Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kelainan refraksi adalah keadaan dimana bayangan tegas tidak dibentuk
pada retina (macula lutea). Pada kelainan refraksi terjadi ketidakseimbangan
sistem optik pada mata sehingga menghasilkan bayangan kabur. Pada mata
normal, kornea dan lensa membelokkan sinar pada titik fokus yang tepat pada
sentral retina. Keadaan ini memerlukan susunan kornea dan lensa yang sesuai
dengan panjangnya bola mata. Pada kelainan refraksi, sinar tidak di biaskan tepat
pada makula lutea, tetapi dapat di depan atau dibelakang makula. 1
Kemampuan otot siliaris untuk mengkontraksikan lensa menjadi lebih
cembung disebut akomodasi. . Dengan bertambahnya usia, lensa dari setiap mata
mengalami pengerasan progresif, dengan hilangnya kemampuan untuk mengubah
itsshape. Kehilangan akomodasi dimanifestasikan oleh penurunan kemampuan
untuk fokus pada dekat benda (yaitu, presbiopia), jarak dikoreksi ketajaman
visual sisa-sisa normal. 2,3
Presbiopia berkembang secara progresif dengan usia tetapi secara klinis
pada awal menjadi ke pertengahan ketika kemampuan untuk accommodateat jarak
membaca (35to 40 cm) hilang. Presbiopia dikoreksi oleh kacamata lensa, baik
sebagai kacamata baca atau sebagai segmen yang lebih rendah dari lensa bifocal,
segmen atas yang dapat berisi koreksi untuk jarak visual yang ketajaman jika
diperlukan. Beberapa pasien rabun dengan presbiopia hanya menghapus
distanceglasses mereka untuk membaca, karena mereka tidak perlu
accommodatein sebuah uncorrectedstate. 2,3

1.2 Anatomi
Lensa adalah struktur bikonveks dan transparan yang terletak tepat di
belakang iris. Pada orang dewasa, berukuran sekitar 9 mm dan 4 mm. lensa terdiri

1
dari 65% air dan 35% protein (yang merupakan kandungan protein tertinggi
badan tisu). Tidak ada serat, pembuluh darah, atau saraf dalam lensa.1
Lensa memiliki tiga lapisan: kapsul, korteks, dan inti (Gambar 1.). lensa
kapsul tipis, membran semipermeabel yang menyelubungi seluruh lensa. Bagian
posterior kapsul nyata lebih tipis dari kapsul anterior. Korteks lensa terdiri dari
sel-sel lensa, atau serat, yang diproduksi terus-menerus sepanjang hidup. Lama
serat lensa bermigrasi terpusat sebagai serat baru diproduksi.1
Lensa terletak pada ligamen yang dikenal sebagai zonules, yang terdiri dari
banyak fibril yang timbul dalam tubuh silia dan masukkan ke dalam kapsul lensa.
Kontraksi dari tubuh silia menyebabkan relaksasi dari zonules dengan penebalan
resultan lensa, sehingga memungkinkan mata untuk fokus pada objek dekat.
Fenomena ini dikenal sebagai akomodasi.1

Gambar 1 Anatomi Lensa Normal

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PRESBIOPIA
2.1.1 Definisi

2
Makin berkurangnya kemampuan akomodasi mata sesuai dengan makin
meningkatnya umur.7 Kelainan ini terjadi pada mata normal berupa gangguan
perubahan kencembungan lensa yang dapat berkurang akibat berkurangnya
elastisitas lensa sehingga terjadi gangguan akomodasi. 6
Berikut ini gambar ilustrasi pembentukan bayangan pada penderita presbiopia.

Gambar 2 Presbiopi

Diterangkan bahwa: terjadi kekakuan lensa seiring dengan bertambahnya usia,


sehingga kemampuan lensa untuk memfokuskan bayangan saat melihat dekat.
Hal tersebut menyebabkan pandangan kabur saat melihat dekat. 6

2.1.2 Etiologi
Gangguan akomodasi pada usia lanjut dapat terjadi akibat:
- Kelemahan otot akomodasi
- Lensa mata yang tidak kenyal atau berkurang elastisitasnya akibat sklerosis
lensa 6

Penyebab presbiopia dini adalah:


1. hipermetropia belum dikoreksi.

