Anda di halaman 1dari 9

Manajemen Pemasaran / WM-76 20 Januari, 2017

Anggota: Arifin S.S / Dervin V.I. / Fariz G.A. / Hilman F. / Trengginas W.T. / Tubagus F.S.L.

DEVELOPING PRICING STRATEGIES AND PROGRAMS

TOYOTA

UNDERSTANDING PRICING
Harga bukanlah sekedar angka-angka dilabel harga yang tertera pada sebuah
produk. Harga mempunyai banyak bentuk dan mempunyai banyak fungsi. Harga
juga terdiri dari banyak komponen. Harga adalah sesuatu yang ditentukan
melalui negosiasi antara pembeli dan penjual, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Metode penetapan harga telah berubah banyak seiring majunya
perkembangan teknologi yang pesat dalam puluhan tahun terakhir. Hadirnya
internet dan dunia digital merubah kebanyakan kegiatan dalam pemasaran,
termasuk dalam menetapkan harga. Karena perkembangan teknologi, sekarang
pembeli bisa mendapatkan perbandingan harga dari berbagai pemasok
sekaligus, dapat menentukan harga yang mereka inginkan, dan mendapatkan
produk secara gratis.
Serta penjual juga mendapatkan kemudahan oleh digitalisasi dengan dapat
mengamati perilaku pelanggan dan menawarkan harga yang tepat, memberikan
akses khusus kepada pelanggan tertentu dengan tawaran harga yang spesial.
Serta penjual dan pembeli dapat saling menegosiasikan harga melalui online.
Harga produk-produk dari toyota juga bisa dilihat dan dibandingkan secara
online, banyak sales-sales yang memasarkan produk-produk secara online, baik
melalui perorangan atau menggunakan aplikasi dan situs-situs e-commerce.
Penetapan harga merupakan faktor kunci dalam pemasukan perusahaan.
Perushaan melakukan penetapan harga dengan berbagai cara. Di perusahaan
kecil biasanya harga ditentukan secara tunggal oleh pemimpin, tetapi di
perusahaan besar penetapan harga ditangani oleh manajer divisi dan manajer
lini. Bahkan perushaan sering membentuk departemen penetapan harga untuk
mengatur atau membantu departemen lain dalam menetapkan harga yang
tepat.
Bagi setiap perusahaan, strategi penetapan harga yang dirancang dan
diimplementasikan secara efektif memerlukan pemahaman mendalam tentang
psikologi penetepan harga dan pendekatan sistematis untuk mengatur,
menyesuaikan dan mengubah harga. Konsumen adalah penerima harga, sesuai
yang diberikan oleh penjual. Konsumen dapat memrposes informasi harga secara
aktif, menerjemahkan harga berdasarkan pengalaman dan lewat komunikasi
formal serta informal.
Keputusan pembelian didasarkan pada bagaimana konsumen menganggap
sebuah harga pantas, konsumen memiliki batas bawah dimana harga lebih
rendan dari batas menentukan kualitas buruk, dan memiliki batas atas dimana

1
harga tersebut tidak sebanding dengan kualitas yang didapatkan. Terdapat tiga
kunci bagaimana konsumen membentuk persepsi harga, yaitu harga referensi,
asumsi harga-kualitas dan akhiran harga.
Harga referensi merupakan cara konsumen menentukan layak atau tidak nya
sebuah harga untuk sebuah barang, konsumen mempunyai pengetahuan yang
cukup mengenai harga-harga produk yang akan dibeli, tetapi konsumen biasanya
tidak mengingat secara spesifik nominal harga yang ditentukan. Asumsi harga-
kualitas menentukan harga sebagai indikator kualitas. Harga merupakan
pencitraan yang sangat efektif untuk produk sensitif ego. Akhiran harga
merupakan salah satu yang sering dicantumkan, konsumen cenderung melihat
akhiran harga daripada awalnya, tetapi metode ini tidak efektif untuk konsumen
yang sudah sering membeli suatu barang.

SETTING THE PRICE


Perusahaan harus memenentukan suatu produk saat mengembangkan produk
baru, saat mengenalkan produk ke channel distribusi atau daerah baru, dan saat
memasukan tawaran ke pekerjaan kontrak baru. Perusahaan harus memutuskan
dimana posisi produk dan harga.
Kebanyakan pasar mempunyai beberapa level harga, misalkan saja Toyota.
Toyota membuat beberapa jenis produk untuk berbagai level, contohnya, Alphard
(High price), Prius atau Camry (High Medium Price), Nav1 (Medium Price), Avanza
atau Veloz (Medium Low Price), dan Agya (Low Price).
Mempunyai range harga yang beragam membuat perusahaan untuk mengcover
pasar yang lebih luas dan memberikan customer pilihan lain.
Perusahaan harus mempertimbangkan banyak faltor dalam menggatur kebijakan
pemberian harga.

1. Selecting The Pricing Objective


Perusahaan harus menentukan posisi produk di dalam pasar. Semakin jelas
tujuan perusahaan, semakin mudah juga menentukan harga. 5 tujuan utama
adalah; survival, maximum current profit, maximum market share, maximum
market skimming, dan product-quality leadership.
Toyota sendiri membuat tujuan yang berbeda-beda untuk produknya. Misalkan
untuk Alphard, Toyota menggunakan tujuan atau objective product-quality
leadership, yang itu adalah produk mewah dari segi kualitas, gaya, dan status,
dengan harga yang cukup tinggi tetapi tidak di luar jangkauan pembeli.
Sebaliknya, maximum marketshare pada toyota avanza yang dibuat murah
karena volume pembelian yang banyak akan mengurangi cost per unit dan
menaikan profit jangka panjang.

2. Determining Demand
Setiap harga akan mengarah ke level permintaan yang berbeda dan mempunyai
dampak yang berbeda pada marketing objective perusahaan. Semakin tinggi
harga, semakin rendah permintaan dan sebaliknya, kecuali untuk barang -
barang mewah. Masyarakat sangat sensitive dengan perubahan harga,
khususnya untuk barang yang mempunyai banyak pengganti. Tetapi ada saatnya
mereka kurang sensitive terhadap harga saat sedikit atau tidak ada barang
pengganti atau kompetitor, mereka tidak sadar dengan harga yang lebih tinggi,
mereka lambat merubah kebiasaan pembelian, mereka pikir harga tinggi itu
pantas, dan harga hanya bagian kecil dari total cost mendapatkan, memakai,
dan melayani produk sampai masanya habis.
Ada 3 cara untuk mengukur kurva permintaan, yaitu, survey, eksperimen harga,

2
dan analisa statistik. Misalkan saja karena penjualan toyota prius di AS menurun
sebesar 11 persen, maka dengan pertimbangan analisa statistik dari biaya
variabel dan biaya overhead, maka toyota memutuskan untuk mengurangi
pengiriman mobil jenis ini.

3. Estimating Costs
Perusahaan ingin menetapkan harga yang dapat menutupi biaya produksi,
distribusi dan menjual produk. Tatapi ketika perusahaan menetapkan harga
produk yang dapat menutupi biaya perusahaan, tidak selalu mendapatkan profit.
Biaya pada perusahaan terdapat dua bentuk, biaya variabel dan biaya tetap,
pada toyota biaya tetapnya berupa inventasi peralatan, buruh (jam kerja), biaya
penjualan, tes dan penelitian, perbaikan, biaya umum. Sedangkan biaya
variabelnya berupa bahan-bahan (meterial), biaya variabel yang tak langsung
(pemasokan, energi, perbaikan dan perawatan), biaya pekerja variabel, biaya
penjulan variabel dan pembelian onderdil/ barang-barang.
Biaya produksi merupakan salah satu faktor penentuan harga pada produk yang
di toyota hal tersebut ditegaskan oleh direktur pemasaran TAM.
Toyota juga memiliki perusahaan yang bertujuan memproduksi mobil yaitu PT.
Toyota Motor Manufacturing Indonesia, fokus produksi mobil pada TMMI adalah
mobil kelas MVP dan low MVP hal ini dikarenakan banyaknya peminat mobil
keluarga pada masyarakat indonesia. Hal ini adalah salah satu upaya toyota
untuk mengurangi biaya produksi toyota, selain itu produk lokal yang dihasilkan
PT. TMMI juga di export kebeberapa negara seperti malaysia, australia, india dan
11 negara lainnya.

