Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Visi gambaran masyarakat Indonesia sehat 2015 yang ingin dicapai melalui

pembangunan kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai dengan

penduduk nya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup, memiliki

kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan

merata serta memiliki derajat yang setinggi-tingginya diseluruh republic Indonesia.

Misi menggerakkan pembangunan nasional berwawasan kesehatan, mendorong

kemandirian masyarakat untuk hidup sehat memelihara dan meningkatkan pelayanan

kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau.

Masalah kesehatan dalam masyarakat Indonesia yang selalu muncul adalah tingginya

angka pertumbuhan penduduk, tingginya angka kesakitan penyakit menular atau tidak

menular seperti data yang diperoleh dari puskesmas kecamatan cipayung kota

administrasi Jakarta timur, 6 penyakit terbanyak dari bulan mei sampai November

2014 diantaranya ISPA 165 (86,38%) kasus, Hipertensi 32(16,75%) kasus, gastritis 15

(7,85%) kasus, tipoid 9 (4,71%) kasus, hipotensi 7(3,66 %) kasus, DBD 6 (3,14%)

kasus, serta masalah dalam kesehatan lingkungan. Proses keperawatan pada tingkat

masyarakat mencangkup individu, keluarga dan kelompok khusus yang memerlukan

pelayanan kesehatan, tokoh-tokoh masyarakat, masyarakat formal dan informal sangat

diperlukan dalam setiap tahap pelayanan kesehatan secara terpadu dan menyeluruh,

sehingga masyarakat benar-benar mampu dan mandiri dalam setiap pelayanan

kesehatan dan keperawatan yang di berikan ( efendi,2009)

Keperawatan sebagai bagian dari kesehatan diharapkan dapat berkolaborasi dengan

tenaga kesehatan dan masyarakat, dalam menyelenggarakan upaya kesehatanyang


1 Program Studi Profesi Ners URINDO
2

mencangkup keperawatan komunitas, keluarga dan gerontik. Penerapan ilmu

keperawatan dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan pada kelompok kerja

dimasyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan diwilayah binaan.

Upaya peningkatan kemampuan bekerja dengan individu, keluarga, masyarakat

ditatanan pelayanan komunitas dengan menerapkan konsep kesehatan, perawatan

komunitas,keluarga dan gerontik serta sebagai salah satu upaya menyiapkan tenaga

perawat professionaldan mempunyai potensi keperawatan secara mandiri sesuai

dengan kompetensi yang harus dicapai.

Program puskesmas kecamatan cipayung kota administrasi Jakarta timur mendukung

mangatasi masalah-masalah kesehatan,ada beberapa program puskesmas diantaranya

yaitu kesehatan ibuu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), Gizi, Kesehatan

lingkungan (Kesling), Penyakit menular seksual (IMS), balai pengobatan, promosi

kesehatan, kesehatan sekolah, kesehatan olahraga, perawatan kesehatan masyarakat

(PerKesMas), kesehatan gigi, kesehatan jiwa, lanjut usia, pengobatan tradisional, dana

sehat, kami mahasiswa program studi pendidikan NERS yang melaksanakan praktik

keperawatan komunitas di RT 03 RW 08 di kelurahan Lubang Buaya Kecamatan

Cipayung Jakarta Timur dengan menggunakan pendekatan individu, keluarga,

kelompok dan masyarakat. Hasil pendataan di RT 03 RW 08 didapatkan masalah

kesehatan yaitu penurunan kesehatan pada lansia dengan penyakit hipertensi,

Penurunan Kesehatan Pada Dewasa dengan penyakit Hipertensi, Penurunan

Kesehatan Komunitas dengan penyakit ISPA, dan Kurangnya pengetahuan

masyarakat tentang penanggulangan kecelakaan.


B. Tujuan
1. Tujuan umum
Mampu mengaplikasikan konsep dan teori keperawatan komunitas pada daerah

binaan.
2. Tujuan khusus
Setelah dilakukan praktek keperawatan komunitas diharapkan mahasiswa mampu:

Program Studi Profesi Ners


URINDO
3

a. Mengidentifikassi masalah kesehatan yang ada di RT 03 RW 08 di Kelurahan

Lubang Buaya Kecamatan Cipayung


b. Menganalisa masalah kesehatan yang ada di RT 03 RW 08 di Kelurahan Lubang

Buaya Kecamatan Cipayung.


c. Menyusun rencana tindakan (plan of action) yang berhubungan dengan masalah

kesehatan di RT 03 RW 08 DI Kelurahan Lubang Buaya Kecamatan Cipayung


d. Melakukan kegiatan bersama-sama dengan masyarakat untuk mengetahui

masalah kesehatan yang ada di RT 03 RW 08 di Kelurahan Lubang Buaya

Kecamatan Cipayung.
e. Mengevaluasi hasil kegiatan dan selanjutnya menyusun rencana tindak lanjut

terhadap hal-hal yang diperlukan dalam masyarakat yang ada di Rt 03 Rw 08 Di

Kelurahan Lubang Buaya Kecamatan Cipayung


f. Mendokumentasikan dan melaporkan hasil kegiatan selama praktik keperawatan

komunitas di rt 03 rw 08 di kelurahan lubang buaya kecamatan cipayung.

C. Ruang lingkup
Dalam penulisan ini kami memberikan asuhan keperawatan komunitas di RT 03 RW

01 Kelurahan Lubang Buaya Kecamatan Cipayung.

D. Sistematika penulisan
Dimulai dengan pengkajian data keperawatan, hasil analisa data, penapisan masalah,

penentuan prioritas diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, implementasi,

evaluasi dan kesimpulan.

Program Studi Profesi Ners


URINDO
4

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. KONSEP DASAR KEPERAWATAN KOMUNITAS


1. Definisi komunitas

Komunitas (community) adalah sekelompok masyarakat yang mempunyai

persamaan nilai (values), perhatian (interest) yang merupakan kelompok khusus

dengan batas-batas geografi yang jelas, dengan norma dan nilai yang telah

melembaga (Sumijatun dkk, 2006). Misalnya di dalam kesehatan di kenal

kelompok ibu hamil, kelompok ibu menyusui, kelompok anak balita, kelompok

lansia, kelompok masyarakat dalam suatu wilayah desa binaan dan lain sebagainya.

Program Studi Profesi Ners


URINDO
5

Sedangkan dalam kelompok masyarakat ada masyarakat petani, masyarakat

pedagang, masyarakat pekerja, masyarakat terasing dan sebagainya (Mubarak,

2006).

Keperawatan komunitas sebagai suatu bidang keperawatan yang merupakan

perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat (public health) dengan

dukungan peran serta masyarakat secara aktif serta mengutamakan pelayanan

promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan perawatan

kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan terpadu yang ditujukan kepada

individu, keluarga, kelompok serta masyarakat sebagai kesatuan utuh melalui

proses keperawatan (nursing process) untuk meningkatkan fungsi kehidupan

manusia secara optimal, sehingga mampu mandiri dalam upaya kesehatan

(Mubarak, 2006).

Proses keperawatan komunitas merupakan metode asuhan keperawatan yang

bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontiniu, dan berkesinambungan dalam

rangka memecahkan masalah kesehatan klien, keluarga, kelompok serta

masyarakat melalui langkah-langkah seperti pengkajian, perencanaan,

implementasi, dan evaluasi keperawatan (Wahyudi, 2010).

2. Tujun keperawatan komunitas


Tujuan keperawatan komunitas adalah meningkatkan kemandirian masyarakat

dalam mengatasi masalah secara optimal. Pelayanan keperawatan diberikan secara

langsung kepda seluruh masyarakat dalam rentang seehat sakit dengan

mempertimbangkan seberapa jauh masalah kesehatan masyarakat dapat

mempengaruhi individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat (effendi, 2009).

3. Sasaran keperawatan komunitas

Program Studi Profesi Ners


URINDO
6

Sassaran keperawatan komunitas adalah seluruh komponen masyarakat yang terdiri

atas individu, keluarga, dan kelompok beresiko tinggi termasuk kelompok atau

penduduk didaerah kumuh, terisolasi, berkonflik dan daerah yang tidah terjangkau

oleh pelayanan kesehatan (effendi, 2009)


a) Individu
Sasaran prioritas individu adalah balita gizi buruk, ibu hamil resiko tinggi,

usia lanjut, penderita penyakit menular ( TBC, Kusta, Malaria, Demam

Berdarah, Diare, ISPA maupun Pneumonia) dan penderita penyakit

degenerative (effendi, 2009)


b) Keluarga
Sasaran keluarga adalah keluarga yang termassuk rentan terhadap masalah

kesehatan (vulknerable group) atau resiko tinggi ( high riskgroup)

denganprioritas sebagai berikut ( effendi, 2009)


Keluarga miskin yang belum pernh kontak dengan sarana pelayanan

kesehatan (puskesmass dan jaringannya) dan belum mempunyai kartu

sehat.
Keluarga miskin yang sudah memanfaatkan sarana pelayanan

kesehatan serta mempunyai masalah kesehatan terkait dengan

pertumbuhan dan perkembangan balita, kesehatan reproduksi dan

penyakit menular.
Keluarga yang tidak termassuk miskin dan mempunyai masalah

kesehatan prioritas serta belum memanfatkan sarana pelayanan

kesehatan.
c) Kelompok
Sasaran kelompok adalah kelompok yang masyarakat khusus yang rentan

terhadap timbulnya masalah kesehatan baik yang terkait maupun yang

tidak terkait dalam suatu institusi (effendi, 2009):


Kelompok masyarakat khusus yang tidak terkait dalam suatu institusi

seperti posyandu, kelompok balita, ibu hamil, usia lanjut, penderita

penyakit tertentu dan pekerja informal.

Program Studi Profesi Ners


URINDO
7

Kelompok masyarakat khusus yang terkait dalam suatu institusi

seperti sekolah, pesantren, panti asuhan, panti werda, rutan dan lapas.
d) Masyarakat
Sasaran masyarakat adalah masyarakat yang rentan atau mempunyai

resiko tinggi terhadap timbulnya masalah kesehatan sebagai berikut

( effendi , 2009)
Masyarakat disuatu wilayah (rt,rw,kelurahan,desa) yang mempunyai :
o Jumlah bayi meninggal lebih tinggi dibandingkan daerah lain.
o Jumlah penderita penyakit tertentu lebih tinggi disbanding daerah

lain.
o Cakupan pelayan kesehatan lebih rendah dari daerah lain.
Masyarakat didaerah endemis penyakit menular ( Malaria, Diare,

Demam berdarah dan lainnya)


Masyarakat dilokasi atau barak pengungsian akibat bencana atau

akibat lainnya.
Masyarakat didaerah dengan kondisi geografis sulit antara lain daerah

terpencil dan perbatasan.


Masyarakat didaerah pemukiman baru dengan tranportasi sulit seperti

daerah transmigrasi.

4. Strategi intervensi keperawatan komunitas


a) Proses kelompok (group process)
Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya setalah

belajar dari pengalaman sebelumnya, selain dari factor pendidikan atau

pengethuan individu, media massa, intervendi, penyuluhan yang

dilakukan oleh petugas kesehatan dan sebagainya. Masalah kesehatan

dilingkungan sekitar masyarakat , tentunya gambaran penyakit yang

paling sering mereka temukan sebelumnya sangat mempengaruhi upaya

penanganan atau pncegahan penyakit yang mereka lakukan. Jika

masyarakat sadar bahwa penanganan yang bersifat individual tidak akan

mampu mencegah, apalagi memberantass penyakit tertentu, maka mereka

Program Studi Profesi Ners


URINDO
8

telah melakukan pendekatan pencegahan masalah kesehatan menggunakan

proses kelompok (Mubarak, 2009).

b) Pendidikan kesehatan ( health promotion)


Pendidikan kesehatan dalah proses perubahan perilaku yang dinamis,

dimana perubahan tersebut bukan sekedar proses transfer materi atu teori

dari seseorang seseorang lain dan buakan pula seperangkat prosedur,

perbuhana-perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam diri

individu, kelompok atau masyarakat itu sendiri. Tujuan utama pendidikan

kesehatan adalah agar seseorang mampu ( Mubarak, 2009) ;


Menetapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri.
Memahami apa yang dapat mereka lakukan terhadap masalah nya,

dengan sumber daya yang ada pada mereka dan ditambah dengan

dukungan dari luar.


Memutuskan kegiatan yang paling tepat guna, untuk meningkatkan

taraf hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.


c) Kerja sama ( partnership)
Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkunan massyarakat

jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan

masyarkat luas. Kerja sama sangat dibutuhkan dalam upaya mencapai

tujuan asuhan keperawatan komunitass, melalui upaya ini berbagai

persoalan didalam lingkungan masyarakat akan diatasi dengan lebih

cepat( mubarak, 2009)

5. Prinsip keperawatan komunitas


Keperawatan kesehatan komunitas dibedakan dari spesialis keperawatan

lainnya berdasarkan 8 prinsip yaitu (effendi, 2009):


a. Klien atau unit keperawatan merupakan suatu populasi.
Keperawatan komunitas memberikan asuhan kepada individu, keluarga

dan kelompok tetapi bertanggung jawab tetap lebih dominan pada

populasi keseluruhan.

Program Studi Profesi Ners


URINDO
9

b. Tugas utama adalah meraih yang terbaik bagi sejumlah orang atau

populasi keseluruhan.
Perawat kesehatan komunitas mengindentifikasi kemungkinan

menemukan individu yang kebutuhannya yang tidak sesuai dengan

prioritas kesehatan yang menguntungkan bagi populasi keseluruhan.


c. Proses yang digunakan oleh keperawatan komunitas termasuk bekerja

dengan klien sebagai mitra yang sejajar . Tindakan keperawatan kesehatan

harus menggambarkan kesadaran mengenai kebutuhan yang komfrehensif

dari kesehatan dalam kemitraan dengan komunitas dan populasi meliputi

perspektif, prioritas dan memilih strategi yang sesuai untuk dilaksanakan.


d. Pencegahan primer merupakan hal yang prioritas dalam memilih tindakan

yang sesuai. Pencegahan primer meliputi promosi strategi dan proteksi

kesehatan.
e. Memilih strategi untuk menciptakan lingkungan sehat, kondisi social dan

ekonomi pada populasi yang berkembang merupakan focus utama.

