Anda di halaman 1dari 13

TEKNIK EKSPERIMENTAL KELAUTAN

KALIBRASI SENSOR

MUHAMMAD BAHARUDDIN ARIF ASWAR


D331 14 308

TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2016
BAB 1
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Kalibrasi adalah memastikan kebenaran nilai-nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau sistem
pengukuran atau nilai-nilai yang diabadikan pada suatu bahan ukur dengan cara membandingkan dengan
nilai konvensional yang diwakili oleh standar ukur yang memiliki kemampuan telusur ke standar nasional
atau internasional. Dengan kata lain: Kalibrasi adalah adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran
konvensional nilai penunjukkan alat inspeksi,alat pengukuran dan alat pengujian.

Untuk mengurangi kesalahan dalam pengukuran, alat-alat yang akan digunakan perlu dilakukannya
kalibrasi terlebih dahulu. Pengkalibrasian dapat dapat dilakukan dengan cara membandingkan dua data
dengan menggunakan alat ukur yang berbeda. Pada percobaan ini, digunakan potensiometer.

Ada beberapa persyaratan kalibrasi, yaitu:


Standar acuan yang mampu telusur ke standar nasional maupun internasional.
Metode kalibrasi yang diakui secara nasional maupun internasional.
Ruangan kalibrasi yang terkondisi.
Personil kalibrasi yang terlatih.
Alat yang akan dilakukan kalibrasi berfungsi dengan baik.

I.2 Tujuan Percobaan

Tujuan dari makalah dan praktikum kalibrasi ini adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan suatu
sensor dengan bantuan perangkat (Tool Kit) Arduino.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 POTENSIOMETER
Potensiometer adalah sebuah jenis resistor yang nilai tahanannya atau hambatannya (resistansi)
dapat dirubah atau diatur (adjustable). Potensiometer memiliki 3 terminal, 2 terminal terhubung ke kedua
ujung elemen resistif, dan terminal ketiga terhubung ke kontak geser yang disebut wiper. Posisi wiper
menentukan tegangan keluaran dari potensiometer. Berikut ini simbol dari potensiometer, simbol
potensiometer dengan standar IEC dan standar ANS:

Gambar 2.1 Simbol potensiometer standar IEC

Gambar 2.2 Simbol potensiometer standar ANSI


Pada dasarnya bagian-bagian penting dalam komponen potensiometer adalah :
Penyapu atau disebut juga dengan Wiper
Element Resistif
Terminal

Gambar 2.3 Komponen Potensiometer

II.1.1 Prinsip Kerja Potensiometer


Sebuah potensiometer (POT) terdiri dari sebuah elemen resistif yang membentuk jalur (track)
dengan terminal di kedua ujungnya. Sedangkan terminal lainnya (biasanya berada di tengah) adalah
penyapu (wiper) yang dipergunakan untuk menentukan pergerakan pada jalur elemen resistif (resistive).
Pergerakan penyapu (wiper) pada jalur elemen resistif inilah yang mengatur naik-turunnya nilai resistansi
sebuah potensiometer. Elemen resistif pada potensiometer umumnya terbuat dari bahan campuran metal
(logam) dan keramik ataupun bahan karbon (carbon). Berdasarkan track (jalur) elemen resistif-nya,
potensiometer dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu potensiometer linear (linear potentiometer) dan
potensiometer logaritmik (logarithmic potentiometer).

Gambar 2.3 Potensiometer Linear

Gambar 2.4 Potensiometer Logaritmik

II.1.2 Fungsi-Fungsi Potensiometer


Dengan kemampuan yang dapat mengubah resistansi atau hambatan, potensiometer sering
digunakan dalam rangkaian atau peralatan elektronika dengan fungsi-fungsi sebagai berikut :

Sebagai pengatur volume pada berbagai peralatan Audio/Video seperti Amplifier, Tape Mobil, DVD
Player.

Sebagai pengatur tegangan pada rangkaian Power Supply

Sebagai pembagi tegangan

Aplikasi Switch TRIAC

Digunakan sebagai Joystick pada Tranduser

Sebagai pengendali Level Sinyal

II.1.3 Cara mengukur Potensiometer dengan Multimeter

Kita dapat mengukur nilai Resistansi dari sebuah Potensiometer dengan menggunakan alat ukur
yang dinamakan multimeter, baik multimeter yang menunjukan nilai digital maupun multimeter analog.
Seperti yang kita ketahui bahwa multimeter adalah alat ukur yang terdiri dari gabungan pengukuran arus
listrik (ampere), tegangan listrik (volt) dan resistansi / hambatan (ohm). Untuk mengukur potensiometer
yang merupakan komponen keluarga resistor, potensiometer tentunya diukur dengan fungsi ohm
(resistansi) yang terdapat pada multimeter. Dalam pengukuran, kita dapat mengetahui nilai maksimum
resistansi sebuah potensiometer dan juga perubahan nilai resistansi potensiometer saat kita memutar shaft
atau tuas pengaturnya.
II.2 ARDUINO

Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring
platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya
memiliki prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri. Saat ini Arduino
sangat populer di seluruh dunia. Banyak pemula yang belajar mengenal robotika dan elektronika lewat
Arduino karena mudah dipelajari. Tapi tidak hanya pemula, para hobbyist atau profesional pun ikut senang
mengembangkan aplikasi elektronik menggunakan Arduino. Bahasa yang dipakai dalam Arduino bukan
assembler yang relatif sulit, tetapi bahasa C yang disederhanakan dengan bantuan pustaka-pustaka
(libraries) Arduino. Arduino juga menyederhanakan proses bekerja dengan mikrokontroler, sekaligus
menawarkan berbagai macam kelebihan.

II.2.1 Komponen Arduino

Tidak perlu perangkat chip programmer karena didalamnya sudah ada bootloadder yang akan
menangani upload program dari komputer. Sudah memiliki sarana komunikasi USB, Sehingga pengguna
laptop yang tidak memiliki port serial/RS323 bisa menggunakannya. Memiliki modul siap pakai ( Shield )
yang bisa ditancapkan pada board arduino. Contohnya shield GPS, Ethernet,dll.
Gambar 2.5 Komponen Arduino

II.2.2 Soket USB


Soket USB adalah soket kabel USB yang disambungkan ke komputer atau laptop. Yang berfungsi
untuk mengirimkan program ke arduino dan juga sebagai port komunikasi serial.

Gambar 2.6 Soket USB

II.2.3 Input/Output Digital Dan Input Analog

Input/output digital atau digital pin adalah pin pin untuk menghubungkan arduino dengan komponen
atau rangkaian digital. contohnya , jika ingin membuat LED berkedip, LED tersebut bisa dipasang pada
salah satu pin input atau output digital dan ground. komponen lain yang menghasilkan output digital atau
menerima input digital bisa disambungkan ke pin pin ini. Input analog atau analog pin adalah pin pin yang
berfungsi untuk menerima sinyal dari komponen atau rangkaian analog. contohnya , potensiometer, sensor
suhu, sensor cahaya, dll.

Gambar 2.7 Input/Ouput Digital

II.2.4 Catu Daya


Pin pin catu daya adalah pin yang memberikan tegangan untuk komponen atau rangkaian yang
dihubungkan dengan arduino. Pada bagian catu daya ini pin Vin dan Reset. Vin digunakan untuk
memberikan tegangan langsung kepada arduino tanpa melalui tegangan pada USB atau adaptor,
sedangkan Reset adalah pin untuk memberikan sinyal reset melalui tombol atau rangkaian eksternal.

II.2.5 Baterai / Adaptor


Soket baterai atau adaptor digunakan untuk menyuplai arduino dengan tegangan dari baterai/adaptor
9V pada saat arduino sedang tidak disambungkan ke komputer. Jika arduino sedang disambungkan ke
komputer dengan USB, Arduino mendapatkan suplai tegangan dari USB, Jika tidak perlu memasang
baterai/adaptor pada saat memprogram arduino.

Gambar 2.8 Adaptor

BAB III
PENGOLAHAN DATA
III.1 Hubungan Sudut dengan Tegangan Terukur

No. Sudut (Derajat) Tegangan Terukur (Volt)


1 -115 0.26
2 -100 0.53
3 -75 0.99
4 -50 1.44
5 -25 1.84
6 25 2.68
7 50 3.13
8 75 3.61
9 100 4.1
10 115 4.39

Dari data diatas akan diperoleh grafik sebagai berikut :

Hubungan Sudut dengan Tegangan Terukur


150

100 f(x) = 56.36x - 129.46


R = 1
50

0
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5
-50

-100

-150

III.2 Hubungan Sudut dengan Nilai Konversi Arduino (ADC)


Nilai Konversi Arduino (ADC)
No. Sudut (Derajat)
ADC ( 0 - 1023)
1 -115 21
2 -100 87
3 -75 215
4 -50 304
5 -25 404
6 25 598
7 50 693
8 75 794
9 100 899
10 115 958

Dari data diatas akan diperoleh grafik sebagai berikut :

150

100 f(x) = 0.25x - 123.8


R = 1
50

0
0 200 400 600 800 1000 1200
-50

-100

-150
III.3 Hubungan Sudut Manual dengan Sudut Arduino

Sudut (Derajat) Sudut (Derajat)


No.
(Pembacaan Manual) (Pembacaan Arduino)
1 -115 -114.74
2 -100 -100.89
3 -75 -75
4 -50 -50.33
5 -25 -24.45
6 25 25.85
7 50 49.75
8 75 75.4
9 100 100.3
10 115 115.24

Dari data diatas akan diperoleh grafik sebagai berikut :


Sudut Manual (Derajat) 150

f(x) = 1x + 0.11 100


R = 1
50

0
-150 -100 -50 0 50 100 150
-50

-100

-150

BAB IV
PENUTUP

IV.1 Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, saya dapat melihat bahwa persamaan yang
diperoleh telah menunjukan sifat linearitas. Juga diperoleh nilai rata-rata kesalahan yang diperoleh sebesar
0,407 dan nilai standar deviasi dari kesalahan yang diperoleh sebesar 0,280. Hal ini menunjukan bahwa
sensitivitas yan diperoleh perlu dikaji ulang untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal lagi.

IV.2 Saran
Dalam melakukan percobaan ini diperlukan ketelitian lebih untuk bisa mendapatkan hasil yang
bagus sehingga juga akan mendapatkan nilai sensitivitas yang diharapkan .