Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Mikrobiologi merupakan suatu istilah luas yang berarti studi tentang
organisme hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.
Mikrobiologi mencakup tentang bakteri, virus, khamir dan jamur, protozoa,
beberapa ganggang, dan beberapa bentuk kehidupan yang tidak sesuai untuk
dimasukkkan kedalam kelompok tersebut di atas.
Jadi alasan penulisan makalah ini ialah untuk menyebarkan informasi
kepada pembaca akan kenyataan adanya mikroorgansime, mempertelakan
anatomi dan fisiologinya, khususnya pada protozoa dan bakteri. Makalah ini
menjelaskan struktur, klasifikasi dan manfaat protozoa dan bakteri.

B. TUJUAN
Adapun tujuan dari makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui dan memahami struktur dari protozoa dan bakteri.
2. Untuk mengetahui dan memahami klasifikasi protozoa dan bakteri.
3. Untuk mengetahui peran protozoa dan bakteri.
BAB II
PEMBAHASAN

PROTOZOA DAN BAKTERI

I. PROTOZOA

Protozoa merupakan salah satu kelompok (sub kindom) dari anggota


protistaeukariotik. Protozoa berasal dari bahas Yunani, yaitu protos arti pertama
dan zoon arti hewan. Jadi, protozoa adalah hewan pertama atau mudahnya hewan
tingakat rendah yang hanya bersel satu. Habitat protozoa yaitu ditempat yang
berair yang kaya zat organik contohnya Amoeba proteus, baik air tawar maupun
air asin, ada yang hidup soliter bebas berenang di air, menempel disuatu tempat,
parasit pada tanaman dan hewan maupun manusia sebagai simbiont dan
merugikan karena sebagai penyebab penyakit bahkan ada yang menguntungkan
dikarenakan ikut membantu menghancurkan atau membusukkan organisme yang
telah mati.

A. Karakteristik Umum
1. Protozoa adalah eukariotik.
2. Selnya tidak memiliki diding sel, namun jika lingkungan kurang baik
dapat membentuk lapisan pelindung yang tebal disebut kista setelah
lingkungan baik kista akan pecah.
3. Bentuk sel umumnya tetap kecuali Rhizopoda.
4. Bersifat heterotrof.
5. Dalam rantai makanan sebagai zooplankton.
6. Beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia
dan hewan ternak.
7. Memiliki bentuk tubuh yang berbeda tiap fase dalam siklus hidupnya.
8. Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang
disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoid akan
aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan
memungkinkan. Jika kondisi memungkinkan kehidupan tropozoit maka
protozoa akan membentuk cysta.
9. Cysta merupakan bentuk sel protozoa yang terhidrasi dan berdinding
tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista,
protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah.
10. Umumnya berkembangbiak dengan membelah diri, ada juga secara
konjungsi.
11. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar
(cilia) dan bulu cambuk (flagel) atau dengan sel itu sendiri.
12. Pengambilan nutrisi yaitu dengan holozoik (memakan organism hidup
lain), saprozoik (memakan organisme yang telah mati), holofitik atau
autrotof (dapat membentuk makanan sendiri melalui fotosintesis),
saprofitik (menyerap zat yang terlarut di sekitarnya).
13. Respirasi secara difusi.

B. Klasifikasi
Berdasarkan alat gerak yang dimiliki, maka protozoa dibagi atas:
1. Rhizopoda
Rhizopoda atau sarcodina (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa
yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu) yang
merupakan penjuluran dari sitoplasma, missal: Amoeba, Foraminifera,
Radiolaria, Arcella, Entamoeba coli, dan Entamoeba histolytica. Merupakan
hewan mikroskopis yang hidup sebagai massa kecil yang jernih dan bersifat
amorf atau dapat berubah-ubah bentuknya.
Anggota rhizopoda melakukan perkembangbiakan dengan pembelahan
biner dan pencernaan makanan dilakukan secara internal pada vakuola
makanan. Sedangkan respirasinya dilakukan secara difusi.
Contoh anggota kelas rhizopoda beserta manfaat atau kerugian yang
ditimbulkan:
Entamoeba histolityca, menyebabkan disentri amuba.
Entamoeba gingivalis, menyebabkan pembusukan makanan
didalam mulut sehingga mengakibatkan radang gusi.
Entamoeba coli, membantu pembentukan vitamin K.
Foraminifera sp, fosilnya dapat digunakan sebagi petunjuk adanya
minyak bumi.
Radiolarian sp, endapan tanah yang mengandung hewan tersebut
digunakan untuk bahan pengosok.
Entamoeba coli, yang hidup di usus sapi dapat membantu
pencernaan sapi.

2. Mastigophora
Semua organisme yang tergolong flagellate memiliki flagellum yang
berperan sebagai alat gerak. Memiliki dinding tubuh yang berupa pellicle,
sehingga bentuknya relatif tetap dengan ukuran lebih kurang 0.1 mm.
Memiliki inti dan pada beberapa spesies memiliki kloroplas dengan
klorofilnya yang berfungsi untuk fotosintesis yaitu yang termasuk pada
golongan phytonagellata.
Golongan phytonagellata, misalnya Euglena viridis, Volvax globator
(punya kemampuan asimilasi dengan karbon), Noctiluca millaris.
Golongan Zooflagellata, misalnya Trypanosoma gambiense,
Trypanosoma rhodesiense, Trypanosoma cruze, Trypanosoma evansi,
Trichomonas vaginalis.
Bagi anggota kelas mastigophora yang hidup bebas memiliki vakuola
kontraktil, sementara yang berupa hewan parasit tidak memiliki. Respirasi
maupun ekskresinya dilakukan secara difusi oleh permukaan tubuh.

Cara hidup mastigophora:

Vegetatif: pembelahan biner, secara longitudinal. Contoh Euglena viridis.


Generatif: terjadi pada flagella berkoloni, misalnya Volvox sp.

Proses reproduksi:
Sperma ovum fertilisasi zigot zigospora zoospore individu
baru

Pencernaan yang dilakukan dengan gerakan flagel sehingga


menimbulkan aliran yang mendorong makanan kearah sel yang ditelan
melalui mulut. Lalu menuju cytopharynx dan dicerna pada vakuola makanan.
Pada flagellate saprophytic nutryion (hidup dengan mengahancurkan benda-
benda disekitarnya) pencernaan dilakukan secara absorbs.
Mastigophora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus
Trichomonas,
1. Trypanosome gambiense dan Trypanosoma rhodesiense, merupakan
parasit dalam plasma darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit
tidur.
2. Trypanosome cruzi, penyakit cangas di Amerika.
3. Trypanosome evansipenyakit sura pada hewan.
4. Trypanosome brucei, penyakit nagana pada sapi dan kerbau.
5. Trypanosome vaginalis, penyebab keputihan pada vagina wanita.
6. Trypanosome foetus, parasit pada vagina sapi.

3. Sprozoa
Sporozoa memiliki tubuh yang sederhana berbentuk bulat panjang
dengan sebuah nukleus. Tidak mempunyai alat gerak atau (bergerak dengan
sel itu sendiri) maupun vakuola kontraktil. Disebut sporozoa karena dalam
tahap tertentu dalam hidupnya, dapat membentuk sejenis spora.
Hampir semua anggota sporozoa adalah parasit, sehingga makanan yang
diambil secara langsung dari hospesnya. Memiliki inti dan pada waktu
melakukan pembelahan ganda, inti membelah berulang-ulang, setiap inti
membentuk pembungkusnya dan akhirnya dihasilkan individu anak yang
cukup banyak. Sporozoa tersebut melakukan respirasi dan ekskresi secara
difusi.
Pembiakan secara vegetatif disebut juga Skizogoni dan secara generatif
disebut Sporogoni. Secara vegetatif yaitu melalui pembelahan berganda
sehingga dihasilkan banyak individu anak. Secara generatif yaitu melalui
pergiliran keturunan antara fase vegetatif pada tubuh manusia dan fase
generatif pada tubuh hospes perantara seperti Plasmodium dengan fase
generatif pada nyamuk Anopheles betina.
Klasifikasi:
Subklasis Telosporidia
o Ordo Gregarinidia, ex: Monocystis sp
o Ordo Coccaidia, ex: Eimeria sp
o Ordo Hemosporidia, ex: Pasmodium sp
Subklasis Neosporidia
o Ordo Myxosprodia, ex: Myxidium
o Ordo Sarcosporidia, ex: Sarcocystis

Perkembangbiakan atau siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:

1. Schizogoni, terbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi


inang.
2. Sporogoni, pembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium
efektif.
3. Gamogoni/gametogenesis, tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi
didalam tubuh inang perantara atau nyamuk.

Genus plasmodium
Vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa
sporulasi) selang waktu 48 jam.
Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan
gejala demam selang waktu 72 jam.
Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan
gejala demam yang tidak teratur.
Plasmodium Plasmodium ovale, disebut malaria ovale tertian, akan
tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertina yang
disebut Plasmodium vivax.
Tixoplasma, salah satu penyebab penyakit TORCH yang
mengakibatkan kematian janin.

