Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

TERAPI BERMAIN
PRAKTIK PROFESI NERS KEPERAWATAN ANAK

A. LATAR BELAKANG
Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan
sosial dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan
bermain, anak akan berkata-kata, belajar menyesuaikan diri dengan
lingkungan melakukan apa yang dapat dilakukan, dan mengenal waktu, jarak,
serta suara (Wong, 2000).
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dengan keinginanya
sendiri dan memperoleh kesenangan (Foster, 1989).
Bermain sama dengan bekerja pada orang dewasa, dan merupakan aspek
terpenting dalam kehidupan anak serta merupakan satu cara yang paling
efektif untuk menurunkan stress pada anak, dan penting untuk kesejahteraan
mental dan emosional anak ( Soetjiningsih, 1995)
Perawatan di Rumah Sakit merupakan pengalaman yang penuh dengan
stress, baik bagi anak maupun orang tua. Untuk itu, anak memerlukan media
yang dapat mengeskpresikan perasaan tersebut dan mampu bekerja sama
degan petugas kesehatan selama dalam masa perawatan.
Aktivitas bermain yang dilakukan perawat pada anak di RS akan memberikan
keuntungan sebagai berikut :
1. Meningkatkan hubungan klien dan perawat
2. Aktivitas beramain yang terpogram akan memulihkan perasaan mandiri
pada anak.
3. Permainan di RS membantu anak mengekspresikan perasaannya.
4. Permainan yang terapeutik akan membentuk tingkah laku yang positif.
Prinsip prinsip bermain di rumah sakit :
1. Permainan yang tidak membutuhkan banyak energi, singkat dan
sederhana.
2. Relatif aman dan terhindar dari infeksi silang.
3. Sesuai dengan kelompok usia.
4. Peramainan tidak boleh bertentangan dengan terapi yang sedang
dijalankan.
5. Perlu partisipasi orang tua dan keluarga.
Tekhnik Bermain di Rumah Sakit :
1. Berikan alat permainan untuk merangsang anak bermain sesuai dengan
umur perkembangannya
2. Berikan cukup waktu dalam bermain dan menghindari interupsi
3. Berikan permainan yang bersifat mengurangi sifat emosi anak
4. Tentukan kapan anak boleh keluar atau turun dari tempat tidur sesuai
dengan kondisi anak

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum:
Setelah melaksanakan Terapi Bermain, anak tetap mampu melewati tugas
perkembangan selama dirawat di rumah sakit.
2. Tujuan Khusus:
a. Bagi anak:
1) Dapat mengatur strategi dan kecermatan.
2) Dapat mengembangkan imajinasi dan mengingat peraturan
permainan
3) Dapat berlatih bersosialisasi
4) Dapat berlatih bersikap sportif
5) Dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan pada anak
6) Dapat belajar pramatematika yaitu saat menghitung langkah pada
permainan ular tangga dan menghitung titik titik pada dadu.
b. Bagi perawat:
1) Membangun trust antara pasien anak dan perawat
2) Mampu mengaplikasikan teori terapi bermain pada anak usia 6-12
tahun
3) Mampu mengenal karakter tiap anak usia 6-12 tahun
C. JENIS PERMAINAN
Bermain Ular Tangga

D. MEDIA
Peralatan yang dibutuhkan adalah Permainan Ular Tanggal 2 set

E. METODE
Ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan
oleh 2 orang atau lebih. Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan
di beberapa kotak digambar sejumlah "tangga" atau "ular" yang
menghubungkannya dengan kotak lain.
Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama di kotak sudut kiri
bawah dan secara bergiliran melemparkan dadu. Bidak dijalankan sesuai
dengan jumlah mata dadu yang muncul.
Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat
langsung pergi ke ujung tangga yang lain. Bila mendarat di kotak dengan ular,
mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain
pertama yang mencapai kotak terakhir.
Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka
mendapat giliran sekali lagi. Bila tidak, maka giliran jatuh ke pemain
selanjutnya.
Leader memimpin jalannya permaianan dengan mengintruksikan kepada
anak-anak untuk memulai permainan. Co leader, fasilitator, observer
melakukan tugas masing-masing

F. PESERTA
Untuk kegiatan ini peserta yang dipilih adalah pasien di Ruang Cempaka RS
Dr. Soediran Mangun Sumarso yang memenuhi kriteria :
1. Usia Sekolah (yang berusia 5 - 12 tahun)
2. Tidak mempunyai keterbatasan fisik
3. Dapat berinteraksi dengan perawat dan keluarga
4. Pasien kooperatif
5. Peserta terdiri dari: Anak usia pre-school sebanyak orang

G. SETTING TEMPAT
1

5 5

5 3 3 5

5
5

4
Keterangan :
1. Leader
2. Co Leader
6 3. Fasilitator
4. Observer
5. Pasien
6. Keluarga

H. WAKTU PELAKSANAAN
1. Hari/tanggal : Rabu, 24 Agustus 2016
2. Waktu : 10.15 11.00 WIB
3. Tempat: Ruang Cempaka
I. PENGORGANISASIAN
Pembagian tugas sebagai berikut:
1. Leader ( Dyah Astuti), tugasnya:
a. Membuka acara permainan
b. Mengatur jalannya permainan mulai dari pembukaan sampai selesai.
c. Mengarahkan permainan
d. Memandu proses permainan.
2. Co Leader ( Hartati ), tugasnya :
a. Membantu leader mengatur jalannya permainan
b. Membantu memberi motivasi pada peserta bersama dengan leader
c. Bersama dengan leader memandu dan mengarahkan proses bermain
3. Fasilitator ( Sutarno, Dewi Nawangsih dan Siti Murwani), tugasnya:
a. Membimbing anak bermain
b. Memberi motivasi dan semangat kepada anak
c. Memperhatikan respon anak saat bermain
d. Mengajak anak untuk bersosialisasi dengan teman bermain, perawat
dan keluarganya.
4. Observer ( Abu Wuryanto ), tugasnya:
a. Mengawasi jalannya permainan
b. Mencatat proses kegiatan dari awal hingga akhir permainan
c. Mencatat situasi penghambat dan pendukung proses bermain
d. Menyusun laporan dan menilai hasil permainan

J. RENCANA PELAKSANAAN
No Waktu Kegiatan Bermain Kegiatan Peserta
1 5 menit Pembukaan :
Leader membuka kegiatan dengan Menjawab salam
mengucapkan salam. Mendengarkan
Leader memperkenalkan nama terapis yang
lain. Memperhatikan
Leader menjelaskan tujuan dari permainan Memperhatikan
Kontrak waktu
2 25 menit Pelaksanaan :
Leader dibantu oleh co leader dan fasilitator Berpindah posisi
untuk mengatur posisi duduk setiap terapis Menerima Alat
dengan dua orang pasien anak Permainan
Anak di bagi menjadi 2 kelompok Menjawab
Fasilitator membagikan set permainan ular pertanyaan
tangga kepada masing masing kelompok.
Memulai
Fasilitator mengajak dan memotivasi klien
permainan
(anak) untuk mengungkapkan apa yang akan
ketahui tentang ular tangga.
Memulai bermain didampingi oleh fasilitator.
Leader dan co leader memberi semangat pada
anak selama proses permainan
Fasilitator memotivasi anak untuk dapat
mengekspresikan perasaannya
Apabila anak tidak mau aktif,
melibatkan orang tua atau pendamping anak
untuk membantu anak.

3 10 menit Evaluasi :
Menanyakan kepada anak tentang permainanBeri pertanyaan
yang dilakukan
Menanyakan tentang perasaan anak setelah
bermain
4 5 menit Terminasi :
Leader menutup acara permainan dengan Memperhatikan
memberikan reward kepada seluruh peserta Memberi salam
Salam penutup

K. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi struktur yang diharapkan
a. Alat-alat yang digunakan lengkap
b. Kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana
2. Evaluasi proses yang diharapkan
a. Terapi dapat berjalan dengan lancar
b. Anak dapat mengikuti terapi bermain dengan baik
c. Tidak adanya hambatan saat melakukan terapi
d. Semua anggota kelompok dapat bekerja sama dan bekerja sesuai
tugasnya
3. Evaluasi hasil yang diharapkan
a. Anak dapat berinteraksi dengan baiki bersama teman bermain
b. Anak dapat mengikuti kegiatan dengan baik
c. Anak merasa senang
d. Anak tidak takut lagi dengan perawat
e. Orang tua dapat mendampingi kegiatan anak sampai selesai
f. Orang tua mengungkapkan manfaat yang dirasakan dengan aktifitas
bermain

L. DAFTAR HADIR
No. Nama Peserta Umur
1
2
3
4
5
6
7
8

M. EVALUASI
1. Terapi bermain dilakukan jam 10.15 tepat , tidak sesuai dengan rencana
yang telah disusun .
2. Peserta menyesuaikan dengan pasien yang hadir dan periksa saat hari itu
3. Permainan disesuaikan dengan kondisi pasien dan usia anak saat itu
DAFTAR PUSTAKA

Anggani, Sudono. 2004. Sumber Belajar dan Alat Permainan Untuk Pendidikan
Usia Dini. Jakarta: Grafindo

Donna L. Wong. 2004. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta: EGC

Narendra, Sularso, dkk. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Jakarta:
Sagung Seto

Soetjiningsih. 1997. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC