Anda di halaman 1dari 7

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan pada Tuhan yang Maha Esa oleh karna dialah sehingga
makalah fisika tentang Fluida ideal dan persamaan kontinuitas bisa terselesaikan
dengan baik.Seperti ada pepatah mengatakan tak ada gading yang tak
retak,begitu juga makalah ini yang masih jauh dari kesempurnaan.Sebagai ilmu
yang mempelajari mengenai fenomena alam Fisika memberikan pelajaran yang baik
pada manusia untuk mendasari berbagai perkembangan teknologi.Untuk itu melalui
makalah ini saya akan akan membahas kaitan mengenai Fluida deal dan
persamaan kontinuitas.

Dengan segalah kerendahan hati,saya menerima saran dan kritik konstruksi dari
Bapak guru,teman-teman(pembaca) jika ada kesalahan untuk dimaklumi.

Harapan saya semoga makalah ini dapat bermangfaat bagi bapak guru,teman-
teman(pembaca) untuk menambah ilmu dan juga agar dapat menunjang nilai saya
dalam mata pelajaran ini.

TOBELO,25 MEI 2013

SHANNON ERCHELIA MANUEL


A.FLUIDA IDEAL DAN PERSAMAAN KONTINUITAS

1)FLUIDA IDEAL

Fluida ideal adalah fluida yang tidak kompresibel (tidak mengalami perubahan
karna volume karena tekanan ),mengalir tanpa gesekan,baik dari lapisan fluida di
sekitarnya,maupun dari dinding tempat yang dilaluinya,dan aliran laminer.

Aliran laminer yaitu aliran fluida yang mengikuti garis air atau garis arus tertentu.

2)Persamaan kontinuitas

Banyaknya fluida yang mengalir melalui suatu penampang tiap satuan waktu
disebut DEBIT.

RUMUS=> Q=V/t

Ket:

Q=Debit (m3/s)
v=volumefluida (m3)
t=waktu(s)

Misalnya kecepatan fluida didalam penampang A1 sebesar v1 dan dalam


penampang A2 sebesar v2.Dalam selang waktu t,partikel dari a pindah ke a1 dan
partikeldari B pindah ke b1.KarenA fluida tidak kompresibel maka dalam selang
waktu t volume fluida yang mengalir pada penampang A1 sama dengan volume
fluida pada penampang A2.

Volume di A1 = Volume di A2
A1X2 = A2X2
A1v1t = A2v2t

Persamaan=>persamaan kontinuitas yaitu persamaan itu menyatakan bahwa


pada fluida yang tidak kompresibel hasil perkalian antara laju aliran fluida dengan
luas penampangnya selalu tetap. Harga Av disebut juga
DEBIT,,sehingga:

Q = Av
ket:

Q=DEBIT(M3/S)
A=luas penampang pipa(m2)
v=kecepatan aliran fluida(m/s)
Contoh soal:Sebuah pipa yang lurus mempunyai dua macam penampang ,masing-
masing luasnya 200 mm2 dan 100 mm2.Pipa tersebut diletakkan horizontal dan air
mengalir dari penampang besar ke penampang kecil .Jika kecepatan arus pada
penampang besar 2 m/s,berapa kecepatan arus pada penampang kecil?

Dik: A1=200mm2
A2=100MM2
v1=2m/s

Dit: v2=.?

Jawab: A1v1=A2v2

V2 =A1/A2.V1=200/100.2=4m/s

Jadi kecepatan arus pada penampang kecil adalah 4 m/s

B.Hukum Bernoulli

Rumus secara matematis yaitu sebagai berikut;

m
Wtotal = Ek + Ep DAN V= p

Maka;
p1

Persamaan Bernoulli untuk aliran fluida yang tidak


kompresibel(tertekan).Persamaan tersebut di ajukan pertama kali oleh Daniel
Bernoulli dalam teorinya Hydrodinamika pada tahun 1783.

Prinsip Bernoulli sangat bermangfaat dalam kehidupan sehari-hari.Contoh


penerapan hukum Bernoulli adalah sebagai berikut;
1.Pipa Mendatar

Gambar 7.26 Melukiskan fluida mengalir


melalui pipa mendatar yang memiliki
penampang A1 Pada ketinggian h1 dan
penampang A2 Pada ketinggian
h2..Menurut persamaan Bernoully;

Karena mendatar;h1 = h2

1 2 1
Maka; P1+ 2 PV 1 =P2 + 2 PV

2
2 Hal itu
memperlihatkan bahwa di tempat yang menyempit fluida memiliki kecepatan
besar,tekanannya mengecil.Sebeliknya,ditempat-tempat yang luas fluida memiliki
kecepatan kecil tekanannya mengecil.