3. Ciliate
Memiliki bentuk relatif tetap dan bergerak dengan rambut getar disebut
cilia. Memiliki inti dan beberapa spesies intinya lebih dari satu, contoh
Paramecium Aurelia. Hidup ditempat-tempat berair misal: sawah, rawa tanah
berair dan banyak mengandung bahan organik. Bagi yang hidup bebas
terdapat vakuola kontraktil, sementara hewan parasit tidak ada. Respirasi dan
ekskresi melalui permukaan tubuh.
Pencernaan makanan secara internal pada vakuola makanan. Sedangkan
cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut
(silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah
bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler
lainnya.
Anggota ciliate ada yang hidup bebas seperti Paramecium candatum dan
ada pula yang hidup sebagai parasit seperti Nyctoterus ovalis dan
Balantidium coli.
Perkembangbiakan ciliate dilakukan dengan cara:
1. Aseksual
Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan
biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4,8 dan 16
dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti
dengan pembelahan makronukleus.
2. Seksual (konjugasi)
Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut
sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami
konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel
ini. Dalam melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus.
Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah
sebaliknya.

Sedangkan contoh hewan Ciliata yang lainnya adalah:


1. Stentor, hidup disawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung
bahan organik.
2. Didinium, merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang
banyak protozoa.
3. Verticella, bentuk seperti lonceng, silia terdapat di sekitar mulut sel.
4. Stylonichia, mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut
sirus, hidup diperairan yang banyak mengandung sampah.

II. BAKTERI
Bakteri adalah nama sekelompok mikroorganisme yang termasuk
prokariotik yang bersel satu, berkembangbiak dengan membelah diri dan bahan
genetiknya tidak terbungkus dalam membran inti. Pada umumnya bakteri tidak
mempunyai klorofil, kecuali beberapa spesies tertentu yang mempunyai
pigmen fotosintesis. Oleh karena itu, ada bakteri yang hidupnya heterotrof dan
ada juga bakteri yang autotrof. Bakteri heterotrof dapat dibedakan menjadi
bakteri yang hidup sebagai parasit dan saprofit. Sedangkan bakteri autotrof
dapat dibedakan berdasarkan atas sumber energy yang digunakan untuk
mensintesis makanan menjadi bakteri fotoautotrof dan kemoautotrof. Bakteri
dapat hidup dimana saja ada yang merugikan dan ada yang menguntungkan.

A. Struktur Sel Bakteri


Pada umumnya, bakteri berukuran 0,5-5 m, tetapi ada bakteri
tertentu yang dapat berdiameter hingga 700 m, yaitu Thiomargarita.
Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel tumbuhan dan jamur,
tetapi dengan bahan pembentuk sangat berbeda (peptidoglikan). Beberapa
jenis bakteri bersifat motil (mampu bergerak) dam mobilitasnya ini
disebabkan oleh flagel.
Susunan bagian-bagian utama sel bakteri, dijelaskan sebagai berikut:
a. Membran Sel
Membran sel merupakan selaput yang membungkus sitoplasma
beserta isinya,terletak disebelah dalam dinding sel, tetapi tidak terikat
erat dengan dinding sel. Jika membran sel rusak atau pecah, maka sel
bakteri akan mati. Membran sel terdiri atas dua lapisan molekul
fosfolipid.
b. Ribosom
Ribosom merupakan bagian sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa
protein. Ribosom tersusun atas protein dan RNA.
c. DNA
DNA merupakan materi genetik, terdapat dalam sitoplasma. DNA
bakteri berupa benang sirkuler (melingkar). DNA bakteri berfungsi
sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat. DNA
bakteri terdapat pada bagian menyerupai inti yang disebut nukleoid.
Bagian ini tidak memiliki membran sebagaimana inti sel eukariotik.
d. Dinding Sel
Dinding sel bakteri tersusun atas makromolekul peptidoglikan yang
terdiri dari monomer-monomer tetrapeptidaglikan (polisakarida dan
asam amino). Berdasarkan susunan kimia dinding selnya, bakteri
dibedakan atas bakteri gram-positif dan bakteri gram-negatif. Dinding
sel bakteri berfungsi untuk memberi bentuk sel, memberi kekuatan,
melindungi sel dan menyelenggarakan pertukaran zat antara sel
dengan lingkungannya.
e. Flagel
Flagel merupkan alat gerak bakteri, meskipun tidak semua gerakan
bakteri disebabkan oleh flagel. Jumlah dan letak flagel pada berbagai
jenis bakteri bervariasi.
f. Pilus
Pada permukaan sel bakteri gram-negatif seringkali terdapat banyak
bagian seperti benang pendek yang disebut pilus atau fibria. Pilus
merupakan alat lekat sel bakteri dengan sel bakteri lain atau dengan
bahan-bahan padat lainnya.
g. Kapsul
Kapsul merupakan lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel
bakteri. Kapsul berfungsi untuk perlindungan diri terhadap antibodi
yang dihasilkan sel inang, oleh karennya kapsul hanya didapatkan
pada bakteri patogen.
h. Endospora
Pembentukan endospora merupakan cara bakteri mengatasi keadaan
lingkunagan yang tidak menguntungkan. Endospora bakteri tidak
berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, tetap sebagai alat
perlindungan diri.

