Anda di halaman 1dari 5

ROLE PLAY MANAGEMEN KEPERAWATAN

Penanganan Konflik Interpersonal Karena Persaingan

Pemeran role play Kelompok 4 :

SEBAGAI Keluarga
SEBAGAI Perawat B
SEBAGAI Narator
SEBAGAI Pasien
SEBAGAI Perawat C
SEBAGAI Perawat A
SEBAGAI kepala ruang

NARASI

Di sebuah rumah sakit di kota X yang merupakan salah satu rumah sakit kelas B, terjadi

sebuah konflik interpersonal antar perawat, terjadi antara perawat A dan Perawat lain di

ruangan X. Konflik ini terjadi karena perawat A dalam memberikan asuhan keperawatan

bertindak semaunya sendiri tidak sesuai dengan SOP yang sudah ada. Sehingga hal ini

merugikan pasien dan membuat teman perawat lain tidak suka dengan perawat A. Sampai

pada suatu ketika ada perawat baru yang bekerja di ruangan tersebut. Perawat baru ini adalah

perawat B, berbeda dengan perawat A perawat B ini sangat baik sopan dan cekatan sehingga

teman teman perawat lain serta pasien menyukai perawat B. Hal ini mebuat perawat A tidak

suka. Kemudian pada suatu hari perawat A bertugas bersama perawat B dan perawat C.
Hari pertama perawat B bekerja di ruangan dan diperkenalkan oleh kepala ruangan.

Kepala ruang : selamat pagi teman teman semua sebelum kita mulai meeting morning

seperti biasa sebelumnya saya akan memperkenalkan teman baru kita. Dia

adalah perawat B, silahkan untuk mmperkenalkan diri.

Perawat B : baik terimakasih pak, perkenalkan saya ..... asal .... pernah bekerja ...,

senang dapat diterima di sini semoga saya dapat bekerja dengan baik di sini

mohon bimbingannya dari teman teman semua.

Kepala ruang : ya semoga cepat dapat beradaptasi di sini. Sekarang silahkan dari yang jaga

malam untuk mengoperkan pasien kepada yang jaga pagi.

Perawat C : ya dari yang jaga malam jumlah pasien .....

Kepala ruang : baik mungkin meeting morning ini selesai, sekarang kita bisa melanjutkan

bekerja untuk perawat B mari saya orientasikan dulu ruangan ini.

(perawat B diorientasikan oleh kepala ruang dan diberikan jadwal kemudian langsung

bekerja sif pagi pada saat ini)

Hari pertama dan seterusnya tidak ada masalah dengan perawat B semua berjalan dengan

baik bahkan sangat baik. Sampai suatu saat perawat B bekerja dengan perawat A dan perawat

C. Perawat A bertugas pada satu pasien yang sama dengan perawat B, mereka akan menggati

balutan kamar yang sama. Namun setelah selesai...

Perawat B : sudah selesai ibu, bagaimana perasaan setelah di ganti balutnya?

Pasien : nyaman sus,

Keluarga : sus kok balutanya ga kaya yang disebelah, kok ga rapi sih sus?

Perawat B : iya kan lukannya kan beda

Keluarga : sus, adik saya di rawat sama suster itu aja yang rapi

Perawat A : coba sini saya lihat, masa ga rapi sih


Kemudian perawat A membenarkan balutan pasien.

Perawat A : seperti ini bu?

Keluarga : iya sus, ini kan lebih keliatan rapi

Perawat B : iya lebih rapi ya bu, kalau begitu saya permisi ya?

Kemudian mereka pun keluar, diluar kamar pasien

Perawat A : gimana sih de, kok mbalut kaya gitu ga rapi?

Perawat B : itu letaknya susah, tadi gerak-gerak terus pasiennya

Perawat A : tidak juga lah

Setelah kejadian itu, perawat A dan perawat B saling bersaing. Meraka sering terlihat

berdebat di depan pasien.Persaingan mereka sering menjatuhkan satu samalain. Hal itu

membuat teman dan rekan merasa tidak nyaman.