Intervensi keperawatan kesehatan komunitas meliputi pendidikan,

pengembangan masyarakat, perencanaan social, kebijakan pengembangan,

serta renforcement. Intervensi tersebut akan berkembang ketia perawata

bekerja dengan komunitas dan berakibat pada hokum, peraturan,

kebijakan dan prioritas dana. Advokasi pada komunitass untuk

menciptakan kondisi sehat merupaan bagian penting dari praktik

keperawatan kesehatan komunitas.


f. Tanggung jawab mencangkup keseluruhan populassi yang memerlukan

intervensi atau pelayanan spesifik. Beberapa factor resiko tidak

terdistribusi secara acak, sub populasi spesifik kemungkinan lebih dapat

dipantau perkembangan penyakitnya atau kecacatannya, atau

kemungkinan sulit utuk mengakses pelayanan. Keperawatan kesehatan

Program Studi Profesi Ners


URINDO
10

komunitas berfokus pada keseluruhan populassi dan tidak hanya pada

masyarakat yang datang kepelayanan.


g. Penggunaan sumber-sumber kesehatan yang optimal untuk mendapatkan

perbaikan yang terbaik dari populasi merupakan kunci pokok dari

kegiatan praktik. Perawat kesehatan komunitas harus terlibat dalam

koordinasi dan oragnisasi tindakan dalam merespon isu-isu yang

berhubungan dengan kesehatan. Perawat kesehatan komunitass

menggunakan dan memberikan informasi pada pembuat pembijakan

berdasarkan bukti ilmiah yang berhubungan dengan kesehatan. Perawat

komunitas menggunakan dan memberikan informasi pada pembuat

pembijakan berdasarkan bukti ilmiahyang berhubungan dari hasil akhir

(outcome) aksi spesifik, program atau kebijakan seperti keuntungan biaya

atau efektivitas biaya dari strategi yang berpotensial. Perawat kesehatan

komunitas harus selalu berkembang untuk mencari bukti ilmiah.


h. Kolaborasi dengan berbagai jenis profesi, organisasi dan perkumpulan

merupakan cara paling efektif untuk mempromosikan dan melindungi

kesehatan populasi. Menciptakan kondisi dimana komunitas selalu sehat

merupakan suatu proses yang sangat komplek dan memerlukan

sumberdaya yang intensif. Perawat kesehatan komunitas diharapkan

bekerja sama denganberbagai disiplin ilmu dan profesi dalam upaya

peningkatan kesehatan populasi. Identifikasi perawat kesehatan komunitas

akan pentingnya tindakan legislative serta keterlibatan kebijkan social dan

kesehatan disemua tingkat. Kolaborasi ini kemungkinn terjadi dalam

system pelayanan kesehatan dan pemerintah mengadopsi program

promotif dan kebijakan yang perlu direvisi.


Dalam Mubarak, 2009 mengatakan terdapat 3 prinsip keperawatan

komunitas yaitu :

Program Studi Profesi Ners


URINDO
11

Kemanfaatan : intervensi atau pelaksanaan asuhan keperawatan

komunitas yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-

besarnya bagi komunitas, artinya ada kesinambungan antara manfaat

dan kerugian.
Otomotif : keperawatan komunitas, masyarakat diberikan

kebebasan untuk melakukan atau memilih alternative terbaik yang

disediakan.
Keadilan : tindakan yang dilakukan sesuai dengan kemampuan

atau kapasitas komunitas.


6. Peran perawat komunitas
Peran perawat komunitas antara lain sebagai care giver, slient advocate,

counselor, educator, collaborator, coordinator, change agent, consultant, dan

interpersonal process (Mubarak, 2009).


a. Pemberi perawatan ( care giver )
Memberikan pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga,

kelompok, dan masyarakat sesuai diagnosis masalah yang terjadi,

mulai dari masalah yang bersifat sederhana, sampai masalah yang

kompleks.
Memperhatikan individu dalam konteks sesuai dengan kehidupan

klien.
Menggunakan proses keperawatan dalam kengindentifikasi diagnosis

keperawatan, mulai dari masalah fisik sampai psikologis.


b. Pembela klien
Bertanggung jawab untuk membantu klien dan keluarga dalam

menginterpretasikan informasi dari berbagi pemberi pelayanan dan

dalam memberikan informasi lain yang diperlukan untuk mengambil

persetujuan (informed consent) atas tindakan keperawatan yang

diberikan kepadanya.
Mempertahankan dan melindungi hak-hak klient.
c. Konselor (counselor)

Program Studi Profesi Ners


URINDO
12

Konseling adalah proses membantu klien untuk menyadari dan mengatasi

tekanan psikologis atau masalah social,untuk membangun hubungan

interpersonal yang baik, dan untuk meningkatkan perkembangan

seseorang didalamnya diberikan dukungan emosional dan intelektual.

Peran perawat di konselor ini mampu untuk:


Mengidentifikasi perubahan pola interaksi terhadap keadaan sehat

sakitnya.
Perubahan pola interaksi merupakan dasar dalam merencanakan

metode untuk meningkatkan kemampuan adaftasinya.


Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu

atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan

pengalaman yang lalu.


Pemecahan masalah difokuskan pada masalah keperawatan.
Mengubah perilaku hidup sehat (perubahan pola interaksi)
d. Educator
Peran ini dilakukan untuk membantu klien meningkatkan tingkat

pengetahuan kesehatannya, menyelesaikan gejala penyakit sesuai dengan

kondisi setelah tindakan yang diberikan, sehingga terjadi perubahan dari

perilaku dari klien setelah dilakukan pendidikan kesehatan.


e. Kolaborator
Peran perawat sebagai kolaborator dapat dilaksanakan dengan cara bekerja

sama dengan tim kesehatan yang lain, baik perawat dengan dokter,

perawat dengan ahli gizi, perawatan dengan ahli radiologi dan lain

sebagainya yang berkaitan mempercepat proses penyembuhan klient.


f. Coordinator
Perawat diharapkan mampu untuk mengarahkan, merencankan dan

mengorganisasikan pelayanan dari semua anggota tim kesehatan, karena

klien menerima pelayanan dari banyak profesi.


g. Pembawa perubahan
Pembawa perubahan adalah sekelompok atau seseorang yang berinisiatif

mengubah atau membantu orang lain membuat perubahan pada dirinya

atau pada system. Perawat membantu orang lain membuat perubahan pada
Program Studi Profesi Ners
URINDO
13

dirinya atau pada pasien.perawat pembantu merencanakan, melaksanakan

dan menjaga perubahan seperti pengetahuan, keterampilan, perasaan, dan

perilaku yang dapat meningkatkan kesehatan masyarakat atau klien.


h. Konsultan
Perawat berperan sebagai tempat konsultasi bagi klien terhadap masalah

yang dialami atau untuk mendiskusikan tindakan keperawatan yang tepat.

B. PROSES KEPERAWATAN KOMUNITAS


1. PENGKAJIAN
Pengkajian adalah upaya pengumpulan data secara lengkap dan sistematis

terhadap masyarakat untuk dikaji dan dianalisis, sehingga masalah kesehatan

yang dihadapi oleh masyarakat, baik individu, keluarga maupun kelompok yang

menyangkut permasalahan pada fisologis, psikologis,social,ekonomis, maupun

spiritual dapat ditentukan. Tahap pengkajian terdapat 5 tahap kegiatan mulai dari

pengumpulan data, pengolahan data, analisa data, perumusan atau penentuan

masalah kesehatan massyarakatdan prioritass masalah (Mubarak,2009)


a. Pengumpulan data
Tujuan pengumpulan data untuk mendapatkan informasi mengenai masalah

kesehatan pada massyarakat sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus

diambil untuk mengatasi masalah yang menyangkut aspek fisik, psikologis,

social, ekonomi, dan spiritual serta factor lingkungan yang

mempengaruhinya (Mubarak,2009):
Data inti.
Data lingkungan.
Pelayanan kesehatan dan social, ekonomi, keamanan, dan transfortasi.
Politik dan pemerintah.
System komunikasi.
Pendidikan.
Rekreasi.
Jenis data.
b. Jenis data
Secara umum dapat diperoleh dari data subjektif dan objektif (Mubarak,

2009)

Program Studi Profesi Ners


URINDO
14

Data subjektif : data yang diperoleh dari keluhan atau masalah yang

dirasakan oleh individu, keluarga, kelompok, dan komunitas yang

diungkapkan secara langsung melalui lisan.


Data objektif : data yang diperoleh melalui suatu pemeriksaan,

pengamatan dan pengukuran.


c. Sumber data
Data primer : data yang dikumpulkan oleh pengkaji yang dilakukan

oleh mahasiswa atau perawat kesehatan masyarakat dari individu,

keluarga, kelompok dan komunitasberdasarkan hasil pemeriksaan atau

pengkajian.
Data sekunder : data yang di peroleh dari sumber lain yang dapat

dipercaya, misalnya data dari kelurahan, catatan riwayat kesehatan

pasien,atau medical record(Mubarak, 2009).


d. Cara pengumpulan data
Wawancara atau anamnesa : wawancara adalah kegiatan komunikasi

timbale balik yang berbentuk Tanya jawab antara perawat dengan klien,

atau dengan masyarakat yang berkaitan dengan masalah kesehatan klien.

Wawancara harus dilakukan dengan ramah, terbuka, menggunakan

bahasa yang sederhana, dan mudah dipahami oleh klien atau keluarga

klien. Hasil wawancara atau anamnesis kemudian dicatat dalam format

proses keperawatan.
Pengamatan : pengamatan dalam keperawatan komunitas

meliputi : aspek fisik, psikologis, perilaku dan sikap. Pengamatan

dilakukan dengan menggunakan panca indera dan hasilnya dicatat dalam

format proses keperawatan.


Pemeriksaan fisik : asuhan keperawatan keluarga adalah salah satu

bentuk asuhan keperawatan dalam komunitas. Pemeriksaan fisik

dilakukan dalam menegakkan diagnosis keperawatan dilakukan dengan

cara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi (Mubarak, 2009)

Program Studi Profesi Ners


URINDO
15

Inspeksi Pemeriksaan fisik yang dilakukan dengan cara pengamatan

pada bagian tubuh klien atau keluarga yang sakit.


Palpasi Pemeriksaan fisik dengan cara meraba pada bagian tubuh

yang mengalami gangguan.


Perkusi Pemeriksaan fisik dengan cara mengetukkan jari telunjuk

atau alat hamer pada bagian tubuh yang diperiksa.


Auskultras Pemeriksaan fisik dengan cara mendengarkan bagian tubuh

i tertentu. Perawat komunitas umumnya menggunakan

stetoskop sebagai alat bantu untuk mendengarkan denyut

jantung, bising usus dan suara paru klien.

e. Pengolahan data
1) Klasifikasi data atau kategorisasi data :
Berdasarkan karakteristik demografi.
Berdasarkan karakteristik geografi.
Berdasarkan karakteristik social ekonomi.
Berdasarkan sumber dan pelayan kesehatan.
2) Perhitungan persentasi cakupan dengan menggunakan telly.
3) Tabulasi data.
4) Interpretasi data.

f. Analisa data
Analisa data adalah kemampuan untuk mengaitkan data dan meghubungkan

data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki, sehingga dapat diketahui

kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Tujuan analisis

data antara lain (Mubarak, 2009) :


Menetapakan kebutuhan komunitas.
Menetapkan kekuatan.
Mengidentifikasi pola respon komunitas.
Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan.

g. Prioritas Masalah
Criteria penentuan masalah kesehatan masyarakat dan keperawatan

diantaranya adalah (Mubarak, 2009) :


Perhatian masyarakat.
Prevalensi kejadian.
Program Studi Profesi Ners
URINDO
16

Berat ringannya masalah.


Kemungkinan masalah untuk diatasinya.
Tersedianya sumber daya masyarakat.
Aspek politisi.

Prioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan.

Menurut Abraham H. Maslow prioritas masalah dimulai dari :

Keadaan yang mengancam kehidupan.


Keadaan yang mengancam kesehatan.
Persepsi msyarakat tentang kesehatan keperawatan.

1) Core / inti komunitas


a) History
Data ini dikaji melalui wawancara kepada tokoh formal dan

informal di komunitas dan studi dokumentasi sejarah komunitas

tersebut. Uraikan data umum mengenai lokasi daerah binaan

(yang dijadikan praktek keperawatan komunitas) luas wilayah,

iklim, tipe komunitas (masyarakat rural atau urban), keadaan

demografi, struktur politik, distribusi kekuatan komunitas, dan

pola perubahan komunitas.


b) Demographic
Mengkaji jumlah komunitas berdasarkan usia, jenis kelamin,

status perkawinan, rasa atau suku, bahasa, tingkat pendapatan,

pendidikan, pekerjaan, agama dan komposisi keluarga.


c) Ethnicity
Mengkaji mengenai bahasa yang digunakan oelh masyarakat,

keluarga, atau individu, serta pola perilaku yang terjadi didalam

masyarakat, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan

kemampuan-kemampuan lain yang didapatkan oleh anggota

masyarakat berdasarkan kebudayaan yang dimilikinya.


d) Vital statistic

Program Studi Profesi Ners


URINDO
17

Jabarkan atau uraikan data mengenai angka kematian kasar atau

CDR, penyebab kematian, angka pertambahan anggota dan

angka kelahiran.
e) Values and beliefs
Mengkaji nilai-nilai yang ada di masyarakat dimana masyarakat

mengenal apa yang dianggap baik dan dianggap buruk dan

mengkaji kepercayaan yang dianut dalam masyarakat seperti

agama.
2) SUBSISTEM
a) Lingkungan fisik
Pemukiman (Mubarak, 2009)

1 Luas bangunan Jabarkan berapa luasnya


2 Bentuk bangunan Rumah, petak,asrama,pavilion
3 Jenis bangunan Permanen, semi permanen,non

permanen
4 Atap rumah Genting, sengwelit, ijuk, kayu,asbes
5 Dinding Tembok, kayu, bambu, atau lainnya
6 Lantai Semen, tegel, keramik, tanah, kayu

atau lainnya, sebutkan


7 Ventilasi Kurang atau lebih dari 15-20 % dari

luas lantai
8 Pencahayaan Kurang atau cukup baik
9 Penerangan Kurang atau cukup baik
1 Kebersihan Kurang atau cukup baik

0
11 Pengaturan Kurang atau cukup baik

ruangan dan

perabot
1 Kelengkapan alat Kurang atau cukup baik

2 rumah tangga

Sanitasi
Bagaimana cara penydiaan air bersih, termasuk

fasilitas mandi, cuci dan kakus (MCK).

