Anda di halaman 1dari 13

Mata Kuliah : Agama

UAS AGAMA
Jawaban dari soal-soal yang diberikan
A. Jawaban Berdasarkan Materi Kuliah:
1. a. Manusia sebagai ciptaan Tuhan
Contoh:- Manusia tidak bisa menciptakan suatu hal seperti yang Tuhan ciptakan.
-Manusia tidak bisa membuat alam semesta, langit dan juga isinya.
Implikasi moralnya:
- Manusia tidak bisa sombong karena manusia adalah ciptaan yang sama rata di
mata Tuhan.
-Manusia harus sadar diri, ada Pencipta di atasnya, di mana dia harus
mempertanggung jawabkan perbuatannya.
-Manusia harus mengasihi sesama ciptaan karena hidup dalam dunia yang sama.

b. Manusia sebagai makhluk religius


Contoh: -Manusia berhubungan dengan Tuhan melalui doa.
-Manusia menaikkan pujian, memberikan persembahan untuk menyembah
Tuhan.
Implikasi moralnya:
- Manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan.
-Manusia harus memiliki relasi yang intin dengan Tuhannya.
-Manusia berbeda dan tidak sama dengan binatang.

c. Manusia adalah makhluk sosial


Contoh: -Ketika manusia merasa membutuhkan pertolongan, maka dia akan meminta
pertolongan kepada orang lain.
-Ketika manusia lahir, maka dia membutuhkan pertolongan orangtuanya untuk
mengurusnya.
Implikasi moralnya:
- Manusia tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain atau makhluk lain.
-Manusia harus punya relasi yang baik dan sehat dengan makhluk lain.
-Perbuatan manusia berdampak bagi sesamanya dan juga berdampak bagi
makhluk lain.

d. Manusia sebagai makhluk moral


Contoh: -Ketika seorang anak harus sopan terhadap orangtuanya.
-Ketika seseorang murid berbicara dengan gurunya.
Implikasi moralnya:
-Manusia itu memiliki hati nurani, dimana bisa merasakan rasa bersalah.
-Manusia seharusnya mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk
-Namun manusia harus waspada, karena dia lebih mudah jatuh/masuk ke dalam
yang jahat (yang buruk)
e. Manusia sebagai makhluk rasional
Contoh: -Ketika manusia berpikir disaat ingin melakukan sesuatu.
-Ketika manusia berpikir terbuka untuk menciptakan sesuatu.
Implikasi moralnya:
-Manusia itu istimewa, mampu berpikir, termasuk berpikir tentang dirinya
-Manusia mampu mengembangkan dirinya dan segala sesuatu yang dia miliki
serta yang ada di sekitarnya
-Manusia punya potensi untuk berkembang menuju masa depan yang lebih baik
f. Manusia sebagai makhluk berdosa
Contoh: -Ketika manusia belajar berbohong demi menutupi kesalahan yang
dilakukannya.
-Ketika manusia mendahulukan keinginan daging daripada keinginan rohani.
Implikasi moralnya:
-Manusia Butuh Allah
-ALLAH Sebagai Penyelamat di Hari Akhirat Kelak
-ALLAH Sebagai Penuntun Dari Hari ke Hari
-Allah Sebagai Pembaharu Dari Sikap Hidupnya Yang Lama (Yang Jahat)
2. Buah roh
a) Kasih: Kasih itu tidak cemburu, ikhlas, sabar, tidak memegahkan diri, tidak
sombong, tidak melakukan hal yang tidak baik, tidak mencari keuntungan diri sendiri,
tidak pemarah dan tidak bersukacita karena ketidakadilan tetapi karena kebenaran.
Contoh:-Ketika manusia menyayangi sesamanya dengan tulus, itu adalah kasih.
-Ketika manusia ikhlas dalam memberi kepada sesamanya yang tidak mampu, itu
adalah kasih.
Alasan:-Manusia membutuhkan kasih karena tanpa kasih di dalam dunia perkuliahan atau
pekerjaan tidak akan pernah berjalan dengan baik, selalu ada kecurangan dan
kejahatan dalam dunia kerja, kasih memberikan kita jalan kepada manusia yang
memiliki kasih. Kasih tidak untuk menyakiti orang lain tetapi juga tidak
menyakiti diri sendiri dalam mencapai sesuatu yang diinginkan.
-Manusia membutuh kasih karena dengan kasih kita bisa membantu orang lain
agar orang yang kita bantu bisa merasakan kasih.