Pada suatu hari diruangan tersebut ada 4 pasien yang harus diambil sample darahnya,

akhirnya perawat A dan B bagi tugas, perawat A mendapat 2 pasien dan perawat B juga 2

pasien. Namun, saat perawat B telah selesai mengambil darah 2 pasien, perawat A masih

kesulitan untuk mengambil darah 1 pasien. Melihat keadaan tersebut perawat B meghampiri

Perawat A.

Perawat B : kamu lagi ngapain? Ngambil darah kok lama banget? Aku saja sudah

selesai 2 pasien dari tadi, kamu masih disini saja.

Perawat A : sabar , dari tadi juga saya lagi berusaha

Pasien : Sakit banget sus, masih lama apa?

Keluarga : Iya bagaimana sus sudah dari tadi tapi tidak jadi-jadi, coba sama perawat itu

saja lah, (sambil menunjuk ke perawat B)


Perawat B : iya coba sini pasti langsung jadi. (Perawat B merebut peralatan yang

sedang dipegang oleh Perawat A)

Perawat B dengan sekali mencoba mengambil darah langsung jadi.

Keluarga : Nah... itu sama suster itu langsung jadi. Makasih sus

Perawat B : iya bu sama-sama, kalau ada apa-apa lapor saja ke saya ya bu.

Perawat A : lhooo ini kan pasien saya, kok kamu ikut campur

Perawat B : ya tidak apa-apa daripada kamu lama

Keluarga : sudah lah sus jangan ribut disini, anak saya pengin istirahat.

Akhirnya Perawat A dan Perawat B meninggalkan pasien tanpa meminta maaf atas

keributan yang terjadi. Keluarga pasien merasa tersinggung sehingga melaporkan kejadian

tersebut ke perawat C yang sedang jaga di ruangan tersebut. Setelah itu perawat C

melaporkan ke kepala bangsal.

Pukul 12.00 WIB kepala bangsal memanggil perawat A dan perawat B ke ruangannya.

Perawat A dan B : Assalamualaikum

Kepala ruang : Waalaikumsalam ya silahkan masuk

Perawat A dan B : Terimakasih bu

Kepala ruang : sebelumnya maaf saya mengganggu waktu kerja kalian, begini saya

mendapat laporan dari keluarga pasien bahwa ada suatu keributan di ruangan,

bisa tolong dijelaskan bagaimana kejadiannya?

Perawat A dan perawat B menceritakan kejadian yang terjadi, dan kepala bangsal

mendengarkan. Sampai pada akhirnya kepala ruang memberikan solusi.

Kepala Ruang : Baiklah saya mengerti, kalian kan punya kelebihan dan kekurangan

masing-masing. Disini kita kan kerja tim, jadi harus saling melengkapi dan

bekerja sama. Kita boleh bersaing secara sehat dalam memberikan asuhan

keperawatan pada pasien tetapi jangan saling menjatuhkan, apalagi di depan


pasien. Kita harus menjagacitra perawat yang profesional dalam bekerja.

Ayolah, jadikan ini sebagaipembelajaran untuk kita semua.

Perawat A : Baik bu, disini saya minta maaf. Kedepannya, saya akan berusaha untuk lebih

baik lagi dalam bekerja.

Perawat B : Iya bu, kamimenyadari kami salah, kami mohon maaf. Saya juga minta maaf ke

perawat A, tolong maafkan saya ya mba, saya harap kejadian ini tidak terulang

kembali.

Setelah kejadian itu akhirnya perawat A dan perawat B saling membantu, terkadang

mereka berselisih pendapat namun tidak di depan pasien, mereka juga akan langsung

mendiskusikannya agar tidak terjadi hal-hal seperti sebelumnya. Mereka pun bersaing demi

kesehatan pasien.