Program Studi Profesi Ners


URINDO
18

Bagaimana penyediaan air minum masyarakat, berasl

dari air hujan, sumur dan PDAM.


Bagaimana pengelolaan jamban, meliputi : jenis,

jumlah, dan berapa jarak jamban dari sumber air.


Bagaimana sarana pembuangan air limbah (SPAL),

tersedia atau tidak, memenuhi syarat kesehatan atau

tidak, dan apakah air limbah yang dibuang mencemari

ingkungan sekitarnya.
Bagaimana pengelolaan sampah masyarakat,meliputi :

sarana pembuangan, cara pengelolaannya ( dibakar,

ditimbun, atau cara lainnya, sebutkan)


Apakah terdapat polusi udara, air, tanah atau

suara/kebisingan
(Mubarak, 2009).
Fasilitas-fasilitas
Apakah mempunyai lahan untuk peternakan, pertanian,

perikanan, dan lain-lain.


Apakah mempunyai pekarangan, jika mempunyai

apakah pekarangan tersebut dimanfaatkan atau tidak,

jika dimanfaatkan, dimanfaatkan untuk apa?


Apakah ada sarana taman, lapangan untuk bermain

bagi anak-anak dan anggota masyarakat?


Apaka dalam masyarakat mempunyai ruang pertemuan

(balai rt/rw) atau kelurahan?


Apakah masyarakat mempunyai sarana olahraga?
Sarana hiburan apa yang tersedia didalam komunitas?

Jabarkan!
Apakah dalam komunitas mempunyai sarana ibadah?
Bagaimana dengan batas-batas wilayah:sebelah utara,

barat, timur, dan selatan.


Kondisi geografis dalam komunitas
(Mubarak, 2009)
b) Pelayanan kesehatan dan social
Pelayanan kesehatan
Program Studi Profesi Ners
URINDO
19

Dikaji sarana kesehatan yang ada, sumber daya yang

dimiliki ( tenaga kesehatan dan kader), bagaimana dengan

jumlah kunjungan yang ada, serta system rujukan. Fasilitas

social ( pasar, took, swalayan) : lokassi apa yang mudah

dijangkau, system kepemilikannya bagaimana dan apakah

barang yang disediakan lengkap (Mubarak, 2009).


c) Ekonomi
Bagaimana dengan jenis pekerjaan yang ada dalam komunitas:

apakah sangat heterogen atau homogeny, berapa jumlah

penghasilan rata-rata tiap bulan, jumlah pengeluaran rata-rata

tiap bulan dan apakah ada pekerjaan dibawah umur jika ada

berapa jumlahnya (%), ibu rumah tangga juga bekerja dan usia

lanjut juga masih bekerja (Mubarak , 2009).


d) Keamanan dan transportasi
Keamanan
Bagaimana system keamanan lingkungan yang ada, upaya

penanggulangan kebakaran yang tersedia, penanggulangan

bencana apakah pernah dilatih atau belum dan jika

komunitas dekat dengan perusahaan upaya apa yang

dilakukan dalam penanggulangan adanya polusi ( baik

melalui udara,air maupun tanah). (Mubarak, 2009)


Transportasi
Bagaimana dengan sarana transportasi. Kondisi jalan

yang tersedia terbuat dari tanah, pedel, beton dan aspal.


Jenis transportasinyang dimiliki misalnya sepeda,

motor dan mobil.


Sarana transportasi yang ada, apakah ada kendaraan

umumatau tidak, jika tidak bagaimana dengan

transportasi yang digunakan tiap hari oleh komunitas

(Mubarak, 2009).
Program Studi Profesi Ners
URINDO
20

e) Politik dan pemerintahan


System pengorganisasian
Struktur organisasi
Kelompok organisasi
Peran serta kelompok organisasi dalam kesehatan
(Mubarak, 2009).
f) System komunikasi
Sarana umum komunikasi yang telah tersedia dikomunitas:

telepon umum, wartel dan lain-lain.


Jenis alat komunikasi yang digunakan dalam komunitas.
Cara penyebaran informasi yang umum digunakan dalam

komunitas : menggunakan model tradisional

( pemberitahuan langsung dari pintu ke pintu),

menggunakan surat pemberitahuan atau pengeras suara

yang tersedia
(Mubarak , 2009)
g) Rekreasi
Kebiasaan rekreasi yang ada dalam komunitas, adakah

kebiasaan rekreasi rutinitas yang dilakukan seperti : ziarah, wali

songo, kekebun binatang dan lain-lain. Fassilitass tempat

rekreasi yang tersedia. Adakah fasilitas rekreasi dalam suatu

komunitas tersebut
(Mubarak, 2009).
h) Education
Tingkat pendidikan komunitas,homogeny, heterogen dan

tingkat pendidikan mayoritas dalam komunitas.


