilkan mikrofon diterima oleh pesawat telepon. Apabila sinyal listrik berubah-
ubah mengalir pada kumparan, teras besi akan menjadi elektromagnet yang kekuatannya
berubah-ubah (perhatikan Gambar 11.23). Dia- fragma besi lentur di hadapan elektromagnet
akan ditarik dengan gaya yang berubah-ubah. Hal ini menyebabkan diafragma bergetar.
Getaran diafragma memengaruhi udara di hadapannya, sehingga udara akan dimampatkan
dan direnggangkan. Tekanan bunyi yang dihasilkan sesuai dengan tekanan bunyi yang dikirim
melalui mi- krofon.
d. Katrol Listrik
Elektromagnet yang besar digunakan untuk mengangkat sampah logam yang tidak terpakai.
Apabila arus dihidupkan katrol listrik akan menarik sampah besi dan memindahkan ke tempat
yang dikehendaki. Apabila arus listrik dimatikan, sampah besi akan jatuh. Dengan cara ini
sampah yang berupa tembaga, aluminium, dan seng dapat dipisahkan dengan besi. Kebaikan
katrol listrik adalah:
a. mampu mengangkat sampah besi dalam jumlah besar
b. dapat mengangkat/memindahkan bongkahan besi yang tanpa rantai
c . membantu memisahkan antara logam feromagnetik dan bukan feromagnetik.
e. Speaker
Proses spaker coil bergerak, kembali ke posisi semula dan seterusnya adalah sebagai berikut.
Elektromagnet diposisikan pada suatu bidang magnet yang konstan yang diciptakan oleh sebuah
magnet permanen. Kedua magnet tersebut, yaitu elektromagnet dan magnet permanen,
berinteraksi satu sama lain seperti dua magnet yang berhubungan pada umumnya. Kutub positif
pada elektromagnet tertarik oleh kutub negatif pada bidang magnet permanen dan kutub negatif
pada elektromagnet ditolak oleh kutub negatif magnet permanen. Ketika orientasi kutub
elektromagnet bertukar, bertukar pula arah dan gaya tarik-menariknya. Dengan cara seperti ini,
arus bolak-balik secara konstan membalikkan dorongan magnet antara voice coil dan magnet
permanen. Proses inilah yang mendorong coil kembali dan begitu seterusnya dengan cepat.
Sewaktu coil bergerak, ia mendorong dan menarik speaker cone. Hal tersebut menggetarkan
udara di depan speaker, membentuk gelombang suara. Sinyal audio elektrik juga dapat
diinterpretasikan sebagai sebuah gelombang. Frekuensi dan amplitudo dari gelombang ini, yang
merepresentasikan gelombang suara asli, mendikte tingkat dan jarak pergerakan voice coil.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi dan amplitudo dari gelombag suara diproduksi
oleh diafragma.
Speaker tradisional memproduksi suara dengan cara mendorong dan menarik elektromagnet
yang menyerang cone yang fleksibel. Walaupun drivers pada dasarnya memiliki konsep yang
sama, namun ukuran dan kekuatan yang dimiliki berbeda-beda. Tipe-tipe dasar drivers antara
lain : woofers, tweeters, dan midrange.
Woofers merupakan tipe drivers yang paling besar yang dirancang untuk menghasilkan suara
dengan frekuensi rendah. Tweeters memiliki unit-unit yang lebih kecil dan dirancang untuk
menghasilkan frekuensi paling tinggi. Sedangkan midrange, mampu menghasilan jarak frekuensi
yang berada di tengah-tengah spektrum suara.
Untuk dapat membuat gelombang frekuansi yang lebih tinggi, diafragma drivers harus bergetar
lebih cepat. Hal ini lebih sulit dilakukan dengan cone yang berukuran besar karena berarti, massa
cone tersebut juga besar. Oleh sebab itu, sulit mendapatkan drivers yang kecil untuk dapat
bergetar cukup lambat agar dapat menghasilkan suara dengan frekuensi sangat rendah.
f. kunci Pintu Listrik
Kunci pintu listrik bekerja didasarkan pada elektromagnetik. Kunci ini mempunyai kumparan
dari jenis solenoida yang dihubungkan ke saklar di dalam rumah. Jika seseorang menekan
sakelar, arus mengalir ke solenoida. Elektromagnetik yang dihasilkan akan menarik kunci besi ke
dalam solenoida sehingga seorang di luar bisa membuka pintu.
g. Metal Detector
Sebuah detektor logam yang digunakan untuk mengecek senjata logam, terdiri atas kumparan
besar lyang dapat dialiri/membawa arus listrik. Seseorang yang berjalan lewat di bawah pintu
detektor yang membawa senjata logam dapat diketahui. Senjata logam dapat mengubah
elektromagnetik yang dihasilkan oleh kumparan. Perubahan ini akan terdeteksi dan aarm akan
berbunyi.

Generator listrik

Generator abad 20 awal

Generator listrik adalah sebuah alat yang memproduksi energi listrik dari sumber energi
mekanik, biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Proses ini dikenal sebagai
pembangkit listrik. Walau generator dan motor punya banyak kesamaan, tapi motor adalah alat
yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Generator mendorong muatan listrik
untuk bergerak melalui sebuah sirkuit listrik eksternal, tapi generator tidak menciptakan listrik
yang sudah ada di dalam kabel lilitannya. Hal ini bisa dianalogikan dengan sebuah pompa air,
yang menciptakan aliran air tapi tidak menciptakan air di dalamnya. Sumber enegi mekanik bisa
berupa resiprokat maupun turbin mesin uap, air yang jatuh melakui sebuah turbin maupun kincir
air, mesin pembakaran dalam, turbin angin, engkol tangan, energi surya atau matahari, udara
yang dimampatkan, atau apa pun sumber energi mekanik yang lain.
Sebelum hubungan antara magnet dan listrik ditemukan, generator menggunakan prinsip
elektrostatik. Mesin Wimshurst menggunakan induksi elektrostatik atau influence. Generator
Van de Graaff menggunakan satu dari dua mekanisme:
Penyaluran muatan dari elektrode voltase-tinggi
Muatan yang dibuat oleh efek triboelektrisitas menggunakan pemisahan dua insulator

Pengertian Transformator (Trafo) dan Prinsip Kerjanya


Dickson Kho Komponen Elektronika

Pengertian Transformator (Trafo) dan Prinsip kerjanya Hampir setiap rumah di Kota
maupun Desa dialiri listrik yang berarus 220V di Indonesia. Dengan adanya arus 220V ini, kita
dapat menikmati serunya drama Televisi, terangnya Cahaya Lampu Pijar maupun Lampu Neon,
mengisi ulang handphone dan juga menggunakan peralatan dapur lainnya seperti Kulkas, Rice
Cooker, Mesin Cuci dan Microwave Oven. Arus listrik 220V ini merupakan jenis arus bolak-
balik (AC atau Alternating Current) yang berasal dari Perusahaan Listrik yaitu PLN. Tegangan
listrik yang dihasilkan oleh PLN pada umumnya dapat mencapai puluhan hingga ratusan kilo
Volt dan kemudian diturunkan menjadi 220V seperti yang kita gunakan sekarang dengan
menggunakan sebuah alat yang dinamakan Transformator. Transformator disebut juga dengan
Transformer.

Pengertian Transformator (Trafo)


Transformator atau sering disingkat dengan istilah Trafo adalah suatu alat listrik yang dapat
mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Maksud dari pengubahan taraf tersebut
diantaranya seperti menurunkan Tegangan AC dari 220VAC ke 12 VAC ataupun menaikkan
Tegangan dari 110VAC ke 220 VAC. Transformator atau Trafo ini bekerja berdasarkan prinsip
Induksi Elektromagnet dan hanya dapat bekerja pada tegangan yang berarus bolak balik
(AC).Transformator (Trafo) memegang peranan yang sangat penting dalam pendistribusian
tenaga listrik. Transformator menaikan listrik yang berasal dari pembangkit listrik PLN hingga
ratusan kilo Volt untuk di distribusikan, dan kemudian Transformator lainnya menurunkan
tegangan listrik tersebut ke tegangan yang diperlukan oleh setiap rumah tangga maupun
perkantoran yang pada umumnya menggunakan Tegangan AC 220Volt.

Bentuk dan Simbol Transformator (Trafo)


Berikut ini adalah gambar bentuk dan simbol Transformator :

Prinsip Kerja Transformator (Trafo)