b) Sukacita: Sukacita adalah salah satu buah roh yang sangat menyenangkan untuk
dirasakan.
Contoh:- Ketika kita mendapatkan sesuatu dari hasil yang dikerjakan dan karena bantuan
Tuhan, itu sukacita.
-Ketika kita mengalami kesusahan tetapi berkat Tuhan selalu ada dalam kita, itu
sukacita.
Alasan: -Manusia membutuhkan sukacita, karena banyak hal di dunia perkuliahan yang
akan membuat mahasiswa merasa kecewa, stress, sedih ataupun tertekan. Tetapi
dengan adanya sukacita dalam hati, semua hal tersebut akan akan hilang dan kita
tidak perlu merasakan kesedihan lagi.
-Manusia membutuhkan sukacita dalam dunia perkuliahan, karena dengan
sukacita kita akan melalukan tugas-tugas kita dengan baik dan mengutamakan
tujuan sehingga tugas cepat terselesaikan dan kita tidak merasa terbeban karena
sukacita ada dalam kita.
c) Damai sejahtera: Suasana yang terasa nyaman, aman dan tentram dalam kehidupan
sebenarnya yang dicari oleh manusia dan itu di dapat ketika kita telah mengerti kasih
karunia Tuhan.
Contoh:-Ketika kita memiliki banyak cobaan tetapi kita selalu mengucap syukur atas
segala yang diberikan Tuhan dan merasa tenang, itu damai sejahtera.
-Ketika mahasiswa tidak bisa menyelesaikan tugasnya, tetapi mahasiswa tersebut
mengandalkan Tuhan dan mencari cara agar tugasnya selesai, jika tugasnya sudah
selesai maka itulah damai sejahtera.
Alasan:-Mahasiswa membutuhkan damai sejahtera dalam dunianya, karena dengan damai
sejahtera mahasiswa tidak akan menyusahakan dirinya atas apa yang sedang
dihadapinya.
-Mahasiswa membutuhkan damai sejahtera dalam dunianya juga supaya manusia
memberikan suasana yang aman dan nyaman juga damai supaya tidak ada
permasalahan dalam dunianya dan bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.
d) Kesabaran: Kesabaran adalah kesungguhan hati yang menghubungkan apa pun
keadaanmu dengan kebahagiaanmu, yang jika tidak segera tapi akan.
Contoh:-Ketika seorang teman sudah membuat janji lalu membatalkannya, disitulah kita
harus merasa sabar.
-Ketika adik melakukan kesalahan dan orangtua menyalahkan kita atas perbuatan
adik kita, kita harus sabar dan menjelaskan semuanya kepada orangtua dengan
sebenar-benarnya.
Alasan:-Mahasiswa membutuhkan kesabaran dalam dunia perkuliahan, karena kita akan
mengalami penantian dalam hidupnya, baik itu penantian panggilan kerja atau
penantian kelulusan. Sebagai pekerja yang memiliki kesabaran kita tidak
mendesak tetapi kita menunggu dengan keyakinan dan harapan bahwa semua itu
akan kita dapatkan.
-Mahasiswa membutuhkan kesabaran dalam dunianya, karena dalam setiap hal
yang dikerjakannya untuk meraih karir yang baik butuh kesabaran, bukan proses
yang mudah untuk diraih, maka dari itu mahasiswa butuh kesabaran untuk
menjalaninya.
e) Kemurahan: Kemurahan artinya perbuatan baik yang nyata, kelembutan dalam
berlaku terhadap sesamanya dan bersikap penuh rahmat.
Contoh:-Ketika manusia memberikan makanan kepada seorang pengemis.
-Ketika manusia membantu orang lain yang sedang kesusahan.
Alasan:-Mahasiswa membutuhkan kemurahan dalam dunianya supaya mahasiswa dapat
membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugasnya dan
supaya terjalin relasi yang baik dengan teman-temannya.
-Mahasiswa membutuhkan kemurahan dalam dunianya supaya ketika mahasiswa
melakukan kemurahan pada dosen ataupun temannya, maka mahasiswa akan
mempunyai relasi yang baik dengan mereka.
f) Kebaikan: Sifat yang baik dan perbuatan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik.
Kebaikan juga merupakan kebenaran ketika kebaikan diberikan kepada orang yang
tepat.
Contoh:-Ketika seorang mahasiswa tidak mengerti dengan materi yang diajaran dosen
lalu dosen menjelaskan dengan baik, itu kebaikan.
-Ketika seseorang yang tidak dikenal membatu kita yang mengalami kesusahan,
itu kebaikan.
Alasan:-Mahasiwa membutuhkan kebaikan dalam dunianya sebagai suatu hal yang baik
agar kedepannya mahasiswa bisa melakukan kebaikan kepada teman-temannya
atau bahkan kepada dosennya.
-Mahasiswa membutuhkan kebaikan dalam dunianya untuk menyalurkan
kebaikan tersebut kepada orang lain juga. Ketika kebaikan mengalir dari dirinya
lalu mengalir ke orang lain dan akhirnya memenuhi semua mahasiswa yang lain
maka akan muncul kebaikan.
g) Kesetiaan : Tidak memilih yang lain, patuh, mengikuti kemanapun pergi, dan
bersama dalam keadaan apapun.
Contoh:-Ketika seorang suami yang selalu ada bersama istrinya walaupun menurut orang
lain, istrinya sangat bawel. Itu kesetiaan.
-Ketika anjing saya menunggu saya pada saat saya pulang kuliah. Itu kesetiaan.
Alasan:-Mahasiswa membutuhkan kesetiaan dalam dunianya untuk membuktikan
loyalitasnya kepada teman dan juga dosen akan tugasnya sebagai mahasiswa yang
melakukan tugasnya dengan baik.
-Mahasiswa membutuhkan kesetiaan dalam dunianya supaya pekerjaan yang
sudah dilakukan bernilai dimata orang lain.
h) Kelemahlembutan: Tindakan yang didasari oleh kasih tanpa kekerasan dan tidak
menyakiti orang lain.
Contoh:-Ketika ibu sedang marah kepada anaknya tetapi dia tidak memarahi anaknya,
justru memaafkannya, itu kelemahlembutan.
-Ketika seorang guru menjelaskan materi kepada muridnya dan muridnya tidak
mengerti, lalu guru tersebut menjelaskannya dengan sabar dan lembut, itu
kelemahlembutan.
Alasan:-Mahasiswa perlu kelemahlembutan dalam dunianya supaya dia menjadi seorang
yang bisa bergaul dengan sesamanya karena kelembutannya.
-Mahasiswa perlu kelemahlembutan untuk memberikan suasana yang nyaman
dalam pergaulannya sehingga temannya memberikan performa yang baik juga
kepada dirinya.
i) Penguasaan diri: Tindakan yang disadari oleh kita untuk menahan sesuatu yang
diinginkan oleh diri kita mengenai hal yang tidak benar.
Contoh:-Banyak masalah yang dihadapi manusia, seperti masalah keuangan. Pada saat
manusia membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya lalu dia terpikir untuk
mencuri uang karena kebutuhannya dan dia menahan dirinya dari tindakan
tersebut, itu penguasaan diri.
-Ketika seseorang marah terhadap temannya karena temannya ingkar janji dan dia
menahan emosinya dengan cara memaafkanya, itu penguasaan diri.
Alasan:-Mahasiswa membutuhkan pengendalian diri dalam dunianya untuk
mengendalikan setiap perilaku yang akan dilakukannya. Banyak kesempatan
dalam dunia perkuliahan untuk melakukan kecurangan, tetapi dengan
pengendalian diri, mahasiswa bisa melakukannya dengan kebenaran.

