Anda di halaman 1dari 331

1

Buku Referensi:

Songkok
Produk Unggulan Daerah Asli

indonesia
Beserta Kajian Pemasaran UMKM

Dr. Muhammad Balafif, MEC


Dr. Muslichah Erma Widiana, Dra. Ec., MM.
Dra. Farida Agustini W., M.S.

2
Buku REFENSI :

Songkok produk unggulan daerah


asli indonesia, beserta kajian
pemasaran umkm

Penulis : Dr. Muhammad Balafif, MEC

Dr. Muslichah Erma Widiana, Dra. Ec., MM.

Dra. Farida Agustini W., M.S.

Penerbit : UBHARA Manajemen Press

Pemasaran : Universitas Bhayangkara

Jl. Ahmad Yani no 114

Surabaya, Jawa Timur

Cetakan Pertama : Semester Genap, 2016

ISBN : 978-602-74424-2-9

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Copyright pada UBHARA Manajemen Press dan Universitas Bhayangkara


Surabaya.

3
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT karena telah memberikan


kesehatan akal dan pikiran sehingga penulis dapat menyelesaikan buku yang
berjudul Buku referensi: songkok produk unggulan daerah asli Indonesia beserta
kajian pemasaran UMKM. Dimana buku ini merupakan sumbangsih penulis yang
merupakan praktisi dan berbagi pengalaman yang telah selama ini berkutat di
bidang manajemen pemasaran.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan kepada semua pihak yang
membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan buku ini, baik yang secara
langsung dan tidak langsung hingga selesainya buku ini. Penulis berharap, buku
ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Dan juga diharapkan mampu digunakan
sebagai dasar perkembangan dan pertimbangan selanjutnya, khususnya yang
berhubungan dengan manajemen sumber daya manusia pada suatu organisasi.
Akhir kata penulis menyadari buku ini jauh sempurna, masih banyak kekurangan
di dalamnya, karenanya penulis berharap akan masukan, saran dan kritik pada
buku ini. Semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, 2016

Penulis

4
UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillahirobbilalamin, saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas


segala limpahan karunia yang tak terhingga banyaknya sehingga penelitian ini
dapat terselesaikan dan atas kuasa-Nya lah dapat mengilhami dan menggerakkan
hati berbagai pihak untuk membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung sampai penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dalam kesempatan ini pula, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah
memberikan bantuan moril dan dorongan spiritual dalam penyelesaian
penelitian ini antara lain adalah:
1. Brig. Jend. Pol (Purn) Drs. Edi Prawoto, SH, M.Hum selaku Rektor
Universitas Bhayangkara Surabaya.
2. Bapak dan Ibu Staff Fakultas Ekonomi Universitas Bhayangkara Surabaya.
3. Keluarga tercinta atas dukungan dan doanya.
4. Kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu atas
segala bantuan dan doanya, saya juga ucapkan terima kasih dan semoga
menjadi amal sholeh yang diridhloi oleh Allah SWT dan diberikan pahala
yang berlipat ganda serta kebaikan yang berlimpah didunia dan diakhirat
kelak, amin.
Akhir kata, pada kesempatan ini saya memohon maaf atas segala kesalahan yang
tidak disengaja dalam penulisan naskah penelitian ini dan dengan segala
kerendahan hati, mohon kritik dan masukan demi terciptanya penelitian ini yang
lebih baik, semoga penelitian ini dapat bermanfaat baik kepada pihak-pihak yang
berkepentingan serta dapat menjadi sumbangan pemikiran terhadap
pengembangan ilmu pengetahuan.

Surabaya, 2016
Penulis

5
DAFTAR ISI

Bagian I Songkok sebagai produk budaya Indonesia


Bab I, Songkok sebagai produk budaya Indonesia .................... 1
Bab II, Tinjauan Pustaka ............................................................ 6
Bab III, Permodelan permasalah ............................................... 18
Bab IV, Hasil dan pembahasan .................................................. 32
Bab V, Kesimpulan dan saran .................................................... 41
Bagian II UKM Lampu hias limbah daun Waru Indonesia
Bab I, UKM Lampu hias limbah daun waru Indonesia .............. 43
Bab II, Tinjauan Pustaka ............................................................ 48
Bab III, Metodologi Penelitian ................................................... 66
Bab IV, Hasil dan Pembahasan .................................................. 69
Bab V, Kesimpulan dan saran ................................................... 75
Bagian III - UKM rumah budidaya jamur tiram garda Indonesia
Bab I, UKM rumah budidaya jamur tiram garda Indonesia ..... 85
Bab II, Tinjauan Pustaka ........................................................... 92
Bab III, Metodologi Penelitian .................................................. 136
Bab IV, Hasil dan pembahasan ................................................. 152
Bab V, Kesimpulan dan saran .................................................... 161
Bagian IV UKM keripik ceker
Bab I, UKM keripik ceker ........................................................... 168
Bab II, Tinjauan Pustaka ........................................................... 172
Bab III, Metodologi Penelitian .................................................. 186
Bab IV, Hasil dan pembahasan ................................................. 192
Bab V, Kesimpulan dan saran .................................................... 201

6
Bagian Pertama

==========================================================

7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Usaha kecil menengah mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi,


pelaku usaha kecil dan menengah atau yang umumnya disebut UKM telah
memiliki kesadaran baru sebagaimana yang dikemukakan didepan para menteri
yang membidangi usaha kecil dan menengah ( UKM ) di forum APEC yang
bertemu dikota Christchurch New Zealand Tahun 1999.Pengalaman, keyakinan
dan harapan inilah yang kemudian menggelora menjadi semangat yang terus
didenggungkan hingga saat ini.Di Indonesia harapan serupa juga seringkita
dengarkan karena pengalaman ketika krisis multidensi Tahun 1997 -1998 usaha
kecil telah terbukti mampu mempertahankan kelangsungan usahanya, bahkan
memainkan fungsi penyelamatan dibeberapasektor kegiatan.
Fungsi penyelamatan ini segera terlihat pada sektor-sektor penyediaan
kebutuhan pokok rakyat melalui produksi dan normalisasi distribusi. Bukti
tersebut paling tidak telah menumbuhkan optimisme baru bagi sebagian besar
orang yang menguasai sebagian kecil sumber daya akan kemampuannya untuk
menjadi motor pertumbuhan bagi pemulihan ekonomi. Perjalanan ekonomi
Indonesia selama 4 tahun dilanda krisis 1997-2001 memberikan perkembangan
yang menarik mengenai posisi usaha kecil yang secara relatif menjadi semakin
besar sumbangannya terhadap pembentukan PDB.
Hal ini seolah-olah mengesankan bahwa kedudukan usaha kecil di Indonesia
semakin kokoh. Kesimpulan ini barangkali perlu dikaji lebih mendalam agar tidak
menyesatkan kita dalam merumuskan strategi pengembangan. Kompleksitas ini
akan semakin terlihat lagi bila dikaitkan dengan konteks dukungan yang semakin
kuat terhadap perlunya mempertahankan UKM (Usaha Kecil dan Usaha
Menengah). Dalam melihat peranan usaha kecil ke depan dan prasyarat yang
diperlukan untuk mencapai posisi tersebut, maka paling tidak ada dua pertanyaan
besar yang harus dijawab : Pertama, apakah UKM mampu menjadi mesin
pertumbuhan sebagaimana diharapkan oleh gerakan UKM , di dunia yang sudah
terbukti berhasil di negara-negara maju; Kedua, apakah UKM mampu menjadi

8
instrumen utama bagi pemulihan ekonomi Indonesia, terutama memecahkan
persoalan pengangguran.
Bangsa Indonesia rnayoritas penduduknya adalah Islam. Hal ini rnernpunyai
pengaruh yang besar dalarn kehidupan bangsa Indonesia. Salah satu diantara
sekian hal yang merupakan ciri kehidupan masyarakat Islam yang menonjol
adalah pemakaian songkok. Songkok adalah lambang bagi seorang muslim.
Karena itu songkok merupakan kebutuhan yang sebagian dari masyarakat Islam
menganggap sebagai kebutuhan yang utama. Dari sini maka industri songkok
songkok terus sudah bermunculan.
Terlebih lagi sekarang ini menjadi lambang Identitas sehingga banyak
diantara memakai songkok Nasional Bangsa Indonesia. Orang-orang non Islam
yang Seiring dengan kebijaksanaan ruendorong akspor dibidang non satu dari
sekian peluang yang ada pemerintah dalam migas, maka salah yaitu songkok.
Karena negara negara ASEAN mayoritas penduduknya adalah Islam, sehingga
industri pembuatan songkok cukup mempunyai peran penting dalam rangka
mendapatkan tambahan devisa bagi negara. Oleh karena itu perlu adanya
perhatiari baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta, guna
mengembangkan industri songkok
Kepuasaan pelanggan merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam
menentukan suksesatau tidaknya suatu bisnis (Kau dan Elizabeth, 2006).
Memberikan kepuasan secara konsisten kepada pelanggan bukanlah perkara
mudah. Perubahaan yang terjadi kini cenderung membuat pelanggan semakin
mudah dalam menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan, sebab
mudahnya mendapatkan informasi membuat pelanggan semakin pintar, dan
mampu mengevaluasi produk mana yang mampu memenuhi harapannya atas apa
yang dijanjikan oleh pemasar dalam kegiatan komunikasi pemasaran (Alrubaiee
dan Nazer, 2010). Menghadapi tantangan tersebut, perusahaan harus mulai
melakukan penyesuain strategi, perusahaan yang dulunya lebih berfokus pada
kegiatan transaksional kini harus mulai beralih pada kegiatan relationship guna
mendekatkan diri dengan konsumen dan lebih mengetahui apa kebutuhan saat ini

9
serta dapat memberikan manfaat kepada konsumen atas hubungan yangdirajut
oleh perusahaan dan konsumen (Hennig Thurau et al.,2002).
Relationship marketing adalah salah satu strategi perusahaan dengan
menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan dalam jangka panjang. Strategi
ini lebih memfokuskan pada bagaimana menjaga pelanggan yang sudah ada, agar
tidak berpindah ke produk pesaing (Zeithaml et al.,2006). Relationship marketing
adalah usaha untuk menarik, memelihara, dan meningkatkan hubungan jangka
panjang dengan pelanggan. Oleh sebab itu, penting bagi perusahaan untuk lebih
peduli pada pelanggan, karena salah satu faktor kunci perusahaan untuk dapat
bertahan pada pasar yang sudah ada saat ini adalah dengan menjaga dan
mempertahankan hubungan jangka panjang dengan para pelanggan (Perrien dan
Richard, 1995).
Relationship marketing adalah filosofi dalam melakukan bisnis berorientasi
strategis, yang berfokus pada menjaga dan meningkatkan kualitas hubungan
dengan pelanggan saat ini bukan berfokus pada usaha untuk memperoleh
pelanggan baru (Palmatier et al.,2006). Filosofi ini mengasumsikan bahwa banyak
pelanggan dan pelanggan bisnis lebih memilih untuk memiliki hubungan yang
berkelanjutan dengan satu perusahaan saja dari pada harus berpindah-pindah pada
perusahaan lain, selama perusahaan tersebut mampu untuk memberikan nilai dan
memenuhi harapan dari pelanggan, oleh karena itu menjaga pelanggan saat ini
akan membuat biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahan akan jauh lebih
sedikit dibandingkan dengan mencoba untuk menarik pelanggan yang baru
dengan menggunakan komunikasi pemasaran yang konvensional seperti iklan (Sui
dan Baloglu, 2003).
Untuk itulah perusahaan harus dapat memberikan suatu manfaat atau benefit
kepada pelanggan dari hubungan yang dibangun kepada pelanggan(Rauyruen dan
Miller, 2007). Pemasar yang sukses akan bekerja dengan menggunakan strategi
yang efektif untuk mempertahankan pelanggan dengan senantiasa memberikan
kepuasan dalam jangka panjang( Hennig Thurau dan Klee, 1997). Memberikan
manfaat dari sebuah hubungan atau relational benefit sesungguhnya dapat

10
menguntungkan kedua belah pihak, baik pelanggan maupun perusahaan (Ruiz
Molina et al,2009).
Keuntungan yang dimaksud adalah ketika perusahaan menerapkan strategi
relationship marketing, perusahaan akan mampu mengetahui secara utuh dan lebih
lengkap tentang apa yang pelanggan sebenarnya butuhkan sehingga perusahaan
akan menciptakan solusi berupa produk untuk membantu pelanggan dalam
memenuhi kebutuhannya. Dengan harapan hal tersebut akan membuat pelanggan
puas dan menjadi loyal pada perusahaan. Di satu sisi, pelanggan melalui
hubungan ini, akan memperoleh manfaat kepuasaan bahwa seluruh kebutuhannya
akan dipenuhi oleh perusahaan (Zeithaml et al., 2006). Muara dari hubungan ini
adalah adanya hubungan yang saling menguntungkan diantara pelanggan dan
perusahaan. Beberapa pendekatan dapat digunakan dalam memberikan manfaat
atas suatu hubungan atau relational benefit, namun yang umumnya digunakan
adalah confidence benefits, social benefits, dan special treatment benefits
Pemasaran berwawasan sosial dapat juga dikatakan sebagai proses
pemasaran dengan berdasar pandangan pada aspek aspek sosial. Seperti yang
telah dijelaskan di atas maksud dari berwawasan sosial adalah pemasar dan
individu atau kelompok mampu untuk saling melengkapi, dengan kata lain
pemasar menciptakan penawaran kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
yang diinginkan kemudian masyarakat mendapat kepuasan akan sesuatu yang
ditawarkan oleh pemasar. Dengan demikian secara otomatis terbentuklah
hubungan kerja sama sosial yang saling menguntungkan antara masyarakat dan
pemasar. Dengan adanya keterkaitan ini diharapkan baik dari pemasar maupun
pihak konsumen dapat saling menumbuhkan kepekaan sosial yang nantinya
ditujukan untuk mencapai pemenuhan kebutuhan yang diharapkan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana pengaruh relational benefit terhadap kepuasan konsumen pada
UKM Songkok H.Samsul?
2. Apa pengaruh kepuasan konsumen terhadap konsep pemasaran
berwawasan sosial pada UKM Songkok H.Samsul?

11
3. Apa pengaruh tingkat kepuasan terhadap loyalitas konsumen pada UKM
Songkok H.Samsul ?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui pengaruh relational benefit terhadap kepuasan konsumen pada
UKM Songkok H.Samsul.
2. Mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap konsep pemasaran
berwawasan sosial pada UKM Songkok H.Samsul.
3. Mengetahui pengaruh tingkat kepuasan terhadap loyalitas konsumen pada
UKM Songkok H.Samsul.

12
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pemasaran
Pemasaran sebagaimana diketahui, adalah inti dari sebuah usaha. Tanpa
pemasaran tidak ada yang namanya perusahaan, akan tetapi apa yang dimaksud
dengan pemasaran itu sendiri orang masih merasa rancu. Pengertian pemasaran
Kotler (1997:8) adalah Suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk dengan pihak lain
. Banyak yang menganggap bidang ini identik atau sama dengan bidang
penjualan. Sesungguhnya pemasaran memiliki arti yang luas daripada penjualan.
Bidang penjualan merupakan bagian dari bidang pemasaran, sekaligus merupakan
bagian terpenting dari bidang pemasaran itu sendiri. Pemasaran berarti bekerja
dengan pasar untuk mewujudkan pertukaran potensial dengan maksud
memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jika perusahaan menaruh
perhatian lebih banyak untuk terus menerus mengikuti perubahan kebutuhan dan
keinginan baru, mereka tidak akan mengalami kesulitan untuk mengenali peluang-
peluangnya. Karena para konsumen selalu mencari yang terbaik untuk
kehidupannya dan tentu saja dengan harga yang terjangkau dan dengan kualitas
yang baik pula, hal itulah yang memicu adanya persaingan yang semakin tajam
yang menyebabkan para penjual merasa semakin lama semakin sulit menjual
produknya di pasar. Sebaliknya, pihak pembeli merasa sangat diuntungkan karena
mereka bebas memilih dari pihak manapun dengan kualitas dan mutu produk yang
baik. Hal inilah yang mendorong para pakar bisnis untuk mencari jalan keluar
yang terbaik. Fenomena masa lalu dipelajari dan dibandingkan dengan apa yang
menggejala saat ini, kiat-kiat bisnis dalam memproduksi barang, menetapkan
harga, mempromosikan serta mendistribusikan dinalisis dengan baik agar sesuai
dengan tuntunan pasar.
Teori pemasaran yang amat sederhana pun selalu menekankan bahwa dalam
kegiatan pemasaran harus jelas siapa yang menjual apa, dimana, bagaimana,
bilamana, dalam jumlah berapa dan kepada siapa. Adanya strategi yang tepat akan

13
sangat mendukung kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Definisi Harper W
(2000:4) bahwa Pemasaran adalah Suatu proses sosial yang melibatkan kegiatan-
kegiatan penting yang memungkinkan indidvidu dan perusahaan mendapatkan apa
yang mereka butuhkan dan inginkan melalui pertukaran dengan pihak lain dan
untuk mengembangkan hubungan pertukaran. Definisi ini menjelaskan bahwa
pemasaran merupakan proses kegiatan usaha untuk melaksanakan rencana
strategis yang mengarah pada pemenuhan kebutuhan konsumen melalui
pertukaran dengan pihak lain.

2.2 Pengertian Konsep Pemasaran


Basu Swastha (2002:17) Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis
yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat
ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Konsep pemasaran
didasarkan pada pandangan dari luar ke dalam. Konsep ini diawali dengan
mendefinisikan pasar yang jelas berfokus pada kebutuhan pelanggan, memadukan
semua sistem kegiatan yang akan memengaruhi pelanggan dan menghasilkan laba
melalui pemuasan pelanggan.
Kotler dan Keller (2009:58), pada dasarnya kegiatan pemasaran mencakup
konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan konsep pemasaran dan konsep
pemasaran holistik.
1. Konsep produksi
Konsep ini berorientasi pada proses produksi atau operasi. Produsen meyakini
konsumen hanya akan membeli produk-produk yang murah dan mudah
diperoleh. Para manajer mengansumsikan bahwa konsumen terutama tertarik
pada ketersediaan produk dan harga yang rendah. Orientasi ini berguna ketika
perusahaan ingin memperluas pasar.
2. Konsep produk
Dalam konsep ini pemasar beranggapan bahwa konsumen lebih menghendaki
produk-produk yang memiliki kualitas, kinerja, fitur atau penampilan superior.
Para manajer organisasi memusatkan perhatian untuk menghasilkan produk
yang unggul dan memperbaiki mutunya dari waktu ke waktu.

14
3. Konsep penjualan
Konsep ini berorientasi pada tingkat penjualan, dimana pemasar beranggapan
bahwa konsumen harus dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat. Konsep
ini mengansumsikan bahwa konsumen umumnya menunjukkan keengganan
atau penolakan untuk membeli sehingga harus dibujuk supaya membeli.
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran berorientasi pada pelanggan dengan anggapan bahwa
konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu
memenuhi kebutuhan dan keinginannya serta memberikan kepuasan. Konsep
pemasaran terdiri atas empat pilar yakni: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan,
pemasaran terpadu atau terintagrasi dan berkemampuan menghasilkan laba.
5. Konsep pemasaran holistik
Konsep pemasaran holistik merupakan suatu pendekatan terhadap suatu
pemasaran yang mencoba mengakui dan mendamaikan lingkup dan
kompleksitas kegiatan pemasaran. Pemasaran holistik mengakui bahwa segala
sesuatu bisa terjadi pada pemasaran dan pemasaran perspektif yang luas dan
terpadu sering dibutuhkan empat komponen dari pemasaran holistic, yaitu:
a. Relationship Marketing, mempunyai tujuan membangun hubungan jangka
panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki
kepentingan utama (pelanggan, pemasok dan distributor) dalam rangka
mendapatkan serta mempertahankan prefensi dan kelangsungan bisnis
jangka panjang.
b. Internal Marketing, tugas pemasaran internal ialah merekrut, melatih dan
memotivasi karyawan yang mampu untuk melayani pelanggan dengan
baik. Pemasaran internal berlangsung pada dua tingkatan, yang pertama
berfungsi sebagai pemasaran sales force, advertising, layanan pelanggan
manajemen produk, riset pemasaran. Yang kedua pemasaran berlangsung
oleh departemen lain, departemen tersebut memerlukan pemikiran
pemasaran yang berfikir pelanggan, dimana dapat menembus keseluruhan
perusahaan.

15
c. Social Responsibility Marketing, konsep pemasaran masyarakat yang
menuntut para pemasar untuk memasukkan pertimbangan sosial dan etis ke
praktik pemasaran mereka. Para pemasar harus menyeimbangkan dan
mengatur-atur kriteria yang sering bertentangan dengan laba perusahaan,
pemuasan keinginan konsumen dan kepentingan publik.
d. Integrated Marketing, lebih merencanakan kegiatan pemasaran dan merakit
program pemasaran yang sepenuhnya terpadu untuk menciptakan,
mengkomunikasikan dan memberikan nilai bagi konsumen. Dengan kata
lain, rancangan dan penerapan dari suatu aktivitas pemasaran adalah dengan
melakukan bisnis secara menyeluruh dalam manajemen permintaan,
manajemen sumber daya dan manajemen jaringan.
Tabel 1
Perbedaan Konsep Penjualan, Konsep Pemasaran, dan Konsep Global

2.3 Relationship Marketing


Hubungan pemasaran pada dasarnya merupakan pergeseran paradigma
dalam kegiatan Pemasaran. Hubungan pemasaran (relationship marketing) adalah
filosofi dalam melakukan bisnis orientasi strategis yang berfokus pada menjaga
dan meningkatkan kualitas hubungan dengan pelanggan saat ini, bukan berfokus
pada usaha untuk memperoleh pelanggan baru(Zeithaml et al,2006 : 182). Filosofi
ini mengasumsikan bahwa banyak konsumen dan pelanggan bisnis lebih memilih

16
untuk memiliki hubungan yang berkelanjutan dengan satu perusahaan saja dari
pada harus berpindah-pindah pada perusahaan lain, selama perusahaan mampu
memberikan nilai dan memenuhi harapan dari pelanggan. Menjaga pelanggan saat
ini akan membuat biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan akan jauh lebih
sedikit dibandingkan dengan mencoba untuk menarik konsumen yang baru,
pemasar yang sukses akan bekerja dengan menggunakan strategi yang efektif
untuk mempertahankan pelanggan (Ardyansyah,2006).
Pemasaran kini mulai berfokus bagaimana carannya membangun hubungan
dengan pelanggan, serta menjaga hubungan tersebut agar nantinya baik pelanggan
maupun perusahaanakan sama-sama mendapatkan keuntungan. Relationship
marketing saat ini telah menjadi paradigma baru dalam dunia pemasaran.
Pemasaran yang dulunya hanya berfokus pada kegiatan transaksional kini mulai
bergeser pada kegiatan pemasaran yang berorientasi pada membangun hubungan
jangka panjang dengan pelanggan. Wibowo (2009) menyatakan bahwa relation
ship marketing adalah usaha untuk menarik, memelihara, dan meningkatkan
hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Oleh sebab itu, penting bagi
perusahaan untuk lebih peduli pada pelanggan, sebab salah satu faktor kunci
perusahaan untuk dapat bertahan pada pasar yang sudah ada saat ini adalah
dengan menjaga dan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan para
pelanggan (Madariaga dan Valordalam Alrubaiee dan Nazer (2010)).

2.4 Relational Benefits


Relational benefits baru akan dirasakan oleh pelanggan ketika menerima
layanan dari perusahaan penyedia jasa yang memiliki nilai lebih tinggi
dibandingkan apa yang mereka harapkan dan dapatkan dari perusahaan lainnya
(Zeithaml et al.,2006). Ketika perusahaan mampu dengan konsisten
menyampaikan nilai dari sudut pandang pelanggan, maka satu manfaat (benefit)
akan dirasakan pelanggan dengan lebih jelas yang akan mendorong mereka untuk
mempertahankan hubungan. Pelanggan lebih menyukai untuk menjalin hubungan
dengan suatu perusahaan yang mampu memberikan layanan berkualitas,
kepuasan, dan keuntungan spesifik yang lebih besar dibandingkan pengorbanan

17
yang dilakukannya. Pelanggan juga merasakan adanya manfaat atau benefit
dengan cara yang berbeda yaitu melalui asosiasi atau hubungan jangka panjang
dengan perusahaan. Terkadang benefit dari hubungan ini lebih mampu menjaga
pelanggan untuk loyal terhadap perusahaan dari pada atribut pada jasa inti yang
ditawarkan oleh perusahaan. Relational Benefits terdiri atas:
1. Confidence benefits, merupakan kemampuan perusahaan dalam mengurangi
kecemasan pelanggan. Hal ini menyebabkan pelanggan memberikan ke-
percayaan dan keyakinan kepada perusahaan. kecemasannya berkurang karena
kepercayaan dan keyakinan terhadap reputasi dari perusahaan (Hennig Thurau
et al.,2002).
2. Sosial benefits, merupakan manfaat sosial ketika perusahaan melalui karyawan
mampu menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, hubungan yang baik
akan membuat pelanggan merasa lebih nyaman dalam beriteraksi. Hubungan
personal menjadi penting bagi karyawan bengkel pada perusahaan yang
menjadi objek pada penelitian, agar dapat membangun hubungan personal yang
baik dengan pelanggan (Zheithaml et al.,2006).
3. Special treatmentbenefits, merupakan sebuah bentuk perlakuan istimewa bagi
pelanggan berupa pelayanan yang berbeda dari pelanggan lain pada umumnya
(Hennig Thurau et al., 2002).

2.5 Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial


Konsep pemasaran berwawasan sosial menyatakan bahwa tugas organisasi
adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan
kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada pesaing
dengan mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraaan konsumen dan
masyarakat. Konsep berwawasan sosial mengajak pemasar membangun
pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran mereka. Mereka harus
menyeimbangkan dan menyelaraskan tiga faktor yang sering menjadi pertikaian
yaitu laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen, kepentingan publik(Philip
Kotler, 1997).

18
Pemasaran berwawasan sosial adalah suatu proses utk mempengaruhi
perilaku manusia dlm skala besar, dengan menggunakan prinsip-prinsip
pemasaran demi kepuasan masyarakat bukan demi keuntungan bisnis
(Goldman,2001). Perusahaan harus memiliki rasa tanggung jawab moral, untuk
melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tanggung jawab sosial ini dalam arti luas,
harus menghasilkan produk yang dapat memenuhi kepuasan konsumen dan
perusahaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua ini harus
dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang, baik dan tenteram dengan
penuh rasa tanggung jawab tidak mementingkan keuntungan perusahaan semata.

Sumber :Hennig Thurau et al. (2002)

Gambar 2 Skema Filosofi Konsep Pemasaran melalui pendekatan


Relational Benefit.

2.6 Pengaruh Relational Benefit terhadap Kepuasan Konsumen


Menurut Zheithaml et al. (2006) relational benefit adalah hal yang akan
dirasakan oleh pelanggan ketika telah menerima layanan dari perusahaan yang
memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan apa yang mereka
harapkan/dapatkan dari perusahaan lainnya. Ketika perusahaan mampu dengan
konsisten menyampaikan nilai dari sudut pandang pelanggan, maka satu manfaat
(benefit) akan dirasakan pelanggan dengan lebih jelas yang akan mendorong
mereka untuk mempertahankan hubungan. Relational benefit terdiri atas

19
confidence benefits, so-cial benefits, dan special treatment benefits (Maria
Eugenia et al., 2009).
Pelanggan yang merasa mendapatkan nilai atau manfaat (relational benefit)
dari program relationship marketing, akan merasakan suatu kepuasan. Kotler
(2006,. 61) mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan adalah tingkat perasaan
seseorang setelah membandingkan antara kinerja yang dirasakan dengan
harapannya. Pelanggan mengalami berbagai tingkat kepuasan dan ketidakpuasan,
setelah mengalami atau merasakan masing-masing jasa sesuai dengan sejauh
mana harapan mereka terpenuhi atau terlampaui (Ndubisi & Chan, 2005; Kim,
2005).
Selanjutnya, perasaan puas dari konsumen akan memiliki pengaruh terhadap
loyalitasnya. Menurut Hurriyati (2005) loyalitas mengacu pada wujud perilaku
dari unit-unit pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus
menerus terhadap produk suatu perusahaan yang dipilih. Menurut Leverin and
Liljander (2006); loyalitas pelanggan ditunjukkan oleh perilaku menjadikan
perusahaan sebagai pilihan yang pertama, akan selalu menggunakan produk
perusahaan, selalu bercerita hal-hal positif tentang produk perusahaan, dan tidak
akan beralih kepada pesaing.

2.7 Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap Konsep Pemasaran


Berwawasan Sosial.
Kepuasan Konsumen adalah perasaan seseorang setelah membandingkan
kinerja atau hasil yang di rasakan dengan harapannya ( Philip Kotler,2007).
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Konsumen dalam menentukan
kepuasan konsumen ada lima faktor yang harus diperhatikan oleh perusahaan
(Lupyoadi, 2001) antara lain:
1. Kualitas produk, yaitu pelanggan akan merasa puas bila hasil mereka
menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.
2. Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu pelanggan akan merasa puas bila mereka
mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan.

20
3. Emosi, yaitu pelanggan akan merasa bangga dan mendapatkan keyakinan
bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan produk dengan
merek tertentu yang cenderung mempunyai tingkat kepuasan yang lebih tinggi.
Kepuasan yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk tetapi sosial yang
membuat pelanggan merasa puas terhadap merek tertentu.
4. Harga, yaitu produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan
harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada
pelanggan.
5. Biaya, yaitu pelanggan yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau
tidak perlu membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa
cenderung puas terhadap produk atau jasa tersebut.
Keberhasilan konsep pemasaran berwawasan sosial suatu usaha dapat
dicapai jika kepuasan pelanggan telah terpenuhi. Namun untuk memperoleh
kepuasan pelanggan tidaklah mudah, karena tiap pelanggan memiliki tingkat
kepuasan yang berbeda-beda walaupun membutuhkan produk yang sama. Proses
pemenuhan kepuasan pelanggan tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang
berkualitas saja, namun juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang
mendukung. Sehingga para pelanggan akan merasa senang dengan produk atau
jasa yang dibutuhkan, serta nyaman dengan pelayanan yang diberikan.
Kepuasaan pelanggan merupakan suatu hal yang sangat krusial dalam
menentukan sukses atau tidak-nya suatu bisnis (Kau dan Elizabeth, 2006).
Memberikan kepuasan secara konsisten kepada pelanggan bukanlah perkara
mudah. Alrubaiee dan Nahla (2010) berpendapat bahwa perubahaan yang terjadi
kini cenderung membuat pelanggan semakin mudah dalam menentukan pilihan
dan mengambil suatu keputusan. Ini dikarenakan mudahnya mendapatkan
informasi membuat pelanggan semakin pintar, dan mampu mengevaluasi produk
mana yang mampu memenuhi harapannya atas apa yang dijanjikan oleh pemasar
dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Menghadapi tantangan tersebut,
perusahaan harus mulai melakukan penyesuaian strategi.

21
2.8 Pengaruh Tingkat Kepuasan terhadap Loyalitas Konsumen
Loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko
atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam pembelian jangka
panjang (Tjiptono, 2000). Terdapat beberapa aspek yang mempengaruhi loyalitas
pelanggan. Menurut Zikmund dalam Vanessa (2007:72) loyalitas pelanggan
dipengaruhi oleh lima faktor yaitu :
1. Satisfaction (kepuasan), merupakan perbandingan antara harapan sebelum
melakukan pembelian dengan kinerja yang dirasakan.
2. Emotional bonding (ikatan emosi), konsumen dapat terpengaruh oleh sebuah
merek yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga konsumen dapat
diidentifikasikan dalam sebuah merek, karena sebuah merek dapat
mencerminkan karakteristik konsumen tersebut. Ikatan yang tercipta dari
sebuah merek ialah ketika konsumen merasakan ikatan yang kuat dengan
konsumen lain yang menggunakan produk atau jasa yang sama.
3. Trust (kepercayaan), yaitu Kemauan seseorang untuk mempercayakan
perusahaan atau sebuah merek untuk melakukan tau menjalankan sebuah
fungsi.
4. Choice reduction and habit (kemudahan), konsumen akan merasa nyaman
dengan sebuah merek kerika situasi mereka melakukan transaksi memberikan
kemudahan. Bagian dari loyalitas konsumen seperti pembelian produk secara
teratur dapat didasari pada akumulasi pengalaman setiap saat.
5. History with company (pengalaman dengan perusahaan), Sebuah pengalaman
seseorang pada perusahaan dapat membentuk perilaku. Ketika kita
mendapatkan pelayanan yang baik dari perusahaan, maka kita akan
mengulangi perilaku kita pada perusahaan tersebut.
Kelima faktor di atas, dapat membentuk loyalitas pelanggan yang didasari
perspektif sikap dan perilaku. Loyalitas pelanggan yang didasari perspektif sikap
dipengaruhi oleh ketiga faktor pertama, sedangkan loyalitas yang didasari
perspektif perilaku dipengaruhi oleh kedua hal lainnya.

22
Pelanggan mengalami berbagai tingkat kepuasan dan ketidakpuasan, setelah
mengalami atau merasakan masing-masing jasa sesuai dengan sejauh mana
harapan mereka terpenuhi atau terlampaui (Ndubisi & Chan, 2005; Kim, 2005).
Selanjutnya, perasaan puas dari konsumen akan memiliki pengaruh terhadap
loyalitasnya. Menurut Hurriyati (2005) loyalitas mengacu pada wujud perilaku
dari unit-unit pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian secara terus
menerus terhadap produk suatu perusahaan yang dipilih (Maria-Eugenia et
al.,2009), loyalitas pelanggan ditunjukkan oleh perilaku menjadikan perusahaan
sebagai pilihan yang pertama, akan selalu menggunakan produk perusahaan,
selalu bercerita hal-hal positif tentang produk perusahaan, dan tidak akan beralih
kepada pesaing.
Hasil penelitian atas literature yang dilakukan Oliver dalam Wiharto (2002)
menunjukkan hubungan antara kepuasaan dengan loyalitas pelanggan. Terdapat
enam kemungkinan hubungan antara kepuasaan dan loyalitas pelanggan, yaitu:
1. Kepuasaan dan loyalitas pelanggan merupakan manivestasi berbeda dari
sebuah konsep yang sama.
2. Kepuasaan merupakan konsep inti dari loyalitas, dimana tanpa kepuasaan
tidak akan terdapat loyalitas, sehingga kepuasaan merupakan factor
pembentuk loyalitas.
3. Kepuasaan mempunyai peran dalam pembentukan loyalitas dan bagian dari
loyalitas namun hanya merupakan salah satu komponen loyalitas.
4. Loyalitas dan kepuasaan merupakan komponen dari loyalitas mutlak.
5. Sebagian dari kepuasaan dijumpai dalam loyalitas, namun bukan bagian
kunci dari hakikat sebuah loyalitas.
Kepuasan merupakan awal dari urutan transisi perubahan yang berkulminasi
pada sebuah kondisi loyalitas yang terpisah, dan loyalitas bisa saja menjadi bebas
terhadap kepuasaan sehingga ketidakpuasan tidak akan berpengaruh pada
loyalitas. Loyalitas merupakan suatu proses panjang dan berkesinambungan, dan
di jaga di sepanjang perjalanan hubungan (relationship) antara pihak produsen
atau pengusaha bisnis makanan dengan pelanggan (customer). Merupakan hal
yang mustahil apabila pelanggan akan menjadi pelanggan yang loyal, kecuali

23
terpaksa menjadi konsumen yang loyal akibat tidak ada pilihan lain atau
terjadinya monopoli, apabila sepanjang pengalamannya berinteraksi dengan pihak
produsen atau pengusaha konsumen tidak merasakan pemenuhan kebutuhan dan
keinginannya.

Sumber :Hennig Thurau et al. (2002)


Gambar 2 Skema Hubungan Relational Benefits Terhadap Kepuasan Dan
Loyalitas

24
BAB III
TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian


a. Tujuan Operasional
Tujuan Operasional dari penelitian ini yaitu:
a) Dapat mengidentifikasi dengan baik pengaruh relational benefit terhadap
kepuasan konsumen pada UKM Songkok H.Samsul.
b) Mengetahui pengaruh kepuasan konsumen terhadap konsep pemasaran
berwawasan sosial pada UKM Songkok H.Samsul.
c) Mengetahui pengaruh tingkat kepuasan terhadap loyalitas konsumen pada
UKM Songkok H.Samsul.
b. Tujuan Fungsional
Tujuan Fungsional dari penelitian ini yaitu agar hasil dari penelitian dapat
dimanfaatkan dan digunakan oleh UKM songkok H.Samsul sebagai referensi
untuk menerapkan relational benefit terhadap konsep pemasaran berwawasan
sosial pada perusahaannya sehingga dapat mengatasi kendala yang sedang
dihadapi.
c. Tujuan Individual
Tujuan Individual dari penelitian ini yaitu:
a) Untuk menambah ilmu pengetahuan mengenai teori dan konsep-konsep
pemasaran.
b) Untuk menambah pengalaman cara mengimplementasi teori-teori
pemasaran secara langsung terhadap ukm dan masalah yang ditimbulkan
UKM.
c) Untuk menambah pengenalan dan pengamatan terhadap ukm, sehingga
dapat mengetahui kinerja ukm di Indonesia.

3.2 Manfaat Penelitian


Manfaat dari penelitian ini yaitu:

25
a. Memberikan pengalaman kepada penulis untuk menerapkan dan memperluas
wawasan penerapan teori dan pengetahuan yang telah diterima di dalam
perkuliahan pada kegiatan nyata.
b. Analisa yang dilakukan dapat membantu untuk mengetahui bagaimana cara
mengimplementasikan teori-teori pemasaran khususnya teori relational
benefit berbasis konsep pemasaran berwawasan social.
c. Hasil penelitian ini dapat menambah wawasan dan dapat dijadikan
pertimbangan sebagai referensi untuk penerapan relational benefit terhadap
konsep pemasaran berwawasan sosial di UKM Songkok H.Samsul.

26
BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Pendekatan Penelitian


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Yang dimaksud
penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang mengolah data yang berasal
dari lapangan kemudian disajikan dalam bentuk deskripsi sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya. Dalam pendekatan kualitatif ini penulis menggunakan strategi
studi kasus, dengan pertimbangan bahwa penelitian ini memberikan peluang yang
sangat kecil bagi peneliti untuk mengontrol gejala atau peristiwa sosial yang
diteliti, disamping penelitian yang dilakukan adalah menyangkut peristiwa atau
gejala kontemporer dalam kehidupan yang riil (Yin,1996).
Baedhowi (2001) menyatakan pendekatan studi kasus sebagai suatu
pendekatan untuk mempelajari, menerangkan, menginterpretasikan suatu kasus
(case) dalam konteksnya secara natural tanpa adanya intervensi dari pihak luar.
Melalui strategi studi kasus, peneliti berusaha mengetahui kondisi ukm songkok
H.Samsul dan kendala yang dihadapi. Diharapkan dengan strategi tersebut,
peneliti dapat lebih mudah untuk memahami permasalahan penelitian secara lebih
mendalam dan menyeluruh, sehingga bisa menentukan konsep-konsep
perencanaan strategi promosi yang sesuai dengan ukm tersebut.

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian


Penelitian tentang perencanaan strategi promosi pada ukm songkok
H.Samsul dilaksanakan di Desa Peganden, .Kegiatan penelitian ini dimulai sejak
disahkannya proposal penelitian serta surat ijin penelitian, yaitu bulan November
s.d. Desember 2015.