4. Analyzing Competitors Costs, Prices, And Offers

Dalam menentukan harga yang ditentukan permintaan pasar dan biaya,


perusahaan harus memperhitungkan biaya, harga dan kemungkinan harga
pesaing. sebagian besar produk otomotif memiliki persamaan, khususnya dalam
hal tipe dan kapasitas mesin. Misalnya, di kelas hatchback. Pada toyota punya
yaris dan honda memiliki Jazz, kedua jenis kendaraan itu memakai mesin dengan
kapasitas yang sama, yaitu 1.497 cc. Meski teknologi yang digunakan agak
berbeda, secara umum perbedaan utamanya hanya pada aksesori dan tampilan.
Dari segi harga, honda jazz diuntungkan dengan harga yang lebih murah
dibandingkan toyota yaris dimana harga honda jazz dikelas tertinggi (RS) adalah
Rp 248 juta sedangkan yaris (TDR) Rp 256,1. Walaupun harga yaris lebih
mahal dibanding kompetitornya tidak membuat yaris ditinggalkan oleh
konsumennya terbukti pada juli 2016 penjualan yaris sebesar 1.227 unit
sedangkan honda jazz sebanyak 503 unit.
Strategi harga yang diterapkan TAM mengacu pada filosofi Toyota way,
dimana faktor utama yang dilihat adalah konsumen, sehingga penetapan
harga melihat kesanggupan konsumen untuk membeli, selain itu hal yang
dilakukan toyota untuk mempertahankan pangsa pasarnya adalah
diantaranya dengan memperkuat produknya, memperkuat jaringan dan ekspansi
dimana upaya Toyota agar semakin dekat dengan konsumennya, Hingga Oktober
2016, tercatat 292 outlet resmi Toyota siap untuk melayani segala kebutuhan
pelanggan. Dukungan dari dealer juga merupakan salah satu faktor penting
untuk meraih kepercayaan masyarakat Indonesia sehingga Toyota selalu menjadi
salah satu pemimpin pasar otomotif di Indonesia. Selain itu harga jual setelah
pemakaian toyota yang tinggi juga menjadi salah satu alasan konsumen
senantiasa setia dengan produk - produk yang ditawarkan toyota.
Tetapi tidak selamanya toyota memenangi atau menjuarai pasar ada produk

3
toyota yang tidak dapat bersaing dengan kompetitor dan terpaksa membuat
toyota menghentikan penjualan dan produksi produk tersebut yaitu mobil etios
valco yang tidak mampu bertahan dimana pada kelas hatchback bermesin kecil
dijuarai oleh produk honda yaitu brio.

5. Selecting a Pricing Method


Pada prosesnya perusahaan memilih diantara 7 metode yang biasa digunakan
yaitu: markup pricing, target-return pricing, perceived-value pricing, value
pricing, EDLP, Going rate Pricing, dan auction type pricing.

Hal yang paling mudah dilakukan oleh perusahaan adalah markup pricing atau
menaikan harga produksi disesuaikan dengan kebutuhan dan menjadi profit bagi
perusahaan tersebut, pada target-return pricing merupakan metode
penetapan harga yang menghasilkan tingkat pengembalian atas investasi (ROI)
yang diinginkan, pada perceived-value pricing banyak perusahaan saat ini
dalam proses penentuan harga disesuaikan dengan nilai yang dirasakan
konsumen pada barang tersebut, pada metode value pricing diharapkan
perusahaan mendapatkan konsumer yang loyal karena menetapkan harga yang
rendah dengan kualifikasi barang yang sangat baik. EDLP atau everyday low
price biasa terdapat pada perusahaan retail, going rate pricing biasanya
perusahaan mendasarkan harganya pada harga pesaing biasanya lebih tinggi,
sama atau lebih rendah, auction type pricing yaitu dengan menggunakan
lelang. Pada lelang tersebut terdapat 3 tipe yaitu satu penjual banyak pembeli
(lelang inggris), satu pembeli banyak penjual (lelang belanda), (lelang
tawaran tertutup).

Pada proses penetapan harga yang dilakukan oleh toyota, dengan alasan
perusahaan mengalami kesukaran dalam mengukur biaya, dan kesulitan untuk
mengetahui reaksi dari para pembeli dan saingan. Akhirnya daripada
mengganggu keseimbangan harga di pasar lebih baik mengikuti harga yang
berlaku di pasar. Karena suatu yang tidak boleh diketahui secara umum,
kelompok kami tidak menemukan informasi secara rinci terkait dengan
penetapan harga suatu produk pada toyota hingga kita memutuskan bahwa
toyota dalam menetapkan harganya menggunakan metode going rate pricing
atau mendasarkan harganya disesuaikan dengan pesaingnya namun harus
diselaraskan dengan kebijakan perusahaan.

6. Selecting The Final Price

Dalam memilih harga akhir, perusahaan harus mempertimbangkan faktor-faktor


tambahan yang meliputi dampak dari kegiatan pemasaran lain, kebijakan
penetapan harga perusahaan, penetapan harga yang berbagi laba, dan dampak
terhadap pihak lain

Kebijakan penetapan harga perusahaan artinya harga harus selaras dengan


kebijakan perusahaan yang lain seperti menetapkan pinalti penetapan harga
dalam keadaan tertentu, pada kasus toyota harga yang diberikan oleh toyota
harus disesuiakan dengan kondisi toyota sebagai market leader pada pasar
indonesia. Penetapan harga berbagi laba dan resiko pembeli mungkin tidak
akan menerima usulan penjualan karena persepsi tingkat resiko yang tinggi.
Penjual tersebut memiliki pilihan tawaran untuk menanggung sebagian atas
semua resiko tersebut apabila ia tidak memberikan nilai yang dijanjikan,
dampak harga terhadap pihak lain perusahaan juga harus

4
mempertimbangkan reaksi pihak-pihak lain terhadap harga yang direncanakan.
Bagaimana nantinya perasaan distributor dan penyalur tentang harga tersebut?
Bagaimana nantinya reaksi para pesaing. Apakah pemasok akan menaikan harga
jika mereka melihat harga perusahaan tersebut? Apakah pemerintah akan ikut
campur dan mencegah harga diberlakukan? Pemasar perlu mengetahui undang-
undang yang mengatur penetapan harga

ADAPTING THE PRICE


Price adaptation atau strategi penetapan harga adalah kondisi dimana
kemampuan perusahaan dalam mengganti atau mengubah model harga dari
suatu produk yang mereka jual dengan harapan dapat menyesuaikan keadaan
suatu pasar yang mereka fokuskan. Strategi penetapan harga ini harus menjadi
bagian penting yang berintegrasi dengan keputusan positioning perusahaan di
market, yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap, strategi
pengembangan bisnis dan pemasaran rencana perusahaan secara keseluruhan.
Secara garis besar, perbedaan ini tergantung dari perbedaan area secara
geografi, permintaan konsumen dan pendapatan konsumen. Akan tetapi jika di
elaborasi secara lebih dalam kebutuhan market, waktu pembelian, order level,
garansi adalah beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan harus jeli dalam
menetapkan strategi adaptasi harga. Dari beberapa faktor diatas dapat
disimpulkan bahwa perusahaan akan mempunyai keuntungan/profit dan cara
cara yang berbeda untuk melakukan pendekatan ke market yang berbeda.
Berikut cara cara yang bisa dijadikan acuan perusahaan.
1. Geographical Pricing
2. Price discount and allowance
Price discount sangat efektif jika suatu perusahaan terlibat di pasar yang
kompetitif. Pada insdustri otomotif, dengan keanekaragaman mobil yang
ditawarkan setiap pelaku industri menyebabkan konsumen sulit untuk
menentukan pilihan. Seringkali mereka berlomba untuk memberikan potongan
harga untuk menarik perhatian konsumen. Jika toyota tidak mencermati dan
mengevaluasi diskon apa yang paling cocok. Maka tentu saja ini hanya akan
mengurangi margin keuntungan.

A. Cash and settlement discount


Biasanya diskon berupa potongan harga ini diberikan oleh toyota di setiap dealer
resmi tanpa harus ada event event tertentu, tidak perduli dengan metode apa
pembelian konsumen, cash ataupun kredit biasanya untuk mencapai target
setiap dealer, Toyota akan memberikan keleluasan pada dealer dealer untuk
memberikan diskon kepada konsumen.

B. Seasonal discount
Seasonal discount adalah diskon yang biasanya diberikan oleh perusahaan saat
waktu waktu tertentu yang umumnya adalah peak season. Toyota pun sebagai
salah satu market leader di industri otomotif menggunakan waktu waktu ini
untuk mengalahkan kompetitornya. Seperti yang diwartakan tribunotomotif,
pada waktu lebaran, Mobil jenis MPV (Multi Purpose Vehicle)/mendadak menjadi
populer, maka dari itu toyota memberikan diskon yang cukup besar pada
setiap pembelian mobil ini yaitu Rp 20 juta. Potongan diberikan dapat berupa
cashback ataupun potongan pada Down Payment (DP). Berikutnya adalah saat
awal tahun di 2015, menurut indonesiautoblog, dealer Toyota memberikan
promo diskon mobil yang menarik bagi calon konsumennya. Ada beberapa mobil
toyota yang mendapatkan potongan diskon yang besar. Seperti contohnya harga
toyota fortuner dapat dipangkas sebesar RP 38 juta. Lalu model berikutnya yang

5
mendapat diskon adalah kakak Toyota Avanza, yakni Innova yang didiskon Rp 32
juta. Keputusan toyota memberikan potongan ini adalah untuk menghabiskan
stok lama dan pada tahun 2016 toyota akan merilis new fortuner dan new
innova.

C. Allowance
Salah satu program toyota yang paling diminati adalah trade in allowance.
Program trade in allowance adalah mengembalikan barang model lama dan
menukar dengan barang model baru. Allowance ini adalah salah satu promosi
yang memberikan reward atau hadiah pada setiap mobil yang berhasil di tukar.
Toyota menunjuk auto2000 menawarkan untuk program trade in. Bahkan
merknya bisa apa aja, serta tidak ada batasan tahun untuk tipe mobil lama yang
akan ditukarkan untuk mendapatkan toyota baru. Syaratnya adalah mengirimkan
foto mobil, merek, tipe, tahun pembelian, spesifikasi dan kondisi. Setelah
dievaluasi semua syarat maka harga mobl yang diberikan tergantung dari
auto2000.

D. Quantity discount
Tidak diragukan lagi kekuatan toyota sebagai market leader di Indonesia
dikarenakan kekuatan mesin yang cukup awet dan tahan lama, kuat pada setiap
medan di jalanan Indonesia yang pada umumnya tidak sebagus di luar negri.
Maka dari itu beberapa perusahan taksi sebut saja Burung Biru menjadikan
toyota target utama sebagai armada mereka. Pada tahun 2005, mereka
menyediakan sekitar 5000 unit mobil baru untuk keperluan perusahaan taksi
yang dimana harga yang diberikan akan berbeda dari konsumen yang membeli
satuan.

3. Promotional pricing
a. Cash rebate
Program cash rebate atau cash back adalah program diskon dalam bentuk
potongan harga jual untuk konsumen dan pemberlakuannya di belakang,
biasanya dalam bentuk sejumlah cash rupiah. Pemberlakuan potongan di
belakang maksudnya setelah pembeli melakukan pembayaran. Bisa pada
metode pembayaran cash atau cicilan (saat down payment diberikan).
Perbedaan mendasar cashback dan diskon biasa terletak pemberian harga
potong di depan atau di akhir setelah konsumen melakukan pembayaran. Seperti
pada toyota biasanya toyota memberikan arahan kepada dealer dealer mereka
untuk melakukan cashback daripada diskon Menurut mereka, cash back
dilakukan karena pemegang merek tidak mau menurunkan harga kendaraannya
secara langsung. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan harga jual kembali
merek kendarannya. Pasalnya, sebagian besar konsumen otomotif di Indonesia
sangat memperhitungkan harga jual kembali kendaraan yang dibelinya. Seperti
contoh di toyota bandung, beberapa dealer memberikan cash back untuk
beberapa tipe mobil seperti yaris dan fortuner, program ini juga di dukung oleh
dengan bonus pilihan untuk konsumen antara lain kaca film ataupun sarung jok
dll

b. Warranties and service contract


Toyota mempunyai sistem dan promosi waranties service yang sangat
memuaskan untuk para calon pembelinya. Pemberian layanan garansi dengan
servis yang sangat baik kepada memungkinkan Toyota untuk membina
hubungan jangka panjang dengan pelanggan, yang diharapkan mereka akan

6
menjadi brand loyalis. Kebijakan yang diberikan perusahaan toyota adalah
menyediakan garansi dan kontrak servis untuk perbaikan atas kerusakan
menggunakan mobil toyota selama periode 3 tahun atau kilometer mencapai
100.000 km (yang mana yang lebih dahulu dirasakan konsumen)

c. Longer payment terms


Toyota selalu memberikan kenyamanan pada setiap konsumen yang ingin
melakukan pembelian mobil secara kredit, toyota menawarkan untuk kredit dari
1 sampai 4 tahun. Ini tentu menjadi pilihan yang sangat krusial bagi konsumen
yang memiliki banyak kebutuhan. Akan tetapi tentunya semakin lama kredit
yang konsumen pilih, tentu harga akhir mobil semakin mahal karena bunga yang
di charge oleh toyota.
d. Low interest financing
Untuk memudahkan konsumen agar dapat membeli mobil baru toyota dengan
metode cicilan, di Amerika, Toyota menawarkan 0% bunga untuk 36 bulan cicilan
atau 3 tahun, selanjutnya untuk 48 bulan, toyota memberikan bunga hanya
sebesar 1.9% pada beberapa tipe model mobil yang sudah ditentukan. Bahkan
untuk menghabiskan stok tersisa di tahun 2016 untuk tipe toyota camry, Toyota
Avalon, Avalon Hybrid, Toyota RAV4, Prius, konsumen dapat merasakan
penawaran spesial yaitu bunga 0% untuk 72 bulan cicilan. Promo ini berlaku
sampai 3 oktober 2017.

e. Special event pricing


Di Indonesia sendiri, khususnya jakarta begitu banyak event tahunan otomotif
yang dimana konsumen datang berbondong bondong untuk mencari informasi
tambahan atau untuk membeli mobil baru . Seperti contoh tumbek blek,
Indonesia International Motor Show (IIMS), Biasanya toyota menggunakan event
ini untuk memperkenalkan mobil mobil jagoan mereka dan tentunya untuk
menarik konsumen mereka akan menggunakan harga khusus pada setiap
pembelian pada event event ini