3. 10 Deklarasi Hak Asasi Manusia


A. Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang
sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama
lain dalam persaudaraan.

B. Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di
dalam Deklarasi ini dengan tidak ada pengecualian apa pun, seperti pembedaan
ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pandangan lain, asal-
usul kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan
lain.

C. Setiap orang berhak atas kehidupan, kebebasan dan keselamatan sebagai


induvidu.

D. Tidak seorang pun boleh diperbudak atau diperhambakan; perhambaan dan


perdagangan budak dalam bentuk apa pun mesti dilarang. Tidak seorang pun
boleh disiksa atau diperlakukan secara kejam, diperlakukan atau dikukum secara
tidak manusiawi atau dihina.

E. Setiap orang berhak atas pengakuan di depan hukum sebagai manusia pribadi di
mana saja ia berada.

F. Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang
sama tanpa diskriminasi. Semua berhak atas perlindungan yang sama terhadap
setiap bentuk diskriminasi yang bertentangan dengan Deklarasi ini, dan terhadap
segala hasutan yang mengarah pada diskriminasi semacam ini.

G. Setiap orang berhak atas pemulihan yang efektif dari pengadilan nasional yang
kompeten untuk tindakan-tindakan yang melanggar hak-hak dasar yang diberikan
kepadanya oleh undang-undang dasar atau hukum

H. Tidak seorang pun boleh ditangkap, ditahan atau dibuang dengan sewenang-
wenang.

I. Setiap orang, dalam persamaan yang penuh, berhak atas peradilan yang adil dan
terbuka oleh pengadilan yang bebas dan tidak memihak, dalam menetapkan hak
dan kewajiban-kewajibannya serta dalam setiap tuntutan pidana yang dijatuhkan
kepadanya.

2 tanggung jawab manusia terhadap HAM mnrt john stott:


-
Bagaimana kita bisa melakukan tanggung jawab tsb:
-

4. Perbandingan antar 3 sikap relasi antar agama


Eksklusif : memandang orang di luar kelompoknya sebagai suatu hal yang sesat/keliru.
Maka menutup diri. Bisa benar, bisa juga keliru.
Kelebihan: Pembelaan akan kelompoknya sendiri sangat tidak diragukan.
Kekurangan: Tidak bisa belajar dari kelompok yang lain sehingga pikirannya terbatas.
Contoh: FPI

Pluralis : memandang orang, baik di dalam maupun di luar kelompoknya.


