Anda di halaman 1dari 18

SANSEVIERA

Kelas : X.IIS.1

Anggota kelompok :

Alifa ramadhani putri


Ananda dea permana putri
Ayudiaz bella
Dinda maulida nabilah
Khoirun nafsul mutmainah
Wulandini permata sari anggraini
SMA NEGERI 2 BABELAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat-Nya,


sehingga makalah yang dikerjakan telah terselesaikan dengan baik. Semoga
makalah ini dapat membantu dan menambah pengetahuan melalui penjelasannya.
Makalah ini dibuat dengan judul Sanseviera Tanaman Hias Sejuta Manfaat.

Adapun penyusunan makalah ini berdasarkan sumber mengenai berbagai hal


tentang Sanseviera yang kami baca, beserta isi yang terkandung didalamnya, dan
manfaatnya yang dapat diambil.

Bekasi, 26 januari 2017


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sansevieria merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang cukup digemari
masyarakat. Kegemaran memiliki tanaman Sansevieria disamping karena keindahan, corak dan
aneka warna daun yang unik, cantik juga berfungsi sebagai penyerap polutan disekitar tempat
tumbuhnya. Tanaman ini menjadi primadona karena keindahan daunnya cukup mempesona.
Bermacam variasi daun, mulai dari motif, warna, bentuk, serta ukurannya menyebabkan tanaman
ini banyak diburu orang. Terkadang harganya sangat fantastis, sehingga mencapai jutaan rupiah.
Keistimewaan Sansevieria, diantaranya sangat resisten terhadap polutan dan bahkan
mampu menyerapnya. Penelitian yang dilakukkan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat
(NASA) menunjukkan, daun Sansevieria mampu menyerap 107 jenis unsur berbahaya.
Beberapa jenis polutan yang bisa dihancurkan oleh Sansevieria adalah kloroform, bezena,
xylena, formaldehid dan trichloro etilen. Riset lainnya yang dilakukan oleh Wolverton
Enviromental Service menyebutkan bahwa sehelai daun Sansevieria mampu menyerap
formaldehid sebanyak 0,938 per jam. Jadi, untuk ruangan seluas 100m2, cukup ditempatkan
tanaman Sansevieria trifasciata dewasa berdaun 4-5 helai agar ruangan itu bebas polutan.
Berbagai hal dan manfaat yang dimiliki oleh sanseviera inilah yang melatar belakangi kami
untuk mengambil tema tentang sanseviera pada presentasi dan pembuatan makalah ini.
1.2 Tujuan
Beberapa tujuan yang diharapkan dalam penyusunan makalah ini, diantaranya:
Dapat lebih memahami arti pentingnya menjaga kelestarian tanaman hijau secara umum.
Dapat lebih memaksimalkan dan membudidayakan tanaman sanseviera sehingga dapat
bermanfaat untuk kelestarian lingkungan.

BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Sanseviera
Salah satu jenis tanaman tropis yang sedang menjadi tren atau buah bibir di kalangan
pecinta tanaman hias adalah tanaman Sanseviera. Sansevieria lebih dikenal dengan sebutan lidah
mertua (mother-in laws tongue) atau dikenal sebagai tanaman ular (snake plant) karena corak
daun dari beberapa jenis tanaman ini mirip dengan ular.
Tumbuhan Sanseviera atau lebih dikenal dengan nama Lidah Mertua ini tidak hanya
menebar pesona karena keindahannya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena
manfaatnya. Penanaman dan perawatan yang mudah menjadikan Sanseviera banyak diburu dan
ditanam oleh penggila tanaman.
Sanseviera memiliki rentang toleransi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan. Daya
tahan Sanseviera yang cukup kuat dan rentang toleransinya yang cukup tinggi dengan kondisi
sedikit air dan cahaya matahari sehingga memungkinkan untuk ditanam dalam berbagai kondisi
lingkungan, mulai di dalam ruangan, lahan terbuka, sampai penanaman dengan hidroponik.
Tanaman Sansevieria termasuk famili Agavaceae dengan habitat aslinya adalah daerah
tropis yang kering dan mempunyai iklim gurun yang panas. Tanaman ini juga tumbuh di
pegunungan yang tandus dan gurun pasir yang gersang.