f. Differentiated Pricing
Differentiated pricing strategi adalah strategi dimana sebuah perusahaan
menetapkan perbedaan harga pada beberapa faktor yaitu perbedaan didalam
konsumen, produk itu sendiri, lokasi dll. Untuk toyota sendiri mereka
menggunakan price diskriminasi dimana mereka menetapkan harga berbeda
pada produk yang sama di dua wilayah berbeda mereka menggunakan terms
location pricing. sebagai contoh produk toyota yaris di Amerika ditetapkan
lebih mahal dalam jumlah tertentu dibandingkan dengan produk yaris dengan
spesifikasi yang sama di wilayah eropa dan asia. Kebijakan ini didasari oleh
pandangan manajemen bahwa penduduk Amerika lebih menyukai Lexus dan
pengguna Yaris di Amerika jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pengguna
Yaris di eropa dan asia. contoh lainnya adalah Yaris di Jerman yang dijual lebih
mahal dibandingkan yaris dengan spesifikasi mesin yang sama di Irlandia
dengan dasar bahwa kondisi ekonomi di jerman lebih baik di irlandia. Toyota juga
menggunakan customer-segment pricing di Amerika yaitu dimana toyota
memberikan perbedaan harga berdasarkan grup konsumen. Toyota memberikan
potongan $1000 pada murid sekolah, mahasiswa yang baru lulus, atau para
militer. Di Indonesia sendiri, toyota juga memberikan harga spesial pada
konsumen perusahaan taksi, mereka tentu akan memberikan harga yang
tentunya berbeda kepada mereka. Karena pada seperti contoh pada tahun 2005,
Perusahaan taksi membeli armada mobil toyota limo 5000 unit. Pada product
differentiation pricing, toyota melakukan differensiasi pada seri-seri mobilnya,

7
misalnya toyota yaris yang memiliki seri J, L, dan M yang masing masing seri
memiliki perbedaan namun tidak mengurangi fungsi utamanya. Berikutnya
strategi diferensiasi harga yang digunakan toyota adalah Image pricing. Pada
image pricing ini, contohnya adalah toyota yaris dengan toyota vios. Menurut
spesifikasi mesin dan sasis, keudanya sangat identik, yang membedakan adalah
casing nya, yaris sebagai hatchback, sedangkan vios dibungkus sebagai sedan.

INITIATING AND RESPONDING TO PRICE CHANGE


Toyota jarang melakukan strategi prices cutting untuk produknya kecuali dalam
event terrtentu seperti IIMS, PRJ atau saat-saat menjelang hari raya besar seperti
idul fitri. Jika toyota melakukan price cut saat waktu-waktu normal maka hal
tersebut akan membuat pelanggan curiga, apakah toyota menurunkan
kualitasnya atau hal lainnya. Begitu juga dengan menaikkan harga, strategi
menaikkan harga biasanya dilakukan apabila demand dari produk toyota sangat
tinggi, contohnya avanza.
Dalam merespon perubahan harga kompetitor, toyota tidak serta merta
mengikut perubahaan harga sesuai dengan kompetitornya, mereka mempelajari
pasarnya, lalu melihat apakah perubahan harga diperlukan. Biasanya penentuan
harga dilakukan saat ingin dilakukan launcing model baru. Dan karena toyota
adalah market leader dalam pasar otomotif di Indonesia, toyota sangat percaya
diri dengan harga yang dilempar ke pasar.

REFERENSI

http://otoboy.com/daftar-harga-mobil-toyota/
https://vianisilv.wordpress.com/2014/06/04/manajemen-pemasaran-bauran-
produk-toyota-di-pt-nasmoco-kaligawe/

8
http://www.nadaguides.com/Cars/Toyota/Incentives-and-Rebates
https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120624180656AA4EH2S
http://toyotanasmoco.net/promo-akhir-tahun-cash-back-20-juta-grand-new-
avanza-veloz.html
http://www.toyota-bandung.com/promo-toyota-bandung.html
http://www.otomania.com/read/2016/09/22/133500730/toyota.juga.punya.progra
m.tukar.tambah.mobil.bekas
http://swa.co.id/swa/listed-articles/strategi-harga-produsen-otomotif
http://www.academia.edu/7381733/Analisis_Strategi_Pemasaran_Toyota_Motor_C
orporation
http://en.centuryrealtime.com/berita-analisis/rekomendasi/22-
news/vibeconominbusiness/21123-Toyota%20Kurangi%20Target%20Keuntungan
%20Sampai%20Maret%202017%20Menjadi%201,45%20Triliun%20Yen
http://www.carusermagz.com/2015/12/rekam-jejak-toyota-avanza-mobil-sejuta-
umat.html
http://toyotanasmoco.net/mengenal-mobil-toyota-avanza-indonesia.html