Kelebihan: Tidak mempermasalahkan pluralis justru menganggap semua itu baik dan
benar.
Kekurangan: Tidak memiliki pendirian atau prinsip tersendiri.
Contoh: Masyarakat umum

Inklusif : memandang ke dalam diri/kelompoknya sebagai yang benar. Mampu membuka


diri.
Kelebihan: Dapat belajar dari kelompok lain sehingga memiliki pemikiran yang luas.
Kekurangan: sulit untuk berdialog mendalam dengan agama lain, cendrung tertutup.
Contoh: Kristosentris
Relasi yang akan saya lakukan adalah Inklusif, karena saya banyak belajar dari kelompok
lain. Tetapi untuk memperkuat apa yang sudah saya percayai dan memperlajari sesuatu
yang tidak ada dalam kelompok saya, tetapi ada di kelompok yang lain sehingga pikiran
saya tidak terbatas.

5. 1. Etika Teleologis : berpatokan kepada tujuan atau akibatnya baik atau tidak.
2. Etika Deontologis : berpatokan kepada aturan atau kewajiban yang berlaku.
3. Etika Kontekstual: Etika Tanggung Jawab berpatokan tidak hanya kepada tujuan dan
aturan, tetapi juga berdasarkan sikon, secara bertanggung jawab.

Kelebihan Kekurangan
Etika teologis Berfokus pada tujuan, sehingga Tidak memperhatikan kewajiba
tujuannya tercapai dengan akibat yang harus dilakukan.
yang jelas yaitu baik atau buruk.
Etika deontologis Berfokus pada tanggung jawab Tidak memperhitungka
dan aturan sehingga membuat kebersamaan atau hati nurani.
menjadi taat.
Etika kontekstual Berfokus pada 3 unsur yaitu Tidak bisa memaksimalkan tujua
tujuan, tanggung jawab dan dan mempertahankan tanggun
kondisi sehingga mengambil jawab sehingga keputusan belum
keputusan secara bijak. tentu keputusan yang terbaik.

a. Saya memilih anaknya untuk selamat, karena seorang ibu akan tahu resiko apa yang
dia dapatkan jika dirinya sedang hamil. Dan sudah pasti dia akan merelakan dirinya
karena seorang ibu akan rela mengorbankan nyawanya untuk anaknya.
b. Saya memilih mahasiswa yang mencontek untuk di drop-out, karena jika dia sudah
berkuliah selama 14 semester, itu berarti dia tidak sungguh-sungguh dalam kuliahnya
atau dia memang tidak mampu dalam menjalani perkuliahannya, maka lebih baik dia
keluar agar tidak banyak menghabiskan uang orangtuanya.

6. a. Judulnya diberikan sebagai Ilusi Negara Islam, karena islam memiliki aliran garis keras
yang bisa disebut kelompok-kelompok keras yang memiliki tujan untuk menguasai
pemerintahan dan politik yang bertentangan dengan nilai-nilai Islami yang sebenarnya.
Dapat dikatakan bahwa Islam memiliki aliran yang berbeda dan juga bertentangan
dengan ajaran Islam yang sebenarnya, dimana aliran tersebut memiliki kelompok yang
bertujuan untuk mengusai Indonesia menjadi negara Islam yang selama ini mereka
pikirkan. Musuh dalam selimut yang dimaksud Gusdur adalah kelompok keras ini,
dimana mereka mengatasnamakan Tuhan atau Islam sebagai dasar pemerintahan mereka
dan kekuasaan mereka tidak mau mentolerir adanya orang-orang non-muslin bahkan
orang-orang yang tidak setuju dengan paham yang mereka miliki. Kelompok keras ini
menjadi musuh bagi para Islam NU dan Muhamadiyah karena mereka tidak sependapat
dengan kelompok ini yang mengutamakan kekerasan dalam bertindak anarkis. Berbeda
dengan NU dan Muhamadiyah, yang memiliki toleransi atas keberagaman dan menjaga
keberagaman tersebut.
b. Gerakan Islam Transnasional adalah gerakan yang berasal dari Timur Tengah dimana
adanya idelogi Wahabi-Ikhwanul Muslim. Mereka mengahasut anggota Islam yang
mayoritas untuk mengikuti ajaran mereka yang berbeda dan juga sesat. Mereka memiliki
berbagai macam cara untuk bisa membuat alirannya menjadi kelompok yang mayoritas
sehingga mereka dapat menjadikan negara ini dibawah kekuasaannya. Ideologi Wahabi-
Ikhwanul Muslim adalah idelogi yang bertentangan dengan ajaran Islam yang
sesungguhnya. Ideologi ini menganut kekerasan, agresifitas, destruktif dalam
menjalankan amanatnya bahkan sampai melakukan pembunuhan untuk mencapai
tujuannya.
c.Saya setuju dengan buku yang berpendapat bahwa demokrasi di Indonesia ini belum
sehat dan benar, masih ada gerakan yang tidak demokratis dari berbagai sisi dan bukan
hanya Islam bahkan agama lainpun juga demikian. Perlu banyak berdoa dan berseru
kepada Tuhan untuk dapat mewujudkan Pancasila agar tercipta kedamaian yang
sesungguhnya. Merdeka yang sesungguhnya, dan hidup sejahtera dalam bernegara.
Mimpi para leluhur yang telah memperjuangkan negara ini harus diperjuangkan dan
harus tercipta karena itu adalah suatu tanda bagi negara ini bahwa negara ini adalah
negara yang kuat dan tidak bisa dipecahkan.
-Yang saya tidak setuju dalam buku ini adalah ketika buku ini banyak membahas
mengenai kelompok lain dan tidak merefleksikannya kepada kelompok mereka sendiri
sehingga bias menimbulkan kearogansian atau sikap bahwa mereka merasa yang paling
benar.