3
2. prematur sclerosis dari lensa kristal.
3. kelemahan Umum menyebabkan kelemahan pra-pikun dari
otot siliaris.
4. glaukoma sederhana kronis.1,3

2.1.3 Patofisiologi
Pada mekanisme akomodasi yang normal terjadi peningkatan daya
refraksi mata karena adanya perubahan keseimbangan antara elastisitas matriks
lensa dan kapsul sehingga lensa menjadi cembung. Dengan meningkatnya umur
maka lensa menjadi lebih keras (sklerosis) dan kehilangan elastisitasnya untuk
menjadi cembung, dengan demikian kemampuan melihat dekat makin
berkurang. 6

2.1.4 Gejala Klinis


o Akibat gangguan akomodasi ini maka pada pasien berusia lebih dari 40 tahun,
akan memberikan keluhan setelah membaca yaitu berupa mata lelah, berair dan
sering terasa pedas.
o Karena daya akomodasi berkurang maka titik dekat mata makin menjauh dan
pada awalnya akan kesulitan pada waktu membaca dekat huruf dengan cetakan
kecil.
o Dalam upayanya untuk membaca lebih jelas maka penderita cenderung
menegakkan punggungnya atau menjauhkan obyek yang dibacanya sehingga
mencapai titik dekatnya dengan demikian obyek dapat dibaca lebih jelas.
o Presbiopia timbul pada umur 45 tahun untuk ras Kaukasia dan 35 tahun untuk ras
lainnya. 6
2.1.5 Pemeriksaan
a. Alat
- Kartu Snellen
- Kartu baca dekat
- Seuah set lensa coba
- Bingkai percobaan.3

4
Gambar 3. Snellen Chart

b. Teknik
- Penderita yang akan diperiksa penglihatan sentral untuk jauh dan diberikan
kacamata jauh sesuai yang diperlukan (dapat poitif, negatif ataupun
astigmatismat)
- Ditaruh kartu baca dekat pada jarak 30-40 cm (jarak baca)
- Penderita disuruh membaca huruf terkecil pada kartu baca dekat
- Diberikan lensa positif mulai S +1 yang dinaikkan perlahan-lahan sampai
terbaca huruf terkecil pada kartu baca dekat dan kekuatan lensa ini ditentukan
- Dilakukan pemeriksaan mata satu per satu.3
c. Nilai
Ukuran lensa yang memberikan ketajaman penglihatan sempurna merupakan
ukuran lensa yang diperlukan untuk adisi kacamata baca. Hubungan lensa adisi
dan umur biasanya:6,8 40 sampai 45 tahun 1.0 dioptri
45 sampai 50 tahun 1.5 dioptri
50 sampai 55 tahun 2.0 dioptri

5
55 sampai 60 tahun 2.5 dioptri
60 tahun 3.0 dioptri.3

2.1.6 Penatalaksanaan
Diberikan penambahan lensa sferis positif sesuai pedoman umur yaitu umur 40
tahun (umur rata rata) diberikan tambahan sferis + 1.00 dan setiap 5 tahun
diatasnya ditambahkan lagi sferis + 0.50
Lensa sferis (+) yang ditambahkan dapat diberikan dalam berbagai cara:
1. kacamata baca untuk melihat dekat saja
2. kacamata bifokal untuk sekaligus mengoreksi kelainan yang lain
3. kacamata trifokus mengoreksi penglihatan jauh di segmen atas,
penglihatan sedang di segmen tengah, dan penglihatan dekat di segmen
bawah
4.
kacamata progressive mengoreksi penglihatan dekat, sedang, dan jauh,
tetapi dengan perubahan daya lensa yang progresif dan bukan
bertingkat.2,8

6
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

- Presbiopia merupakan kelainan penglihatan yang diakibatkan makin


berkurangnya kemampuan akomodasi mata sesuai dengan makin
meningkatnya umur.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Kennedy F John. 2005. Primary Care Ophtalmology. Hong Kong: Elsevier


Mosby. Hal : 127-128
2. Khurana A K. 2007. Chapter 3 Optics and Refraction,Comprehensive
Ophtamology, fourth edition. New Age international, New Delhi

3. Bradford A. Cynthya 1999. Basic Ophytalmologi, 7th edition. San Francisco,


American Academy Of Ophtalmology, hal 3,8,22
4. Riordan, Paul, Whitcher, John P. 2000. Vaughan & Asbury Oftalmologi
Umum. Jakarta: EGC. Hal: 401-402.
5. Ilyas, S. 2001. Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Penerbit FKUI. hal: 73-
74

6. Ilyas, Sidarta, 2005. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta: Bagian Ilmu Penyakit Mata
Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai