Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang permasalahan

Efusi pleura adalah suatu keadaan di mana terdapat penumpukan cairan dalam

pleura berupa transudat atau eksudat yang diakibatkan terjadinya ketidakseimbangan

antara produksi dan absorpsi di kapiler dan pleura viseralis (Muttaqin, 2008). Definisi

lain menyebutkan bahwa efusi pleura merupakan akumulasi cairan yang abnormal pada

rongga pleura. Efusi pleura bisa timbul dengan gejala sesak napas, nyeri dada, atau akibat

gejala penyakit yang mendasari. Penyebab yang lebih sering di antaranya adalah gagal

jantung kongestif, pneumonia, karsinoma paru, metastasis paru, mesotelioma, emboli

paru, atau sindrom nefrotik (Gleadle, 2007).

Menurut World Health Organization (WHO), efusi pleura merupakan suatu

gejala penyakit yang dapat mengancam jiwa. Secara geografis penyakit ini terdapat di

seluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara yang sedang

berkembang termasuk Indonesia. Estimasi kejadian efusi pleura di Amerika Serikat,

dilaporkan sebanyak 1,3 juta kasus per tahun, dengan kasus efusi yang banyak

disebabkan oleh gagal jantung kongestif, malignansi, dan emboli paru (Lantu, 2016).

Prevalensi efusi pleura mencapai 320 per 100.000 penduduk di negara-negara

industri dan penyebaran etiologi berhubungan dengan prevalensi penyakit yang

mendasarinya (Surjanto, 2014). Badan kesehatan dunia WHO memperkirakan bahwa

20% penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan

1
bermotor sehingga banyak penduduk yang beresiko tinggi terkena penyakit paru dan

saluran pernapasan seperti efusi pleura (Tobing, 2013).

Di Indonesia, tuberkulosis paru merupakan penyebab utama efusi pleura, disusul

oleh keganasan. Menurut Depkes RI, kasus efusi pleura mencapai 2,7% dari penyakit

infeksi saluran napas lainnya. Tingginya angka kejadian efusi pleura disebabkan

keterlambatan penderita untuk memeriksakan kesehatan sejak dini (Lantu, 2016).

Pemeriksaan penunjang yang sering digunakan untuk pasien dengan efusi pleura,

salah satunya ialah pemeriksaan foto toraks. Foto toraks atau sering disebut chest x-ray

(CXR) adalah suatu proyeksi radiografi dari toraks untuk mendiagnosis kondisi-kondisi

yang memengaruhi toraks, isi dan struktur di dekatnya. Foto toraks menggunakan radiasi

terionisasi dalam bentuk x-ray. Foto toraks digunakan untuk mendiagnosis banyak

kondisi yang melibatkan dinding toraks, tulang toraks, dan struktur yang berada dalam

kavitas toraks termasuk paru-paru, jantung dan saluran/pembuluh besar (Risnawati,

2015).

Begitu banyak kasus efusi pleura yang terjadi di dunia, khususnya di Indonesia

dan karena masih kurangnya penelitian mengenai efusi pleura khususnya di kota

Makassar membuat peneliti tertarik untuk mengetahui karakteristik gambaran foto toraks

pada penderita efusi pleura di RS. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2016.

2
1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas dirumuskanlah suatu rumusan masalah yaitu

bagaimana karakteristik gambaran foto toraks pada penderita efusi pleura di RS. Wahidin

Sudirohusodo pada tahun 2016.

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui karakteristik gambaran foto toraks pada penderita efusi pleura di

RS. Wahidin Sudirohusodo pada tahun 2016.

1.3.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus penelitian ini adalah :


1. Untuk mengetahui profil demografi pasien dengan efusi pleura di RS. Wahidin

Sudirohusodo

2. Untuk mengetahui karakteristik gambaran foto toraks pasien dengan efusi pleura

di RS. Wahidin Sudirohusodo

3. Untuk mengetahui penyakit yang memberi gambaran efusi pleura pada foto

toraks

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat bagi pemerintah

Memberikan informasi ilmiah yang diharapkan dapat bermanfaat bagi instansi

kesehatan dalam membuat kebijakan terkait pencegahan dan penanganan penyakit

efusi pleura.

3
1.4.2 Manfaat bagi peneliti

Memberikan informasi dan data hasil penelitian bagi perkembangan ilmu

pengetahuan pada umumnya dan perkembangan ilmu kesehatan pada khususnya di

RS. Wahidin Sudirohusodo

1.4.3 Manfaat bagi masyarakat

Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya masyarakat kota Makassar

mengenai karakteristik penderita efusi pleura di RS. Wahidin Sudirohusodo pada

tahun 2016.