Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KDDK

PEMERIKSAAN TANDA TANDA VITAL

MENGUKUR FREKUENSI PERNAPASAN

Di Susun Oleh :

Nama : PUTRI RIZKI HARIANI

NIM : 04.14.3868

Kelas : A/KP/III

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES SURYA GLOBAL

YOGYAKARTA

2015
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemeriksaan tanda-tanda vital merupakan suatu cara untuk mendeteksi


adanya perubahan sistem tubuh yang meliputi suhu tubuh, denyut nadi, frekuensi
pernapasan dan tekanan darah. Tanda vital mempunyai nilai yang sangat penting
pada fungsi tubuh. Tanda vital dapat terjadi bila tubuh dalam kondisi aktivitas
berat atau dalam keadaan sakit dan perubahan tersebut merupakan indikator
adanya gangguan system tubuh, pada makalah ini kita akan membahan lebih
dalam terkait pemeriksaan tanda-tanda vital pernapasan.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat ditentukan rumusan
masalah dalam makalah ini seperti:
a. Apa pengertian dan tujuan dari semua pengukuran tanda-tanda vital?
b. Bagaimana persiapan dalam pengukuran tanda-tanda vital pada frekuensi
pernapasan?

C. Tujuan penulisan
1. Tujuan Umum
Untuk menyelesaikan tugas dari Ibu Nurhabibah selaku dosen mata kuliah
KDDK sebagai kewajiban mahasiswa dalam menyelesaikan setiap tugas
praktikum yang diberikan.

2. Tujuan Khusus
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan tentang tanda-tanda vital
terutama kepada mahasiswa Keperawatan.
BAB II
TANDA TANDA VITAL
A. MENGHITUNG PERNAFASAN
Nilai pemeriksaan pernafasan merupakan salah satu indikator untuk mengetahui
fungsi sistem pernafasan yang terdiri dari mempertahankan pertukaran oksigen
dan karbon dioksida dalam paru dan pengaturan keseimbangan asam-basa.

B. TUJUAN :

1. Mengetahui frekuensi, irama dan kedalaman pernafasan

2. Menilai kemampuan fungsi pernafasan.

C. ALAT dan BAHAN :

1. Arloji (Jam) atau stop-watch

2. Buku catatan nadi

3. Pena

D. PROSEDUR KERJA :

Persiapan pasien
1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas
2. Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

Cara pemeriksaan

1. Atur posisi pasien

2. Tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada

3. Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan


melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun. Gerakan naik (inhalasi) dan
turun (ekhalasi) dihitung 1 frekuensi napas
4. Hitung frekuensi napas selama satu menit

5. informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status

NAMA PEMERIK HASIL PEMERIKSA KESIMPUL


PASIEN SA AN AN
PERNAFASAN(kali/m
enit dan irama)

Frekuensi pernafasan

No UMUR RENTANG NILAI RATA-RATA


(kali/menit) WAKTU TIDUR
(kali/menit)

1 Neonatus 30 60 35

2 1 bulan 1 tahun 30 60 30

3 1 tahun 2 tahun 25 50 25

4 3 tahun 4 tahun 20 30 22

5 5 tahun 10 tahun 15 30 18

6 10 tahun lebih 15 30 15

Nilai normal pernafasan

1) Bayi : 30 - 40 kali per menit


2) Anak : 20 - 50 kali per menit
3) Dewasa : 16 - 24 kali per menit
Tabel
Pola Pernapasan
(Sumber : Joice Engel,1995 )
Pola pernapasan Deskripsi
Dispnea Susah bernapas yang menunjukan adanya retraksi
Bradipnea Frekuensi pernapasan lambat yang abnormal, irama teratur
Takipnea Frekuensi pernapasan cepat yang abnormal
Hiperpnea Pernapasan cepat dan dangkal
Apnea Tidak ada pernapasan
Cheyne stokes Periode pernapasan cepat dalam yang bergantian dengan periode
apnea,umumnya pada bayi selama tidur nyenyak, depresi dan
kerusakan otak.
Kusmaul Napas dalam yang abnormal bisa cepat, normal, atau lambat
khususnya pada asidosis metabolik
Biot Napas tidak teratur menunjukan adanya kerusakan otak.

BAB III
PENUTUP

Demikian makalah ini selesai dibuat, atas kerjasama dan partisipasinya penulis
sampaikan terima kasih. Berdasarkan uraian yang telah penulis jelaskan diatas
maka dapat diambil kesimpulan dan saran yang penulis susun dibawah ini.
A. Kesimpulan

Setiap pelaksanaan pengukuran tanda-tanda vital hendaknya kita mengetahui


apa sebenarnya pengertian dari pengukuran tanda-tanda vital, apa tujuannya,
bagaimana cara persiapan alat, pasien, cara pelaksanaannya serta mengetahui nilai
normal dari masing-masing tanda vital agar mudah dalam menjalani pengukuran.

B. Saran

Pengukuran tanda-tanda vital harus dilaksanakan berdasarkan prosedur yang


ada, agar pasien merasa aman dan nyaman terhadap pelayanan yang diberikan dan
petugas kesehatan mendapatkan hasil pengukuran yang akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Tim Departemen Kesehatan RI. 1994. Prosedur Perawatan Dasar. Persatuan


Perawat Nasional Indonesia, Jakarta.
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/2104136-tabel-nilai-normal-tekanan-
darah/#ixzz289MTds1c
http://dunialovely.blogspot.com/2010/04/tanda-tanda-vital-manusia.html
http://siavent.blogspot.com/2010/01/prosedur-pemeriksaan-tanda-vital.html
http://yayannerz.blogspot.com/2011/03/tanda-tanda-vital.html#ixzz283QSVr3S
onypoenya.files.wordpress.com/2011/03/laporan-fishew-4.doc