Sebuah Transformator yang sederhana pada dasarnya terdiri dari 2 lilitan atau kumparan kawat
yang terisolasi yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Pada kebanyakan Transformator,
kumparan kawat terisolasi ini dililitkan pada sebuah besi yang dinamakan dengan Inti Besi
(Core). Ketika kumparan primer dialiri arus AC (bolak-balik) maka akan menimbulkan medan
magnet atau fluks magnetik disekitarnya. Kekuatan Medan magnet (densitas Fluks Magnet)
tersebut dipengaruhi oleh besarnya arus listrik yang dialirinya. Semakin besar arus listriknya
semakin besar pula medan magnetnya. Fluktuasi medan magnet yang terjadi di sekitar kumparan
pertama (primer) akan menginduksi GGL (Gaya Gerak Listrik) dalam kumparan kedua
(sekunder) dan akan terjadi pelimpahan daya dari kumparan primer ke kumparan sekunder.
Dengan demikian, terjadilah pengubahan taraf tegangan listrik baik dari tegangan rendah
menjadi tegangan yang lebih tinggi maupun dari tegangan tinggi menjadi tegangan yang rendah.
Sedangkan Inti besi pada Transformator atau Trafo pada umumnya adalah kumpulan lempengan-
lempengan besi tipis yang terisolasi dan ditempel berlapis-lapis dengan kegunaanya untuk
mempermudah jalannya Fluks Magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik kumparan serta untuk
mengurangi suhu panas yang ditimbulkan.
Beberapa bentuk lempengan besi yang membentuk Inti Transformator tersebut diantaranya
seperti :
E I Lamination
E E Lamination
L L Lamination
U I Lamination
Dibawah ini adalah Fluks pada Transformator :

Rasio lilitan pada kumparan sekunder terhadap kumparan primer menentukan rasio tegangan
pada kedua kumparan tersebut. Sebagai contoh, 1 lilitan pada kumparan primer dan 10 lilitan
pada kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan 10 kali lipat dari tegangan input pada
kumparan primer. Jenis Transformator ini biasanya disebut dengan Transformator Step Up.
Sebaliknya, jika terdapat 10 lilitan pada kumparan primer dan 1 lilitan pada kumparan sekunder,
maka tegangan yang dihasilkan oleh Kumparan Sekunder adalah 1/10 dari tegangan input pada
Kumparan Primer. Transformator jenis ini disebut dengan Transformator Step Down.
Ikuti WikiLatih yang akan berlangsung pada 11 Februari 2017 di

Jakarta. Informasi lengkap dan pendaftaran, klik di sini.

Induksi elektromagnetik
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat
memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari
artikel ini. Tulisan yang tidak dirapikan dalam jangka waktu yang ditentukan akan dihapus
sewaktu-waktu oleh Pengurus.

Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampilkan] di bagian kanan.[tampilkan]

Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa
dipastikan. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa
sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu oleh Pengurus.

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia


Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah
dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Elektromagnetisme

Kelistrikan

Magnetisme

Elektrostatika[tampilkan]

Magnetostatika[tampilkan]
Elektrodinamika[sembunyikan]

Hukum gaya Lorentz


Induksi elektromagnetik
Hukum Faraday
Hukum Lenz
Arus perpindahan
Persamaan Maxwell
Medan elektromagnetik
Radiasi elektromagnetik
Tensor Maxwell
Vektor Poynting
Potensial LinardWiechert
Persamaan Jefimenko
Arus Eddy
Persamaan London

Rangkaian listrik[tampilkan]

Rumus kovarian[tampilkan]

Ilmuwan[tampilkan]

l
b
s

Induksi elektromagnetik adalah gejala timbulnya gaya gerak listrik di dalam suatu
kumparan/konduktor bila terdapat perubahan fluks magnetik pada konduktor tersebut atau bila
konduktor bergerak relatif melintasi medan magnetik.
1. Gaya Gerak Listrik Induksi / GGL Induksi
Gaya gerak listrik induksi adalah timbulnya gaya gerak listrik di dalam kumparan yang
mencakup sejumlah fluks garis gaya medan magnetik, bilamana banyaknya fluks garis gaya itu
divariasi. Dengan kata lain, akan timbul gaya gerak listrik di dalam kumparan apabila kumparan
itu berada di dalam medan magnetik yang kuat medannya berubah-ubah terhadap waktu.
1.1. Bunyi Hukum Faraday
Konsep gaya gerak listrik pertama kali dikemukakan oleh Michael Faraday, yang melakukan
penelitian untuk menentukan faktor yang memengaruhi besarnya ggl yang diinduksi. Dia
menemukan bahwa induksi sangat bergantung pada waktu, yaitu semakin cepat terjadinya
perubahan medan magnetik, ggl yang diinduksi semakin besar. Di sisi lain, ggl tidak sebanding
dengan laju perubahan medan magnetik B, tetapi sebanding dengan laju perubahan fluks
magnetik, B, yang bergerak melintasi loop seluas A, yang secara matematis fluks magnetik
tersebut dinyatakan sebagai berikut:
= B.A cos ....................................................... (1)
Dengan B sama dengan rapat fluks magnetik, yaitu banyaknya fluks garis gaya magnetik per
satuan luas penampang yang ditembus garis gaya fluks magnetik tegak lurus, dan adalah sudut
antara B dengan garis yang tegak lurus permukaan kumparan. Jika permukaan kumparan tegak
lurus B, = 90o dan B = 0, tetapi jika B sejajar terhadap kumparan, = 0o, sehingga:
B = B.A................................................................. (2)
Hal ini terlihat pada Gambar 1, di mana kumparan berupa bujur sangkar bersisi i seluas A =
i2. Garis B dapat digambarkan sedemikian rupa sehingga jumlah garis per satuan luas sebanding
dengan kuat medan.