2.Teori Torricelli

Sebuah bejana yang berukuran besar diisi zat cair .Pada dinding bejana terdapat
lubang kebocoran kecil berjarak h dari permukaan zat cair.Zat cair mengalir pada
lubang dengan kecepatan v .Tekanan dititik a pada lubang sama dengan tekanan
dititik b pada permukaan zat cair yaitu sama dengan tekanan udara B.Karena
lubang kebocoran kecil ,permukaan zat cair dalam bejana turun perlahan-

lahan,sehingga
v2 dapat dianggap nol.Dalam kasus tersebut persamaan Bernoulli
menjadi;

1
B+ 2
PV 1 +Pgh=B+0+ pgh2
2

v 1 2 =2g( h2 -
h1 )
=2gh

karena;
v 1 =v maka v= 2 gh

Ket=v;Kecepatan zat cair keluar dari lubang(m/s)


h;Jarak permukaan zat cair terhadap lubang (m)
2
g;Percepatan gravitasi(m/ s )

Hubungan ini disebut Teori Torricelli.Kecepatan aliran zat cair dari lubang sama
dengan kecepatanyang akan diperoleh benda jika jatuh bebas dari ketinggian h.

3.VENTURIMETER

Venturi meter adalah alat mengukur kecepatan aliran zat cair dalam pipa.Persamaan

kontnuitas dapat ditulis sebagai berikut: A


v1 = A V2

4.Tabung pitot

Tabung pitot digunakan untuk mengukur kecepatan aliran gas.Misalnya udara mengalir
melalui tabung A.Tabung itu sejajar dengan alirAn udara.Sehingga kecepatan dan tekanan

diluar tabung mempunyai nilai-nilai arus bebas.jadi,


v a = v.Tekanan dilengan kiri

manometer sama dengan tekanan gas,yaitu


p A .Lubang lengan kanan manometer tegak

lurus pada aliran ,karena itu kecepatan gas di titik B menjadi nol, sehingga pada titik itu gas

dalam keadaan diam.Tekanan di titik D ADALAH


pA .

+ pghA
Dengan menerapkan persamaan Bernoulli di A dan B dI peroleh ; ; ; p a +1 =
Pa +
2

1
pv B pghB
+
2
2

KET; V;Kecepatan aliran gas dalam tabung (m/s)


p1 =massa jenis zat cair dalam manometer

3
P=massa jenis gas(kg/ m )
H=selisih tinggi permukaan zat cair dalam manometer(m)
2
G=percepatan gravitasi(m/ s )

5.Gaya angkat pada pesawat terbang

Gaya angkat pesawat terbang dapat dijelaskan dengan menerapkan hukum


Bernoully.Bentuk umum sisi bawah sayap berbentuk agak datar,sedangkan sisi atasnya
melengkung.Apabila sayab itu bergerak di dalam udara menurut arah anak panah ,udara
mengalir disekitarnya dengan arah berlawanan dengan arah gerak pesawat.Karena
bentuknya,sebagian besar udara mengalir dengan aliran garis lurus.

Udara diatas bergerak lebih cepat daripada udara di bagian bawah sayap pesawat.perbedaan
kecepatan itu menyebabkan timbulnya perbedaan tekanan di kedua sisi sayap.Sisi atas sayap
adalah daerah kecepatan tinggi sehingga tekanan nya rendah ,Sedangkan sisi bawah sayap
tekanannya hampir sama dengan tekanan udara(atmosfer).

Pada sayap pesawat tersebut berlaku persamaan bernoully sebagai berikut:

1 1
P1+ 2 PV 1
2
+ pgh1 =P2 + 2 PV 2
2
+
pgh2

6.ALAT PENYEMPROT NYAMUK DAN PARFUM

Jika pengisap ditekan ,udara keluar dengan cepat dari lubang pipa sempit yang ada di ujung
A .Udara yg keluar dari ujung pompa A Kecepatannya sampai besar,akibatnya Tekanan pada
tempat ini menjadi sangat kecil,pada ujung pompa A terdapat mulut pipa kecil yang
terhubung dengan cairan zat insektisida,Karena tekanan pada ujung pompa A, lebih kecil
daripada tekanan. Di ujung B, cairan zat insektisida yang berada di ujung B terhisap menuju
ujung pompa A. kemudian sesampainya di mulut pipa dekat ujung pompa A, cairan insektisida
tersebut akan tersebur (tersemprot) oleh udara yang keluar dari ujung pompa A. baik
penyemprot nyamuk maupun penyemprot parfum, perinsip kerjanya sama saja yang
membedakan hanyalah system mekanik pemompaan udaranya.