2.2 Klasifikasi Sanseviera


Level Hirarki Latin Indonesia

Kingdom Plantea Tumbuhan


Subkingdom Tracheobionta Tumbuhan
berpembuluh
Superdivisi Sprematophyta Tumbuhan berbiji

Level Hirarki Latin Indonesia

Divisi Magnoliopyhta Tumbuhan berbunga

Kelas Liliopsida Monokotil (berbiji


tunggal)
Subkelas Liliidae -
Ordo Liliales -

Famili Agavaceae -

Genus Sansevieria Thunb. Sansevieria

Misa, Sansevieria -
trifasciata,
Spesies Sansevieria -
cylindrica, dan
Sansevieria kirkii

3 Jenis-Jenis Sanseviera
2.3.1 Berdasarkan Keturunan atau silsilahnya, ada 2 jenis yaitu:
Sanseviera yang berbentuk asli (dikenal dengan sebutan bentuk spesies).
Jenis hasil persilangan (hibridasi) yang biasa disebut bentuk hybrid
Bentuk Hybrid akan mampu menampilkan ragam corak dan karakter yang berbeda
dengan speaies aslinya, sehingga akan menambah keragaman jenis Sanseviera. Namun
demikian, peningkatan jumlah hybrid masih sangat terbatas.

2 Mutasi
Bertambahnya variasi penampilan dan karakter Sanseviera juga banyak dipengaruhi karena
adanya mutasi. Akibat adanya mutasi, dari spesies yang sama akan sering menampilkan bentuk,
ukuran, dan warna daun yang berbeda. Mutasi dapat terjadi akibat perbanyakan melalui stek
daun dank arena adanya pengaruh dari faktor lingkungan seperti: pengaruh tingkat kesuburan
tanah, pengaruh suhu dan pengaruh cahaya.

3 Berdasarkan bentuk fisik/luar:


1 Tumbuh memanjang ke atas, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran
50-75 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena
ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.
2 Berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset, yaitu jenis yang berdaun pendek
melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm.

2.3.4 Berdasarkan Spesiesnya:


Sanseviera memiliki banyak sekali jenis dan spesiesnya. Beberapa spesies yang terkenal
antara lain: Sanseviera aethiopica, Sanseviera angustiflora, Sanseviera arborescens, Sanseviera
aubrytiana, Sanseviera braunii, Sanseviera canaliculata, Sanseviera concinna, Sanseviera
cylindrical, Sanseviera dawei, Sanseviera deserti, Sanseviera dooneri, Sanseviera ehrenbergii,
Sanseviera fasciata, Sanseviera gracilis, Sanseviera grandicuspis, Sanseviera grandis,
Sanseviera hyacinthoides, Sanseviera intermedia, Sanseviera kirkii, Sanseviera liberica,
Sanseviera longiflora, Sanseviera metallica, Sanseviera parva, Sanseviera phillipsiae,
Sanseviera raffillii, Sanseviera roxburghiana, Sanseviera senegambica, Sanseviera singularis,
Sanseviera stuckyi, Sanseviera subspicata, Sanseviera suffruticosa, Sanseviera trifasciata,
Sanseviera zeylanica.
Setengah spesies merupakan tumbuhan rumah yang terkenal di beberapa Negara, dengan
Sanseviera trifasciata yang paling banyak dijual.

1 Sanseviera Cylindrical Bojer


Memiliki daun berbentuk silinder, tegak panjang dan tajam ujung puncak daun
dalam ukuran dua hingga tiga sentimeter lebar. Daunnya berwarna hijau tua berbelang-
belang kelabu. Spesies ini seakan-akan pokok sekulen karena daunnya turut menyimpan
sedikit air walaupun keras. Bunganya tidak indah dipandang, tersebar dalam kuntuman
kecil dan berjambak. Tangkai bunganya keluar secara memanjang dari celahan daun
tengahnya.
Gambar 1 sanseviera cylindrical bojer

2 Sanseviera Hahnii
Merupakan spesies yang paling diminati karena bentuknya yang padat dan rendah
dengan ukuran panjang daunnya sehingga enam sentimeter. Sesuai ditanam dalam pasu
kecil dan kebanyakannya digunakan untuk menyerikan dekorasi tanaman batu.

