Anda di halaman 1dari 9

1.

Proteksi OCR

Fungsi :

Relai ini mengamankan generator dari beban lebih atau gangguan hubung singkat.

Setting:
2. Proteksi Reverse power

Penyebab:

Prime-Mover Dari Salah Satu Generator Rusak , Mengakibatkan Generator Tidak


Berputar.

Akibat:

Ada Pasokan Listrik Dari Generator Lain Atau Sistem Sehingga Generator Menjadi
Motor.

Setting :

Untuk menentukan setting kondisi normal kita harus menghitung terlebih dahulu losses
minimum saat turbin menngalami daya balik (P1) umumnya 2%-4% dan losses minimum saat
generator mengalami daya balik P2 = (1- )* Pgn , adalah 98,5 % - 98,7%. Angka itu
diambil dari manual book

Nilai pick up P pic di settung sebagai berikut ;

P1 = 0,02 x Pg

P2 = (1-98,5) x Pg

P pic = K rel x (P1 +P2)

Dalam satuan persen (%) sebagai berikut :

P pic (%) = P pic/ P gn

Dimana :
Krel = koefisien keandalan , range 0.5-0.8
P gn = rating MW generator
Pada keadaan normal nilai pick up dari fungsi daya balik (P pic) disetting sebagai berikut:
P pic = 1 % x P gn

Untuk waktu kerja relay diambil dari tabel pada manual book
Time delay 1 : 15 sekon untuk mengaktifkan alarm
Time delay 2 : 60 sekon untuk trip (rekomendasi manufaktur)

3. Proteksi Loss Of Excitation

Penyebab:

Hilangnya eksitasi

Akibat:

Daya reaktif balik dari sistem masuk ke generator, atau generator menyerap var sistem
Memanaskan ujung belitan generator

Setting :
4. Proteksi under frekunsi

Penyebab :

Gangguan pada sistem sehingga lepas beban


Governor tidak mampu kembalikan putaran normal

Akibat :

Overspeed
Bisa terjadi vibrasi balancing pada putaran tertentu
Bisa rusakkan bearing dan shaft
Frekuensi naik

Setting :
5. Proteksi Differential

Penyebab :

Gangguan pada belitan generator

Akibat :

Kerusakan isolasi pada belitan generator

Setting :

Setting

Untuk melakukan setting relay, kita harus menghitung arus yang mengalir pada relay diketahui
arus nominal generator. Arus nominal generator dapat dihitung dengan persamaan (2.2) dibawah
ini :

SN ( KVA)
I nom=
3 x UN ( KV )

Mempertimbangkan akurasi dari kelas proteksi transformator arus, maka di gunakan tabel di
bawah ini:

kelas kesalahan transformator arus

Kelas Kesalahan arus pada Pergeseran Fasa pada Kesalahan komposit


rating arus primer (%) arus rating (menit) pada batas akurasi
arus primer
5P 1 60 5
10 P 3 0 10
Sumber : Bonar Pandjaitan, 2012

Sehingga besar untuk setiap rating CT adalah sebagai berikut:

Ict = 105 % x In

Sehingga transformator arus yang digunakan adalah 4000/5A

Setelah I nominal diketahui maka selanjutnya adalah menghitung arus yang mengalir
pada relay menggunakan persamaan dibawah ini:

I relay = I nom x Ratio CT

Jadi arus yang mengalir relay adalah sebesar 3,85 A maka ratting relay differential yang
digunakan menggunakan arus 5A sehingga Relay cukup memadai .

Untuk tap ACT yang digunakan adalah sebagai berikut :

I ct
=
Tap act = = I relay

Untuk mensetting differential relay, menggunakan prosentase slope yaitu nilai setting
relay dari keslaahan CT yang berada pada sisi sekunder yang terhubung pada relay. Karena
kedua CT tersebut tidak mungkin memberikn nilai arus yang sama persis pada relay, sehingga
selisih arus sedikit bisa ditoleransi.

Arus bisa ditoleransi dengan mensetting slope agar tidak terlalu sensitif walaupun tidak
ada gangguan. Pada setting relay ini setting slope sebesar 30% di dapat dari toleransi kesalahan
ACT sebesar 10% kesalahan CT 10%, kesalahan tap ACT 4%, faktor keamanan 5 %. Maka besar
arus setting adalah:

I set = In X 30 %

Bila tidak ada gangguan

Bila tidak terjadi gangguan pada zona pengamanan relay differential, maka arus yang
mengalir pada sekunder CT differential adalah sebagai berikut :

I relay = I1 I2

Bila ada gangguan


I set =A
Differensi
al

Lop > A

Diagram Logika kerja relay differential

6. Negative Sequence Relay

Penyebab :

Ketidakseimbangan arus fasa beban

Akibat :
Memanaskan rotor generator bila bertahan lama

Setting :
7. Relay GFR

Bila relay OCR mendeteksi adanya arus lebih terhadap gangguan antar fasa. Sedangkan
relay GFR mendeteksi adanya arus gangguan fasa ke tanah saat terjadi gangguan hubung singkat
ke tanah .

Pada kondisi normal, nilai arus sama besar, sehingga pada kawat netral tidak timbul arus
dan GFR tidak dialiri arus. Bila terjadi arus yang tidak seimbang atau terjadi gangguan hubung
singkat ke tanah, maka akan timbul arus urutan nol pada kawat netral, sehingga GFR akan
bekerja

Setting :