Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA BERMAIN

Pada Anak-Anak Usia 4-5 tahun di TK Pertiwi


Desa Cikidang Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

Disusun oleh :
Findiani Pawestri
P1337420214112
II C

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG
PRODI DIII KEPERAWATAN PURWOKERTO
2016
SATUAN ACARA BERMAIN
(SAB)

Pokok bahasan : Bermain


Sub pokok bahasan : Mewarnai
Sasaran : Anak usia 4 5 tahun
Waktu : 60 Menit
Hari /tanggal : Kamis, 12 Mei 2016
Tempat : TK Pertiwi Desa Cikidang
Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas
Penyuluh : Findiani Pawestri
Latar belakang :
Bermain merupakan suatu aktivitas yang dilakukan
oleh anak-anak dalam masa tumbuh kembang yang
merupakan cara alamiah untuk mengenal diri sendiri
dan orang lain dalam beradaptasi dengan
lingkungan. Bermain merupakan kebutuhan vital
bagi anak yang dibutuhkan dalam proses
pertumbuhan dan perkembangan. Berbagai inovasi
dalam permainan dibutuhkan anak-anak untuk
kesehatan fisik, mental dan perkembangan
emosionalnya. Kesenangan merupakan komponen
penting dalam proses bermain yang akan
memberikan nilai positif dimana mereka akan saling
mengenal segala sesuatu yang ada disekitarnya.
Anak-anak yang memiliki kesempatan lebih untuk
bermain dalam proses pertumbuhan dan
perkembangannya akan lebih mudah untuk
beradaptasi dengan lingkungan, lebih mudah untuk
mengenal dan kreatif sehingga nantinya akan
menjadi generasi yang lebih baik dari anak-anak
yang tidak memiliki kebebasan dan kesempatan
untuk bermain.
Kebebasan bermain merupakan keharusan
yang diberikan kepada anak-anak dalam tumbuh
kembang untuk membentuk individu yang lebih
berkompeten dikemudian hari. Memberikan
kebebasan bermain tidak membiarkan anak untuk
bermain tanpa arahan dan pantauan yang jelas
tetapi kebebasan bermain yang diberikan kepada
anak harus dipantau dan diarahkan yang bertujuan
untuk mengenalkan dan mengajarkan hal positif
untuk kecerdasan emosional, spiritual, intelegensi
dan lain-lain. Mengajarkan anak bermain dengan
menggunakan ilmu seni dan kiat akan
menghasilkan hasil yang lebih terarah.
A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Peserta program bermain mampu mencapai tugas perkembangan
secara optimal sesuai tahap perkembangan.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti serangkaian acara bermain diharapkan mampu
a. Mengenal warna-warna
b. Memahami petunjuk atau perintah
c. Mengungkapkan pikiran atau menyatakan pikiran
d. Saling berkomunikasi untuk mengekspresikan perasaannya
e. Melatih motorik pasien

B. Kegiatan program bermain


1. Tempat : TK Pertiwi Cikidang, Cilongok.
Waktu : 08.00 WIB
2. Program Bermain : Mewarnai
3. Karakteristik Peserta
a. Anak usia 4 -5 tahun
b. Anak perempuan dan laki-laki
c. Sudah saling mengenal dengan keluarga dan lingkungan
4. Analisis tugas
a. Aspek kognitif
b. Aspek afektif
c. Menerapkan aturan permainan
d. Mengungkapkan imajinasinya
5. Metode
a. Mewarnai subyek kereta dan 2 orang muslim
b. Menuliskan nama masing-masing di kertas mewarnai
c. Bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan
6. Media
a. Kertas HVS bergambar
b. Pewarna (Crayon)
7. Rencana pelaksanaan
No Kegiatan Waktu Subyek terapi
1. Persiapan : 5 menit Ruangan, alat, dan
a. Menyiapkan tempat
peserta siap.
b. Menyiapkan alat alat
c. Mengumpulkan peserta
terapi bermain
2. Proses bermain :
a. Membuka proses 3 menit Menjawab Salam,
kegiatan bermain memperkenalkan diri,
dengan mengucap dan memperhatikan.
salam dan
7 Menit
memperkenalkan diri. Anak mengerti
b. Menjelaskan mafaat aturann permainan
dan tujuan bermain, yang akan telah
30 Menit
serta menjelaskan dijelaskan.
Anak melakukan
aturan permainan.
c. Kegiatan bermain kegiatan bermain yang
meliputi:
10 Menit a. Mewarnai gambar
b. Menulis nama
masing-masing
Anak bermain dengan
d. Mengevaluasi respon
antusias dan
anak dan keluarga
mengungkapkan
perasaannya
3. Pentupan : 5 Menit Memperhatikan dan
Menyimpulkan kegiatan
menjawab salam.
bermain dan megungkapkan
salam.

8. Evaluasi
a. Kriteria
1) Anak dapat mengerti petunjuk yang diberikan
2) Anak dapat mengekspresikan perasaannya
3) Anak dapat mewarnai sesuai kreatifitasnya
4) Anak dapat membedakan warna
5) Anak dapat mengikuti proses terapi bermain mewarnai dengan
baik
b. Prosedur
1) Menurut observer : dalam kegiatan bermain terdapat
sekelompok anak yang cepat dan benar mengikuti terapi
bermain dan anak yang kurang aktif dalam kegiatan bermain.
2) Melakukan evaluasi berupa memberikan kesempatan praktek
mencuci tangan yang telah dicontohkan dan memberikan
penghargaan mengenai hasil mewarnainya.
MATERI TERAPI BERMAIN

A. Definisi Bermain
Bermain merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela
untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan. Bermain merupakan
aktivitas yang dapat menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak
dan merupakan cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan
sosial sehingga bermain merupakan media yang baik untuk belajar karene
dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi, menyesuaikan diri
dengan lingkungan yang baru, melakukan apa yang dapat dilakukannya,
dan dapat mengenal waktu, jarak serta suara.

B. Keuntungan Bermain
Keuntungan-keuntungan yang didapat dari bermain, antara lain:
1. Membuang ekstra energi.
2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang,
otot dan organ-organ.
3. Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang nafsu makan anak.
4. Anak belajar mengontrol diri.
5. Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang
hidupnya.
6. Meningkatnya daya kreativitas.
7. Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada
disekitar anak.
8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan
kedukaan.
9. Kesempatan untuk bergaul dengan anak lainnya.
10. Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.
11. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.
C. Macam-Macam Bermain
1. Bermain aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan
diperoleh dari apa yang diperbuat oleh mereka sendiri. Bermain aktif
meliputi :
a. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa alat
permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah ada
bunyi, mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang berusaha
membongkar.
b. Bermain konstruksi (Construction Play)
Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi
rumah-rumahan.
c. Bermain drama (Dramatic Play)
Misal bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan dengan
teman-temannya.
d. Bermain fisik
Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.
2. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan
mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain
aktif dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan
keletihannya.
Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita atau
musik,menonton televisi dsb. Dalam kegiatan bermain ini kadang tidak
dapat dicapai keseimbangan dalam bermain, yaitu apabila terdapat hal-
hal seperti dibawah ini :
a. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi
untuk aktif bermain.
b. Tidak ada variasi dari alat permainan.
c. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.
d. Tidak mempunyai teman bermain.

D. Alat Permainan Edukatif (APE)


Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat
mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan
tingkat perkembangannya, serta berguna untuk :
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat
menunjang atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari
motorik kasar dan halus. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda,
bola, mainan yang ditarik dan didorong, tali, dll. Motorik halus : gunting,
pensil, bola, balok, lilin, dll.
2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan
kalimat yang benar.Contoh alat permainan : buku bergambar, buku
cerita, majalah, radio, tape, TV, dll.
3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran,
bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku
cerita, puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan
interaksi ibu dan anak, keluarga dan masyarakat.Contoh alat
permainan : alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak
pasir, bola, tali, dll.

E. Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Bermain


1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat
pada keterampilan yang lebih majemuk.
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.

F. Bentuk-Bentuk Permainan
1. Usia 0 12 bulan
Tujuannya adalah :
a. Melatih reflek-reflek (untuk anak bermur 1 bulan), misalnya
mengisap, menggenggam.
b. Melatih kerjasama mata dan tangan.
c. Melatih kerjasama mata dan telinga.
d. Melatih mencari obyek yang ada tetapi tidak kelihatan.
e. Melatih mengenal sumber asal suara.
f. Melatih kepekaan perabaan.
g. Melatih keterampilan dengan gerakan yang berulang-ulang.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Benda-benda yang aman untuk dimasukkan mulut atau dipegang.
b. Alat permainan yang berupa gambar atau bentuk muka.
c. Alat permainan lunak berupa boneka orang atau binatang.
d. Alat permainan yang dapat digoyangkan dan keluar suara.
e. Alat permainan berupa selimut dan boneka.
2. Usia 13 24 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mencari sumber suara/mengikuti sumber suara.
b. Memperkenalkan sumber suara.
c. Melatih anak melakukan gerakan mendorong dan menarik.
d. Melatih imajinasinya.
e. Melatih anak melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam
bentuk kegiatan yang menarik
Alat permainan yang dianjurkan:
a. Genderang, bola dengan giring-giring didalamnya.
b. Alat permainan yang dapat didorong dan ditarik.
c. Alat permainan yang terdiri dari: alat rumah tangga(misal: cangkir
yang tidak mudah pecah, sendok botol plastik, ember, waskom,
air), balok-balok besar, kardus-kardus besar, buku bergambar,
kertas untuk dicoret-coret, krayon/pensil berwarna.
3. Usia 25 36 bulan
Tujuannya adalah :
a. Menyalurkan emosi atau perasaan anak.
b. Mengembangkan keterampilan berbahasa.
c. Melatih motorik halus dan kasar.
d. Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung,
mengenal dan membedakan warna).
e. Melatih kerjasama mata dan tangan.
f. Melatih daya imajinansi.
g. Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Alat-alat untuk menggambar.
b. Lilin yang dapat dibentuk
c. Pasel (puzzel) sederhana.
d. Manik-manik ukuran besar.
e. Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang
berbeda.
f. Bola.
4. Usia 32 72 bulan
Tujuannya adalah :
a. Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan.
b. Mengembangkan kemampuan berbahasa.
c. Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah,
mengurangi.
d. Merangsang daya imajinansi dsengan berbagai cara bermain pura-
pura (sandiwara).
e. Membedakan benda dengan permukaan.
f. Menumbuhkan sportivitas.
g. Mengembangkan kepercayaan diri.
h. Mengembangkan kreativitas.
i. Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari,
dll).
j. Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus
dan kasar.
k. Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang
diluar rumahnya.
l. Memperkenalkan pengertian yang bersifat ilmu pengetahuan, misal
: pengertian mengenai terapung dan tenggelam.
m. Memperkenalkan suasana kompetisi dan gotong royong.
Alat permainan yang dianjurkan :
a. Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-
anak, alat gambar & tulis, kertas untuk belajar melipat, gunting, air,
dll.
b. Teman-teman bermain : anak sebaya, orang tua, orang lain diluar
rumah

DAFTAR PUSTAKA
Nursalam. (2005). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk Perawat dan
Bidan). Jakarta: Salemba Medika
Supartini, Yupi. (2004). Konsep Dasar Keperawatan Anak. Jakarta: EGC
Wong, Donna L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC