Anda di halaman 1dari 22

BAB I

ACUT MIOKARD INFARK

1. Definisi
a. Infark miokard adalah proses rusaknya jaringan jantung akibat supply
darah yang tidak adekuar sehingga aliran darah koroner berkurang
(Brunner and Suddarth, 202:788)
b. Infark miokard adalah nekrose miokard akibat aliran darah ke otot jantung
terganggu (Soepratman, 2002 :255)
c. Infark miokard adalah nekrosis miokard yang disebabkan oleh tidak
adekuatnya pasokan darah akibat sumbatan akut arteri koroner ( FK
UNPAD, 2000:5)
d. Infark miokard terjadi ketika jaringan miokard tiba-tiba kekurangan atau
kehilangan oksigen (Donna I, 2001 :902)
2. Anatomi

Jantung adalah organ berongga, berotot yang terletak di tengan thorax


dan menempati rongga antara paru dan diafragma ( rongga mediastinum).
Beratnya sekitar 300 gr, tetapi berat dan ukuran dipengaruhi oleh usia, jenis
kelamin, berat badan, beratnya kebiasaan dan latihan fisik dan penyakit
jantung. Jantung berfungsi untuk men-supply oksigen dan zat nutrisi sambil
mengangkut karbondioksida dan sampah hasil metabolisme.

a. Struktur dasar jantung


1) Perikardium adalah kantong pembungkus jantung yang terdiri dari dua
lapisan yaitu perikardium viserale (bagian dalam) dan perikardium
parietale (bagian luar).

2) Lapisan jantung terdiri dari :


Pikardium
Merupakan lapisan terluar jantung yang mempunyai struktur sama
dengan perikardium viserale, yaitu jaringan tipis fibrosa.
Miokardium
Merupakan lapisan tengan yang terdiri dari otot yang bertanggung
jawab dan menentukan kekuatan kontraksi.
Endokardium
Merupakan lapisan terdalam, terdiri dari jaringan endothel yang
melapisi bagian dalam jantung dan menutupi katup-katup jantung.

3) Ruang jantung terdiri dari :


Atrium kanan
Terdiri dari bagian superior kanan jantung, berfungsi sebagai
penampung darah yang rendah akan oksigen dari seluruh tubuh,
yang mengalir melalui vena cava superior, kemudian darah
dipompakan ke-ventrikel kanan, selanjutnya ke paru-paru.

Atrium kiri
Terletak di bagian superior kiri jantung, berfungsi menerima darah
yang kaya akan oksigen dari kedua paru-paru melalui vena
pulmonalis, kemudian darah dipompakan ke-ventrikel kiri,
selanjutnya keseluruh tubuh melalui aorta.
Ventrikel kanan
Terletak dibagian inferior kanan pada apeks jantung, menerima
darah dari atrium kanan dan dipompakan keparu-paru melalui
arteri pulmonalis.
Ventrikel kiri
Terletak dibagian inferior kiri pada apeks jantung, menerima darah
dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta.
4) Katup jantung terdiri dari
Katup Atrioventricular, yang terletak antara atrium dan ventrikel.
Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan
disebut trikuspidalis, sedangkan katup yang terletak diantara atrium
kiri dan ventrikel kiri disebut katup mitral.
Katup semilunar terletak pada arteri pulmonalis yang memisahkan
pembuluh darah pulmonal dengan ventrikel kanan.

b. Sirkulasi koroner
Arteri koronaria adalah cabang pertama dari sirkulasi sestemik, perupakan
pen-supply nutrisi dan oksigen untuk otot jantung. Terdiri dari arteri
koronaria sinistra yang terbagi menjadi 2 cabang besar kebawah yaitu
arteri koronaria kiri dan arteri koronaria kanan. Arteri koronaria kanan
memperdarahi SA Node, AV node dan sebagian atrium kiri, sedangkan
arteri koronaria kiri bercabang lagi menjadi arteri koronaria kiri inferior
dan arteri koronaria sirkumpleks yang mengirim darah ke atrium kiri dan
ventrikel kiri.
3. Etiologi
a. Arteriosklerosis
Adalah kondisi yang dikarakteristikan dengan adanya akumulasi abnormal
dari substansi lemak dan jaringan fibrosis dalam dinding pembuluh darah.

b. Spasme pembuluh darah koroner

c. Penyumbatan/oklusi koroner karena emboli/thrombus.