Gambar 1. Garis medan magnetik yang menembus luas permukaan A.

Jadi, fluks B dapat dianggap sebanding dengan jumlah garis yang melewati kumparan.
Besarnya fluks magnetik dinyatakan dalam satuan weber (Wb) yang setara dengan
tesla.meter2 (1Wb = 1 T.m2).
Dari definisi fluks tersebut, dapat dinyatakan bahwa jika fluks yang melalui loop kawat
penghantar dengan N lilitan berubah sebesar B dalam waktu aktu t, maka besarnya ggl induksi
adalah:
Yang dikenal dengan Hukum Induksi Faraday, yang berbunyi:
gaya gerak listrik (ggl) induksi yang timbul antara ujung-ujung suatu loop penghantar
berbanding lurus dengan laju perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh loop penghantar
tersebut.
Tanda negatif pada persamaan (6.3) menunjukkan arah ggl induksi. Apabila perubahan fluks
() terjadi dalam waktu singkat (t 0), maka ggl induksi menjadi:
dengan:
= ggl induksi (volt)
N = banyaknya lilitan kumparan
B = perubahan fluks magnetik (weber)
t = selang waktu (s)
1.2. Bunyi Hukum Lenz
Apabila ggl induksi dihubungkan dengan suatu rangkaian tertutup dengan hambatan tertentu,
maka mengalirlah arus listrik. Arus ini dinamakan dengan arus induksi. Arus induksi dan ggl
induksi hanya ada selama perubahan fluks magnetik terjadi.
Hukum Lenz menjelaskan mengenai arus induksi, yangberarti bahwa hukum tersebut berlaku
hanya kepada rangkaian penghantar yang tertutup. Hukum ini dinyatakan oleh Heinrich Friedrich
Lenz (1804 - 1865), yang sebenarnya merupakan suatu bentuk hukum kekekalan energi. Hukum
Lenz menyatakan bahwa:
ggl induksi selalu membangkitkan arus yang medan magnetnya berlawanan dengan asal
perubahan fluks.
Perubahan fluks akan menginduksi ggl yang menimbulkan arus di dalam kumparan, dan arus
induksi ini membangkitkan medan magnetnya sendiri.

Gambar 2. Penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi.

Gambar 2. menunjukkan penerapan Hukum Lenz pada arah arus induksi. Pada Gambar 2(a) dan
2(d), magnet diam sehingga tidak ada perubahan fluks magnetik yang dilingkupi oleh kumparan.
Pada Gambar 2(b) menunjukkan fluks magnetik utama yang menembus kumparan dengan arah
ke bawah akan bertambah pada saat kutub utara magnet didekatkan kumparan. Arah induksi pada
Gambar 2(c), 2(e), dan 2(f ), juga dapat diketahui dengan menerapkan Hukum Lenz.
Contoh Soal 1 :
Fluks magnetik yang dilingkupi oleh suatu kumparan berkurang dari 0,5 Wb menjadi 0,1 Wb
dalam waktu 5 sekon. Kumparan terdiri atas 200 lilitan dengan hambatan 4 . Berapakah kuat
arus listrik yang mengalir melalui kumparan?

Penyelesaian:

Diketahui:

1 = 0,5 Wb
2 = 0,1 Wb
N = 200 lilitan
R = 4
t = 5 sekon

Ditanya: I ... ?

Pembahasan :
Ggl induksi dihitung dengan persamaan:
tanda (-) menyatakan reaksi atas perubahan fluks, yaitu fluks induksi berlawanan arah dengan
fluks magnetik utama. Arus yang mengalir melalui kumparan adalah:

I = /R = 16/4 = 4 A
1.3. Faktor Penyebab Timbulnya Gaya Gerak Listrik Induksi
Penyebab utama timbulnya ggl induksi adalah terjadinya perubahan fluks magnetik yang
dilingkupi oleh suatu loop kawat. Besarnya fluks magnetik telah dinyatakan pada persamaan (1).
Dengan demikian, ada tiga faktor penyebab timbulnya ggl pada suatu kumparan, yaitu:

a. perubahan luas bidang kumparan (A),


b. perubahan orientasi sudut kumparan terhadap medan,
c. perubahan induksi magnetik.