Fasilitass pendidikan yang tersedia (formal dan non

formal), meliputi :
Jenis pendidikan yang diadakan dikomunitas.
Sumber daya manusia, tenaga yang tersedia.
Jenis bahasa yang digunakan dalam komunitas ( bahasa

Indonesia, jawa atau yang lainnya)


( Mubarak, 2009).

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN

Program Studi Profesi Ners


URINDO
21

Diagnose keperawatan adalah respon individu pada masalah kesehatan baik yang

aktual maupun potensial. Masalah aktual adalah masalah yang diperoleh pada saat

pengkajian, sedangkan masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul

kemudian. Jadi diagnosa keperawatan adalah suatu pernyataan yang jelas, padat dan

pasti tentang status dan masalah kesehatan yang dapat diatasi dengan tindakan

keperawatan. Dengan demikian diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan

masalah yang ditemukan. Diagnosa keperawatan akan memberi gambaran masalah

dan status kesehatan masyarakat baik yang nyata (aktual), dan yang mungkin terjadi

(Mubarak, 2009).

D. RENCANA KEPERAWATAN
Rencana keperawatan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan

dilaksanakan untuk mengatasi sesuai dengan diagnosa keperawatan yang telah di

tentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien. Perencanaan asuhan

keperawatan kesehatan masyarakat disusun berdasarkan diagnosa keperawatan yang

telah ditetapkan dan rencana keperawatan yang di susun harus mencakup elemen-

elemen berikut ini (Mubarak, 2009) :


Perumusan tujuan asuhan keperawatan komunitas harus memenuhi kriteria sebagai

berikut:
1. Berfokus pada masyarakat
2. Jelas dan singkat
3. Dapat diukur dan diobservasi
4. Realistis
5. Ada target waktu
6. Melibatkan peran serta masyarakat
Pencapaian tujuan asuhan keperawatan komunitas dengan menggunakan formulasi

kriteria hasil yang mencakup (Mubarak,2009):

Dalam perumusan tujuan juga T=S+P+K.1+K


dibuat hal-hal berikut ini (Mubarak,2009)
Dibuat berdasarkan goal = sasaran dibagi hasil akhir yang diharapkan
Perilaku yang diharapkan berubah
S: specific
M: measurable atau dapat diukur
Program Studi Profesi Ners
URINDO
22

A: attainable atau dapat dicapai


R: time bound atau waktu tertentu
S: sustainable atau berkelanjutan

E. IMPLEMENTASI
Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang telah
disusun. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan, perawat kesehatan masyarakat
harus bekerjasama dengan anggota tim kesehatan lainya. Dalam hal ini melibatkan
pihak Puskesmas, Bidan desa dan anggota masyarakat (Mubarak, 2009). Prinsip yang
umum digunakan dalam pelaksanaan atau implementasi pada keperawatan komunitas
adalah:

A. Inovative
Perawat kesehatan masyarakat harus mempunyai wawasan luas dan mampu
menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi
(IPTEK) dan berdasar pada iman dan taqwa (IMTAQ) (Mubarak, 2009)
B. Integrated
Perawat kesehatan masyarakat harus mampu bekerjasama dengan sesama profesi,
tim kesehatan lain, individu, keluarga, kelompok dan masyarakat berdasarkan
azas kemitraan (Mubarak, 2009).
C. Rasional
Perawat kesehatan masyarakat dalam melakukan asuhan keperawatan harus
menggunakan pengetahuan secara rasional demi tercapainya rencana program
yang telah disusun (Mubarak, 2009).
D. Mampu dan mandiri
Perawat kesehatan masyarakat diharapkan mempunyai kemampuan dan
kemandirian dalam melaksanakan asuhan keperawatan serta kompeten (Mubarak,
2009).
E. Ugem
Perawat kesehatan masyarakat harus yakin dan percaya atas kemampuannya dan
bertindak dengan sikap optimis bahwa asuhan keperawatan yang diberikan akan
tercapai. Dalam melaksanakan implementasi yang menjadi fokus adalah :
program kesehatan komunitas dengan strategi : komuniti organisasi dan
partnership in community (model for nursing partnership) (Mubarak, 2009).

F. EVALUASI
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan.

Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan

Program Studi Profesi Ners


URINDO
23

pedoman atau rencana proses tersebut. Keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan

membandingkan antara tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan

sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan masyarakat komunitas dengan tujuan yang

telah ditetapkan atau dirumuskan sebelumnya. Kegiatan yang dilakukan adalah

sebagai berikut (Mubarak,2009:


1. Membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang telah

ditetapkan.
2. Menilai efektifitas proses keperawatan, mulai dari tahap pengkajian sampai

dengan pelaksanaan.
3. Hasil penilaian keperawatan digunakan sebagai bahan perencanaan

selanjutnya apabila masalah belum teratasi.

Program Studi Profesi Ners


URINDO