Gambar 2 Sansevieria hahnii

3 Sanseviera Trifasciata
Jenis ini yang sering disebut sebagai tanaman ular. Ujung daunnya meruncing,
tapi tidak berduri. Pada malam hari biasanya mengeluarkan aroma harum. Daunnya yang
masih muda tumbuh tepat di tengah-tengah roset yang berdiri lempang ke atas. Awalnya,
pertumbuhan tampak seperti lidi. Jenis trifasciata yang telah disilang menghasilkan
varietas baru, antara lain:
Sanseviera trifasciata golden hahnii
Penampilan fisiknya hampir sama dengan hahnii. Perbedaannya ada pada warna
daun yang hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas, dan berbentuk pita pada
bagian tepi daun.
Gambar 3 Sanseviera trifasciata golden hahnii

Sanseviera trifasciata lorentii


Daunnya rata dan tumbuh tegak dengan tinggi 40 cm 100 cm. pinggir daun
berwarna kuning dan tampak tegas, sedang di bagian tengahnya ada warna kuning yang
menyebar tidak beraturan. Jumlah daunnya bisa mencapai lebih dari 10 helai dan
pertumbuhannya paling cepat dibandingkan jenis lainnya.

Gambar 4 Sanseviera trifasciata lorentii

Sanseviera trifasciata bantels atau white Sanseviera


Daunnya tumbuh merapat dan tegak lurus. Antarhelai daun saling bertumpuk
simetris dengan warna dasar putih, bercorak hijau, dan tepi daun warna hijaunya lebih
tegas. Pertumbuhannya paling lambat dibandingkan dengan jenis lain.

Gambar 5 Sanseviera trifasciata bantels atau white Sanseviera

Sanseviera trifasciata future


Ciri - cirinya mirip dengan lorentii, tapi daunnya lebih lebar dan lebih pendek.
Corak dan warna daunnya juga lebih jelas. Selain itu, bentuknya menyerupai kelopak
bunga mawar.
Gambar 6 Sanseviera trifasciata future

4 Sanseviera trifasciata Prain


Adalah spesies yang mempunyai daun panjang yang tajam, tebal dan keras.
Warnanya kelabu berbelang-belang hijau tua. Pertumbuhan yang subur akan
menyebabkan bentuk daunnya yang berpintal-pintal.

Gambar 7 Sanseviera trifasciata Prain

5 Sanseviera Trifasciata
Dibandingkan dengan laurentii, Trifasciata memiliki daun lebih tebal dank eras.
Terlihat lebih tegap dengan keindahan warna daunnya kelabu berbelang-belang hijau tua
yang diserikan dengan jalur kuning muda pada keseluruhan tepi daun.

Gambar 8 Sanseviera Trifasciata

6 Sanseviera Liberica

Dapat dikatakan, jenis ini memiliki daun yang paling besar dan panjang. Tumbuh
kokoh ke atas dan agak tebal. Jika diperhatikan warna daunnya, tampak kombinasi hijau-
putih, namun warna putih lebih menonjol.
Gambar 9 Sanseviera Liberica

7 Sanseviera Cylindrica
Sesuai dengan namanya, ia memiliki daun yang tumbuh memanjang ke atas dan
berbentuk silinder. Daunnya kaku dan sangat tebal dengan warna hijau tua dengan alur-
alur hitam keabu-abuan berwarna hijau muda.

Gambar 10 Sanseviera Cylindrica

2.4 Lingkungan Tumbuh


Suhu Lingkungan : 24-29 C
Curah Hujan & Kelembaban Udara :
curah hujan rendah
penguapan lebih tinggi daripada curah hujan
Cahaya : 1.000-10.000 fc (footcandle)
Kondisi Tanah :
tidak terlalu lembab
pH 5,5 7,5
Pada dasarnya Sanseviera membutuhkan media tanam yang porous, bertekstur
kasar, dan mengandung sedikit bahan organic. Hal ini sangat penting mengingat tanaman
sanseviera tidak menghendaki kondisi media yang terlalu lembab. Media tanam yang
porous menjamin tersedianya oksigen bagi akar tanaman. Porositas yang tinggi juga
menunjukan drainase yang baik. Dengan demikian, media tidak akan menyimpan air
terlalu banyak. Kandungan air yang tinggi pada media tanam bisa menyebabkan akar
membusuk.
Keasaman (pH) media tanam yang ideal untuk Sanseviera adalah 5,5 7,5. Media
tanam yang terlalu asam merupakan tempat yang ideal bagi pertumbuhan pathogen.
Akibatnya, tanaman menjadi sangat rentan terhadap serangan penyakit yang disebabkan
oleh jamur seperti busuk rimpang dan busuk daun. Namun jika pH terlalu rendah, media
memerlukan penambahan kalsium karbonat (CaCO3) atau kapur. Dalam hal ini, unsur
yang berperan dalam menaikkan pH adalah kalsium. Sebaliknya, jika media terlalu basa
bisa ditambahkan sulfur untuk menurunkan nilai pH. Selain itu, sulfir juga termasuk salah
satu yang dibutuhkan tanaman meskipun dalam jumlah sedikit.