B. Klasifikasi Bakteri
1. Berdasarkan bentuk tubuh, bakteri dapat dikelompokkan sebagai
berikut:
a. Bakteri Coccus (Bulat)
Bakteri yang berbentuk kokus, biasanya bulat ataupun berbentuk
oval, memanjang atau satu sisinya. Bakteri yang berbentuk kokus
ini masih dapat dibedakan lagi menjadi beberapa macam yaitu:
Monococcus
Diplococcus
Streptococcus
Stafilaococcus
Tetracoccus
Sercina
b. Bakteri Basil
Bakteri berbentuk menyurupai bentuk batang pendek, silindris yang
ukuran dan bentuknya bermacam-macam. Bakteri basil ini dapat
dibedakan menjadi:
Monobacillus
Coccobacillus
Diplobacillus
Streptobacillus
c. Bakteri spiral (lengkung)
Bakteri yang berbetuk seperti batang, melengkung dan menyerupai
bentuk koma. Bakteri ini dapat dikelompokkan menjadi:
Vibrio
Heliks
Filamentous
Spyrochaeta

2. Berdasarkan letak flagella pada tubuhnya:


a. Monotrik yaitu berflagel satu pada salah ujung.
b. Amfitrik yaitu flagel masing-masing satu pada kedua ujung.
c. Loftrik yaitu berflagel banyak disatu ujung.
d. Peritrik yaitu berflagel banyak pada semua sisi tubuh.

3. Berdasarkan kebutuhan akan oksigen :


a. Bakteri Anerob
Merupakan bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk
mendapatkan energi, misalnya Micrococcus denitrificans.
b. Bakteri Aerob
Merupakan bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk
mendapatkan energi, misalnya Nitrosomonas, Nitrobakter,
Nitrosococcus.

C. Bakteri yang Menguntungkan


1. Bacillus cereus yang mampu mengendalikan laju pertumbuhan
hama Spodoptera litura pada tanamn kubis.
2. Leuconostoc mesenteroides merupakan bakteri yang mempu
menghasilkan bakteriosin yang berperan sebagai bakterisida dan
juga pengawet makanan secara alami.
3. Lactobacillus bugaricus yang membantu dalam proses
pembentukan keju dari susu kacang hijau.
4. Enterobacter sp yang berperan penting dalam menghambat
pertumbuhan fungi Curvularia sp yang menyebabkan penyakit
bercak daun pada tanaman mentimun.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Protozoa adalah hewan pertama atau mudahnya hewan tingkat rendah
yang bersel satu.
2. Berdasarkan alat gerak yang dimiliki, maka protozoa dibedakan atas
empat kelas yaitu rhizopoda, mastigospora, sporozoa dan ciliata.
3. Protozoa bermanfaat bagi kehidupan tetapi juga dapat merugikan.
4. Bakteri merupakan organisme yang berukuran sangat kecil, dengan
ukuran 0,5-5 m.
5. Pengelompokan bakteri dapat dibedakan berdasarkan bentuk tubuh, letak
dan jumlah alat gerak, kebutuhan akan oksigen, serta berdasarkan
pewarnaan pada gram.

B. Saran
Didalam mempelajari tentang protozoa dan bakteri hendaknya di pelajari
dengan sebaik-baiknya dan dengan metode yang menyenangkan agar materi
dapat diserap dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Pelczar,Michael J Dan E.S.C Chan. 2008. DASAR-DASAR MIKROBIOLOGI.


Jakarta : Universitas Indonesia
Volk dan Wheeler. 1988. MIKROBIOLOGI DASAR. Jakarta : Erlangga
MAKALAH
PROTOZOA DAN BAKTERI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Mikrobiologi Pertanian

Dosen:
Nurbailis.Dr.Ir.MS,
Oleh:

KHAIRUN NISAK
NIM. 1610212045

AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017