4. Patoflow diagram
Etiologi
MK: Kurang pengetahuan

Arterosclerosis
Spasme pemb. Drh koroner
Penyumbatan total arteri Berkurangnya aleran Keb O2 Miokard
koroner karena
emboli/trombus darah koroner meningkat

Th/ Trombolitik:1.5 jt U
Streptase Supply O 2 Miokard menurun
MK: Resti perubahan perfusi
Jaringan miokard Ketidak seimbangan kebutuhan dan supply
O2 ke jaringan miokard

Metabolisme anaerob nyeri dada


Keringat dingin
Ischemic

Injury MK: nyeri dada


MK: Ggn pemenuhan ADL
Infark

Kehilangan masa Gangguan konduksi


Otot jantung yang efektif Jantung

Penurunan kontraktilitas miokard Dysritmia


MK: Resti penurunan CO

Rangsang simpatis Penurunan curah jantung (Cardiac output)

Vasokonstriksi

Resistensi vaskuler meningkat

Afterload meningkat

Beban Jantung meningkat

5. Tanda dan gejala


Nyeri yang hebat pada daerah retrosternal kiti, terasa terbakar.
Rasa nyeri ini digambarkan seperti tertekan benda berat, seperti diremas,
ditusuk-tusuk.
Kadang kala rasa nyeri dirasakan si daerah epigastrium.
Gejala nyeri dada sering diikuti keringat dingin, rasa mual dan muntah,
lemas, pusing, perasaan melayang dan pingsan.
6. test diagnostic
Pada gambaran ECG ditemukan adanya ST-elevasi minimal 1 mm (0.1
mV) pada 2 sadapan yang berutrutan.
ST-Elevasi minimal 1 mm (0.1 mV) di V3 - 4R
ST-Depresi minimal 1 mm (0/1mV) dan R dominant/tinggi di V1 V2.
Perubahan gelombang Q lebar 0.03 dtk, dalam nya 1 mm ( 0.1 mV)
pada 2 sadapan yang berurutan.
Echocardiography, untuk menentukan dimensi serambi, gerakan
katup/dinding ventrikel dan konfigurasi/fungsi katup.
Kateterisasi jantung: untuk melihat struktur pembuluh darah koroner,
fungsi jantung.
Coronary angiography: menunjukkan sumbatan pada salah satu atau
bebetapa arteri koronaria.
Radiologi : menunjukkan adanya pembesaran jantung.
Laboratorium.
Darah : leucocyte meningkat, LED meningkat.
Enzim-enzim jantung :
CK meningkat setelah 3-6 jam serangan, puncaknya 12-24 jam,.
Normal : 3-4 hari.
CKMB : meningkat setelah 2-4 jam setelah serangan, puncahnya
12-20 jam.
Normal 2-3 hari.
LDH1 dan LDH2berbanding terbalik setelah 2 jam serangan.

7. Pemeriksaan medik
a. Non farmakologi
Bed rest dengan posisi semi fowler.
Pemberian oksigen

b. Fermakologi
Pemberian obat trombolitik (streptase, actylise) untuk membuka
sumbatan dengan cara menghancurkan oklusi dalam pembuluh darah
coroner, dilanjutkan dengan pemberian antu koagulan (heparin).
Pemberian obat analgetik yaitu morphin berfungsi untuk mengurangi
nyeri dan ansietas, mengurangi preload, sehingga beban jantung
menurun dan merelaksasi bronkus sehingga oksigen meningkat.
Pemberian obat vasodilator yaitu nitroglycerin berfungsi untuk
melebarkan arteri dan vena, menurunkan preload dan beban jantung.

c. tindakan bedah
Invasif non bedah : Percutaneus Transluminal Coronary Angioplasty
(PTCA)

Bedah : Coronary Artery By Pass Grafting (CABG)


d. Diit : rendah lemak, kolesterol dan garam.

8. Komplikasi
a. Edema paru akut
Terjadi peningkatan akhir diastole ventrikel kiri dan peningkatan tekanan
vena pulmonal sehingga meningkatkan tekanan hydrostatic yang
mengakibatkan cairan merembes keluar.
b. Gagal jantung
Karena ada kelainan otot jantung menyebabkan menurunnya kontraktilitas,
sehingga jantung tidak mampu memompa darah dengan adekuat untuk
memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi.
c. Syok kardiogenik
Karena adanya kerusakan jantung mengakibatkan penurunan curah
jantung, sehingga menurunkan tekanan darah arteri ke organ-organ vital.
Adapun tand-tandanya tekanan darah rendah, nadi cepat dan lemah,
hypoxia, kulit dingin dan lembab.
d. Tromboemboli
Murangnya mobilitas pasien dengan sakit jantung dan adanya gangguan
sirkulasi yang menyertai kelainan ini berleran dalam pembentukan
thrombus intracardial dan intravesikular.

e. Disritmia
Gangguan irama jantung akibat penurunan oksigen ke jantung.
f. Rupture miokardium
Dapat terjadi bila terdapat infark miokardium, proses infeksi dan disfungsi
miokadium lain yang menyebabkan otot jantung melemah.
g. Efusi pericardial / tamponade jantung
Masuknya cairan kedalam kantung perikardium karena adanya perikarditis
dan gagal jantung.

BAB II
DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN AKUT MYOCARD INFARK (AMI)

1. Nyeri dada b.d berkurangnya supply O2 miokard ditandai dengan :

DS:
Pasien mengatakan dada kiri saya sakit seperti (terbakar/ditusuk/ditimpa
benda berat) mulai tadi pagi jam:..?
Pasien mengatakan sakit tidak berkurang walau sudah istirahat.

DO:
Muka pasien tampak tegang, dahi berkerut, keringat dingin.
Tanda vital :
Tensi : <100/60 mmHg atau > 140/90 mmHg.
Nadi : < 60 X/menit atau > 100 X/menit.
Respirasi : > 20 X/menit.

Tujuan
Pasien bebas dari rasa nyeri dada dalam waktu 2 hari dengan kriteria :
Keluhan nyeri dada berangsur hilang.
Pasien tampak tenang.
Tanda vital dalam batas normal.

Intervensi
N
INTERVENSI RASIONAL
O
1 Pantau / catat karakteristik Identifikasi karakteristik nyeri dada
nyeri dada pasien : lokasi, secara tepat akan menjadi acuan
radius, durasi, kualitas, dan untuk melakukan intervensi.
faktor-faktor yang
N
INTERVENSI RASIONAL
O
mempengaruhi.
2 Ukur dan catat tanda vital supply O2 koroner yang adekuat
tiap jam. dapat dimanifestasikan dengan
kestabilan tanda vital.
3 Beri posisi semifowler Posisi semifowler dapat
meningkatkan ekspansi dada dan
sirkulasi darah meningkat.
4 Beri O2 sesuai terapi Pemberian O2 dapat menambah
supply O2 miokard.
5 Anjurkan dan bimbing pasien Teknik relaksisi dibutuhkan untuk
untuk tarik nafas dalam meminimalkan konsumsi O2
(teknik relaksisi), teknik miokard dan meningkatkan supply
distraksi, dan bimbingan O2 jaringan, teknik distribusi dan
imajinasi. imajinasi membantu mengalihkan
focus perhatian dari rasa nyeri.
6 Lakukan pemeriksaan ECG Pemeriksaan ECG tiap hari dan
tiap hari dan saat nyeri dada saat nyeri dada timbul berguna
timbul. untuk mendiagnosa luasnya infark.
7 Berikan terapi tirah baring Tirah bating/istirahat total dapat
(bedrest) selama 24 jam mengurangi konsumsi/demand O2
pertama post serangan. miokard.
8 Ciptakan lingkungan yang Stressor dari luar diminimalkan
tenang sehingga kebutuhan O2 miokard
berkurang.

2. Resiko tinggi penurunan curah jantung b.d penurunan kontraktilitas miokard


ditandai dengan :
DS :
Pasien mengatakan dada kiri saya nyeri seperti (terbakar/ditusuk/ditimpa
benda berat) mulai jam:..?
Nyeri yang saya rasakan tidak hilang dengan istirahat.
DO :
Muka pasien tampak tegang, dahi berkerut dan berkeringat dingin
Tanda vital :
Tensi : <100/60 mmHg atau > 140/90 mmHg.
Nadi : < 60 X/menit atau > 100 X/menit.
Respirasi : > 20 X/menit.