5 Kandungan Sanseviera
Daun dan rimpang sanseviera mengandung:
Saponin
Saponin adalah jenis glikosida yang banyak ditemukan dalam tumbuhan. Saponin
memiliki karakteristik berupa buih. Sehingga ketika direaksikan dengan air dan dikocok
maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama.Saponin mudah larut dalam air dan
tidak larut dalam eter. Saponin memiliki rasa pahit menusuk dan menyebabkan bersin
serta iritasi pada selaput lendir. Saponin merupakan racun yang dapat menghancurkan
butir darah atau hemolisis pada darah. Saponin bersifat racun bagi hewan berdarah dingin
dan banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan. Saponin yang bersifat keras atau
racun biasa disebut sebagai Sapotoksin.
Saponin diklasifikasikan menjadi 2 yaitu : saponin steroid dan saponin
triterpenoid. Saponin steroid tersusun atas inti steroid (C 27) dengan molekul karbohidrat.
Steroid saponin dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dikenal sebagai saraponin.
Tipe saponin ini memiliki efek anti jamur. Pada binatang menunjukkan penghambatan
aktifitas otot polos. Saponin steroid diekskresikan setelah konjugasi dengan asam
glukoronida dan digunakan sebagai bahan baku pada proses biosintesis dari obat
kortikosteroid.
Contoh senyawa saponin steroid diantaranya adalah : Asparagosides (Asparagus
officinalis), Avenocosides (Avena sativa), Disogenin (Dioscorea floribunda dan
Trigonella foenum graceum).
Saponin triterpenoid tersusun atas inti triterpenoid dengan molekul karbohidrat.
Dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang disebut sapogenin. Ini merupakan suatu
senyawa yang mudah dikristalkan lewat asetilasi sehingga dapat dimurnikan. Tipesaponin
ini adalah turunan -amyirine. Contoh senyawa triterpen steroid adalah : Asiaticoside
(Centella asiatica), Bacoside (Bacopa monneira), Cyclamin (Cyclamen persicum).
Polifenol
Polifenol (polyphenol) merupakan senyawa kimia yang terkandung di dalam
tumbuhan dan bersifat antioksidan kuat. Polifenol adalah kelompok antioksidan yang
secara alami ada di dalam sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan
minuman (seperti teh, kopi, cokelat dan anggur merah/red wine). Polifenol umumnya
banyak terkandung dalam kulit buah, sehingga ada benarnya kalau kita dihimbau untuk
mengkonsumsi apel dan bit beserta kulitnya.
Polifenol ini berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas
dengan cara mengikat radikal bebas sehingga mencegah proses inflamasi dan peradangan
pada sel tubuh. Polifenol juga bermanfaat menurunkan risiko penyakit degeneratif seperti
penyakit jantung, alzheimer, dan kanker.
Senyawa polifenol terdiri dari beberapa subkelas yakni, flavonol, isoflavon
(dalam kedelai), flavanon, antosianidin, katekin, dan biflavan. Turunan dari katekin
seperti epikatekin, epigalo-katekin, apigalo-katekin galat, dan quercetin umumnya
ditemukan dalam teh dan apel. Dua unsur terakhir merupakan antioksidan kuat, dengan
kekuatan 4-5 kali lebih tinggi dibandingkan vitamin C dan vitamin E yang dikenal
sebagai antioksidan potensial. Jenis polifenol lain adalah tanin (terkandung dalam teh dan
cokelat), yang sedang hangat diperbincangkan di dunia kesehatan.
Semua jenis teh mengandung polifenol dalam bentuk epigallocatechin gallate
(EGCG). Kandungan EGCG ini yang melambungkan nama teh sebagai minuman anti
kanker dan pencegah serangan jantung.

Pregnane glikosid
Tanaman ini mengandung bahan aktif pregnane glikosid yang mampu mereduksi
polutan menjadi asam organik, gula, dan beberapa senyawa asam amino. Oleh karena itu,
Sansevieria sangat bagus diletakkan didalam ruangan, baik dirumah maupun dikantor-
kantor, maupun dijadikan penghias taman dijalan-jalan yang lalu lintasnya padat sebagai
antipolutan (airfreshener).

2.6 Perbanyakan
Beberapa cara untuk perbanyakan sanseviera, diantaranya adalah:
1 Cara Generatif
Perbanyakan secara generatif dilakukan dengan perkawinan bunga untuk
mendapatkan hybrid baru tetapi memerlukan waktu yang lama dalam pembungaan dan
pemasakan biji.
2 Cara Vegetatif

Perbanyakan secara vegetatif adalah cara perkembangbiakan tanaman dengan


menggunakan bagian-bagian tanaman seperti batang, cabang, ranting, pucuk, daun,
umbi dan akar, untuk menghasilkan tanaman yang baru, yang sama dengan induknya.
Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada dibagian-bagian tersebut agar
berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang, dan daun sekaligus.

Keunggulan perbanyakan ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat


yang sama dengan induknya. Selain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara
vegetatif lebih cepat berbunga dan berbuah.

Kelemahan dari perbanyakan dengan cara ini membutuhkan pohon induk yang
lebih besar dan lebih banyak, sehingga membutuhkan biaya yang banyak. Beberapa
teknik perbanyakan secara vegetative yang digunakan untuk perbanyakan sanseviera,
diantaranya:

Pisah anakan
Merupakan cara konvensional. Anakan dipisah setelah 2-4 bulan. Pada bagian
yang terpotong diolesi fungisida dan zat perangsang akar, setelah ditanam
disimpan di tempat teduh.

Stek Daun
Stek daun dapat dilakukan pada daun yang tua. Stek daun mampu menghasilkan
anakan yang berbeda dengan induknya. Pada jenis sanseviera yang memiliki
kombinasi warna kuning dan hijau, perbanyakan stek daun umumnya
menghasilkan anakan berdaun hijau. Daun dipotong 5-10 cm yang dicelupkan
kedalam zat perangsang akar, ditanam 1-1,5 cm, disiram dan ditempatkan di
tempat teduh. Tunas anakan muncul setelah berumur 3-4 bulan.

Potong Pucuk, untuk memunculkan tunas baru


Untuk Sanseviera berdaun pendek dengan daun minimal 12 daun, dengan
memotong pucuk minimal 3-4 daun dan dijaga agar daun satu dengan yang
lainnya tetap melekat, dioles fungisida dan zat perangsang akar kemudian
ditanam, disimpan di tempat yang teduh. Selang 1 bulan akan keluar 2-3 anakan.

Cacah daun
Cacah daun dilakukan dengan cara memotong-motong daun sanseviera dalam
ukuran kecil yaitu 5 cm dan jumlah yang banyak. Bagian daun mulai dari ujung
sampai ke pangkal digunakan untuk perbanyakan. Setelah 4-5 bulan atau
memiliki 3 daun maka anakan siap dipisah.

Teknik Cabut Pucuk


Teknik cabut pucuk cocok untuk sanseviera berdaun renggang. Caranya dengan
mencabut daun termuda dengan menggunakan tangan, 1 bulan akan keluar 1-3
anakan.

Stek Rimpang, untuk mengatur pertumbuhan.


Dilakukan dengan memotong-motong rimpang yang tua, setiap potongan harus
memiliki satu mata tunas, diolesi fungisida dan zat perangsang akar kemudian
ditanam.

Metode Kultur Jaringan


Metode ini digunakan untuk melestarikan jenis sanseviera yang sudah langka dan
memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat. Eksplan yang biasa digunakan adalah
tunas pucuk, tunas lateral pada bonggol atau pucuk rimpang.

7 Manfaat Sanseviera
Sansevieria, daun serat sejuta manfaat. Dahulu serat tanaman yang popular dengan
nama lidah mertua itu ditenun menjadi pakaian, alat musik, atau bahan baku kertas. Kini
kondang sebagai tanaman hias, antiseptik, antikanker, dan yang terbaru antipolutan.

Sanseviera sebagai bahan baku industri tekstil


Bahan Serat Sanseviera
Salah satu nama yang diberikan kepada sanseviera adalah bowst hemp yang berarti
serat yang digunakan untuk mengikat. Hal ini beralasan, karena daun tumbuhan ini
dahulunya sering dijadikan sebagai pengikat. Serat daunnya panjang, mengkilap, kuat,
elastic, dan tidak merapuh meskipun terkena air. Karena keunggulan sifat-sifat inilah
serat daun sanseviera digunakan sebagai bahan baku pakaian. Beberapa Negara seperti
Cina dan Selandia Baru membudidayakan sanseviera sebagai bahan baku pada industri
tekstil. Jenis yang biasa ditanam untuk keperluan ini diantaranya S. cylindrical
aethiopica, S. kirkii perinii, Sanseviera trifasciata lorentii mein liebling, dan S.
zaeylanica.

Sanseviera sebagai tanaman obat


Di daerah asalnya di Afrika, sanseviera telah lama digunakan oleh penduduk local
sebagai penghalau racun akibat gigitan ular dan serangga. Dibeberapa daerah di Asia, getah
tumbuhan ini digunakan sebagai cairan antiseptic dan daunnya digunakan untuk membalut
luka pada tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Bagi penderita diabetes, daun tanaman ini bias menjadi obat alternatif. Jenis yang
digunakan adalah Sanseviera trifasciata lorentii. Cara penggunaannya, beberapa lembar
daun dipotong-potong dan direbus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu
gelas. Sisa air ini kemudian diminumkan kepada penderita. Dengan cara yang sama, ramuan
ini juga sering digunakan oleh penderita ambeien.
Sanseivera juga dapat digunakan sebagai obat sakit telinga, obat gatal, meransang
pertumbuhan rambut, sakit gigi dan obat kutu. Daunnya dipanaskan dan jusnya diteteskan ke
dalam telinga untuk merawat sakit telinga. Ramuan Sanseivera dijadikan ramuan panas untuk
mengobati gatal. Jusnya juga dipakai di kepala untuk merangsang pertumbuhan rambut.
Jusnya yang suam juga digunakan bagi mengobati sakit gigi.
Dari penelitian sebelumnya, terungkap kandungan asam metal glukoronat, saponin, dan
abamagenin dalam tanaman Sansevieria. Itu menjadi bukti sahih yang membenarkan
pemanfaatan daun Sansevieria sebagai penutup luka, antiseptik, serta sebagai obat wasir,
cacar, cacing, sampai penyakit mata atau telinga, dan juga sebagai bahan minuman penyegar
tubuh.
Cara menyembuhkan wasir dengan sansevieria, lengkap dengan komposisi dan
metodenya, dipatenkan warga India bernama Rajeev Agnihotri. Rajeev juga
merekomendasikan penderita wasir mengkonsumsi kue panggang yang diberi sansevieria
sebagai bagian pengobatan.
Penemuan lain dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Belgia,
sampai Tanzania dan Yaman mengungkap khasiat beberapa spesies Sansevieria sebagai anti
malaria, anticendawan, antikolesterol, sampai antikanker. Sementara di Afrika, Sansevieria
dimanfaatkan getahnya sebagai anti racun ular dan serangga.
Sanseviera sebagai antipolutan
Didalam tiap helai daun sanseviera terdapat senyawa aktif pregnane glycoside, yaitu zat
yang mampu menguraikan zat beracun menjadi senyawa asam organic, gula, dan beberapa
senyawa asam amino. Beberapa senyawa beracun yang bias diuraikan oleh tanaman ini
diantaranya kloroform, benzene, xilen, formaldehid, dan trikloroetilen. Kloroform adalah
senyawa beracun yang menyerang system saraf manuasia, jantung, hati, paru-paru, dan
ginjal, melalui system pernapasan dan sirkulasi darah.
Kemampuan sanseviera untuk menyerap racun membuatnya akrab dalam penghijauan
lingkungan. Di jalur hijau, tanaman ini dimanfaatkan untuk menyerap racun asap buangan
kendaraan dari knalpot. Sementara itu, sebagai tanaman hias indoor, sanseviera bias
menangani sick building syndrome, yaitu keadaan ruangan yang tidak sehat akibat tingginya
onsentrasi gas karbondioksida, zat nikotin dari asap rokok, dan penggunaan AC dalam
ruangan. Satu tanaman S. trifasciata lorentii dewasa berdaun 4-5 helai dapat menyegarkan
kembali udara dalam ruaangan seluas 20 m2.
Dengan kemampuan ini pula, ibu rumah tangga yang sering beraktivitas di dapur bias
memetik manfaat dari tanaman sanseviera. Peletakan sanseviera di dapur dapat menyegarkan
udara dengan menyerap gas karbondioksida dan monoksida sisa pembakaran dari kompor.
Hasil penelitian Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) selama 25 tahun
membuktikan sansevieria mampu menyerap 107 unsur yang terkandung dalam polusi udara,
termasuk di antaranya nikotin dari tembakau, karbonmonoksida, sampai dioksin (zat maha
beracun hasil pembakaran plastik atau naftalena).

Sanseviera sebagai tanaman hias


Sansevieria dapat berfungsi sebagai penghias taman, baik tanaman outdoor dilahan
terbuka ataupun tanaman indoor yang berupa rangkaian. Sebagai tanaman hias, pesona
sanseviera terletak pada corak dan warna daun yang khas. Sanseviera telah lama digunakan
sebagai tanaman hias dalam ruangan (indoor plants) dan di luar ruangan (outdoor plants).
Tanaman Sansevieria mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi yang digemari oleh
masyarakat Indonesia maupun mancanegara, seperti Belanda, Singapura, Korea, Jepang dll.

2.8 Hasil Diskusi


1. Pertanyaan : Cara perbanyakan sanseviera dapat dilakukan dengan generative dan
vegetatif, apakah setiap yang dihasilkan akan sama persis dengan
induknya atau tidak? Mengapa demikian?
Jawab : Cara perbanyakan generatif akan menghasikan anakan yang tidak sama
persis dengan induknya. Sedangkan cara perbanyakan vegetatif akan
menghasilkan anakan yang sama dengan induknya. Salah satu contohnya
adalah menggunakan Stek. Namun, tidak selalu hasilnya sama persis
dengan induknya karena lingkungan juga dapat mempengaruhi hasil
perbanyakan dari sanseviera tersebut.

2 Pertanyaan : apakah yang dimaksud dengan fc (footcandle) ?


Jawab : fc (footcandle) adalah satuan untuk cahaya.

3 Pertanyaan: Sansieviera adalah jenis tanaman yang dapat menyerap


polutan. Apakah semua jenis sanseviera dapat menyerap polutan?
Jawab: Semua jenis sanseviera dapat menyerap polutan, namun kemampuannya
akan berbeda satu sama lain tergantung jenis dan kemampuannya.

4 Pertanyaan: Berapakah suhu ideal untuk penyerapan polutan pada


sanseviera?
Jawab: Sanseviera akan tumbuh secara ideal pada suhu 24C 29C pada siang
hari, dan 18C - 21C pada malam hari, sehingga kemampuannya dalam
menyerap polutan juga akan lebih efektif pada kisaran suhu tersebut.

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN


1 Kesimpulan
Sansievera merupakan salah satu jenis tanaman hias yang mempunyai banyak manfaat.
Baik dalam bidang kesehatan, lingkungan/anti polutan, dan niali ekonomi yang tinggi.
Kegemaran memiliki tanaman Sansevieria disamping karena keindahan, corak dan aneka
warna daun yang unik, cantik juga berfungsi sebagai penyerap polutan disekitar tempat
tumbuhnya. Tanaman ini menjadi primadona karena keindahan daunnya cukup mempesona.
Tumbuhan Sansivera atau lebih dikenal dengan nama Lidah Mertua ini tidak hanya
menebar pesona karena keindahanya tapi juga memiliki daya tarik yang luar biasa karena
manfaatnya. Penanaman dan perawatan yang mudah menjadikan sansivera banyak diburuh dan
ditanam oleh penggila tanaman. Terkadang harganya sangat fantastis, sehingga mencapai jutaan
rupiah.

2 Saran
Diharapkan munculnya kesadaran dari manusia itu sendiri agar lebih menjaga dan
mencintai kelestarian lingkungan hidup disekitarnya. Menjaga kelestarian tumbuh-tumbuhan
hiaju yang mengandng banyak manfaat, salah satunya sanseviera, sehingga manfaat yang
terkandung di dalam sanseviera diharapkan dapat diguanakan mengurangi adanya global
warming dan membersihkan udara yang tidak sehat.