7. A.-Kita harus keluar dari zona nyaman (halaman 92). Kalimat tersebut membuat saya
terkesan karena menurut saya sangat sulit bagi seseorang untuk bisa keluar dari zona
nyamannya, tetapi Ahok berani untuk keluar dari zona nyamannya. Arti dari kalimat
tersebut adalah kita tidak hanya berdiam diri dalam kehidupan yang nyaman, tetapi kita
memilih untuk hidup dalam tantangan dan resiko untuk tujuan yang benar dan besar.
-Jangan pernah lupa pada kampung halaman (halaman 121). Kalimat tersebut membuat
saya terkesan karena sulit bagi seseorang yang sudah terkenal untuk mengingat kampung
halamannya. Justru malah melupakan kampung halaman dan tidak memperdulikan
kampung halamannya. Seperti Malin Kundang, dia tidak mau mengakui ibunya. Artinya
untuk seorang pemimpin tidak boleh malu dan harus mengakui dari mana dirinya berasal
karena itu bagian dari proses kesuksesan yang telah diraih.
-Kalau ada pendidikan tidak boleh ada pengotakan atau diskriminasi (halaman 62).
Kalimat tersebut juga membuat saya terkesan karena sering terjadi diskriminasi dalam
dunia, seperti dunia perkuliahan baik secara terbuka maupun tidak.
B. Faktor-faktor yang membuat Ahok berhasil adalah
Selalu berada dalam Firman Tuhan
Mengutamakan Kebenaran
Dasar yang Benar
Memiliki Harapan yang disebut Idealis
Sikap yang bisa diteladani dari seorang Ahok adalah
Berani menghadapi orang dan sesuatu yang tidak benar
Berani mengambil keputusan yang besar dan resiko yang besar juga
Berpegang dan selalu bergantung kepada Tuhan
Menjalankan pekerjaan dengan benar dijalan Tuhan
Melakukan segala sesuatu yang berguna bagi orang lain