Tujuan
Curah jantung / cardiac output dapat dipertahankan optimal dengan kriteria :
Tekanan darah >100/60 mm Hg dan < 140/90 mmHg.
Keluaran urine adekuat 1-2 cc/kg BB/jam.
Irama jantung : sinur ritme.

N
INTERVENSI RASIONAL
O
1 Ukur dan catat tanda vital Penurunan curah jantung dapat
tiap jam. dimanifestasikan dengan
peningkatan nadi, TD, HR.
2 Kaji adanya bunyi tambahan Bunyi S3 biasanya dihubungkan
pada Auskultasi. dengan kelebihan kerja ventrikel
kiri dan S4 berhubungan dengan
ischemic miokard.
Murmur menunjukkan gangguan
aliran darah normal pada jantung.
3 Auskultasi bunyi nafas Crecies menunjukkan kongesti paru
akibat penurunan fungsi miokard.
4 Pantau frekuensi dan irama Adanya nekrose / kematian otot
jantung dan catat adanya jantung dapat menyebabkan
irama disritmia melalui gangguan sistim konduksi dan
monitor (bedside monitor penurunan curah jantung.
ECG)
5 Observasi perfusi jaringan : Penurunan cardiac output dapat
Acral, kelembaban kulit dan mempengaruhi sirlulasi darah
perubahan warna kulit dan (perifer)
ujung-ujung jari dan nilai
N
INTERVENSI RASIONAL
O
Capilary Refill Time (SPO2)
6 Ciptakan lingkungan yang Lingkungan yang aman dan
aman dan nyaman, batasi nyaman menurunkan stressor luar
aktivitas. sehingga menurunkan konsumsi O2
miokard.
7 Catat intake-output tiap 6 jam Penurunan cardiac output
menuebabkan penurunan perfusi
ginjal.

3. Gangguan pemenuhan kebutuhan ADL b.d aktivitas yang dibatasi ditandai


dengan :

DS :
Pasien mengatakan saya lemas dan dada masih nyeri.

DO :
Pasien tampak lemah
Pasien tampak kesakitan, ekspresi wajah tegang.
Pasien tirah baring (bedrest)

Tujuan
Pasien dapat memenuhi kebutuhan ADL-nya secara mandiri bertahap dalam
waktu 5 hari dengan criteria :
Pasien mampu memahami pentingnya tirah baring pada periode akut.
Selama 24 jam pertama post serangan pasien mau tirah baring
Kebutuhan ADL pasien terpenuhi : Personal hygiene, nutrisi, eliminasi
setiap hari.
Tanda vital setelah aktivitas dalam batas normal.
Tidak ada keluhan nyeri dada, sesak, sakit kepala saat aktivitas dan setelah
aktivitas.
Pasien mampu melakukan ADL secara bertahap tanpa rasa nyeri dada.
Pada hari ke 5 pasien mulai mampu berjalan dan melakukan ADL secara
mandiri tanpa komplikasi.

N
INTERVENSI RASIONAL
O
1 Beri penjelasan pentingnya Menambah pengetahuan pasien,
tirah baring (bedrest) bahwa tirah baring dapat
mengurangi konsumsi oksigen
miocard sehingga pasien dapat
kooperatif selama perawatan.
2 Jelaskan akibat jika pasien Pada fase akut supply oksigen
banyak beraktivitas selama menurun oleh karena adanya
24 jam pertama post sumbatan pada miokard, aktivitas
serangan. dapat memperburuk hemodinamik.
3 Beri kesempatan pada pasien Umpan balik positif dari pasien dan
untuk bertanya tentang hal- keluarga menjadi tolak ukur sikap
hal yang belum dimengerti. kooperatif pasien.
4 Ukur dan catat tand vital Efek dari aktivitas terhadap
sebelum dan sesudah sirkulasi sistemik dan koroner
aktivitas. dapat ditunjukkan dalam
peningkatan tanda vital.
5 Bantu pasien dalam Kebutuhan ADL pasien dapat
memenuhi ADL. terpenuhi dengan bantuan perawat
untuk mengurang beban jantung
pasien.
6 Evaluasi respon pasien saat Adanya tanda-tanda tersebut
setelah aktivitas terhadap merupakan tanda adanya ketidak
nyeri dada, sesak, sakit seimbangan supply dan kebutuhan
kepala, pusing, keringat oksigen miokard.
dingin.
7 Hentikan aktivitas saat pasien Istirahat dibutuhkan untuk
N
INTERVENSI RASIONAL
O
mengeluh nyeri dada, sesak, mengurangi kebutuhan oksigen
sakit kepala, pusing, keringat miokard.
dingin.
8 Beri penjelasan pada pasien Pasien dapat waspada apabila ada
tanda tanda memburuknya tanda-tanda penurunan
status hemodinamik akibat hemodinamik dan tahu cara
aktivitas: nyeri dada, sesak, menanggulanginya.
sakit kepala, pusing, keringat
dingin.

