Anda di halaman 1dari 94
CINTA DALAM DIAM SELAYANG PANDANG Cinta Dalam Diam adalah cinta yang mengutamakan kebahagiaan atas cintanya,
CINTA DALAM DIAM SELAYANG PANDANG Cinta Dalam Diam adalah cinta yang mengutamakan kebahagiaan atas cintanya,

CINTA DALAM DIAM

SELAYANG PANDANG

Cinta Dalam Diam adalah cinta yang mengutamakan kebahagiaan atas cintanya, melepaskan rindunya dengan untaian do'a, meyakinkan hatinya dengan proposal diam dan membahagiakan cintanya dengan segenggam bara sabar.

Cinta Dalam Diam adalah jalannya cinta para pejuang, jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab, ia mempersilahkan atau mengambil kesempatan, yang pertama adalah pengorbanan, yang kedua adalah keberanian dan yang ketiga adalah keimanan yang membalut semua pengorbanan serta keberanian.

Cinta Dalam Diam adalah cinta yg selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata maupun expresi. Sukar untuk diumbar. Mudah untuk berkah.

Novel CintaDalamDiam ini adalah sebuah novel yang mengisahkan tentang perjalanan seorang Mahasiswa asal Universitas Indonesia yang tengah mengadakan Kuliah Kerja Nyata di desa Jodoh Mulya bersama kelima temannya Adi Permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin dan Ginanjar Subakti selama satu bulan lamanya. Ternyata seiring berjalannya waktu tatkala mereka berada di desa Jodoh Mulya, seorang mahasiswa yang bernama Hasan Al-Rasyid itu menemukan cinta yang nyata disana. Cinta yang hakiki menurutnya. Cinta yang sejuk dikala hujan ridho turun membasahi sanubarinya. Cinta yang suci yang terlahir dari balutan sutera keimanan terhadap perempuan yang mendapatkan julukan Gadis permata dengan nama yang sangat indah; Azzahra Khoerunnisa. Hasan pun mempunyai hasrat yang kuat untuk mengkhitbahnya, wanita yang dipilihnya karena Allah.

Zahra juga menaruh harapan yang sama pada

Hasan. Walaupun Zahra baru saja kenal beberapa hari dengan Hasan tetapi Zahra bisa

Akhirnya gayungpun bersambut.

saja kenal beberapa hari dengan Hasan tetapi Zahra bisa Akhirnya gayungpun bersambut. Cinta Dalam Diam `
saja kenal beberapa hari dengan Hasan tetapi Zahra bisa Akhirnya gayungpun bersambut. Cinta Dalam Diam `

melihat dan merasakan betul dari pancaran bola mata serta ketulusan hati Hasan untuknya. Hasan pun memberikan sepucuk surat yang begitu syahdu pada zahra sebagai bukti penantian dan janji untuknya. Bait akhir sepucuk surat cinta dari Hasan untuk Zahra adalah;

Jiwa remajaku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan

kehadiran

wanita

amat

terasa

untuk

berada

di

sisi.

Setiap

kali

aku

merasakannya aku mengenangkan dirimu.

Aku terlalu percaya diri dek zahra, aku yakin disini engkau setia menunggu

diriku. Tetapi aku takut aku curang kepadamu andai aku bermain Cinta

Fatamorgana.

Sampaikan do‟amu pada-Nya kepada diriku agar aku dapat menahan

gelora kejantananku. Disamping aku juga mengajukan sendiri proposal do‟a

di perlindungi diri.

Bukan harta, rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari

dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.

Saat dimana aku bakal melamarmu. Akan ku lihat wajahmu sekilas dengan

khusuknya. Agar mencipta keserasian diantara kita karena itu pesan nabi

kita.

Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta. Wajah bersih seakan putih telur

ataupun bibir merah bak merah delima. Tetapi cukup cuma aqidah sekuat

akar,

Ibadah

sebagai

makanan

Rasulullah telah berpesan :

dan

Akhlaq

seindah

budi.

Karena

“Nikahilah istrimu karena empat perkara : 1. Keturunan, 2. Harta, 3. Rupa

dan 4. Agama. Dan jika kamu memilih agama engkau tidak akan menyesal”

Jika

aku

dipertemukan

dengan

dirimu

esok

lusa

setelah

aku

resmi

menyandang gelar sarjana. Akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak

tercurah sebelum masanya.

Akan ku jadikan Syara‟ sebagai pendinding diri kita. Akan ku jadikan akad

nikah itu sebagai cap halal untuk mendapatkan dirimu. bukan cap halal

dari pacaran!

nikah itu sebagai cap halal untuk mendapatkan dirimu. bukan cap halal dari pacaran! Cinta Dalam Diam
nikah itu sebagai cap halal untuk mendapatkan dirimu. bukan cap halal dari pacaran! Cinta Dalam Diam

Biarlah kita mengikuti jejak nenek moyang kita yakni Nabi Adam dan Siti

Hawa yang tetap setia menunggu walaupun dipisahkan ruang dan waktu.

Agar kita dapat menikmati kenikmatan pernikahan. Yang menjanjikan

ketenangan jiwa, ketentraman hati dan kedamaian bathin.

Do‟akan diriku ini agar tidak berputus asa, tersesat dalam misi mencari

dirimu dan pupus dalam penantian. Karena aku memerlukan dirimu untuk

melengkapkan sebahagian agamaku.

Aku mencintaimu karena agama yang ada pada dirimu.

Jika engkau

hilangkan agama pada dirimu maka hilang sudah rasa cintaku pada

dirimu.

Biarlah sekarang surat mas ini sebagai bukti penantian dan pencarian mas

untukmu

Tunggu nanti setelah pendidikan srata satu mas usai, mas akan buktikan

keberhasilan mas meraih misi mencari dirimu.

ه

تا كر بو

الله ةمحرو نك ي ل ع ملاس لاو

Dariku, In Sya‟ Allah Calon Suamimu. Hasan Al Rasyid.

Namun ketika Hasan hendak mengkhitbahnya, Zahra berubah 180 derajat pada Hasan. Zahra menolak khitbah Hasan. Dengan alasan dirinya tengah mengidap penyakit kusta yang tidak layak untuk dinikahi oleh siapapun termasuk untuk Hasan. Hasan sangat terpukul hatinya dan remuk harapannya. Tetapi pada akhirnya Hasan lebih memilih untuk bersabar atas cintanya. Menanti untuk season khitbahnya yang kedua setelah gelar Magister Pendidikan ada ditangannya. Karena cintanya tak pernah meminta untuk menanti. Melainkan, mengambil kesempatan atau mempersilahkan. Dan cintanya membutuhkan keberanian atau pengorbanan dalam balutan sutera keimanan.

Di season khitbahnya yang kedua, ternyata balasannya adalah kematian Zahra untuk Hasan. Air mata Hasan menetes deras ketika melihat perempuan yang dicintainya terbaring di tanah untuk selama-lamanya.

“Dengan takdir ini, Allah tidak menghukumi kita agar tidak bersatu.

selama-lamanya. “Dengan takdir ini, Allah tidak menghukumi kita agar tidak bersatu. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
selama-lamanya. “Dengan takdir ini, Allah tidak menghukumi kita agar tidak bersatu. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Dengan takdir ini, sesungguhnya ini adalah bait penyadaran dari Allah bagi seorang hamba yang dibutakan karena cinta.

Dengan

diinginkan hamba-Nya.

takdir

ini,

Allah

lebih

tahu

mana

yang

dibutuhkan

hamba-Nya

bukan

yang

Karena Allah lebih tau apa yang hamba-Nya butuhkan bukan apa yang hamba-Nya inginkan.

Allah menanamkan kembali tunas harap di hatinya. Ternyata teman akrabnya Zahra. Yakni Haura Al-Huameroh menyimpan perasaan yang amat mendalam terhadapnya. Seorang wanita yang ikhlas dan sabar dalam menanti hakikat jodoh untuknya. Setia menunggu di perbatasan waktu. Menanti lambaian tangan seorang pangeran yang selama hidupnya ia harapkan. Mempersilahkan segenggam cinta untuk saudaranya. Mengeluh atas cintanya di waktu sepertiga malam pada Rabb penggenggam cinta semua Makhluk.

Hasrat cinta yang begitu menggelora dari keduanya. Bak petir yang secara jantan menyatakan cintanya pada sang bumi. Laksana mawar ditepi jurang yang berani melamar dialah sang pejuang. Bagaikan mentari yang tidak memendam benci pada sang bulan.

Namun, Mereka berdua rela memilih untuk diam dalam mengekspresikan cintanya. Ya Cinta dalam diam. Diam mereka bukan menandakan suatu kemunafikkan, bukan pula menandakan suatu ketersiksaan, bukan juga diamnya tanpa usaha apapun, melainkan diam mereka demi menjaga sebuah kehormatan telak bagi seorang Muslim dan Muslimah.

Dalam diam dan tenang mereka mempersiapkan diri. Dalam kesendirian mereka memantaskan diri. Kelak suatu saat waktunya akan tiba. Dalam diam mereka tetap menjaga cintanya. Ya, dalam diamnya pada dunia. Tidak mengumbar apa yang ada di hatinya. Cukup keheningan seperempat malam terakhir dan tahajudnya yang tahu akan cintanya pada sang kekasih yang diharapkan. Dan pada Akhirnya mereka berdua dipersatukan oleh Allah dalam bahtera pernikahan setelah keduanya menerima penyiksaan bathin atas cinta mereka berdua.

Haura duduk dan memeluk hasan erat-erat kemudian mengatakan“Maafkan aku mas, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda” haura seraya berbisik

Hasan pun terkejut dan berkata “Kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?”

Sambil tersenyum Haura berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”.

itu?” Sambil tersenyum Haura berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
itu?” Sambil tersenyum Haura berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah dirimu”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Mungkin ini hanya sebuah novel yang cukup sederhana. Penulis berharap kita dapat belajar dari kisah Cinta Insan Manusia yang begitu di rindukan Surga dan di Irikan oleh para penduduk Surga.

Insan Manusia yang begitu di rindukan Surga dan di Irikan oleh para penduduk Surga. Cinta Dalam
Insan Manusia yang begitu di rindukan Surga dan di Irikan oleh para penduduk Surga. Cinta Dalam

TERIMA KASIH UNTUK

Allah Azza Wa Jala, Rabb semesta alam. Yang senantiasa mengijinkan nafasku untuk terus berkeliaran di dunia ini dan masih bisa menapaki bumi ini dengan sejuta warna ujian dan cobaan.

Rasul Muhammad SAW. Sang Idola sepanjang masa. Akhlak dan perangainya sungguh sangat sukar untuk digambarkan dan sangat sukar dirangkai dengan kata-kata. Yang senantiasa hadir dalam bait bayang-bayangku sehingga iringan langkahku menjadi terarah dan teratur.

Mimi dan Mama. Trainer hidupku. Dosen sabar dan ikhlas dalam rangkaian masalahku. Yang senantiasa Berdo‟a, memotivasi dan menginspirasi dengan sepenuh jiwa-raga demi Kesuksesan dan Kebahagian diriku.

Guru-guru kehidupan dan sekolahku yang senantiasa memberikan suntikan energi positifnya. Sehingga bisa menjadikan diriku manusia yang benar-benar tampak bermanfaat.

Sahabat Fillah semua, entah dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya yang senantiasa menyokong dan terus mendorong diriku agar senantiasa rendah hati dan terus berbagi.

Salam hangat buat Sahabat-sahabat Dakwahku yang masih tetap tersenyum dalam memegang bara api. Khususnya di Lajnah Dakwah Sekolah (LDS) Majalengka Utara. Sekolah Kehidupanku yang sesungguhnya.

Dakwah Sekolah (LDS) Majalengka Utara. Sekolah Kehidupanku yang sesungguhnya.  Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 6
Dakwah Sekolah (LDS) Majalengka Utara. Sekolah Kehidupanku yang sesungguhnya.  Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 6

DESA „JODOH MULYA‟

Alkisah disebuah desa, yang jauh dari lulu-lalang kendaraan, baik kendaraan yang notabenenya beroda dua ataupun yang beroda empat. Sehingga terciptalah nuansa kesejukkan dan kedamaian hati. Keasrian desanya yang masih terjaga murni, pepohonan besar yang masih indah mendawai-dawai, ribuan species hewan yang masih lengkap dan komplit. Memang tidaklah aneh, karena masyarakat setempat yang masih memegang komitmen akan janji pada desanya. „Rampak Baraya Sadaya Saparakanca‟. Sehingga munculah rasa aman dan nyaman yang terlahir dari kesadaran masyarakat desanya itu sendiri.

“Jodoh Mulya” ya, itulah namanya. Nama yang cukup unik dan begitu menggelitik. Selain alamya yang asri dan pemandagannya yang indah, desa Jodoh Mulya terkenal akan sapaan khasnya “Desa Seni”. Karena, orang-orangnya memang kebanyakan hobi dengan Dunia Seni dan begitu senang bergelut dengan dunia seni. Mulai dari Seni melukis. Entah melukisnya diatas kain mori, kain sutera, sudut dinding desa, dinding jalan ataupun dinding- dinding rumah masyarakat. Dengan hiasan „ala affandy‟ tentunya dengan motif yang bervariasi, berbeda-beda corak, makna dan isinya.

Permainan musik tradisionalnya yang tidak diragukan lagi, setiap even-event nasional, desa jodoh mulya menjadi icon juara untuk memainkan musik tradisional yang

kreatif dan penuh dengan inovatif. Membuat kerajinan kriyanya yang unik dan sangat fenomenal baik regional, nasional maupun internasional. Dan dimana semuanya itu tercermin dari kepribadian masyarakatnya itu sendiri, seakan tidak mau kalah untuk memaksimalkan

Disamping itu juga desa jodoh

mulya terkenal dengan sebutan Desa Seribu Pesantren karena didesa jodoh mulya, walaupun tidak terdapat seribu pesantren, namun itulah titel yang disematkan masyarakat kepada desa jodoh mulya. Cukup banyak deretan pondok pesantren yang mungil dan tampak sederhana yang baru rampung dibangun ataupun sudah lapuk dimakan usia, misalnya; Pondok

Pesantren Terpadu Birrul Walidain, Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Pondok Pesantren Fashtabiqul Khoirot dan Pondok Pesantren Insan Mulia.

diri mereka menjadi “Orang Seni” yang baik dan benar

Jodoh Mulya adalah sebuah desa yang terletak sebelah selatan dari desa Sugih Mulya, sebelah utara dari desa Rizki Mulya, sebelah timur dari desa Sugih Dunya dan sebelah barat dari desa Bagja Dunya.

sebelah timur dari desa Sugih Dunya dan sebelah barat dari desa Bagja Dunya . Cinta Dalam
sebelah timur dari desa Sugih Dunya dan sebelah barat dari desa Bagja Dunya . Cinta Dalam

Desa Jodoh Mulya berdiri sejak tahun 1902 tanggal 6 mei, kira-kira usianya baru 101 tahun, usia yang cukup tua bagi usia desa pada umumnya. Terdiri dari 5 blok pemukiman (blok manis, blok pon, blok wage, blok pahing dan blok kliwon) dan 16 blok pemukiman, luas arealnya kira-kira 3.340.695 meter persegi. Luas tanah desanya: Bengkok: 18 hektar, Titisara:

3,25 hektar, Pemakaman: 2,87 hektar, Alun-alun: 0,357 hektar dan Sekolah 1,060 hektar.

Memang banyak yang berkomentar desa Jodoh Mulya adalah desa yang luas dibandingkan dengan desa tetangganya. Desa yang agraris dan desa yg dimana lebih unggul dalam dunia seni serta sarana-prasarana dalam bidang agama atau spiritualnya

unggul dalam dunia seni serta sarana-prasarana dalam bidang agama atau spiritualnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
unggul dalam dunia seni serta sarana-prasarana dalam bidang agama atau spiritualnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

SI GADIS PERMATA „JODOH MULYA‟

Didesa Jodoh Mulya selain terkenal dengan desanya yangg eksotis. Disamping itu juga desa Jodoh Mulya terdapat seorang gadis desa yang bernama “Azzahra Khoerunnisa”, gadis yang cantik jelita, menawan rupa dan mulia tutur kata dan prilaku. Wanita langit yang membumi artinya wanita yang berbeda dari kebanyakan wanita yang ada di muka bumi, kebanyakan wanita yang hadir sekarang hanya cenderung mengedepankan penampilan fisik daripada penampilan hati. Wanita langit yang membumi adalah Wanita yang tinggi akhlaq dan perangainya laksana tingginya langit dan begitu rendah hatinya bak bawahnya bumi. Dan orang-orang desa sering memanggilnya “Si Gadis Permata” karena paras dan tingkah lakunya elok bagaikan permata. Banyak pemuda desa jatuh cinta dan menaruh harapan pada dirinya.

Namun dia berbeda dengan gadis desa lainnya yang terkesan lugu dan senang tuk dirayu, dia tahu bahwa banyak pemuda yang mencari simpatinya itu hanya berpandang pada paras kecantikkannya semata. Bahkan diantara pemuda desa ada yang rela saling bertarung, berkelahi, adu jotos atau biasa dikenal dengan sebutan gelut untuk mendapatkan simpati dan cinta darinya.

biasa dikenal dengan sebutan gelut untuk mendapatkan simpati dan cinta darinya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
biasa dikenal dengan sebutan gelut untuk mendapatkan simpati dan cinta darinya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

KEDATANGAN PEMUDA KOTA

Jum‟at, 3 maret 2006 pukul. 08.00

Desa jodoh mulya kedatangan tamu dari rombongan KKN (Kuliah, Kerja, Nyata) Universitas Indonesia-Jakarta. Namun, ada satu mahasiswa yang tampak berbeda dari kelima mahasiswa UI (Adi Permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti). Dia yang berkulit sawo matang, terdapat lesung pipit diarea pipinya yang kanan dan penampilan fisiknya yang penuh dengan kesederhanaan. Dia salah seorang Mahasiswa dari jurusan Pendidikan Kimia di Universitas Indonesia-Jakarta. Rombongan mahasiswa yang akan mengadakan KKN di Desa Jodoh Mulya, dalam rangka pengaplikasian Tri Darma Perguruan Tinggi Universitas Indonesia untuk mengadakan penelitian dan pengabdian terhadap desa Jodoh Mulya untuk 1 bulan kedepan.

Dalam KKN itu mahasiswa UI diharapkan oleh pihak Universitas Indonesia agar dapat membantu berbagai macam permasalahan yang terjadi di masyarakat Desa Jodoh Mulya. Karena sosok Mahasiswa mempunyai peranan yang cukup tinggi dalam estafet pembangunan di tubuh masyarakat, karena mereka akan menjadi motor penggerak dalam program-program yang telah dicanangkan dalam proses pembangunan desa. Salah satu program yang sudah bocor sampai ketelinga masyarakat jodoh Mulya adalah program Pembersihan Sungai Pada Walungan yang kotor dan tercemar. Ada beberapa peran penting yang harus dilakukan oleh mahasiswa Universitas Indonesia dalam melakukan KKN di desa Jodoh Mulya diantaranya adalah pemberi motivasi, pencetus inspirasi, pemapar informasi, pelancar proses difusi teknologi, dan penghubung antar sistem di masyarakat.

Itu semua memang menjadi bumbu-bumbu cerita kala mahasiswa dari semua Universitas yang melakukan KKN. Dengan kultur budaya yang berbeda dengan gaya hidup yang ada di daerah perkotaan tempat kampus mereka berada, membuat para mahasiswa harus mampu beradaptasi dengan baik jika ingin mempunyai kenangan manis pada Curiculim Vitae mereka. Ada yang mampu mengatasi semua kemungkinan terburuk dengan menjadi lebih dekat pada masyarakatnya, bahkan hingga bisa mendapatkan jodoh diantara warga masyarakat itu sendiri. Ini sebenarnya yang banyak bergelantungan dipikiran para mahasiswa menjelang mereka KKN apalagi yang masih belum mempunyai pasangan alias Bujanghidin (baca : masih bujangan karena Allah, menunggu wanita yang sesuai dalam kacamata Islam). Namun sebenarnya inti dari KKN adalah membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan

Namun sebenarnya inti dari KKN adalah membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Namun sebenarnya inti dari KKN adalah membantu masyarakat sesuai dengan kebutuhan Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

desa tersebut. Dan pada intinya juga mahasiswa KKN adalah mahasiswa yang sedang belajar untuk bersosialisasi diri dengan masyarakat dan kehidupannya.

Pemuda kota dan kelima temannya menginap di sebuah rumah milik pak Husen Al Baghdadi, tokoh masyarakat jodoh mulya, untuk 1 bulan kedepan menginap didesa tersebut. Rombongan KKN dipimpin oleh seorang manusia yang kalem berpenampilan sederhana bernama Hasan Al-Rasyid, dengan wajah kalemnya ia didaulat menjadi pimpinan rombongan. Selanjutnya adalah mereka yang ada dibawah komando Hasan : Adi Permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti.

Minggu pertama, hidup bersama lebih banyak dilalui dengan penyesuaian diri. Saling bercanda, bersenda gurau, saling bercerita antara satu teman dengan teman lain adalah pemandangan biasa. Kabar tentang kecantikkan gadis permata itupun terngiang sampai ke telinga mereka. Hasan penasaran dan ingin sekali, berniat untuk menjumpai si gadis permata.

