Anda di halaman 1dari 3

PROPOSAL KEGIATAN

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK: STIMULASI SENSORI

A. Latar Belakang
Gangguan jiwa merupakan sindroma perilaku pada perubahan pola psikologis
yang secara klinis bermakna dan menimbulkan penderitaan (distress) dan hendaya
(disability) terhadap satu atau lebih fungsi kehidupan manusia. Salah satu fungsi
kehidupan yang mengalami hendaya adalah gangguan pada respon sensori penderita,
sehingga penderita menjadi tidak responsif dan acuh tak acuh dengan lingkungan.
Sehingga diperlukan suatu terapi yang mampu mengubah perilaku, meredakan distres,
dan meningkatkan fungsi dalam kehidupan.
Salah satu terapi untuk gangguan jiwa khususnya untuk menstimulasi respon
sensoris pasien adalah terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensoris. Terapi aktivitas
kelompok: stimulasi sensoris merupakan perkumpulan beberapa orang yang melakukan
kegiatan yang sama untuk melakukan kegiatan yang sama yang bertujuan untuk
merangsang sikap responsif anggota kelompok terhadap lingkungan.
Berdasarkan uraian teori mengenai terapi aktivitas kelompok bagi penderita
gangguan jiwa dan data pendukung pada ruang 23 psikiatri Rumah Sakit Saiful Anwar
Malang, pada Selasa tanggal 25 Oktober 2016 terdapat dua pasien dengan gejala kurang
responsif dan cenderung acuh tak acuh dengan lingkungannya, maka penulis akan
melakukan terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensoris di ruang 23 psikiatri Rumah Sakit
Saiful Anwar Malang.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan terapi aktivitas kelompok: stimulasi sensori, klien responsif dengan
stimulus lingkungan
2. Tujuan Khusus
a. Klien dapat menikmati menonton video yang bermakna positif untuk klien
b. Klien mampu menceritakan makna video yang ditontonnya

C. Daftar Pemimpin Kelompok dan Deskripsi Kerja


a. Pemimpin Kelompok (Leader):
Tugas: Memimpin berjalannya TAK, Merancang TAK
b. Wakil Pemimpin Kelompok (Co Leader):
Tugas: membantu Leader memimpin TAK
c. Fasilitator (seolah menjadi anggota kelompok):
Tugas: membantu menstimulasi kelompok
d. Observer (Pengamat):
Tugas: mengamati, menilai, memberi masukan

D. Kriteria Anggota Kelompok


Klien yang kurang responsif terhadap stimulus lingkungan.

E. Uraian Struktur Kegiatan


1. Setting: Klien duduk membentuk setengah lingkaran didepan TV, Ruangan aman
dan tenang
2. Alat: Video, televisi, VCD
3. Metode: Diskusi
4. Langkah-langkah kegiatan:
1.1 Persiapan
a. Membuat kontrak dengan klien
b. Mempersiapkan alat dan tempat

1.2 Orientasi
a. Salam teraupeutik : Terapis mengucapkan salam
c. Evaluasi / validasi : Terapis menanyakan perasaan klien hari ini
d. Kontrak :
i. Terapis menjelaskan tujuan TAK
ii. Terapis menjelaskan aturan main yaitu :
Klien harus mengikuti TAK dari awal sampai dengan akhir
Bila ingin keluar dari kelompok, klien harus meminta izin kepada
terapis
Lama kegiatan 60 menit

1.3 Kerja
a. Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu menonton
TV/video dan menceritakan makna yang telah di tonton
b. Terapis memutar TV/video yang telah dipersipkan
c. Setelah selesai menonton, masing-masing klien diberi kesempatan
menceritakan isi tontonan dan maknanya untuk kehidupan klien beruntun
searah jarum jam, dimulai dari klien yang ada disebelah kiri terapis
b. Setiap selesai klien menceritakan pendapatnya, terapis mengajak klien
lain bertepuk tangan dan memberi pujian, sampai semua klien
mendapatkan giliran.

1.4 Terminasi
a. Evaluasi
1.Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2.Terapis memberikan pujian atas pencapaian kelompok
b. Tindak lanjut: Terapis menganjurkan klien untuk menonton acara yang
membangun semangat
c. Kontrak yang akan datang
1.Terapis menyepakati kegiatan TAK berikutnya
2.Terapis menyepakati waktu dan tempat TAK

F. Evaluasi

Nama Peserta TAKSS


N
Aspek yang Dinilai
o

1 Mengikuti kegitan
sampai akhir
2 Menceritakan cerita
dalam TV/video

3 Menceritakan makna
cerita/tokoh