4. Kurang pengetahuan tentang penyakitnya dan program rehabilitasi post AMI


ditandai dengan :

DS :
Pasien mengatakan saya belum tahu bahwa sakit saya ini sakit jantung,
saya kira hanya masuk angin saja.
Apakah nanti setelah pulang saya bias aktivitas seperti biasa lagi.

DO :
Pasien dan keluarga banyak bertanya
Pasien punya kebiasaan merokok, minum kopi dan makan makanan
berlemak.

Tujuan
Pengetahuan pasien dan keluarga tentang AMI bertambah setelah mendapat
penjelasan dari perawat, dengan criteria :
Pasien dan keluarga mampu menjelaskan kembali tentang penyakitnya,
penyebab dan tanda-tandanya.
Setiap diberi penjelasan tentang prosedur tindakan, pasien dan keluarga
menunjukkan sikap kooperatif.
Pasien dan keluarga mampu merencanakan gaya/pola hidup (life style)
berhubungan dengan penyakitnya.

N
INTERVENSI RASIONAL
O
1 Kaji pengetahuan pasien dan Dasar pengetahuan yang dimiliki
keluarga tentang penyakit pasien dan keluarga membantu
jantung. perawat dalam memberikan
penyuluhan kesehatan.
2 Beri penjelasan kepada Pendidikan kesehatan pada pasien
pasien dan keluarga tentang dan keluarga tentang penyakitnya
keadaan penyakitnya secara dibutuhkan untuk membangun
sederhana : Patofisiologi, sikap kooperatif.
penyebab, tanda dan gejala,
faktor predisposisi, terapi dan
perawatan.
3 Beri kesempatan kepada Evaluasi respon pasien dan
pasien dan keluarga untuk keluarga terhadap penjelasan yang
bertanya apabila ada yang diberikan.
belum jelas.
4 Jelaskan prosedur yang akan Kejelasan dari setiap prosedur
dilakukan dan perubahan dapat menjadi dasar sikap
yang diharapkan dari kooperatif pasien dan keluarga.
tindakan / prosedur tersebut.
5 Hindari adanya konfrontasi Konfrontasi dapat meningkatkan
dengan pasien. emosi pasien.
6 Beri penjelasan tentang Pendidikan kesehatan dibutuhkan
bahaya merokok dan untuk merubah pola / gaya hidup
makanan tinggi kolesterol. pasien yang berhubungan dengan
penyakitnya.
7 Beri penjelasan tanda-tanda Identifikasi dini dapat membantu
memburuknya hemodinamik. pasien dalam penanganan secara
dini.
8 Libatkan keluarga dalam Pengawasan setelah pasien di
berpartisipasi aktif dalam rumah adalah tugas keluarga.
N
INTERVENSI RASIONAL
O
rehabilitasi di rumah.

DISCHARGE PLANNING

Tujuan :
Discharge Planning pada pasien post AMI diberikan dengan tujuan
memperpanjang dan memperbaiki kualitas hidup.

Hasil yang diharapkan :


1. Pasien menyesuaikan kegiatan selama masa penyembuhan sampai benar-benar
sembuh.
a. Masa penyembuhan jantung berbeda-beda antara 6 8 minggu.
b. Memerlukan berbagai penyesuaian gaya hidup:
Menghindari aktivitas yang menyebabkan nyeri dada, dispnea atau
kelelahan yang luar biasa.
Menghindari panas atau dingin yang berlebihan.
Menurunkan berat badan bila perlu.
Aktivitas diselingi dengan istirahat yang cukup.
Mengembangkan pola makan yang teratur :
Menghindari makanan dengan porsi besar dan tergesa-gesa.
Membatasi minuman yang mengandung cafein.
Mematuhi aturan minum obat sesuai anjuran.