Hasan selaku ketua rombongan yang kebetulan masih single tidak pakai parent, diantara kelima temannya. Karena hati kelima temannya, sudah ada yang nge-booking sama bidadari dunia. Adi dan Amir sudah mengkhitbah wanita kota dan akan melangsungkan pernikahan setelah KKN rampung, Abdul dan Ginanjar sudah beristri dengan mempunyai kesamaan, beranak dua. Laki dan Perempuan. Sedangkan Diki ditinggal sang istri merantau ke negeri seberang. Negeri Malaysia untuk membantu finansial keluarganya.

“Eh loe tau nggak, disini katanya ada gadis yang sangat cantik loh, primadona desa sini katanya” tanya Hasan pada kelima temannya.

Salah satu temannya menyahuti pertanyaan darinya“Lah, loe aneh-aneh aja, nanya sama kite. Gila aja gila. Tanyain aja sonoh sama pak husen atau sama warga desa sini, kalo loe emang mau tau seluk-beluk si primadona desa” jawab Adi dengan yakin.

Sambil garuk-garuk kepala “Oyaya, lupa aku, kenapa gak langsung tanya aja yah sama pak husen atau sama warga desa sini, tumben pinter loe di. Ini gara-gara gaul sama gue nih” Hasan mulai membumbui percakapan dengan candaan khasnya.

“Sekarepmu, yang penting loe anteng (diam) deh” jawab adi dengan mengerutkan alis matanya.

“Eh San, Sory la yauw hati kita mah udah yang nge-booking, gak mungkin maen serong” serentak Abdul, Diki, Amir dan Ginanjar berbarengan dengan lagak meledek.

serong” serentak Abdul, Diki, Amir dan Ginanjar berbarengan dengan lagak meledek. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
serong” serentak Abdul, Diki, Amir dan Ginanjar berbarengan dengan lagak meledek. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Hasan hanya diam membisu tatkala disudutkan dalam masalah pendamping hidup.

Dengan menghirup O 2 dalam-dalam Hasan pun dengan berani melangkahkan kedua kakinya ke arah muka pintu untuk bertanya pada pak Husen yang kebetulan sedang duduk didepan teras rumah, sedang asyik memandangi suasana sore desa jodoh mulya sembari ditemani dengan secangkir kopi hangat ditambah dengan gemercik suara-suara anak yang sedang asyik bermain petak umpet.

Hasan duduk perlahan secara tiba-tiba disamping pak husen “Pak, maaf ganggu” pelan Hasan.

Terperanjat “Astaghfirullah” suara Hasan membangunkan pandangan pak husen “Oh nak kota, kirain siapa. Iya gapapa. Emangnya ada apa” jawab pak husen dengan menunda kembali secangkir kopi yang tengah ia sruput.

“Gini pak, kan disini katanya ada wanita yang sangat cantik dan katanya juga jadi primadona desa jodoh mulya. Biasa disebut si Gadis Permata. Zahrum atau apa sih, lupa lagi namanya. Aku penasaran dengannya pak. Kalo boleh tau dimana ya pak, agar aku bisa menjumpainya?”

pak husen diam sejenak “O, nak zahra yang dimaksud. Bener nak kota, setau

bapak dia itu wanita yang sangat cantik dan begitu sholehah. Benar. Dia juga jadi primadona di desa ini. Karena banyak para pemuda di desa ini berebutan untuk mendapatkan cinta darinya. In Sya‟ Allah Bapak tau, Jika nak kota ingin menjumpainya, malam nanti shalatlah di masjid desa “Masjid Al Istiqomah”, biasanya dia Shalat maghrib disana, kemudian dia tetap berada di dalam Masjid untuk mengkaji Siroh Shahabiyyah “Fatimah Azzahra” bersama beberapa temannya, ia juga biasanya mengenakan mukena putih ke abu-abuan atau putih tulanglah dan selalu berada dibarisan Shaf kedua”. Ungkap pak Husen memberi tau sambil menyeruput kembali kopi yang tertunda serta kopinya yang tinggal sedikit lagi.

“Zahrum,

kembali kopi yang tertunda serta kopinya yang tinggal sedikit lagi. “Zahrum, ” Cinta Dalam Diam `
kembali kopi yang tertunda serta kopinya yang tinggal sedikit lagi. “Zahrum, ” Cinta Dalam Diam `
Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 13
Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 13

PANDANGAN SINGKAT DI MASJID AL-ISTIQOMAH

Malamnya Hasan shalat di masjid desa, sekaligus ingin melihat wanita yang kabarnya cantik jelita itu. Kelima temannya memilih untuk shalat di rumah, bareng pak Husen dan anak tunggalnya. Lilis Aisyah.

Seusai

shalat

Maghrib

para

warga

yang

bershalat

dimasjid

Al

Istiqomah

pun

berdesak-desak keluar masjid untuk pulang. Seperti bebek yang keluar dari kandangnya.

Ya, memang itulah sebuah tradisi, budaya ataupun kebiasaan masyarakat desa Jodoh Mulya. Kalau shalat maghrib telah usai bukannya mengaji, i‟tikaf di masjid tetapi ini malah berlomba berduyun-duyun berebut sendal untuk jadi orang yang pertama keluar dari masjid dan orang yang pertama masuk kerumahnya masing-masing. Hasan hanya bisa tersenyum melihatnya. Tapi sangat berbanding terbalik ketika ada sebuah pergelaran Seni di alun-alun desa, pastinya mereka menjadi orang yang datang paling awal, pulang paling akhir. Mereka pada betah untuk terus duduk berjam-jam nongkrongin acaranya sampai selesai walaupun waktunya sampai larut malam.

Namun tidak untuk Zahra dan ketiga temannya, yakni Iffah, Izzah dan Haura yang masih Konsisten, Istiqomah, Siqqoh dalam mengkaji Siroh Shahabiyyah “Fathimah Azzahra” si Ummu Abiha, si Ibu dari Ayahnya (Rasulullah).

Dan pada Kajian malam itu, Azzahra dan ketiga temannya pas dibagian bab: “Cara Fathimah Azzahra meminta maaf kepada suaminya (Ali bin Abi Thalib)” didalamnya menjelaskan,

“Cara fathimah azzahra meminta maaf kepada suaminya.

Ketaatan

Fathimah

Azzahra

kepada

suaminya

Sayyidina

Ali

Karamallahu

Wajhah

menyebabkan

Allah

Subhanahu

Wa

Ta‟ala

mengangkat derajatnya. Fathimah Azzahra tidak pernah mengeluh dengan

kekurangan dan kemiskinan keluarga mereka. Tidak juga dia meminta-

minta

hingga

menyusahkan

suaminya.

Meski

begitu,

kemisikinan

tidak

menghalangi Fathimah Azzahra untuk selalu bersedekah. Dia tidak sanggup

untuk kenyang sendiri apabila ada orang lain

yang kelaparan. Dia tidak

rela hidup senang dikala orang lain menderita. Bahkan dia tidak pernah

membiarkan

sekelas

pengemis

melangkah

dari

pintu

rumahnya

tanpa

memberikan sesuatu meskipun dirinya sendiri sering kelaparan.

pintu rumahnya tanpa memberikan sesuatu meskipun dirinya sendiri sering kelaparan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 14
pintu rumahnya tanpa memberikan sesuatu meskipun dirinya sendiri sering kelaparan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 14

Pernah suatu hari, Fathimah Azzahra telah membuat hati Ali terusik dengan

kata-katanya, Menyadari kesalahannya Fathimah Azzahra segera meminta

maaf berulang-ulang kali.

Melihat dari muka suaminya yang tidak berubah ,maka Fathimah Azzahra

berlari-lari seperti anak kecil mengelilingi Ali. Tujuh puluh kali dia “Thawaf”

sambil

merayu-rayu

mohon

untuk

dimaafkan.

Melihat

tingkah

laku

Fathimah Azzahra itu, tersenyumlah Ali, lantas memaafkan istrinya itu dan

memeluk erat tubuh Fathimah Azzahra sambil mencium keningnya dengan

penuh rasa Cinta dan Kasih Sayang. Subhanallah

“Wahai fathimah, kalaulah dikala itu engkau mati sedangkan suamimu Ali

tidak memaafkanmu, niscaya aku tidak akan menyolatkan Jenazahmu,

sabda rosulullah”.

Rasulullah Sallallahu‟alaihi Wassalam memberi nasehat kepada puterinya

itu setelah perkara diatas sampai ke telinga Nabi Muhammad SAW.

Begitulah yang ditetapkan Allah SWT mengenai kedudukan suami

sebagai pemimpin seorang Isteri beserta keluarganya. Surga itu dibawah

telapak kaki ibu namun bagi seorang wanita yang sudah menikah Surga itu

berpindah alih ke Suaminya. Betapa seorang isteri perlu berhati-hati disaat

berhadapan dengan suami, baik dalam tutur kata dan tingkah laku, apa

yang dilakukan Fathimah Azzahra itu bukanlah suatu kesengajaan.

Suasana hening yang mencekam senantiasa hadir menyelimuti dalam kajian shiroh. Mungkin karena terlalu khusyuk mereka dalam membacanya ataukah karena memang orang yang menghuni masjidnya Cuma ada 4 orang. Jadi suasana heningpun semakin terasa dan semakin menjadi-jadi.

tik-tok-tik-tok, wes-wes-wes, hanya detakkan jarum jam dan putaran kipas masjid saja yang terdengar oleh Hasan.

Hasan turut menunggu, namun ia tak bisa melihat sosok Azzahra karena Hijab (kain pembatas lelaki dan perempuan) yang menutupi. Sehingga ia memutuskan untuk menunggu hingga ba‟da Isya. Ketika Zahra, Iffah, Izzah dan Haura pulang.

untuk menunggu hingga ba‟da Isya. Ketika Zahra, Iffah, Izzah dan Haura pulang. Cinta Dalam Diam `
untuk menunggu hingga ba‟da Isya. Ketika Zahra, Iffah, Izzah dan Haura pulang. Cinta Dalam Diam `

Nanti sajalah habis isya selesai, In Sya‟ Allah akan aku beranikan untuk bertanya pada dia,

soalnya kalaupun sekarang, ah

sama kain biru itu” gumam hati Hasan memandang kearah belakang.

aku malu sama teman-temannya ditambah dia juga tertutup

Karena tidak tau hendak melakukan apa didalam masjid, diapun mengambil sebuah buku didalam lemari masjid untuk dibaca. Dan ternyata buku yang diambilnya tersebut adalah Al Qur‟anul Karim beserta terjemahannya. Dan pada saat itu ia tidak sengaja membuka tepat pada surat An nur ayat ke 26 “wanita yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang ditudukan oleh mereka (yang menuduhitu) bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (Surga), (Terjemahan Qur‟an Surah AnNur ayat 26)”.

Tangannya lalu bergetar setelah membaca mazhab Allah tersebut. Begitupun dengan hatinya, karena begitu dalam isi dan maknanya dari ayat tersebut. Dia yang minim akan pengetahuan agama itu semakin penasaran terhadap ayat Allah yang satu itu.

Perlahan ia menutup Al Qur‟anul Karim dan menciumnya lalu ia mengangkat kepalanya, entah tak tau kenapa seolah-olah ada yang membisiki hatinya untuk menoleh ke arah belakang, tiba-tiba kain biru yang menjadi Hijab itu, tertiup oleh hembusan angin yang begitu sejuk.

Tepat didepan pandangannya seorang wanita yang tengah menunduk membaca sebuah kitab bersama ke tiga wanita lainnya.

“Apakah yg memakai mukena putih itu, Azzahra?” Tanya hati Hasan.

Karena batinnya merasa ditatap , wanita bermukena putih itu (Azzahra) mengangkat wajahnya menatap kedepan melihat seorang pemuda yang menatapnya.

Dia lalu menunduk malu dan semilir angin pun berhenti, maka hijab pun kembali menutupi pandangan itu. Baru kali itu dia menatap wanita yang sejuk dalam tatapan, “Subhanallah laksana Bidadari surga yang turun ke dunia, wanita langit yang membumi, bidadari yang berselimut manusia” rasa decak kagum menyelimuti hatinya, terus bergejolak, menancap dan menusuk-nusuk relung hatinya. Namun seketika itu, “Astaghfirullah”, gumam hati Hasan membangunkan angan-angannya.

Hasan pun menggeleng-gelengkan kepalanya karena rasa takut tiba-tiba hinggap dihati sanubarinya, karena rasa bersalah telah memandangi wajah yang bukan makramnya

dihati sanubarinya, karena rasa bersalah telah memandangi wajah yang bukan makramnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
dihati sanubarinya, karena rasa bersalah telah memandangi wajah yang bukan makramnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

secara berlebihan ditambah takutnya akan jatuh pada zina mata. Karena dia penah mendengar ada yang mengatakan hati-hatilah dalam memandang karena pandangan itu adalah salah satu panah yang ditancapkan oleh iblis melalui mata kemudian membius hati dan pada akhirnya melemahkan iman.

Adzan Isya berkumandang, Hasan pun keluar menuju tempat perwudhuan dan Zahra beserta ketiga temannya, Iffah, Izzah dan Haura menutup kajian shiroh Fatimah Azzahra, sambil sunyam-senyum karena begitu menggelitik dan menggelikannya cara si Ummu Abiha dalam meminta maaf ke si Abu Hasan. Memang itulah letak romantisnya kisah cinta yang berorientasikan keimanan dan ketaatan.

Sehabisnya shalat isya, Hasan ragu-ragu, terengah-engah, bingung, bimbang dan

Andilau; Antara Dilema dan Galau akan pilihan hatinya, untuk mendatangi Zahra atau mengurungkan niatnya untuk berkenalan dengannya.

Enggak? aaaahhhhh,,, udahlah nanti esok hari saja, malulah

sama temen-temennya, takutnya ada fitnah dari warga dan hal itu juga nanti akan mengakibatkan syetan ikut masuk dalam percakapan antara kami”. Gumam hati Hasan yang bergejolak.

“Jadi?…. Enggak?…. Jadi?…

Akhirnya Hasan memutuskan untuk esok harinya berkenalan dengan Zahra, lewat pak Husen untuk menemaninya pergi kerumah Zahra. Karena kalau megandalkan kelima temannya pasti mereka akan kembali meledek. Pikir Hasan saat itu.

megandalkan kelima temannya pasti mereka akan kembali meledek. Pikir Hasan saat itu. Cinta Dalam Diam `
megandalkan kelima temannya pasti mereka akan kembali meledek. Pikir Hasan saat itu. Cinta Dalam Diam `

ISTANA SI GADIS PERMATA

Besoknya, Hasan meminta untuk diantarkan kerumah gadis Permata oleh pak Husen, namun pak Husen sendiri ada pekerjaan yang mengharuskan pak husen untuk menyelesaikannya. Kemudian pak husen menyuruh kembali kepada anak perempuannya yang masih kecil, kira-kira umur 13 tahun. Namanya Lilis Aisyah yang masik duduk di bangku kelas VII SMP, untuk mengantarkan Hasan ke rumah dimana Zahra tinggal.

Hasan masuk ke kamar, kemudian bersalaman dengan kelima temannya yang tengah asyik main games Point Blank di Laptop Hasan.“Bro, do‟akan gue, semoga perkenalanku dengan si Dia berhasil” Ucap Hasan sembari menyalami kelima temannya.

Semua serentak menjawab “Aamiin”.

“Sukses bro” sahut Adi.

“Yongkru

bro”

balas

Hasan.

“Langka.

Kenapa

mereka

tidak meledek?

malah

ngedo‟ain. Udahlah, Alhamdulillah berarti mereka telah sadar” bisik hati Hasan.

Di ruang tamu “Lis, lis” teriak pak husen

“Iya, ada apa pak” sahut lilis keluar dari kamarnya

“Ini tolong antarkan Mas mu, ke rumahnya teh zahra”

“Siap pak” jawab lilis dengan semangat

Sesampainya ditujuan, hanya sebuah rumah yang beratapkam rumbia, berdindingkan sulaman bambu dan berlantaikan tanah.

Benar, Tepat sekali! Zahra adalah satu dari jutaan rakyat Indonesia yang mengalami hal serupa. Kemiskinan. Hidup serba keterbatasan dan serba kekurangan, itulah yang dialami si gadis permata. Ironi sekali memang, di Negeri yang kaya raya, bersumber daya yang melimpah ruah, namun fakta menunjukkan; Sampai pada tahun 2013 angka kemiskinan meningkat jadi 11,8512,10 persen. Per September 2012 warga miskin indonesia berjumlah 28,594 juta (11,66 persen). Pada akhirnya, yang miskin akan bertambah populasi kemiskinannya sedangkan yang kaya akan bertambah harta kekayaannya.

“Assalamu‟alaikum” ungkap Hasan dan lilis berbarengan sambil mengetuk pintu. “Wa‟alaikumussalam” balas Zahra, dengan untaian senyum manis khasnya membukakan pintu. Zahrapun, mempersilahkan mereka masuk dan duduk di kursi reyod yang sudah tidak layak

mempersilahkan mereka masuk dan duduk di kursi reyod yang sudah tidak layak Cinta Dalam Diam `
mempersilahkan mereka masuk dan duduk di kursi reyod yang sudah tidak layak Cinta Dalam Diam `

olehnya.

Kemudian ia menyuruh mereka untuk menunggu sebentar, setelah mendengar panggilan dari

terhadapnya.

seorang

lagi

untuk

dipakai.

Lalu

wanita

dihidangkan

sebuah

tua

teh

manis

“Tunggu sebentar ya, aku mau kebelakang dulu, ibu memanggil” Ungkap zahra berlari

suara.

“O, Ya, Silahkan”. Jawab Hasan dan Lilis singkat.

menuju

arah

letaknya

Zahrapun kebelakanng menemui wanita tua tersebut kemudian menyahutinya. (apabila

dipanggil

oleh orang

tua, sebaiknya kita menemui

mereka dulu

baru menyahutinya).

“Labayka Ya Ummi?, Ada apa wahai Ibuku?”, Tanyanya dengan lembut.

Rupanya ibu tersebut meminta untuk dimandikan. Dialah satu-satunya keluarga yang masih dipunyai Zahra, Seorang ibu yang sudah sangat tua renta, berjalan sudah tidak mampu dan anggota tubuh yang lainnya tidak bisa digerakkan lagi.

Ibu yang dimana, sudah mengandung selama 9 bulan, tidur susah apalagi berjalan kesana-kemari. Namun ia tak kenal lelah dan tak kenal menyerah, hingga tibalah waktu yang di nantikan, lahirnya sang jabang bayi. Ia susui dengan penuh cinta, kasih dan sayang. Dekapan peluknya menghangatkan, buaian tangannya sangat merindukan. Seandainya tinta lautan memaksa kita untuk menuliskan kasih sayang akan sosok “IBU” dari mulai

dikeluarkan dari rahimnya sampai sekarang, sulit rasanya tangan kita untuk bisa digerakkan dan diayunkan di atas kertas. Mungkin sebuah Syair ini yang mampu menggambarkan sosok

seorang

dari

Ibu;

“Seorang

wanita

tua,

yang

senantiasa

memiliki

duka

derita,

kadang

memiliki senyum yang abadi, kini tertulis dan terbaca jelas dengan seuntai

kata-kata itu, yang mana dari ujung rambut sampai ujung telapak kaki,

Sesosok

wanita

tua,

yang

masih

senantiasa

dengan

nama

Ibu,

yang

berkorban untuk kami, Kami ucapkan beribu-ribu terima kasih dengan restu

dan ampunanmu, Ibu dengan tulus setia telah melahirkan kami kedunia ini

dengan berpuluh lakon yang kau lahirkan, yang mengubah nasib sejarah

manusia, Masih dengan wanita tua itu, yang masih dan masih dengan

nama ibu yang selalu memberikan kasih sayangmu pada kami, dengan tiga

patah kata purba, yang diatas pundaknya ada setiap anak tegak dengan

berdiri, menjangkau bintang-bintang yang bertaburan diatas sana, dengan

hatinya dan janjinya”.

bintang-bintang yang bertaburan diatas sana, dengan hatinya dan janjinya”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 19
bintang-bintang yang bertaburan diatas sana, dengan hatinya dan janjinya”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 19

Sejalan dengan itu, Allah juga merokemendasikan kepada insan manusia untuk berbuat baik dan berlemah lembut pada kedua orang tua.

Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S.Al-Isra ayat 23-24).

Begitupun juga akan rahmat dan kasih sayang Allah pada kita, selaku Hamba dan Makhluk-Nya. Mudah-mudahan bukan hanya kita mengakui Allah sebagai sang Kholiq melainkan Allah juga mengakui kita sebagai Makhluk-Nya yang Al-Khair (yang terbaik). Yang sungguh Nikmat-Nya tidak bisa terhitung, tidak bisa terdefinisikan dan takkan mungkin dapat tertuliskan oleh tinta samudera sekalipun. „ Fabiayyi Alaa 'Iraabikumaa Tukadzdzibaann‟ , Maka nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita dustakan?‟. Itulah Firman Allah yang di ulang-ulang sebanyak 31 kali dalam Q.S Ar Rahman. Sebuah bait penegasan dari Allah untuk Manusia, bahwasanya wajibnya untuk Bersyukur setiap desah nafas.

Padahal kalau kita telaah dan menerawang jauh Firman Allah dalam Q.S Ar Rahman ayat 1-13. Kita tidak bisa mengelak lagi untuk tidak pandai bersyukur. Kita akan sadar dan senantiasa mengucap syukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah kasihkan kepada kita.

Allah yang Maha pemurah (1), yang telah mengajarkan Al Quran (2), Dia menciptakan manusia (3), mengajarnya pandai berbicara (4), matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan (5), dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan Kedua-duanya tunduk kepada nya (6), dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7), supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu (8), dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9), dan Allah telah meratakan

dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9), dan Allah telah meratakan Cinta Dalam Diam
dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9), dan Allah telah meratakan Cinta Dalam Diam

bumi untuk makhluk(Nya) (10), di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang (11), dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya (12), Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)

Sejalur dengan itu, Allah juga memberi peringatan keras bagi mereka (Manusia) yang kufur akan Nikmat Allah.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S Ibrahim : 07)

Nikmat hidup? sehat? sakit? kaya? miskin? lapang? sempit? Nikmat muda? tua? bernapas? bergerak? berjalan? berkedip? bersuara? mendengar? melihat? meraba? mencium? atau rutinitas hidup lainnya? yang mana lagi yang akan kita dustakan? Bersyukurlah sepanjang waktu. Muhasabah Diri setiap saat. Memantaskan diri setiap langkah. Habisi Galau kita “It‟s Time For Hijrah”.

*Zahra hidup hanya bersama ibunya dari kecil karena ayahnya meninggal dunia ketika Zahra berumur 5 bulan, akibat mengidap penyakit batuk yang sudah 3 tahun menjalar dan menggerogoti tenggorokan ayahnya.

Karena secara finansial Zahra sendiri tidak mampu membawa ayahnya pergi ke rumah sakit, yang mengakibatkan zahra berani menggadaikan nyawa ayahnya yang tercinta dengan kematian. Miris memang mendengarnya, karena kesehatan di negeri kita begitu mahal sekali, harga biaya ke rumah sakit itu hanya diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai uang. Orang miskin dilarang sakit! Itu lah semboyan kesehatan yang masih di pakai di negeri antah berantah ini, semboyan yang memang tidak tertulis. karena faktor ex yang selama ini senantiasa ditutup-tutupi dan faktor biaya yang mengharuskan bahwasanya orang miskin itu dilarang sakit!. Biaya rumah sakit itu = mereka (orang miskin) bekerja selama 1 tahun penuh bahkan lebih, untuk bisa melunasi biaya rumah sakit.

Ironi memang, katanya negeri kaya, laksana tanah surga, entahlah. katanya dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, tetapi realitanya dari rakyat, oleh rakyat namun untuk penguasa dan pengusaha. (Mereka yang mempunyai modal dan mempunyai

namun untuk penguasa dan pengusaha. (Mereka yang mempunyai modal dan mempunyai Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
namun untuk penguasa dan pengusaha. (Mereka yang mempunyai modal dan mempunyai Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

uang). Katanya juga kesehatan itu adalah jaminan dari pemerintah, untuk rakyatnya, seperti yang tercantum dalam UUD 45 no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sekali lagi, entahlah.

*Dialah yang memandikan ibunya tersebut setiap pagi dan petang, membuang hajatnya, menemaninya tidur. (Suatu saat orang tua kita akan seperti itu. Dan kita harus ikhlas melayaninya seperti mereka telah ikhlas melayani kita semasa kecil dahulu. Pertukaran waktu yang pastinya akan terjadi).

Sementara didepan ruang tamu Hasan dengan Lilis, menatap-natap isi rumah Zahra yang sangat jauh dari kata Kesederhanaan.

Hasan dan Lilis dikejutkan dengan puisi yang sangat menyentuh hati, yang menempel pada dinding bambu rumahnya Zahra. Hasan dan Lilis medekat kemudian membacanya perlahan;

Rumahku Surgaku

Walaupun atap rumahku dipenuhi oleh ramat

Aku tetap mensyukuri akan adanya nikmat

Karena dengan itu rizki akan bertambah dan selamat

Inilah #RumahkuSurgaku

Walaupun dinding rumahku bersulam bambu

Aku tetap tersenyum tidak mudah menggerutu

Karena semuanya telah terbungkus rapih dengan ilmu

Inilah #RumahkuSurgaku

Walaupun lantai rumahku beralaskan tanah

Hatiku senantiasa sabar dan sukar meletuskan amarah

Karena lantai bertanah adalah anugerah yang sangat terindah

sukar meletuskan amarah Karena lantai bertanah adalah anugerah yang sangat terindah Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
sukar meletuskan amarah Karena lantai bertanah adalah anugerah yang sangat terindah Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Inilah #RumahkuSurgaku.

Kemudian datanglah Zahra setelah usai menyelesaikan tugasnya. Hasan dan Lilis pun sontak langsung duduk kembali.

“Afwan,

lama

menunggu”

ucap

zahra

sambil

duduk

“oh

gapapa,

santei

saja”

sahut

Hasan

“Oia, teh Zahra ini ada tamu dari Jakarta yang tengah mengadakan KKN di desa kita dan katanya ingin berkenalan sama teteh”, ungkap lilis sambil melirikkan mata kanannya kearah Hasan. Sambil menatap wajah Hasan “Afwan sebelumnya, mas ini yang kemarin malem shalat

maghrib dan isya di masjid Al-Istiqomah, bukan?”

Sela

Zahra

“Iya”,

Hasan

tertunduk

malu

Zahra tersenyum tanpa ada kata yang ikut menemani senyumannya.

“Teh puisi yang itu, asli karya teteh?” timbal Lilis sambil nunjuk ke arah puisi yang tertempel di dinding rumbia.

“Iya. Alhamdulillah lis” balas Zahra

“Wah bagus sekali, teteh suka nulis ya”

“Enggak juga lis. Itu Cuma iseng”

“Wah yang isengnya aja sangat bagus apalagi yang seriusnya ya?” sahut Hasan

Kemudian Zahra diam dan kembali mengukir senyumannya yang sangat indah.

Zahrapun memang menyambut dengan senang hati kedatangan mereka berdua, namun tidak berlebihan.

menyambut dengan senang hati kedatangan mereka berdua, namun tidak berlebihan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 23
menyambut dengan senang hati kedatangan mereka berdua, namun tidak berlebihan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 23

JANGAN PEGANG TANGANKU

Hasan yang mempunyai senyuman manis dengan sebuah lesung pipit di pipi kanannya. Ternyata memiliki kesamaan dengan Zahra yang mempunyai senyuman manis

dengan sebuah lesung pipit di sebelah kiri pipinya. Kemudian Hasan mengulurkan tangan,

namanya;

menyampaikan “Hasan Al Rasyid”, singkatnya.

Namun Zahra membalas uluran tangan perkenalan dari Hasan, dengan membiarkan tangan Hasan mengayun di udara. Lilispun tersenyum tujuh rupa karenanya. Sontak hasan tersipu malu dibuatnya. Karena Zahra mengerti dan paham betul bahwa didalam agama islam tangan Ikhwan (laki-laki) dengan tangan Akhwat (perempuan) tidak boleh bersentuhan apalagi saling berjabat tangan. Zahrapun seraya menunduk; “Ana, Azzahra Khoerunnisa”.

Terjadilah percakapan singkat antara mereka berdua, tapi tetap walaupun mereka sedang asyik bercakap-cakap namun antara mereka ada batasan senti meternya, tentunya ada juga yang menemani percakapan antara keduanya yakni Lilis Aisyah, anak tunggal pak Husen Al- Baghdadi.

Sambil meremas-remas jari tangan, melipat-lipat baju bagian bawah, menggoyang- goyangkan kakinya. Hasan pun memberanikan diri, mengutarakan maksud kedatangan

dirinya “eu eu eu, maksud ke mengenal dek zahra

Maklumlah aku pendatang didesa ini”. Ungkap Hasan dengan muka merah merona serta

keringat yang mengucur deras membasahi telapak tangannya.

lilis; anu, aku hanya ingin lebih

dengan kedatangan kami berdua kesini, a

langsung

dari

orangnya,

ke

a

secara

bukan

dari

mulut

orang

lain.

Zahra hanya diam dan bisa tersenyum. Gumam hati zahra bertanya “pantesan aku belum pernah melihat sosok wajahnya di desa ini, hanya sekilas ketika di masjid al-istiqomah saat itu”.

gugup

”Gi

gi

gimana

dengan

dek

Zahra,

bolehkah?”

tanya

Hasan

dengan

”Boleh”… Dengan suara yang amat lembut, asli, tanpa dibuat-buat.

Diam

sejenak

Afwan sebelumnya, dek Zahra tinggal di rumah ini hanya bersama ibu?, lantas ayah, kakek,

nenek, adek, kakak pada kemana?

di rumah ini hanya bersama ibu?, lantas ayah, kakek, nenek, adek, kakak pada kemana? Cinta Dalam
di rumah ini hanya bersama ibu?, lantas ayah, kakek, nenek, adek, kakak pada kemana? Cinta Dalam

“hiks

hiks

hiks…

, „hening seketika‟. Hasan dan lilis kaget dan panik karena melihat Zahra

meringik menangis.

“kenapa mas, teteh Zahra” bisik lilis pelan ke Hasan.

Gak tau lis, mungkin ada perkatan Mas yang salah atau melukai hatinya?”

Dengan deraian air mata yang membanjri kelopak matanya, zahrapun mengungkapkan.

Mereka memang sudah lama meninggal, ayah meninggal karena

mengidap penyakit batuk yang sudah 3 tahun menggerogotinya. Kalau Kakek-nenek meninggal karena tertimpa pohon yang besar ketika kakek-nenek mengambil kayu di sawah saat hujan lebat untuk keperluan sehari-harinya, sedangkan Kakak mempunyai penyakit paru-paru. Karena kami tidak mempunyai uang untuk dibawanya ke rumah sakit, akhirnya

Aku gak punya adek

Mas”. Ungkap Zahra sambil mengusap air matanya yang deras menggelinang membasahi

wajah

“Astaghfirullah, Afwan, afwan, mas bukan bermaksud untuk membuat dek Zahra bersedih dan menangis. sekali lagi, Afwan” Hasan serasa bersalah. “Ah, ga papa, emang ini sudah suratan takdir dari Allah kok, mereka semua milik Allah, maka sudah sewajarnya Allah mau mengambil kembali milik-Nya. Aku, Mas Hasan dan Lilispun akan mengalami hal yang sama. Yakni Kematian! Siap ataupun belum siap pasti akan kebagian juga jatah dari Sakaratul Maut. Tidak bisa dimundurkan ataupun dimajukan. Mudah-mudahan kematian kita dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin Allahumma Aamiin” Zahra masih dengan senyuman tiga jarinya yang masih menyelimuti rongga wajahnya. “Masya Allah ini manusia atau bidadari sih” Hati Hasan keheranan. “Ya benar Wanita

putihnya.

nyawa kakak tidak tertolong. Dan adek

“Hiks

Hiks

Hiks

terhenti dan tersenyum

jilbab

dan

langit yang membumi. Akhlak dan perangainya tinggi bagaikan langit dan rendah hatinya bagaikan bumi” ungkap hati Hasan begitu yakin.

Lilis hanya diam, bak batu, yang setia menjadi pendengar pembicaraan mereka berdua. Seolah tidak mau mengganggu percakapan antara mereka berdua.

“Aamiin Yaa Rabb, emangnya sekarang Ibu dek Zahra punya penyakit apa?” tanya Hasan

“Ibu lumpuh total” Jawab Zahra

“Apa?” Hasan dan lilis kaget!

tanya Hasan “Ibu lumpuh total” Jawab Zahra “Apa?” Hasan dan lilis kaget! Cinta Dalam Diam `
tanya Hasan “Ibu lumpuh total” Jawab Zahra “Apa?” Hasan dan lilis kaget! Cinta Dalam Diam `

“Semuanya berawal dari semenjak kematian berantai itu terjadi, dari mulai kematian ayah, kakek, nenek dan kakak. Ibuku melamun, ya, terjadilah seperti sekarang ini, Ibu Lumpuh total akibat lamunannya yang sangat over, niatnya sih ingin bawa ibu ke rumah sakit, namun apalah, aku tidak punya uang untuk membawa ibu ke rumah sakit mas, kami hanya bersikap pasrah pada keadaan” Zahra menjelaskan

Hasan dan Lilis menangis dalam pendengarannya.

“Ternyata masih ada yaa Allah manusia yang tidak seberuntung diriku, terima kasih atas pembelajaran berharga semua ini yaa Rabb” ungkap hati mereka berdua.

Setelah beberapa pertanyaan yang hasan ajukan, dengan indah zahra menjawab sebaik- baiknya. Yang membuat hati hasan semakin kuat untuk niat mengkhitbahnya.

Hening “Boleh aku dan Lilis bertemu dengan ibu dek Zahra”

sejenak.

“Iya, Diantarkanlah Hasan dan lilis ketempat ibu Zahra berada.

boleh”

Sesampainya ditempat, dikamarnya Zahra sekaligus kamar Ibunya. Hasan dan Lilis duduk disamping kanan dan Zahra duduk disamping kiri ibunya.

“Bu, ini aku Hasan pemuda kota yang tengah melakukan KKN di desa ini dan ini anaknya pak Husen, Lilis”. Sambil memegangkan tangan ibu zahra ke pipinya Lilis. “Sekarang ada di samping ibu. walaupun ibu tidak bisa mendengar suara kami dengan jelas, namun hati kecil ibu pasti mendengarnya. Aku dan Lilis senantiasa mendo‟akan, semoga ibu lekas sembuh seperti sedia kala dan ibu sangat beruntung sekali memiliki anak sebaik dan setegar zahra” Tak terasa hasan meneteskan air mata.

“Aamiin” sahut Lilis dengan deraian air mata membasahi kelopak matanya. Terharu mendengar pernyataan yang terlontar dari mulutya hasan. “Allahumma robbannas adzhibilba‟ sa isyfi antasysyafi illa'a la syifauka syifa‟ an la

yughodiru

“Ya Allah Wahai Rabb segala manusia, hilangkanlah penyakitnya, sembukanlah ia. (hanya)

saqoma.

Engkaulah yang dapat menyembuhkannya, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan dariMu, kesembuhan yang tidak kambuh lagi.” Do‟a Hasan sambil membisikan ke telinga

ibunya

“Aamiin Allahumma Aamiin”, ungkap lilis dan Zahra mengiringi, ditambah dengan isak

Zahra

Allahumma Aamiin”, ungkap lilis dan Zahra mengiringi, ditambah dengan isak Zahra Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Allahumma Aamiin”, ungkap lilis dan Zahra mengiringi, ditambah dengan isak Zahra Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

keduanya.

karena lilis merasakan betul bagaimana rasanya kalau kehilangan sosok seorang ibu yang amat dicintai. Lilis bernasib sama seperti halnya zahra yang hidup seatap berdua, namun lilis hanya berdua dengan ayahnya sedangkan Zahra berdua dengan ibunya

tangis

yang

luar

biasa

dari

Karena takut mengganggu waktu Istirahat Zahra dan Ibunya, Hasan dan Lilispun pamit pulang. Namun sebelum lekas pulang, hasan memberikan sedikit buah-buahan untuk Zahra dan Ibunya sebagai pelara hati untuk mereka berdua. “Ini ada sedikit buah-buahan buat dek zahra dan untuk ibu, semoga bermanfaat dan awas loh harus dimakan jangan enggak,”, hasan memberikan hadiah seraya tersenyum “Syukron Jiddan atas semuanya Mas dan tak lupa juga Syukron buat Bidadari kecilku, Lilis. mulai dari kedatangan, do‟a dan buah-buahannya. Iya, In Sya‟ Allah pastinya akan dimakan, sampai habis.” Jawab zahra meyakinkan seraya tersenyum. “Yaudah, mas dan lilis pamit pulang, salam saja buat ibu semoga lekas sembuh seperti sedia kala dan untuk dek Zahra kuncinya 2, SABAR! Dan IKHLAS!”.

Saat itu Hasan tambah akrab dan tidak canggung lagi pada zahra.

“ya, nanti aku sampaikan ke Ibu, Aamiin Allahumma Aamiin”

“Assalamu‟alaikum”, ucap Hasan-Lilis berbarengan,

“Wa‟alaikumussalam” Jawab Zahra sambil menutup pintu perlahan.

berbarengan, “Wa‟alaikumussalam” Jawab Zahra sambil menutup pintu perlahan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 27
berbarengan, “Wa‟alaikumussalam” Jawab Zahra sambil menutup pintu perlahan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 27

BAIT EPISODE YANG TAK TERLUPAKAN

Minggu kedua rombongan KKN UI sudah mulai dengan kesibukannya, mengurus ini-

itu untuk kepentingan program. Bertambah hari, kelompok Hasan en the genk semakin solid.

Mereka sudah saling memiliki, saling berbagi, bahkan saling menguatkan. Soliditas tim inilah

yang membuat berbagai pekerjaan dilalui dengan mudah.

Di tengah kesibukan mereka, masih ada saja cerita lucu yang muncul. Kelucuan itu meluncur

deras dari masing-masing karakter individu dalam rombongan KKN yang sebenarnya. Hasan

misalnya, seorang kaleman dan sederhanawan yang sempat sakit demam karena malarindu pada sosok Azzahra.

Setipe dengan Hasan, dua orang lagi bernama Adi dan Amir. Ia memang tidak se-fanatik Hasan dalam merindukan seseorang, namun rindunya unik membuat orang lain yang melihatnya seperti orang kesurupan. Banyak yang bilang, “Adi dan Amir kayak orang yang tengah kesurupan, masak bu RT dan bu kadus dibilang Aisyah (Wanita khitbahannya Adi) dan Munaroh (Wanita khitbahannya Amir).” Berbeda lagi dengan Ginanjar, seorang laki-laki latah. Ia biasa dipanggil dengan sebutan “Lelaki KTT (Kelatahan Tingkat Tinggi)”. Bicaranya akan ceplas-ceplos ketika ada yang mengagetkannya, suka bercanda dan selalu menjadi hiburan tersendiri bagi yang lainnya. Meski begitu, hatinya tulus dalam membantu sesama teman.

Abdul dengan wajah sangarnya dan Diki dengan suara kerasnya yang selalu menjadi cerita tersendiri dalam kehidupan mereka.

Bermula dari canda, mereka menyatukan karakter individu, melebur egoisme dan ambisi demi sebuah kebersamaan. Canda itu menumbuhkan cinta. Bukan cinta dalam pengertian romeo and julliet ataupun romi dan juleha cinta mereka melebihi itu. Kisah saat sarapan bersama, makan siang bersama, main games PeBe bareng, ngutang gorengan kompak atau makan malam bersama yang ditemani dengan nyamuk-nyamuk yang genit menunjukkan kecintaan mereka terhadap sesama anggota kelompok. Cinta berbuah menjadi Persahabatan. Persahabatan mereka tanpa membedakan status sosial, yang membungkam karakter individu. Seolah rasa cinta dan canda tersebut melebur menjadi satu dalam kisah persahabatan mereka.

Jam 8 pagi. Rapat untuk praktek KKN pun digelar, dikantor pemerintahan desa Jodoh Mulya didampingi oleh Kades (Kepala Desa), Kadus (Kepala Dusun), pak RW (Rukun Warga), pak RT (Rukun Tetangga) atau biasa disebut Pamong desa setempat. Untuk

Warga), pak RT (Rukun Tetangga) atau biasa disebut Pamong desa setempat. Untuk Cinta Dalam Diam `
Warga), pak RT (Rukun Tetangga) atau biasa disebut Pamong desa setempat. Untuk Cinta Dalam Diam `

merumuskan serta mendiskusikan serta menganalisis dalam upaya penjernihan air sungai “Pada Walungan” yang kotor dan tercemar. Yang terletak di sebelah selatan desa Jodoh Mulya yakni perbatasan dengan desa Sugih Mulya. yang tadinya kotor agar jadi bersih dan bisa dipakai oleh warga setempat dengan cara pemanfaatan dari proses adsorbsi. Serta perumusan program kerja lainnya.

Semua yang hadir dalam rapat merapihkan posisi duduknya untuk siap menerima pemaparan dari Hasan tentang proses Adsorbsi. “Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu‟alaikum Wr.Wb. Okeh langsung saja, untuk penjernihan sungai pada walungan kita harus menggunakan proses adsorbsi. Dimana proses Adsorbsi itu sendiri adalah peristiwa muatan oleh permukaan-permukaan partikel koloid. Adsorbsi terjadi karena adanya kemampuan partikel koloid untuk menarik (ditempeli) oleh partikel-partikel kecil. Kemampuan ini disebabkan adanya tegangan permukaan koloid yang cukup tinggi, sehingga bila ada partikel yang menepel akan cenderung dipertahankan pada permukaannya. Sifat Adsorbsi pada koloid menyebabkan koloid bisa digunakan dalam proses penjernihan air, air yang keruh dapat dijernihkan dengan penambahan tawas atau K 2 SO 4 Al 2 (SO 4 ), koloid Al (OH) 3 , yang terbentuk akan mengadsorbsi menggumpalkan dan mengendapkan kotoran-kotoran dalam air” Ungkap Hasan menjelaskan pada semua yang hadir dikantor pemerintahan desa.

Namun, Tiba-tiba ketika Hasan meneruskan penjelasannya, Adi, Abdul, Amir, Diki, Ginanjar dan Pamong desa pun tengah asyik mendengarkan, lewatlah perempuan yang tak asing lagi dimata Hasan. Yang mengenakan kerudung hitam yang dibalut dengan Jilbab Batikya yang menawan melewati jalan kantor pemerintahan desa membawa sepeda Phoenix hijaunya yang sangat kecil-mungil.

„Hening seketika‟… Semuanya tertohok melihati sosok perempuan berkerudung hitam dan berjilbab batik itu…

“Wow keren” ucap Ginanjar.

“Gurih-gurih enyoy” timbal Abdul.

“ Alhamdulillah” balas Diki dengan suara kerasnya yang mencairkan keheningan.

“Haura Al-Humaeroh, Sahabat ngajinya dek Zahra”, Gumam hati Hasan

“Subhanallah anggunnya” lalu sebuah ayat melintas dalam benak pikiran Hasan,

“Subhanallah anggunnya” lalu sebuah ayat melintas dalam benak pikiran Hasan, Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 29
“Subhanallah anggunnya” lalu sebuah ayat melintas dalam benak pikiran Hasan, Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 29

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat (TQS. Annur : 30).

Astaghfirulloh”, Hasan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya, “aaaah menyingkirlah penyakit hati”, ungkap hasan pada dirinya.

Merasa ditatap, Haurapun mengencangkan gas pedal sepedanya, dengan cepat,, Besiiitttt…

Seketika itu haura tak ada lagi dihadapan mereka

pun, menundukkan pandangan dan meneruskan kembali diskusinya.

Hasan, kelima temannya dan pamong desa

1 jam kemudian

Jam

9 pas tepatnya. Diskusipun selesai, mereka berhasil mengantongi 3

progam kerja yang telah tersusun dan terencana rapih dalam draft rapat. Diantaranya:

1. Yang sudah pasti adalah program pembersihan Sungai pada Walungan. Karena sungai pada walungan dianggap perlu untuk dibersihkan karena sungai tersebut adalah sungai yang strategis tempatnya. Sungai yang menjadi penghubung antar desa Jodoh Mulya dengan desa yang lainnya.

2. Bimbingan Belajar Teknologi dan Komunikasi

Merupakan salah satu program yang ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat desa Jodoh Mulya, didalam bimbingan belajar Teknologi dan Komunikasi terdapat pengenalan terhadap komputer-internet pada masyarakat. Sehingga diharapkan bisa menambah khazanah pengetahuan secara global dan universal.

3. Gerakan Masyarakat Mengaji

Program ini berawal dari keprihatinan Hasan yang melihat isi Masjid Al-Istiqomah saat itu, saat ia pertama kali melangkahkan kakinya masuk ke masjid Al-Itiqomah yang kosong ketika shalat maghrib telah usai. Sebuah gebrakan rohani yang bertujuan agar hati masyarakat desa Jodoh Mulya terpaut pada ayat-ayat Allah yang sangat indah. Sehingga diharapkan berdampak pada munculnya rasa cinta pada masjid serta berlomba-lomba menjadi para pemakmurnya. In Sya‟ Allah lambat laun GMM bukan hanya program kerja KKN namun akan menjadi suatu adat/kebiasaan di masyarakat Jodoh Mulya.

Besoknya, dalam program kerja yang pertama, Pamong desa mengajak Hasan dan kawan lainnya, untuk terjun langsung ketempat yang dituju yakni “Sungai Pada walungan”. Untuk membersihkan air yang ada disana dengan proses adsorbsi.

Pada walungan”. Untuk membersihkan air yang ada disana dengan proses adsorbsi. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Pada walungan”. Untuk membersihkan air yang ada disana dengan proses adsorbsi. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Terpampang jelas dimata mereka begitu kotornya sungai pada walungan. Bongkahan sampah seakan menjadi hiasan tersendiri untuk sungai pada walungan ditambah aroma busuk yang sangat menyengat hidung, warna sungainya yang begitu hitam dan sangat kental.

Cukup berlangsung alot dan lama dalam proses penjernihannya. Dengan deraian keringat membanjiri tubuh mereka. Namun, mereka masih kelihatan tetap semangat. Dan pada akhirnya setelah menghabiskan 5 jam. Dimulai dari jam 8 pagi sampai dzuhur menjelang, proses Adsobsi pun Sukses dan berhasil cemerlang!

Masyarakat yang melihat proses tersebut langsung turun kebawah memanfaatkan air sungai pada walungan yang sudah bersih dan masyarakat yang tidak hadir melihat proses adsorbsi pun mendapatkan info dari yang hadir akhirnya mereka pun berduyun-duyun mendatangi sungai Pada Walungan yang tadinya sepi, menjadi ramai bak rentetan kereta api. Ada yang cuman liat-liat, ada yang bawa ember (semacam wadah untuk menampung air), ada juga yang mandi dan ada juga yang menyuci pakaian disana.

“Alhamdulillahirrabbil‟aalamiin”, ucap hasan, adi, amir, diki, abdul dan ginanjar dengan penuh syukur atas keberhasilan program mereka. Hasan teringat akan pepatah mengatakan “Man Jadda Wa Jada, Siapa yang besungguh-sungguh maka dia akan berhasil” Dan pihak pamong desa pun mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada mereka atas jasa, tenaga dan pikirannya demi tersukseskannya penjernihan sungai pada walungan itu.

“Terima kasih bapak ucapkan pada kalian atas usaha yang sangat optimal sehingga terselesaikannya program pembersihan sungai pada walungan ini” ungkap kepala desa pada kelima anggota KKN UI termasuk hasan.

“Justru kami yang berterima kasih kepada desa ini pak, yang telah sudi menerima kami dan telah memfasilitasi semuanya untuk kami, sekali lagi kami ucapkan terima kasih pak” jawab hasan mewakili teman-teman KKN nya.

“Iya” jawab kepala desa singkat.

tiba-tiba dalam keheningan, kepala desa jodoh mulya membangunkan lamunan diantara mereka.

“Oke, sebagai bentuk syukur gimana kalau nanti malam kita gelar acara syukuran. Sebagai wujud syukur atas keberhasilan kita membersihkan sungai pada walungan, gimana?” ucap kepala desa.

“Setuju” sahut anggota KKN UI serempak.

walungan, gimana?” ucap kepala desa. “Setuju” sahut anggota KKN UI serempak. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
walungan, gimana?” ucap kepala desa. “Setuju” sahut anggota KKN UI serempak. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

“Oia, udah masuk waktu

dzuhur kan, Yuk kita tunaikan shalat dzuhur secara berjama‟ah”

ungkap hasan mengingatkan.

Malamnya acara syukuran pun digelar dan berjalan lancar serta meriah. Dengan khidmat do‟a dipanjatkan di awal yang dipimpin oleh pak Husen Al-Baghdadi serta pemotongan tumpeng oleh kepala desa Jodoh Mulya, bapak Hasyim Alfiansyah SE dan gelak canda-tawa menghiasi setiap bait nuansa syukuran tersebut. Namun Hasan masih terlihat gundah gulana seakan ada yang dicarinya dari awal syukuran sampai hampir mau bubaran. Hasan senantiasa melihat setiap sudut tempat acara syukuran. “Kemana yah zahra kok tidak

kelihatan, padahal aku ingin memberikan sepucuk surat ini untuknya. Emm

Mungkin dia

tidak terbiasa dan tidak mau untuk keluar rumah pada malam hari. Nanti sajalah pas hari perpisahan KKN. Aku titipkan ke lilis untuk dikasihkan ke zahra. Kalau seandainya dikasihkan sekarang aku rasa belum tepat dan belum saatnya” gumam hati hasan melihat secarik kertasnya yang terbungkus rapih oleh balutan amplop biru dengan hiasan pita yang sangat indah.

Minggu ketiga. Anggota KKN UI mengumpulkan warga di lapangan desa yang berdampingan dengan jalan raya lanud sugiri soekani dengan dipayungi tenda yang sudah pamong desa sediakan. Untuk melakukan pelatihan bimbel multi talent. Khususnya masyarakat dikenalkan tentang dunia teknologi komputer beserta koneksi internetnya.

Diawali oleh Adi Permana yang menjelaskan seputar perangkat keras komputer kepada masyarakat dengan peragaan komputer yang sudah ada di hadapan mereka.

“Assalamu‟alaikum. Hadirin sekalian. In Sya‟ Allah hari ini saya akan menyampaikan pelatihan atau apalah disebutnya, hehe.” Adi sambil tersenyum untuk menghilangkan ketengangan “tentang perangkat keras komputer, langsung saja ya, kalau yang ini” sambil Adi menempelkan tangannya pada komputer yang ada disisi kanannya “namanya PC alias Personal Komputer. Yang berbentuk kotak ini namanya Monitor fungsinya untuk menampilkan gambar atau menampilkan layar.”

Ada yang nyeloteh “oh kayak TV ya kak” sahut polos yang terlontar dari anak kecil desa Jodoh Mulya.

“Iya. Benar sekali dek, kayak TV. Siapa namamu dek” tanya Adi ke anak kecil tersebut.

“Alfa kak” jawabnya dengan wajah lucu dan polos

Adi ke anak kecil tersebut. “Alfa kak” jawabnya dengan wajah lucu dan polos Cinta Dalam Diam
Adi ke anak kecil tersebut. “Alfa kak” jawabnya dengan wajah lucu dan polos Cinta Dalam Diam

Masyarakat yang hadir langsung melihat ke arah anak kecil itu.

Ketika Adi hendak meneruskan penjelasannya tentang perangkat keras komputer, “Nah kalau yang dibawahnya itu namanya CPU (Central Procecing Unit). Fungsinya untuk

tiba-tiba terdengar suara gaduh yang terdengar dari arah jalan raya.

Masyarakat yang hadir seketika itu menoleh ke arah jalan raya“Tenang pak, bu serta warga desa lainnya, tidak ada apa-apa, itu cuma suara kendaraan yang tengah berlulu-lalang” Adi mencoba menenangkan warga yang hadir, yang mulai kelihatan panik akan suara gemuruh yang membisingkan telinga bagi siapa saja yang mendengar.

Pamong desa langsung bangun sedangkan Hasan menoleh ke Amir, Diki, Ginanjar serta Abdul dan mereka semua langsung bangkit-bergegas ke arah jalan raya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Dan ternyata suara gaduh yang bergemuruh tersebut berasal dari hentakan kaki dan lemparan batu para pelajar SMP 2 Rizky Mulya dengan SMP 4 Bagja Dunya yang tengah tawuran, memang antara kedua sekolah itu, menurut pamong desa, tidak

pernah damai bagaikan air dan minyak yang tidak pernah bisa bersatu. Seolah sudah menjadi sebuah tradisi perselisihan antar kedua sekolah elit tersebut. Ditangan mereka terlihat parang, pisau belati, celurit serta barang tajam lainnya. Batu2 yang mereka lemparkan mengakibatkan genting2 desa Jodoh Mulya retak-retak, jalur jalan tersendat serta dari pihak keduanya banyak korban berjatuhan. Banyak yang luka-luka, sampai ada yang meninggal 1 orang dari siswa SMP 4 Bagja Dunya. Namanya Muhammad Didin Septiansyah. Korban tewas terkena

bacokan

Korban sempat dibawa oleh warga desa Jodoh Mulya termasuk dari pihak pamong desa dan para anggota KKN UI yang saat itu tepat berada di depan lokasi. Mereka lansung membawa Didin ke RSUD Mugia Pangestu untuk menjalani perawatan. Namun karena terluka parah dan mengalami pendarahan banyak. Maka Didin akhirnya meninggal dalam perawatan tim medis. Dari pihak pamong desa, kejadian tawuran untuk yang ketiga kalinya tersebut segera dilaporkan ke pihak berwajib. Polsek Jodoh Mulya sempat melakukan penyisiran di sekitar

wilayah Jodoh Mulya yang ditengarai bakal menjadi tempat tawuran. Namun, polisi tidak menemukan adanya indikasi tawuran.

pada

leher

belakang saat terlibat tawuran.

Akhirnya Pelatihan Bimbingan Belajar Multi Talent di cancel dan dilanjutkan kembali nanti esok lusa setelah semuanya stabil seperti sedia kala.

dan dilanjutkan kembali nanti esok lusa setelah semuanya stabil seperti sedia kala. Cinta Dalam Diam `
dan dilanjutkan kembali nanti esok lusa setelah semuanya stabil seperti sedia kala. Cinta Dalam Diam `

PELAJARAN ARTI SABAR DAN SYUKUR

Di kamar mereka, Hasan, Amir, Diki, Ginanjar, Abdul serta Adi terus menggeleng2kan kepalanya, karena begitu prihatin atas kejadian yang menimpa generasi muda penerus bangsa saat ini. “Mau dibawa kemana negeri ini, kalau para generasi mudanya sangat doyan dengan tawuran” celoteh Diki dengan suara kerasnya

“Bagaimana para generasi muda bisa benar, wong yang diatasnya juga para dewan perwakilan hobinya korupsi” balas Abdul dengan wajah sangarnya

“Oh, Alangkah lucunya negeri ini Yaa Rabbi” Balas Adi dengan nada sok puitis sembari mengangkat wajah dan tangannya keatas

“lebay lu di” protes Amir dan Ginanjar ke Adi

“Biarin, yang penting happy, hehe” jawab Adi sembari matanya merem-melek

Senyum Hasan merekah tatkala melihat tingkah laku kocak kelima temannya tersebut.

Esok sorenya, ketika Hasan sengaja menelusuri setiap deretan jalan Jodoh Mulya sekalian untuk mengenali lebih dalam lagi akan seluk-beluk desa Jodoh Mulya.

Langkah Hasan menjadi kaku tatkala matanya dikejutkan dengan adanya sepasang laki-laki dengan perempuan yang tengah asyik bersenda gurau. Tampak laki-laki itu menurut Hasan begitu buruk dalam hal rupa. Namun perempuan yang ada disampingnya itu tampak elok rupawan. Hasan berulangkali mengucek-ngucek kedua matanya, masih tetap dengan pemandangan itu. Hasan mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekati mereka. Lantas Hasan bertanya pada perempuan tersebut.

“Maaf teh kalau boleh tau, siapa laki-laki ini” tanya Hasan pelan, menganggap lelaki yang ada disebelah perempuan itu tuli sehingga tidak mendengar apa yang Hasan ucapkan.

“Dia suamiku mas” jawab perempuan itu dengan lembut

Apa?! Teriak hatiku. Maaf sebelumnya, teteh ini menurut saya sangat cantik dan menawan, bagaimana teteh dapat bersabar dengan suami yang jelek? Sungguh, ini adalah sesuatu yang mengherankan bagiku” Hasan meneruskan pertanyannya. “Karena aku mendapatkan wanita seperti dia, maka aku bersyukur. Dan dia mendapatkan suami seperti diriku, maka dia bersabar.” Sahut sang lelaki yang mengejutkan Hasan.

“Astaghfirullah ternyata dia bisa mendengarkan perkataanku, aku kira dia ini tuli” bisik hati Hasan kaget.

dia bisa mendengarkan perkataanku, aku kira dia ini tuli” bisik hati Hasan kaget. Cinta Dalam Diam
dia bisa mendengarkan perkataanku, aku kira dia ini tuli” bisik hati Hasan kaget. Cinta Dalam Diam

Penyesalan Hasan berkecamuk saat itu.

Bukankah orang yang sabar dan syukur adalah termasuk penghuni surga? Tidak pantaskah aku bersyukur kepada Allah atas karunia ini?” Balas sang perempuan.

“Oh afwan jiddan kang, saya kira akang tidak bisa mendengar apa yang saya ucapkan. Sekali lagi afwan” ungkap Hasan serasa bersalah seraya menunduk meneruskan kembali perjalanannya kemudian meninggalkan wanita dan lelaki itu disertai kekaguman, penyesalan serta pelajaran yang begitu berharga tentang Sabar dan Syukur.

Dan kedua pasangan itupun kembali dengan senda guraunya.

Hasan teringat dengan buku yang pernah ia baca ketika masih di Jakarta yakni buku Qashashush Shaalihiin karya Ulama Al Azhar, Dr Mustafa Murad, disana ada kisah yang sama percis dengan kejadian yang sekarang ia alami.

Hari ke-23 mereka bergegas

untuk meneruskan kembali program pelatihan multi

talent yang sempat tersendat dengan insiden tawuran antar pelajar kemarin lusa.

Selama kurang dari satu jam, Kelompok KKN UI dicengangkan dengan kemampuan masyarakat Jodoh Mulya yang semuanya sudah mahir dalam menjalankan program Microsoft Office Word serta sudah khatam akan nama-nama perangkat keras dan lunak dari komputer itu sendiri.

Amir maju kedepan menggantikan Adi. Karena memang gilirannya yang bertugas untuk menjelaskan selayang pandang tentang internet. Sementara kelima temannya duduk menunggu dibelakang. Mengawasi.

“Baiklah kita mulai saja. Amir memulai dengan nada penuh wibawa sembari merapihkan baju batiknya. “Internet adalah akronim dari Interconected Networking. Namun menurut pengertian pada umumnya, Internet adalah Jaringan tingkat global, yang menghubungkan antara komputer satu dengan yang lainnya yang berada di seluruh dunia.” Ungkap Amir menjelaskan. “Oia, sebelum ada yang bertanya. Hehe Amir tersenyum dalam paparannya. internet itu fungsinya untuk berkomunikasi bebas tanpa batas dengan siapapun, dimanapun dan kapanpun yang ada di dunia ini, bisa mencari dan mengumpulkan data secara kompleks yang ada di dunia. Serta menjadikan para penggunanya bertambah wawasan akan ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan dunia maupun ilmu pengetahuan akhirat. Sampai sini, ada yang mau bertanya?” Amir menambahkan.

ilmu pengetahuan akhirat. Sampai sini, ada yang mau bertanya?” Amir menambahkan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
ilmu pengetahuan akhirat. Sampai sini, ada yang mau bertanya?” Amir menambahkan. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Suasana hening mendayu, menandakan semuanya sudah paham dan mengerti akan paparan dari Amir tentang Internet.

“Yasudah kalau tidak ada pertanyaan, kita langsung saja untuk praktek memainkan koneksi internet. Nah, kalau yang kecil ini, yang saya pegang adalah Modem (Modulator demodulator) fungsinya untuk menghubungkan komputer pada jaringan internet. Semua warga mengangguk. Okeh langsung saja. Eh Tapi, nanti pas majunya, harus saling berpasangan satu sama lain, soalnya komputer yang tersedia hanya satu buah. Sambil memegang komputer lapuk yang ada di depan mereka. Tak selang lama, ketika amir

menjelaskan, ternyata 1 buah komputer langsung diserbu dengan kuantitas masyarakat yang

pak, bu, dek antri-antri” teriak Amir di depan, sambil ia

bejibun berjumlah 33 orang. “Hey

menyingkir dari kerumunan warga ditambah dengan teriak Hasan en the genk dari arah belakang menghalau warga yang tengah mengerumuni komputer. Pada akhirnya Mereka mau bersabar dan inginkan ketertiban, mereka saling antri dengan berpasang-pasangan sampai tiba

giliran mereka dipanggil. Acara pun selesai tepat jam 11 siang. “Huft

program kedua pun akhirnya rampung dilaksanakan, walaupun banyak insiden di tengah

perjalanan” Ucap mereka bersamaan.

Alhamdulillah

banyak insiden di tengah perjalanan ” Uca p mereka bersamaan. Alhamdulillah Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
banyak insiden di tengah perjalanan ” Uca p mereka bersamaan. Alhamdulillah Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

KARENA SEGIGIT BUAH MANGGA

Jam pun menunjukan pukul 16.00. Tatkala mereka tengah beristirahat. Dalam keheningan kamar, Hasan sejenak mengulas-ngulas kepalanya, mengingat-mengingat sesuatu

yang masih mengganjal memory otaknya, tiba-tiba, ting

ternyata benar, Jam tangan pemberian almarhum kakeknya yang menurutnya sangat berharga

tertinggal di sungai pada walungan saat ia melakukan proses adsorbsi, minggu lalu.

Muncul bohlam diatas lamunanya,

Hasan pun lekas pergi tanpa pamit lagi pada pak husen, lilis serta kelima temannya.

Adi, Amir, Diki, Abdul dan Ginanjar kaget dan aneh melihat Hasan yang tadi sunyi senyap tiba-tiba berlari-berlari ke arah luar tanpa pamit-permisi.

Kebetulan Pak Husen juga sedang tidak ada di rumah sedangkan Lilis masih sibuk dengan tugas sekolahnya.

Perjalanan yang cukup jauh, hasan memilih untuk berlari-lari ke sungai pada walungan. Hasan terlihat ngos-ngossan, kerongkongannya berubah jadi kering tandus dan Hasan lebih memilih untuk singgah sebentar di sungai pada moro yang airnya sangat jernih. Hasan langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian, Hasan melihat ada sebuah mangga yang terbawa arus sungai, ia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah Hasan memakan segigit mangga itu ia segera berkata "Astagfirullah"

Hasan merasa bersalah karena telah memakan mangga milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Mangga ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus mangga ini. Ku rasa letak pohon mangga ini berada diseberang sana karena letak hulu sungainya berada disana dan pastinya pemilik mangga ini juga, tidak jauh dari letak pohon mangga” pikir Hasan.