1.3.1. Gaya Gerak Listrik Akibat Perluasan Kumparan dalam Medan Elektromagnetik

Gambar 3. Perubahan luas kumparan karena pergerakan batang penghantar pada konduktor U.

Gambar 3 memperlihatkan induksi ggl elektromagnetik. Kita asumsikan medan B tegak lurus
terhadap permukaan yang dibatasi sebuah konduktor berbentuk U. Sebuah konduktor lain yang
dapat bergerak dengan kecepatan v dipasang pada konduktor U. Dalam waktu t konduktor yang
bergerak tersebut menempuh jarak:

x = v.t ................................................................. (5)

Sehingga, luas bidang kumparan bertambah sebesar:

A = l . x = l .v .t .............................................. (6)

Berdasarkan Hukum Faraday, akan timbul ggl induksi yang besarnya dinyatakan dalam
persamaan berikut ini.
Dengan substitusi persamaan (6), maka akan diperoleh:

Persamaan (9) hanya berlaku pada keadaan B, l, dan v saling tegak lurus.
Contoh Soal 2 :

Sebuah kawat yang panjangnya 2 m bergerak tegak lurus pada medan magnetik dengan
kecepatan 12 m/s, pada ujung-ujung kawat timbul beda potensial 1,8 V. Tentukan besarnya
induksi magnetik!

Penyelesaian:

Diketahui: l = 2 m; v = 12 m/s; = 1,8 volt

Ditanya: B = ... ?

Pembahasan :

Karena V B, maka besar induksi magnetiknya adalah:


= B.l.v
1,8 = B 2 12
1,8 = 24 B
B = 1,8/24 = 0,075 T

1.3.2. Gaya Gerak Listrik Induksi Akibat Perubahan Orientasi Sudut Kumparan
Terhadap Medan Elektromagnetik

Perubahan sudut antara induksi magnetik B dan arah bidang normal dapat menyebabkan
timbulnya ggl induksi, yang besarnya dapat ditentukan melalui persamaan (4).
Karena nilai B dan A konstan, maka akan diperoleh:
Jika laju perubahan cos tetap, persamaan (10) menjadi:

Dengan 1 dan 2 masing-masing menyatakan sudut awal dan sudut akhir antara arah normal
bidang dengan arah induksi.

1.3.3. Gaya Gerak Listrik Induksi Akibat Perubahan Induksi Magnetik

Perubahan induksi magnetik juga dapat menimbulkan ggl induksi pada luasan bidang kumparan
yang konstan, yang dinyatakan sebagai berikut:
Untuk laju perubahan induksi magnetik tetap, persamaan (12) menjadi:
Contoh Soal 3 :
Medan magnet B = ( ) tesla menembus tegak lurus kumparan seluas 100 cm2 yang terdiri atas 50
lilitan dan hambatan kumparan 5 ohm. Berapakah kuat arus induksi maksimum yang timbul pada
kumparan?

Penyelesaian:

Diketahui:
B=
A = 100 cm2 = 10-2 m2
N= 50
R = 5

Ditanya: Imaksimum = ... ?

Pembahasan :

1.4. Percobaan Fisika Sederhana / Praktikum Induksi Elektromagnetik

Tujuan : Memahami terjadinya induksi elektromagnetik.


Alat dan bahan : Magnet batang, kumparan, galvanometer.

Cara Kerja :
1. Ambillah sebuah kumparan dan hubungkan di antara kedua ujung kawat kumparan dengan
sebuah galvanometer.
2. Ambillah sebuah magnet batang yang cukup kuat kemagnetannya.
3. Gerakkan magnet ke dalam kumparan dan amatilah jarum galvanometer.
4. Gerakkan magnet ke luar kumparan dan amatilah kembali jarum galvanometer.
5. Gerakkan magnet maju mundur dan amatilah kondisi jarum galvanometer.
6. Catatlah hasil percobaan dengan mengikuti format berikut ini.
Keadaan Jarum
No. Kondisi Magnet
Galvanometer

1. Magnet masuk kumparan


2. Magnet keluar kumparan

3. Magnet keluar masuk kumparan

Diskusi :
1. Jelaskan yang dimaksud induksi elektromagnetik!
2. Bagaimana frekuensi arus bolak-balik ketika magnet keluar masuk kumparan?
3. Tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah kalian lakukan!
Anda sekarang sudah mengetahui Induksi Elektromagnetik Hukum Faraday danHukum Lenz.
Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.