2. Pasien menjalani program yang teratur dalam meningkatkan aktivitas dan


latihan-latihan untuk rehabilitasi jangka panjang.
a. Melakukan aktivitas secara bertahap :
Berjalan jalan setiap pagi setiap hari dengan meningkatkan jarak dan
lamanya sesuai yang dianjurkan.
Memantau denyut nadi selama aktivitas fisik sampai dengan
tercapainya tingkat aktivitas maksimal.
Menghindari aktivitas yang menegangkan otot: angkat berat dan
aktivitas yang mendadak.
Menghindari latihan fisik setelah makan.
Meningkatkan waktu kerja data pertama kali secara bertahap.
b. Berpartisipasi dalam program latihan harian yang dapat dilanjutkan ke
program latihan teratur seumur hidup.
3. Pasien dan keluarga mampu menanggapi timbulnya gejala AMI dengan tepat,
yaitu :
a. Datang ke cfasilitas kesehatan terdekat bila terasa nyeri dada yang tidak
hilang setelah 15 menit dengan minun nitroglycerin.
b. Menghubungi dokter bila terjadi hal sbb :
Nafas pendek.
Pingsan
Denyut nadi cepat atau lambat
Bengkak pada kaki atau tumit.

REHABILITASI PASKA SERANGAN AMI


Bentuk latihan yang diutamakan adalah latiha isotonic/dinamik daripada
latihan isometric. Pada latihan isotonic meliputi gerak sebagian otot besar yang
berulang-ulang. Pada latihan ini akan terlihat kenaikan denyut jantung dan curah
jantung sebanding dengan intensitas latihan, tekanan sistolik sedikit meningkat,
sedangkan diastolic tetap.
Pada latihan isometric/static akan sedikit meningkatkan frekuensi denyut jantung.
Tetapi bila kelompok otot yang terlihat melebihi 20% maximal voluntary
Contraction (MVC) akan meningkatkan tekanan sistolik yang signifikan.

Latihan dibagi dalam 4 fase :


Fase I : Waktu pasien di ruang Intensive coronary ( 2-3 hari).
Fase II : Waktu pasien diluar ruang intensive coronary /ruang
perawatan biasa (selama 10-14 hari)
Fase III : Fase pemulihan berlangsung di rumah (2-8 minggu)

Fase IV : Tahap pemeliharaan, waktu dimana pasien memelihara dan


meningkatkan Physical fitness dan kembali ke kehidupan
masyarakat / kembali bekerja atau melakukan aktivitas hidup
sehari-hari.

FASE I
Pada fase ini pasien berada di ruang intensive coronary. Program rehabilitasi pada
fase ini bertujuan :
1. Mencegah timbulnya efek dekonditioning karena tirah baring lama seperti
atrofi otot, emboli paru, infeksi, hypotensi ortostatik dan gangguan sirkulasi
lainnya.
2. Memberikan dan meningkatkan kepercayaan pasien akan kesembuhan atas
kemampuan fisik sendiri.
3. Memudahkan pasien untuk melanjutkan program latihan lebih aktif
berikutnya.
4. Memperpendek hari rawat.
Aktivitas fisik dibulai dengan intensitas rendah, antara 1-2 METs/ Metabolic
Equitment (1 METs setara dengan penggunaan oksigen sebanyak 3.5 ml O2/Kg
BB/menit)

Lokasi infark dan gambaran EKG


a. Infark anterior : elevasi segmen ST pada V1-V4. Menandakan adanya
oklusi pada arteri desenden anterior kiri
b. Infark inferior : elevasi segmen ST pada sandapan II, III, aVF.
Menandakan adanya oklusi pada arteri koronaria kanan.
c. Infark ventrikel kanan elevasi segmen ST disandapkan II, III, aVF dan
V4R. Menandakan oklusi pada arteri koronaria kanan.
d. Infark lateral : elevasi segmen ST pada sandapan I, aVL, V5, V6.
Menandakan oklusi pada arteri sirkumfleks kiri. dapat merupkan
bagian sisi infark (contoh ; infark anterolateral)
e. Infark posterior : depresi segmen ST sisandapkan V1-V2 dengan
gelombang R yang tinggi (perubahan resipokal). Menandakan oklusi
pada arteri koronaria kanan atau arteri sirkumfleks atau keduanya.
Dapat merupakan sisi infark yang lain, termasuk infark inferior.