8. - Sinopis: Di kota Semarang tinggal bermacam suku dan agama, cerita film ini
menceritakan tentang tiga keluarga yang tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Keluarga
Tionghoa-Indonesia yang beragama Buddha, Tan Kat Sun yang diperankan oleh Hengky
Solaiman dan anaknya Hendra diperankan oleh Rio Dewanto. Pasangan muslim, Soleh
yang diperankan oleh Reza Rahadian dan Menuk yang diperankan oleh Revalina S.
Temat. Mualaf Katolik, Rika yang diperankan oleh Endhita dan Abi, anaknya Muslim.
Sun dan Hendra menjalankan bisnis sebuah restoran masakan Cina yang menyajikan
daging babi, yang dilarang bagi umat Islam, meskipun restoran memiliki klien dan juga
staf Muslim. Untuk memastikan hubungan yang baik dengan karyawan muslim dan juga
pelanggannya, Sun menggunakan peralatan khusus untuk mempersiapkan daging babi
dimana ia tidak mengizinkannya untuk digunakan untuk hidangan lainnya, dan
memungkinkan stafnya memiliki waktu untuk shalat, ia juga tidak memberi mereka
liburan selama Hari Raya Idul Fitri. Salah satu karyawannya adalah Menuk. Menuk
selalu mendukung Soleh. Soleh adalah suaminya Menuk yang menganggur. Rika adalah
teman Menuk dan berteman dengan seorang aktor muslim yang gagal, Surya yang
diperankan oleh Agus Kuncoro.
Pada usia 60-an, Sun sakit dan restorannya diambil alih oleh Hendra, yang memutuskan
akan melayani pelanggan secara eksklusif dengan masakan yang terbuat dari daging babi
dan mengasingkan pelanggan Muslimnya. Hendra masuk ke dalam masalah dengan
Soleh karena Menuk. Hendra dulu pernah menjadi kekasihnya. Menuk menjadi semakin
tertekan setelah Soleh mengatakan bahwa ia berencana untuk menceraikannya. Rika
merasa stres karena bagaimanapun dia telah dirawat oleh tetangga dan juga keluarganya
yang telah berpindah agama ke Katolik dari Islam. Abi juga menghadapi masalah, dirinya
dikucilkan. Sementara itu, Surya dan Doni yang diperankan oleh Glenn Fredly, bersaing
untuk mendapatkan kasih sayangnya. Surya marah karena kegagalannya untuk
mendapatkan pekerjaan akting yang baru.
Soleh ikut bergabung dengan kelompok amal Islam, Nahdlatul Ulama (NU), berharap
untuk mendapatkan kepercayaan. Meskipun awalnya ia enggan untuk melindungi
keamanan gereja, akhirnya ia mengorbankan dirinya pada saat ia menemukan bom yang
telah di letakkan di dalam gereja. Dia berlari keluar dari gereja dengan bom tersebut,
yang akhirnya bom tersebut meledak di luar gereja. Bom tersebut membunuh Soleh,
tetapi jauh dari anggota gereja. Sun meninggal ketika restorannya tidak tutup untuk
menghormati Idul Fitri, restorannya diserang oleh sekelompok umat Islam. Setelah
serangan itu terjadi, Hendra membaca 99 Nama Allah dan masuk Islam, ia mencoba
untuk mendekati Menuk, meskipun tidak jelas apakah Menuk akan menerimanya. Surya
menerima tawaran dari Rika untuk memainkan peran menjadi Yesus di gereja-nya pada
saat perayaan Natal dan Paskah, dimana ia menerima bayaran yang tinggi. Setelah ragu-
ragu karena takut bahwa hal itu akan bertentangan dengan agamanya, maka setelah
perayaan tersebut dia membaca Al-Ikhlas di dalam masjid. Rika mampu memperoleh
restu orangtuanya untuk perpindahan agamanya.
- Tokoh antagonis adalah Soleh, dimana dia tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa
bertanggung jawab akan statusnya sebagai seorang suami, tetapi akhirnya dia bisa
berbuat Jihad yaitu dia membela agamanya. Saya setuju mengenai hal tersebut karena
hal tersebut merupakan tindakan yang baik bagi agamanya.

9. Yang terlibat adalah Rika, dia pindah agama dan tidak dijelaskan mengapa dia pindah
agama, tetapi dia berani mengambil keputusan yang besar dalam hidupnya untuk pindah
agam. Banyak yang menolak keberadaan Rika sebagai seorang Kristen, tetapi akhirnya
mereka mengerti mengapa Rika memilih untuk pindah agama. Tindakan yang Rika
lakukan bukanlah perbuatan yang salah dan bukan juga perbuatan yang benar, tetapi
perbuatan tersebut adalah netral, karena bagi seseorang, kepercayaan akan Tuhan itu
bersifat pribadi.

10. Yang menjadi pertanyaannya adalah jika seorang anggota keluarga ada yang memiliki
agama yang berbeda, apakah itu salah? Apakah ada yang salah jika ada seorang beragama
Muslim membantu pelayanan Gereja? Jawabannya adalah tidak ada yang salah.
Mengapa? Karena di dalam dunia ini kita hidup dengan banyak kepercayaan, bukan
hanya agama bahkan suku dan juga ras. Tetapi kita dituntut harus hidup rukun untuk
mencapai kehidupan yang damai sejahtera

11. Tokoh agama

1 (Islam): Ada 4 ayat Quran yang diberikan oleh Ustad Syafrudin.

1. Q.S Al-Araaf, Ayat 81


Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka),
bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Pembahasannya:
Ayat tersebut benar, tetapi ada sedikit kejanggalan dengan kata Bukan Kepada Wanita.
Maksudnya mungkin kepada wanita yang telah dinikahinya. Kalau terjemahan tersebut
dimaksudkan memang begitu, tentu terjemahan itu membolehkan pemerkosaan kepada
wanita JIKA agan lagi sange, TAPI berlaku untuk orang yg orientasi seksualnya
homoseksual/biseksual saja.

Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu, bukan kepada


wanita (yang telah dinikahkan), malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

Menurutku terjemaahan itu baru logis, Kenapa? karena zina dengan siapapun itu
HARAM. apalagi yang sudah menikah hubungan seksual dg siapapun kecuali istri itu
HARAM, Untuk lelaki gay/biseksual yang sudah menikah dengan wanita DILARANG
zina dengan Lelaki, makanya ALLAH menyebutnya kaum yang melampaui batas,
kenapa? udah nikah kok main selingkuh!

2. Q.S Huud, Ayat 78


Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka
selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji (liwat, homoseksual). Luth berkata:
Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah
kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak
adakah di antaramu seorang yang berakal?

Pembahasannya:
Ayat-ayat tersebut menceritakan tentang kisah nabi luth, tapi banyak orang-orang yang
berkesimpulan tentang terjemahan tersebut bahwa kaum nabi luth itu berdosa karena
mereka homoseksual (?), Menurutku kaum nabi Luth itu berdosa karena mereka
menyukai dzalim, zina, keji dan suka membuat kerusakan, jadi ALLAH pun marah
karena perbuatan keji mereka. baca lagi ayat2 sebelumnya utk kelengkapan kisah nabi
Luth! berikut ini terjemahan yang menurutku yang paling logis :

Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka
selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: Hai kaumku, inilah
puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah
kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang
yang berakal?

Dari ayat diatas jelas sekali bahwa ALLAH SWT TIDAK menghukum kaum nabi Luth
A.s karena homoseksual. Ntah siapa yang menambahkan kata2 pada terjemahan
tersebut!

3. Asy Syuaraa, Ayat 165 &166


Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-
isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang
melampaui batas

Pembahasannya:
Yup, 100% setuju dg firman ALLAH dalam surat ini, tanpa adanya bantuan terjemahan
dalam kurung () yang dibuat oleh manusia. Seperti yang sudah saya sebutkan tadi dalam
Q.S Al-Araaf, Ayat 81. Orang gay/biseks yang sudah mempunyai istri dilarang
selingkuh/zina dg lelaki.

4. Q.S Al-Ankabut : 30-31


Dia (Luth) berdoa, Ya Tuhanku, tolonglah aku atas golongan yang berbuat kerusakan
itu. Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim dengan membawa
kabar gembira, mereka mengatakan, Sungguh, Kami akan membinasakan penduduk
kota (Sodom) ini karena penduduknya sungguh orang-orang zalim.

Pembahasannya:
Seperti yang saya bahas pada surah-surah sebelumnya, Kisah nabi Luth a.s Bukan kisah
tentang pemusnahan kaum homoseksual, melainkan tentang kisah murka ALLAH SWT
terhadap kaum-kaum yang membuat kerusakan dan dzalim itu. Terjemahan diatas dalam
kata dalam kurung (Sodom) sangat menuduh sekali. Bahkan kata SODOM
diperuntukkan bagi kota yang Katanya melakukan homoseksual. Ini ibarat terjemahan
yang mendahului TUHAN atau sok lebih tau dari tuhan. Coba kata (sodom) nya gk perlu
dimasukin:

Dia (Luth) berdoa, Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas
golongan yang berbuat kerusakan itu. Dan ketika utusan Kami (para malaikat) datang
kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengatakan, Sungguh, Kami
akan membinasakan penduduk kota ini karena penduduknya sungguh orang-orang
zalim.

Dari sini keliatan sekali bahwa tidak ada homoseksualitas disebutkan dalam pemusnahan
kaum nabi Luth.