Akhirnya Hasan menunda perjalanan untuk mengambil jam tangannya dan memilih untuk pergi menemui sang pemilik mangga dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik mangga. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik mangga. Hasan melihat kebun mangga yang mangganya tumbuh dengan lebat.

"Assalamualaikum

"

ucap

Hasan

 

perlahan

"Waalaikumsalam

wr.wb.".

Jawab

seorang

perempuan

tua

dari

dalam

rumah.

wr.wb.". Jawab seorang perempuan tua dari dalam rumah. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 37
wr.wb.". Jawab seorang perempuan tua dari dalam rumah. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 37

Hasan dipersilahkan duduk dan ia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa Hasan telah lancang memakan mangga yang terbawa

arus

sungai.

"Berapa harus kutebus harga mangga ini agar kau ridha mangga ini aku makan bu tua". tanya Hasan sembari memperlihatkan mangga yang telah ada bekas gigitannya. Mendengar cerita dari Hasan, pemilik pohon mangga terkagum-kagum. Hampir tak pernah ia menemui pemuda seshaleh Hasan. Ia berangan-angan pemuda yang ada dihadapannya itu adalah menantunya.

“Siapa namamu nak?” tanya bu tua pada Hasan.

“Hasan Al-Rasyid bu” jawab Hasan singkat.

Terlintas dalam benak pikir bu tua untuk menjodohkan anak gadisnya dengan pemuda yang tepat hadir menyapa wajahnya. Ya Hasan Al-Rasyid, nama yang tidak asing lagi dalam

tua.

Lalu Ibu tua itu menjawab. "Niatmu sungguh baik, nak. Namun aku telah bersusah payah merawat pohon mangga itu. Tak bisa aku memaafkanmu begitu saja kecuali dengan 1 syarat. Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"

pendengaran daun

telinga

bu

“Baiklah, aku akan terima persyaratan itu bu. Yang terpenting ibu bisa mengikhlaskan mangga yang telah aku gigit” Hasan tertunduk pasrah.

“Pikir-pikir dulu wahai anak muda. Perlu engkau ketahui anakku itu bisu, tuli, lumpuh dan wajahnya pun tidak anggun serta elok” kata bu tua memberi keterangan.

akan menikahi gadis yang

tidak pernah dikenalnya dan gadis itu juga cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi dia pun ingat kembali dengan segigit mangga yang telah dimakannya.

Hasan merenung, tampak berfikir, bagaimana tidak

dia

Nanti saya timbang-timbang terlebih dahulu ya bu. In sya‟ Allah besok atau lusa saya akan kesini lagi menyampaikan jawabannya” Jawab Hasan dalam kedilemaannya.

“Silahkan

pungkas bu tua.

Dan akhirnya Hasan pun segera beranjak menuju sungai pada walungan untuk mengambil jam tangannya yang sudah berapa hari menginap di sungai tersebut. Hasan mengucap syukur karena jam tangannya masih utuh berada dibawah tumpukkan batu kerikil.

syukur karena jam tangannya masih utuh berada dibawah tumpukkan batu kerikil. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
syukur karena jam tangannya masih utuh berada dibawah tumpukkan batu kerikil. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Di minggu terakhir, Hasan, Adi, Amir, Abdul, Ginanjar dan Diki melakukan program KKN yang terakhir yakni Gerakan Masyarakat Mengaji. GMM dibantu oleh Pak Husen Al- Bahgdadi sebagai Tokoh Masyarakat desa Jodoh Mulya serta Pak Abdul Ghofur selaku perwakilan DKM Masjid Al-Istiqomah.

Pak Husen dan Pak Abdul sangat mendukung sekali program KKN yang digelar Hasan dan kelima temannya itu. Tentang Gerakan Masyarakat Mengaji.

Paginya. Diumumkanlah pada warga melalui mic masjid oleh Marbot DKM Masjid Al- Istiqomah.

Tes

tes

cek

cek

Marbot masjid mengetes mic masjid.

“Assalamu‟alaikum Wr.Wb, kepada seluruh warga Jodoh Mulya, in sya‟ Allah nanti sore ba‟da Ashar sampai Isya akan ada pembukaan untuk Pengajian Super, bertempat di Masjid Al-Istiqomah. In sya‟ Allah pengajian tersebut akan diisi oleh para mahasiswa KKN UI. Diharapkan pada semua warga untuk bisa hadir tepat pada waktunya. Sekian pengumumannya, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamu‟alaikum Wr.Wb” ungkap Marbot Masjid dengan mic ditangannya.

Ba‟da Ashar. Warga pun sudah berduyun memadati pelataran Masjid Al-Istiqomah.

“Silahkan masuk, pak, bu, de. In sya‟ Allah pembukaan untuk pengajian supernya akan segera dimulai” Diki dan Ginanjar mempersilahkan warga yang masih duduk dipelataran, untuk masuk kedalam masjid.

“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu‟alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillahirrabil‟alamiin. Puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan hanya kepada Allah SWT karena berkat limpahan karunia-Nya, kita masih bisa melangkahkan kaki kita untuk menghadiri pembukaan Gerakan Masyarakat Mengaji ini. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan pada junjungan kita yakni Habibbana Wa Nabiana Muhammad SAW pada keluarganya, Shahabatnya, para Thabi‟in-Thabi‟atnya dan semoga bukan hanya kita mengakui Allah dan Nabi Muhammad sebagai Rabb dan Rasul kita, meainkan kita juga dihimpun oleh Allah dan Nabi Muhammad menjadi Hamba dan Umatnya yang tetap Istiqomah dalam menapaki jalur kebenaran. Aamiin Allahumma Aamiin.

Yang saya hormati, Kepala Desa Jodoh Mulya beserta pamong desa, Pak Husen dan Pak Abdul serta tak lupa yang saya banggakan teman-teman seperjuangan dan warga desa yang

serta tak lupa yang saya banggakan teman-teman seperjuangan dan warga desa yang Cinta Dalam Diam `
serta tak lupa yang saya banggakan teman-teman seperjuangan dan warga desa yang Cinta Dalam Diam `

telah hadir pada kesempatan kali ini. Untuk mengefektifkan waktu, langsung saja kita buka acara Pembukaan Gerakan Masyarakat Mengaji ini dengan bacaan basmallah.” Ucap Adi sebagai MC.

Semua serentak menjawab “Bismillahirrahmanirrahim”.

Untuk selanjutnya yakni sambutan, yang akan disampaikan oleh bapak Hasyim Alfiansyah S.E selaku kepala desa Jodoh Mulya kepada bapak Hasyim, saya persilahkan.

Pak Kades mencoba merapihkan posisi duduknya.

“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu‟alaikum Wr.Wb.

Para hadirin sekalian yang saya hormati. Kita sudah mengetahui dengan seksama bahwasanya hari demi hari Masjid kita, Masjid Al-Istiqomah sangat miskin sekali akan jama‟ah. Maka tatkala rombongan mahasiswa dari Universitas Indonesia datang untuk melaksanakan KKN disini kami dari desa Jodoh Mulya merasa bahagia mendengarnya. Program Gerakan Masyarakat Mengaji tercetus dari nak Hasan ketika beliau selesai shalat maghrib disini, nak Hasan melihat isi masjid hanya berpenghuni oleh 4 orang yakni Azzahra, Haura Iffah dan Izzah yang lagi sibuk mengkaji kitab. Selain itu tidak ada lagi. Ungkap hasan pada saya, waktu kemarin. Maka timbulah empati dari mereka, khusunya dari nak Hasan sendiri yang hadir pada saat itu, untuk membuat suatu gebrakan rohani bagi Masyarakat untuk giat lagi dalam mengkaji islam dan turut andil dalam barisan para pemakmur masjid. Walaupun mereka tidak akan lama lagi tinggal disini. Karena esok lusa mereka akan pulang kembali ke kota Jakarta, untuk memulai kembali aktivitas hidup sehari- harinya. Namun mereka mempunyai tekad yang sangat mulia yakni sebelum mereka meninggalkan desa Jodoh Mulya, Mereka berkeinginan agar Masjid Al-Istiqomah harus bisa penuh lagi oleh jama‟ah untuk niat ibadah. Shalat, mengkaji islam, belajar islam, belajar Qur‟an secara mendalam. Saya dan kita berharap, semoga Gerakan Masyarakat Mengaji bisa berjalan lancar serta bisa berjalan dengan istiqomah kedepannyaUngkap Pak Kades memaparkan pada warga.

serentak semua menjawab "Aamiin"

“Benarkan, demikian nak?” tanya pak Kades pada Hasan dan kelima temannya.

“Be

Benar

pak” jawab mereka kompak.

Warga yang hadir hanya mengangguk-anggukkan kepala dan saling lirik kanan, lirik kiri antar mereka.

hanya mengangguk-anggukkan kepala dan saling lirik kanan, lirik kiri antar mereka. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
hanya mengangguk-anggukkan kepala dan saling lirik kanan, lirik kiri antar mereka. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Terima kasih pada bapak Kepala Desa yang telah menyampaikan sambutannya.

Untuk

selanjutnya

ada

bait

renungan

untuk

kita

renungi

bersama,

yang

akan

disampaikan oleh bapak Husen Al-Baghdadi. Kepadanya, saya persilahkan.

“Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu‟alaikum Wr.Wb.

Sebelum melangkah lebih jauh, dan agar tidak ada rasa paksaan dalam hati, ketika ikhwan wa akhwat fillah semua melangkahkan kakinya untuk pergi ke Masjid ini, untuk mengaji setelah shalat Maghrib usai. Maka terlebih dahulu saya akan kabarkan azab yang sangat pedih yang Allah turunkan bagi orang yang tidak melaksanakan shalat secara berjama‟ah di Masjid.” Ucap pak Husen dengan nada genting.

Semua orang yang ada di dalam masjid memasang sorot mata yang sangat tajam serta merapihkan posisi duduk mereka masing-masing.

Pak Husen pun membuka kitab Fadhail A‟mal karya Syeikh Maulana Muhammad Zakariyya Al-Kandhalawi yang ada digenggaman tangannya. Perlahan ia buka, Bab 2 Fadhilah Shalat tentang ancaman meninggalkan shalat berjama‟ah ;

Sebenarnya tidak perlu diuraikan mengenai peringatan atau pelajaran agar manusia waspada terhadap ancaman Allah, namun karena Allah SWT dan Rasul-NYA begitu pengasih dan penyayang sehingga dia memberi tahu kita dengan berbagai cara agar kita diselamatkan dari ancaman tersebut. Jika kita masih lengah, tidak menghiraukan peringatan-peringatan dari Allah, maka kita sendiri nantinya yang akan merugi.

Dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw bersabda , “Barangsiapa mendengar adzan dan tidak memenuhinya tanpa ada udzur yang menghalanginya maka shalat yang dikerjakannya tidak akan diterima”.para sahabat bertanya, “apakah udzurnya ?”. Beliau menjawab, “takut atau sakit.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Ibnu Majah- At-Targhib )

Maksud tidak akan diterima shalatnya adalah dia tidak memperoleh pahala dari shalat yang dikerjakannya meskipun kewajibannya telah tertunaikan. Inilah makna hadits-hadits yang menyatakan bahwa shalatnya tidak sah, sebab sifat shalat yang mestinya ada dan sebagai penyebab kehormatan tidak terdapat dalam shalatnya. Inilah pendapat imam kita. Sedangkan para sahabat dan sebagian tabi‟in berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamaah tanpa udzur adalah haram. Oleh sebab itu, shalat berjamaah itu fardhu sehingga banyak ulama yang berpendapat bahwa meninggalkan shalat berjamaah tidak sah shalatnya. Sedangkan mdzhab Hanafi berpendapat sah shalatnya, tetapi ia berdosa karena meninggalkan jamaah. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena

jamaah. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
jamaah. Ibnu Abbas r.a meriwayatkan sebuah hadits bahwa ia berdosa karena Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

mengingkari ALLAH dan Rasul-NYA. Ia berkata “barangsiapa mendengar adzan, lalu ia tidak shalat berjamaah, berarti ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak dikehendaki mendapat kebaikan”. Abu hurairah.r.a. berkata, “ barangsiapa mendengar adzan lalu tidak shalat berjamaah, maka lebih baik dituangkan timah mendidih ke lubang telinganya.” Pak Husen berhenti sejenak untuk menghela nafas sekalian melihat orang yang hadir apakah masih fokus atau semuanya pada mengantuk. Namun semua orang yang hadir masih tetap dalam keseriusannya untuk mendengarkan.

“Alhamdulillah masih pada fokus” kemudian Pak husen kembali melanjutkan,

Dari Mu‟adz bin Anas r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda, “ kebatilan ( yaitu kekufuran dan kemunafikan ) terbesar adalah orang yang mendengar seruan muadzin untuk shalat, tetapi ia tidak memenuhinya”.( HR. Ahmad, Thabrani-At-Targhib )

Sungguh keras ancaman dan celaan dalam hadits ini, sehingga perbuatan seperti itu digolongkan sebagi kufur dan munafik. Seolah-olah ada diantara kita, hal itu tidak mungkin terjadi pada diri seorang muslim. dinyatakan dalam hadits lain.” Cukuplah seseorang itu ditimpa keburukan dan kerugian jika ia mendengar adzan tetapi tidak memenuhinya.

Sulaiman bin Abi Hatsmah r.a. seorang sahabat yang disegani, lahir pada zaman Rasulullah saw. Ketika itu ia masih terlalu muda untuk meriwayatkan hadits-hadits yang didengarnya. Pada zaman khalifah Umar r.a., ia ditugaskan untuk mengawasi pasar. Pada suatu hari , Umar r.a. tidak menemuinya dalam shalat jamaah subuh, maka Umar r.a menemui ibunya dan bertanya , mengapa Sulaiman tidak datang shalat subuh . jawab ibunya “ tadi malam ia shalat sunnat semalam suntuk sehingga tertidur”. Umar r.a. bertanya “aku lebih menyukai shalat subuh dengan berjamaah daripada shalat sunnat semalam suntuk”.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw bersabda ,”sungguh aku ingin menyuruh para pemuda agar mengumpulkan beberapa ikat kayu bakar untukku ,lalu kudatangi orang-orang yang shalat di dirumahnya tanpa udzur, dan kubakar rumah-rumah mereka”. (HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu majah dan Tirmidzi )

Rasulullah saw sangat menyayangi umatnya sehingga beliau tidak tega melihat umatnya ditimpa kesulitan sekecil apapun. Namun hadits diatas dengan jelas menunjukkan betapa marahnya beliau sehingga berniat membakar rumah-rumah mereka yangg mengerjakan shalat fardhu di rumahnya. Sekian dan Terima Kasih. Semoga bermanfaat. Wassalamu‟alaikum Wr.Wb.”

Pak Husen menutup kitabnya dan menyerahkannya ke tangan Pak Abdul.

Wr.Wb.” Pak Husen menutup kitabnya dan menyerahkannya ke tangan Pak Abdul. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Wr.Wb.” Pak Husen menutup kitabnya dan menyerahkannya ke tangan Pak Abdul. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Semua mata terbelalak setelah mendengar ungkapan yang disampaikan Pak Husen tentang ancaman meninggalkan shalat berjama‟ah.

“Tapi tenang dulu pak, bu, nak, setelah tadi mendengar begitu kerasnya ancaman bagi orang yang meinggalkan shalat berjama‟ah, disini saya akan meyampaikan kado terindah yang akan Allah berikan bagi Hamba-Nya yang senantiasa menjaga shalatnya secara berjama‟ah dan menjadi bagian dari para pemakmur masjid.” Ungkap pak Abdul memberi senyuman energi pada mereka.

Semua yang hadir tersenyum renyah, terpatri jelas senyuman yang tergurat di bibir mereka yang tadinya kering-tandus menjadi basah-kuyup seakan-akan mereka tengah menghisap madu yang sangat manis kemudian mereka menggoyang-goyangkan mulutnya.

Dibukalah kembali kitab Fadhail A‟mal yang sudah pak Husen tutup, masih dalam Bab 2 Fadhilah Shalat tentang keutamaan shalat berjama‟ah ;

1. Pahala shalat berjama`ah melebihi pahala shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.

Dari Ibnu Umar bin Khattab bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda : “Shalat berjama`ah lebih utama daripada shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.” (HR. Muttafaqun `Alaihi).

Apabila seseorang melaksanakan shalat dengan niat memperoleh pahala dari Allah SWT. Mengapa tidak melaksanakannya dengan cara berjama‟ah di masjid yang pahalanya dilipatgandakan menjadi dua puluh kali. Mengapa kita begitu bodoh dengan melepaskan keuntungan yang dua puluh tujuh kali lebih besar dengan tambahan usaha sedikit. Tetapi tidak begitu banyak kaum muslimin termasuk kita yang ada disini yang menghiraukan keuntungan-keuntungan yang dijanjikan Allah untuk amalan-amalan agama. Ini bisa terjadi karena kita kurang memperdulikan agama Allah SWT. Serta janji-janji-Nya di akhirat.

Dan Bagi siapa saja yang menunggu datangnya waktu shalat yang berikutnya, maka ia akan

memperoleh

4

(empat)

keistimewaan

 

yaitu

:

1.

Ia

seperti

seorang

yang

selalu

siap

tempur

di

jalan

Allah.

2.

Dicatat baginya pahala shalat meskipun ia menantikannya dalam keadaan duduk.

3.

Para

malaikat

memohonkan

ampunan

 

untuknya.

4. Jika pada saat itu dia mengisi waktunya dengan menuntut ilmu, membaca Al-Qur`an dan

zikrullah maka akan ditambahkan baginya pahala menuntut ilmu, tilawah dan zikir. Pak Abdul menghela nafas, melihat ke arah warga dan ternyata mereka masih antusias dalam pendengarannya.

Pak Abdul kembali meneruskan bacaannya.

mereka masih antusias dalam pendengarannya. Pak Abdul kembali meneruskan bacaannya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 43
mereka masih antusias dalam pendengarannya. Pak Abdul kembali meneruskan bacaannya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 43

2. Seseorang yang selalu merealisasikan shalat berjama`ah dijamin terlepas dari sifat munafik. Dari Ibnu Mas`ud Ra berkata: “Barangsiapa yang ingin bertemu dengan Allah kelak (dalam keadaan) sebagai seorang muslim, maka hendaklah dia memelihara shalat setiap kali ia mendengar panggilan shalat. Sesungguhnya Allah telah mensyariatkan sunnanal huda (jalan-jalan petunjuk) dan sesungguhnya shalat berjama`ah merupakan bagian dari sunnanil huda. Apabila kamu shalat sendirian di rumahmu seperti kebiasaan shalat yang dilakukan oleh seorang mukhallif (yang meninggalkan shalat berjama`ah) ini, berarti kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, apabila kamu telah meninggalkan sunnah nabimu, berarti kamu telah tersesat. Tiada seorang pun yang bersuci (berwudhu`) dengan sebaik-baiknya, kemudian dia pergi menuju salah satu masjid melainkan Allah mencatat baginya untuk setiap langkah yang diayunkannya satu kebajikan dan diangkat derajatnya satu tingkat dan dihapuskan baginya satu dosa. Sesungguhnya kami berpendapat, tiada seorang pun yang meninggalkan shalat berjama`ah melainkan seorang munafik yang jelas-jelas nifak. Dan sesungguhnya pada masa dahulu ada seorang pria yang datang untuk shalat berjama`ah dengan dipapah oleh dua orang laki-laki sampai ia didirikan di dalam barisan shaff shalat berjama`ah.( H.R. Muslim).

Dan keutamaan atau keuntungan yang terakhir adalah “Orang yang shalat berjama`ah

:

terbebas

dari

segala

perangkap

syaithan

Dari Abu Darda Ra berkata : Saya telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda :

“Tidaklah dari tiga orang yang berada di sebuah perkampungan maupun sebuah dusun dan mereka tidak mendirikan shalat berjama`ah di dalamnya, melainkan syaithan telah

menguasai diri mereka. Maka hendaklah atas kamu bersama jama`ah, sesungguhnya srigala hanya menerkam kambing yang terpisah dari kawannya.”( H.R. Abu Daud dan An-Nasa`i

sanad

Dari Abu Hurairah r.a. Bahwa Rasulullah s.a.w.bersabda : “Siapa yang datang ke masjid pagi-pagi atau setelah matahari tergelincir (maksudnya lebih awal dari waktu shalat), Allah menyediakan baginya tempat di surga setiap kali dia datang.” (HR. Muttafaqun `Alaih).

dengan

jayyid).

Dan saya juga pernah baca dalam QS. At-taubah ayat 18, disana Allah memberikan kabar gembira, serta menggambarkan karakter para pemakmur masjid “Sesungguhnya yang

gembira, serta menggambarkan karak ter para pemakmur masjid “Sesungguhnya yang Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 44
gembira, serta menggambarkan karak ter para pemakmur masjid “Sesungguhnya yang Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 44

memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari kiamat.”terima kasih. Amir menambahkan.

Ya benar, apa yang dikatakan Amir. Serta masih banyak lagi keutamaan-keutamaan shalat berjamaah dan balasan bagi para pemakmur masjid yang tidak mungkin saya jelaskan satu persatu sekarang. Pak Abdul seraya menutup kitab lalu menghantamkan tangannya ke atas karpet masjid. Namun mengapa hah mengapa kalian tidak menginginkan perkara ini, wahai saudaraku kenapa? Pak Abdul yang tadinya tersenyum semringah tiba-tiba nampak kesal karena mengingat kebiasaan warga Jodoh Mulya yang begitu buruk dalam perkara shalat berjama‟ah di Masjid. Semua yang hadir hanya diam dan menundukkan kepalanya.

Dalam keheningan yang begitu mencekam. Tiba-tiba ada anak kecil berdiri dan mengungkapkan “Saya Alfa, saya siap untuk memakmurkan Masjid Al-Istiqomah ini, In sya‟ Allah akan saya ajak teman-teman untuk mengaji bersamaku setelah shalat maghrib usai” Ucap Alfa dengan menggelora. Dan terdengar jelas sahutan demi sahutan menggema dari setiap sudut masjid. Saya juga siap!, saya juga!, saya siap! dan semua yang hadir pada akhirnya menyatakan kesiapannya dalam barisan para pemakmur Masjid.

Pak Husen, Pak Abdul, Hasan, Adi, Amir, Ginanjar, Diki dan Abdul pun tersenyum dalam penglihatannya.

Diikuti senyuman dari Zahra, Haura, Iffah dan Izzah yang terpatri dalam barisan perempuan dibelakang.

Terima kasih pada Pak Husen dan Pak Abdul yang telah memberikan pencerahan pada kita semua, tentang wajibnya melaksanakan shalat fardhu secara berjama‟ah.

Untuk selanjutnya, penjelasan bagaimana format GMM “Gerakan Masyarakat

Mengaji” untuk kali ini dan selanjutnya. Yang akan disampaikan oleh saudara Hasan Al-

Rasyid

Kepadanya saya persilahkan.

 

“Terima

kasih

pada

MC

yang

telah

mempersilahkan

saya

berbicara.

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu‟alaikum Wr.Wb. Okeh langsung saja untuk mempersingkat waktu karena waktu telah menunjukkan pukul 5 sore. Format GMM simple

pak, bu, dek “Nanti setelah pembukaan GMM ini silahkan semuanya pulang ke rumah masing-masing untuk menunaikan kebutuhannya, entah itu mandi, makan dan lain sebagainya. Nanti pas adzan maghrib semuanya harus kembali lagi ke masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjama‟ah. Setelah shalat maghrib selesai, semuanya

menunaikan shalat maghrib berjama‟ah. Setelah sh alat maghrib selesai, semuanya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 45
menunaikan shalat maghrib berjama‟ah. Setelah sh alat maghrib selesai, semuanya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 45

berkumpul kembali di tempat ini, untuk menunggu datangnya waktu isya dengan mengkaji islam, belajar al-qur‟an atau aktivitas lainnya yang bermanfaat.

Untuk para pembimbingnya saya atur ya.

Untuk laki-laki yang masih anak-anak akan dibimbing oleh A Diki, A Abdul dan A Ginanjar, ketiga orangnya yang dekat sama pak Abdul. Yang disana. Hasan sembari menunjukkan sosok Diki, Abdul dan Ginanjar. Dan anak-anakpun melihat ke arah mereka bertiga. Dan untuk koordinatornya.yakni Kang Supri, selaku tuan rumah disini.

Sementara untuk laki-laki yang beranjak remaja akan dibimbing oleh Hasan, saya sendiri, Adi yang ini orangnya yang menjadi MC, dan Amir yang dekat pak Husen yang tadi menjelaskan karakter para pemakmur masjid dalam pandangan Allah. Dan untuk koordinatornya, yakni Kang Udi, selaku tuan rumah disini.

Serta untuk laki-laki yang sudah tua. Mohon maaf. Hehe, nanti akan dibimbing oleh Pak Husen dan Pak Abdul. Pasti orangnya sudah pada tau. Wong disini artisnya masak gak kenal. Hehe. Hasan mencoba mencairkan suasana dengan celoteh guyolnya yang segar.

Dan untuk penanggung jawabnya dari pihak desa “Siap kan pak?”.

“Iya, Siap!” jawab pak kades dengan tegasnya.

Kalaupun untuk perempuannya.

Untuk perempuan yang masih anak-anak akan dibimbing oleh teh Iffah dan teh Izzah. yang berada disebelah pojok kiri belakang. Iffah dan Izzah menganggukkan kepala pertanda bahwa inilah orangnya. Semua anak kecil yang perempuan menoleh ke arah belakang melihat sosok Iffah dan Izzah itu yang mana.

Sementara untuk perempuan yang sudah beranjak remaja dan yang sudah berumur, hehe akan dibimbing oleh teh Zahra dan teh Haura. Yang berada di sebelah pojok kanan belakang. Zahra dan Haura pun melakukan hal yang sama seperti halnya Iffah dan Izzah.

Dan nanti untuk materi anak-anak kecil lebih difokuskan pada hafalan shalat diikuti prakteknya, pelafalan huruf-huruf hijaiyah serta bacaan iqro. Sedangkan untuk remaja dan untuk generasi tua lebih difokuskan pada tahsin Qur‟an, tajwid serta makhojnya yang baik dan benar, mengetahui mana yang halal dan haram dalam agama Islam dan jangan dilupakan juga untuk bacaan shalat serta prakteknya.

Ada yang ditanyakan?

kalau tidak ada yang mau ditanyakan

shalat serta prakteknya. Ada yang ditanyakan? kalau tidak ada yang mau ditanyakan Cinta Dalam Diam `
shalat serta prakteknya. Ada yang ditanyakan? kalau tidak ada yang mau ditanyakan Cinta Dalam Diam `

Mungkin itu saja pemaparan tentang format GMM (Gerakan Masyarakat Mengaji) dari saya, mudah-mudahan bisa di Istiqomahkan program GMM ini.

“Aamiin” sahut semuanya.

Kurang lebihnya saya mohon maaf, wabillahi taufiq wal hidayah Wassalamu‟alaikum Wr.Wb.”

Terima kasih pada Hasan yang telah memaparkan format GMMnya. Semoga GMMnya bisa

di Istqomahkan. Aamiin. Dan untuk selanjutnya pembacaan do‟a yang akan dipimpin

oleh

Terhenti sejenak.

Adi menoleh ke Hasan “Siapa San?”

“Pak Abdul jadi pembaca do‟a ya” Hasan memberi isyarat pada pak Abdul.

Pak Abdul menganggukkan kepala.

“yang akan dipimpin oleh Pak Abdul Ghofur” lanjut Adi.

Rangkaian do‟a dari Pak Abdul di Aamiini dengan Khusuknya oleh semuanya.

Dan kini acara terakhir yakni penutup, sebelum acara pembukaan GMM saya tutup. Perkenankan saya untuk mengucapkan terima kasih pada Pak Kades, pamong desa, pak Husen, pak Abdul dan warga desa Jodoh Mulya yang telah berkenan untuk hadir.

Kita tutup acara pembukaan Gerakan Masyarakat Mengaji dengan mengucapkan Hamdalah secara bersama-sama.

“Alhamdulillahirrobil‟alamiin” Ucap semuanya.

Saya mohon maaf atas kesalahan kata selama saya menjadi MC, Karena Kesempurnaan datangnya dari Allah dan kesalahan mutlaq datangnya dari kebodohan saya sendiri. Akhirul Kalam, Wassalamu‟alaikum Wr.Wb”

Warga pun pulang ke rumahnya masing-masing. Dan kembali lagi ke masjid Al-Istiqomah ketika adzan maghrib memanggil.

Akhirnya Gerakan Masyarakat Mengaji pun digelar dan berjalan dengan lancar serta Masjid Al-Istiqomah pun begitu dipadati oleh warga yang haus akan ilmu dan pahala. Dan sebagai penerus generasi nantinya, ketika Hasan dan kelima temannya pulang kembali ke Jakarta, mereka telah mengamanahkan semuanya pada Kang Supri dan Kang Udi untuk memimpin

mereka telah mengamanahkan semuanya pada Kang Supri dan Kang Udi untuk memimpin Cinta Dalam Diam `
mereka telah mengamanahkan semuanya pada Kang Supri dan Kang Udi untuk memimpin Cinta Dalam Diam `

GMM lelaki sedangkan dari pihak perempuannya mereka telah mengamanahkan pada Azzahra, Haura, Iffah dan Izzah.

“Alhamdulillah

program tersenyum penuh syukur.

ketiga

pun

akhirnya

rampung

dilaksanakan

Ucap

mereka

tersenyum penuh syukur. ketiga pun akhirnya rampung dilaksanakan ” Ucap mereka Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
tersenyum penuh syukur. ketiga pun akhirnya rampung dilaksanakan ” Ucap mereka Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

AKU, KAMU DAN SEPOTONG EPISODE

Kepala Desa Jodoh Mulya mengumumkan pada warga, bahwasanya nanti esok malam, Desa Jodoh Mulya akan mengadakan acara perpisahan bersama anggota KKN UI- Jakarta.

Keesokan malamnya. Acara penutupan KKN dihadiri oleh para pejabat pemerintahan desa Jodoh Mulya, mulai dari Sekretaris desa, raksa bumi, cap gawe, kepala dusun, pihak kepolisian, TNI, hingga Pak Hasyim sebagai Kepala Desa Jodoh Mulya. Dengan haru Pak Hasyim menuturkan.

“In sya‟ Allah dengan hadirnya para mahasiswa KKN UI-Jakarta di tahun ini, dapat menularkan energi positifnya serta menjadi penyulut semangat kepada kita semuanya selaku warga desa Jodoh Mulya ini, untuk tetap berambisi dalam menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi lagi”… “Aamiin” sahut semuanya.

Hal tersebut membuat pak Husen dan Pak Abdul menjadi tersenyum bangga.

Warga Desa Jodoh Mulya pun menyumbangkan kreatifitas-kreatifitasnya, menyajikan puisi, taria-tarian hingga lagu untuk menghibur masyarakat Jodoh Mulya. Hasan pun akhirnya tidak mau kalah dengan masyarakat jodoh mulya yang banyak sekali menyumbangkan karya-karya mereka. Dengan gagah berani Hasan naik ke atas panggung untuk ikut andil dalam acara perpisahannya dengan desa Jodoh Mulya. Yakni dengan membacakan coretan puisi karyanya sendiri dengan judul “Aku, Kamu dan Sepotong Episode”

“Aku, Kamu dan Sepotong Episode”

Malam yang sunyi bertemankan rindu yang tak pernah tersapa

Hampanya rindu tanpa belaian cinta yang menyelimuti

Engkau yang ku rindu dan Engkaulah jua yang ku sua

Namamu senantiasa menyapa dalam bait do‟a

Tutur lembutmu mengalihkan gejolak rindu yang ada di dalam qolbu

Aku lelaki yang lemah dalam soal bercinta

Aku bukanlah pujangga yang mahir dalam megindahkan kata

Aku tak setampan nabi yusuf, tak sekaya pula nabi sulaeman

Aku hanyalah lelaki yang tengah memendam rindu

yusuf, tak sekaya pula nabi sulaeman Aku hanyalah lelaki yang tengah memendam rindu Cinta Dalam Diam
yusuf, tak sekaya pula nabi sulaeman Aku hanyalah lelaki yang tengah memendam rindu Cinta Dalam Diam

Tengah memperkaya diri dengan akal, intelektual serta spiritual

Kamu bagaikan permata hijau diantara ribuan kaca menyilau

Kamu laksana mawar yang tertanam di tepi jurang yang curam

Kamu bak permata yang tersimpan rapih kilauannya

Mendapatkanmu butuh pengorbanan yang paling jitu

Butuh jalan yang panjang dan berliku-liku

Namun, hari ini kita menunduk untuk menghela nafas

Nafas rindu yang akan menjadi satu

Karena diriku akan pergi sebentar membawa Kamu dan sepotong episode.

Terima Kasih.

Penonton berdiri Prok

prok

prok

dan tepuk tangan pun tak bisa dibendung lagi.

Do‟a penutup yang di lantunkan oleh Pak Abdul sangat mengharu-baru meneteskan air mata pada malam itu. Malam itu cerah, dimana semilir angin pedesaan menembus dan menancap-nancap rongga tubuh setiap insan yang bernafas. tidak begitu keras menerjang. Hasan, Adi, Abdul, Amir, Diki dan Ginanjar tampaknya belum rela untuk segera tidur, karena malam itu malam terakhir mereka menikmati suasana KKN. Semarak dan keceriaan benar- benar dapat diwujudkan malam itu.

suasana KKN. Semarak dan keceriaan benar- benar dapat diwujudkan malam itu. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
suasana KKN. Semarak dan keceriaan benar- benar dapat diwujudkan malam itu. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

SEPUCUK SURAT CINTA DARI HASAN

Esoknya Hasan dan kelima temannya (Adi Permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti) harus berangkat lagi ke kota Jakarta tempat mereka tinggal dan memulai kembali aktivitas belajarnya, di Universitas Indonesia.

Dan Hasan berniat setelah lulus Strata satunya atau sudah mendapatkan gelar sarjana, ia hendak kembali ke desa jodoh Mulya untuk mengkhitbah perempuan yang telah menawan hatinya itu. Ya, Azzahra Khoerunnisa.

Sebelum ia pergi meninggalkan desa jodoh mulya. Kemarin paginya, ketika Hasan dan kelima temannya tampak bersantai ditemani dengan nada dan gitar yang dimainkan Ginanjar, Hasan menitipkan sepucuk surat pada lilis untuk dikasihkan ke zahra sebelum besok pagi ia pulang.

“Lis tolong surat ini kasihkan ke teh Zahra, sebelum besok pagi mas pulang ke Jakarta” ungkap hasan sambil memberikan secarik kertas ke lilis.

“Iya, tapi nanti sore ya mas, pas lilis gak ada pekerjaan. Soalnya sekarang lilis banyak tugas yang harus lilis selesaikan” jawab lilis sambil menunjukkan tugas-tugasnya.

“Wokeh” hasan tersenyum.

Sorenya, lilis menunaikan amanah dari Hasan dan pergi ke rumahnya Zahra.

“Assalamu‟alaikum” ungkap lilis mengetuk pintu rumah zahra.

“Wa‟alaikumussalam” jawab zahra membuka pintu.

“Oh bidadari kecilku, silahkan masuk, hendak apa nih sore-sore ke rumah teteh?” tanya zahra keheranan.

sambil memberikan surat. “Kata mas hasan

sebelum pulang ke jakarta, surat ini harus sudah sampe pada tangan teteh. karena besoknya

mas hasan mau pulang. jadi lilis sempatkan deh waktu sore ini, untuk pergi ke rumah teteh yang mewah bagaikan istana ratu bilqis” jawab lilis menjelaskan dibarengi dengan kelebayannya.

“Ini teh, lilis ketitipan surat dari mas Hasan”

“O

besok pagi mas Hasan mau pulang tah, gak kerasa ya lis, 1 bulan telah berlalu dengan

cepatnya?” tanya zahra.

“Iya teh sangat cepat sekali. Memang benar kata mas Hasan “Al-Waktu Khashoif” : Waktu itu bagaikan pedang” jawab lilis.

mas Hasan “Al - Waktu Khashoif” : Waktu itu bagaikan pedang” jawab lilis. Cinta Dalam Diam
mas Hasan “Al - Waktu Khashoif” : Waktu itu bagaikan pedang” jawab lilis. Cinta Dalam Diam

Zahra tersenyum mendengarnya. „Oia, bolehkah teteh sekarang buka suratnya wahai bidadari kecilku?” ungkap zahra guyol.

“Silahkan tetehku yang cantik”. Jawab lilis genit.

Dibukalah oleh Zahra dengan penuh hati-hati surat dari Hasan yang terbungkus rapih dengan amplop biru diikat pita yang sangat indah

“Coretan In Sya‟ Allah untuk calon istriku, Azzahra Khoerunnisa

ه تا كر

بو

الله ةمحرو نك ي ل ع ملاس

لا

Untukmu gadis pemata, wanita terbaik yang indah bagaikan bunga mawar

dalam keindahan

Tangan ini mula menulis apa yang telah dirangkai oleh hati ini

didalam qolbu.

Aku mulai tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari

sebagian dariku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi

atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya.

Acap kali aku mendengar bahwa ungkapan “Kau tercipta untukku”. Aku

awalnya

kurang

mengerti

diselubungi jahiliyah.

apa

sebenarnya

arti

kalimah

ini

karena

Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku. Kini aku mengerti

bahwa pada suatu hari nanti aku harus mengambil satu tanggung jawab

yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku yaitu dirimu.

Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik, spiritual dan juga intelektual

untuk bertemu denganmu. Aku menginginkan pertemuan kita yang pertama

aku kelihatan sempurna di hadapanmu. Walaupun pada hakikatnya masih

banyak lagi kelemahan dalam diri ini.

Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggung jawab yang harus aku gali

ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membataskan pembicaraanku

dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting. Karena

aku risau untuk menceritakan rahasia diriku kepadanya. Karena seharusnya

Karena aku risau untuk menceritakan rahasia diriku kepadanya. Karena seharusnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 52
Karena aku risau untuk menceritakan rahasia diriku kepadanya. Karena seharusnya Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 52

engkaulah yang harus mengetahuinya karena dirimu adalah sebahagian

dari diriku.

Apabila

diriku

memakai

kopiah

aku

digelar

Ustadz.

Apabila

diriku

diselubungi jubah digelar Syeikh dan

Makruf digelar Da‟i.

Lidahku mengajak manusia ke arah

Bukan itu yang aku pinta. Karena aku hanya mengharapkan keridhaan

Allah SWT.

Yang aku takuti. Diriku mula didekati oleh wanita karena perawakanku dan

perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat berbaju. Semuanya

singgah disisiku.

Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini.

Karena melalui lisan Rasulullah SAW telah mengingatkan :

“Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang

lelaki melainkan wanita”.

Aku khawatir amalanku bukan sepenuhnya untuk Rabbku tetapi untuk

makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku

khawatir

kurangnya

ikhlas

dalam

ibadahku

menyebabkan

diriku

di

campakkan ke neraka dan meninggalkan kau seorang diri di syurga.

Aku berasa bersalah kepada dirimu karena khawatir cinta yang haq darimu

akan ku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu

karena dirimu bagaikan permata hijau diantara ribuan kaca menyilau.

Tetapi aku yakin pasti! Jika namamu yang ditulis di Lauh Mahfudz untuk

diriku. Niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita.

Tugas pertamaku bukan mendapatkan dirimu tetapi mensolehkan diriku.

Sukar untuk mencari solehah seperti dirimu, andai Solehku tidak setanding

dengan kesolehanmu.

Janji Allah pasti ku pegang dalam misi mendapatkan dirimu. “Wanita yang

baik adalah untuk lelaki yang baik”.

misi mendapatkan dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
misi mendapatkan dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Jiwa remajaku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan

kehadiran

wanita

amat

terasa

untuk

berada

di

sisi.

Setiap

kali

aku

merasakannya aku mengenangkan dirimu.

Aku terlalu percaya diri dek zahra, aku yakin disini engkau setia menunggu

diriku. Tetapi aku takut aku curang kepadamu andai aku bermain Cinta

Fatamorgana.

Sampaikan do‟amu pada-Nya kepada diriku agar aku dapat menahan

gelora kejantananku. Disamping aku juga mengajukan sendiri proposal do‟a

di perlindungi diri.

Bukan

harta,

rupa

dan

keturunan

yang

aku

pandang

dalam

misi

mendapatkan dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita.

Saat dimana aku bakal melamarmu. Akan ku lihat wajahmu sekilas dengan

khusuknya. Agar mencipta keserasian diantara kita karena itu pesan nabi

kita.

Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta. Wajah bersih seakan putih telur

ataupun bibir merah bak merah delima. Tetapi cukup cuma aqidah sekuat

akar,

Ibadah

sebagai

makanan

Rasulullah telah berpesan :

dan

Akhlaq

seindah

budi.

Karena

“Nikahilah istrimu karena empat perkara : 1. Keturunan, 2. Harta, 3. Rupa

dan 4. Agama. Dan jika kamu memilih agama engkau tidak akan menyesal”

Jika

aku

dipertemukan

dengan

dirimu

esok

lusa

setelah

aku

resmi

menyandang gelar sarjana. Akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak

tercurah sebelum masanya.

Akan ku jadikan Syara‟ sebagai pendinding diri kita. Akan ku jadikan akad

nikah itu sebagai cap halal untuk mendapatkan dirimu. bukan cap halal

dari pacaran!

Biarlah kita mengikuti jejak nenek moyang kita yakni Nabi Adam dan Siti

Hawa yang tetap setia menunggu walaupun dipisahkan ruang dan waktu.

Adam dan Siti Hawa yang tetap setia menunggu walaupun dipisahkan ruang dan waktu. Cinta Dalam Diam
Adam dan Siti Hawa yang tetap setia menunggu walaupun dipisahkan ruang dan waktu. Cinta Dalam Diam

Agar kita dapat menikmati kenikmatan pernikahan. Yang menjanjikan

ketenangan jiwa, ketentraman hati dan kedamaian bathin.

Do‟akan

diriku

ini

agar

tidak

berputus

asa,

tersesat

dalam

misi

mendapatkan dirimu dan pupus dalam penantian. Karena aku memerlukan

dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Aku mencintaimu karena agama yang ada pada dirimu.

Jika engkau

hilangkan agama pada dirimu maka hilang sudah rasa cintaku pada

dirimu.

Tunggulah

nanti,

setelah

pendidikan

srata

satu

mas

usai,

mas

akan

buktikan keberhasilan mas meraih misi mendapatkan dirimu.

لا ةمحرو نك ي ل ع ملاس

لاوه تا كر

بو ه ل

Dariku, In Sya‟ Allah Calon Suamimu. Hasan Al Rasyid.

Bait demi bait zahra membaca surat dari hasan untuknya, tidak sengaja tetesan air mata terkelupas dari sudut bola matanya yang bening nan indah, membanjiri jilbabnya yang biru. Dalam keheningan ia berbisik “Yaa Rabb aku serahkan semuanya pada-MU untuk mengeksekusi perkara ini, karena jujur, aku tidak berdaya dalam urusan ini yaa Rabb, aku Ikhlas, aku ikhlas. jikalau nanti Mas Hasan adalah benar2 tulang rusukku. aku siap yaa Rabb untuk merekatkan tulang rusukku padanya, karena aku tau tulang rusukku tidak mungkin tertukar. Namun jikalau takdir berkata lain aku ikhlas menerimanya”.

“kenapa teh kok diam?, nangis lagi” lilis memotong lirihan Zahra.

“gak kenapa2 lis, ini cuman kelilipan sama debu rumah, biasa kan rumah teh zahra banyak debunya” zahra tersenyum berusaha menyembunyikan keadaan hatinya.

“O kirain ada apa, oia udah larut sore nih teh, takut dimarahin bapak sama mas hasan. lilis pamit pulang dulu ya, Assalamu‟alaikum”

“Wa‟alaikumussalam, eh lis tunggu dulu ini suratnya” sambil memegang tangan lilis

“gak usah teh, simpen aja di teteh, sebagai kenagan terindah buat teteh dari mas hasan” lilis menyodorkan kembali surat itu ke dada zahra.

Ketika lilis hendak mengayuh sepedanya, tiba-tiba Zahra lari kemulut pintu

zahra. Ketika lilis hendak mengayuh sepedanya, tiba-tiba Zahra lari kemulut pintu Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
zahra. Ketika lilis hendak mengayuh sepedanya, tiba-tiba Zahra lari kemulut pintu Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

“lis nanti malem bisa ke rumah teteh lagi nggak?” teriak zahra menghentikan lilis

“emm, emangnya mau apa gitu teh?” jawab lilis teriak

sambil mengedipkan mata kirinya, “ada sesuatu pokoknya, gimana?”

lilis sambil mengayuh sepedanya “ya deh, in sya‟ Allah”

Malamnya lilis tiba di rumah zahra.

Sambil memberikan surat ke tangan lilis “Nanti tolong sampaikan ke mas Hasan ya lis”

“O ini toh sesuatunya, kirain lilis mau dapet hadiah dari teh zahra?” lilis sambil menggoyang-goyangkan badanya “eh malahan dikasih surat balasan cinta dari teh zahra buat mas hasan, benerkan balasan cinta” lilis menambahkan

Sambil mengelus kepala lilis “nanti deh hadiahnya kalo teteh ketiban durian dari langit, nanti juga oleh teteh langsung akan di traktir sepuasnya, wabil khusus buat lilis, tanpa teteh memberi tahu. Ini bukan balasan cinta tapi tunjangan balasan surat”

“Okeh” lilis girang.

Ini bukan balasan cinta tapi tunjangan balasan surat” “Okeh” lilis girang. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Ini bukan balasan cinta tapi tunjangan balasan surat” “Okeh” lilis girang. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

SELAMAT TINGGAL „JODOH MULYA‟

Pagi hari di rumah pak husen, ketika hasan dan kelima temannya hendak bergegas dan berkemas pulang ke jakarta, tiba-tiba lilis memberikan sepucuk surat dari zahra pada Hasan.

Lilis mendekati hasan sambil menyodorkan secarik kertas ke hasan “mas ini ada balasan surat dari teh zahra yang kemarin malem dititipkan ke Lilis, katanya musti di baca”

“O surat apa lis?” tanya hasan

“gak tau, lilis cuma mendapatkan amanah untuk menyampaikan surat ini aja, eh mungkin balasan cinta tuh mas, mungkin, hehe?” lilis mencoba memanasi

“Mudah-mudahan. yaudah nanti dibacanya pas di jakarta aja lis, mas buru-buru. Mas, mau pamit pulang dulu. Kalau masih ada waktu dan umur Mas masih panjang In Sya‟ Allah Mas akan tinggal lagi bersama Lilis dan pak Husen disini di istana Surga kita. In Sya‟ Allah mas juga sudah memplanningkan akan datang kesini lagi setelah Mas lulus jadi sarjana” hasan seraya memeluk erat tubuh lilis yang cukup mungil itu.

“Pak, kami mengucapkan beribu terima kasih atas fasilitas dan semua bentuk barang dan jasa yang telah pak husen keluarkan untuk kami, semoga apa yang telah pak husen keluarkan, akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang setimpal dan berkali-kali lipat” Aamiin. ungkap hasan sambil mengecup pipi kiri dan pipi kanan pak husen diikuti Adi, Abdul, Diki, Amir dan Ginanjar.

“Aamiin” sahut pak husen dan lilis.

“Hati-hati dalam perjalanannya, jangan lupa berdo‟a dan salam untuk keluarga kalian masing-masing dari kami. Masyarakat jodoh mulya” sahut pak husen

“Iya pak” semua rombongan KKN serentak

Mobil jemputan dari UI pun datang.

Satu per satu kelompok KKN UI beriiringan masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah pak husen, meninggalkan jejak langkah mereka di desa jodoh mulya.

meninggalkan rumah pak husen, meninggalkan jejak langkah mereka di desa jodoh mulya. Cinta Dalam Diam `
meninggalkan rumah pak husen, meninggalkan jejak langkah mereka di desa jodoh mulya. Cinta Dalam Diam `

“Assalamu‟alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat tinggal pak husen, lilis dan masyarakat desa jodoh mulya” ungkap anggota KKN UI berbarengan dalam mobil.

“dan selamat tinggal juga untukmu zahra, In Sya‟ Allah janjiku akan aku tunaikan atasmu” lirih hati hasan menambahkan dalam mobil.

Allah janjiku akan aku tunaikan atasmu” lirih hati hasan menambahkan dalam mobil. Cinta Dalam Diam `
Allah janjiku akan aku tunaikan atasmu” lirih hati hasan menambahkan dalam mobil. Cinta Dalam Diam `

BALASAN SURAT CINTA DARI ZAHRA

Sesampainya di kota Jakarta. Hasanpun menceritakan semua pada kedua orang tuanya akan sosok perempuan yang telah membuat hatinya mekar-berbunga dan lunglai jatuh cinta. Selama ia mengikuti KKN di desa Jodoh Mulya.

Kedua orang tua Hasan mulai penasaran akan sosok perempuan tersebut. karena begitu menggelora, begitu bersemangatnya apa yang diceritakan oleh Hasan tentang sosok Azzahra pada kedua orang tuanya.

“Gimana menurut Ayah dan Ibu?” Hasan menanyakan.

Kedua orang tuanya hanya mengangguk-anggukan kepala dengan senyuman cabe dipipi mereka, seakan memberikan isyarat ketertarikan mereka pada sosok zahra.

Hasanpun gembira, senang bukan kepalang, “Alhamdulillah, kedua orang tuaku menyukainya.” Ungkap hatinya.

“Nanti san, kalo kamu kedesa itu lagi, Ayah dan Ibu ikut, untuk liat sosok perempuan yang begitu diidam-idamkan olehmu itu seperti apa” , ungkap ayah hasan.

Memang kedua orang tua Hasan kalau dalam masalah percintaan anaknya, mereka berdua tidak mau ikut campur, asalkan wanita itu 1 menurut mereka: Sholehah.

Ketika Hasan sedang istirahat di kamarnya, melepas penat yang tertumpu di dadanya. Keringat yang belum habis berjatuhan. Hasan teringat akan balasan sepucuk surat dari zahra yang ia dapatkan dari lilis, seketika itu sontak hasan terperanjat bangun untuk mengambil surat itu di dalam tasnya.

Dengan lemah lembut dan penuh dengan kehati-hatian hasan membuka setiap lipatan-lipatan surat dari zahra;

“Coretan untuk lelaki yang indah budi pekertinya

ه تا كر

بو

الله ةمحرو نك ي ل ع ملاس

لا

Untukmu Mas, yang tengah menanti sosok bidadari

Wahai lelaki yang indah budi pekertinya

Apa kabar imanmu hari ini mas? Masihkah setegar, setegar batu karang.

Masihkah sesabar, sesabar

kupu-kupu. Masihkah setia, Sesetia adam dan

hawa. Apakah harimu sudah di awali dengan ungkapan syukur? Karena

Sesetia adam dan hawa. Apakah harimu sudah di awali dengan ungkapan syukur? Karena Cinta Dalam Diam
Sesetia adam dan hawa. Apakah harimu sudah di awali dengan ungkapan syukur? Karena Cinta Dalam Diam

masih bisa melihat lulu-lalang makhluk Allah yang fana. dan masih bisa

membaca secarik kertas ini untuk engkau baca dalam keadaan badan

berselimut sehat.

Wahai lelaki yang indah budi pekertinya

Terkadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah mengujiku tepat di relung

hatiku.

Tempat

terapuh

dalam

diriku.

Namun

sekarang

aku

tahu

jawabannya mas. Ternyata, karena Allah tau dimana tempat yang tepat

agar aku senatiasa mengingatNya dan kembali mencintaiNya secara utuh

sehingga tidak terlalaikan oleh cinta fatamorgana dunia ini.

Wahai lelaki yang indah budi pekertinya

Aku sukar. Sukar sekali untuk mengutarakan kata demi kata ini untuk

seseorang apalagi kata ini terlontar dan kutulis untuk lelaki yang baru saja

aku kenal. Karena baru saat ini jua aku mengalami konflik hati terhadap

insan lelaki. sungguh ada getaran dahsyat menimpa relung hatiku yang

amat dalam saat percakapan itu engkau mulai. Mungkin inikah yang

namanya cinta. Entahlah hanya Allah saja yang tau.

Wahai lelaki yang indah budi pekertinya

Ketika

sinar

mentari

bersembunyi

dibalik

kegelapan

malam,

namun

sinarnya mampu menerangi hatiku saat ini, ketika srigala-srigala dan

singa-singa kembali ke tempat peristirahatannnya namun keberaniannya

mampu menusuk relung hatiku sehingga aku memberanikan diri untuk

membalas secarik surat yang kemarin engkau berikan padaku.

Wahai lelaki yang indah budi pekertinya

Jujur mas, mataku tertatih melihat untaian demi untaian kata yang egkau

persembahkan untukku. Telingaku ngilu mendengar engkau mau pulang

kembali ke kota jakarta, lisanku keluh ketika harus mengucapkan aku cinta

padamu, karena kata itu adalah kata kramat bagiku yang tidak sembarang

orang berhak untuk mengucapkannya pada insan yang belum ada ikatan

halal diantara keduanya. Namun yang harus engkau tau mas, disini aku

masih setia menunggu akan janji yang telah engkau ikrarkan atasku.

mas, disini aku masih setia menunggu akan janji yang telah engkau ikrarkan atasku. Cinta Dalam Diam
mas, disini aku masih setia menunggu akan janji yang telah engkau ikrarkan atasku. Cinta Dalam Diam

ه

تا كر بو

الله ةمحرو نك ي ل ع ملاس لاو

Dariku, Azzahra Khoerunnisa, sosok bidadari yang tengah menanti.

Seperti halnya Zahra, Hasanpun tak terasa meneteskan air matanya yang membanjiri bantal yang tengah hasan peluk. Dengan ungkapan zahra yang ditulis dalam suratnya, hasanpun semakin kuat saja untuk niat mengkhitbah zahra untuknya.

Hasan pun kini mulai mencari tau makna dari QS. Annur ayat 26 itu, serta islam yang sesungguhnya, hasan memantaskan diri untuk kelak bisa bersanding dengan zahra, calon bidadarinya yang selama ini tengah ia idam-idamkan. Karena hasan mengetahui bahwasanya jodoh seseorang adalah cerminan dari seseorang tersebut. Sekarang ia rajin mengikuti pengkajian-pengkajian Islam yang rutin diadakan dikotanya dan sekaligus memohon pada petunjuk ustadznya. Ustadz Iskandar Al-Firdaus, agar senantiasa dan bersedia membimbing rohaninya, agar tidak terbutakan oleh dunia dan Cinta. Serta ia senantiasa menjalankan Sunnah Rasulullah dalam kesehariannya, Puasa Senin-Kamis mulai dirutinkan, Shalat Sunnah Duha mulai dilakukan dan Sunnah Tahajud mulai dibiasakan.

Suatu hari, saat Hasan Halqah (Duduk melingkar) mengkaji islam bersama teman- temannya, Rizal dan Raihan tentunya dengan Musyrif (Ustadz) mereka. Ustadz Iskandar Al- Firdaus. Ustadz Muda yang begitu faqih dalam tsaqofah dan Pengetahuannya tentang dunia keislaman. Beliau masih muda, baru berusia 23 tahun terpaut tiga tahun dengan Hasan, Rizal dan Raihan.

Hasan bertanya tentang makna kandungan dari QS. Annur ayat 26 itu yang kebetulan saat itu halqahnya membahas tentang benci dan cinta karena Allah.

“Tadz mau tanya, menurut ustadz sendiri apa makna kandungan yang tersurat dalam QS. Annur ayat 26, yang di Al-Qur‟an itu sendiri menjelaskan “wanita yang keji untuk laki- laki yang keji, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mohon penjelasannya tadz” tanya hasan pada sang ustadz.

“O, ayat itu menjelaskan tentang jodohnya seseorang, tentang prinsip jodoh tepatnya. kalo seorang itu sholeh/sholehah pasti Allah akan mentakdirkan jodoh seseorang itu berlabuh pada yang sholeh/sholehah pula, begitupun sebaliknya. dan prinsip jodoh seseorang menurut ustadz sendiri ibarat kita bercermin. kalau ditubuh kita, contohnya; di wajah kita ada plek atau bercak kotoran. Baik itu kotoran minyak atau kotoran lainnya yang menempel di wajah. Maka kacapun akan memantulkan tampilan wajah yang serupa, wajah yang sama dengan wajah yang aslinya. Dan perumpaan selanjutnya laksana kayu bengkok

yang sama dengan wajah yang aslinya. Dan perumpaan selanjutnya laksana kayu bengkok Cinta Dalam Diam `
yang sama dengan wajah yang aslinya. Dan perumpaan selanjutnya laksana kayu bengkok Cinta Dalam Diam `

yang ditancapkan ditengah-tengah terik matahari, pastinya kayu itu akan melahirkan bayangan yang bengkok pula. tidak mungkin akan terlahir bayangan yang lurus serta elok. Begitulah prinsip jodoh seseorang san”. Ustadz Iskandar mejelaskan.

Setelah penjelasan yang panjang lebar dari ustad Iskandar waktu itu, akhirnya Hasanpun mengerti dan paham akan maksud kandungan dari Qur‟an Surah Annur ayat 26 itu. Dia berniat ntuk mengkhitbah gadis desa Jodoh Mulya tersebut. Wanita yang dipilihnya semata karena Allah.

gadis desa Jodoh Mulya tersebut. Wanita yang dipilihnya semata karena Allah. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
gadis desa Jodoh Mulya tersebut. Wanita yang dipilihnya semata karena Allah. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

WAKTU YANG DINANTIKAN HASAN

Akhirnya hari yang dinanti-nanti oleh Hasan tampak di depan matanya. Hari Wisuda Hasan yang pertama untuk mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Kimia. Hasan begitu bahagia bercampur sedih. Bahagia karena dia tidak sia-sia dalam menimba ilmu demi menggapai semua cita-citanya di masa yang akan datang. Dan hal yang paling bahagia dalam hidupnya yakni dia akan mengkhitbah wanita yang selama ini tengah ia idaman-idamkan. Namun disisi lain ia juga bersedih karena mengingat semua kenangan indah bersama teman- temannya, semua suka, duka, tangis dan tawa telah mereka ukir bersama menjadi sepotong bait episode yang begitu syahdu dan begitu indah yang sebentar lagi akan pupus termakan oleh jendela masa. Terutama sahabat karibnya Adi permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti. Sulit bagi hasan melupakan sosok seperti mereka.

Nama teman-temannya dipanggil satu per satu naik ke atas panggung untuk dipakaikan toga oleh sang profesor, rektor UI. Tibalah giliran namanya di panggil oleh sang profesor.

“Hasan Al-Rasyid” ungkap sang profesor

Seketika itu mata hasan berlinang air mata dan nampak berjatuhan ke lantai gedung auditorium UI. Kaki hasan seakan rapuh untuk dilangkahkan, sendi-sendi tubuhnya seketika itu lemah dan terjatuh diatas lantai auditorium. Semua mata memandang pada dirinya. Hasan tengah mengingat episode perpisahan dengan teman-teman seperjuangannya. Terutama Adi Permana, Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti Sahabat karibnya terus menusuk-nusuk memory ingatannya. Semuanya terjalin dalam episode KKN di Jodoh Mulya. Abdul Latif, Diki Setioso, Amir Khoeruddin, Ginanjar Subakti yang melihat Hasan terkoyak diatas lantai, mereka juga tak kuasa membendung air mata yang begitu deras membanjiri kelopak mata mereka.

Namun ayah dan ibunya membangunkan langkah dan sendi-sendi tubuhnya yang rapuh dan lemah terkapar diatas lantai auditorium. “Ayo san bangun! ini moment terbaikmu yang sangat penting, kamu tinggal selangkah lagi, jangan sampai kamu sia-siakan, cepet bangun san” Ayah dan ibunya hasan berbisik dan memasang sorot mata yang meyakinkan untuk hasan.

“Benar yah, bu jangan sampai hasan sia-siakan” Hasan bangkit, mengusap semua deraian air mata yang membasahi wajahnya menuju panggung dan naik untuk dipasangkan toga diatas kepalanya.

membasahi wajahnya menuju panggung dan naik untuk dipasangkan toga diatas kepalanya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
membasahi wajahnya menuju panggung dan naik untuk dipasangkan toga diatas kepalanya. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Setelah pemasangan toga semuanya selesai. Tiba-tiba sang profesor mengumumkan nama-nama mahasiswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan study S-2 nya ke London, Inggris.

Dan tidak di duga oleh Hasan ternyata namanya tercantum dalam daftar nama mahasiswa yang berprestasi tersebut.

Seketika itu Hasan sujud syukur atas segala kenikmatan yang telah Allah karuniakan untuknya. Dan tampak Ayah dan Ibu Hasan tersenyum bangga karena memiliki anak pintar dan cerdas sepertinya.

Selang tiga hari setelah wisuda. Hasan bertanya pada ayah dan ibunya untuk menunaikan janji mereka akan merestui cintanya atas zahra.

Ketika mereka sedang duduk di ruang tamu tengah asyik menonton film “Habibi dan Ainun” hasan tiba-tiba berkicau dalam keheningan menonton film“Nanti besok hasan mau ke desa jodoh mulya, ayah dan ibu mau ikut?, katanya ingin melihat sosok zahra itu seperti apa?. Dan hasan pergi kesana, untuk niat mengkhitbahnya, gimana menurut ayah dan ibu?” Ungkap hasan pada kedua orang tuanya yang tengah asyik menonton film.

sontak ayah dan ibunya bangkit dari tempat duduknya “apa!?”

“Kamu beneran mau mengkhitbahnya san, tapi kamu belum ada persiapan apapun untuk mengkhitbahnya” ungkap ayahnya melotot

Dan kamu juga belum mendapatkan pekerjaan tetap san , nanti zahra akan dikasih apa olehmu” tanya ibunya

“Cukup keridhoan ibu dan ayah itulah persiapan hasan sekarang. In Sya‟ Allah nanti setelah hasan mengkhitbah zahra, hasan akan gunakan ijazah S-1 hasan,, untuk menjadi guru Kimia di sekolah SMP atau SMA yang ada di daerah Jakarta bu.” Jawab hasan meyakinkan

Suasana menjadi hening mencekam

Ayah Hasan melirik ke arah Ibunya“Yaudah, Kami berdua percaya sama kamu san, asalkan kamu bisa mempertanggung jawabkan semuanya, kami berdua akan merestui cintamu” ungkap ayah dan ibunya sambil tangan ayahnya menepuk-nepuk pundaknya hasan

“In Sya‟ Allah, Hasan akan menjadi laki-laki yang bertanggung jawab seperti ayah dan ibu harapkan” singkat hasan seraya tersenyum dan mereka kembali menonton film “Habibi dan Ainun”.

hasan seraya tersenyum dan mereka kembali menonton film “Habibi dan Ainun”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
hasan seraya tersenyum dan mereka kembali menonton film “Habibi dan Ainun”. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 65
Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 65

DURI HARI INI ADALAH BUNGA DI HARI ESOK

Namun ketika Hasan dan kedua orang tuanya datang ke desa Jodoh Mulya, ternyata apa yang didapati, si gadis pemata itu sudah tak ada lagi di desa tersebut. Terlihat raut wajah kecewa terpancar dari wajah kedua orang tuanya hasan. Namun mereka tidak berputus asa dalam pencarian. Mereka terus bertanya pada orang-orang tentang keberadaan zahra dan ibunya.

Ketika ia menanyakan pada warga setempat, warga hanya diam seribu bahasa, statis tidak mengeluarkan sepatah, dua patah katapun malah mereka pergi meninggalkan hasan dan kedua orang tuanya.

Tiba-tiba Hasan teringat akan sosok pak husen dan lilis “Oia. yah, bu, hasan teringat dengan seseorang yang begitu baik akhlaknya di desa ini ketika hasan mengikuti KKN bersama teman-teman. dan alangkah baiknya kita pergi ke rumahnya untuk menayakan dimana zahra sekarang tinggal. Pasti mereka tau keberadaannya.” Hasan mencoba menenangkan keadaan hati kedua orang tuanya.

Lalu hasan pun menemui Pak Husen Al-Baghdadi ayah angkatnya ketika menginap dirumahnya beberapa tahun lalu bersama teman-temannya saat KKN.

“Assalamu‟alaikum”, ungkap hasan dan kedua orang tuanya sambil mengetuk pintu.

“Wa‟alaikumussalam”, terdengar jawaban pak husen dan lilis dari dalam.

Ternyata yang membuka pintu adalah lilis aisyah, anak tunggalnya pak husen yang beberapa tahun lalu cukup mungil dimata hasan.

“Pak, gimana kabarnya?, ini hasan mahasiswa UI yg tahun lalu KKN disini, masih ingat?” Hasan sambil bersalaman dan menundukkan badannya.

“Alhamdulillah baik. ohok-ohok” dijawabnya sambil batuk-batuk “O nak hasan, iya masih ingat, ini kedua orang tuamu san?” sambil menunjuk kearah orang tuanya hasan

“Benar. Kami berdua, orang tuanya hasan pak”, memancarkan senyuman.

jawab ayah Hasan, dengan wajah yang

“Yang ini kalau tidak salah Lilis Aisyah ya?” ungkap hasan sembari mendekati kearah lilis

“Iya mas ini adikmu, Lilis si mungil” Jawab lilis menganggap hasan serasa kakaknya sendiri

“Lilis udah besar rupanya sekarang, mas pangling sama lilis, sekarang sudah menjadi gadis yang cantik dan cekatan euy” Hasan memuji lilis

sekarang sudah menjadi gadis yang cantik dan cekatan euy” Hasan memuji lilis Cinta Dalam Diam `
sekarang sudah menjadi gadis yang cantik dan cekatan euy” Hasan memuji lilis Cinta Dalam Diam `

“iya dong. Lilis aisyah gitu lho

hehe,” lilis tersenyum dan kembali bergegas untuk pergi ke

sekolah SMA untuk menanti dibagikan raport. Hasil belajarnya selama satu semester.

“Tadi waktu kami kerumahnya zahra , kok Zahra dan ibunya tidak ada ya pak?” tanya hasan

“Pada kemana ya pak?” ibu hasan menambahkan

“Masalah zahra dan ibunya tidak ada dirumahnya. karena zahra sendiri tengah mengidap penyakit kusta sehingga ia diasingkan di desa sebelah. Desa sugih mulya yang terpencil. disebuah gubuk tua yang Berdekatan jaraknya dengan sungai pada walungan”. Ungkap pak Husen sambil menunjukkan jari telunjuknya kesebelah selatan dari rumahnya, karena disitulah zahra tinggal.

Menurut kepercayaan didesa Jodoh mulya, orang yang mengidap penyakit kusta harus diasingkan karena takutnya penyakit itu akan menular.

Hasan, menangis tersedu, terhempas dipelukkan ibunya, Ayah hasan mengelus-ngelus kepalanya mencoba untuk menenangkannya, namun dia tetap menginginkan untuk dipertemukan dengan zahra.

Pak Husen membangkitkan tubuhnya hasan yang tengah terumpuyuk dipelukkan ibunya. lalu mengulurkan tangannya pada Hasan untuk bersama-sama menjumpai zahra. Hasan pun serasa mempunyai semangat yang tak terduga, suntikan vitamin yang sangat luar biasa menyegat ruang-ruang tubuhnya. Setelah mendengar perkataan dari pak Husen. akhirnya hasan bangkit membalas uluran tangan pak Husen, merekapun bersama-sama menuju desa sugih mulya tempat dimana zahra diasingkan.

Namun pak husen pulang kembali setelah mengantarkan mereka ketempat yang dituju. Ke rumahnya Zahra dan Ibunya. Karena pak husen sendiri mau mengambil raport lilis di sekolah barunya. Di SMA.

Disana zahra diasingkan disebuah gubuk tua sendirian, setelah ibu yang dirawatnya meninggal. Kalaupun ada warga yang menjenguknya mereka memberikan batasan yang sangat jauh antara pihak penjenguk dengan zahra dan bahkan ada yang pulang kembali karena takut tertular penyakit yang diidapnya.Yang parahnya lagi selama satu minggu ke belakang masyarakat desa tidak ada satupun yang menjenguknya. Begitupun juga dengan para pemuda yang sebelumnya mengejar-ngejar hati zahra, tiba-tiba entah pada kemana, tidak ada batang hidungnya sama sekali setelah zahra menderita penyakit kusta.

tidak ada batang hidungnya sama sekali setelah zahra menderita penyakit kusta. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
tidak ada batang hidungnya sama sekali setelah zahra menderita penyakit kusta. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

Sambil mengetuk pintu “Assalamu‟alaikum” ungkap mereka bertiga tepat berada di depan muka pintu rumah zahra

“Wa‟alaikumussalam” jawab zahra sambil membukakakan pintu

Hasan dan kedua orang tuanya kaget bukan kepalang melihat sesosok perempuan yang hadir tepat di depan bola matanya.

“Apakah sosok yang ada didepanku ini adalah zahra, Si gadis permata itu?, Ya Rabb sesungguhnya aku mencintainya bukan karena rupa yang ada pada dirinya bukan jua karena harta yang ada pada dunianya namun karena kesholehan agamanya yang membuat diri ini jatuh hati padanya” gumam hati hasan meyakinkan hatinya

Seraya berbisik “Yah, apa bener ini perempuan yang selama ini hasan idam-idamkan, apakah ini zahra?” tanya ibu hasan ke ayahnya seakan tak percaya

Sebelum ayahnya menjawab tiba-tiba “Benar bu, ini zahra yang selama ini hasan idam- idamkan” sahut hasan dengan suara yang pelan

Dengan untaian senyum tiga jarinya, wajah Zahra yang ditutup dengan cadar, mempersilahkan mereka bertiga masuk ke gubuknya yang hanya berlantaikan tanah, beratapkam rumbia, berdindingkan sulaman bambu, berselimut kedinginan, bertemankan suara kodok serta ruangan yang hanya terdapat satu ruangan, semua aktivitas hidup, ia habiskan dalam satu ruangan tersebut. Kehidupan yang begitu menghimpit sanubarinya. Namun zahra tidak pernah mengeluh, berputus asa dan tidak pernah meninggalkan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah. Semua dilalui olehnya dengan hati bersyukur, mata bertasbih dan lisan berdzikir.

“Gimana kabarnya dek zahra” ungkap hasan membangunkan keheningan

“Alhamdulillah,

baik”

sahut

zahra

dengan

menyembunyikan realita yang ada

sinaran

bola

matanya

yang

tampak

Kedua orang tua hasan hanya bisa diam, mendengarkan percakapan antara mereka berdua seakan tidak mau mengganggunya.

“Oia, gimana ibu kabarnya, udah siuman?” tanya hasan

“Ibu

Ibu

tidak sengaja air mata menetes dari balik cadar yang menutupi wajahnya

“Telah meninggal dunia mas, tahun kemarin setelah aku diusir oleh warga desa jodoh mulya. Kemungkinan ibuku shock melihat anaknya di usir, diasingkan serta begitu berat

cobaan yang tertancap dipundak anaknya. Akhirnya ibupun

Hiks

hiks

hiks

begitu berat cobaan yang tertancap dipundak anaknya. Akhirnya ibupun Hiks hiks hiks Cinta Dalam Diam `
begitu berat cobaan yang tertancap dipundak anaknya. Akhirnya ibupun Hiks hiks hiks Cinta Dalam Diam `

tangisan zahra mulai menggema dan zahrapun mencoba menenangkan diri. Ibu jatuh pingsan. Pada awalnya aku mengira ibu hanya pingsan seperti pada umumnya, namun setelah setengah jam aku mencoba memeriksa denyut nadi, nafas dan detakan jantungnya teryata semuanya tidak berfungsi lagi” ungkap zahra terbata

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun” seisi gubuk mengucapkan kalimat tarji bersamaan

“Sabar ya, pasti Allah mempunyai rencana yang lain untuk menyeleksi hamba-Nya mana yang sabar serta bersyukur menghadapi cobaan dan mana yang ingkar serta kufur menghadapi cobaan. Ketahuilah zahra saat hati berkata „Ingin‟, namun Allah berkata „Tunggu‟. Saat air mata harus menetes, namun Allah berkata „Tersenyumlah‟. Saat segalanya terasa „Membosankan‟, namun Allah berkata „Teruslah melangkah‟. Saat masalah datang „Menerpa‟, namun Allah berkata „Bersabarlah‟. Kita merancang sesuatu, Allah juga merancang, namun rancangan Allah lebih baik dan sangat dibutuhkan kita. karena Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan tetapi Allah mengetahui apa yang kita butuhkan. Allah menitipkan kebahagiaan disetiap kesedihan, menitipkan kelebihan disetiap kekurangan, menitipkan kekuatan disetiap kelemahan, menitipkan harapan disetiap keraguan dan Allah telah menjanjikan semua itu akan indah pada waktunya.” Ungkap hasan memberikan suntikan semangat hidup untuk zahra

“Benar. Pastinya skenario Allah itu lebih baik dan lebih indah di akhir episode, karena duri hari adalah bunga di hari esok” sahut ibu hasan meyakinkan

“Kuncinya sabar dan ikhlashayah hasan ikut menambahkan

“In Sya‟ Allah, aku akan sabar atas semua permasalahan ini, sesabar siti hawa, setegar siti maryam, sekuat siti fatimah, sekokoh siti khadijah, sehebat siti aisyah. Terima kasih aku ucapkan atas motivasi-motivasinya” Zahra terharu

“Sama-sama” serentak bertiga

atas motivasi- motivasinya” Zahra terharu “Sama - sama” serentak bertiga Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 69
atas motivasi- motivasinya” Zahra terharu “Sama - sama” serentak bertiga Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi 69

AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH

“Seperti janji mas padamu dek, dimasa lampau. Di sepucuk surat yang mas titipkan ke lilis ketika mas esok harinya mau meninggalkan desa jodoh mulya, bahwasanya mas akan mengkhitbahmu ketika mas telah diwisuda menjadi sarjana, dan Alhamdulillah sekarang mas telah diwisuda. Maka izinkanlah mas sekarang memenuhi janji itu” ungkap hasan

Si gadis permata hanya terdiam terpaku, menunduk haru atas ungkapan hasan padanya. Bisik hatinya “Dahulu begitu banyak pemuda yang mendekatiku, mengharapkan cinta dariku. Namun setelah penyakit ini menyerang diriku, mereka malah menjauhi dan mengatakan jijik atas diriku. Dan kini telah datang seorang pemuda dengan wajah penuh ketulusan, penuh keikhlasan menepati janjinya akan menawarkan sebuah ikatan suci padaku. Apakah aku harus mengkhianatinya?” gejolak hati zahra terus berkecamuk

“Benar nak zahra, maksud kedatangan kami kesini tak lain dan tak bukan berniat ingin mengkhitbahkan nak zahra untuk anak kami. Hasan. Karena Hasan begitu menyayangi dan mencintai nak zahra. Berharap menjadi imam dalam kehidupannya nak zahra. Setiap malam, ketika kami sedang asyik duduk bercengkrama yang terlontar dari mulut hasan hanyalah tentang dirimu nak. Tentang nak zahra. Mulai dari sifat, perangai dan tutur kata nak zahra selalu diperbincangkan oleh anak kami. Kami sebagai orang tua hasan sudah sepakat bahwa kebahagiaan anak kami adalah kebahagiaan kami juga. Jika hasan benar-benar bahagia denganmu nak, maka kami berdua ikhlas melepaskannya untukmu” ayah hasan mengutarakan maksud kedatangan mereka

“Gimana tanggapan nak zahra” ibunya menambahkan

“Afwan, aku tidak bisa menerimanya” dengan nada yang parau

“Kenapa” hasan terkejut

“Bagaimana mungkin aku menerima pinangan antum mas, aku tidak ingin mendzalimi mas, dan tak mau membuat bapak-ibu kecewa. Aku yakin mas, bapak dan ibu melihat dengan jelas apa yang menimpa diriku saat ini?” jawab zahra berselimut deraian air mata

Seperti apapun penyakit yang dek zahra derita, mas tidak peduli” tegas hasan

“Cinta yang mas agungkan telah membutakan mas sehingga tidak melihat lebih bijak dan

jauh lagi. Apa yang mas harapkan dari diriku sekarang? Aku bahkan tidak bisa memberikan

(terdiam)” tangisan zahra

apa-apa pada mas. Waktu lalu rupaku masih elok tapi sekarang semakin menjadi-jadi

apa- apa pada mas. Waktu lalu rupaku masih elok tapi sekarang semakin menjadi-jadi Cinta Dalam Diam
apa- apa pada mas. Waktu lalu rupaku masih elok tapi sekarang semakin menjadi-jadi Cinta Dalam Diam

“Kesetiaan dek zahra!” tegas hasan

“Kesetiaan saja tak cukup dalam menjalin sebuah bahtera kehidupan mas, Bathin mas hasan

sebuah cinta yang nyata. Dan aku tidak bisa memenuhinya. Diluar

sana masih banyak wanita yang lebih baik dari diriku, yang bisa memberi keturunan dan cinta yang sepenuhnya. pergilah mas! Biarkanlah aku disini dengan derita ini. Ini telah menjadi takdir Allah untukku. Mengertilah! Mengertilah mas!” zahra kembali mengusap air mata yang terus menetes dari kedua sudut matanya

membutuhkan cinta

“Walillahi dek zahra.Walillahi. Kamulah wanita yang mas pilih atas nama Allah. Jika karena cantik dek zahra banyak wanita yang cantik di dunia ini. Mas siap berpuasa untuk itu dek zahra” Hasan kembali meyakinkan

Zahra tetap bersikukuh tidak mau menerima pinangan hasan, karena dia tahu akan menjadi haram jika pernikahannya terjadi sebab akan ada yang terdzalimi dengan pernikahan tersebut. Namun berbandinng terbalik dengan hasan yang tetap bertahan pada pendiriannya ingin mengkhitbah kemudian menikahi zahra

“Yasudah jikalau nak zahra masih belum mau dan belum siap. Kami akan menunggunya” Ibu hasan mencoba mendinginkan suasan yang ada

“Silahkan istikharah dulu, untuk meyakinkan hati, mana yang terbaik untuk masa depan nak zahra” Ayah hasan menambahkan

“Na‟am” singkat zahra

Akhirnya Hasanpun berpikir, akan lebih baik jika ia bersabar atas cintanya. Dan memilih untuk melanjutkan study S-2 nya di London-inggris.

atas cintanya. Dan memilih untuk melanjutkan study S-2 nya di London-inggris. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
atas cintanya. Dan memilih untuk melanjutkan study S-2 nya di London-inggris. Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

KESALAHAN TERBESAR BAGI HASAN

Hasan dan kedua orang tuanya kembali pulang ke kota. Ditengah perjalanan dengan mobil yang dikendarai oleh Hasan. Hasan memasang kecepatan yang diatas rata-rata entah karena emosinya yang belum stabil atas kejadian barusan yang dialaminya

“San, jangan terlalu cepat mengemudinya” tegur ibunya

“Iya san, kecepatannya dikurangi yang penting kita selamat sampai rumah” ayahnya ikut menegur

Namun hasan diam dan tidak menggubris sedikitpun nasehat dari kedua orang tuanya, hasan terus menancap gas, bahkan semakin kencang.

Di arah yang berlawanan ketika mobil hasan dan kedua orang tuanya berada di tikungan yang tajam ada sebuah mobil truk pengangkut pasir yang sama-sama melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Mobil Hasanpun oleng dan terjadi tabrakan yang sangat dahsyat antara mobil

hasan dengan truk pengangkut pasir. Braggggggg

tabrakan pun terjadi.

Sopir pengangkut pasir terlempar ke tengah jalan yang sepi akan kendaraan yang lulu-lalang, ayah hasan masih ada dalam mobil dengan darah yang bercucuran sangat deras di kepala. Tepat pas otaknya. Ibunya terlempar 10 meter dari mobil, dan hasan terlempar 15 meter dari mobil yang ia kendarai dan ia hampir jatuh ke jurang.

Warga yang melihat kejadian tersebut akhirnya berduyun-duyun menyelamatkan korban tabrakan tersebut untuk dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Semua korban tabrakan dimasukkan ke dalam ruangan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Cokroaminoto. Setelah beberapa jam pemeriksan didalam ruang UGD. Dokter yang memeriksa pun keluar dan mengatakan pada warga yang menyelamatkan “Alhamdulillah ketiga-tiganya selamat tapi ada satu orang yang tidak tertolong nyawanya karena pendarahan yang dahsyat dikepala pas bagian otaknya”

“siapa pak?” tanya warga kaget

Dokterpun mengajak warga untuk masuk melihat siapa orang yang dimaksud oleh sang dokter. Dan ternyata ayahnya hasan yang dimaksud.

Kejadian tabrakan tersebut diliput oleh stasiun televisi nasional. Sehingga Teman-teman Hasan dari UI, Sanak Saudara Hasan. termasuk Pak Husen, Lilis, Ustadz Iskandar, Rizal, Raihan, Pak Abdul Ghofur ayahnya Haura, Hauranya sendiri, Iffah dan Izzah datang silih

Pak Abdul Ghofur ayahnya Haura, Hauranya sendiri, Iffah dan Izzah datang silih Cinta Dalam Diam `
Pak Abdul Ghofur ayahnya Haura, Hauranya sendiri, Iffah dan Izzah datang silih Cinta Dalam Diam `

berganti memenuhi ruangan 11 Cendrawasih Rumah Sakit Cokroaminoto tempat Hasan dan Ibunya terbaring tidak berdaya. Kecuali Azzahra Khoerunnisa tidak hadir melayat.

Sedangkan warga yang menolong Hasan kembali pulang dengan sebongkah ucapan terima kasih terus mengalir pada mereka. Dan Warga pun memang ikhlas ketika menolong Hasan dan Ibunya. Namun dokter menyuruh orang-orang yang mengasihi Hasan untuk menunggu di luar karena takut mengganggu Hasan dan Ibunya yang sedang terlelap istirahat. Setelah orang-orang yang hasan kasihi lama menunggu. Tiba-tiba satu jam kemudian Hasan siuman disusul 20 menit kemudian ibunya.

Setelah dikira cukup waktu istirahat. Dokter pun mempersilahkan setengah dari mereka untuk masuk kedalam ruangan yang sangat luas sekali, ruangan 11 Cendrawasih R.S Cokroaminoto tempat Hasan dan Ibunya terbaring. Ditengah kerumunan, Hasan mengatakan pada semuanya untuk segera memakamkan jasad ayahnya sembari air matanya bergelinang membanjiri infus dan sudut matanya “Dan terakhir tolong sampaikan maafku untuk sopir truk sopir yang ada di ruangan sebelah. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan yang telah aku perbuat, kalau dia minta ganti rugi akan hasan penuhi” kata hasan yang tidak bisa membendung rasa bersalahnya

Ustadz Iskandar yang memenuhi hajat hasan, dan bergegas pergi keluar ruangan dan Alhamdulillah ternyata sopir truk pun dengan ikhlasnya memafkan kesalahan hasan, “Tidak usah meminta maaf pak, karena saya sendiri juga yang salah, tolong sampaikan juga rasa maaf dan rasa bersalah saya juga pak” jawab sopir truk pada ustadz iskandar

Setelah perkara itu selesai. Ayah hasan telah dikebumikan, sopir truk sudah sembuh seperti sedia kala dan bisa beraktivitas kembali. Ibu hasanpun demikian. Namun rasa bersalah hasan masih menyelimuti memory ingatannya “Bu maafkan kesalahan hasan, dikala itu hasan tidak mengindahkan perkataan ibu dan ayah, ini kesalahan terbesar buat hasan. Ayah meninggal karena kesalahan hasan. hasan menyesal bu. Hasan menyesal” tangis hasan sembari terus menciumi telapak kaki ibunya

“San sudahlah bangun, ibu sudah memafkanmu jauh sebelum hasan meminta maaf. Kalaupun Ayah meninggal itu sudah suratan takdir dari Allah dan Ibu juga menyadari, ketika itu hasan melakukannya dalam keadaan emosi yang masih labil, karena penolakan cintamu dari zahra masih belum kering dalam ingatan” ibunya meyakinkan

Hasanpun memeluk ibunya dengan erat “Memang ibu adalah orang yang terbaik di dunia ini, ibu adalah malaikat bagi hasan, motivator terhebat didunia bagi hasan, hasan berjanji

adalah malaikat bagi hasan, motivator terhebat didunia bagi hasan, hasan berjanji Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi
adalah malaikat bagi hasan, motivator terhebat didunia bagi hasan, hasan berjanji Cinta Dalam Diam ` @ucu_supriadi

akan berbakti sebenar-sebenarnya berbakti pada ibu. Kare