Tokoh agama 2
(Kristen): Saya melakukan pembicaraan dengan seorang Pendeta Bernama Dianawati,
tinggal di Grogol.
Sekali waktu saya memimpin upacara pemakaman seorang ibu anggota jemaat gereja
kami. Kebetulan seorang putranya mempunyai kecenderungan seksual yang agak
berbeda. Dia menjadi kewanita-wanitaan dan mengarah kepada kehidupan waria.
Kebetulan ada banyak teman-teman warianya yang juga hadir di upacara pemakaman itu.
Di satu waktu, orang ini berkata kepada kami bahwa kalau gereja mau melayani kaum
waria ini, dia sanggup mengumpulkan ratusan teman-temannya. Sebenarnya ini
kesempatan yang baik untuk melayani mereka, sayangnya gereja kami tidak mempunyai
instrumen dan mungkin juga tidak punya visi ke sana untuk melayani kelompok waria
ini, sehingga tidak ada follow-up.
Di dalam terang Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, saya ingin menunjukkan bagaimana
seharusnya paradigma orang Kristen terhadap homoseksualitas, gay, dan juga lesbian.
Alkitab secara tegas menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah dosa, tetapi Alkitab
tidak menyatakan bahwa para pelakunya dalam hal ini biasa disebut gay dan lesbian
bebas diperlakukan dalam ketidakadilan seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Tuhan Yesus
membeci dosa homoseksualitas, sama seperti Dia membenci dosa-dosa yang lain, tetapi
Dia tetap mengasihi mereka yang terlibat di dalam-Nya. Tuhan mau para gay dan lesbian
ini diperlakukan dalam terang kasih ilahi, sehingga mereka dapat bertobat dan dipulihkan
dari dosa homoseksualitas.
Perhatikan hal ini sekali lagi, kekristenan membenci dan memusuhi dosa
homoseksualitas, tetapi mengasihi gay dan lesbian dalam kasih Kristus, sehingga mereka
dapat dibawa kembali dari dosa-dosa itu dan disadarkan kepada kemurnian seksualitas
yang sebenarnya. Meskipun gay dan lesbian berdosa dengan orientasi
homoseksualitasnya, adalah tidak benar jika kita bebas melakukan tindakan kekerasan
dan penganiayaan kepada mereka. Yang harus dilakukan adalah menyadarkan mereka dan
membawa mereka kepada pertobatan di dalam Tuhan Yesus.
Alkitab jelas menyebutkan bahwa homoseksualitas adalah dosa dan kekejian di mata
Allah.
Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran,
sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka kepada hawa nafsu yang
memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan
yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar
dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang
lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki (Roma 1:24-
27)
Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan,
karena itu suatu kekejian. (Imamat 18:22)
Bila seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan,
jadi keduanya melakukan suatu kekejian (Imamat 20:13)
sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang
sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah
menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Namun demikian
orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina
kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga (Yudas 1:7-8)
Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian
dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang
berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu
tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. (1 Korintus 6:9-10)
Tuhan tidak pernah menciptakan seseorang dengan keinginan homoseks. Alkitab
memberitahu kita bahwa seseorang menjadi homoseks karena dosa (Roma 1:24-27) dan
pada akhirnya karena pilihan mereka sendiri. Seseorang mungkin dilahirkan dengan
kecenderungan terhadap homoseksualitas, sama seperti orang dapat dilahirkan dengan
kecenderungan kepada kekerasan dan dosa-dosa lainnya. Ini bukan merupakan dalih
untuk hidup dalam dosa dengan mengikuti keinginan dosa mereka.
Tetapi Alkitab tidak menggambarkan homoseksualitas sebagai dosa yang lebih besar
dibanding dosa-dosa lainnya. Semua dosa adalah kekejian dan tidak menyenangkan
Tuhan. Homoseksualitas hanyalah salah satu dari sekian banyak hal yang dicantumkan
dalam 1 Korintus 6:9-10 yang menghalangi seseorang dari Kerajaan Allah. Menurut
Alkitab, pengampunan Allah tersedia bagi kaum homoseks, sama seperti bagi orang yang
berzinah, penyembah berhala, pembunuh, pencuri, dll. Allah juga menjanjikan kekuatan
untuk menang terhadap dosa, termasuk homoseksualitas, kepada setiap orang yang
percaya kepada Yesus Kristus untuk keselamatan mereka.
Salah satu fenomena sosial yang terjadi di dekade belakangan ini adalah munculnya
dorongan yang kuat dari kelompok homoseks untuk menuntut persamaan hak dan
keadilan bagi mereka. Sekarang, mengakui bahwa dirinya adalah gay adalah lesbian
bukanlah hal yang terlalu tabu. Sehingga mereka juga merasa mempunyai hak asasi yang
sama bahkan juga di dalam lembaga pernikahan.
Di sinilah gereja dan kekristenan harus membuat keputusan yang tegas. Jikalau Alkitab
dengan jelas mengatakan bahwa homoseksualitas adalah dosa, maka gereja pun juga
tidak boleh memberikan izin bagi lembaga pernikahan sesama jenis. Ini bukan tentang
hak asasi manusia, tetapi tentang otoritas tertinggi yang dipercayai oleh gereja, yaitu
Alkitab sendiri.
Gereja harus memperhatikan dengan seksama masalah homoseksualitas ini secara jujur
dan realistik dalam kasih dan pengertian. Tuhan jelas tidak menginginkan seorang pun
terikat oleh homoseksualitas. Kasih karunia-Nya cukup untuk memberikan kemenangan
bagi mereka yang sedia menaklukkan masalah ini kepada-Nya. Gereja perlu mengambil
prakarsa memberitakan pesan yang menimbulkan harapan ini kepada kaum gay dan
lesbian. Sekali lagi, gereja perlu mengambil prakarsa melayani golongan ini. Adalah tidak
benar jika gereja membiarkan saja atau bahkan mengacuhkan, meminggirkan orang-
orang yang bergumul dengan masalah ini. Gereja harus ambil bagian di dalam karya
Tuhan Yesus Kristus untuk membawa pertobatan di kalangan gay dan lesbian.