4.3 Objek Penelitian


Obyek penelitian dapat dinyatakan sebagai situasi penelitian yang ingin
diketahui apa yang terjadi di dalamnya. Pada obyek penelitian ini, peneliti dapat
mengamati secara mendalam aktivitas (activity) orang-orang (actors) yang ada
pada tempat (place) tertentu (Sugiyono, 2007:215).

27
Obyek dari penelitian ini adalah kondisi ukm songkok H.Samsul sehingga
kita bisa menentukan perencanaan strategi pemasaran yang sesuai untuk ukm
tersebut.

4.4 Subjek Penelitian


Subjek penelitian merupakan sumber data yang dimintai informasinya
sesuai dengan masalah penelitian. Adapun yang dimaksud sumber data dalam
penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh (Suharsimi Arikunto,
2002:107). Untuk mendapat data yang tepat maka perlu ditentukan informan yang
memiliki kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan data (purposive). Oleh karena
itu, diperlukan subjek yang memenuhi parameter yang dapat mengungkap kondisi
ukm songkok sehingga memungkinkan data dapat diperoleh. Parameternya adalah
sebagai berikut:
a. Mengetahui sejarah berdirinya ukm songkok H.Samsul.
b. Mengetahui kegiatan operasional yang dilakukan oleh ukm songkok
H.Samsul.
c. Mengetahui kondisi ukm songkok H.Samsul dan kendala yan sedang
dihadapi.
d. Ikut terlibat dalam penyelesaian kendala perencanaan strategi pemasaran
yang dihadapi oleh ukm songkok dengan cara pengimplementasian teori
pemasaran sesuai dengan masalah yang dihadapi.
Dari parameter di atas, subjek penelitian yang dianggap memenuhi
karakteristik yaitu pemilik ukm songkok, karyawan ukm songkok, dan masyarakat
sekitar ukm songkok.
a. Pemilik UKM Songkok
Pemilik Ukm songkok yang dimaksud adalah H.Samsul dan istrinya selaku
pemilik yang menjalankan dan penanggungjawab ukm songkok.
b. Karyawan Ukm Songkok
Karyawan ukm songkok yang dimaksud adalah pekerja yang ada di ukm
songkok H.Samsul, baik pekerja yang bekerja di rumah produksi H.Samsul

28
maupun pekerja yang bekerja membawa pulang bahan produksi untuk
diproses dirumah mereka sendiri.
c. Masyarakat Sekitar Ukm Songkok
Masyarakat sekitar ukm songkok dapat memberikan informasi yang mereka
ketahui mengenai ukm songkok H.Samsul baik mengenai dampak positif
maupun dampak negatif yang didapatkan dengan berdirinya ukm songkok
yang ada di lingkungan mereka.

4.5 Metode Pengumpulan Data


Burhan Bungin (ed) (2003: 42), menjelaskan metode pengumpulan data
adalah dengan cara apa dan bagaimana data yang diperlukan dapat dikumpulkan
sehingga hasil akhir penelitian mampu menyajikan informasi yang valid dan
reliable. Suharsimi Arikunto (2002:136), berpendapat bahwa metode penelitian
adalah berbagai cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data
penelitiannya. Cara yang dimaksud adalah wawancara, dan studi dokumentasi.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode triangulasi, yaitu metode yang terdiri atas; Observasi, Studi Literatur dan
Komunikasi (wawancara dengan menggunakan panduan pertanyaan). Ditunjang
pula dengan kegiatan studi pada berbagai pustaka yang dapat dijadikan referensi.
a. Observasi
Meneliti kondisi ukm songkok melalui pengamatan langsung terhadap
lokasi ukm songkok yang ada di Desa Peganden, Manyar, Gresik.
b. Studi Literatur
Meneliti kondisi ukm melalui penelusuran menggunakan metode
dokumentasi. Suharsimi Arikunto (2002:206) metode dokumentasi adalah
mencari data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah,
prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Hadari Nawawi
(2005:133) menyatakan bahwa studi dokumentasi adalah cara pengumpulan
data melalui peninggalan tertulis terutama berupa arsip-arsip dan termasuk
juga buku mengenai pendapat, dalil yang berhubungan dengan masalah
penyelidikan.

29
Dalam penelitian ini, dokumentasi diperoleh dari arsip yang dimiliki oleh
ukm songkok misalnya mengenai foto hasil produksi, dan kita
mendokumentasikan sendiri kondisi ukm songkok dengan cara mengambil
gambar secara langsung di rumah produksi H.Samsul.
c. Komunikasi
Melakukan penelitian pada ukm dengan metode wawancara. Metode
Wawancara adalah cara menghimpun bahan keterangan yang dilakukan
dengan tanya jawab secara lisan secara sepihak berhadapan muka, dan
dengan arah serta tujuan yang telah ditetapkan. Anas Sudijono (1996: 82)
ada beberapa kelebihan pengumpulan data melalui wawancara, diantaranya
pewawancara dapat melakukan kontak langsung dengan subjek penelitian,
data diperoleh secara mendalam, subjek penelitian bisa mengungkapkan isi
hatinya secara lebih luas, pertanyaan yang tidak jelas bisa diulang dan
diarahkan yang lebih bermakna.
Wawancara dilakukan secara mendalam dan tidak terstruktur kepada
subjek penelitian dengan pedoman yang telah di buat. Teknik wawancara
digunakan untuk mengungkapkan kondisi ukm songkok dan kendala yang
sedang dihadapi sehingga kita bisa mengimplementasikan teori-teori
relational benefit berbasis konsep pemasaran berwawasan social di UKM
songkok H.Samsul.

4.6 Instrumen Penelitian


Suharsimi Arikunto (2002: 136), menyatakan bahwa penelitian adalah alat
atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar
pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat,
lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Berdasarkan teknik
pengumpulan data yang digunakan, maka penelitian ini menggunakan panduan
wawancara dan panduan dokumentasi.

30
4.7 Keabsahan Data
Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang objektif. Karena itu
keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui
keabsahan data kredibilitas (kepercayaan) penelitian kualitatif dapat tercapai.
Dalam penelitian ini untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi. Adapun triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang
memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau
sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2007:330).
Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini dilakukan triangulasi
dengan sumber. Menurut Patton, triangulasi dengan sumber berarti
membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang
diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif
(Moleong, 2007:29). Triangulasi dengan sumber yang dilaksanakan pada
penelitian ini yaitu membandingkan hasil wawancara dengan isi dokumen yang
berkaitan.

4.8 Teknik Analisis Data


Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat
uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi. Data yang telah diperoleh
akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Menurut
Patton (Moleong, 2001:103), analisis data adalah proses mengatur urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian dasar. Definisi
tersebut memberikan gambaran tentang betapa pentingnya kedudukan analisis
data dilihat dari segi tujuan penelitian. Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah
menemukan teori dari data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah menggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Burhan
Bungin (2003:70), yaitu sebagai berikut:
a. Pengumpulan Data (Data Collection)
Pengumpulan data merupakan bagian integral dari kegiatan analisis data.
Kegiatan pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan
wawancara dan studi dokumentasi.

31
b. Reduksi Data (Data Reduction)
Reduksi data, diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada
penyederhanaan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan catatan
tertulis di lapangan. Reduksi dilakukan sejak pengumpulan data dimulai
dengan membuat ringkasan, dan menyunting informasi yang tidak relevan.
c. Display Data
Display data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang
memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan
tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks
naratif.Penyajiannya juga dapat berbentuk matrik, diagram, tabel dan bagan.
d. Verifikasi dan Penegasan Kesimpulan (Conclution Drawing and Verification)
Merupakan kegiatan akhir dari analisis data.Penarikan kesimpulan berupa
kegiatan interpretasi, yaitu menemukan makna data yang telah disajikan antara
display data dan penarikan kesimpulan terdapat aktivitas analisis data yang
ada. Dalam pengertian ini analisis data kualitatif merupakan upaya berlanjut,
berulang dan terus-menerus. Masalah reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan atau verifikasi menjadi gambaran keberhasilan secara
berurutan sebagai rangkaian kegiatan analisis yang terkait.

Selanjutnya data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam


bentuk kata-kata untuk mendiskripsikan fakta yang ada di lapangan, pemaknaan
atau untuk menjawab pertanyaan penelitian yang kemudian diambil intisarinya
saja. Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahap dalam proses tersebut
dilakukan untuk mendapatkan keabsahan data dengan menelaah seluruh data yang
ada dari berbagai sumber yang telah didapat dari lapangan dan dokumen pribadi,
dokumen resmi, gambar, foto dan sebagainya melalui metode wawancara yang
didukung dengan studi dokumentasi.

32
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Pengaruh Relational Benefit terhadap Kepuasan Konsumen pada UKM


Songkok H.Samsul
Di UKM Songkok H.Samsul berhubungan dengan relational benefit sudah
diterapkan dalam proses pemasaran. Dari segi kepercayaan konsumen (confidence
benefit) terhadap produk dengan cara memberikan kualitas yang baik, model yang
lebih variatif, harga yang terjangkau adalah wujud dari meningkatkan tingkat
keprcayaan konsumen.
Dari segi hubungan social (social benefit) dengan mengangkat karyawan
dari masyarakat sekitar sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan
masyarakat sekitar dengan mebuka lapangan pekerjaan sehingga tingkat
pengangguran berkurang. Dari segi perlakuan yang lebih kepada konsumen
(special treatment benefit) dengan memberi pelayanan pemesanan produk via
online sehingga memudahkan konsumen memesan produk yang diinginkan dan
mampu menjangkau pasar dari segala penjuru kota.

5.2 Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap Konsep Pemasaran


Berwawasan Sosial pada UKM Songkok H.Samsul
Untuk meningkatkan kepuasan konsumen dari segi konsep pemasaran
berwawasan sosial :
1. Kualitas produk, yaitu dengan memberi kualitas bahan baku kain bludru
yang lebih bagus lagi.
2. Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu konsumen jika ingin melihat proses
pembuatannya langsung bisa datang ketempat produksi.
3. Harga, yaitu harga yang di berikan cukup terjangkau dengan kualitas yang
cukup bagus sehingga mampu menguasai pasar dari beberapa kota.
4. Biaya, yaitu dengan memberi pelayanan secara online sehingga konsumen
tidak pelu susah-susah untuk mendapatkan produk..

33
5.3 Tingkat kepuasan terhadap loyalitas konsumen pada UKM Songkok
H.Samsul
Dari beberapa faktor-faktor tingkat loyalitas seperti di bawah ini :
1. Satisfaction (kepuasan)
2. Emotional bonding (ikatan emosi)
3. Trust (kepercayaan)
4. Choice reduction and habit (kemudahan)
5. History with company (pengalaman dengan perusahaan)
Sudah di jalankan di UKM H.Samsul sehingga dari tingkat kepercayaan
yang sudah didapat meningkat pula loyalitas konsumen terhadap produk songkok
H.Samsul.

34
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
6.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan maka dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Simpulan Berdasarkan Rumusan Masalah yang Pertama
Menurut Zheithaml et al. (2006) relational benefit adalah hal yang
akan dirasakan oleh pelanggan ketika telah menerima layanan yang
memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan apa yang mereka harapkan
dan dapatkan dari perusahaan lainnya, dan Kepuasan Konsumen adalah
perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang di
rasakan dengan harapannya ( Philip Kotler,2007).
Pengaruh relational benefit terhadap kepuasan konsumen menurut
Ndubisi dan Chan, 2005 adalah perusahaan mampu dengan konsisten
menyampaikan nilai dari sudut pandang pelanggan, maka satu manfaat
(benefit) akan dirasakan pelanggan dengan lebih jelas yang akan
mendorong mereka untuk mempertahankan hubungan.
Berdasarkan hasil penelitian dengan teknik observasi, wawancara
dan dokumentasi yang dilaksanakan di UKM songkok H.Samsul dapat
disimpulkan bahwa relational benefit berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan konsumen pada UKM songkok H.Samsul. Hal ini
menunjukkan bahwa semakin baik manfaat kepercayaan yang didapatkan
pelanggan dari perusahaan, akan berbanding lurus dengan tingkat
kepuasaan pelanggan.
2. Simpulan Berdasarkan Rumusan Masalah yang Kedua
Kepuasan Konsumen adalah perasaan seseorang setelah
membandingkan kinerja atau hasil yang di rasakan dengan harapannya
( Philip Kotler,2007). Kepuasaan pelanggan merupakan suatu hal yang
sangat krusial dalam menentukan sukses atau tidak-nya suatu bisnis (Kau
dan Elizabeth, 2006).Konsep berwawasan sosial mengajak pemasar
membangun pertimbangan sosial dan etika dalam praktek pemasaran

35
mereka. Mereka harus menyeimbangkan dan menyelaraskan tiga faktor
yang sering menjadi pertikaian yaitu laba perusahaan, pemuas keinginan
konsumen, kepentingan publik(Philip Kotler, 1997).
Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap Konsep Pemasaran
Berwawasan Sosial menurut Alrubaiee dan Nahla (2010)
Keberhasilan konsep pemasaran berwawasan sosial suatu usaha dapat
dicapai jika kepuasan pelanggan telah terpenuhi. Namun untuk
memperoleh kepuasan pelanggan tidaklah mudah, karena tiap pelanggan
memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda walaupun membutuhkan
produk yang sama
Berdasarkan hasil penelitian. Samsul dapat disimpulkan bahwa
pada UKM songkok H.Syamsul Proses pemenuhan kepuasan pelanggan
tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang berkualitas saja, namun
juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang mendukung. Sehingga
para pelanggan akan merasa senang dengan produk atau jasa yang
dibutuhkan, serta nyaman dengan pelayanan yang diberikan sehingga
konsep pemasaran berwawasan sosial dapat dijalankan dengan baik.
3. Simpulan Berdasarkan Rumusan Masalah yang Ketiga
Kepuasaan pelanggan merupakan suatu hal yang sangat krusial
dalam menentukan sukses atau tidak-nya suatu bisnis (Kau dan Elizabeth,
2006), Loyalitas konsumen adalah komitmen pelanggan terhadap suatu
merek, toko atau pemasok berdasarkan sifat yang sangat positif dalam
pembelian jangka panjang (Tjiptono, 2000).
Pengaruh Tingkat kepuasan terhadap loyalitas konsumen adalah
Pelanggan mengalami berbagai tingkat kepuasan dan ketidakpuasan,
setelah mengalami atau merasakan masing-masing jasa sesuai dengan
sejauh mana harapan mereka terpenuhi atau terlampaui (Ndubisi & Chan,
2005; Kim, 2005). Selanjutnya, perasaan puas dari konsumen akan
memiliki pengaruh terhadap loyalitasnya, loyalitas pelanggan ditunjukkan
oleh perilaku menjadikan perusahaan sebagai pilihan yang pertama, akan

36
selalu menggunakan produk perusahaan, selalu bercerita hal-hal positif
tentang produk perusahaan, dan tidak akan beralih kepada pesaing.
Berdasarkan hasil penelitian pada UKM songkok H.Samsul dapat
disimpulkan bahwa Kepuasaan merupakan konsep inti dari loyalitas,
dimana tanpa kepuasaan tidak akan terdapat loyalitas, sehingga kepuasaan
merupakan faktor pembentuk loyalitas.

6.2 Saran
1. Usaha Kecil Menengah (UKM) songkok H.Samsul disarankan untuk
mampu dengan konsisten memiliki nilai yang lebih tinggi dan
menjalankan pendekatan relation benefit dalam melayani konsumen,
sehingga kepuasan konsumen dapat terpenuhi dan menghasilkan manfaat
bagi kedua belah pihak.
2. Dengan terpenuhinya kepuasan konsumen dan kesejahteraan dari
masyarakat sekitar UKM songkok H.Samsul maka diharapkan tidak ada
lagi strategi pemasaran yang berorientasi hanya semata-mata untuk
mendapatkan laba, namun penerapan konsep pemasaran berwawasan
sosial dijalankan dengan tetap berpedoman pada norma agama.
3. Dalam berbisnis diharapkan UKM songkok H.Syamsul tidak hanya
mengandalkan barang yang dijual, Jika bisnis ingin bertahan dan
berkembang perlu memperhatikan juga kualitas pelayanan atau jasa
(services) yang menyertainya. Jika bisnis yang ditawarkan kepada
konsumen memiliki nilai lebih, maka akan tercipta kepuasan konsumen.
Kepuasaan konsumen diperoleh jika konsumen menerima melebihi apa
yang mereka harapkan, sehingga pelanggan akan memiliki loyalitas yang
tinggi.
4. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti variable yang lain yang
diperkirakan mempunyai hubungan erat dengan Relational Benefit dan
Konsep Pemasaran Berwawasan Sosial.

37
DAFTAR PUSTAKA

Hennig-Thurau, T., Gwinner, K. P., & Gremler, D. D. (2002). Understanding


relationship marketing outcomes: An integration of relational benefits and
relationship quality. Journal of Service Re-search, 4(3), 230247.

Kau, A. K., & Elizabeth, W. Y. L. (2006). The effect of service recovery on


satisfaction: A compari-son between complaints and non-complaints.
Journal of Service Marketing, 20(2), 101111.

Kim, H. D. (2005). The relationships between service quality, customer


satisfaction, and repurchase intention in Korean private golf
courses.Retriev-ed on Des,27,2015from http://gradworks.umi.
com/31/77/3177086.html.

Kinard, B. R., & Capella, M. L. (2006). Relationship marketing: The influence of


consumer involve-ment on perceived service benefits. Journal of Services
Marketing, 20(6), 359368.

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis, Perencanaan,


Implementasi dan Pengendalian. Salemba Empat. Jakarta.Kotler, P. (2006).
Manajemen pemasaran. Edisi ke-sebelas. Jilid II. Jakarta: Indeks Kelompok
Gramedia.

Lupiyoadi, Rambat dan Hamdani, A. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa.


SalembaEmpat. Jakarta.

Prayoga1, surya. Relational benefit, kepuasan, dan loyalitas pelanggan pada


bengkel pt honda dewata motor. 5 Januari 2015.
http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/article/view/19226/18785

Tjiptono, Fandy. 2000. Prinsip & Dinamika Pemasaran. Edisi Pertama. J & J
Learning.Yogyakarta

38
Lampiran 1

Peta Lokasi

39
DOCUMENTASI

Pekerja UKM saat sedang bekerja

40
Contoh macam-macam produk

41
Bahan pembuatan songkok

Kardus Kemasan Songkok

42
Bagian Kedua

==========================================================

43
I. PADA UKM LAMPU HIAS LIMBAH DAUN WARU
INDONESIA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam era global ini peran pemasaran bagi perusahaan/UMKM menjadi
semakin penting karena kondisi persaingan yang semakin kuat yang ditandai
dengan munculnya pesaing-pesaing baru maupun berekspansinya pesaing-pesaing
yang sudah ada. Mereka tidak hanya berasal dari dalam negeri tetapi juga dari luar
negeri. Bagi perusahaan, pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang
harus dilakukan dalam upayanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya,
untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Berhasil atau tidaknya
dalam pencapaian tujuan bisnis akan bergantung pada keahlian mereka di bidang
pemasaran, produksi, keuangan, maupun di bidang lain. Adanya tekanan bisnis
dari pesaing yang kuat, secara tidak langsung mempengaruhi kinerja pemasaran
yang di alami oleh Usaha, Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini merupakan segmen
terbesar bagi pelaku ekonomi nasional. Industri kecil sangat berperan penting
sebagai alat bantu masyarakat sebagai salah satu solusi untuk tetap bertahan
menghadapi krisis ekonomi. Pelaku UMKM dapat membantu pemerintah untuk
mengurangi jumlah pengangguran. Banyak produk yang dihasilkan oleh UMKM
saat ini dapat bersaing di pasar domestik hingga dapat menembus dan bersaing di
pasar Internasional. UMKM saat ini sudah dapat bersaing di pasaran
Internasional, sudah banyak pelaku UMKM yang melakukan penjualan
produknya ke luar negeri.
Beberapa pelaku UMKM masih memiliki berbagai kelemahan yang
bersifat eksternal maupun internal, seperti kurang kreatif dan inovatif dalam
menciptakan produk baru, kurang mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pasar,
namun terkadang modal usaha menjadi masalah besar bagi pemilik UMKM.
Beberapa kekurangan tersebut seharusnya diperlukan adanya sentuhan tangan
pemerintah terhadap nasib UMKM yang telah berperan sebagai penunjang

44
ekonomi riil masyarakat. Persaingan bisnis yang begitu ketat mengharuskan
perusahaan untuk lebih meningkatkan kinerja pemasarannya. Adanya konsep
pemasaran yang harus sangat diperhatikan oleh pelaku UMKM. Konsep
pemasaran sebagai filosofi bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan
dan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Seluruh kegiatan dalam perusahaan
yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan
tersebut. Kegiatan ini meliputi kegiatan pada semua bagian yang ada , seperti
kegiatan personalia, produksi, keuangan, riset dan pengembangan, serta fungsi-
fungsi lainnya.
Agar dapat bersaing dalam persaingan bisnis, maka dalam memasarkan
produk tidak hanya berdasarkan pada produknya saja, tetagi juga tergantung pada
strategi yang umum digunakan yaitu orientasi pasar. Orientasi pasar merupakan
suatu hal penting bagi perusahaan untuk meningkatkan persaingan global dan
perubahan dalam kebutuhan pelanggan dimana perusahaan menyadari bahwa
mereka harus dekat dengan pasarnya. Perusahaan yang menjadikan orientasi pasar
sebagai budaya organisasi maka akan mengetahui keinginan dan permintaan pasar
sebagai dasar penyusunan strategi masing-masing bisnis dan menentukan sebagai
keberhasilan perusahaan.
Selain orientasi pasar, pelaku UMKM harus memperhatikan peran dari
pemasaraan. Hal ini bertujuan agar pemilik UMKM mampu untuk bertanggung
jawab atas kegiatan pemasarannya. Adanya dua peran pemasaran yang harus
diketahui oleh pemilik perusahaan/UMKM yaitu peran pemasaran terhadap
organisasi dan peran pemasaran terhadap masyarakat. Peran pemasaran terhadap
organisasi melihat bagaimana jenjang-jenjang yang dimiliki oleh organisasi
tersebut. Perusahan besar memiliki jenjang manajerial yaitu manajemen
puncak,manajemen madya dan manajemen operasional. Jika dilihat pada jenjang
organisasionalnya, jenjang paling atas disebut jenjang korporet, jenjang menengah
disebut jenjang unit bisnis strategic, dan jenjang yang paling bawah disebut
jenjang operasional. Dalam peran pemasaran terhadap masyarakat, Kondisi
lingkungan saat ini sudah mengalami perubahan yang mengarah pada penurunan
kualitas lingkungan fisik dan pelayanan social. Konsep Pemasaran itu sudah

45
mengalami perkembangan bersamaan dengan berubahnya kondisi lingkungan dan
semakin majunya masyarakat maupun teknologi. Kalau perusahaan ingin berhasil
atau bahkan dapat hidup terus, ia harus dapat menanggapi cara-cara atau
kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakatnya. Faktor kepuasan dan ketidakpuasan
masyarakat sangatlah penting sebagai penentu kerja dari pemasaran perusahaan.
Jadi, perusahaan/UMKM tidak lagi berorientasi pada pelanggan saja, tetapi
berorintasi pada masyarakat. Karena perusahaan/UMKM berupaya memberikan
kemakmuran kepada konsumen dan masyarakat untuk jangka panjang.
Selain peran pemasaran, kondisi lingkungan pemasaran juga sebagai salah
satu faktor penting dari kinerja pemasaran. Satu diantara berbagai tujuan
perusahaan/UMKM adalah untuk memperoleh laba yang optimal dari kegiatannya
sehari-hari, khususnya kegiatan pemasaran. Untuk menjalankan kegiatan
pemasaran tersebut dengan baik, dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan,
perusahaan/UMKM harus menerapkan suatu strategi yang tepat sesuai dengan
lingkungan pemasaran perusahaannya. Keberhasilan strategi pemasaran yang
diterapkan oleh perusahaan tergantung pada analisa dan pengamatan yang cermat
oleh perusahaan/UMKM terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi
strategi pemasaran perusahaan. Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan
berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran
pemasarannya. Strategi pemasaran perusahaan terdiri dari pengambilan keputusan
tentang biaya pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi
pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan
dalam kondisi persaingan. Lingkungan itu terdiri dari lingkungan MIKRO dan
MAKRO Perusahaan.
Lingkungan MIKRO adalah lingkungan yang memiliki lingkup dalam
Perusahaan. para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan
perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar. Antara
lain perusahaan itu sendiri, pemasok ( supplier ), para perantara pemasaran,
pelanggan, pesaing dan masyarakat umum. Adapun Lingkungan MAKRO adalah
Lingkungan terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang
lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam

46
perusahaan, antara lain lingkungan Demografis/kependudukan, lingkungan
Ekonomi, lingkungan fisik, lingkungan Teknologi dan lingkungan sosial/budaya.
Tingkat persaingan dalam pemasaran tidak hanya di alami oleh usaha
menengah keatas tapi juga usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia, seperti
usaha kecil dan menengah yang ada di kota Surabaya yaitu UKM Lampu Hias.
Pemasaran pada UKM ini cukup luas yaitu tersebar di berbagai wilayah di Pulau
Jawa (jawa timur, tengah, dan barat) bahkan mampu merambah sampai di luar
pulau. Pemasaran ini sangatlah menentukan tingkat penurunan dan kenaikan dari
volume penjualan pada UKM Lampu Hias.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang dijelaskan beberapa identifikasi masalah
diatas, maka pertanyaan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Apa pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran UMKM Lampu
hias ?
2. Apa pengaruh peran pemasaran terhadap kinerja pemasaran UMKM
Lampu hias ?
3. Apa pengaruh kondisi lingkungan pemasaran terhadap kinerja pemasaran
UMKM Lampu hias ?

C. Tujuan Penelitian
Sehubungan dengan permasalahan yang telah disebutkan diatas, maka
tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis pengaruh orientasi pasar terhadap kinerja pemasaran UMKM
Lampu hias.
2. Menganalisis pengaruh peran pemasaran terhadap kinerja pemasaran UMKM
Lampu hias.
3. Menganalisis pengaruh kondisi lingkungan pemasaran terhadap kinerja
pemasaran UMKM Lampu hias.

47
D. Manfaat Penelitian
a. Manfaat teoritis
Penelitian ini mampu membawa kontribusi positif untuk pengembangan ilmu
pengetahuan khususnya di bidang manajemen pemasaran
b. Manfaat praktisi
1. Bagi UMKM , penelitian ini dapat memberikan masukan tentang
perkembangan UKM Lampu Hias di Bulak Rukem, Surabaya.
2. Penelitian ini dapat memberikan masukan kepada UMKM untuk
membantu memecahkan masalah dan mengentisipasi masalah yang ada
pada obyek yang diteliti.
3. Penulis dapat memperoleh pengalaman meneliti dan mengaplikasikan
teori-teori yang di dapat dari bangku kuliah ke dalam kenyataan
sesungguhnya di lapangan.

E. Temuan / inovasi
Inovasi merupakan fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Hurley and
Hult (1998) mendefinisikan inovasi sebagai sebuah mekanisme perusahaan untuk
beradaptasi dalam lingkungan yang dinamis, oleh karena itu perusahaan dituntut
untuk mampu menciptakan pemikiran-pemikiran baru, gagasan-gagasan baru dan
menawarkan produk yang inovatif serta peningkatan pelayanan yang memuaskan
pelanggan. Inovasi merupakan suatu proses untuk mengubah kesempatan menjadi
ide yang dapat dipasarkan. Suatu gagasan murni memegang peranan penting, dan
pikiran yang kreatif mengembangkannya menjadi gagasan berharga. Meskipun
demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara sebuah ide yang timbul
semata dari spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran, riset, pengalaman,
dan kerja yang disempurnakan. Hal yang lebih penting, wirausahawan yang
prospektif harus mempunyai keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui
tahapan pengembangan. Dengan demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi
untuk menciptakan suatu gagasan yang baik dan keteguhan serta didekasi untuk
mempertahankan konsep melalui implementasi.

48
Adanya keberadaan produk sejenis dari pesaing yang memiliki tampilan
yang serupa faktor pendorong terjadinya inovasi produk, biasanya produk pesaing
tersebut muncul tanpa mengalami perubahan yang berarti bahkan cenderung
statis. Keadaan tersebut dapat menjadi sebuah hal yang menguntungkan, karena
persaingan yang timbul dengan munculnya produk pesaing dapat diatasi dengan
melakukan inovasi produk. Inovasi produk menjadi sesuatu yang dapat dilihat dari
kemajuan fungsional produk yang dapat membawa produk tersebut selangkah
lebih maju dibanding dengan produk pesaing. Produk yang memiliki suatu
kelebihan dipandang sebagai nilai tambah bagi konsumen. Pengembangan produk
baru dan strateginya yang efektif seringkali menjadi penentu keberhasilan bagi
suatu perusahaan. Pengembangan produk yang baru memerlukan upaya, waktu,
kreativitas dan kemampuan termasuk besarnya resiko dan biaya kegagalan. Disis
lain perubahan lingkungan yang cepat akan mempengaruhi proses pembelajaran,
hal ini menentukan efisiensi dalam inovasi produk (Hurley and Hult, 1998,45).
Produk inovasi pada dasarnya adalah untuk memenuhi permintaan pasar
sehingga produk inovasi merupakan salah satu yang dapat digunakan sebagai
keunggulan bersaing bagi perusahaan (Han,1998.35). Dengan demikian, inovasi
dapat dijadikan sebagai sumber dari keunggulan bersaing perusahaan.
Inovasi terdiri dari empat jenis: penemuan, pengembangan, duplikasi, dan sintetis.
1. Penemuan. Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah
dilakukan sebelumnya. Konsep ini cenderung disebut revolusioner.
Misalnya, penemuan pesawat terbang oleh Wright bersaudara, telepon
oleh Alexander Graham Bell, dan sebagainya.
2. Pengembangan. Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang
sudah ada. Konsep seperti ini menjadikan aplikasi ide yang telah ada
berbeda. Misalnya, pengembangan McDonalss oleh Ray Kroc.
3. Duplikasi. Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada.
Meskipun demikian, upaya duplikasi bukan semata meniru melainkan
menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki konsep agar lebih mampu
memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan gigi oleh
Dentaland.

49
4. Sintesis. Perpaduan konsep dan faktorfaktor yang sudah ada menjadi
formulasi baru. proses ini meliputi pengambilan sejumlah ide atau
produksi yang sudah ditemukan dan dibentuk sehingga menjadi produk
yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. misalnya, sintesis pada arloji
oleh Casio.
Inovasi bagi wirausahawan lebih bersifat untuk memanfaatkan perubahan
daripada menciptakan. Mencari inovasi dilakukan dengan memanfaatkan
perubahan pada penemuan yang menyebabkan terjadinya perubahan. Ide inovatif
dapat bersumber pada kreativitas eksternal dan kreativitas internal.
Pada UMKM Lampu hias ini, kami mencoba memberikan ide
inovasi/temuan untuk perkembangan produk lampu hias kedepan. Ide
inovasi/temuan tersebut adalah menghasilkan suatu produk lampu aroma terapi
serta lampu sensor namun tetap menggunakan satu konsep yang tidak harus
ditinggalkan yaitu konsep nature/alami. Konsep ini sudah menjadi ciri khas
tersendiri UMKM Dmam Craft. Dengan mengaplikasikan suatu bahan yang
bersifat nature/alami akan menciptakan temuan baru pada produk UMKM Dmam
craft kedepannya.
Ide inovasi pertama yaitu Lampu Aroma Terapi. Tetap berkonsep pada hal
yang alami, dengan bahan baku yang alami yaitu memanfaatkan limbah dari daun
waru yang sudah menjadi ciri khas tertentu bagi produk UKM Dmam craft.
Keluaran lampu aroma terapi untuk kedepannya dapat membantu meningkatkan
kinerja pemasaran pada UMKM Dmam craft. Hal ini di karena produk yang akan
dikeluarkan kedepan akan mendapat respon tinggi dari konsumen/pelanggan.
Menciptakan bentuk produk yang lebih unik dengan mengaplikasikan berbagai
padu padan aroma dari bahan alami.
Ide inovasi yang kedua yaitu lampu sensor. Dengan mengikuti trend baru
diluaran sana, kami mencoba memberikan ide inovasi terbaru yaitu menciptakan
lampu hias sensor. Lampu hias sensor ini tetap memanfaatkan bahan baku alami
yaitu limbah daun namun dalam hal bentuk akan lebih dimodifikasi lebih unik dan
berbeda dari yang lain. Lampu sensor ini hanya mengandalkan suatu tepukan
tangan atau siulan saat menyalakan atau mematikan. Hal ini akan lebih

50
memudahkan pengguna tanpa harus bersusah payah menyalakan atau mematikan
lampu saat dalam keadaan sulit untuk menjangkaunya.
Dengan inovasi-inovasi baru yang akan dikeluarkan untuk kedepan akan
sangat bermanfaat bagi produsen untuk lebih bersaing dengan produk-produk
yang sudah ada diluaran sana. Mengandalkan dua produk inovasi baru untuk
kedepan akan meningkatkan kinerja pemasaran yang berdampak positif bagi
UMKM Dmam craft. Menarik konsumen/pelanggan agar tetap memilih dan
mengkonsumsi produk UMKM Dmam craft.

F. Penerapan IPTEK-SOSBUD
Pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam setiap diri
manusia yang tumbuh sejak dilahirkan. Pengetahuan mempunyai sifat acak,
melalui proses yang panjang diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang
ilmu. Perkembangan ilmu pengetahuan selalu diikuti oleh perkembangan
teknologi. Teknologi adalah suatu study sistematik akan teknik-teknik untuk
membuat dan mengerjakan berbagai benda, sedang ilmu adalah usaha sistematik
untuk memahami dan menafsirkan dunia. (Robert Angus Buchman.2006:136).
Perkembangan IPTEK sangat berpengaruh pada perubahan sosial budaya
dari masyarakat. Perkembangan dunia IPTEK telah membawa manfaat yang luar
biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Begitu hal nya dengan
penerapannya dalam bidang ekonomi, dapat membawa kemajuan pada bidang
ekonomi. Terlihat dari bidang pemasaran suatu produk, dengan memanfaatkan
IPTEK pemasaran suatu produk akan lebih berkembang pesat dan semakin
dikenal orang belahan dunia. Penerapan IPTEK selalu dikaitkan dengan
penerapan SOSBUD dalam semua bidang terutama bidang ekonomi.
Pada UMKM Dmam craft, penerapan IPTEK-SOSBUD sangatlah penting
dikarenakan dapat meningkatkan kinerja pemasarannya lebih pesat dan signifikan.
Memanfaatkan ilmu yang dimiliki dan teknologi ini dapat membuat UMKM
mengetahui cara cara pemasaran produk lebih praktis dan efisien, semisal
pemasaran melalui sebuah media sosial yang ada lebih memudahkan untuk

51
berinteraksi dengan masyarakat/konsumen/pelanggan dengan cepat dalam
mengenalkan produk yang akan dipasarkan.
SOSBUD pada masyarakat yang dapat berubah-ubah dengan mengikuti
perkembangan jaman saat ini harus lebih diperhatikan oleh pemilik/pemasar, hal
ini dikarenakan masyarakat cepat dalam mengikuti trend yang bermunculan saat
ini. Sehingga penerapan IPTEK-SOSBUD sangatlah penting untuk diperhatikan
oleh pemilik/pemasar. Penerapan IPTEK-SOSBUD dapat mempengaruhi tingkat
pemasaran produk untuk bersaing dengan produk lain diluar sana.

52
TINJAUAN PUSTAKA

A. Kinerja Pemasaran
Kinerja pemasaran biasanya digunakan untuk mengukur dampak dari
sebuah strategi yang diterapkan oleh perusahaan. Sukma Bakti dan Harniza Harun
(2011) kinerja pemasaran merupakan ukuran prestasi yang diperoleh dari aktifitas
proses pemasaran secara menyeluruh dari sebuah perusahaan atau organisasi.
Kinerja pemasaran juga dapat dipandang sebagai sebuah konsep yang digunakan
untuk mengukur sampai sejauh mana prestasi pasar yang telah dicapai oleh suatu
produk yang dihasilkan perusahaan. (Ferdinand,2003) menyatakan kinerja
pemasaran merupakan faktor yang seringkali digunakan untuk mengukur dampak
dari strategi yang diterapkan perusahaan.
Kinerja pemasaran merupakan konsep yang digunakan perusahaan untuk
mengukur prestasi pasar suatu produk. Setiap perusahaan diharapkan untuk
mengetahui prestasi pasar dari produkproduknya, yang merupakan cerminan dari
keberhasilan usahanya di persaingan bisnis. Strategi perusahaan selalu diarahkan
untuk menghasilkan kinerja pemasaran (seperti volume penjualan dan tingkat
pertumbuhan penjualan) yang baik dan juga kinerja keuangan yang baik.
Sehingga perusahaan dapat mengetahui sejauh mana produknya dapat berhasil di
pasaran.Wahyono (2002.28) pertumbuhan penjualan bergantung pada berapa
banyak jumlah pelanggan yang diketahui dan tingkat konsumsi ratarata. Dengan
demikian banyaknya jumlah pelanggan walaupun memiliki tingkat konsumsi rata
rata yang tetap, sehingga besarnya volume penjualan dapat ditingkatkan. Nilai
penjualan menunjukkan berapa rupiah atau unit produk yang berhasil dijual oleh
perusahaan kepada konsumen. Semakin tinggi nilai penjualan maka semakin
banyak produksi yang berhasil dijual perusahaan. Perusahaan selalu diarahkan
untuk memiliki strategi yang baik untuk dapat menghasilkan kinerja pemasaran
seperti volume penjualan, porsi pasar (market share) dan tingkat pertumbuhan
penjualan. Market share merupakan pengukuran kinerja pemasaran, dimana jika
market share perusahaan meningkat maka perusahaan dapat mengungguli

53
pesaingnya namun jika market share menurun maka dapat dikatakan perusahaan
tersebut kalah dari pesaingnya.
Kinerja pemasaran merupakan variabel yang sering digunakan untuk
mengukur dampak dari strategi pemasaran dan orientasi pasar yang ditetapkan
perusahaan. Strategi perusahaan selalu berpandangan untuk menghasilkan kinerja
pemasaran yang baik seperti volume-volume penjualan dan pertumbuhan
penjualan. Seperti yang disampaikan (Narver dan Slater; 1990) orientasi pasar
sebagai budaya bisnis yang dapat menciptakan nilai pelanggan superior dengan
fokus pada pelanggan, pesaing yang akan menghasilkan kinerja pemasaran yang
baik seperti volume penjualan dan pertumbuhan penjualan.
Kualitas dari kinerja pemasaran ditunjang juga oleh pemahaman terhadap
konsumen dan keunggulan produk baru yang merupakan faktor yang dapat
meningkatkan kesuksesan pada produk baru yang berhubungan dengan penciptaan
superior value bagi konsumen yang menjadi keberuntungan bagi perusahaan
untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Dengan begitu perusahaan dapat
mengetahui pasti kebutuhan dari konsumen yang juga menjadi keuntungan bagi
perusahaan.

Omset penjualan
produk
Wilayah
Kinerja
pemasaran yang
pemasaran
luas
Pertumbuhan
pelanggan

Sumber : Philip Kotler, jilid 1(2002)


Gambar 1. Skema Kinerja Pemasaran

54
1. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran sebagai filosofi bertujuan memberikan kepuasan
terhadap keinginan dan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Seluruh kegiatan
dalam perusahaan yang menganut konsep pemasaran harus diarahkan untuk
memenuhi tujuan tersebut. Konsep pemasaran terdiri dari :
1. Konsep Produksi
Konsep produksi merupakan salah satu konsep tertua dalam bisnis.
Konsep produksi menyatakan bahwa konsumen akan menyukai produk
yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini
berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk
mencapai efisiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Dengan
memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap
akan menerima produk yang tersedia luas dengan daya beli mereka.
2. Konsep Produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk
yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik.
Dengan membuat produk yang berkualitas, karena konsumen dianggap
menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri-ciri
terbaik.
3. Konsep Penjualan
Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan
begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan
promosi yang agresif.
4. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan
organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih
efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
5. Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah
menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta

55
memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebuh efektif
dan efisien daripada para pesaing dengan melestarikan atau
meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
2. Perbedaan konsep penjualan dan konsep pemasaran
Tabel 1
Perbedaan konsep penjualan dan konsep pemasaran
Pusat Perhatian Procedur & Alat Hasil Akhir
Konsep Penjualan
Produk Penjualan & Promosi Laba yang diperoleh dari Penjualan
Konsep Pemasaran
Kebutuhan Pemasaran Terpadu Laba melalui kepuasan pembeli
Sumber : Philip Kotler, jilid 1 (2002).

B. Orientasi Pasar
Orientasi pasar (market orientation) merupakan ukuran perilaku dan
aktivitas yang mencerminkan implementasi konsep pemasaran (Fandy Tjiptono,
2008). Istilah market orientation mengklarifikasikan bahwa konsep ini bukan
sematamata tanggung jawab atau perhatian fungsi pemasaran, namun semua
departemen berpartisipasi dalam pengumpulan, penyebarluasan dan
penindaklanjutan intelijensi pasar. Selain itu, market orientation berfokus pada
pasar (market) yang mencakup pelanggan dan faktorfaktor atau kekuatan
kekuatan yang mempengaruhinya. Narver dan Slater (1990) mendefinisikan
orientasi pasar sebagai budaya bisnis yang mampu secara efektif dan efisien
menciptakan perilaku karyawan sedemikian rupa sehingga menunjang upaya
penciptaan nilai superior bagi para pelanggan. Ia berpendapat bahwa meskipun
orientasi pasar meningkatkan kinerja penjualan, biaya pelaksanaannya mungkin
mengurangi keuntungan.
Dengan demikian orientasi pasar menjadi bagian penting bagi perusahaan
dalam meningkatkan persaingan global dan perubahan kebutuhan pelanggan
dimana sebuah perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan
pasar. Perusahaan diharuskan dekat dengan pasar untuk selalu mengetahui apa
yang menjadi kebutuhan bagi pelanggan dengan cara terus menilai kebutuhan dan

56
keinginan pelanggan. Orientasi pasar merupakan budaya bisnis dimana suatu
organisasi mempunyai komitmen untuk terus berkreasi dalam menciptakan nilai
unggul bagi pelanggan. Orientasi pasar yang kuat di perusahaan bisa memberikan
penawaran dan memberikan kepuasan yang lebih baik kepada pembeli serta
perusahaan akan memperoleh hasil yang lebih besar atas penawaran yang
diberikan.
Narver dan Slater (1990) orientasi pasar memiliki tiga definisi komponen
utama yaitu, orientasi pelanggan, orientasi pesaing dan koordinasi interfungsional
(inter-functional coordination). Orientasi pelanggan dan orientasi pesaing
termasuk dalam aktivitas yang dilibatkan dalam memperoleh informasi tentang
pembeli dan pesaing pada pasar yang dituju dan menyebarkan melalui bisnis.
Sedangkan koordinasi antar fungsi (inter-functional coordination) didasarkan
pada semua fungsi yang berkontribusi terhadap nilai pelanggan dan informasi
pelanggan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orientasi pasar dapat
mendatangkan manfaat yang baik dari sisi keuangan, pelanggan, karyawan dan
keinovasian perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus memperhatikan
masalah tersebut supaya tidak hanya sebagai slogan bahwa perusahaan hanya
memperhatikan pasar tetapi juga mengambangkan orientasi pasar sebagai budaya
organisasi.
1. Orientasi Pelanggan
Konsep orientasi pelanggan dapat juga diartikan sebagai pemahaman yang
memadai tentang target beli pelanggan yang mempunyai tujuan untuk
menciptakan nilai unggul bagi pembeli secara terus menerus. Narver & Slater
(1990) pemahaman disini mencakup pemahaman terhadap seluruh rantai nilai
pembeli, baik pada saat terkini maupun pada perkembangannya di masa yang
akan datang. Pemahaman yang menyeluruh terhadap rantai nilai pembeli dapat
dicapai melalui perolehan informasi tentang pelanggan dan pengetahuan terhadap
hambatan politis dan ekonomis yang dihadapi oleh setiap tingkatan dalam saluran
distribusi, Narver & Slater (1990). Orientasi pelanggan oleh para peneliti
ditempatkan sebagai prioritas tertinggi dalam hal memberikan nilainilai superior
pada pelanggan. Dimana pelanggan merupakan hal terpenting dalam penjualan

57
suatu produk dan sebagai penentu kesuksesan produk. Dengan adanya informasi
tersebut maka perusahaan pejnual dapat memahami siapa saja yang menjadi
pelanggan potensialnya, baik untuk saat ini maupun pada masa yang akan datang
dan apa yang mereka inginkan untuk saat ini maupun saat yang akan datang.
Penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa dalam penerapan orientasi pasar
memerlukan kemampuan perusahaan dalam mencari informasi pasar sehingga
dapat dijadikan dasar pada perusahaan untuk melakukan langkah atau strategi
selanjutnya.
2. Orientasi Pesaing
Orientasi pesaing dapat diartikan bahwa perusahaan memahami
keunggulan dan kelemahan jangka pendek serta kapabilitas dan strategi jangka
panjang para pesaing utama saat ini dan pesaing potensial (Naver & Slater, 1990).
Perusahaan yang berorientasi pesaing dapat dilihat sebagai perusahaan yang
memiliki strategi dan memahami bagaimana cara memperoleh dan membagikan
informasi mengenai pesaing. Oleh karena itu tenaga penjual harus dapat
mengumpulkan informasi mengenai pesaing dan membagi informasi tersebut
kepada fungsifungsi lain dalam perusahaan dan mendiskusikan dengan pimpinan
perusahaan mengenai kekuatan dari pesaing dan menyusun strategi yang mereka
kembangkan untuk bersaing di bisnis.
Dalam kenyataannya orientasi pelanggan sering kurang mampu dijadikan
sebagai strategi memenangkan persaingan bisnis, karena perusahaan cederung
hanya bersifat reaktif terhadap permasalahan bisnis yang muncul dan tidak
mengembangkan sikap proaktif dalam mengungguli pesaing bisnisnya (Wahyono,
2002). Oleh karena itu perlu adanya keseimbangan dalam menjalankan kedua
orientasi ini supaya satu sisi mampu memenangkan persaingan dan disisi lain
tetap dapat memuaskan keinginan pelanggan. Maka dari itu perusahaan dapat
mengajukan suatu campuran yang seimbanga antara orientasi pelanggan dan
orientasi pesaing sebagai syarat supaya dapat mempertahankan keunggulan
bersaing.

58
3. Koordinasi Interfungsional
Never & Slater (1990) menyatakan bahwa koordinasi interfungsional
merupakan pemanfaatan sumber daya perusahaan secara terkordinasi dalam
rangka menciptakan nilai superior bagi para pelanggan sasaran. Koordinasi
interfungsional menunjuk pada aspek khusus dari struktur organisasi yang
mempermudah komunikasi antar fungsi organisasi yang berbeda. Koordinasi
interfungsional berdasarkan pada informasi pelanggan dan pesaing serta terdiri
dari upaya penyelarasan bisnis. koordinasi interfungsional dapat mempertinggi
komunikasi dan pertukaran antara semua fungsi organisasi yang memperhatikan
pelanggan dan pesaing, serta menginformasikan trend pasar yang terkini.
Koordinasi antar fungsi yang efektif diharapkan mampu menggerakkan partisipasi
secara aktif masing-masing bidang untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Hal
ini dilakukan agar masingmasing bidang fungsional mampu mengenali
kelebihankelebihannya dan dapat bekerjasama dengan bidang lainnya secara
efektif.
Orientasi pasar berpotensi meningkatkan kinerja bisnis. Selain itu, orietasi
pasar diyakini pula memberikan manfaat psikologis dan sosial bagi para
karyawan, berupa perasaan bangga serta komitmen organisasional yang lebih
besar pula. Meskipun pada mulanya orientasi pasar dikembangkan sebagai cara
mengukur tingkat implementasi konsep pemasaran dalam sebuah perusahaan,
konsep ini berkembang lebih dari sekedar refleksi konsep pemasaran. Berbeda
dengan konsep pemasaran yang bisa dikatakan berfokus tunggal pada pelanggan,
orientasi pasar justru memiliki fokus ganda pada pelanggan dan pesaing. Orientasi
pasar merupakan kombinasi antara budaya komitmen pada nilai pelanggan dan
proses penciptaan nilai superior bagi para konsumen. Untuk itu, dibutuhkan fokus
pada pelanggan (customer focus), intelijensi pesaing, dan kerja sama serta
keterlibatan lintas fungsional.

59
Orientasi pelanggan

Orientasi pesaing
Orientasi
pasar
Informasi pasar

Sumber : Philip Kotler, jilid 1 (2002)

Gambar 2. Skema Orientasi Pasar


C. Peran Pemasaran
Pemasaran memiliki peran yang sangat penting yang harus sangat
diperhatikan bagi pemasar. Peran tersebut antara lain peran pemasaran terhadap
organisasi/perusahaan dan peran pemasaran terhadap masyarakat.
1. Peran Pemasaran Terhadap Organisasi/Perusahaan
Dalam organisasi, baik organisasi non-laba maupun perusahaan, yang
mempunyai beberapa jenjang manajerial, peran pemasaran untuk masing-masing
jenjang pasti berbeda. Sebuah perusahaan yang besar misalnya, mempunyai tiga
jenjang manajerial, yaitu manajemen puncak,manajemen madya dan manajemen
operasional. Jika dilihat pada jenjang organisasionalnya, jenjang paling atas
disebut jenjang korporet, jenjang menengah disebut
jenjang unit bisnis strategic, dan jenjang yang paling bawah disebut jenjang
operasional. Pemasaran dibutuhkan oleh setiap jenjang dengan peran yang
berbeda seperti dikemukakan oleh Webster, Jr (1992) sebagai berikut.
1. Jenjang Korporet Pada jenjang ini,nama pemasarannya disebut pemasaran
korporet (corporate marketing) dengan peran :
a. mengkampanyekan orientasi pelanggan dengan selalu mengutamakan
pandangan pelanggan filosofi seperti ini disebut Konsep Pemasaran
b. memperkirakan daya tarik pasar dengan cara menganalisis kebutuhan dan
persyaratan pelanggan, penawaran-penawaran kompetitif yang sangat

60
potensial bagi perusahaan, dan memperkirakan efektifitas kompetitif yang
potensial
c. mengembangkan patokan nilai keseluruhan perusahaan yang mencerminkan
kebutuhan pelanggan dan menjabarkannya ke seluruh perusahaan maupun
pasarnya.
Dari ketiga peran utama tersebut dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai
kultur atau budaya lebih diutamakan. Budaya disini mencakup sejumlah nilai-nilai
dan keyakinan dasar tentang kepentingan pokok pelanggan.
2. Jenjang Unit Bisnis Strategik Nama pemasaran untuk jenjang ini disebut
pemasaran strategic (strategic marketing) dengan peran :
a. menentukan bagaimana melakukan persaingan (mensegmentasikan pasar,
menentukan pasar sasaran, dan memposisikan produk) di bisnis tertentu
dengan melakukan analisis pesaing dan sumber perusahaan secara lebih detail
dan cermat.
b. memutuskan kapan dan bagaimana cara melakukan kemitraan. Jenjang unit
bisnis strategic ini lebih menekankan pemasaran sebagai strategi.
3. Jenjang Operasional atau Fungsional Dalam jenjang yang paling bawah ini
peran pemasarannya disebut manajemen pemasaran (marketing management).
Pemasaran ini berperan :
a. merumuskan dan mengimplementasikan program-program pemasaran yang
didasarkan pada bauran pemasaran (marketing mix) yaitu : produk (product),
penetapan harga (price), distribusi (place/distribution), dan promosi
(promotion), atau disingkat dengan 4P .
b. mengelola hubungan-hubungan yang harmonis dengan pelanggan dan penyalur.
Pada jenjang ini operasional ini pemasaran diutamakan sebagai taktik.
Tentang siapa yang bertanggung jawab dalam pemasaran, masing-masing
jenjang sudah memberikan batasan-batasannya. Meskipun setiap orang dalam
perusahaan memiliki budaya pemasaran, namun tanggung jawab pemasaran ada
pada manajer pemasaran atau eksekutif pemasaran, yaitu orang yang bertanggung
jawab untuk mengambil keputusan yang isgnifikan di bidang pemasaran. Nama-
nama jabatan yang bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan pemasaran

61
dari berbagai jenjang antara lain : eksekutif pemasaran, manajer pemasaran,
manajer merek, manajer produk, manajer penjualan, manajer pengembangan
produk dan informasi pemasaran.
2. Peran Pemasaran Terhadap Masyarakat
Pemasaran mempunyai peranan penting dalam masyarakat karena
pemasaran menyangkut berbagai aspek kehidupan. Termasuk bidang ekonomi dan
sosial. Karena kegiatan pemasaran menyangkut masalah mengalirnya produk dari
produsen ke konsumen, maka pemasaran menciptakan lapangan kerja yang
penting bagi masyarakat. Dengan demikian pemasaran merupakan sektor yang
penting dalam pendapatan masyarakat. Pentingnya pemasaran dalam masyarakat,
tercermin pula pada setiap kehidupan dalam masyarakat yang tidak terlepas dari
kegiatan pemasaran yang ada. Untuk mempresentasikan produk. Selain itu
pemasaran selalu mendorong untuk dilakukannya penelitian dan inovasi, sehingga
menimbulkan produk-produk baru. Peranan tersebut antara lain :
1. Peranan pemasaran dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia
Setiap manusia selalu ingin memenuhi kebutuhannya dengan mengkonsumsi
produk yang ada. Pemenuhan tersebut dengan melihat manfaat dan
kegunaannya. Manfaat atau kegunaan dapat dilihat dari bentuk, tempat, waktu
dan kepemilikan.
2. Peranan pemasaran dalam mengalirkan produk ke konsumen pada produsen
Dalam mengalirkan produk ke konsumen pada produsen terdapat tiga bidang
kegiatan yaitu kegiatan transaksi atau transfer, kegiatan suplai fisik, dan
kegiatan mempermudah arus transaksi dan arus barang.
3. Keterkaitan antara pemasaran dengan industrialisasi
Industri pabrik atau manufaktur melakukan proses pengolahan bahan baku atau
masukan (input) dengan meningkatkan daya guna karena bentuk menjadi
keluaran (output). Dengan adanya industrialisasi, proses pengolahan dilakukan
secara massa menggunakan dasar spesialisasi, sehingga dapat dihasilkan hasil
produksi secara besar-besaran.
4. Peranan pemasaran dalam perekonomian

62
Disamping diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam
menyampaikan produk yang dihasilkannya berupa berupa barang atau jasa
kepada konsumen, juga diartikan sebagai kegiatan untuk meningkatkan
kemakmuran ekonomi seluruh masyarakat.

D. Lingkungan Pemasaran
Salah satu tanggung jawab utama dari para pemasar suatu perusahaan
adalah untuk memonitor dan menyelidiki keadaan lingkungan guna memperoleh
peluang-peluang yang baru. Lingkungan pemasaran selalu memberikan peluang-
peluang yang baru, baik dalam masa-masa suram maupun dalam masa cerah.
Lingkungan pemasaran juga selalu menimbulkan ancaman-ancaman baru seperti
kekurangan energi, kenaikan suku bunga pinjaman, resesi yang amat parah, dan
perusahan-perusahaan mengalami keadaan pasar lesu. Para pemasar suatu
perusahaan perlu memonitor secara terus menerus situasi yang berubah-ubah.
Mereka perlu mengamati langsung lingkungan yang berubah itu dan juga
mengandalkan sistem intelijen kejelian pemasaran serta sistem penelitian
pemasaran guna mengikuti secara lebih dekat lagi lingkungan yang berubah-ubah
itu.
Lingkungan pemasaran terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan
yang tak terkendali berdasarkan mana organisasi merancang strategi pemasaran
mereka. Secara khusus dirumuskan sebagai berikut Lingkungan Pemasaran
suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal
dari luara fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi
kemampuan manajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan
transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya .
Dapat dibedakan lingkungan pemasaran antara lain Lingkungan mikro dan
Lingkungan makro suatu perusahaan. Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari
para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang
mempengaruhi kemampuanya untuk melayani pasar : perusahaan, para pensuplai
bahan mentah, para perantara, para pelanggan, pesaing, dan para anggota
masyarakat. Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat

63
kemasyarakatan lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan
mikro perusahaan, yaitu : faktor kependidikan ekonomi, fisik, teknologi, politik,
hukum dan kekuatan sosial/budaya.
1. Para Pelaku Dalam Lingkungan Mikro Perusahaan
1. Perusahaan
Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang
diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok
lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen
puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian,
produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan,
karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang
lainnya.

Persaingan

Pensuplai Perusahaan Perantara Pelanggan


pemasaran

Masyarakat

Sumber : Philip Kotler, jilid 1 (2002)

Gambar 3. Para Pelaku Utama Dalam Lingkungan Mikro Perusahaan

2. Pemasok (supplier)
Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang
menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing
untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus
memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari
pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh
yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan.

64
Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-
masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan
sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kcjadian
lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi
pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.
3. Perantara pemasaran
Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu
perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para
konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :
Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk
menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti
agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para
pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak
memiliki barang atau jasa itu sendiri.
Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam
penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang
dituju.
Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian
pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan
pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan
mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.
Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan
perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.
4. Pelanggan
Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang
atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-
lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya. Pasar sasaran dapat terdiri dari
hanya satu atau lebih dari lima macam pasar pelanggan berikut ini :
1. Pasar konsumen
Individu individu dan rumah tangga yang membeli produk dan jasa untuk
konsumsi pribadi.

65
2. Pasar industri
Organisasi organisasi yang membeli brang produk dan jasa yang dibutuhkan
untuk memproduksi produk-produk dan jasa-jasa lainnya dengan maksud
memperoleh keuntungan dan atau mencapai sasaran lain.
3. Pasar Penjual Kembali
Organisasi-organisasi yang membeli barang produk dan jasa dengan maksud
menjual kembali barang dan jasa itu yang memberikan keuntungan bagi
mereka.
4. Pasar Pemerintah
Lembaga-lembaga pemerintah yang membeli barang produk dan jasa agar
menghasilkan pelayanan kepada masyarakat umum, atau mengalihkan barang
dan jasa itu kepada pihak lain yang membutuhkannya.
5. Pasar Internasional
Pembelian terdapat diluar negri, termasuk konsumen, produsen, penjual
kembali, dan pemerintah asing.
6. Pesaing
Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah
sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah system pemasaran
yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem
pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi
oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor
segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.
7. Masyarakat Umum
Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan
masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap
kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode
- metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan
perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok
inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat
memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan
perusahaan untuk mencapai sasarannya.

66
Setiap perusahaan dikelilingi oleh tujuh macam masyarakat umum :
1. Masyarakat Keuangan
Masyarakat keuangan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
memperoleh dana bank, lembaga penanaman modal, makelar saham, dan para
pemegang saham merupakan masyarakat keuangan utama.
2. Masyarakat Media
Masyarakat media adalah organisasi yang menyiapkan berita, karangan, tajuk
rencana. Secara khusus media itu adalah surat kabar, majalah, radio dan stasiun
televisi.
3. Masyarakat Pemerintah
Menejemen perusahaan harus memasukkan perkembangan pemerintah pada
perhitungannya dalam merumuskan rencan pemasaran.
4. Masyarakat Aksi Warganegara
Aktivitas pemasaran perusahaan mungkin dipersoalkan oleh organisasi
konsumen, kelompok pelestarian lingkungan, kelompok minoritas dan
kelompok lainnya.
5. Masyarakat Setempat
Setiap perusahaan perhubungan dengan masyarakat setempat seperti penduduk
yang berdekatan dengan perusahaan dan organisasi masyarakat.
6. Masyarakat Umum
Suatu perusahaan perlu memperhatikan sikap masyarakat umum terhadap
kegiatan dan produknya.
7. Masyarakat Dalam Perusahaan
Masyarakat dalam perusahaan termasuk pekerja kasar di pabrik, para pegawai
bagian administrasi, manejer, dan dewan direktur.
2. Para Pelaku Lingkungan Makro Perusahaan
Perusahaan, para pemasok, para perantara pemasaran, para pelanggan,
para pesingan dan lapisan mayarakat semua menjalankan fungsinya dalam
kekuatan lingkungan mikro yang lebih besar dan dalam kecendrungan yang amat
besar (megatren), yang membetuk berbagai peluang dan memberikan ancaman
terhadap perusahaan.

67
Lingkungan makro terdiri dari enam kekuatan utama yaitu kependudukan,
ekonomi, fisik, teknologi, politik atau hukum dan sosial atau budaya.
1. Lingkungan kependudukan
Fakta lingkungan pertama yang menarik bagi para pemasar adalah
kependudukan, karena orang banyaklah yang membentuk pasar. Para pemasar
sangat tertarik pada b besarnya penduduk dunia, distribusinya secara
geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan berpindah tempat, distribusi
usia, kelahiran, perkawinan, dan tingkat kematian.
2. Lingkungan Ekonomis
Pasar membutuhkan daya beli seperti halnya orang banyak. Daya beli
keseluruhan itu merupakan suatu fungsi dari pendapatan saat itu, harga,
tabungan dan kredit yang tersedia. Para pemasar perlu menyadari keempat
kecenderungan itu dalam lingkungan ekonomi.
a. Penurunan dalam pertumbuhan pendapatan-nyata
b. Tekanan inflasi yang berkesinambungan
c. Tabungan kecil dan hutang membengkak
d. Perubahan pola pengeluaran konsumen
3. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik mengalami kerusakan yang tak dapat dipulihakan
kembali oleh kegiatan industri bangsa-bangsa modern. Kenneth Boulding
mengemukakan bahwa planet bumi seumpama sebuah kapal ruang angkasa
yang berada dalam keadaan bahaya karena kekurangan jika dia gagal untuk
melestarikan dan menghidupkan kembali bahan-bahannya.
4. Lingkungan Teknologi
Teknologi telah menghasilkan sesuatu yang mengerikan seperti bom
hidrogen, gas syaraf dan senapan otomatis. Setiap teknologi baru merupakan
satu kekuatan untuk Penghancuran kreatif .
5. Lingkungan Politik Hukum
Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan
kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak-gerik
berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat.

68
6. Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan ini terbentuk dari kepercayaan dasar, nilai-nilai dan norma
orang. Mereka menyerap, hampir secara tidak sadar suatu pandangan yang
merumuskan hubungan mereka dengan sesamanya, dengan masyarakat lain,
dengan alam, dan dengan alam semesta.

E. Pengaruh Orientasi Pasar Terhadap Kinerja Pemasaran


Banyak penelitian yang dilakukan untuk membuktikan apakah orientasi
pasar dapat menghasilkan kinerja pemasaran yang unggul. Penelitian Kirca (2005)
ini menyatakan bahwa orientasi pasar memiliki pengaruh terhadap kinerja
organisasi secara keseluruhan. Namun demikian dalam penelitian yang menguji
hubungan antara orientasi pasar dengan kinerja organisasi menggunakan indikator
kinerja pemasaran seperti market share, pertumbuhan penjualan, kepuasan
konsumen, dan loyalitas konsumen. Kirca (2005) yang melakukan meta-analisis
terhadap semua temuan dalam literatur orientasi pasar. Penelitian Kirca (2005)
dilakukan dengan menggunakan dua tahap penelitian, yaitu : tahap pertama
dilakukan analisis bivarite terhadap ringkasan kuantitatif berkaitan dengan
konsekuensi dari orientasi pasar, tahap kedua dilakukan analisis multivariate
secara keseluruhan penelitian untuk mengidentifikasi signifikansi anteseden
orientasi pasar dan proses variabel yang memediasi hubungan antara orientasi
pasar dengan kinerja. Penelitian Kirca (2005) ini juga memperoleh temuan bahwa
orientasi pasar memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen. Perusahaan yang
memiliki orientasi pasar yang tinggi akan memiliki kinerja pemasaran yang tinggi.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Mahmoud (2011) yang melakukan
penelitian dengan judul Market Orientation and Business Performance among
SMEs in Ghana. Penelitian ini menyatakan bahwa adanya pengaruh positif
orientasi pasar terhadap kinerja bisnis yang diterapkan dalam UKM. Tingginya
tingkat orientasi pasar maka semakin besar tingkat kinerja di UKM. Ghana,
konsisten dengan proposisi utama dari literatur bahwa peningkatan orientasi pasar
mengarah pada kinerja perusahaan yang lebih tinggi.

69
Namun terdapat beberapa penelitian lain yang memberikan hasil yang
berbeda yaitu Jaworski dan Kohli (1993) dengan penelitiannya Market
Orientation: Antecedent andConsequences dalam penelitiannya tersebut
Jaworski dan Kohli (1993) menggunakan dua sampel penelitian, dengan ukuran
sample 222 Strategi Bisnis Unit dan 230 manajer di Amerika Serikat. Hasil
penelitiannya baik pada sampel satu maupun pada sampel dua menyatakan bahwa
orientasi pasar tidak memiliki pengaruh terhadap market share.

F. Pengaruh Peran Pemasaran terhadap Kinerja Pemasaran


Pemasaran adalah salah satu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang
ditunjukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada
pembeli atau konsumen. Pemasaran sering digambarkan sebagai membuat yang
bisa dijual, bukan menjual yang bisa dibuat. Organisasi yang menjual apa yang
mereka buat, mengacu kepada produk, membuat produk baru memikirkan
pelanggan. Bagi mereka pemasaran hanyalah membuat orang membeli.
Organisasi mengacu pada pelanggan, menciptakan produk dan jasa sebagai
respons kebutuhan pelanggan. Keuntungan lebih besar yang merupakan alasan
paling kuat untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Jadi peran pemasaran dalam
organisasi atau masyarakat sangatlah penting untuk memajukan kinerja pemasaran
itu sendiri.

G. Pengaruh Kondisi Lingkungan terhadap Kinerja Pemasaran


Lingkungan pemasaran adalah lingkungan perusahaan yang terdiri dari
pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan
manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang
berhasil dengan pelanggan sasaran. Lingkungan pemasaran merupakan sebuah
komponen kekuatan diluar aspek pemasaran yang dapat mempengaruhi
kemampuan manajemen pemasaran dalam membangun dan memelihara hubungan
dengan pelanggan yang terdiri dari lingkungan internal dan eksternal (mikro &
makro).

70
Dalam era yang serba globalisasi ini, manajemen pemasaran sekarang
dihadapkan pada tuntutan untuk saling melakukan hubungan bisnis secara efektif.
Hubungan tersebut dilakukan antara manajemen pemasaran dengan lingkungan
pemasaran yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran. Lingkungan pemasaran
itu merupakan seluruh pelaku yang berada didalam maupun luar perusahaan.
Kemampuan manajemen untuk mengembangkan dan memelihara hubungan baik
dengan pelanggan sasaran.
Lingkungan pemasaran sangat berpengaruh terhadap kinerja pemasaran
pada UMKM Dmam craft dikarenakan lingkungan pemasaran menciptakan
ancaman dan peluang secara bersamaan yang kuncinya bagaimana seorang
pemilik UKM yang berperan dalam pemasaran dan bawahanya mampu
memanfaatkan peluang dan berusaha menyelesaikan ancaman yang ada diluar
sana. Lingkungan pemasaran yang selalu dinamis berubah dari waktu ke waktu
dapat membuat pemilik UMKM ini harus selalu menata strategi pemasaran yang
optimal guna untuk menciptakan kinerja pemasaran yang yang sesuai dengan apa
yang diharapkan. Maka dari itu pemasaran harus mampu menciptakan nilai dan
kepuasan dari pelanggan.

71
METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif
subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Sesuai dengan pengertian
tersebut kami menganalisis data dengan menggunakan pendekatan induktif. Selain
itu kami juga memberikan data data yang sesuai dengan landasan teori yang kami
gunakan. Sehingga penelitian kami dapat menjadi penelitian yang benar dan tepat.
Dalam menganalisis dan mendeskripsikan mengenai kinerja pemasaran
terhadap usaha mikro kecil dan menengah lampu hias yang berbahan baku limbah
daun, peneliti menggunakan landasan teori sebagai pemandu agar fokus penelitian
sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk
memberikan gambaran umum tentang latar penelitian serta bahan pembahasan
hasil penelitian.

B. Waktu dan Tempat Penelitian


Waktu Penelitian : kami melakukan 3x studi kasus yaitu pada tanggal 29
Oktober 2015, pukul 16.30-17.15 kami melakukan survey tempat UKM Dmam
craft (lampu hias berbahan baku limbah daun). Pada tanggal 12 Nopember 2015,
pukul 09.30-12.30 kami melakukan lanjutan studi kasus terhadap UKM Dmam
craft (lampu hias berbahan baku limbah daun) dan pada tanggal 19 Nopember
2015, pukul 09.00-12.00 kami melakukan studi kasus kami yang terakhir
(finishing) terhadap UKM Dmam craft (lampu hias berbahan baku limbah daun).
Tempat penelitian : penelitian bertempat di Kediaman Bapak David
Ismoko (pemilik) di Bulak Rukem Timur, Gg IIG, Kelurahan Bulak, Surabaya.

C. Populasi dan Sampel


Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian atau keseluruhan unsur-
unsur yang memiliki satu atau beberapa ciri atau karakteristik yang sama. Dalam

72
penelitian ini yang menjadi populasi adalah pemilik UKM Dmam craft serta
pelanggan dari UKM Dmam craft tersebut.
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti, dipandang
sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri.
Teknik yang digunakan untuk memperoleh sampel yaitu teknik Purposif Sampling
yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang
diperlukan. Karena itu, peneliti menetapkan bahwa sampel yang akan dipilih
haruslah pemilik UKM dan pelanggan. Hal ini dikarenakan asumsi peneliti bahwa
sampel tersebut merupakan subyek penelitian yang merasakan kinerja pemasaran
dari UKM Dmam craft.
Sedangkan dalam memilih informan sebagai sampel, peneliti
menggunakan teknik Accidental sampling yang dasarnya memilih pemilik UKM
untuk dijadikan sampel penelitian.

D. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah in-depth-
interview. Peneliti akan melakukan wawancara tatap muka kepada pemilik UKM
demi memperoleh narasi kualitatif serta informasi yang lebih dalam mengenai
sikap dari kinerja pemasaran produk UKM Dmam craft dipasaran. Sehingga
diharapkan untuk memperoleh informasi yang terbuka dan jujur agar
mendapatkan hasil yang relevan.

E. Teknik Analisis Data


Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-
jawaban dari penelitian yang diperoleh dari hasil interpretsi in-depth interview
yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah
penelitian. Peneliti akan melakukan dialog bebas dengan informan, yang nantinya
jawaban informan akan diinterpretasikan oleh peneliti sesuai dengan landasan
teori yang telah ditetapkan dan setelah itu akan ditarik kesimpulan.

73
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Wawancara
Usaha Mikro Kecil (UKM) Dmam craft sebagai salah satu UKM binaan
dari Kecamatan Bulak. UKM ini telah menciptakan berbagai macam lampu-lampu
hias manis yang berbahan baku dari limbah daun yaitu daun waru. Konsep yang
dipakai oleh pemilik adalah konsep nature atau alami karena dengan konsep ini
telah menjadikan salah satu karakter bagi UKM Dmam craft. UKM Dmam craft
telah memproduksi tidak kurang dari lima jenis lampu hias, ada yang berbentuk
tabung, setengah lingkaran, dan segi empat. Lampu-lampu tersebut bisa dipasang
diberbagai ruang, misal disudut kamar sebagai lampu tidur, di ruang tamu atau di
taman indoor. Ada dua jenis atau type lampu yang telah diproduksi oleh Dmam
craft yaitu lampu hias meja dan lampu hias dinding. Bahan untuk membuatnya
adalah kombinasi dari limbah daun waru, resin, fiber, kaca, dan batu alam.
Pembelanjaan bahan baku sudah menjadi pelanggan tetap yaitu didaerah Pasar
Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Atom Surabaya. Dalam pembuatannya,
seminggu mampu menghasilkan 10 buah lampu hias, satu lampu diselesaikan
selama 4 jam. Harga yang dipatok yaitu satu buah lampu hias dihargai Rp
75.000,- sampai Rp 85.000,- tergantung dari jenis lampunya. Penjualan dari
lampu hias ini bisa dikatakan stabil, tidak pasti naik turunnya dari penjualan.
Profit/laba yang diperoleh pun relatif, tergantung dari biaya operasional yang
dikeluarkan. Cara pemasaran produk ini masih menggunakan pemasaran face to
face yaitu dengan langsung datang ke instansi-instansi tertentu.
1. Gambaran Umum Objek Penelitian
a. Latar Belakang UKM Dmam craft
UKM Dmam craft berdiri pada Tahun 2011 awal dirintis oleh Bapak
David Ismoko selaku pemilik. Nama UKM ini diambil dari kata Dmam yang
berarti demam dan craft sendiri adalah kerajinan. Tujuan pemilik memberi
nama tersebut yaitu agar masyarakat semakin demam dengan kerajinan terutama
kerajinan lampu hias yang berbahan baku limbah daun ini. Dalam pembuatan
kerajinan ini si pemilik memilih konsep nature/alami yang diawali dan
ditekuninya pada tahun 2013. Konsep nature yang dicetuskan pertama kali adalah

74
konsep sisik pohon yang sampai saat ini tetap dipakai sebagai salah satu ciri khas
UKM Dmam craft. Model lampu hias yang dibuat adalah indoor terdiri dari
model lampu yang berbentuk tabung, setengah lingkaran, dan segi empat. Lampu
tersebut dapat di pasang di sudut ruang tamu, lampu tidur, lampu dinding, lampu
taman indoor. Lampu hias ini terbuat dari kombinasi sampah daun, kayu, resin
dan fiber. Limbah daun yang dipilih dan digunakan oleh pemilik adalah limbah
daun waru. Alasan memilih daun waru karena bentuk dari daun tersebut yang unik
yaitu berbentuk hati dan mampu untuk menjadi karakteristik bagi UKM Dmam
craft. UKM Dmam craft ini bisa dikatakan tempatnya yang kurang strategis,
yaitu bertempat di kawasan Bulak Rukem Timur, Gg IIG, kelurahan Bulak,
Surabaya
Peta Lokasi UKM Dmam craft

Gambar 4

75
2. Biodata Pemilik
1. Nama Pemilik : David Ismoko
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 02 Januari 1990
Alamat : Bulak Rukem Timur, IIG , no. 35
Pekerjaan : Pengusaha
No. Telp : 085606572011
2. Nama Pemilik : Ariana
Tempat, tanggal lahir : Surabaya, 08 Agustus 1992
Alamat : Bulak Rukem Timur, IIG , no. 35
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
3. Jenis Usaha
Jenis usaha yang didirikan adalah usaha kerajinan Lampu Hias berbahan
baku limbah daun waru. Untuk mendapatkan bahan baku limbah daun waru,
Bapak David bekerja sama dengan pasukan kuning dari Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Surabaya. Usaha Kecil Menengah (UKM) Dmam craft ini
sudah mengantongi Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) dari Pemerintah sesuai
dengan Undang-undang yang berlaku namun belum melakukan adanya Hak paten
pada UKM ini.
B. Pembahasan
Dengan menerapkan berbagai macam teori pada Usaha Kecil Menengah
(UKM) Dmam craft, khususnya teori orientasi pasar, peran pemasaran serta
analisa lingkungan pemasaran. Ketiga teori tersebut dapat berpengaruh pada
sistem kinerja pemasaran. Orientasi pasar yang didalamnya terdapat berbagai
macam orientasi yang harus sangat diperhatikan oleh UKM yakni orientasi
pelanggan dan orientasi pesaing. Kedua orientasi ini sangat berkesinambungan
satu sama lain. orientasi pelanggan yang menargetkan daya beli pada pelanggan
dengan tujuan untuk menciptakan nilai unggul produk yang dimiliki oleh Usaha
Kecil Menengah (UKM) pada pembeli terus menerus. Kemudian orientasi pesaing
yang harus lebih diperhatikan lagi oleh UKM, karena UKM harus memperhatikan
kelemahan dan keunggulan yang dimiliki oleh para pesaing. Tidak hanya orientasi
pasar, namun memperhatikan peran dari pemasaran dan kondisi lingkungan

76
pemasaran juga harus lebih diperhatikan oleh pelaku Usaha Kecil Menengah
karena dengan lebih memperhatikan UKM mampu untuk meningkatkan kinerja
pemasaran untuk saat ini hingga ke depan.
Sesuai dengan hasil observasi dengan metode kualitatif atau dengan teknik
wawancara yang kami lakukan pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Dmam craft,
bahwa peningkatan kinerja pemasaran pada UKM tersebut belum mengalami
peningkatan yang signifikan, dikarenakan UKM itu sendiri kurang
memperhatikan teori-teori tentang pemasaran terutama pada pemasaran melalui
media sosial. Kurangnya memperhatikan teori-teori pemasaran menyebabkan
hasil penjualan produk selama ini belum ada peningkatan secara drastis. Pada
observasi kami, kami menuangkan bagaimana cara penjualan produk pada jejaring
sosial seperti pada web, intagram, BBM dsb. Dengan penjualan melalui jejaring
sosial, maka produk akan lebih dikenal oleh publik. Tidak hanya penjualan
produk yang harus diperhatikan namun pembaruhan produk juga harus lebih
diperhatikan. Menghasilkan inovasi-inovasi baru pada produk Lampu Hias.
Inovasi-inovasi tersebut dapat lahir dengan cara sebagai berikut :
1. Amati perkembangan tren dan keinginan pasar
Pertama, pelaku usaha harus rajin turun ke pasar dan tempat keramaian yang
menjual produk kerajinan. Kedua, mengikuti perkembangan produk dari
dalam maupun luar negeri baik dari pameran, internet, televisi, atau pun
media cetak.
2. Tembus pasar ekspor
Menembus pasar ekspor paling mudah dan cepat dilakukan melalui pameran,
pemeran dalam/luar negeri. Dengan menonjolkan ciri khas pada produk yang
diunggulkan meski 1 jenis. Usaha Kecil Menengah Dmam craft sudah
mengikuti gelaran pameran seni tingkat nasional di Jakarta.
a. Penerapan Inovasi
Pada sub bab I, kami telah memaparkan tentang ide-ide inovasi terbaru bagi
pembaruan produk dari UKM Dmam craft atau UKM Lampu hias. Ide-ide
inovasi tersebut antara lain lampu aroma terapi dan lampu sensor. Kami sangat
percaya dengan ide yang kami berikan mampu menambah nilai jual untuk produk

77
tersebut. Karena belum banyak orang memakai ide tersebut untuk dijadikan lampu
hias. Selain nilai jual, lampu hias aromaterapi dan lampu sensor ini memiliki
bentuk yang unik, menarik juga indah. Lampu aromaterapi biasanya digunakan di
dalam kamar terutama pada malam hari. Aromaterapi dari lampu tersebut berasal
dari tumbuh-tumbuhan atau bahan alami yang juga bermanfaat untuk kesehatan
seseorang. Sedangkan lampu sensor, seperti yang kami sarankan adalah lampu
sensor dengan bahan stik es krim. Lampu sensor ini juga mempunyai manfaat
yang luar biasa dan juga canggih. Yaitu dapat menyala dan mati secara otomatis.
Dua produk inovasi ini mampu membawa UKM merambah ke dunia global dan
bersaing dengan produk lain.
1. Lampu aroma terapi
Lampu Aromaterapi ialah istilah generik bagi salah satu jenis pengobatan
alternatif yang menggunakan bahan cairan tanaman yang mudah menguap,
dikenal sebagai minyak esensial, dan senyawa aromatik lainnya dari tumbuhan
yang bertujuan untuk memengaruhi suasana hati atau kesehatan seseorang,
yang sering digabungkan dengan praktik pengobatan alternatif dan
kepercayaan kebatinan. Inovasi untuk lampu aromaterapi ini bisa di
kombinasikan dari bahan-bahan alami, semisal dari segi bentuk dan baunya.
Sebagai salah satu contoh gambar, terpapar dibawah ini :

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 5. Lampu Aromaterapi Kayu Manis

78
2. Lampu Sensor
Lampu sensor yaitu lampu yang bisa dihidupkan dan dimatikan secara
otomatis. Biasanya rangkaian ini hanya dilakukan pada malam hari atau disaat
membutuhkan penerangan. Rangkaian lampu otomatis ini terletak di area-area
publik. Contohnya seperti lampu taman, lampu jalan raya yang tentu sudah
sering anda temukan bisa mati atau hidup dengan sendirinya. Dan juga
beberapa jenis lampu lainnya yang biasa anda jumpai di jalanan umum. Inovasi
dari lampu sensor dapat di buat dengan berbagai kombinasi bahan alami.
Dibawah ini dapat dicontohkan lampu sensor berbahan baku stik es krim,
namun bisa dikombinasikan dengan daun waru.

Sumber : http://www.google.com (2015)


Gambar 6. Lampu Sensor Bahan Baku Stik Es Krim

79
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan teknik observasi, wawancara dan
dokumentasi yang dilaksanakan di UKM Dmam craft tentang kinerja pemasaran
pada UKM tersebut, dapat diambil kesimpulan. Kesimpulan tersebut dapat
dipaparkan sebagai berikut Bahwa Narver dan Slater (1990) orientasi pasar
memiliki tiga definisi komponen utama yaitu, orientasi pelanggan, orientasi
pesaing dan koordinasi interfungsional (inter-functional coordination). Peran
pemasaran Webster, Jr (1992) yang melingkupi peran organisasi dan masyarakat,
philip kotler (2001), konsep pemasaran yang terdiri dari 5 konsep pemasaran yaitu
konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan dan konsep pemasaran
berpengaruh pada kinerja pemasaran. Kondisi lingkungan juga berperan penting
pada peningkatan kinerja pemasaran pada Usaha Kecil Menengah (UKM) Dmam
craft. Hal ini menunjukan bahwa suatu teori jika diterapkan secara langsung pada
UKM akan menghasilkan kinerja pemasaran UKM yang baik. Penerapan teori
pun akan menumbuhkan inovasi-inovasi baru pada produk UKM Lampu hias. Tak
hanya lampu hias yang akan diproduksi oleh UKM, namun dengan gagasan akan
ide inovasi peneliti mampu untuk diterima oleh pemilik UKM yaitu ide
pembuatan lampu aroma terapi serta lampu sensor yang kemungkinan akan
dimunculkan pada tahun depan.

B. Saran
4. Usaha Kecil Menengah (UKM) Dmam craft harus lebih memperhatikan
teori-teori pemasaran yang ada dan mampu menerapkannya pada kondisi
UKM nya saat ini.
5. Memanfaatkan teknologi yang ada sebagai perantara pemasaran yang lebih
efisien. Menggunakann media sosial seperti web, instagram, bbm,
facebook dsb. Hal ini bertujuan agar produk lebih dikenal publik.

80
6. Menciptakan pembaruan pada produk Dmam craft, tidak hanya lampu
hias saja yang diproduksi melainkan menciptakan produk lain tanpa
meninggalkan konsep yang sudah ada yaitu nature.

DAFTAR PUSTAKA
Amstrong, 1990. Manajemen Pemasaran. 29 November 2015.
http://Ams.wordpress.com/2015/01/20/defenisi-manajemen-
pemasaran.html.

Amstrong, 1990. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Alex Media


Computindo.

Dwitama, Reynaldi. Pengertian Struktur Organisasi. 19 November 2015.


http://rynaldi-dwitama-blogspot.co.id/2011/06/pengertian -struktur-
organisasi.html.

Hermawan, Yudiono. Cara Melakukan Penilaian Kerja Yang Efektif. 16


November 2015. http://www.duniakaryawan.com/cara -melakukan-
penilaian-kinerja-yang-efektif.html.

https://id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia
http:/id.wikipedia.org/wiki/orientasipasar.com/
http:/blog.lampuaromateraphy.co.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia.

Kevin, Keller. 2007 Manajemen Pemasaran Jakarta: Alex Media Computindo.

Muhamad, Mursyid. Manajemen Pemasaran Jilid 1 22 November 2015.


http:/mursyid-muh-blogspot.com/manajemen-pemasaran.html.

Philip, Kotler. 2002 Manajemen Pemasaran Jakarta: Alex Media Computindo.

81
LAMPIRAN

Lampiran 1

Lembar kegiatan

No Pelaksanaan kegiatan Kegiatan

1 29 Oktober 2015, pukul Survey lokasi UKM Dmam craft dan


16.30-17.15 perkenalan dengan pemilik UKM Dmam
craft yaitu Bapak David Ismoko.

2 12 Nopember 2015, pukul Study kasus lanjutan mengenai UKM


09.30-12.30 Dmam craft dan pemberian teori pada UKM
serta pemecahan masalah yang dihadapi
UKM.

3 19 Nopember 2015, pukul Study kasus lanjutan serta pemberian teori


09.00-12.00 lanjutan dan dokumentasi.

82
Lampiran 2

Sertifikat

83
Lampiran 3

Logo

Stempel

84
Lampiran 4

Dokumentasi

Pemilik Menjelaskan Kondisi UKM

Sumber : Peneliti (2015)

Sumber : Peneliti (2015)

85
Berdiskusi Tentang Konsep Pemasaran Dan Penerapannya Dalam
UKM Dmam Craft

Sumber : Peneliti (2015)

Lampu meja

Sumber : Peneliti (2015)

86
Lampu hias tipe persegi dan tabung

Sumber : Peneliti (2015)

Percobaan lampu saat menyala

Sumber : Peneliti (2015)

87
Tipe-tipe lampu Hias

Sumber : Peneliti (2015)

Foto mahasiswa bersama pemilik UKM

Sumber : Peneliti (2015)

88
Foto penyerahan sertifikat dari mahasiswa kepada pemilik UKM

Sumber : Peneliti (2016)

89
II. UKM RUMAH BUDIDAYA JAMUR TIRAM GARDA INDONESIA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang sangat luas dan juga sebagian besar
penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Komoditas pertanian
merupakan bagian dari sektor pertanian yang masih perlu untuk dikembangkan
karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian
negara. Selain itu, komoditas pertanian dapat dikembangkan untuk memberikan
kesejahteraan bagi masyarakat. Sektor pertanian yang perlu untuk diperhatikan
serta dikembangkan adalah pada sub sektor hortikultur yang terdiri dari sayur
sayuran, buah buahan, tanaman bunga, tanaman hias dan tanaman obat
(Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014). Tanaman hortikultura dapat dibagi
menjadi empat kelompok yaitu sayuran, buah, tanaman hias dan obat-obatan.
Kontribusi untuk tanaman hortikultura bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia
dapat dilihat pada Tabel 1 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB).
Tabel 1
Nilai PDB Komoditas Hortikultura di Indonesia Berdasarkan Harga Berlaku Periode
20011-2013 (Milyar Rp)
Tahun
No Komotidas
2011 2012 2013
1 Sayuran 25.587 28.205 30.506
2 Buah Buahan 42.362 47.060 48.437
3 Tanaman Hias 4.741 5.085 5.494
4 Tanaman Obat 4.105 3.853 3.897
TOTAL 76.795 84.202 88.334
Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura (2014)
Pada Tabel 1 dapat dilihat perkembangan PDB komoditas hortikultura
Indonesia yang menunjukkan perkembangan positif pada beberapa komoditi
terutama pada komoditas sayuran. Komoditas sayuran pada tahun 2011 sebesar
25.587 milyar rupiah mengalami peningkatan sebesar 10,23 %. Kemudian, pada
tahun 2012 sebesar 28.205 milyar rupiah terjadi peningkatan sebesar 8,15 %
menjadi 30.506 milyar rupiah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa kegiatan
usaha pada komoditas sayuran merupakan salah satu usaha subsektor hortikultura

90
yang dapat memajukan pembangunan ekonomi Indonesia serta menunjukkan
ketertarikan yang tinggi terhadap usaha komoditi sayuran.
Pada Subsektor hortikultura, salah satu komoditi sayuran yang mengalami
perkembangan yang meningkat adalah jamur. Hal tersebut dapat dilihat dari
perkembangan konsumsi dan produksi terhadap jamur di Indonesia yang sebagian
besar mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari data konsumsi dan
produksi jamur di Indonesia. Berdasarkan data pada Tabel 2 pada tahun 2011
sampai dengan tahun 2013 mengalami peningkatan.
Tabel 2
Konsumsi dan Produksi Jamur di Indonesia Tahun 2011 2013
Laju Laju
Konsumsi Produksi
No Tahun pertumbuhan pertumbuhan
( ton ) ( ton )
% %
1 2011 45.151 - 61.349 -
2 2012 47.528 5,2 38.465 - 37
3 2013 62.281 10 61.370 59
Sumber : Direktorat Jenderal Hortikultura (2014)
Berdasarkan Tabel 2, menunjukkan bahwa tingkat konsumsi jamur pada
tahun 2011 sebesar 45.151 ton mengalami peningkatan hingga tahun 2012 sebesar
47.528 ton. Laju pertumbuhan pertahunnya sebesar 5,2 %. Kemudian, pada tahun
2012 mengalami peningkatan hingga tahun 2013 sebesar 62.281 ton dengan laju
pertumbuhan pertahunnya sebesar 10 %. Pertumbuhan penduduk menjadi salah
satu hal yang mempengaruhi prospek usaha jamur di Indonesia. Keadaan seperti
ini dapat dijadikan sebagai peluang untuk mengembangkan usaha budidaya jamur.
Perkembangan produksi jamur sendiri pada tahun 2011 sebesar 61.349 ton
sempat mengalami penurunan hingga tahun 2012 menjadi 38.465 ton dengan laju
pertumbuhan pertahunnya sebesar -37 %. Namun, pada tahun 2013 mengalami
peningkatan kembali sebesar 59 % menjadi 61.370 ton. Namun jika dilihat dari
perkembangan antara konsumsi dan produksi jamur, jamur dapat dijadikan
sebagai sebagai peluang dan potensi yang sangat baik untuk meningkatkan
produksi jamur untuk memenuhi konsumsi terhadap jamur di Indonesia yang
masih terbuka lebar.
Jamur sebagai salah satu komoditi sayuran yang mulai dikenal oleh
masyarakat merupakan bahan makanan nabati yang memiliki nilai gizi tinggi dan

91
khasiat obat. Hal ini sudah dikenal di daratan Cina sejak 300 tahun yang lalu dan
meluas ke beberapa negara lain di benua Asia, Eropa dan bahkan Amerika.
Menurut penelitian ada sekitar 600 jenis jamur yang dapat di konsumsi.
Berdasarkan 600 jenis tersebut, lebih dari 200 jenis telah di konsumsi manusia
dan 100 jenis diantaranya telah dicoba dibudidayakan. Berdasarkan jenis
tumbuhnya, jamur digolongkan menjadi jamur dengan media jerami, media
serbuk kayu dan media campuran (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014).
Jamur tiram putih merupakan salah satu jenis jamur yang banyak
dikonsumsi oleh masyarakat. Jamur tiram dalam bahasa latin yang disebut
Pleurotus ostreatus ini merupakan jamur yang dibudidayakan menggunakan
substrat yang berbentuk serbuk kayu dan diinkubasi ke dalam kumbung. Jamur
tiram tersebut dibudidayakan pada media serbuk dan dikemas di dalam kantong
plastik. Jamur tiram sendiri memiliki beberapa keunggulan salah satunya yaitu
dapat dibudidayakan dengan mudah dan juga dapat dilakukan sepanjang tahun.
Pengembangan jamur tiram sendiri tidak memerlukan lahan yang luas. Masa
produksi jamur tiram relatif lebih cepat sehingga periode dan waktu panen lebih
singkat dan dapat berlanjut sepanjang tahun. Selain itu, limbah dari hasil budidaya
jamur tiram tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk dijadikan pupuk kompos.
Namun, jamur tiram sendiri memiliki kekurangan yaitu tidak dapat tahan lama
setelah masa panen maka dari itu jamur tiram harus segera di distribusikan.
Kandungan protein pada jamur tiram yang cukup tinggi mampu
mensubstitusi protein hewani yang selama ini dinilai berpotensi menyebabkan
penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, kolesterol dan sebagainya (Dirjen
Hortikultura, 2014). Kandungan gizi yang yang terdapat dalam jamur tiram salah
satunya adalah protein 30,4 %, lemak 1,6 % dan karbohidrat 58 %. Kadar lemak
jamur tiram yang lebih rendah dari daging yaitu sebesar 5,5 % sehingga bagi
orang-orang yang sedang melakukan diet, jamur tiram merupakan salah satu
pilihan utama (Cahyana, 2013)
Seiring perkembangan waktu, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
semakin meningkat, sehingga memiliki dampak yang positif terhadap perubahan
pola konsumsi makanan dan minuman. Hal tersebut berdampak pada konsumsi

92
jamur tiram sebagai makanan yang yang bebas kandungan kimia serta tidak
membahayakan bagi kesehatan. Banyak menu makanan yang menggunakan jamur
tiram putih sebagai bahan dasar utamanya. Rasanya yang mirip daging ayam ini,
menjadi alternatif konsumsi kebanyakan vegan (sebutan bagi vegetarian). Cita
rasa khas jamur tiram putih inilah, membuatnya banyak dicari dan tentu
berdampak pada peluang ekonomi. Jamur tiram putih, rasanya enak dan
teksturnya lembut seperti daging ayam. Jamur tiram putih sangat baik bagi tubuh
karena rendah kolesterol dan bisa membantu terapi penyembuhan penyakit,
seperti asma atau kanker. Kebanyakan masyarakat mulai mengkonsumsi jamur
tiram putih untuk digunakan pada menu sayuran. Namun, tak jarang jamur tiram
putih banyak diolah kembali menjadi crispy, nugget, burger, kripik, krupuk,
permen jeli hingga puding jamur (Nurjayadi, 2012).
Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia merupakan salah satu
Rumah Budidaya yang bergerak di bidang budidaya jamur tiram putih yang
terletak di Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Rumah Budidaya Jamur ini
memiliki masalah dalam hal produksi jamur tiram putih. Dalam menjalankan
usahanya masih terdapat keterbatasan untuk memanfaatkan peluang usaha yang
ada. Keterbatasan tersebut berkaitan dengan kapasitas produksi yang belum
dilakukan secara optimal, sehingga Rumah Budidaya Jamur tersebut belum
mampu memenuhi permintaan pelanggan serta manajemen pemasaran yang
kurang baik. Hal tersebut menuntut rumah budidaya untuk mampu memanfaatkan
peluang yang ada dan membutuhkan suatu alternatif strategi pengembangan usaha
jamur tiram putih agar mampu memenuhi permintaan yang ada sehingga Rumah
Budidaya Jamur tersebut dapat bertahan dan memperoleh keuntungan yang
maksimal sesuai dengan tujuannya.

B. Rumusan Masalah
Rumah Budidaya Jamur Garda Indonesia merupakan salah satu Rumah
Budidaya yang bergerak pada usaha budidaya jamur tiram putih yang berdiri pada
Tahun 2014. Tujuan didirikannya rumah budidaya ini adalah untuk
mengembangkan usaha budidaya jamur tiram putih yang berorientasi keuntungan

93
dan menyerap tenaga kerja yang berada disekitar lokasi rumah budidaya. Dalam
memulai usahanya di bidang budidaya jamur tiram putih perusahaan ini
menggunakan modal sendiri sebesar Rp 45.000.000 dan memiliki tenaga kerja
sebanyak 2 orang pada lahan seluas 30 m2. Rumah Budidaya ini memiliki 4 rak
kumbung pertumbuhan yang berukuran masing-masing 135 m3 dengan kapasitas
500 baglog per rak kumbung.
Sampai saat ini Rumah Budidaya Jamur Garda Indonesia belum mampu
memproduksi bahan baku sendiri sampai saat ini Rumah Budidaya Jamur Garda
Indonesia menjalin kemitraan dengan pemasok bahan baku. Dalam menjalankan
usahanya perusahaan masih menghadapi permasalahan yaitu kapasitas produksi
perusahaan yang masih kurang sehingga membuat perusahaan belum mampu
memenuhi permintaan yang ada.
Dalam memulai usahanya Rumah Budidaya Jamur Garda Indonesia ini
menggunakan modal yang berasal dari keuangan milik pribadi tanpa
menggunakan pinjaman dari pihak luar. Pemilik perusahaan menggunakan
seluruh modal awalnya untuk mendirikan usaha ini. Sehingga perusahaan
mengalami keterbatasan modal dalam menjalankan usahanya. Hal tersebut
menjadi salah satu kendala bagi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas
produksi, pembelian mesin untuk proses produksi sehingga tidak dapat memenuhi
permintaan yang ada.
Manajemen perusahaan yang kurang tersusun dengan baik menjadi salah
satu faktor yang mengakibatkan kondisi perusahaan menjadi tidak stabil. Dimana
dalam perusahaan ini banyak terjadi rangkap jabatan. Keseluruhan kondisi
perusahaan dipegang oleh pemilik. Selain itu, pengelola perusahaan sendiri
merangkap untuk mengelola kondisi keuangan, pemasaran, produksi dan
administrasi. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan kurang mampu untuk
mengkoordinasi perkembangan perusahaan.
Kapasitas produksi yang masih kurang, sistem manajemen perusahaan
yang masih lemah dan keterbatasan modal merupakan beberapa kendala yang
dihadapi Rumah Budidaya Jamur Garda Indonesia. Permasalahan tersebut
diharapkan dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya agar

94
perusahaan mampu untuk bertahan untuk menghadapi persaingan yang semakin
kompetitif. Berdasarkan hal tersebut, maka Rumah Budidaya Jamur Garda
Indonesia harus melakukan langkah-langkah strategis guna mengatasi
permasalahan yang ada dengan cara mengidentifikasi beberapa faktor internal dan
eksternal perusahaan. Selain itu, merumuskan indikator kekuatan yang dapat
dimanfaatkan unyuk megatasi kelemahan dan juga merumuskan peluang untuk
mengurangi ancaman yang ada di lingkungan perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu:
1. Apakah faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi Rumah
Budidaya Jamur Garda Indonesia dalam mengembangkan usahanya ?
2. Alternatif strategi apa yang sesuai dan dapat dilakukan oleh perusahaan
dalam pengembangan usahanya?

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah di atas maka tujuan
dari penelitian ini adalah :
1. Mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal
yang dihadapi perusahaan yang mempengaruhi perusahaan Rumah
Budidaya Jamur Garda Indonesia
2. Merumuskan alternatif dan menetapkan prioritas strategiyang sesuai untuk
pengembangan usaha dari hasil analisis lingkungan internal dan eksternal
perusahaan.

D. Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini diantaranya
sebagai berikut :
1. Sebagai saran atau masukan bagi Rumah Budidaya Jamur Garda Indonesia
agar dapat mengembangkan usahanya untuk bertahan

95
2. Bagi mahasiswa dan perguruan tinggi, penelitian ini diharapkan akan
menambah pengetahuan dan sebagai bahan rujukan serta informasi untuk
melakukan penelitian selanjutnya.

96
TINJAUAN PUSTAKA
A. Gambaran Umum Jamur
Jamur merupakan tumbuhan yang mudah dijumpai dan banyak terdapat di
alam bebas, misalnya di hutan atau di kebun. Jamur dapat tumbuh sepanjang
tahun, terutama pada musim hujan (Cahyana, 2013). Dalam bahasa Inggris jamur
sering juga disebut mushroom. Cahyana (2013) jamur merupakan organisme yang
tidak berklorofil sehingga jamur tidak dapat menyediakan makanan sendiri
dengan cara fotosintesis seperti pada tanaman berklorofil. Jamur mengambil zat-
zat makanan yang sudah jadi, yang dibuat atau dihasilkan oleh organisme lain
untuk kebutuhan hidupnya. Karena ketergantungannya terhadap organisme lain,
maka jamur digolongkan sebagai tanaman heterotrofik. Sementara bagi tanaman
yang dapat menyediakan makanan sendiri, seperti karbohidrat (gula, pati, dan
lain-lain), disebut autotrofik.
Menurut Redaksi Agromedia (2009) jamur selain memiliki banyak
manfaat, ternyata ada jenis jamur tertentu yang mengandung racun. Racun jamur
ini dapat merusak fungsi organ, bahkan memyebabkan kematian. Untuk
mencegah terjadinya keracunan jamur, kita perlu mengetahui ciri-cirinya. Berikut
kriteria fisik jamur beracun yang harus dihindari.
1. Warna tubuh buah bervariasi, dari merah darah, kuning terang dan oranye,
hingga putih atau pucat.
2. Biasanya memiliki cincin atau cawan pada pangkal batangnya.
3. Mengeluarkan bau amoniak, seperti telor busuk.
4. Jika dipotong dengan pisau stainless akan meninggalkan bekas hitam atau
biru pada pisau.
5. Jika dimasak, fisik jamur akan berubah menjadi gelap.

B. Jamur Tiram Putih


Jamur tiram putih (Pleurotus Sp.) merupakan jenis jamur kayu yang paling
mudah dibudidayakan karena dapat tumbuh di berbagai macam jenis substrat dan
mempunyai kemampuan adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi. Kemampuan
produksi jamur tiram pun relatif tinggi, dari 1.000 gram substrat kering, 50-70 %

97
jamur segar dapat dihasilkan, bahkan saat ini produktivitas panen sudah dapat
ditingkatkan hingga 120-150 % (Dirjen Hortikultura, 2014).
Menurut Dirjen Hortikultura (2014), jamur tiram mempunyai rasa yang
lezat serta kandungan gizi yang cukup tinggi. Disebut juga jamur tiram atau oyster
mushroom karena bentuk tudungnya agak membulat, lonjong dan melengkung
seperti cangkang tiram. Jenis jamur tiram yang banyak dibudidayakan antara lain
sebagai berikut:
1. Jamur tiram putih (Pleurotus Ostreatus)
2. Jamur tiram merah muda (Pleurotus Flatellatus)
3. Jamur tiram cokelat (Pleurotus Cycstidiosus)
4. Jamur tiram kuning terang (Pleurotus Citrinopelatus)
5. Jamur tiram abu-abu (Pleurotus sajor caju)
6. Jamur tiram hitam (Pleurotus Sapidus)

Jamur tiram memiliki protein yang tinggi dan juga karbohidrat yang tinggi. Selain itu,
kadar lemak yang cukup rendah sangat baik bagi orang-orang yang sedang
melakukan diet. Jamur tiram merupakan salah satu pilihan utama yang sangat baik.
Jamur tiram memiliki kandungan nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, serat,
abu, kalori serta kandungan vitamin dan mineral yang dapat dilihat pada Tabel 3
dan 4.
Tabel 3
Kandungan Gizi setiap 100 gram Jamur Tiram
Nutrisi %tase Kandungan
Protein 30,4 %
Lemak 1,6 %
Karbohidrat 58 %
Serat 11,5 %
Kalori 367 kkal
Mineral lain (Zn, Fe, Mn,Na, K, Mg) 63 %
Sumber : Wikipedia (2015)

98
Tabel 4
Kandungan Vitamin Dan Mineral Setiap 100 Gram Jamur Tiram
Jenis Komposisi (mg/100 g)
Vitamin B1 (Thiamin) 4,8
Vitamin B2 (Riboflavin) 4,7
Niasin 108,7
Kalium (K) 33
Besi (Fe) 15,2
Natrium (Na) 83,7
Sumber :Suriawira (2010) dan Wikipedia (2015)

C. Budidaya Jamur Tiram


Ada beberapa syarat penting dalam budidaya jamur tiram. Adapun syarat-
syarat tersebut menurut Dirjen Hortikultura (2014) sebagai berikut:
1. Media Tumbuh
Media untuk pertumbuhan jamur tiram dibuat menyerupai kondisi tempat
tumbuh jamur tiram di alam. Bahan baku yang digunakan sebagai media dalam
budidaya jamur tiram adalah serbuk gergaji. Bekatul sebagai sumber karbohidrat,
lemak dan protein, kapur (CaCO3) sebagai sumber mineral dan pengatur pH
media serta gips sebagai bahan penambah mineral dan untuk mengokohkan
media. Ada beberapa komposisi campuran media antara serbuk gergaji dan
penambahan nutrisi yang berbeda-beda. Salah satu komposisi campuran media
tumbuh jamur tiram adalah serbuk gergaji (80 %), bekatul (16 %), kapur atau
CaCO3 (2 %) dan gips (2 %).
Kadar air media diatur antara 60-65 % dengan cara menambahkan air
bersih. Apabila air yang ditambahkan kurang maka penyerapan makanan oleh
jamur menjadi kurang optimal sehingga jamur menjadi kurus. Apabila air yang
ditambahkan terlalu banyak maka mengakibatkan busuk akar. Tingkat keasaman
media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Keasaman atau pH
media perlu diatur antara pH enam sampai tujuh dengan penambahan kapur ke
dalam media.
2. Syarat Tumbuh
Pertumbuhan jamur tiram putih yang baik yaitu saat suhu inkubasi atau
saat jamur tiram putih membentuk miselium adalah berkisar antara 22-28C

99
dengan kelembaban udara antara 60-70 %. Sedangkan suhu pada pembentukan
tubuh buah berkisar antara 16-22C dengan kelembaban udara antara 80-90 %
(Suriawira, 2010). Pertumbuhan jamur tiram putih sangat peka terhadap cahaya
secara langsung. Intensitas cahaya yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur
sekitar 200 lux (10 %), sedangkan pada pertumbuhan miselium tidak diperlukan
cahaya. (Suriawira 2010). Kandungan air dalam substrat berkisar antara 60-65 %.
Apabila kondisi kering maka pertumbuhan jamur akan terganggu atau terhenti,
begitu pula sebaliknya apabila kadar air terlalu tinggi maka miselium akan
membusuk dan mati. Penyemprotan air ke dalam ruangan dapat dilakukan untuk
mengatur suhu dan kelembaban.
3. Proses Budidaya
Hal yang paling pertama dilakukan dalam budidaya jamur tiram putih
yaitu pencampuran bahan baku. Menurut Suriawira (2010) serbuk kayu, dedak
atau bekatul, jagung halus serta kapur yang telah ditimbang, kemudian
dicampurkan. Pencampuran dapat dilakukan secara manual dengan tenaga
manusia apabila kapasitas produksinya masih kecil. Kemudian, proses
pengomposan dilakukan dengan cara membumbun campuran serbuk kayu atau
gergaji, kemudian menutupnya secara rapat dengan menggunakan plastik selama
satu sampai dua hari. Proses pengomposan yang baik ditandai dengan kenaikan
suhu menjadi sekitar 50C, sedangkan kadar air campuran atau kompos harus
diatur pada kondisi 50-60 % dengan tingkat keasaman (pH) enam sampai tujuh.
Tahapan selanjutnya yaitu pembungkusan dilakukan dengan menggunakan
plastik poliprolene (PP). Pembungkusan dilakukan dengan cara memasukkan
adonan ke dalam plastik kemudian ujung plastik disatukan dan dipasang cincin
yang terbuat dari potongan pralon atau bambu kecil pada bagian leher plastik
(Cahyana, 2013). Sterilisasi adalah suatu proses yang dilakukan untuk
menginaktifkan mikrobe, baik bakteri, kapang, maupun khamir yang dapat
mengganggu pertumbuhan jamur yang ditanam. Sterilisasi dilakukan pada suhu
80 - 90C selama enam hingga delapan jam. Alat yang digunakan pada proses ini,
dapat berbentuk drum minyak yang sedikit dimodifikasi dengan menambahkan
sarangan sebagai pembatas antara air dengan tempat media (Suriawira, 2010).

100
Setelah proses sterilisasi kemudian tahap selanjutnya adalah inokulasi.
Inokulasi adalah proses pengisian bibit ke dalam media tanam pada tempat yang
steril (Suriawira, 2010). Setelah di inokulasi kemudian dilakukan tahapan
inkubasi dengan cara menyimpan media yang telah diisi dengan bibit pada kondisi
tertentu agar miselia jamur tiram putih tumbuh. Suhu yang dibutuhkan untuk
penumbuhan miselia antara 22 - 28C. Inkubasi dilakukan hingga seluruh media
berwarna putih merata. Biasanya media akan tampak putih secara merata antara
40 60 hari sejak dilakukan inokulasi. Keberhasilan pertumbuhan miselia jamur
dapat diketahui sejak dua minggu setelah inkubasi (Suriawira, 2010).
Media tumbuh jamur tiram putih yang sudah putih oleh miselia jamur
tiram putih sudah siap untuk dilakukan penumbuhan. Penumbuhan dilakukan
dengan cara membuka plastik atau media tumbuh yang sudah penuh oleh miselia.
Pembukaan media dilakukan dengan tujuan memberikan oksigen yang cukup
untuk pertumbuhan tubuh buah jamur. Tubuh buah tumbuh setelah satu sampai
dua minggu dengan suhu 16 - 22C dan kelembapan 80 90 %. Tubuh buah yang
sudah tumbuh tersebut selanjutnya dibiarkan selama dua sampai tiga hari atau
sampai mencapai pertumbuhan yang optimal (Cahyana, 2013)
Panen dilakukan dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur tiram putih
yang ada. Pemanenan tidak dapat dilakukan dengan cara memotong cabang yang
berukuran besar saja, sebab dalam satu rumpun jamur tiram putih mempunyai
stadia atau masa pertumbuhan yang sama (Suriawira, 2010). Jamur tiram putih
yang sudah dipanen tidak perlu dipotong menjadi bagian per bagian tudung, tetapi
hanya dibersihkan kotoran yang menempel pada bagian akarnya saja. Dengan cara
tersebut, daya tahan simpan jamur tiram putih akan lebih lama. Jamur tiram putih
yang sudah dibersihkan dari kotoran yang menempel, dimasukkan ke dalam
plastik dengan ukuran tertentu untuk dipasarkan dalam bentuk segar.

D. Definisi Pemasaran
Elbert dan Griffin (2009) pemasaran adalah suatu aktifitas, serangkaian
institusi dan proses menciptakan, menghubungkan, menghadirkan dan
menawarkan peningkatan yang memberikan nilai kepada pelanggan, client,

101
partners, dan masyarakat luas. Kotler dan Armstrong (2008), marketing adalah
suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok
memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan
pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. Mohamed (2003),
marketing adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga,
promosi, dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang
memuaskan kebutuhan individu dan organisasi.

E. Konsep Pemasaran
Kotler dan Armstrong (2008) Konsep pemasaran adalah pencapaian tujuan
organisasi tergantung pada pengetahuan akan kebutuhan dan keinginan target
pasar dan memberikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih baik daripada
pesaing. Dalam pemasaran terdapat lima konsep alternatif yang mendasari
langkah-langkah organisasi dalam merancang dan melaksanakan strategi
pemasaran mereka :
1. Konsep produksi
Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk
yang tersedia dan harganya terjangkau. Karena itu menejemen harus berfokus
pada peningkatan efisiensi produksi dan distribusi.
2. Konsep produk
Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang
menawarkan kualitas, kinerja, dan fitur inovatif yang terbaik. Berdasarkan
konsep ini strategi pemasaran berfokus pada perbaikan produk yang
berkelanjutan.
3. Konsep penjualan
Banyak perusahaan mengikuti konsep penjualan, yang menyatakan bahwa
konsumen tidak akan membeli produk perusahaan kecuali jika produk itu
dijual dalam skala penjualan dan usaha promosi yang besar. Konsep ini
biasanya dipraktekan pada barang yang tidak dicari dan barang-barang yang
tidak terpikir akan dibeli oleh konsumen dalam keadaan normal, seperti
asuransi atau donor darah.

102
4. Konsep pemasaran
Konsep pemasaran menyatakan bahwa pencapaian tujuan organisasi
tergantung pada pengetahuan akan kebutuhan dan keinginan target pasar dan
memberikan kepuasan yang diinginkan dengan lebih baik daripada pesaing.
Berdasarkan konsep ini, fokus dan nilai pelanggan adalah jalan menuju penjualan
dan keuntungan.
5. Konsep pemasaran berwawasan sosial
Konsep pemasaran berwawasan sosial mempertanyakan apakah konsep
pemasaran murni sudah memperhatikan kemungkinan konflik antara keinginan
jangka pendek konsumen dan kesejahteraan jangka panjang konsumen.

F. Kegiatan Promosi
Promosi merupakan teknik komunikasi yang secara penggunaannya atau
penyampaiannya dengan menggunakan media seperti televisi, radio, papan nama,
poster, brosur, dan lain-lain, yang bertujuannya untuk menarik minat konsumen
terhadap hasil produksi suatu perusahaan. Promosi sebagai media untuk
menjembatani kepentingan produsen dengan konsumen. Menurut Kotler dan
Keller (2008), Promosi adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya
untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen langsung atau
tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual. Promosi diperbaharui
lagi oleh Elbert dan Griffin (2009), Promotion refers to techniques for
communicating information about products and it part of the communication mix-
the total message any company sends to customer about its product yaitu
Promosi adalah setiap teknik yang mengacu untuk mengkomunikasikan informasi
tentang produk dan bagian dari komunikasi yang berisi pesan keseluruhan, yang
dikirim perusahaan kepada pelanggan tentang produk.

G. Internet
Ebert dan Griffin (2009), Internet adalah sebuah sistem raksasa pada
komputer yang saling berhubungan, lebih dari 100 juta komputer di lebih 100
negara yang kita ketahui sekarang. Kotler dan Armstrong (2008), Internet adalah

103
jaringan global dari jaringan-jaringan komputer yang luas dan berkembang tanpa
ada manajemen atau kepemilikan terpusat. Saat ini, internet menghubungkan
individu dan perusahaan satu sama lain dan dengan informasi di seluruh dunia.
Internet menyediakan koneksi ke informasi, hiburan, dan komunikasi kapanpun
dan dimanapun. Perusahaan menggunakan Internet untuk membangun hubungan
lebih dekat dengan pelanggan dan rekan bisnis serta untuk menjual dan
mendistribusikan produk mereka dengan lebih efektif dan efisien. Coupey (2001),
Internet adalah komunikasi antara pelanggan, pasar dan jutaan organisasi. Internet
memungkinkan seseorang untuk menentukan cara mereka berkomunikasi, baik
dengan orang lain maupun seluruh target pasar secara cepat dan mudah.

H. E-Marketing
Chaffey, Chadwick, Johnston, and Mayer, (2006), E-Marketing
(Electronic Marketing) merupakan suatu proses pemasaran yang menggunakan
teknologi komunikasi elektronik, khususnya internet. E-marketing mengacu pada
perspektif external bagaimana internet dapat digunakan bersama dengan media
tradisional untuk mendapatakan dan memberikan layanan kepada pelanggan.
Menurut Jagdish and Sharma (2005), e-marketing menciptakan perubahan
perilaku yang mendasar dalam bisnis dan konsumen serupa dengan yang terkait
dengan pengenalan mobil dan telepon yang mengurangi kebutuhan untuk
pendekatan channel. E-marketing menggunakan internet sebagai platform yang
memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan,
mengurangi biaya transaksi, dan memungkinkan pelanggan untuk berpindah
kapan dan dimana saja tanpa menghawatirkan tempat dan waktu. Bedasarkan
pendapat Mohammed (2003) pengaruh internet marketing terhadap strategi
pemasaran perusahaan ada 2 yakni:
1. Peningkatan segmentasi.
Dengan adanya internet segmentasi pasar semakin luas, karena jangkauan
pemasaran semakin luas. Internet tidak membatasi luasnya jangkauan
pemasaran karena seluruh konsumen di seluruh dunia dapat mengaksesnya
dengan mudah.

104
2. Peningkatan integrasi strategi pemasaran dengan strategi operasional bisnis.
Adanya integrasi antara strategi pemasaran perusahaan dan strategi
pemasaran melalui internet akan meningkatkan strategi bisnis dan strategi
operasional.

I. Blog
Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang
berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman
web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru
dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai
dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Media blog pertama kali
dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya
diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat
aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada
perkembangan para penulis blog tersebut (Wikipedia Ensiklopedia Bahasa
Indonesia, 2015). Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari
sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai
dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog
dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa
penulis. Banyak juga blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para
pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat
memperkenankan pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari
tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga blog yang bersifat
sebaliknya (non-interaktif).

105
METODE PENELITIAN
A. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di perusahaan Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia yang berlokasi di Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian,
Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
adalah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dengan komoditi yang
dihasilkan adalah jamur tiram putih. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja
dengan mempertimbangkan bahwa di Kecamatan Krian masih belum ada
perusahaan atau rumah budidaya yang membudidayakan Jamur Tiram Putih. Hal
lain yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi penelitian yang akan
dilakukan adalah ketersediaan data dan kesediaan pihak manajemen perusahaan
untuk dijadikan lokasi penelitian. Pengambilan data dilakukan pada bulan
November 2015 sampai bulan Desember 2015.

B. Metode Pengumpulan Data


Jenis Data
Data yang dibutuhkan di dalam penelitian ini adalah data yang mengacu
pada usaha jamur tiram putih. Data tersebut berkaitan dengan faktor internal
seperti pemasaran, produksi, manajemen, dan keuangan. Selain itu, dibutuhkan
juga data faktor eksternal yang langsung mempengaruhi usaha jamur tiram putih
seperti kebijakan pemerintah dan hukum, ekonomi, sosial budaya dan teknologi
dan kompetitif. Data yang digunakan dalam penelitian ada dua jenis data yaitu
data primer dan data sekunder.

Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan data
sekunder. Data primer didapatkan dari hasil wawancara dan pengamatan langsung
sekitar perusahaan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan beberapa
pertanyaan untuk mengetahui kondisi dan situasi di lapangan. Data sekunder
didapat dari studi literatur dari jurnal, buletin, buku, internet yang terkait dengan
penelitian ini. Selain itu, data-data dikumpulkan juga dari Badan Pusat Statistik

106
(BPS), Dirjen Hortikultura, serta data-data Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia.
C. Alat Yang Digunakan Untuk Penelitian
Tabel 5
Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian dan fungsinya
No Alat Fungsi
Laptop Lenovo ThinkPad dengan
Perangkat keras (hardware) sebagai
spesifikasi AMD A8-4500 APU
1 sarana untuk mengolah data dalam
with Radeon, RAM 4 GB, 500GB
penelitian.
HDD
Perangkat lunak (software) sebagai
Sistem Operasi Windows 7
2 sarana untuk mengolah data dalam
Ultimate 32-bit (6.1, build 7600)
penelitian.
Perangkat lunak untuk melakukan
3 Adobe Photoshops 7.0 Portable
modifikasi gambar dan foto.
Corel Draw versi 12.0.0.458 (C) Perangkat lunak untuk melakukan
4
2003 pembuatan desain merek.
Perangkat lunak (software) sebagai
5 Microsoft Word 2007 (12.0.4518) sarana untuk mengolah data dalam
penelitian.
Kamera Hand Phone Vivo Y35 dan Alat untuk pengambilan gambar di
6
Sony C3 lapangan.
Browser Engine : Perangkat lunak untuk menjalankan
7 Internet Explorer 8.0 situs online dan menguji performasi
Mozilla Firefox 5.1.6 situs online tersebut.
Sumber : Peneliti (2015)

107
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Perusahaan
Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia merupakan perusahaan
yang bergerak pada usaha budidaya jamur tiram putih. Rumah Budidaya Jamur
Tiram Garda Indonesia didirikan pada tahun 2014 oleh Bapak Garda Prasetya.
Perusahaan ini berlokasi di Dusun Jeruk RT 2 RW 2, Desa Jeruk Gamping,
Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur dengan koordinat peta 7o
233LS dan 112o 3519BT (Wikimapia, 2015). Tujuan didirikannya perusahaan
ini adalah untuk mengembangkan usaha budidaya jamur yang berorientasi profit
dan menyerap tenaga kerja yang berada disekitar lokasi perusahaan. Perusahaan
ini berdiri di atas lahan seluas 30 m dengan modal awal yang dikeluarkan ketika
pendirian sebesar Rp 45.000.000,-. Modal awal tersebut digunakan oleh pendiri
perusahaan untuk membuat bangunan, kumbung serta pengadaan sarana dan
prasarana produksi. Pemilik mendirikan usaha budidaya jamur tiram putih
dikarenakan peluang dari usaha ini sangat besar. Saat ini perusahaan memiliki 2
orang tenaga kerja.

B. Lokasi dan Letak Geografis Perusahaan


Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia berlokasi di Dusun Jeruk,
RT 2 RW 2, Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa
Timur dengan koordinat peta 7o 233LS dan 112o 3519BT (Wikimapia, 2015),
dengan suhu berkisar 27C-30C. Aksesbilitas Kecamatan Krian terhadap ibukota
kabupaten sejauh 27 km, dengan ibukota provinsi Jawa Timur sejauh 37 km, dan
dengan ibukota Negara Republik Indonesia sejauh 772 km. Secara administratif,
Desa Jeruk Gamping, Kecamatan Krian memiliki batas-batas wilayah :
1. Sebelah utara berbatasan dengan Pasar Baru Krian dan Stasiun Kereta api Krian
2. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Wonoayu
3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Prambon
4. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Prambon

108
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 1
Peta lokasi perusahaan dari arah Universitas Bhayangkara Surabaya

Visi dan Misi Perusahaan


Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia memiliki
Visi:
Menjadikan perusahaan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat
sekitar dan memperkecil tingkat pengangguran.
Misi:
Perusahaan adalah terus berusaha untuk bangkit dan tidak putus asa untuk
meningkatkan efisiensi dan produktivitas setiap unit usaha yang diprioritaskan,
dengan sasaran agar secara bertahap mampu berperan sebagai tulang punggung
perekonomian masyarakat sekitar perusahaan.

C. Analisis Eksternal

109
Analisis eksternal dilakukan dengan menggunakan data faktor-faktor yang
mempengaruhi perusahaan secara langsung maupun tidak langsung. Pada
penelitian ini, analisis eksternal dibedakan menjadi dua yaitu analisis lingkungan
untuk mengetahui pengaruh tidak langsung lingkungan dan analisis industri untuk
mengetahui pengaruh langsung lingkungan terhadap perusahaan.

Analisis Lingkungan Sekitar


Analisis lingkungan sekitar yang dianalisis mencakup aspek politik,
kebijakan pemerintah, ekonomi, sosial, budaya, dan teknologi. Adapun uraian
mengenai analisis lingkungan makro adalah sebagai berikut.

Politik dan Kebijakan Pemerintah


Politik dan kebijakan pemerintah yang berlaku sangat berperan dalam
menciptakan kestabilan politik khususnya untuk mendukung situasi dalam
berbisnis. Dalam hal politik, dapat dilihat ramalan situasi politik ke depan
menurut dua orang pakar yang kompeten. Menurut pengamat politik Sukardi
Rinakit (Kompas 29 September 2014) berdasarkan pengalamanan pemilu 2014
dan hasil pemilu 2014 akan menghasilkan situasi politik yang aman. Anies R
Baswedan dalam Bulletin of Indonesian Economic Studies (2008) menyatakan
dari segi ekonomi, situsasi politik yang kondusif akan membuat kestabilan
ekonomi. Sebaliknya, jika situasi politik yang tidak menentu, maka menimbulkan
unsur ketidakpastian dalam ekonomi termasuk sektor pertanian.
Strategi-strategi pemerintah yang mempengaruhi industri jamur melalui
program Kementerian Pertanian Tahun 2014 adalah:
1. Strategi pembangunan pertanian dari Kementerian Pertanian tahun 2014-2019
dengan landasan revitalisasi pertanian menyatakan salah satu poin dalam
revitalisasi pertanian adalah produksi dan ekspor komoditas pertanian
termasuk jamur.
2. Strategi umum untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan pertanian
adalah mempromosikan dan memproteksi komoditas pertanian termasuk
jamur.

110
Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa situasi politik ke depan yang aman dan
strategi pemerintah yang merujuk pada strategi yang dikemukakan oleh
Kementerian Pertanian, dapat mendorong sektor pertanian semakin berkembang
dan merupakan peluang bagi industri jamur untuk melakukan pengembangan
usaha.
Pemerintah juga membuat kebijakan untuk membina Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) dalam mengelola dan mengembangkan usahanya. Pemerintah
mengeluarkan bentuk (skim) perkreditan yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Program atau kebijakan pemerintah yang dapat dimanfaatkan oleh Rumah
Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia yaitu memberikan bantuan modal kepada
UKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tujuan dari KUR adalah :
1. Untuk mempercepat pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UKM
2. Untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UKM dan koperasi serta
3. Untuk penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja.
Kredit Usaha Rakyat dapat diperoleh melalui beberapa bank besar milik
pemerintah dibawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti Bank
Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara
(BTN), dan Bank Mandiri.

Ekonomi
Faktor ekonomi merupakan faktor yang berkaitan dengan sistem ekonomi
suatu perusahaan beroperasi. Kondisi perekonomian suatu daerah dapat
mempengaruhi suatu kinerja perusahaan yang sedang berjalan. Adapun faktor
ekonomi yang mempengaruhi Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
adalah:
1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh dapat dikatakan
mengalami peningkatan. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan Produk
Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2010 hingga 2014 seperti pada
Tabel 6 berikut.

111
Tabel 6
Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) menurut jenis lapangan usaha di
Indonesia berdasarkan harga berlaku periode 2010 2014 (Miliyar Rp)
Lapangan Tahun
No
Usaha 2010 2011 2012 2013 2014
Pertanian,
Peternakan,
1 985.470,5 1.091.447,1 1.193.452,9 1.310.427.3 1.446.722,3
Kehutanan
dan Perikanan
Pertambangan
2 dan 719.710,1 876.983,8 972.458,4 1.026.297 1.058.750,2
Penggalian
Industri
3 1.599.073,1 1.806.140,5 1.972.523,6 2.152.802,8 2.394.004,9
Pengolahan
Listrik, Gas
4 dan Air 49.119,0 55.882,3 62.271,6 70.339,6 81.131,0
Bersih
5 Bangunan 660.890,5 753.554,6 844.090,9 907.267,0 1.014.540,8
Perdagangan,
6 Hotel dan 882.487,2 1.023.724,8 1.148.791,0 1.301.175,0 1.473.559,7
Restoran
Pengangkutan
7 dan 423.172,2 491.287,0 549.105,4 635.302,9 745.648,2
Komunikasi
Keuangan,
Persewaan
8 466.563,8 535.152,9 598.433,3 682.973,2 771.961,5
dan Jasa
Perusahaan
9 Jasa Jasa 660.365,5 785.014,1 889.798,8 1.000.691,7 1.108.610,3
Total 6.446.851,9 7.419.187,1 8.230.925,9 9.087.276,5 10.094.928,9
Sumber : Badan Pusat Statistik (2015)

Dari Tabel 6 diketahui bahwa PDB atas dasar harga yang berlaku mengalami
peningkatan sebesar 9,9 %. Laju pertumbuhan PDB untuk sektor pertanian
meningkat sebesar 10,40 %. Peningkatan perekonomian Indonesia dalam
subsektor hortikultura dapat dilihat pada Tabel 1. Pada Tabel 1 dapat dilihat
perkembangan PDB komoditas hortikultura Indonesia yang menunjukkan
perkembangan positif pada beberapa komoditi terutama pada komoditas sayuran.
Komoditas sayuran pada tahun 2011 sebesar 25.587 milyar rupiah mengalami
peningkatan sebesar 10,23 %. Kemudian, pada tahun 2012 sebesar 28.205 milyar
rupiah terjadi peningkatan sebesar 8,15 % menjadi 30.506 milyar rupiah. Hal

112
tersebut dapat menjadi peluang bagi industri jamur untuk mengembangkan
usahanya.
2. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kenaikan Tarif Dasar Listrik
Indikator ekonomi juga dapat dilihat dari kenaikan harga BBM dan
kenaikan tarif Dasar Listrik atau TDL. Pencabutan Subsidi BBM yang berakibat
naiknya harga BBM serta kenaikan TDL pada tanggal 1 Januari 2015 berdampak
pula pada semua industri termasuk jamur (Rieke Diah Pitaloka dalam Republika
Online edisi 4 Januari 2015). Bahan Bakar Minyak atau BBM dan listrik
merupakan salah satu unsur dalam proses produksi usaha jamur, maka dengan
naiknya BBM dan TDL akan mengakibatkan naiknya biaya produksi untuk usaha
jamur. Hal tersebut akan menjadi ancaman bagi perusahaan yang ada dalam
industri jamur.
3. Kenaikan Harga Pangan
Chatib Basri, Mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia di era
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus pengamat ekonomi Universitas
Indonesia dalam Kompas edisi 27 Maret 2015 mengatakan tren kenaikan harga
komoditas pangan di dunia diperkirakan masih terus berlangsung. Hal ini harus
dilihat sebagai peluang karena adanya kenaikan harga pangan termasuk di
dalamnya adalah jamur, merupakan peluang bagi industri jamur untuk
meningkatkan pendapatan. Pendapatan yang meningkat merupakan peluang bagi
perusahaan untuk mengembangkan usaha.

Sosial dan Budaya


Meningkatnya aktivitas masyarakat perkotaan mengakibatkan mereka
tidak mempunyai banyak waktu untuk memasak makanan. Makanan siap saji atau
fast food merupakan suatu alternatif pemenuhan kebutuhan akan pangan. Pola
hidup masyarakat mulai beralih kepada pemenuhan kebutuhan yang praktis tanpa
memikirkan kandungan gizi dan efek yang ditimbulkan. Seiring berjalannya
waktu dan bertambahnya pengetahuan masyarakat, masakan siap saji atau fast
food yang semula menawarkan kemudahan akan pemenuhan kebutuhan akan
pangan dilihat sebagai pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif. Penyakit

113
degeneratif yang banyak bermunculan yang disebabkan oleh pola hidup
masyarakat yang tidak baik antara lain adalah penyakit kanker, jantung serta
tekanan darah tinggi.
Kondisi kesehatan yang semakin buruk karena pola hidup yang tidak baik
membuat masyarakat sadar dan semakin mengerti akan arti penting kesehatan.
Salah satu cara yang ditempuh adalah perubahan pola makanan yang dikonsumsi.
Masyarakat mulai tertarik untuk mengkonsumsi makanan yang sehat sesuai
dengan prinsip back to nature. Sayuran dan buah-buahan semakin diminati oleh
masyarakat yang sadar akan arti penting kesehatan karena kebutuhan akan vitamin
serta serat yang terkandung di dalamnya. Salah satu sayuran yang mempunyai
banyak manfaat akan kesehatan adalah jamur. Jamur merupakan salah satu produk
pertanian dari komoditas hortikultura yang bernilai gizi tinggi. Kandungan protein
pada jamur yang cukup tinggi mampu mensubstitusi protein hewani yang selama
ini dinilai berpotensi menyebabkan penyakit seperti kanker, jantung, kolesterol,
anti bakteri, anti inflamasi, anti oksidan, anti tumor, anti virus, menormalkan
tekanan darah, menormalkan kadar gula darah, meningkatkan kekebalan tubuh,
meningkatkan kerja ginjal, meningkatkan fungsi hati, meningkatkan kerja sistem
syaraf, meningkatkan potensi seksual, meningkatkan kerja paru-paru, mengurangi
stress, dan mengurangi pengapuran (Wira, 2012).
Semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berpengaruh terhadap
peningkatan konsumsi sayuran menjadi peluang bagi perkembangan komoditas
jamur tiram putih. Dapat dilihat pada tabel berikut mengenai perkembangan
penduduk Kabupaten Sidoarjo yang semakin meningkat tiap tahunnya.
Tabel 7
Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Sidoarjo Tahun 2012 2014
No Tahun Jumlah Penduduk (Jiwa)
1 2012 1.978.275
2 2013 2.049.038
3 2014 2.129.463
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo (2015)
Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Kabupaten Sidoarjo
mengalami peningkatan tiap tahunnya. Pada tahun 2012 jumlah penduduk
Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.978.275 jiwa mengalami peningkatan pada tahun

114
2013 sebesar 0,97 % menjadi 2.049.038 jiwa. Kemudian di tahun 2014 kembali
mengalami peningkatan sebesar 0,96 % menjadi 2.129.463 jiwa. Peningkatan
jumlah penduduk tersebut diharapkan dapat meningkatkan pasar jamur. Hal
tersebut tentunya dapat dijadikan sebagai peluang yang baik untuk industri jamur
di Indonesia.

Teknologi
Teknologi sangat mempengaruhi jalannya suatu usaha yang sedang
dijalankan. Penggunaan teknologi yang semakin canggih dapat membantu
memperlancar suatu usaha. Maka dari itu, perusahaan harus dapat mengikuti
perkembangan teknologi setiap waktunya. Penerapan teknologi yang baru akan
mempengaruhi perencanaan perusahaan pada produk baru atau perbaikan produk
lama sehingga meningkatkan penjualan atau pemasaran. Rumah Budidaya Jamur
Tiram Garda Indonesia saat ini sudah menerapkan teknologi semi modern. Modal
yang masih terbatas menjadi hambatan perusahaan untuk mengembangkan
usahanya menggunakan peralatan yang lebih modern. Namun, hal tersebut tidak
menjadi hambatan bagi Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia karena
sejauh ini perusahaan masih mampu untuk memproduksi jamur tiram putih segar
dengan baik. Teknologi yang diterapkan perusahaan saat ini adalah dengan
menggunakan satu alat sterilisasi dengan menggunakan pembakaran dari tabung
gas berukuran 3,5 kg. Disamping itu, penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi sangat penting untuk menunjang berjalan suatu usaha. Teknologi
smartphone dan internet dapat digunakan perusahaan agar mempermudah akses
informasi mengenai jamur tiram putih serta membantu memperluasan pasar
melalui kegiatan promosi. Alat informasi seperti telepon genggam dapat
digunakan untuk mempermudah transaksi antara pengusaha, pemasok serta
konsumen. Kegiatan promosi yang dilakukan Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia masih diterapkan secara sederhana yaitu melalui mulut ke mulut.
Analisis Lingkungan Industri
Analisis lingkungan industri meliputi Ancaman masuknya pesaing baru, Ancaman
produk substitusi, Daya tawar pemasok, Daya tawar pembeli, Persaingan antar

115
perusahaan sejenis. Adapun uraian mengenai analisis lingkungan industri adalah
sebagai berikut.

Ancaman Masuknya Pesaing Baru


Masuknya pesaing baru dapat menjadi ancaman dalam suatu usaha yang
sedang dijalankan. Saat ini prospek usaha yang baik dan masih terbuka luas
membuat para pengusaha semakin tertarik untuk masuk ke dalam industri usaha
jamur tiram putih, baik berskala kecil, menengah maupun besar. Dalam memulai
usaha jamur tiram putih sebenarnya tidaklah harus memerlukan dana investasi
yang besar. Hal tersebut akan bergantung dengan skala usaha yang akan
dijalankan. Selain itu, proses produksinya masih bersifat sederhana dan tidak
selalu membutuhkan teknologi canggih menjadi alasan pada pesaing baru untuk
memulai usaha jamur tiram putih. Produk yang dihasilkan oleh para pengusaha
jamur tiram putih pun sebagian besar mengalami karakteristik dan jenis produk
yang hampir sama yaitu jamur tiram putih segar.

Ancaman Produk Substitusi


Definisi dari produk substitusi adalah produk pengganti atau produk yang
bisa menggantikan. Produk pengganti yang dimaksudkan adalah produk yang
mempunyai kemampuan untuk menggantikan fungsi dari suatu produk. Produk
substitusi jamur tiram adalah produk yang mempunyai bentuk fisik, fungsi serta
kandungan yang sama atau hampir sama dengan jamur. Adapun fungsi dari jamur
tiram adalah sebagai sumber bahan pangan dan obat-obatan. Dari hasil analisis
dan penelitian tentang jamur tiram, ada beberapa jenis jamur lain yang dapat
mensubstitusi jamur tiram. Jamur yang dimaksud adalah jamur kancing, jamur
shitake dan jamur merang. Sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan lainnya,
hanya mencukupi persyaratan dari segi kecukupan akan serat, sedangkan telur
ayam hanya memenuhi kandungan akan asam amino. Dari perbedaan komposisi
zat yang dikandung oleh jamur, produk substitusi belum begitu besar perannya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ancaman produk substitusi jamur adalah
sedang.

116
Daya Tawar Pemasok
Pemasok menjadi peran utama dalam keberlangsungan suatu usaha.
Perusahaan melakukan kerjasama dengan pemasok tetap dalam memasok bibit atau
baglog jamur tiram. bibit atau baglog jamur tiram diperoleh dari tempat penggerajian
di wilayah Pacet, Kabupaten Mojokerto. Perusahaan selalu berusaha menjalin
hubungan yang baik dengan para pemasok, hal ini bertujuan agar bibit atau baglog
untuk proses produksi tetap tersedia dan mendapatkan harga lebih rendah.

Daya Tawar Pembeli


Pembeli merupakan salah satu unsur penting dalam suatu sistem
perniagaan. Pembeli merupakan saluran terakhir dari jalur distribusi produk yang
menentukan permintaan di pasar, permintaan pasar tersebut yang digunakan untuk
menentukan tingkat kapasitas produksi suatu produk. Tingkat produksi yang tepat,
akan membawa keuntungan bagi perusahaan dalam bentuk laba optimal (David,
2008). Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia memiliki 2 orang
pelanggan tetap. Pelanggan tetap jamur tiram putih Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia berada di wilayah Krian, Kabupaten Sidoarjo. Pelanggan tetap
biasanya datang perusahaan untuk mengambil jamur tiram putih. Perusahaan tidak
pernah mendistribusikan produknya kepada pelanggan tetap, sehingga
pelangganlah yang mengambil langsung ke perusahaan. Hal tersebut tentunya
memberikan keuntungan bagi perusahaan karena tidak perlu mengeluarkan biaya
untuk transportasi. Pembelian jamur tiram putih biasanya menggunakan sistem
pemesanan terlebih dahulu kepada perusahaan jumlah jamur tiram putih yang
akan dibeli. Tetapi Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia juga memiliki
pelanggan tidak tetap, dan biasanya pelanggan tidak tetap meminta pesanan jamur
tiram untuk diantarkan ke tempat yang bersangkutan. Hal tersebut tentunya
membuat harga jamur tiram yang diberikan berbeda dengan harga jamur tiram
yang diberikan kepada pelanggan tetap.

117
Persaingan antar Perusahaan Sejenis
Tabel 8
Faktor-Faktor Lingkungan Eksternal Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia
Faktor Eksternal Peluang Ancaman
Politik dan 1. Kebijakan skim
Kebijakan kredit UKM
Pemerintah
1. Tren kenaikan 1. Kenaikan harga
harga jamur BBM dan TDL
Ekonomi
2. Peningkatan
permintaan jamur
1. Meningkatnya
Lingkungan
pengetahuan
Sosial Budaya
masyarakat akan
manfaat jamur
1. Sistem teknologi
dan informasi
Teknologi semakin
berkembang

1. Tidak adanya 1. Ancaman pendatang


usaha sejenis baru
dalam bidang 2. Peningkatan
Industri
pembudidayaan persaingan dalam
jamur tiram industri sejenis
(jamur)
Sumber : Peneliti (2015)

Dalam persaingan usaha pada umumnya hal yang diperebutkan adalah


posisi suatu perusahaan dalam pangsa pasar, penguasaan saluran distribusi dan
lainnya. Dari sekian banyak usaha jamur tiram putih yang dijalankan, terbagi
dalam berbagai macam skala usaha. Besar kecilnya skala usaha tergantung dengan
ketersediaan modal yang dimiliki. Apabila ketersediaan modal yang dimiliki
cukup maka perusahaan pesaing dapat meningkatkan kapasitas produksinya serta
memperluas wilayah pasar yang dituju.
Menurut pengelola Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia masih
belum ada perusahaan maupun rumah budidaya sejenis yang bergerak dalam
pembudidayaan jamur tiram. Tidak adanya persaingan usaha sejenis dapat
menjadi peluang bagi Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia untuk

118
menguasai pangsa pasar. Dari hasil identifikasi lingkungan eksternal yang
mencakup analisis lingkungan dan analisis lingkungan industri, maka dapat
diketahui peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan. Adapun ringkasan
mengenai peluang dan ancaman, dapat dilihat pada Tabel 8.

D. Analisis Internal
Analisis internal perusahaan dilakukan untuk mengidentifikasi kekuatan
dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis ini mencakup bidang
pemasaran, produksi atau operasi, manajemen serta keuangan.

Pemasaran
Untuk menganalisis faktor pemasaran yang dilakukan oleh Rumah
Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia, digunakan strategi bauran pemasaran
(marketing mix) atau lebih dikenal dengan 4P (Product, Price, Place dan
Promotion). Analisis yang lebih jelas mengenai bauran pemasaran, dapat dilihat
pada uraian di bawah ini:
1. Produk (Product)
Produk yang dihasilkan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia terdiri dari baglog siap panen, dan jamur tiram putih segar. Penjualan
baglog hanya dilakukan jika ada pesanan, karena perusahaan lebih mengutamakan
kebutuhan baglog untuk kegiatan budidaya perusahaan yaitu sebanyak 2.000
baglog. Selain baglog siap panen dan bibit jamur, produk utama dari perusahaan
yaitu jamur tiram putih segar. Jamur tiram yang dihasilkan oleh rumah budidaya
ini, merupakan jamur dengan kualitas yang baik. Jamur dijual kepada pedagang
besar yang setiap minggu mengambil ke pemilik rumah budidaya tersebut.
Pemilik tidak mengantar sendiri jamur tiram yang akan dijual dengan alasan biaya
transportasi yang lebih mahal. Akan tetapi pemilik rumah budidaya milik Bapak
Garda masih belum memiliki label untuk kemasan jamur tiram segar, sehingga
banyak orang yang tidak tahu akan produk jamur tiram dari rumah budidaya milik
Bapak Garda.
2. Harga (Price)

119
Penetapan harga yang dilakukan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia meliputi harga jamur tiram dan baglog siap panen. Penentuan
harga ditetapkan berdasarkan biaya produksi dan harga yang berlaku dipasar.
Untuk harga jamur tiram, perusahaan menetapkan harga sebesar Rp 15.000 per
kg. Untuk harga baglog siap panen Rp 2.000 per baglog.
3. Distribusi (Place)
Rumah budidaya ini memiliki lokasi yang strategis, tidak jauh dari jalan
raya dan pasar serta didukung oleh sarana transportasi yang memadai. Rumah
budidaya milik Bapak Garda memiliki beberapa saluran distribusi. Jamur tiram
putih segar dipasarkan ke pedagang besar dan pedagang pengecer untuk dijual
kembali ke pasar yang berada diwilayah Krian dan sekitarnya, seperti Pasar Krian,
Pasar Prambon, Pasar Wonoayu, dan lainnya. Para pembeli seperti pedagang
besar setiap minggu mengangkut sendiri barang pesanannya. Selain pedagang
besar dan pedagang eceran, konsumen rumah tangga juga diperbolehkan langsung
membeli ke perusahaan.
4. Promosi
Promosi belum dilakukan secara optimal karena masih terbatas pada
penyebaran informasi secara langsung dari mulut ke mulut serta kemasan produk
yang tidak memiliki label. Apabila promosi bisa ditingkatkan ditambah serta
penambahan label pada kemasan, maka akan lebih dikenal oleh banyak calon
konsumen sehingga alternatif untuk menjual menjadi lebih banyak. Berdasarkan
uraian di atas, dapat dikatakan bahwa promosi Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia masih kurang, sehingga hal tersebut merupakan kelemahan bagi
perusahaan.

Produksi atau Operasi


Produk yang dihasilkan Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
adalah baglog siap panen dan jamur tiram putih segar. Rata-rata produksi jamur
tiram putih segar setiap minggunya yaitu 100 150 kg. Peralatan produksi yang
digunakan masih tergolong semi modern, karena dalam sterilisasi baglog jamur
belum menggunakan autoclave modern. Rumah budidaya ini hanya memiliki 1

120
buah alat steamer dengan kapasitas 400 sampai 500 baglog. Sedangkan untuk
pembakarannya menggunakan tabung gas ukuran 3,5 kg.

Manajemen
Manajemen Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indoensia menghadapi
beberapa kendala yang dihadapi dalam mengatur manajemen. Ada beberapa aspek
yang harus diperhatikan dalam manajemen yaitu perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan
(controling). Fungsi-fungsi tersebut sangat penting dalam menjalankan kegiatan
agar semua aktivitas dapat berjalan dengan baik, sehingga tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai.
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan dalam Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
dimulai dari perekrutan karyawan serta produksi yang akan diperoleh pada saat
panen. Para karyawan direkrut berasal dari masyarakat sekitar perusahaan dimana
hal tersebut sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu untuk membuka
lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Penempatan posisi karyawan tidak
berdasarkan pendidikan, knowledge, ataupun skill. Hal tersebut dikarenakan
sebagian besar pekerjaan yang dilakukan oleh perusahaan tidak memerlukan
tingkat pendidikan yang tinggi. Adapun mengenai produksi jamur, perusahaan
merencanakan untuk terus meningkatkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan
jamur tiram putih dipasar dan untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pemilik perusahaan berperan sebagai direktur yang memegang kekuasaan
dan mengambil keputusan yang akan diambil oleh perusahaan. Pemilik
perusahaan dibantu oleh Ibu Anik, yang bertugas sebagai pengelola usaha. Ibu
pipoh bertugas dibidang keuangan, pemasaran, administrasi, dan produksi.
Kualitas dan kuantitas SDM masih sepenuhnya dikontrol oleh pemimpin
perusahaan.
3. Pelaksanaan (Actuating)

121
Dari seluruh kegiatan perusahaan yang telah terlaksana, semua diharapkan
dapat berjalan sesuai prosedur yang ada di perusahaan. Pengelolaan meliputi
kegiatan dalam memimpin, memberi petunjuk, memberi instruksi dan memotivasi
karyawan. Untuk fungsi penggerakan ini sepenuhnya dilakukan oleh Pemimpin
perusahaan dan pengelola.
4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan yang dilakukan perusahaan selama ini adalah pengawasan
terhadap hasil produksi, baik dalam ketepatan waktu, serta kualitas. Pengawasan
juga dilakukan terhadap kinerja karyawan. Pengawasan juga dilakukan
perusahaan mulai dari pasokan input, proses produksi, perawatan, pemanenan dan
pemasaran. Pengawasan bertujuan untuk mengidentifikasi dan memastikan
berlangsungnya kegiatan perusahaan agar sesuai dengan perencanaan yang telah
ditetapkan. Pengawasan meliputi pencegahan dan penanggulangan. Pencegahan
dilakukan agar tidak adanya faktor-faktor yang dapat menghambat kegiatan,
misalnya terganggunya pasokan input, kesalahan proses produksi, dan lain-lain.
Sedangkan pencegahan dilakukan pada saat perusahaan menemukan adanya
gangguan dalam kegiatan operasionalnya sehingga diperlukan tindakan-tindakan
khusus untuk mengatasi masalah tersebut. Misalnya pada saat panen ternyata hasil
tidak sesuai dengan rencana karena adanya serangan hama dan penyakit, maka
secara ekonomis perusahaan mengalami kerugian. Kemudian perusahaan
mengambil tindakan berupa perbaikan dalam proses kegiatan budidaya dan
pemeliharaan jamur tiram putih di kumbung produksi.

Keuangan
Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia didirikan menggunakan
modal pribadi pemilik tanpa menggunakan pinjaman. Usaha jamur dimulai
dengan modal investasi sebesar kurang lebih Rp 45.000.000,00. Tanpa adanya
pinjaman, maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk membayar hutang,
akan tetapi disisi lain menyebabkan adanya keterbatasan modal untuk
mengembangkan usaha. Laba perusahaan yang telah didapatkan perusahaan
selama ini belum cukup untuk membangun atau perluasan kumbung lagi dan

122
melakukan promosi. Menurut pemilik, laba perusahaan belum cukup untuk
mendanai pengembangan usaha. Pencatatan keuangan perusahaan hanya
menggunakan catatan keuangan sederhana, sehingga dapat dikatakan bahwa
sistem administrasi keuangan perusahaan masih sederhana. Dari uraian di atas,
dapat dilihat bahwa kelemahan perusahaan adalah keterbatasan modal untuk
mengembangkan usaha serta sistem administrasi keuangan masih sederhana. Dari
hasil identifikasi lingkungan internal yang mencakup bidang pemasaran, produksi
atau operasi, manajemen serta keuangan, maka dapat diketahui kekuatan dan
kelemahan yang dihadapi perusahaan. Adapun ringkasan mengenai peluang dan
ancaman, dapat dilihat pada Tabel 9.
Tabel 9
Faktor-Faktor Lingkungan Internal Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
Faktor Internal Kekuatan Kelemahan
1. Produk yang dihasilkan 1. Promosi yang dilakukan
berkualitas masih sederhana
Pemasaran 2. Lokasi usaha yang strategis 2. Kemasan yang belum
berlabel

1. Mampu menjual baglog 1. Kapasitas produksi jamur


jamur tiram yang siap tiram belum optimal
Produksi atau Operasi
panen 2. Teknologi yang digunakan
semi modern
1. Memiliki dan menjalin
hubungan yang baik
dengan pemasok
Manajemen
2. Komunikasi terjalin dengan
baik antara pemilik dan
karyawan
1. Keterbatasan modal untuk
mengembangkan usaha
Keuangan
2. Sistem administrasi dan
keuangan masih sederhana
Sumber : Peneliti (2015)

D. Formulasi Strategi Dengan Menggunakan Matriks SWOT


Penggunaan matriks SWOT ini akan diketahui strategi yang harus
digunakan secara lebih detail. Matriks SWOT terdiri dari pengembangan empat
alternatif strategi kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), peluang
(Opportunities) dan ancaman (Threat) pada perusahaan. Hasil analisis matriks
SWOT dapat dilihat pada Tabel 10.

123
Tabel 10
Matriks SWOT Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness)
1. Produk yang dihasilkan 1. Promosi yang dilakukan
berkualitas masih sederhana
2. Lokasi usaha yang strategis 2. Kemasan yang belum
3. Mampu menjual baglog berlabel
jamur tiram yang siap panen 3. Kapasitas produksi jamur
4. Memiliki dan menjalin tiram belum optimal
hubungan yang baik dengan 4. Teknologi yang digunakan
pemasok semi modern
5. Komunikasi terjalin dengan 5. Keterbatasan modal untuk
baik antara pemilik dan mengembangkan usaha
karyawan 6. Sistem administrasi dan
keuangan masih sederhana
Peluang (Opportunities) Strategi S-O Strategi W-O
1. Kebijakan skim kredit 1. Menjaga Kualitas Produk 1. Meningkatkan Kapasitas
UKM (S1,S3,S4,S5,O1,O2, Produksi
2. Tren kenaikan harga O3,O4,O5,O6) (W3,O1,O2,O3,O6)
jamur
3. Peningkatan permintaan 2. Meningkatkan volume 2. Meningkatkan Promosi
jamur penjualan jamur tiram putih Jamur Tiram
4. Meningkatnya (S1,S2,S4,S5,O3,O4, (W1,W2,O4,O5,O6)
pengetahuan masyarakat O5,O6)
akan manfaat jamur 3. Memanfaatkan program
5. Sistem teknologi dan pemerintah untuk perolehan
informasi semakin dana
berkembang (W4,W5,O1,O2)
6. Tidak adanya usaha
sejenis dalam bidang
pembudidayaan jamur
tiram
Ancaman (Threats) Strategi S-T Strategi W-T
1. Kenaikan harga BBM dan 1. Menjaga hubungan baik 1. Memperbaiki sistem
TDL dengan pemasok bahan manajemen perusahaan
2. Ancaman pendatang baru baku, pelanggan serta (W6,T2,T3)
3. Peningkatan persaingan seluruh karyawan
dalam industri sejenis (S1,S2,S3,S4,S5,T2,T3) 2. Penghematan biaya melalui
(jamur) efisensi
2. Melakukan Kerjasama (W3,W5,W6,T1,T2,T3)
(S1,S2,T2,T3)
Sumber : Peneliti (2015)

Berdasarkan hasil analisis matriks SWOT, diperoleh beberapa alternatif


strategi yaitu strategi SO, strategi WO, strategi ST dan strategi WT. Alternatif
strategi yang diperoleh adalah :
1. Strategi S-O (Strengths-Oportunities)
Strategi S-O merupakan strategi yang dapat diterapkan oleh Rumah Budidaya
Jamur Tiram Garda Indonesia menggunakan kekuatan internal untuk

124
memanfaatkan peluang yang ada. Strategi S-O yang dapat diterapkan oleh oleh
Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia yaitu :
a. Menjaga kualitas produk yang dihasilkan
Jamur tiram putih yang dihasilkan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia memiliki kualitas yang baik. Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia telah melakukan integrasi ke belakang untuk menghasilkan jamur tiram
putih yang baik. Selain itu, dengan memanfaatkan jalinan komunikasi yang baik
antara pemilik dan karyawannya dapat mendukung segala proses produksi dengan
baik. Di dalam usaha budidaya jamur tiram putih ini, kontinuitas dan kualitas
bahan baku sangat diperlukan, maka dari itu Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia terus menjalin hubungan yang baik dengan pemasok bahan baku guna
memperlancar proses produksi. Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
harus melakukan pengawasan yang baik untuk mengetahui penyebab utama jika
ada penurunan kualitas jamur tiram putih yang dihasilkan. Dengan Rumah
Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia dapat melakukan penanganan dengan
cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, perhatian dan peranan
pemerintah serta kelembagaan, dapat membantu para petani atau perusahaan yang
bergerak dalam usaha budidaya jamur tiram putih merupakan suatu peluang yang
dapat dimanfaatkan dengan baik. Peranan pemerintah dan kelembagaan tersebut
dapat dilakukan dengan cara mengadakan penyuluhan, dan diskusi untuk
memajukan usaha tersebut. Disamping itu, perkembangan teknologi dan informasi
pun dapat membantu serta dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas jamur tiram
putih yang dihasilkan.
b. Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih
Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih merupakan satu hal yang dapat
dilakukan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia. Dimana
perusahan dapat menggunakan kekuatannya untuk memanfaatkan peluang yang
ada. Saat ini produksi jamur tiram putih di Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia masih berfluktuasi. Namun, dengan menggunakan kekuatan yang
dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada dapat membantu perusahaan
untuk meningkatkan volume penjualannya.

125
2. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)
Strategi W-O adalah strategi yang ditujukan untuk mengatasi kelemahan dengan
memanfaatkan peluang eksternal. Strategi yang dapat diterapkan oleh Rumah
Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia adalah :
a. Meningkatkan kapasitas produksi
Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pola hidup untuk lebih menerapkan
konsep back to nature serta tingkat kesadaran yang semakin tinggi terhadap
kesehatan diduga menjadi pemicu peningkatan permintaan terhadap jamur tiram
putih. Sebagai mana diketahui selain lezat jamur tiram putih pun mudah dicerna
dan berguna bagi bagi para penderita penyakit tertentu. Selain itu, kandungan gizi
yang tinggi pada jamur tiram putih dan lebih menyehatkan dibandingkan dengan
sumber nutrisi dari protein hewani. Permintaan terhadap jamur yang meningkat
belum mampu diimbangi oleh penawaran dari produsen jamur tiram putih. Oleh
karena itu, Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia dapat memanfaatkan
peluang tersebut untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Peluang tersebut
dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas produksi.
b. Meningkatkan promosi jamur tiram putih
Promosi yang dilakukan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia
masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara mulut ke mulut. Sampai sejauh
ini Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia belum memanfaatkan
teknologi informasi untuk melakukan kegiatan promosinya. Namun, saat ini
peluang tersebut dapat dimanfaat dengan cara promosi melalui internet, iklan
melalui koran ataupun majalah serta penyebaran brosur. Selain itu, mengikuti
kegiatan yang diadakan oleh dinas atau pun lembaga yang berhubungan dengan
usaha jamur tiram putih, dapat membantu memperlancar kegiatan promosi serta
pemasaran produk jamur tiram putih. Disamping itu, kesadaran masyarkat
terhadap kesehatan pun dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi. Untuk
membantu kegiatan promosi, kami membantu Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia mempromosikan produknya dengan cara membuatkan halaman
web di internet dengan alamat url http://jatidai.blogspot.com.id

126
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 2
Tampilan Halaman Web untuk kegiatan promosi pada alamat url
jatidai.blogspot.co.id (Realisasi E-Marketing pada Rumah Budidaya Jamur Tiram
Garda Indonesia)

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 3
Tampilan Halaman Web untuk kegiatan promosi sekaligus penyuluhan via blog
tentang manfaat jamur tiram pada alamat url jatidai.blogspot.co.id

Selain itu kami juga membuatkan label kemasan yang nantinya akan ditempelkan
pada kemasan jamur tiram segar.

127
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 4
Tampilan Label Pada Kemasan Tampak Depan Yang Kami Buat

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 5
Tampilan Label Pada Kemasan Tampak Belakang Yang Kami Buat

c. Memanfaatkan program pemerintah untuk perolehan dana


Saat ini adanya program pemerintah serta lembaga yang mendukung usaha jamur
tiram putih yang bertujuan untuk memperlancar usaha salah satunya dalam
masalah permodalan. Progam tersebut dirancang agar masyarakat mudah dalam
mengakses perolehan modal yang dibutuhkan. Program yang saat ini dapat
digunakan yaitu program dari perbankan dengan tawaran dana tambahan untuk

128
pengembangan usaha seperti kredit usaha. Dengan memanfaatkan peluang
pertumbuhan perekonomian yang semakin positif serta program-program tersebut
diharapkan dapat membantu perkembangan usaha jamur tiram putih.

3. Strategi S-T (Strengths-Threats)


Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan
untuk menghindari atau mengurangi dampak dari ancaman eksternal perusahaan.
Strategi S-T yang dapat diterapkan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda
Indonesia adalah :
a. Menjaga hubungan baik dengan pemasok bahan baku, pelanggan dan seluruh
karyawan
Hubungan baik yang telah dijalin dengan pemasok sangat penting untuk dijaga
untuk menghadapi ancaman kompetitor yang baru dan lama. Selain itu, hal
tersebut perlu dilakukan agar proses kebutuhan bahan baku tetap lancar. Selain
itu, Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia harus mampu meningkatkan
serta memberikan aturan-aturan dalam bekerja yang lebih baik. Serta pengawasan
yang lebih ketat dalam menjalankan pekerjaannya, apabila kondisi tersebut terjadi
maka dapat mengganggu kelancaran proses produksi terutama dalam menghadapi
ancaman seperti persaingan usaha sejenis dan munculnya pendatang baru. Oleh
karena itu Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia harus mampu untuk
terus menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan pemasok, pengumpul dan
seluruh karyawan.
b. Kerjasama kemitraan
Alternatif strategi ini didapat dengan mengkombinasikan kekuatan perusahaan
dengan ancaman usaha yang ada. Kekuatan perusahaan berupa lokasi strategis dan
kualitas produk jamur baik. Ancaman usaha yang ada berupa peningkatan
persaingan dalam industri jamur tiram putih, dan ancaman pendatang baru.
Kerjasama kemitraan adalah kerjasama dengan beberapa perusahaan yang sejenis,
yang tujuannya adalah untuk meningkatkan bargaining power (daya tawar)
perusahaan terhadap pemasok dan pembeli. Kerjasama ini bisa dilakukan dalam
bentuk pembelian bahan baku dan pemasaran secara bersama.

129
4. Strategi W-T (Weaknesses-Threarts)
Strategi W-T adalah strategi yang ditujukan untuk mengurangi kelemahan internal
yang dimiliki perusahaan dan menghindari ancaman eksternal yang ada. Strategi
yang diterapkan oleh Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia adalah :
a. Memperbaiki sistem manajemen perusahaan
Agar perusahaan berada pada kondisi yang stabil, maka pemimpin perlu
mengambil beberapa langkah untuk perbaikan sistem manajemen perusahaan.
Pada aspek produksi diperlukan perencanaan yang lebih matang kembali untuk
meningkatkan kapasitas produksi agar selaras antara kebutuhan produksi dengan
aspek keuangan dan pemasaran. pada aspek keuangan Rumah Budidaya Jamur
Tiram Garda Indonesia sebaiknya dapat menerapkan sistem keuangan yang lebih
profesional secara lebih terperinci sehingga dapat memudahkan dalam pencatatan
keuangan. Sedangkan untuk aspek pemasaran perusahaan dapat memperluas
jaringan pemasaran seperti melakukan pemasaran ke pasar-pasar modern. Srategi
ini dapat dilakukan untuk menghadapi tingkat persaingan usaha sejenis maupun
pendatang baru.
b. Penghematan biaya melalui efisiensi
Alternatif strategi ini didapat dengan mengkombinasikan kelemahan perusahaan
dengan ancaman usaha yang ada. Kelemahan perusahaan berupa kapasitas
produksi jamur tiram belum optimal dan keterbatasan modal untuk
mengembangkan usaha. Ancaman usaha yang dihadapi berupa kenaikan harga
BBM dan TDL , peningkatan persaingan dalam industri jamur tiram putih, dan
ancaman pendatang baru. Strategi ini dipilih jika ancaman yang dihadapi besar
dan perusahaan banyak kelemahannya, sehingga kemungkinan perusahaan hanya
bisa bertahan saja. Dengan adanya penghematan melalui efisiensi biaya total,
perusahaan diharapkan masih bisa bertahan.

130
Simpulan dan saran
A. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan tang telah dilakukan mengenai Strategi
Pengembangan Usaha Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Rumah Budidaya
Jamur Tiram Garda Indonesia, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Perusahaan memiliki 11 faktor internal yang meliputi 5 kekuatan dan 6
kelemahan. Faktor internal yang menjadi kekuatan utama adalah jamur tiram
putih yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik. Kelemahan utamanya
adalah kapasitas produksi belum optimal. Kemudian, terdapat 9 faktor
eksternal yang terdiri dari 6 peluang dan 3 ancaman. Faktor eksternal yang
menjadi peluang utama adalah pertumbuhan ekonomi yang positif sedangkan
kelemahan utamanya adalah persaingan usaha sejenis.
2. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Albert Humphrey (1960) tentang
analisis SWOT yang menjelaskan tentang kekuatan, kelemahan, peluang serta
ancaman di lingkungan perusahaan, maka matriks SWOT pada Rumah
Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia sebagai berikut: strategi yang
dirumuskan diperoleh 9 strategi yaitu meningkatkan penjualan jamur tiram
putih, menjaga kualitas produksi jamur tiram putih yang dihasilkan,
meningkatkan kapasitas produksi, meningkatkan promosi jamur tiram putih,
memanfaatkan program pemerintah dan lembaga usaha komoditi jamur untuk
perolehan modal, memperbaiki manajemen perusahaan dan menjaga
hubungan baik dengan pemasok bahan baku, pelanggan dan seluruh
karyawan, Penghematan biaya melalui efisiensi serta melakukan kerjasama
atau menjalin mitra.

B. Saran
Saran saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini bagi pihak
perusahaan dalam mengembangkan usahanya adalah :
1. Sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan oleh Satria (2012),
Meningkatkan kapasitas produksi dengan salah satu cara menambah

131
kumbung baru untuk budidaya jamur tiram putih. Dengan penambahan
kumbung baru maka jumlah produksi jamur tiram putih pun dapat meningkat.
2. Melakukan peminjaman modal dari lembaga keuangan seperti Bank atau
lembaga yang terakit dengan usaha jamur tiram putih untuk meningkatkan
kapasitas produksi melalui penggunaan lahan, sewa lahan sampai membeli
lahan baru untuk budidaya jamur tiram putih. Selain itu, keperluan pembelian
sarana prasarana produksi juga.
3. Meningkatkan volume penjualan jamur tiram putih agar seluruh permintaan
jamur tiram putih Rumah Budidaya Jamur Tiram Garda Indonesia dapat
terpenuhi.
4. Meningkatkan promosi online melalui media sosial, seperti BlackBerry
Massanger (BBM), Facebook, Line, dan lain-lain

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2015. Jumlah Penduduk Kabupaten Sidoarjo Tahun


aaaaaa2012-2015. Sidoarjo : Badan Pusat Statistik

_______. 2015. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) menurutajenis lapangan


usaha di Indonesia berdasarkan harga berlaku periode 2010aaaaaa2014.
Surabaya : Badan Pusat Statistik

Cahyana, Y.A. 2013. Pembibitan, Pembudidayaan, Analisis Usaha Jamur Tiram.


aaaaaaJakarta : Penebar Swadaya.

Chaffey, D., Mayer R., Johnston K., and Elliss-Chadwick. 2006. Internet
aaaaaMerketing : Strategy, Implementation, and Practice. England : Prentice Hall

David, FR. 2008. Manajemen Strategis Konsep. Jakarta : Salemba Empat.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2014. Nilai PDB Komoditas Hortikultura


Berdasarkan Harga Berlaku Periode 2011-2013. Jakarta : Ditjen
Hortikultura

_______. 2014. Pedoman Teknologi Penanganan Pascapanen Jamur. Jakarta :


Ditjen Hortikultura

132
________. 2014. Standar Operaional Prosedur (SOP) Penanganan Pascapanen
Jamur Tiram. Jakarta : DitjenaHortikultura

________. 2014. Konsumsi dan Produksi Jamur di Indonesia Tahun 2011-2013.


Jakarta : Ditjen Hortikultura

Elbert, Ronald J. & Ricky W. Griffin. 2009. Pengantar Bisnis. Jakarta : Prehalindo

Kottler, Philip & Garry Armstrong. 2008. Prinsip-prinsip pemasaran jilid 1.


aaaaaaJakarta : Erlangga

Kottler, Philip & Kevin Lane Keller. 2008. Manajemen Pemasaran jilid 1.
aaaaaaJakarta : Erlangga

Nurjayadi. 2012. Perbandingan Kandungan Gizi Jamur Dengan Bahan Makanan


aaaaaLain. Jakarta : PT. Agro Media Pustaka.

Suriawiria. 2010. Sukses Beragrobisnis Jamur Kayu. Jakarta : PT Penebar


aaaaaaSwadaya.

Link Terkait :
id.m.wikipedia.org/wiki/jamur_tiram.html, diakses 26 November 2015, pukul
8.10 WIB

m.bisnis.com/industri/read/dirjen-hortikultura.html, diakses 26 November 2015,


pukul 8.23 WIB

www.bps.go.id, diakses 26 November 2015, pukul 8.25 WIB

www.ditbenih.hortikultura.pertanian.go.id, diakses 26 November 2015, pukul


8.45 WIB

www.hortikultura.pertanian.go.id, diakses 26 November 2015, pukul 8.50 WIB

www.pertanian.go.id, diakses 26 November 2015, pukul 8.50 WIB

www.google.co.id sebagai domain atau induk search engine pada Internet

133
Lampiran

Kegiatan Pendampingan di Bidang Teknologi kepada pemilik UKM

Foto Bersama Dengan Pemilk UKM Setelah Kegiatan Diskusi

134
Kegiatan Pendataan

Kegiatan Diskusi dengan Pemilik UKM

135
Sertifikat Penghargaan Yang Diberikan Kepada Pemilik UKM

Penyerahan Sertifikat Penghargaan Kepada Pemilik UKM

136
Sertifikat Penghargaan Untuk Mahasiswa

Desain Stempel untuk UKM

137
Kegiatan Diskusi Untuk Merumuskan Strategi Dalam Analisis SWOT

138
III. ukm keripik ceker

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peranan yang strategis
dalam pembangunan ekonomi nasional karena selain berperan dalam
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, keberadaan UKM ditengah
masyarakat juga memberikan andil terhadap pendistribusian hasil-hasil
pembangunan.Sejak krisis ekonomi menimpa negara kita beberapa waktu
belakangan ini, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) justru terbukti lebih
tangguh dalam menghadapi krisis tersebut dibandingkan dengan usaha-usaha lain
yang lebih besar.Dari sini dapat disimpulkan bahwa pengembangan UKM
kedepannya perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah
maupun masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku
ekonomi lainnya.
Pemerintah sebagai salah satu pihak yang memiliki kekuasaan untuk
membuat suatu kebijakan diharapkan bisa mendukung penuh pertumbuhan UKM
dengan meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping
mengembangkan kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha
besar dengan pengusaha kecil.Selain itu, peningkatan kualitas Sumber Daya
Manusia yang dimiliki menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dilakukan
agar kedepannya UKM-UKM yang ada bisa bersaing di era globalisasi.Karena
UKM sering terlilit hambatan dalam perluasan jaringan usaha yang sangat terbatas
dan kemampuan penetrasi pasar yang rendah, oleh karena itu produk yang
dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan hal itu menyebabkan kesulitan
menembus pasar nasional apalagi ke pasar internasional. Oleh karena itu, kami
melakukan observasi di salah satu UKM guna mengetahui mekanisme kerja di
dalamnya serta berpartisipasi secara aktif maupun pasif guna membantu
mengembangkan UKM tersebut melalui pemasaran kecil-kecilan. Kami
melakukan penelitian UKM Keripik Ceker Ayam yang berada di Gg.Simokerto

139
Tebasan no 1 Rt 44/05 Kecamatan Tambaksari Kelurahan Simokerto Kota
Surabaya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peluang membuka usaha kecil keripik Ceker Ayam serta
keuntungan dan kerugian mendirikan ukm tersebut?
2. Bagaimana caranya agar UKM Ceker Ayam mampu membuat brand produk
menjadi Top Of Mind kepada masyarakat baik intern maupun extern ?
3. Bagaimana usaha Keripik Ceker dapat diecerkan dengan cara memasarkan
tanpa toko ?

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITAN

A. Tujuan Penelitian
Dalam pelaksanaan observasi sampai penyusunan makalah mempunyai
tujuan yaitu Sebagai pelaksanaan tugas Kuliah mata kuliah manajemen Pemasaran
yang diajar oleh Dr.Muslichah Erma Widiana, MM. Sebagai media pembelajaran
mengenai UKM. Mengetahui lebih dalam lagi UKM yang ada di sekitar daerah
Simokerto serta sebagai pemahaman lebih jelas tentang UKM untuk dapat
mengalih lebih dalam lagi tentang pengetahuan berwirausaha baik melalui toko
maupun tanpa toko. Serta mampu dapat mengaplikasikan akan keberadaan UKM
Keripik Ceker milik pak H. Aswi kepada warga kampung Jalan Simokerto.

B. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat diadakannya penelitan ini yaitu bertujuan untuk
meningkatkan kualitas baik secara intern maupun extern peneliti didalam
menjalankan perintah observasi kepada UKM Keripik Ceker Ayam. Peneliti
mampu membuka lapangan kerja pribadi menggunakan modal secukupnya
dengan cara menjadi pengusaha pengecer tanpa toko. Peluang usaha ini sangat
luas dan mudah sekali untuk dikembangkan baik oleh individu maupun kelompok
organisasi (perusahaan).

140
Adapun Biografi serta Denah Lokasi pemilik UKM Keripik Ceker Ayam
adalah sebagai berikut:
a. Biografi Pemilik
Nama : H. Aswi / H. Imam Hambali
Umur :46
Jenis usaha : Keripik Ceker Ayam
Alamat : Jl. Tambak Segeran 44 Surabaya
Tahun berdiri :1996 Sekarang masih berdiri dan terus berkembang.
b. Denah Lokasi

Sumber: Peneliti (2015)

Gambar 1
Denah lokasi UKM Keripik Ceker Ayam

141
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Ceker
Ceker ayam merupakan bagian tubuh ayam pada kaki.Biasanya kurang
dianggap dalam usaha ayam potong.Bahkan harganya pun relatif murah.Tetapi
belakangnya, ceker ayam sudah mulai diinovasikan.Banyak contoh kuliner yang
memanfaatkan ceker ayam. Misalnya soto ceker ayam, gulai ceker ayam, mie
ceker ayam, bakso ceker ayam dan lebih terkenal lagi di jalanan menjual jajanan
Ceker Pedas.Ceker ayam sebenarnya adalah limbah dari penjual daging ayam,
namun sangat digemari orang sebagai masakan yamh tidak kalah lezatnya,
Dimana-mana tempat warung yang menyediakan menu ceker ayamtak pernah sepi
pembeli.Rasa dan Aroma khas dari tulang rawan ceker ayam mampu
membangkitkan selera makan bagi para penggemarnya. Namun tak sedikit pula
orang yang merasa geli melihat makanan ini, sehingga tidak pernah tertarik sama
sekali.

Kerupuk Ceker Ayam pertama kali dipasarkan oleh UKM yang didirikan
bapak H. Aswi adalah dalam bentuk bal-balan yang artinya dalam jumlahn besar
seperti 5-10kg.UKM keripik Ceker ini juga menjual dalam bentuk kemasan kecil
yang biasanya di jual ke pusat oleh-oleh.Kemasan kecil inilah yang dijual oleh
pedagang eceran atau grosir baik dalam jumlah besar maupun kecil, kemasan
kecil ini juga dapat dijual eceran melalu media elektronik dengan penjualan
online. Ataupun bias ditawarkan langsung ke kerabat kerja atau teman dekat.

a. Sumber protein
Komposisi gizi per 100 gram ceker ayam dapat dilihat pada tabel. Ceker
ayam mengandung protein dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan
kandungan lemak dan karbohidratnya, masing-masing sebanyak 19, 8, dan 0,4
gram per 100 gram ceker. Keberadaan protein yang cukup tinggi tersebut
memberikan indikasi bahwa ceker ayam sangat bagus untuk dikonsumsi oleh
anak-anak yang sedang mengalami proses tumbuh kembang.

142
Tabel 1
Komposisi Zat Gizi Per 100 Gram Ceker Ayam
Zat Gizi Jumlah
Energi(kkal) 150
Protein (g) 19
Karbohidrat (g) 0,4
Lemak(g) 8
Vitamin A(IU) 100
Asam folat (mkg) 86
Kolin (mg) 13
Kalsium (mg) 88
Fosfor (mg) 83
Asam lemak omega-3 (mg) 187
Asam lemak omega-6 (mg) 2.571
Sumber: www.nutritiondara.com (2008)

Fungsi protein antara lain untuk membangun jaringan tubuh yang baru dan
mengganti jaringan yang rusak, merupakan sumber energi yang penting bagi
tubuh. Menyusun hormon, enzim, dan substansi biologis lainnya, seperti antibodi
dan hemoglobin. Dengan demikian pemenuhan terhadap kebutuhan protein
merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung kesehatan masyarakat
luas.Adapun manfaat kolagen merupakan jenis protein yang banyak terdapat pada
ceker ayam. Kolagen tersebar pada jaringan penghubung otot, sehingga sangat
berperan penting dalam perkembangan dan kerja otot. Suatu kolagen akan terus
berkembang menjadi kolagen-kolagen yang baru, sehingga pertumbuhan otot
dapat berlangsung dengan semestinya.Kolagen ceker ayam mempunyai
kemampuan sebagai antihipertensi (dapat menurunkan tekanan darah). Hal ini
dikarenakan kolagen dapat menurunkan kadar enzim renin, yaitu suatu enzim
yang dapat mengubah angiotensinogen menjadi angiotensin I.Selanjutnya
angiotensin I akan diubah menjadi angiotensin II, suatu senyawa peptida
penyebab hipertensi. Dengan demikian, terhambatnya kerja renin oleh kolagen,
merupakan tahap awal dalam pencegahan hipertensi.Kolagen juga dapat berperan
sebagai antigen imunogenik.Antigen imunogenik merupakan komponen yang
dapat merangsang sistem imun (kekebalan), sehingga tubuh mampu melawan
virus, bakteri, dan benda asing lainnya yang dapat menimbulkan penyakit.

143
b. Tinggi Kandungan Omega-6 dan Omega
Bukan hanya ikan laut, ceker ayam juga kaya akan omega-3. Kandungan
omega-3 dan omega-6 dalam ceker ayam cukup tinggi, masing-masing 187 mg
dan 2.571 mg per 100 gramnya.Omega-3 dan omega-6 merupakan golongan asam
lemak tak jenuh ganda yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Menurut Sizer
& Whitney (2008), peran omega-3 dan omega-6 bagi tubuh adalah untuk: (1)
pertumbuhan otak; (2) rileksasi pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi
tekanan darah; (3) mendukung atau membantu sistem imunitas tubuh.Walaupun
tidak mengandung daging, ceker ternyata merupakan bagian dari tubuh ayam
yang paling gurih.Ceker ayam terdiri atas komponen kulit, tulang, otot, dan
kolagen.Komponen-komponen inilah yang menyebabkan ceker berasa gurih dan
kenyal. Jika dimasak, ceker akan mengeluarkan kaldu yang lebih pekat dan kental
dibandingkan dengan kaldu dari bagian tulang lainnya.

B. Penjualan Eceran
a. Pengertian
Eceran atau disebut pula ritel (bahasaInggris: retail) adalah salah satu cara
pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang
secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.
Organisasi ataupun seseorang yang menjalankan bisnis ini disebut pula sebagai
pengecer. Pada prakteknya pengecer melakukan pembelian barang ataupun
produk dalam jumlah besar dari produsen, ataupun pengimport baik secara
langsung ataupun melalui grosir, untuk kemudian dijual kembali dalam jumlah
kecil (Wikipedia bahasa Indonesia). Pada umumnya penjualan eceran meliputi
semua kegiatan yang melibatkan penjualan barang dan jasa secara langsung
kepada konsumen akhir untuk digunakan secara pribadi dan bukan bisnis. Barry
Berman dan Joel R. Evans (1998:3) menyatakam bahwa :Retailing consists of
those businnes activities involved in the sale of goods services om consume for
their personal, family, or household use. It is the final stage in the distribution
process. Usaha eceran meliputi aktivitas bisnis yang terdapat dalam penjualan

144
barang dan jasa kepada konsumen untuk keperluan pribadinya, keluarga, atau
kebutuhan rumah tangga. Usaha eceran adalah bagian akhir dari proses distribusi.
Dan menurut Philip Kotler (1997:170) menyatakan bahwa: Usaha eceran
(retailing) meliputi semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa
secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.
Pengecer atau toko eceran adalah usaha bisnis yang volume penjualannya
terutama berasal dari penjualan eceran.
Dalam Keputusan Memperindag No. 23/MPP/Kep/1998 tentang Lembaga-
lembaga Usaha Perdagangan adalah : Yang dimaksud dengan Pedagang Pengecer
(Retailing) adalah perorangan atau badan usaha yang kegiatan pokoknya
melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir dalam partai kecil.
Namun demikian, dalam persaingan bisnis ritel saat ini tidak tertutup
kemungkinan bahwa telah terjasi overlapping antara wholesale trade services
(grosir) dengan retailing services, sehingga mengakibatkan pedagang pengecer
disamping harus bersaing dengan sesama pedagang pengecer juga harus bersaing
dengan grosir (yang bertindak sebagai pengecer). Sesuai dengan Kepmenperindag
No. 23 tersebut, grosir sebenarnya dibatasi hanya menjual barang dalam partai
besar sub-distributor atau pedagang pengecer. Dari ketiga pendapat ini dapat
disimpulkan bahwa penjualan eceran merupakan semua kegiatan akhir dari proses
distribusi, dimana yang melakukan kegiatan tersebut adalah pedagang pengecer
(retailer) yang bisa perorangan atau badan usaha yang kegiatan pokoknya
melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir dalam partai kecil.
b. Fungsi Penjualan Eceran (Retailers)
Dalam suatu saluran distribusi, pengecer, memainkan peranan penting
sebagai penengah antara para produsen, agen dan para supplier lain dengan
konsumen akhir. Pengecer mengumpulkan berbagai jenis barang dan jasa dari
berbagai sumber dan menawarkannya kepada para konsumen.Jenis-jenis barang
yang beragam memungkinkan para konsumen untuk melakukan one-
stop-shopping, dan para konsumen dapat memilih dan membeli berbagai versi
produk dengan jumlah yang mereka inginkan. Menurut Asep St Sujana (2000:13)

145
menyatakan bahwa ada empat fungsi utama pedagang atau penjualan eceran, yaitu
sebagai:
1. Perantara antara distribusi dengan konsumen akhir.
2. Penghimpun berbagai kategori jenis barang yang menjadi kebutuhan
konsumen.
3. Tempat rujukan untuk mendapatkan (to choose, to find) barang yang
dibutuhkan konsumen.
4. Penentu eksisitensi barang dari manufacture di pasar konsumsi (consumtion
market).

c. Jenis-jenis Penjualan Eceran


Philip Kotler (1997:564), penjualan eceran dapat diklasifikasikan menjadi
tiga jenis, antara lain dilihat dari: Toko pengecer terdiri dari specialty store,
department store, supermarket/pasar swalayan, convenience store, super store,
hyper market, discount store, off price retailer, dan catalog showrooms. Penjualan
eceran tanpa toko terdiri dari direct selling, one to one selling, one to many (party)
selling, multilevel marketing, direct marketing, dan automatic vending. Penjualan
eceran dilihat dari sudut pandang organisasi pengecer terdiri dari corporate chaim
store, voluntary chaim, retailer cooperative, consumer cooperative, franchise
organization dan merchandising conglomerate. Jadi organisasi-organisasi
pengecer sangat beragam dengan bentuk-bentuk baru yang bermunculan, beberapa
jenis yang sudah dikenal antara lain: pengecer toko (store retailing), penjualan
eceran tanpa toko (non store retailing) dan berbagai organisasi eceran (retailing
organization).

C. Bauran Penjualan Eceran


a. Pengertian
Menurut Heni Iswati (1997:10) : Bauran Penjualan eceran adalah
kombinasi dari lokasi, harga, promosi, display, service langganan dan variasi
produk yang digunakan untuk memuaskan pasar sasaran.

146
b. Unsur-unsur Bauran Penjualan Eceran
Adapun alat-alat bauran penjualan eceran dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kelengkapan barang (merchandising)
Menurut Buchari Alma (2002:19) menyatakan bahwa: Merchandising
ialah kebijakan kaum produsen untuk mendekatkan hasil produksinya kepada
selera konsumen. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa merchandising
merupakan aktivitas yang mengusahakan agar barang dan jasa yang
khusus/istimewa disediakan pada tempat, waktu, dan harga serta dalam jumlah
ynag tepat sesuai dengan selera konsumen yang memungkinkan perusahaan
mencapai tujuan.
2. Harga (Price)
Harga merupakan totalitas yang harus dibayar konsumen untuk memperoleh
suatu produk.Harga yang ditetapkan oleh minimarket selain untuk menutup biaya
yang telah dikeluarkan harus juga menempatkan nilai suatu produk yang diterima
konsumen.Setiap pengecer menawarkan harga yang sangat bervariasi, mulai ndari
yang murah hingga yang sangat mahal.
3. Lokasi (location)
Dalam pemilihan lokasi penjual eceran harus diperhatikan beberapa
alternatif seperti yang dikemukakan Philip Kotler (Terjemahan Teguh dan Ronny
A. Rusli, (1997:183) bahwa: Pengecer memiliki pilihan untuk menempatkan
tokonya di daerah pusat bisnis, pusat perbelanjaan regional, pusat perbelanjaan
dan jalur perbelanjaan.Pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penjual
eceran harus memilih lokasi yang tepat untuk menjalankan bisnisnya, baik itu
didaerah pusat bisnis, pusat perbelanjaan regional maupun pusat perbelanjaan dan
jalur perbelanjaan.
4. Promosi (promotion)
Promosi merupakan suatu komunikasi antara penjual maupun pembeli yang
bertujuan untuk mengubah sikap, membujuk serta mengingatkan pelanggan
sasaran tentang perusahaan dan unsur-unsur bauran pemasaran. Irawan et al.
(1997:153) menyatakan bahwa: Promosi menunjukan pada berbagai kegiatan
yang dilakukan perusahaan untuk mengkomunikasikan kebaikan produknya,

147
membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen sasaran untuk
membeli produk tersebut.Alat yang bisa digunakan minimarket untuk melakukan
promosi antara lain: periklanan, penjualan pribadi, hubungan masyarakat dan
publisitas, promosi penjualan dan pemasaran langsung.
5. Fasilitas (facility)
Fasilitas yang disediakan minimarket seperti sarana parkir, kebersihan,
suasana toko, jaminan keamanan dan fasilitas fisik lainnya harus disediakan untuk
memenuhi keinginan, kebutuhan dan kepuasan konsumen. Fasilitas yang
disediakan penjual eceran adalah salah satu cara untuk meningkatkan
produktivitas dan citra minimarket.
6. Pelayanan (service)
Pelayanan yang dilakukkan minimarket merupakan aktivitas yang didesain
untuk menarik, memelihara dan menigkatkan jumlah konsumen, dimana unsur
keterampilam personal merupakan faktor yang penting untuk dapat memberikan
palayanan yang lebih baik dan cepat,barang, citra, harga, serta biaya pelayanan.
7. Karyawan (personel)
Karyawan yang diperlukan minimarket harus memiliki kriteria tertentu,
seperti yang dikemukakan Dunne Luseh and Gamble, sebagaimana dikutip oleh
Heni Iswani (1997:50) yaitu:
1 Mengerti mengenai prosedur pengadaan barang (merchandiseprocedure)
2 Memiliki kemampuan dalam melayani konsumen
3 Memiliki kemampuan melakukan penjualan.
4 Memiliki pengetahuan tentang barang dan kebijakan took (product
merchandise knowledge dan store policy).
Kriteria-kriteria tersebut harus dimiliki oleh seorang karyawan minimarket yang
akan mempengaruhi dan menentukan keberhasilan dari minimarket tersebut.

148
D. Promosi Penjualan
a. Pengertian
Fandy Tjiptono (1997:229) menyatakan bahwa: Promosi penjualan adalah
bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur
untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan/atau meningkatkan
jumlah barang yang dibeli pelanggan.Sedangkan Philip Kotler (1997:257) bahwa:
Promosi penjualan merupakan unsur kunci dalam kampanye pemasaran, promosi
terdiri dari kumpulan kiat insentif yang beragam, kebanyakan berjangka pendek,
dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk/jasa tertentu secara lebih
cepat dan/atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang. Buchari Alma
(2001:293) bahwa: Sales promotion artinya adalah memberi insentif atau hadiah
kepada konsumen, agar mereka tertarik untuk membeli.
Jadi menurut pendapat diatas, ternyata dalam kegiatan promosi penjualan itu terdiri
dari berbagai macam kegiatan yang secara keseluruhan merupakan taktik pemasaran yang
berdampak pada terjadinya pembelian dalam jangka panjang waktu relatif pendek dan
dirancang untuk merangsang pembelian secepat mungkin oleh konsumen atau pelanggan.
b. Tujuan Promosi Penjualan
Tujuan promosi penjualan menurut Buchari Alma (2002:145) menyatakan
bahwa:
Tujuan penggunaan sales promotion :
1 Menarik pembeli baru
2 Memberi hadiah/penghargaan kepada konsumen-konsumen/langganan lama.
3 Meningkatkan daya pembelian ulang dari konsumen lama
4 Menghindarkan konsumen lari ke merek lain
5 Mempopulerkan merek/meningkatkan loyalitas
6 Meningkatkan volume penjualan jangka pendek dalam rangka memperluas
market share panjang.
Sedangkan Philip Kotler (1997:259) menyatakan bahwa: Tujuan spesifik
yang ditetapkan untuk promosi penjualan akan berbeda sesuai dengan pasar
sasarannya. Untuk konsumen, tujuan mencakup mendorong pembelian dalam unit
yang lebih besar, membangun percobaan diantara bukan pemakai, dan

149
menjauhkan orang-orang yang sering berganti merek dari pesaing.Untuk pengecer
membujuk pengecer agar menjual produk baru dan menyimpan tingkat persediaan
yang lebih tinggi, mendorong pembelian di luar musim, mendorong penyimpanan
produk-produk yang berhubungan, mengimbangi promosi kompetitif, serta
membangun kesetiaan merek.Untuk wiraniaga mendorong dukungan untuk
produk/model baru, mendorong lebih banyak calon pelanggan dan mendorong
penjualan di luar musim.Tujuan promosi penjualan dituntunkan dari tujuan
promosi yang lebih luas, yang diturunkan dari tujuan pemasaran yang lebih
mendasar yang dikembangkan untuk produk tersebut.
c. Karakteristik Promosi Penjualan
Walaupun alat-alat yang digunakan dalam promosi penjualan seperti kupon,
kontes, premi, dan lain sebagainya merupakan suatu gabungan, tetapi alat-alat itu
mempunyai cirri-ciri dan karakteristik tersendiri. Sebagaimana dikemukakan oleh
Irawan, et al. (1997:166) tentang cirri-ciri alat-alat promosi penjualan.
Komunikasi artinya Mereka mendapat perhatian dan biasanya informasi yang
diperkenalkan pembeli konsensi perorangan atau andil yang bernilai bagi pembeli.
Undangan maksudnya adalah bahwa cara ini mencakup undangan khusus untuk
segera terlibat dalam transaksi.
Perusahaan memakai promosi penjualan untuk mendapat tanggapan yang
lebih kuat dan tepat.Promosi penjualan dapat digunakan untuk mendramatisasi
penawaran produk dan mendorong penjualan yang sedang lesu.Efek promosi
penjualan biasanya hanya sekejap sehingga tidak efektif untuk menanamkan
pilihan produk jangka panjang.
d. Media-media Promosi Penjualan
Program promosi penjualan yang dilakukan untuk membujuk konsumen
terdiri dari beragam koleksi kiat-kiat insentif yang dirancang untuk menciptakan
produk/jasa tertentu yang lebih cepat dan/atau lebih banyak oleh pelanggan atau
pedagang.Philip Kotler (Terjemahan: Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli,
1997:272) menyatakan bahwa:Promosi penjualan terdiri dari kiat promosi
pelanggan (sampel, kupon, penawaran pengembalian uang, porongan harga,
premi, hadiah, hadiah langganan, percobaan gratis, garansi, promosi gabungan,

150
promosi disilang, tampilan di tempat pembelian, dan demontrasi); promosi
perdagangan (potongan harga, tunjangan iklan dan pajangan, dan barang gratis);
dan promosi bisnis dan wiraniaga (pameran perdagangan dan konvensi, kontes
bagi wiraniaga, dan iklan khusus).Dalam menggunakan promosi penjualan selain
menetapkan tujuan perusahaan juga harus memilih kiat yang baik,
mengembangkan program menguji program, menerapkan dan mengendalikannya
juga harus mengevaluasi hasilnya.

E. Penjualan Pribadi
a. Pengertian
Harper W. Boyd, et al. (2000:65) menyatakan bahwa: Penjualan perorangan
(personal selling) adalah suatu proses membantu dan membujuk suatu atau lebih
calon konsumen untuk membeli barang atau jasa atrau betindak sesuai ide tertentu
dengan menggunakan presentasi oral (komunikasi tatap muka). Sedangkan Fandy
Tjiptono (1997:224) menyatakan bahwa: Personal selling adalah komunikasi
langsung (tatap muka) antara penjual dan calon pembeli untuk memperkenalkan
suatu produk kepada calon pelanggan dan membentuk pemahaman pelanggan
terhadap produk sehingga mereka kemudian akan mencoba membelinya. Dari
kedua pendapat ini dapat disimpulkan bahwa penjualan perorangan adalah suatu
proses yang membantu perusahaan dalam membujuk, membangun preferensi,
keyakinan dan tindakan calon pembeli dengan menggunakan komunikasi tatap
muka.

b. Manfaaat Penjualan Pribadi


Menurut Philip K (1997:224), manfaat dari penjualan pribadi adalah:
Konfrontasi pribadi mencakup hubungan yang hidup langsung dan interaktif
antara dua atau lebih. Mempererat yaitu penjualan memungkinkan timbulnya
berbagai jenis hubungan penjualan sampai ke hubungan persahabatan.Tanggapan
yaitu penjualan pribadi membuat pembeli merasa berkewajiban untuk
mendengarkan pembicaraan wiraniaga dan terutama pembeli sekali harus
menangggapi walaupun tanggapan tersebut hanya berupa satu ucapan terima kasih
secara sopan.Menurut pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa penjualan

151
pribadi pada dasarnya memiliki tiga manfaat yaitu dalam konfrontasi pribadi,
mempererat hubungan dan menciptakan tanggapan.
c. Tahap-Tahap Dalam Penjualan Pribadi
Menurut Harper W. Boyd, et al, (2000:107) dalam penjualan pribadi/tatap
muka, penjualan akan terjadi melalui enam tahap sebagai berikut:
1. Menentukan calon pelanggan.
Sebelum melakukan penjualan perusahaan harus mampu mengetahui dan
memprediksi pasar sasaran yang akan timbul, dalam hal ini melihat
kemampuan perusahaan dan produk/jasa yang akan ditawarkan.
2. Membuka hubungan.
Ketika perusahaan mengetahui pelanggan yang menjadi sasaran mereka,
perusahaan harus mengetahui kebutuhan dan keinginan pelanggan serta motif
pelanggan berbelanja dengan membentuk hubungan timbal balik.
3. Menilai prospek.
Perusahaan harus mampu memprediksi keadaan perusahaan di masa
mendatang dan berpedoman pada kebijakan dari perusahaan tersebut.
4. Menyampaikan pesan penjualan.
Penjual harus mampu mempengaruhi pelanggan untuk membuat transaksi
yang akan menguntungkan kedua belah pihak. Ia berusaha agar konsumen
mempunyai kesan yang baik dan bisa melakukan transaksi yang
menguntungkan kedua belah pihak.
5. Menutup penjualan.
Penjual berusaha menyakinkan pelanggan untuk melakukan pembelian
terhadap produk yang ditawarkan.
6. Melayani pelanggan.
Jika penjualan terjadi dengan baik, maka pembeli akan memperoleh
produk/jasa sesuai dengan keinginannya dan penjual memperoleh data.
d. Bentuk-Bentuk Penjualan Pribadi
Ada berbagai macam bentuk penjualan pribadi yang banyak dilakukan oleh
para pemasar dalam rangka memasarkan produknya ke tangan konsumen. Buchari

152
Alma (2002:142) menyatakan bahwa:Bentuk-bentuk personal selling yang kita
kenal secara garis besarnya adalah sebagai berikut :
1. Di toko
2. Di rumah-rumah (penjual datang ke rumah)
3. Penjual yang ditugaskan oleh pedagang besar untuk menghubungi pedagagng
eceran. Seperti para penjual obat dari farmasi mendatangi apotik-apotik, atau
agen-agen barang kelontongan mendatangi toko eceran dan sebagainya.
4. Penjual yang ditugaskan oleh produsen untuk menghubungi pedagang
besar/pedagang eceran.
5. Pimpinan perusahaan berkunjung kepada langanan-langganan yang penting.
6. Penjual yang terlatih secara teknis mengunjungi para konsumen industri
untuk memberikan nasehat dan bantuan.
Pada dasarnya penjualan pribadi dapat dilakukan dengan berbagai cara,
apalagi penjualan merupakan cara promosi yang paling tua dan memiliki keunikan
karena mampu menciptakan komunikasi dua arah antara ide yang berlainan antara
penjual dan pembeli.

F. Pemasaran Langsung
a. Pengertian
Philip Kotler, et al. (2000:89) bahwa: Pemasaran langsung adalah sistem
pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk
menghasilkan tanggapan yang dapat diukur dan atau transaksi pada lokasi
manapun. Definisi Tersebut menekankan pada tanggapan yang dapat diukur,
khususnya pesanan pelanggan, oleh karena itu, pemasaran langsung kadang-
kadang disebut juga pemasaran pesanan langsung dan lebih menekankan pada
pelanggan daripada produk atau jasa.

b. Manfaat pemasaran langsung


Pemasaran langsung memberikan manfaat baik bagi penjual maupun
pelanggan. Philip Kotler (1997:309) menyatakan bahwa: Pemasaran langsung
memberikan banyak manfaat bagi pelanggan. Penjual juga memperoleh

153
keuntungan. Secara terinci manfaat yang diperoleh dari pemasaran langsung dapat
diuraikan sebagai berikut:
1. Bagi penjual.
Dengan adanya pemasaran langsung dapat dibeli daftar alamat yang memuat
nama dari hampir semua kelompok orang-orang yang kegemukan, jutawan dan
seterusnya.
2. Bagi pembeli.
Dengan adanya pemasaran langsung, belanja dirumah dirasakan lebih
menyenangkan, nyaman, dan bebas pertengkaran.Juga dapat menghemat waktu
dan memberikan pilihan barang dagangan yang lebih banyak serta dapat
melakukan belanja komparatif dengan melihat katalog.
c. Bentuk-Bentuk Pemasaran Langsung
Philip Kotler (1997:313) menyatakan bahwa: Pemasaran langsung dapat
menggunakan langsung banyak saluran untuk menjangkau calon pembeli dan
pelanggan. Saluran ini terdiri dari penjualan tatapa muka, pemasaran direct mail,
pemasaran melalui katalog, telemarketing, TV dan media dengan tanggapan
langsung lain, pemasaran melalui kios, dan saluran online.Secara lebih terinci
saluran utama pemasaran langsung dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Penjualan tatap muka:
Merupakan bentuk pertama dan tertua dari pemasaran langsung.
2. Pemasaran direct mail
Terdiri dari pengiriman penawaran, pemberitahuan, pengingat atau hal-hal lain
kepada seseorang di alamat tertentu.
3. Pemasaran melalui catalog
Pemasaran ini terjadi jika peusahaan mengirimkan satu atau lebih katalog
produk pada penerima terpilih yang kemungkinan besar akan memesan.
4. Telemarketing
Telemarketing yang efektif tergantung kepada pemilihan telemarketer yang
tepat, pelatihan yang baik bagi mereka, menyediakan insentif atas prestasi.
5. Pemasaran melaului TV dan media utama dengan tanggapan langsung lain

154
TV digunakan untuk memasarkan produk secara langsung kepada pelanggan
dengan tiga cara, yaitu dengan tanggapan langsung, saluran belanja rumah dan
video teks.
6. Pemasaran melalui kios
Beberapa perusahaan telah merancang mesin penerima-pesanan-pelanggan
yang dinamakan kios dan menempatkan mereka di toko, bandara dan tempat-
tempat lainnya.
7. Pemasaran online
Pemasaran online banyak memakai saluran online merupakan saluran yang
dapat dijangkau seseorang melalui komputer dan modem. Modem
menghubungkan komputer dengan jalur telepon sehingga komputer dapat
menjangkau beragam layanan informasi online seperti m-Marketing.

155
METODE PENELITIAN

Dalam pembahasan materi ini kami menggunakan metode


Deskriptif.Adapun pengertian Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode
penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada,
yang berlangsung saat ini atau bisa juga berlangsung saat lampau. Penelitian ini
tidak mengadakan manipulasiatau pengubahan pada variabel-variabel bebas,
tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Penggambaran kondisi bisa
Individual atau menggunakan angka-angka.Penelitian diskriptif bisa
mendiskripsikan suatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendiskripsikan keadaan
dalam tahapan-tahapan perkembanganya (Developmental Studies).Dalam
penelituan ini ada yang bersifat longitudinal atau bisa dikatakan sepanjang
waktu.Dan ada juga yang bersifat Cross sectional atau bisa dikatakan dalam
potongan waktu. Untuk pembahasan Usaha Kecil Menengah (UKM) Keripik
Ceker Ayam, kami didalam metode ini akan menjelaskan tentang tahap-tahap
perkembangan ceker dimasa lampau, sekarang bahkan untuk masa depan.

A. Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali sebuah masalah atau
kebutuhan, pembeli merasakan adanya perbedaan antara keadaan dia dengan
keadaan yang diinginkanya. Timbulnya kebutuhan dapat dipicu oleh stimulasi
intern dan ekstern. Kegiatan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen,
pemasar dapat mengidentifikasi rangsangan yang paling sering membangkitkan
minat akan suatu jenis produk.

B. Pencarian Informasi
Seorang konsumen tergugah kebutuhannya akan terdorong untuk mencari
informasi. Perhatian utama pemasar/perusahaan adalah sumber informasi utama
yang akan dicari konsumen dan keputusan relatifnya terhadap keputusan
pembelian sesudahnya. Sumber informasi konsumen terdiri dari empat kelompok,
yaitu:
1. Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga, kenalan.

156
2. Sumber komersial: iklan, wiraniaga, penyalur, kemasan, pajangan di toko
3. Sumber publik: media massa, organisasi penentu peringkat konsumen.
4. Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produk.

C. Evaluasi alternatif
Dalam evaluasi alternatif, kita melihat bahwa konsumen berusaha
memuaskan suatu kebutuhan konsumen tersebut dengan mencari manfaat tertentu
dari suatu produk.Konsumen memandang setiap produk sebagai atribut dengan
kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari dan
memuaskan kebutuhan tersebut.Konsumen memiliki sikap yang berbeda-beda
dalam memandang atribut-atribut yang dianggap relevan dan penting. Mereka
akan memberikan perhatian yang besar pada atribut yang memberikan manfaat
yang dicarinya. Pasar sebuah produk sering dapat disegmentasikan berdasarkan
atribut yang menonjol dalam kelompok konsumen yang berbeda-beda.

157
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Alasan Mengapa Membuka Usaha keripik Ceker Ayam


Usaha kecil dengan berbahan ceker ayam dan menjadi makanan yag
disukai senua khalayak orang, karena keripik ceker ayam merupakan bisnis atau
usaha yang tidak selalu membawa modal yang terlalu besar sert juga tidak harus
membutuhkan ide yang begitu unik. Apalagi bagi kita yang ingin memulai usaha
baru.Peluang pasar yang cukup besar.Kebutuhan terhadap produk keripik ceker
ayam masih cukup besar, pangsa pasarnya pun cukup luas dan beragam.Masih
belum banyak pesaing.Cara pembuatannya yang mudah dan banyak diminati oleh
konsumen.Dan keripik ceker ini bisa menjadi buah tangan ataupun cemilan yang
disukai oleh banyak orang.

B. Peluang Usaha keripik Ceker Ayam


Kebutuhan terhadap produk keripik ceker ayam masih cukup besar, pangsa
pasarnya masih cukupluas dan beragam.Kalau anda menjualnya dengan gerobak
dorong tentunya sasarannya adalah masyarakat kalangan menengah kebawah,
namun bila anda mengemasnya dengan kemasan yang abaik tentunya anda bisa
menentukan target pasar ke kalangan menengah ke atas.Apalagi kalau anda punya
sepuluh gerobak dorong untuk berusaha, anda bisa menjadi juragan usaha keripik
ceker ayam.Akantetapi, untuk memulai sebuah usah mulailah yang kecil terlebih
dahulu, selami dan pahami karakteristik usaha keriik ceker ayam. Kalau tidak
punya gerobak dorong, mulailah dari rumah anda sendiri, kenalkan produk anda
ke teman terdekat anda, tetangga-tetangga anda, seluruh tetangga di kampung,
tentunya mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli produk kripik ceker
ayam anda disamping anda harus menyediakan tester sebagai mengetahui rasa
Keripik Ceker Ayam.
Kalau produk anda di terima mulailah untuk menitipkan produk anda ke
toko-toko, bisa swalayan, supermarket, atau toko khisus pusat oleh-olehdi kota
anda. Tentunya, anda harus mengemasnya dengan baik dan sudah diberi merek.
Namun adakalanya toko pusat oleh-oleh hanya mau menerima kemasan kosongan
tanpa merek dan merek atau labelnya akan diberi sendiri oleh toko tersebut. Tidak

158
masalah, sepanjang anda tidak dirugikan dan keuntungan yang anda harapkan
telah terpenuhi. Disamping itu pusat oleh-oleh biasanya sudah punya surat ijin
produksi atau surat ijin lainnya dari instansi terkait dan anda tidak perlu repot-
repot untuk mengurus ijin apabila anda memilki kemasan pada produk anda, biar
produk anda tidak dikatakan ilegal.
C. Keuntungan dan Kerugian Dalam Usaha Keripik Ceker Ayam
Adapun dalam mendirikan usaha Keripik Ceker Ayam ini memiliki
keuntungan dan juga ada kerugiannya yaitu sebagai berikut:
a. Keuntungan:
1. Bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar dari badget yang dikeluarkan
2. Modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak
3. Cemilan ini bisa diterima oleh semua kalangan masyarakat
4. Harganya terjangkau dan ekonomis
5. Bahan bakunya mudah didapat
6. Menumbuhkan inovasi agar mampu bersaing di pasar bebas.
b. Kerugian:
1. Terlalu banyak biaya yang dikeluarkan, utang yang tidak bermanfaat, tidak
memenuhi kebutuhan
2. pembukuan standar.
3. Persedian terlalu banyak sehingga bebrapa jenis barang ada yang kurang laku.
Tidak setiap hari dagangan laku.
Tentang Keripik Ceker Ayam
Keripik atau kripik adalah sejenis makanan ringan berupa irisan tipis
yang digoreng di dalam minyak nabati.Untuk menghasilkan rasa yang gurih dan
renyah biasanya dicampur dengan adonan tepung yang diberi bumbu rempah
tertentu.Secara umum keripik dibuat melalui tahap penggorengan, tetapi ada pula
dengan hanya melalui penjemuran, atau pengeringan. Keripik dapat berasa
dominan asin, pedas, manis, asam, gurih, atau paduan dari kesemuanya. Ngemil
adalah makan makanan yang tidak memberikan efek kenyang bagi manusia yang
biasanya dilakukan untuk mengisi waktu luang seperti nonton televisi, waktu
menunggu bis, bahkan sampai sebelum atau disela-sela tidur. Berdasarkan

159
keterangan yang kami peroleh dari tempat produksi yang terletak di Gg.Simokerto
Tebasan ini dan Bpk H. Aswi sebagai pemilik UKM Keripik Ceker Ayam ini
bahwa dalam membuatnya memerlukan waktu yang sangat lama, mulai dari
penjemuran, perebusan, serta penggorengan. Adapun kami akan menjelaskan
bahan-bahan untuk membuat Keripik Ceker Ayam serta cara pembuatan dan
pengolahannya sebagai berikut:
Keripik Ceker Ayam
Bahan-bahan :

1. Ceker ayam mentah


2. Garam
3. Bawang Putih
4. Minyak goreng
Cara Pengolahan dan Cara Pembuatan:
1. Pertama-tama bersihkan terlebih dahulu ceker yang masih ada kulit dan
kukunya.
2. Lumatkan bawang putih dan garam, setelah dilumat campurkan dengan air
matang hangat.
3. Setelah dibersihkan ceker ayamnya, rebus ceker ayam mentah dengan
campuran kaldu bawangdan garam hingga matang dan jangan terlalu
matang agar ceker tidak terlalu lembek. Kemudian dinginkan.
4. Kupas daging ceker dan pisahkan dengan tulangnya
5. Setelah itu hasil kupasan dijemur dengan menggunakan sinar matahari
hingga benar-benar kering. Ceker kering sudah siap ke proses
penggorengan.
6. Penggorengan dilakukan dua kali, penggorengan pertama pada pemanasan
minyak dengan kekuatan api kecil, masak hingga terlihat masak.
7. Penggorengan kedua dilakukan pada pemanasan minyak dalam jumlah
skala besar serta kekuatan api yang besar, tujuannya agar mendapatkan
kerenyahan akan Keripik Ceker Ayam.
8. Proses terakhir adalah dipaking / dibungkus dan diberi label.

160
Dalam pembuatannya ini Pak H. Aswi memulai dengan usaha kecil kecilan dan
hanya mencoba namun lama kelamaan dia mendapatkan banyak pesanan sehingga
dia kewalahan untuk menegrjakan semuanya itu dan pada akhirnya dia meminta
bantuan kepada para warga atau tetangga yang tidak bekerja agar bisa bekerja di
usaha yang digelutinnya ini.Usaha ini sudah berjalan kurang lebih 20 tahun. Dari
tahun 1996 sampa sekarang terus maju dan bahkan Pak Aswi juga memiliki
kantor sendiri serta kantor cabang.
Ada kurang lebih 21 karyawan di usaha ini dan mereka semua diambil
oleh Beliau dari lingkungan rumah sekitarnya.Untuk pembagian gaji biasanya
para karyawan ini digaji seminggu sekali. Untuk karyawan borongan diupah
setiap hari sesuai hasil borongan yang dikerjakannya yaitu Rp. 1.800,- / kilogram.
Usaha ini di mulai dari jam 5 pagi sampai jam 5 sore. Dulu pernah ada pembagian
sip untuk para karyawan namun karena pembagian sip itu tidak berjalan dengan
efektif sehingga sekarang tidak diadakan lagi pembagian sip untuk para karyawan.
Untuk membuat adonannya pada subuh dan memerlukan waktu kurang lebih 1
jam.Sedangkan untuk penggorengannya memerlukan waktu kurang lebih 15
menit.Dan untuk dikemas biasanya menunggu kripik keripik itu dingin. Untuk
pembungkusannya sendiri harus dengan kencang karena apabila tidak kencang
maka akan cepat untuk BS.
D. Pemasaran
a. Pemasaran Dari Agen Hingga ke Masyarakat
Dalam pemasarannya Usaha Keripik Ceker Ayam ini dipasarkan langsung
kepada agen agen yang sudah bekerjasama dengan Bpk H. Aswi.Dari agen lalu
dikirim ke beberapa tangan lalu dikirim ke pasar cikampek biasanya dari Kantor
Cabang yang telah didirikan 10 tahun yang lalu yaitu bertempat tinggal di Jalan
Kenjeran 113-A/BL19. Surabaya. Ada yang langsung dijual ke masyarakat dan
ada pula yang dikirim langsung ke Karawang. Dalam satu hari produksi dapat
menghasilkan 120kg Keripik Ceker Ayam siap dipasarkan dengan harga
Rp.50.000,- per kilogramnya. Berikut inilah daftar harga mulai dari Produsen
hingga sampai ke konsumen terakhir yaitu masyarakat sebagai berikut:

161
1. Kepada agen Rp.50.000,- / Kilogram, Oleh Agen di Packing kembali menjadi
10 Bungkus.
2. Dari agen ke pasar dapat dijual dengan harga Rp.7.500,- / Bungkus
3. Dari Pasar ke toko atau warung-warung Rp.8.900,- / Bungkus
4. Dari Warung ke masyarakat dijual dengan harga Rp.10.000,-/Bungkus
dari penjualan tersebut penghasilan perhari yang diperoleh pak H. Aswi kira-kira
Rp.6.000.000,- . dengan memulai usahanya yang mengeluarkan modal hanya
Rp.1.200.000,- meskipun hanya dengan modal sedikit namun yang paling penting
adalah dia mempunyai modal usaha untuk membuat Keripik yang enak dan lezat
sehingga usaha yang dimulai dengan modal sedikit itu pun dapat maju dan
menghasilkan omset yang lumayan seperti sekarang ini.
b. Pemasaran Online Lewat E-Marketing
Definisi Marketing Online pemasaran Internet atau e-pemasaran (bahasa Inggris:
Internet marketing atau e-marketing atau online-marketing) adalah segala usaha
yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau
menggunakan media Internet atau jaringan www. Online Marketing merupakan
kegiatan komunikasi pemasaran dengan menggunakan media Internet. Pada
awalnya menggunakan halaman-halaman statis berformat HTML yang bisa
diakses oleh pengguna Internet. Itulah awal dari website yang kemudian menjadi
semacam 'brosur online' dan bahkan kantor kedua bagi perusahaan-perusahaan
untuk menampilkan jati dirinya ke seluruh dunia. Dalam perjalanannya online
marketing terus mengalami kemajuan, tidak hanya menggunakan website tapi
juga Email dan aplikasi lain yang telah di aplikasikan pada Internet. Ada beberapa
hal yang di lakukan untuk menjadi bagian dari marketing agar bisa di kerjakan
dengan system online marketing, melalui internet salah satunya adalah online
advertising. Saat ini Periklanan online menjadi hal menarik untuk di lakukan
dalam dunia usaha. Internet marketing atau e-marketing atau online-marketing
adalah segala usaha yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk
atau jasa melalui atau menggunakan media Internet atau jaringan World Wide
Web. Produk yang dipasarkan bisa produk sendiri atau produk orang lain
(affiliasi) dengan pembagian komisi dalam jumlah tertentu (sistem persentase).

162
Pelaku internet marketing biasa disebut dengan Internet Marketer. Ciri-ciri
internet adalah:
1. Bersifat cepat, artinya sesuatu terjadi sangat cepat, dan informasi mengalir
seperti kilat
2. Berubah dengan cepat, artinya internet kemarin tidak sama dengan internet hari
ini.
3. Tool-tool baru bermunculan dengan cepat, artinya pengembangan software dan
hardware sangat pesat dan muncul dari sumber non tradisional.
4. Pemakai baru dari manapun bermunculan, artinya layanan komersial
menampung semakin banyak pemakai dan beragam, penyelenggaraan akses
internet juga bermunculan dimana-mana.
Email Marketing (pemanfaatan email). Jenis internet marketing ini ialah
pemasaran dengan memanfaatkan email pada penyebarannya. Email marketing
bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
1. Dengan meletakkan iklan atau sebuah pesan di dalam email newsletter orang
lain. Misalnya, ketika Anda menerima sebuah newsletter dari perusahaan
online Mitra Jaya Langgeng Abadi, terdapat pesan pengiklan, semacam
banner. Ini merupakan cara ampuh untuk menarik calon pembeli Anda untuk
segera membeli produk dari Anda.
2. Dengan secara langsung mendistribusikan atau mengirimkan e-mail Anda
kepada calon pelanggan atau calon pembeli yang berupa email penawaran
biasa maupun dalam bentuk newsletter. Sebaiknya Anda memberikan
informasi mengenai produk yang ditawarkan tanpa kesan paksaan. Hal itu
dimaksudkan supaya calon konsumen dapat melakukan keputusan yang
terbaik dalam menanggapi produk yang telah Anda tawarkan.
3. Anda bisa menyediakan fasilitas email subsriber pada website yang Anda
miliki. Jika netter melakukan pendaftaran melalui e-mail subsriber yang ada
pada website Anda, maka setiap kali Anda melakukan update pada website
yang meliputi ( posting artikel atau produk ), maka email notifikasi bisa
sampai kepada netter yang telah mendaftar secara otomatis dari setiap apa
yang telah Anda update dari website Anda.

163
Partnership / Affiliate Marketing (pemasaran metode afiliasi). Jenis internet
marketing ini adalah dengan cara memanfaatkan para pengiklan. Para pengiklan
yang menjual produknya dengan cara online bisa membangun jaringan afiliasi.
Jaringan afiliasi adalah dengan melibatkan orang lain dalam penjualan produk
yang ada. contohnya ialah http://www.amazon.com.

Strategi Pemasaran Online Strategi Pemasaran Internet adalah proses


penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi
mengenai produk barang atau jasa dalam kaitannya untuk memuaskan kebutuhan
dan keinginan manusia melalui media internet. Secara garis besar strategi
pemasaran online dapat dibagi menjadi 6 langkah, yang bisa disingkat menjadi
SISTEM:

1. S Search and research. Melakukan proses pencarian dan riset ceruk pasar dan
kompetitor Anda.
2. I Initiate strategy. Tentukan sistem dan strategi yang akan dipergunakan
untuk menjangkau prospek dan pelanggan.
3. S Start content engine. Pergunakan berbagai konten untuk menarik orang
kepada bisnis Anda.
4. T Traffic. Mendatangkan pengunjung ke situs Anda.
5. E Embrace relationship. Bina hubungan dengan pelanggan melalui berbagai
kanal.
6. M Money. Strategi mendatangkan pendapatan dan keuntungan.
Keuntungan Internet Marketing Di bawah ini terdapat beberapa keuntungan dan
manfaat dari e-marketing. Tidak hanya penjelasan tentang keuntungan internet
marketing dari personal atau individu saja, akan tetapi juga menurut para ahli.
Para ahli juga memberikan penjelasan mengenai keuntungan internet marketing.
Karena banyak hal yang bisa diperoleh dari internet marketing. Seorang ahli juga
telah memaparkan penjelasannya mengenai keuntungan internet marketing. Anda
bisa melihat beberapa keterangan tentang keuntungan internet marketing di bawah
ini! Keuntungan E-marketing (Electronic Marketing) Keuntungan yang dapat
diberikan dengan adanya penggunaan e-marketing bagi suatu perusahaan menurut

164
Jamal (1996:18) yaitu: a. Mampu menjangkau berbagai konsumen dalam suatu
lingkungan yang belum dipenuhi oleh pesaing. b. Target adalah konsumen yang
telah terbagi ke dalam kelompok dan mengembangkan dialog berkelanjutan.
Manfaat E-marketing (Electronic Marketing) Beberapa manfaat yang didapatkan
dari e-marketing yaitu:
a. Branding. Produk, layanan, logo-logo perusahaan, dan penawaran dapat ditampilkan
secara visual, bahkan saat ini semakin marak dengan audio dan video streaming yang
terpasang melalui media internet.
b. Direct Response (respon langsung). E-marketing menawarkan kecepatan. User dapat
merespon dengan mudah dan cepat. Tentu hal ini mengantarkan pebisnis dalam
mendapatkan hasil dengan segera dari kegiatan usaha promosi dan iklan melalui
internet.
c. Targeting (penentuan target pasar). Dengan teknologi yang digunakan (seperti rss,
milis, forum, maupun kode-kode website tertentu) dapat mentarget pengguna atau
calon konsumen.
d. Pelacakan adalah elemen yang paling kuat dari e-marketing hampir apa saja bisa
dilacak dan bisa dilihat secara instan. Hal ini berarti, jika ada sesuatu dalam sistem
yang tidak bekerja, bisa diatasi dengan lebih mudah.
e. Return on Investment (kembali modal). Karena kekuatan tracking yang begitu
bagus, Anda bisa memastikan bahwa modal anda dapat kembali dengan
mudah. Dengan dapat menentukan seberapa banyak orang yang melakukan
klik terhadap banner iklan atau link email, para pemilik usaha dapat
mengkalkulasi kembalinya modal investasi dengan mudah atau dengan cara
lain selain klik iklan (bisa dengan menjual produk atau yang lainnya) supaya
modal kembali dengan cepat.
f. Inexpensive (tidak mahal). E-marketing, terutama email dan membeli keywords
(kata kunci) pada mesin pencari internet adalah relatif murah, bahkan bisa
dikatakan sangat murah. Biaya email biasanya sudah tergabung dengan biaya
koneksi kepada Penyedia Jasa Layanan Internet (Internet Service Provider)
yang masuk dalam layanannya. Pembelian keyword dapat dilakukan kepada
perusahaan search engine seperti Google dan Yahoo. Akan tetapi jika Anda
belum mampu melakukan pembelian keyword pada perusahaan search engine

165
seperti Google dan Yahoo maka Anda bisa belajar sendiri dengan
memanfaatkan buku atau yang lainnya supaya website Anda bisa muncul pada
halaman depan mesin pencari dengan mudah. Banyak strategi dan cara-cara yang
bagus untuk bisa mendapatkan keyword pada mesin pencari seperti google dan
yahoo.

Asli Enak, Renyah, Sakkayaeee Rekk.!

Rasa Balado Pedas


Gambar 2
Berikut contoh kemasan yang akan dipasarkan lewat internet/ e-marketing

Asli Enak, Renyah, Sakkayaeee Rekk.!

Rasa Original

166
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Berdasarkan penelitian diatas dapat ditemukan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Keripik ceker ayam tergolong makanan ringan yang memiliki sifat renyah,
gurih, dan tahan lama. Bahan baku keripik ceker merupakan daging dan kulit
yang ada di bagian kaki. Pengusaha keripik ceker mulanya hanya menjual
ceker dan kepala ayam yang tak terjual di pasar, biasanya jualnya kepada
pembudidaya lele untuk pakan lele dengan harga Rp 4.000 per kg. Ketika harga
beli ayam negeri naik, harga pokok penjualan pun naik. Saat itulah ide lain
muncul oleh pengusaha UKM Ceker Ayam yang bernama Teguh Warga
Gunung Kidul. Jika ceker di jual ke peternak, margin keuntungannya mungkin
kecil sekali,namun jika Ceker Ayam dijadikan bahan makanan siap saji
mungkin saja juga menjadi peluang usaha yang tepat menurut Reporter
Handoyo
2. Sebuah brand produk yang menguasai pasar biasanya menjadi top of
mind. Karena itu, pemilik produk biasanya selalu berusaha menggenjot
penjualan. Maka beragam cara promosi dilancarkan. Target market
dibombardir dengan promosi dari segala arah. Kalau di bisnis internet, promosi
online berbayar lewat iklan PPC, promosi gratis, dan promosi lewat blog
dilancarkan. Bukan itu saja, promosi offline pun ikut dirambah. Belum cukup?
Teknik SEO pun diperdalam agar bisa merajai hasil pencarian di search engine.
Kalau menjadi pebisnis internet butuh banyak amunisi dan jurus. Tidak cukup
tahu blogging saja, namun juga ilmu copywriting, dan lainnya. Namun enaknya
itu semua bisa dipelajari sambil menekuni bisnis internet yang resikonya boleh
dibilang relatif kecil. Makin lama kita menggeluti bisnis internet, makin dalam
ilmu yang kita miliki. Sehingga interaksi dengan konsumen kembali menjadi
syarat mutlak. Ibaratnya pemilik produk seolah selalu berada di samping
konsumen. Namun kedua upaya tadi bisa kurang berhasil mencapai top of mind

167
bila tak didukung kuatnya identitas brand. Berikut ini beberapa kriteria yang
patut anda pertimbangkan ketika memilih identitas brand produk anda:
a. Mudah diingat. Kalau bisa sekali mendengar/membaca, konsumen
langsung ingat brand produk anda. Karena itu, brand produk sebaiknya tak
terlalu panjang. Pemilihan nama brand produk sama pentingnya seperti
saat anda memilih nama domain situs web.
b. Brand produk anda berkaitan dengan produk yang anda tawarkan.
Misalnya produk anda untuk menghilangkan masuk angin, brand-nya ada
embel-embel kata angin-nya. Tujuannya juga untuk memudahkan
konsumen menghubungkan brand anda dengan masalah yang sedang anda
hadapi.
c. Fleksibel. Artinya brandnya bisa terus dikembangkan. Selalu terbuka
kemungkinan memperbaiki produk anda secara terus-menerus. Cara ini
juga dimaksudkan untuk menjaga eksistensi produk anda.
Untuk menjadi top of mind mulailah dengan membuat identitas brand
yang kuat lalu lakukan kedua upaya tadi. Yaitu menggenjot promosi dan
menguatkan hubungan dengan konsumen. Kutipan ini diambil dari
hasil wawancara Joko Susilo dengan para pebisnis (2009/02/12)
3. Tidak sedikit orang yang sukses jualan Keripik Ceker Ayam walaupun
dengan cara menjual Keripik Ceker Ayam tanpa membuka toko dipinggir
jalan atau bahkan tanpa memiliki toko. Di Era Global sekarang Online
marketing juga dapat dilakukan. Online marketing adalah segala usaha yang
dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau
menggunakan media internet. Internet yang merupakan salah satu penemuan
mutakhir era globalisasi di bidang teknologi informasi sangat menguntungkan
semua manusia di seluruh dunia untuk berbagi informasi dan berkomunikasi,
termasuk berbagi informasi produk / jasa yang dijual. Ini adalah gambaran
bahwa untuk bisa memiliki usaha dengan omset tinggi seseorang tidak harus
berfikir mengenai dimana harus membuka toko agar nantinya bisa dikunjungi
orang banyak yang akhirnya akan memberikan omset optimal.
Namun tidak bisa disangkal bahwa toko yang berlokasi ditempat yang

168
strategis akan bisa menghasilkan omset penjualan produk secara optimal.
Namun untuk hal ini diperlukan biaya yang tidak sedikit, Bayangkan berapa
rupiah uang yang harus dikeluarkan untuk sewa tempat dan biaya-biaya
lainnya. Dengan alasan tersebut, Sekarang banyak orang melakukan strategi
usaha jualan produk tanpa toko dirumah, Dan kalau bicara soal omset,
Banyak yang mampu mencapai omset ratusan juta dalam satu bulan keadaan
normal. Untuk mencapai hal ini tidaklah mudah, Karena diperlukan cara
tersendiri dan usaha yang gigih dan ulet, Jadi dalam cara menjual pakaian
atau busana tanpa toko dari rumah tidak bisa dilakukan seperti usaha jualan
dengan toko.

B. SARAN
1. Didalam menjalankan peluang usaha kecil-kecilan yaitu Keripik Ceker Ayam
ini hendaklah jangan mengolah bahan keripik ceker dalam jumlah besar
terlebih dahulu, melainkan gunakanlah bahan secukupnya untuk diolah hanya
sebagai tester dengan tujuan pengenalan terlebih dahulu. Agar calon konsumen
juga bisa merasakan betapa gurih serta renyahnya akan Keripik Ceker Ayam
ini. Terkadang suatu produk dapat laku di kalangan masyarakat karena promosi
dari mulut ke mulut. Untuk menambah ketertarikan konsumen berilah label
pada kemasan Keripik Ceker Ayam semenarik mungkin, hal ini dilakukan agar
mendapatkan nilai jual lebih. Dan yang terpenting adalah niat usaha jangan
sampai takut mengalami kerugian, justru kerugian adalah awal dari kesuksesan
meskipun harus bersusah-susah payah terlebih dahulu seperti yang mungkin
pernah dialami UKM yang didirikan oleh Pak H. Aswi.
2. Sebuah perusahaan tidak luput dengan yang namanya perencanaan sehingga
perusahaan harus mampu membuat sebuah perencanaan strategi baik strategi
pencitraan, pemasaran, dan pengembangan produk. Agar produk mampu
dikenal cepat oleh masyarakat maka hendaklah membuat label yang
mencantumkan nama perusahaa, kode perusahaan, serta alamat pembuatan/
pabrik. Seperti contoh gambar berikut:

169
Gambar 3
Contoh Kemasan Yang Baik

Inilah contoh kemasan yang memilki gambar logo yang bagus, memiliki nama
yang mudah dibaca oleh konsumen, memilki tempat produksi serta juga
memilki kandungan/ komposisi. Dan lebih bagus jika sudah memilki kode
batang barcode tersendiri. Foto tersebut hanya sebagai contoh saja akan
kemasan yang bagus dan menarik dan siap untuk dipasarkan ke toko-toko dan
bahkan bias juga dipasarkan lewat online.
3.Saran Bagi narasumber dalam menjalankan usaha sebaiknya menjaga
kebersihan dalam menjalankan wirausahanya terutama tempatnya. Pembuatan
label cap halal juga berpengaruh agar masyarakat dapat mempercayai akan
produknya serta di terima oleh khalayak umum. Untuk tekhnik pemasaran yang
kami jalankan yaitu E-Marketing seharusnya juga dapat dilakukan oleh UKM
Keripik Ceker Ayam ini. Agar selain omset meningkat nama UKM juga
terkenal di kawasan Pulau Jawa saja melainkan mampu mendunia di seluruh
indonesia.

170
DAFTAR PUSTAKA

Asep st Sujana (2000:13)Paradigma dalam manajemen retail modernBuku


Penerbit Graha Ilmu.

Kotler, Philip. 1997. Marketing Management Analysis, Planning,


Implementation and Control(9thed.). New Jersey: Prentice Hall
International, Inc.

Heni Iswati (1997:10) dikutip dari buku pengarang Dunne, Lusch dan Gamble
(1995:55).

Harmaizar.2011.Edisi 2,Menangkap Peluang Usaha,bekasi,CV. Dian Anugrah


Pratama

http://peluangusaha.kontan.co.id/news/kemeripik-untung-dari-bisnis-keripik-
ceker-ayam-1

https://id.wikipedia.org/wiki/Eceran

http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/09/pengertian-dan-jenis-
jenis-usaha-eceran.html

http://www.jokosusilo.com/2009/02/12/bagaimana-membuat-brand-produk-anda-
menjadi-top-of-mind-di-benak-konsumen/

http://pakpepego.blogspot.co.id/2013/05/online-marketing-strategi-pemasaran-
di.html

171
LAMPIRAN

Lampiran 1

Foto Bersama Pendiri Sekaligus Wirausahawan Keripik Ceker Ayam

Salah Satu Foto Warga Yang Menjadi Pegawai Usaha Keripik Ceker Ayam

172
Suasana Kampung Ceker Simokerto Tebasan

Proses Penggulitan Keripik Ceker

173
Lampiran 2

174
Lampiran Sertifikat Mahasiswa

175
IV. UKM BUDIDAYA BUAH MARKISA
PENDAHULUAN
A Latar Belakang Masalah
Derasnya buah-buahan impor yang masuk ke Indonesia akhir-akhir ini
cukup memprihatinkan, selain merupakan saingan buah-buahan asli Indonesia,
juga akan banyak menyedot devisa negara. Diperkirakan impor buah-buahan ini
akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Mengingat bahwa konsumsi buah-
buahan penduduk Indonesia masih relatif rendah, sehingga tingkat pendapatan
mereka cenderung meningkat.
Buah markisa merupakan buah yang rasanya menyegarkan karena
memiliki perpaduan rasa asam dan manis. Selain digemari oleh masyarakat, buah
ini sangat mudah dalam membudidayakannya. Tanaman markisa bukan tanaman
asli Indonesia, tetapi berasal dari Amerika Selatan. Untuk pertumbuhan yang
optimum, tanaman markisa harus ditanam di daerah-daerah dataran tinggi dengan
ketinggian minimum 800 m dpl (diatas permukaan laut). Dengan persyaratan
lingkungan tersebut, tidak banyak di daerah Indonesia yang membudidayakan
markisa secara komersial. Dari data Badan Pusat Statistik pada tahun 1996
didapatkan bahwa pada tahun 1991 konsumsi buah buahan penduduk Indonesia
adalah 32,5 kg per kapita per tahun dan meningkat menjadi 35 kg per kapita per
tahun pada tahun 1995. Walaupun terjadi peningkatan, ternyata bahwa konsumsi
buah-buahan tersebut masih jauh dari yang direkomendasikan yaitu 60 kg per
kapita per tahun (Aneka Plant, 2008). Hal ini tentunya merupakan peluang yang
baik untuk meningkatkan produksi buah-buahan lokal, khususnya yang
mempunyai kualitas tinggi sehingga mampu bersaing dengan buah impor.
Salah satu buah lokal yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi buah
ekspor adalah buah markisa (passion fruit atau gradilla). Buah markisa yang ada
di Indonesia ada beberapa jenis, antara lain adalah markisa sayur atau erbis
(Passiflora quadrangularis), konyal (Passiflora lingularis), markisa ungu atau
siuh (Passiflora edulis f. edulis) dan markisa kuning (Passifora edulis f.
flavicarpa). Erbis tidak dibudidayakan secara komersial dan hanya dikonsumsi
lokal, sedangkan konyal yang berwarna kuning banyak dijual belikan sebagai

176
buah segar di tempat-tempat tertentu karena rasanya cukup manis walaupun
aromanya relatif tidak ada. Markisa ungu merupakan salah satu jenis markisa
yang paling banyak dibudidayakan untuk diambil sari buahnya, sedangkan
markisa kuning, yang juga untuk diambil sari buahnya, sedang dalam
pengembangan di daerah-daerah tertentu, khususnya di Lampung. Sari buah
markisa ungu mempunyai cita rasa manis-asam dengan aromanya yang khas.
Diperdagangan dunia, sebagian besar sari buah markisa yang diperdagangkan
berasal dari sari buah markisa ungu. Di Indonesia, sari buah markisa yang dijual
dipasaran hanya berasal dari sari buah markisa ungu. Di luar negeri selain
dimanfaatkan sari buahnya sebagai bahan campuran untuk youghurt, ice cream,
jam, jelly, kue-kue atau dicampur dengan sari buah lain (panache), markisa ungu
juga banyak dijual dalam bentuk buah segar.
Beberapa daerah yang membudidayakan tanaman markisa secara
komersial adalah di Propinsi Sulawesi Selatan (Gowa, Sinjai, Tana Toraja dan
Polewali Mamasa), Sumatera Utara (Kabupaten Karo), Sumatera Barat (Solok)
dan Lampung. Selain itu ada juga beberapa daerah yang menghasilkan markisa,
walaupun tidak banyak. Pada Tabel 1. Dapat dilihat perkembangan produksi dan
luas areal pertanaman markisa di Indonesia.
Tabel 1
Luas Tanam Dan Produksi Tanaman Markisa Di Beberapa Propinsi Di Indonesia
Luas Areal (Ha) Produksi (Ton)
Provinsi 1 1 1 1 1 1 1 1
994 995 996 997 994 995 996 997

Sulawesi 1 1 3 3. 3 3 4 9.
Selatan .272 .405 .738 489 0.332 8.824 2.391 600

Sumatera 1 1 1 2. 3 5 6 1
Barat .251 .342 .700 710 .272 .961 .046 2.710

Sumatera 1 1 1 N 7 1 1 N
Utara .117 .469 .422 .A. .662 5.730 6.533 .A.
Sumber : Kementerian Pertanian Tahun 1998 .

177
Sebagian besar tanaman markisa di Indonesia adalah dari varietas markisa
ungu (edulis). Varietas ini sangat rentan terhadap nematoda, perakarannya
dangkal dan musim buahnya pada bulan-bulan tertentu. Kondisi tersebut
merupakan salah satu penyebab rendahnya produktivitas markisa. Musim panen
buah markisa pada umumnya dari bulan November sampai dengan bulan April
tahun berikutnya, dengan puncaknya pada bulan Desember- Januari, kemudian
sesudah bulan April, praktis tidak ada buah. Namun demikian di Sulawesi Selatan
telah dikembangkan sambung batang antara tanaman markisa varietas edulis
sebagai batang atas dan varietas flavicarpa sebagai batang bawah. Keunggulan
dari sistem penyambungan tersebut adalah bahwa varietas flavicarpa mempunyai
perakaran dalam, batang lebih besar dan tahan terhadap nematoda. Dengan
kondisi tersebut, tanaman markisa dapat berbuah sepanjang tahun, sehingga
produktivitasnya meningkat 20 30 ton buah/ha per tahun, sementara itu, jika
hanya dari varietas edulis saja, maka produktivitas hanya 5 10 ton buah/ha per
tahun. Dengan teknik penyambungan tersebut diharapkan produksi markisa di
Indonesia akan meningkat dan tersedia sepanjang tahun. Jenis markisa yang
umum ada dikembangkan di Indonesia ada tiga, yaitu markisa ungu, markisa
kuning serta markisa manis. Ketiga jenis markisa ini hidup di dataran yang
berbeda, markisa ungu biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi, markisa kuning
tumbuh di dataran rendah sementara markisa manis khusus tumbuh di daerah
Sumatra Barat (Prian, 2013). Tanaman markisa dikembangkan di beberapa tempat
di Indonesia antara lain di Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan
Lampung. Jenis markisa yang dikembangkan di Sulawesi Selatan dan Sumatera
Utara adalah markisa ungu (Passiflora edulis), sedangkan di Sumetera Barat pada
umumnya adalah yang dibudidayakan adalah markisa kuning (konyal) dengan
rasa manis untuk dikonsumsi langsung.
Di Sulawesi Selatan dari 25.399 ha lahan yang berpotensi untuk
pengembangan markisa, baru 4.411 ha yang ditanami dengan produksi 34.226 ton
pada tahun 1997, sedangkan di Sumatera Barat pada tahun yang sama terdapat
2.710 ha tanaman markisa dengan produksi 12.710 ton. Rendahnya lahan
pertanaman markisa disebabkan antara lain karena tanaman tersebut

178
membutuhkan tempat dengan ketinggian minimal 800 m dpl. Walaupun demikian,
di Sulawesi Selatan produksi tanaman ini telah diekspor sejak tahun 1992 dengan
nilai US$ 361.911,18 yang kemudian cenderung berkurang setiap tahunnya,
sehingga pada tahun 1998, nilai ekspornya hanya mencapai US$ 115.890,29.
Penurunan nilai ekspor tersebut disebabkan antara lain oleh jenis produk yang
diekspor. Jika pada tahun 1992, produk yang diekspor adalah sari buah
(concentrate juice), maka pada tahun 1998 yang diekspor pada umumnya adalah
dalam bentuk pulp (sari buah markisa yang masih tercampur dengan biji
buahnya), yang mana harga pulp jauh lebih rendah dari pada sari buah.
Melalui makalah ini, kita dapat mengetahui tetang buah markisah yang
ada di indonesia salah satunya di perumahan Mega Asri Kecamatan Larangan
Kabupaten Sidoarjo. Buah markisah yang di tanam oleh warga Mega Asri
kebanyakan adalah buah markisa hijau dan kuning. Markisa yang tumbuh di
Mega Asri di produksi menjadi sebuah minuman yang segar dan sehat. Tetapi
warga Mega Asri memiliki kendala yaitu perencanaan produksi yang belum
matang dan belum adanya label pada kemasan minuman markisa.
B Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah d uraikan diatas maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana perencanaan produksi usaha perkebunan markisa untuk masa
yang akan datang ?
2. Apa yang dapat dilakukan oleh warga dalam memperbaiki manajemen
produksi terkait Planning, Actuating, Organizing dan Controlling agar
produksi minuman markisa menjadi maksimal?
3. Bagaimana dan apa tahap-tahap dalam pemberian label pada Perkebunan
Markisa ?
C Tujuan Penelitian
Dalam menyusun penelitian ini penulis mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Menjelaskan perencanaan produksi usaha perkebunan markisa untuk jangka
waktu ke depan.

179
2. Menerapkan manajemen produksi kegiatan Planning, Actuating,
Organizing dan Controlling (POAC) pada usaha minuman markisa.
3. Memahami tahap-tahap dalam pemberian label minuman Markisa.
D Manfaat Penelitian
1. Mampu membuat dan menerapkan perencanaan produksi perkebunan
markisa, sehingga menjadi maksimal.
2. Mampu menerapkan fungsi manajemen terkait POAC kedalam usaha
markisa.
3. Mampu membuat label dengan tahap-tahap sesuai dengan yang dijelaskan.

180
TINJAUAN PUSTAKA

A. Budidaya Markisa
1. Pengertian Buah Markisa
Bagi Anda yang ingin melakukan budidaya markisa, ada hal penting harus
dilakukan saat memilih bibit markisa. Jenis-jenis markisa yang populer diatas
memiliki beberapa kelebihan ataupun kekuran. Untuk penanaman tidak sulit,
hanya saja tanaman ini harus dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan yang baik
adalah dengan menggunakan pucuk bambu tanpa kawat karena bisa merangsang
pertumbuhan markisa serta jumlah buahnya. Setelah proses penanaman, markisa
harus dipelihara. Walaupun termasuk mudah tumbuh, namun untuk hasil yang
optimal markisa juga membutuhkan pemeliharaan khusus. Pemupukan merupakan
pemeliharaan utama agar markisa tumbuh subur. Pupuk yang digunakan bisa
berupa pupuk urea ataupun pupuk kandang. Pemeliharaan lainnya adalah
pengairan. Untuk tumbuh subur, markisa membutuhkan air yang cukup terutama
saat markisa berbunga ataupun berbuah. Jika tidak mendapatkan air secara alami
dari hujan, maka markisa harus disiram secara teratur, bisa dua kali ataupun cukup
sekali dalam sehari namun harus rutin. Air ini penting karena buah bisa berkerut
dan rontok jika kekurangan air. Karena tanaman ini merupakan tanaman yang
berjenis berdaun rimbun, maka jangan lupa untuk melakukan penyiangan
(pemotongan dahan). Agar tanaman tidak terlalu rimbun.
2. Manfaat Buah Markisa
Manfaat buah markisa bagi tubuh sangatlah besar. Meskipun rasa buah ini
terbilang masam namun arena hal inilah yang membuat buah markisa memiliki
manfaat yang amat besar bagi tubuh. Bagi pecinta buah segar markisa salah satu
buah yang sangat enak dijadikan minuman. Untuk mereka yang kurang suka akan
rasa buah markisa yang masam biasanya mereka akan menambahkan gula.
Dibalik itu semua ternyata markisa juga memiliki manfaat yang begitu besar bagi
tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan
menggunakan buah markisa :
1. Memperlancar sistem pencernaan

181
Kandungan serat yang di miliki buah markisa kuning sangat tinggi, sehingga
sangat ampuh dalam mencegah dan mengatasi gangguan pencernaan seperti
susah buang air besar, diare, sembelit dan dapat mencegah wasir.
Mengkonsumsi buah markisa sangat efektif dalam membersihkan saluran
pencernaan dan usus, sehingga pencernaan akan terjaga kesehatannya.
2. Mencegah dan menghancurkan sel kanker
Buah markisa mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi, antioksidan
merupakan sebuah senyawa yang bermanfaat untuk menangkal serangan
radikal bebas dan juga dapat mencegah serta menghancurkan sel kanker di
dalam tubuh.
3. Dapat mengobati asma
Dengan mengkonsumsi buah markisa secara rutin sangat berkhasiat dalam
mengobati sesak nafas atau asma, hal ini dikarenakan buah markisa
mengandung vitamin C dan zat lain yang dapat memblokir histamine penyebab
asma.
4. Mencegah anemia
Buah markisa memiliki kandungan zat besi yang bermanfaat untuk mencegah
anemia, karena kandungan zat besi dapat membantu pembentukan sel darah
merah di dalam tubuh. Apa bila tubuh kekurang sel darah merah, maka tubuh
akan sering mengalami kelelahan dan pusing.
5. Menjaga daya tahan tubuh
Mengkonsumsi buah markisa secara rutin sangat bermanfaaat dalam menjaga
daya tahan tubuh, sehingga tubuh tidak akan mudah terserang penyakit yang
diakibatkan perubahan cuaca dan virus.
6. Mengatasi insomnia atau susah tidur
Bagi anda yang sering mengalami masalah susah tidur, tidak ada salahnya jika
anda rutin mengkonsumsi buah markisa disiang hari. Hal ini dikarenakan buah
markisa memiliki efek ngantuk bagi yang mengkonsumsinya, maka sangat
bermanfaat untuk dikonsumsi bagi penderita insomnia
7. Dapat mebantu menurunkan berat badan

182
Bagi anda yang sedang menjalankan program diet, buah markisa dapat
dijadikan sebagai pendamping diet yang tepat. Hal ini dikarenakan buah
markisa kaya akan serat dan vitamin C serta rendak lemak, sehingga sangat
ampuh dalam membantu membakar lemak di dalam tubuh.
8. Sumber energy
Bagi anda yang mengalami kelelahan akibat aktivitas yang terlalu berat, maka
dengan mengkonsumsi buah markisa dapat membangkitkan kembali stamina
tubuh yang hilang. Selain itu, buah markisa kaya akan kandungan mineral yang
sangat bermanfaat untuk mencegah dehidrasi.
B. Manajemen
1. Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata manage yang artinya mengatur, mengurus
atau mengelola.
Manajemen dapat diartikan sebagai:
1. Manajemen sebagai suatu proses
2. Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen
3. Menajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu pengetahuan
(science)
George Robert Terry: manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan
terlebih dahulu dengan menggunakan kegiatan orang lain yang terdiri dari
tindakan-tindakan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penggerakan (actuating), dan pengendalian (controlling).
2. Tujuan Manajemen :
1. Untuk mencapai keteraturan, kelancaran, dan kesinambungan usaha untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Untuk mencapai efisiensi, yaitu suatu perbandingan terbaik antara input dan
output.
3. Fungsi Manajemen:
1. Perencanaan (planning)

183
Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan alternatif-alternatif,
kebijaksanaan-kebijaksanaan, prosedur-prosedur, dan program-program
sebagai bentuk usaha untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
4 (empat) tingkat kemampuan dasar dalam kegiatan perencanaan:
a. Insight: kemampuan untuk menghimpun fakta dengan jalan mengadakan
penyelidikan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang
direncanakan.
b. Forsight: kemampuan untuk memproyeksikan atau menggambarkan jalan
atau cara-cara yang akan ditempuh, memperkirakan keadaan-keadaan yang
mungkin timbul sebagai akibat dari kegiatan yang dilakukan.
c. Studi eksploratif: kemampuan untuk melihat segala sesuau secara
keseluruhan, sehingga diperoleh gambaran secara integral dari kondisi yang
ada.
d. Doorsight: kemampuan untuk mengetahui segala cara yang dapat
menyamarkan pandangan, sehingga memungkinkan untuk dapat mengambil
keputusan.
Planning jangka panjang memiliki 2 karakteristik utama, yaitu:
a Tujuan dan sasaran : merupakan dasar bagi strategi perusahaan
b Peramalan (forecasting) jangka panjang: langkah awal sebelum membuat
perencanaan.
2. Pengorganisasian (organizing)
Merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang
ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi
untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan
bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi. Dalam
pengorganisasian dikenal istilah KISS (koordinasi, integrasi, simplifikasi, dan
sinkronisasi) dalam rangka menciptakan keharmonisan dalam kegiatan
organisasi.
3. Pelaksanaan atau penerapan (actuating)
Merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh
komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja

184
secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat
mewujudkan tujuan.
4. Pengawasan (controlling)
Merupakan pengendalian semua kegiatan dari proses perencanaan,
pengorganisasian dan pelaksanaan, apakah semua kegiatan tersebut memberikan
hasil yang efektif dan efisien serta bernilai guna dan berhasil guna.
C. Perencanaan Produksi
1. Pengertian Perencanaan menurut para ahli
Berikut ini adalah beberapa pengertian perencanaan menurut beberapa
para ahli :
1. George R. Terry Perencanaan(1975) adalah pemilihan dan menghubungkan
fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan
dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-
kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil
tertentu.
2. Henry Fayol Perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan
organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program, prosedur,
metode, sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
3. Harold Koontz dan Cyril ODonnel Perencanaan adalah fungsi seorang
manajer yang berhubungan dengan memilih tujuan-tujuan, kebijakan-
kebijakan, prosedur-prosedur, program-program dari alternatif-alternatif yang
ada.
4. Drs. Ulbert Silalahi, M.A Perencanaan merupakan kegiatan menetapkan
tujuan serta merumuskan dan mengatur pendayagunaan manusia, informasi,
finansial, metode dan waktu untuk memaksimalisasikan efisiensi dan
efektivitas pencapaian tujuan.
5. Abdulrachman(1973) Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan
fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan
untuk melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.
6. Sondang P. Siagian(1994:108) Perencanaan dapat didefinisikan sebagai
keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang daripada hal-hal

185
yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka pencapaian
tujuan yang telah ditentukan.
7. Prajudi Atmosudirdjo Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang
sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan
bagaimana.
8. Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan Perencanan adalah sejumlah keputusan
mengenai keinginan dan berisi pedoman pelaksanaan untuk mencapai tujuan
yang diinginkan itu. Jadi, setiap rencana mengandung dua unsur, yaitu:
tujuan dan pedoman.
9. Melville Brance(1980) Perencanaan adalah proses aktifitas berkelanjutan dan
memutuskan apa yang dapat dilakukan dan diinginkan untuk masa depan serta
bagaimana mencapainya.
10. Peter Hall (1992) Perencanaan adalah penyusunan rangkaian tindakan secara
berurut yang mengarah pada pencapaian tujuan.
2. Pengertian produksi meurut para ahli :
Sofyan Assauri Pengertian produksi adalah sebagai berikut : Produksi
adalah segala kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility)
sesuatu barang atau jasa, untuk kegiatan mana dibutuhkan faktor-faktor produksi
dalam ilmu ekonomi berupa tanah, tenaga kerja, dan skill (organization,
managerial, dan skills). Sedangkan ahli lain mendefiniskan produksi sebagai
berikut : Produksi adalah segala kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan
atau menambah guna atas suatu benda, atau segala kegiatan yang ditujukan untuk
memuaskan orang lain melalui pertukaran. Murti Sumarti dan Jhon Soeprihanto
Produksi adalah semua kegiatan dalam menciptakan atau menambah kegunaan
barang atau jasa, dimana untuk kegiatan tersebut diperlukan faktor-faktor
produksi.
Dari pengertian perencanaan dan produksi di atas,maka dapat diartikan
bahwa Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari
berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas
proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang
diinginkan perusahaan. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan

186
pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture
menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu
kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri, perencanaan produksi suatu perusahaan
yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Banyak hal yang
menyebabkan perbedaan tersebut, bahkan pada perusahaan yang sejenis.
3. Tujuan Perencanaan Produksi
Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu
memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order
Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian dapat
disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan oleh sales department,
berdasarkan order yang telah diterima. Karena tujuan produksi dirumuskan
berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi
pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak
signifikan. Untuk mencapai tujuan, khususnya dalam perencanaan produksi dan
pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan
sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribus
4. Faktor-faktor Perencanaan Produksi
Dalam proses produksi, untuk menghasilnya produk yang berkualitas
harus mempertimbangkan berbagai faktor. Faktor-faktor yang dipertimbangkan
dalam menghasilkan produk tersebut meliputi:
1. Pasar yang baik di masa yang akan datang,
2. Siklus hidup produk,
3. Arus kas, dan
4. Kemampuan organisasi.
Konsep produk dikembangkan dari sumber yang bervariasi, yang berasal dari
dalam dan luar perusahaan. Konsep yang dapat lolos pada tahapan ide produk,
berproses melalui berbagai tahap, dengan pengkajian secara terus-menerus,
umpan balik dan evaluasi dalam lingkungan yang sangat partisipatif untuk
meminimumkan kegagalan.

187
5. Tahap-tahap Perencanaan Produksi
Tahap-tahap perencanaan produksi dimulai dari ide produk digambarkan
sbb:

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 1. Tahap Perencanaan Produk
Keterangan:
1. Ide Produk
Ide Produk disusun berdasar dorongan pasar yaitu kebutuhan konsumen,
dorongan teknologi yaitu kemampuan perusahaan dalam riset dan
pengembangan, dan koordinasi antar fungsi manajemen yaitu keuangan,
pemasaran, dan personalia.
2. Seleksi Ide Produk
Seleksi Ide Produk disusun berdasar atas evaluasi dari pasar tentang
kebutuhan konsumen untuk menyerap hasil produksi, secara teknis
operasional dipertimbangkan kemampuan perusahaan menghasilkan
produk dengan fasilitas yang ada dan kemampuan memperoleh bahan baku
dan bahan pembantu. Seleksi ide produk juga didasarkan pada keadaan
keuangan perusahaan, dengan mempertimbangkan hasil yang diperoleh akan
menguntungkan atau tidak.
3. Desain awal
Desain awal atau rancang bangun awal mempertimbangkan beberapa
tujuan yaitu manfaat produk, fungsi barang apakah fiingsi utama atau

188
sekunder, style, seni atau keindahan barang dengan melihat keseimbangan
biaya, kualitas, dan performance produk.
4. Prototype
Pada tahap ini perusahaan mengadakan percobaan kemampuan dan kekuatan
produk, kemudian dicari kelemahan dan dianalisis keindahan bentuknya.
5. Testing
Hasil prototype dicoba fungsinya dalam berbagai keadaan yang mungkin
terjadi apakah memenuhi syarat atau tidak.
6. Desain Akhir
Pada tahap desain akhir, produk yang telah melewati tahap testing
disempurnakan sesuai dengan hasil uji yang telah dilakukan.
7. Implementasi
Tahap ini adalah tahap terakhir pembuatan produk. Pada tahap ini, perusahaan
memulai proses produksi, dilihat masa depan pemasarannya (bagaimana reaksi
konsumen dan kemantapan di pasar).

6. Pendekatan atau kebijakan dalam Penyusunan Perencanaan/Anggaran Produksi


Ada 3 cara pendekatan atau kebijakan dalam penyusunan anggaran prduksi:
1. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat prduksi (prductin stability
cncern approach)
Yang dimaksud dengan mengutamakan stabilitas produksi adalah
perkembangan yang stabil dari jumlah yang diproduksi di waktu yang akan
datang,sehingga walupun terjadi fluktuasi penjualan,jumlah unit tetap sama.
2. Kebijakan pengendalian tingkat persediaan (inventory control)
Disini perkembangan jumlah unit yang diprduksi dibiarkan berfluktuasi,tetapi
tingkat persediaan diusahakan stabil dari waktu ke waktu. Cara yang
dilakukan adalah persediaan awal dan persediaan akhir(dengan waktu
bulanan,triwulan,semester,dll)
3. Kebijakan kombinasi,dimana tingkat persediaan maupun tingkat produksi
sama-sama berfluktuasi pada batas-batas tertentu.

189
Disini meskipun telah ditetapkan dengan cara kombinasi,tetapi perusahaan
masih harus menetapkan asumsi-asumsi lain agar dapat dicapai keseimbangan
yang optimum antara tingkat penjualan,persedian,dan produksi
D. Label
Sebagai konsumen yang baik, kita harus membaca label terlebih dahulu
untuk mengetahui kandungan apa saja kah yang terdapat dalam makanan
tersebut.
1. Pengertian,Bentuk dan Fungsi Label
Label merupakan keterangan yang melengkapi suatu kemasan barang
yang berisi tentang bahan-bahan yang digunakan untuk membuat barang
tersebut, cara pengggunaan, efek samping dan sebagainya.
Bentuk-bentuk label yang sering digunakan pada produk-produk dipasaran:
1) Tanda dengan tulisan.
2) Gambar pada kemasan makanan minuman dan barang yang lain.
3) Brosur atau selebaran yang dimasukkan kedalam wadah atau
pembungkus.
Beberapa fungsi label pada suatu produk :
1) Merupakan salah satu bentuk perlindungan pemerintah kepada para
konsumen yang baru.yang berupa pelaksanaan tertib suatu undang-undang
bahan makanan dan minuman atau obat.dalam hal ini pemerintah
mewajibkan produsen untuk melekatkan label/etiket pada hasil produksinya
sesuai dengan peraturn yang tercantum dalam undang-undang bahan makan.
2) Dengan melekatkan label sesuai dengan peraturan berarti produsen
memberikan keterangan yang diperlakukan oleh para konsumen agar dapat
emilih memebeli serta meneliti secara bijaksana
3) Merupakan jaminan bahwa barang yang telah dipilih tidak berbahaya bia
digunakan ,untuk megatasi hal ini maka para konsumen mmembiasakan diri
untuk membaca label terlebih dahulu sebelum membelinya
4) Bagi produsen label dipergunakan untuk alat promosi dn perkenalan
terhadap barang tersebut. Dengan demikian para konsumen membiasakan
diri untuk membaca label tersebut karena dengan mambaca label akan

190
diketahui isi bungkusan /wadah barang tersebut.hampir semua makanan
jadiyang dijual berada dalam kemasan sehingga konsumen tidak dapat
memeriksa apa dan bagaimana keadaan isinya waktu membeli.
2. Hal-hal yang dicantumkan di Label
1) Nama barang
2) Merk barang
3) Nomor kode pendaftaran/ ragister
4) Nomor kode produksi
5) Berat bersih isi wadah
6) Komposisi hendaknya nama dari setiap kompponen disebutkan dalam
urutan yang tepat menuru beratnya masing-masing
7) Kepekaan dan sifat bahan makanan
8) Alamat lengkap produsen dan penyalur
9) Dalam hal tertentu perlu dicantumkan cara pemakaiannya
10) Tanggal kadaluwarsa perlu dicantumkan
11) Netto
12) Peringatan terhadap akibat sampingannya
13) Cara penyimpnan dan pemeliharaan nya .
14) Barang-barang yang mahal perlu diberi manual
15) Peringatan(awas bahaya obat keras dan sebagainya)
16) Layanan konsumen
17) Label SNI

191
TUJUAN DAN MANFAAT
A. Tujuan
1. Makalah ini disusun bertujuan untuk menjelaskan perencanaan produksi
yang akan diterapkan pada usaha perkebunan markisa di Perum Mega
Asri.
2. Makalah ini juga membahas tentang kegiatan manajemen terkait fungsi
POAC yang akan diimplementasikan ke usaha perkebunan markisa.
3. Pembuatan makalah ini untuk memberikan label minuman markisa yang
telah diproduksi .
B. Manfaat
Adapun beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Bagi peneliti :
1. Makalah ini disusun untuk memenuhi syarat dan sebagai tugas yang
diberikan oleh Dosen dalam memenuhi syarat mengembangkan materi yang
diberikan sebagai bahan diskusi.
2. Dan bagi kami pribadi sebagai mahasiswa diharapkan makalah ini dapat
membantu kami dalam menjalankan tugas diskusi.
3. Penelitian ini dapat digunakan untuk mempraktekkan apa yang diajarkan
oleh dosen..
4. Mencapai tujuan yang diharapkan sesuai yang diinginkan.
Bagi pemilik usaha:
1. Mampu membuat dan menerapkan perencanaan produksi perkebunan
markisa, sehingga menjadi maksimal.
2. Mampu menerapkan fungsi manajemen terkait POAC kedalam usaha
markisa.
3. Mampu membuat label dengan tahap-tahap sesuai dengan yang dijelaskan.
Bagi pembaca :
1. Para pembaca yang dominan dari kaula mahasiswa bisa digunakan untuk
langkah menuju ke pengetahuan yang lebih luas.

192
METODE PENELITIAN
A. Teknik Pengumpulan Data
1. Jenis Data
Sehubungan dengan hal tersebut,maka pengumpulan data dalam penyusunan
makalah ini penulis menggunakan metode sebagai berikut :
a. Studi Kepustakaan ((library Study)
Yaitu sebelum melakukan penelitian penulis mempelajari beberapa buku
bacaan-bacaan atau literature yang berhubungan dengan penelitian ini.
b. Penelitian di Lapangan (field Research)
Yaitu sebelum melakukan penelitian langsung ke obyek penelitian untuk
mendapatkan data yang diperlukan,adapun metode pengumpulan data yang
penulis gunakan antara lain:
1. Wawancara (interview)
Menurut Lexy J Moleong (1991:135) dijelaskan bahwa wawancara adalah
percakapan dengan maksud-maksud tertentu. Pada metode ini peneliti dan
responden berhadapan langsung (face to face) untuk mendapatkan informasi
secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan
permasalahan penelitian.
Menurut Sutrisno Hadi ( 1989:192 ), wawancara, sebagai sesuatu proses
tanya-jawab lisan, dalam mana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara
fisik, yang satu dapat melihat muka yang lain dan mendengarkan dengan telinga
sendiri suaranya, tampaknya merupakan alat pemgumpulan informasi yang
langsung tentang beberapa jenis data social, baik yang terpendam (latent) maupun
yang memanifes. Wawancara adalah alat yang sangat baik untuk mengetahui
tanggapan, pendapat, keyakinan, perasaan, motivations, serta proyeksi seseorang
terhadap masa depannya ; mempunyai kemampuan yang cukup besar untuk
menggali masa lalu seseorang serta rahasia-rahasia hidupnya. Selain itu
wawancara juga dapat digunakan untuk menangkap aksi-reaksi orang dalam
bentuk ekspresi dalam pembicaraan-pembicaraan sewaktu tanya-jawab sedang
berjalan. Di tangan seorang pewawancara yang mahir, wawancara merupakan alat
pengumpulan data yang sekaligus dapat mengecek dan sebagai bahan ricek

193
ketelitian dan kemantapannya. Keterangan-keterangan verbal dicek dengan
ekspresi-ekspresi muka serta gerak-gerik tubuh, sedangkan ekspresi dan gerak-
gerik dicek dengan pertanyaan-verbal. Wawancara yang baik menurut Mike
Francher yaitu wartawan memberikan kesempatan kepada narasumber untuk
mengatakan apa yang sebenarnya dipikirkan, bukan memikirkan apa yang mau
dikatakan.
2. Observasi
Pengertian Observasi adalah Proses pengamatan dan pencatatan secara
sistematis mengenai gejala-gejala yang diteliti. Observasi ini menjadi salah satu
dari teknik pengumpulan data apabila sesuai dengan tujuan penelitian, yang
direncanakan dan dicatat secara sistematis, serta dapat dikontrol keandalan
(reliabilitas) dan kesahihannya (validitasnya). (Husaini Usman dan Purnomo,
2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta)
3. Dokumentasi
Dokumetasi adalah kumpulan data yang berbentuk nyata dan diperoleh
berdasarkan sistem pengelolaan data yang disebut dengan proses dokumentasi.
Tanpa adanya dokumentasi, data tersebut tidak akan menjadi sebuah dokumen
yang real. Dan menurut para ahli, dokumentasi adalah proses yang dilakukan
secara sistematis mulai dari pengumpulan hingga pengelolaan data yang
menghasilkankumpulan dokumen. Dokumentasi itu sendiri tujuannya adalah
untuk memperoleh dokumen yang dibutuhkan berupa keterangan dan hal-hal yang
membuktikan adanya suatu kegiatan yang didokumentasikan.
Proses dokumentasi dilakukan melalui beberapa tahapan penting untuk
mendapatkan kumpulan data yang nantinya menjadi sebuah dokumen. Tahapan
dokumentasi tersebut diantaranya adalah:
1. Mencari dan mencatat data sebanyak-banyaknya,

2. Mengumpulkan data tersebut menjadi satu kesatuan,

3. Mengolah dan memproduksinya dalam bentuk dokumen,

4. Membagi dan menyebarluaskan dokumen hasil proses dokumentasi kepada


pihak-pihak yang diperkenankan dan mempunyai kepentingan tertentu,

194
5. Mengamankan dan menyimpan keseluruhan dokumen yang telah dibuat agar
terpelihara dengan baik bila sewaktu-waktu dibutuhkan kembali.
2. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini di peroleh dari para warga yang ada di
Perumahan Mega Asri Larangan.
a. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh instansi baik dengan observasi
maupun kegiatan wawancara.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data berupa catatan dokumen laporan maupun arsip
resmi di instansi.
B. Teknik Analisis Data
Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Analisis Kualitatif adalah nilai dari perubahan-perubahan yang
tidak dapat dinyatakan dalam angka,melainkan memberikan uraian-uraian
sesuai dengan kenyataan dan keadaan yang sebenarnya terjadi pada objek
penelitian.
C. Lokasi dan Waktu Penelitian
a. Lokasi dari obyek penelitian adalah Perumahan Mega Asri, Kecamatan
Larangan, Kabupaten Sidoarjo.
b. Waktu penelitian ini di laksanakan mulai bulan november sampai
desember 2015.

195
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM PERKEBUNAN MARKISA


Perkebunan markisa merupakan salah satu usaha yang memproduksi buah
Markisa yang terletak di Perumahan Mega Asri, Desa Larangan, Kec. Candi,
Sidoarjo. Perkebunan ini awal mulanya didirikan oleh Ibu Tutuk pada tahun 2011.
Dahulu Ibu Tutuk hanya sekedar menanam Markisa, namun setelah merasakan
hasil panen yang memuaskan, beliau memberikan beberapa buah ke tetangga
untuk lebih dikembangkan lagi.

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 2. Denah lokasi Perumahan Mega asri

196
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 3. Lokasi Penelitian
Tetapi ada beberapa kendala yang menjadi hambatan usaha ini untuk lebih
maju, yakni terbatasnya lahan yang dimilikinya. Maka dari itu, dengan
memberikan bibit markisa ke tetangganya, diharapkan setiap lahan yang ditanami
akan menghasilkan panen yang cukup. Kemudian saat musim panen tiba, warga
bingung dengan menumpuknya buah markisa yang banyak, akhirnya
dikemukakan ide yang berasal dari Bapak RT setempat. Ide tersebut ialah
menjadikan buah markisa sebagai produk minuman yang sehat. Akhirnya
dijalankan ide tersebut sampai saat ini, tetapi belum ada perkembangan karena
minuman ini tidak untuk dijual, melainkan sebagai konsumsi masyarakat saja.

197
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 4. markisa hijau di Mega Asri
Jenis markisa yang dibudidayakan di Mega Asri ada dua macam, yakni
markisa merah dan hijau. Tetapi yang dijadikan untuk bahan produksi minuman
adalah markisa hijau karena rasa dari markisa hijau sedikit ada asamnya.
Kandungan vitamin dari markisa hijau juga lebih banyak daripada yang merah,
oleh karena itu, markisa hijau lebih disukai masyarakat disana.

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 5. Biji kering buah markisa
Pohon markisa di perumahan mega asri ini mulai ditanam pada bulan
Maret tahun 2011. Cara menanamnya cukup mudah yaitu menyemaikan bijinya.
Biji kering ini didapat dari seorang kolega yang sudah pernah menanam pohon
markisa. Biji markisa yang didapat itu lalu ditanam di tanah dalam pot bekas
minuman air mineral. Masing-masing pot di isi dengan 3 4 biji buah markisa.

198
Karena tidak tahu media yang cocok dalam penyemaian biji tersebut, beliau
menjadi ragu apakah biji tersebut bisa berkecambah atau tidak. Akhirnya, beliau
menggunakan campuran pasir, pupuk kandang dan sekam sebagai medianya.
Kemudian biji itu mulai tumbuh sekitar 5-8 hari.

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 6. Kecambah yang baru tumbuh menjadi tanaman
Setelah kecambah tumbuh, dan daunnya menjadi 3 helai, pindahkan ke
tanah. Sebelumnya siapkan lubang tanah 30 x 30 cm, campurkan dengan pupuk
kandang yang sudah dibeli. Lalu, aduk tanahnya sehingga menjadi gembur.
Pindahkan 4 pohon markisa ke tanah dan waktu hingga markisa mulai tumbuh 4
bulan.
Setelah 4 bulan markisa tumbuh, bunga dari markisa mulai tampak. Saat
sedang memasuki musim hujan, bunga markisa mulai berguguran. Hal itu
mengakibatkan hanya 3 buah markisa yang berhasil tumbuh dengan baik. Beliau
sempat merasa kecewa karena dari sekian banyak bunga, hanya 3 buah yang
tumbuh. Pada Juli 2011, musim telah berganti, namun, buah markisa tetap tumbuh
dengan baik. Bahkan dari juluran-juluran baru tunasnya, banyak muncul bakal
bunga. Ada harapan baru, ketika satu per satu bunganya menjadi buah mungil dan
kemudian menjadi buah. Buah yang dihasilkan dari per pohonnya bisa mencapai
100 buah.

199
B. PRODUKSI MINUMAN MARKISA
Hasil panen buah markisa yang ada diperumahan Mega Asri dijadikan
minuman, selai, sirup dan pudding. Dan mempunyai komposisi sebagai berikut:
1. MINUMAN MARKISA
Bahan- bahan minuman Markisa :
1. Gelas saji plastik
2. Air matang
3. Gula pasir
4. Buah markisa kuning, yang telah dipisahkan dari kulitnya.
Cara Membuat Minuman Markisa :
Pertama- tama campur air, sari buah markisa dan larutan gula. Aduk rata hingga
tercampur sempurna, kemudian masukkan campuran tersebut kedalam gelas
plastik sesuai takaran.

Sumber : Peneliti (2015)


Gambar 7. Hasil produksi minuman markisa

200
2. SELAI MARKISA
Bahan-bahan pembuatan selai markisa :
1. Buah Markisa Kuning/Merah
2. Rumput laut putih
3. Gula
4. Air
Cara Membuat :
1. Rebus daging markisa yang telah dipisahkan dari kulit dan bijinya dengan air
sampai mendidih, lalu saring.
2. Panaskan hasil dari sari markisa tadi lalu dicampur dengan rumput laut, beri
gula.
3. Aduk terus sampai rumput laut menjadi berbentuk seperti gel.
4. Setelah bentuknya seperti gel, tiriskan.
5. Masukkan dalam toples kaca dan tutup. Simpan dalam lemari es, dan siap
disajikan dengan berbagai macam kue.
3. SIRUP MARKISA
Bahan Sirup :
1. Markisa kuning/merah yang segar
2. Air
3. Gula Pasir
Cara Membuat Sirup :
1. Campur isi markisa kuning/merah dan air lalu diblender.
2. Tuang ke dalam panci, masukan gula pasir dan air, sisanya rebus hingga
mendidih.
3. Buang buihnya lalu saring dengan saringan halus.
4. Hidangkan bersama es.

201
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 8. Sirup markisah buatan salah satu warga Perumahan Mega Asri
4. PUDDING MARKISA :
Bahan-bahan Puding Markisa :
1. Air
2. Agar-agar bubuk
3. Jeli instant
4. Sirup markisa
5. Buah markisa kuning/merah, kerok
6. Susu cair
7. Cokelat cooking potong-potong
Cara Membuat Puding Markisa :
1. Rebus air, agar-agar dan jeli instant sambil diaduk hingga mendidih.
Masukkan sirup markisa, aduk rata. Tambahkan sari buah markisa, aduk rata.
Tuang di cetakan, biarkan setengah beku
2. Rebus susu, gula, jeli instant. Aduk-aduk, masak hingga mendidih. Masukkan
potongan cokelat, aduk-aduk hingga coklat larut. Tuang di atas puding yang
sudah beku, biarkan beku.
3. Hidangkan.

202
C. Perencanaan/Anggaran Produksi Minuman Markisah
Peneliti ingin membuatkan suatu perencanaan produksi untuk usaha
perkebunan markisa. Peneliti berharap dengan adanya suatu perencanaan produksi
ini bisa bermanfaat untuk pengembangan usaha markisa dari tahun ke tahun
khususnya yang ada di perumahan Mega Asri, Sidoarjo.
Perencanaan produksi ini dibuat berdasarkan tahapan-tahapan yang telah
direncanakan secara sistematis. Dan sebagai contoh perencaan produksi ini dibuat
untuk jangka waktu satu tahun. Selama satu tahun masa panen bisa dilakukan 2x
panen.
Komponen-komponen dalam pembuatan perencanaan produksi terdiri dari
persediaan awal, persediaan akhir, serta anggaran/rencana tingkat penjualan.
Penyusunan rencana produksi ini didasarkan pada tingkat penjualan yang
diinginkan oleh perusahaan. Penjualan yang diharapkan dalam 6 bulan sebesar
275, sedangkan 6 bulan selanjutnya bertambah sebesar 350. Untuk bisa
memahami secara rinci bisa dilihat penyusunan anggaran sebagai berikut :
Anggaran Penjualan tahun 2016
Periode Januari-Juli = 275 unit
Periode Agustus-Desember = 350 unit
Persediaan akhir tahun 2015 sebesar 50 unit
1. Tingkat Kebutuhan Produksi Minuman Markisa yang dibutuhkan untuk
penjualan periode Januari-Juli :
Anggaran penjualan periode Jan-Jul = 275 unit
Persediaan awal Jan 2016 = 50 unit
Kebutuhan Produksi = 225 unit
2. Sisa penjualan pada akhir Juli menjadi persediaan awal untuk periode
selanjutnya, yakni sebesar 25 unit
Tingkat Kebutuhan Produksi Minuman Markisayang dibutuhkan untuk
penjualan periode Agustus-Desember :
Anggaran penjualan periode Agust-Des = 350 unit
Persediaan awal Agustus 2016 = 25 unit
Kebutuhan Produksi = 325 unit

203
Analisanya adalah dengan menggunakan perencanaan produksi ini bisa menjadi
acuan bagi usaha perkebunan markisa. Jadi, dengan acuan ini perusahaan bisa
mengoptimalkan dari proses pembibitan hingga masa panen sehingga panen yang
didapatkan bisa banyak, serta dari sisi penjualan juga harus meningkat dari tahun
ke tahunnya. Hal ini bisa memacu semangat sumber daya manusia yang ada
disana dan menjadikan usaha ini menjadi berkembang dan dikenal masyarakat.
D. Fungsi Manajemen Pada Produksi Minumam Markisa
Setelah membahas tentang perencanaan produksi minuman markisa, peneliti
juga menerapkan fungsi manajemen yakni perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengawasan (POAC).
A. Perencanaan
Perencanaan adalah sesuatu kegiatan merancang segala usaha kita ke
depan. Jadi jika perusahaan ingin memproduksi dalam skala banyak, maka
kita harus membuat rencana produksi untuk tahun mendatang. Tidak hanya
itu dari proses pembibitan hingga panen juga harus diprediksi dari awal. Dan
produk seperti apa yang diinginkan juga harus direncanakan. Tetapi tentu saja
dalam melakukan fungsi manajemen perencanaan ini juga diperlukan
beberapa pihak supaya rencana kita menjadi matang.
B. Pengorganisasian
Setelah fungsi manajemen perencanaan di buat barulah fungsi
pengorganisasian. Seorang pemilik usaha/manajer harus membuat divisi-
divisi apa saja yang diperlukan dalam usahanya. Selain itu, kayawan-
karyawanya juga harus mampu dalam melakukan tugas sesuai divisi yang
telah ditetapkan oleh si manajer. Semisal dalam usaha markisa manajer
membentuk devisi penyuplay bibit markisa (divisi yang mengatur dalam
perolehan bibit tanaman markisa kemudian disalurkan ke divisi penanaman).
Divisi penanaman (divisi yang melakukan proses penanaman bibit markisa
sampai proses panen tiba dan buah markisa tersebut di suplay ke devisi
produksi). Divisi produksi minuman (divisi yang membuat suatu produk
minuman supaya bisa menrik). Divisi pemasaran (divisi yang mencari

204
sasaran pasar yang pas untuk produk minuman markisa). Divisi keuangan
(divisi yang mengatur jalannya keuangan dari proses awal hingg akhir) .
C. Pelaksanaan
Fungsi ketiga ini merupakan kunci dari kesuksesan suatu usaha tersebut.
Setiap sumber daya yang ada dalam usaha perkebunan markisa itu harus
melakukan tugas sesuai divisi masing-masing dengan maksimal. Sehingga
tujuan dan target yang telah direncanakan bisa tercapai dengan efektif dan
efisien.
D. Pengawasan
Fungsi ini berkaitan dengan pemilik usaha/manajer.karena setiap jalannya
kegiatan dari awal hingga akhir diawasi dan dikontrol oleh manajer tesebut.
Sehingga jika ada kekeliruan bisa langsung diatasi. Setelah semua berjalan
sesuai rencana,semua devisi harus melaporkan kegiatan yang mereka
lakukan sehingga pemilik terus bisa membuat rencana untuk tahun
selanjutnya dengan acuan laporan kegiatan sebelumnya.
E. Pembuatan Label Pada Minuman Markisa
Pada jaman modern saat ini, telah banyak perusahaan-perusahaan yang
menggunakan label pada produk mereka. Hal itu bertujuan sebagai identitas dari
produk tersebut dan untuk menarik minat/daya beli para konsumen. Dengan
semakin banyak para pesaing usaha disekitar, perusahaan mendesain label sebaik
mungkin.
Untuk itu, peneliti telah membuatkan label minuman markisa pada produk
dari Bapak Suud. Diharapkan dengan adanya label minuman markisa ini, produk
yang dibuat oleh pengusaha bisa di kenal oleh masyarakat luas dan semakin
banyak konsumen yang membeli produk tersebut. Berikut ini adalah gambar label
yang dibuat peneliti untuk diberikan kepada pengusaha minuman markisa.

205
Sumber : Peneliti (2015)
Gambar 9. Label yang akan diberikan pada pengusah minuman buah markisa
Peneliti berharap dengan adanya pemberian label pada produk minuman markisa
ini, bisa menjadikan pengusaha lebih banyak memproduksi minuman markisa
agar bisa di perjual belikan di pasaran atau pun di toko-toko,dan mempunyai
banyak peminat baik dari kalangan anak kecil,remaja ataupun orang tua.

206
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
1. Perencanaan produksi dikatakan sebagai proses/program-program yang
disusun oleh suatu perusahaan dalam menentukan jumlah/target produksi
yang akan dicapai di masa datang (Henry Fayol). Penelitian ini
difungsikan sebagai dasar bagi UKM Markisa untuk menetapkan target
produksi, sehingga kinerja lebih teratur, UKM menjadi berkembang dan
tujuan untuk mendapatkan profit semakin mudah tercapai.
2. Fungsi Manajemen merupakan suatu kegiatan yang dirancang mulai dari
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan
(actuating), dan pengendalian (controlling) (George R. Terry). Fungsi
POAC ini menjadi rencana peneliti dalam mengembangkan UKM
Markisa, yang didalamnya terkait perencanaan dari bibit apa yang
digunakan, proses-proses penanaman, hingga proses produksi buah
markisa menjadi minuman. Tidak hanya penerapan fungsi POAC, peneliti
juga memberikan Label minuman markisa sebagai daya tarik beli
konsumen dan identitas minuman dari Perumahan Mega Asri.
B. Saran
1 Saran bagi Pemerintah
Diharapkan kesadaran pemerintah untuk membuka mata dan melihat
kondisi masyarakat kecil yang pada dasarnya mereka bisa mendirikan
suatu usaha dan mampu memberikan income bagi Indonesia. Bantuan-
bantuan kecil sangat diharapkan bagi mereka dan mengedepankan produk
dalam daripada harus mengimpor produk luar.
2 Saran bagi Warga sekitar
Partisipasi dari masyarakat sekitar sangat dibutuhkan bagi pengembangan
usaha budidaya Markisa. Dengan keterbatasan lahan yang dimiliki UKM
tersebut, masyarakat sekitar diharapkan mampu membuka jalan untuk mau
membantu menanam bibit markisa di lahan yang mereka miliki.

207
3 Saran bagi Target UKM
Jika ada profit lebih, pemilik UKM bisa mengalokasikan ke saving
(tabungan jangka panjang). Hal itu digunakan untuk pengembangan lahan
UKM.

208
V. TEMPAT SAMPAH KARET PRODUKSI UD. TUNAS HARAPAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemasaran adalah suatu proses kegiatan usaha untuk melaksanakan rencana-
rencana strategis yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan konsumen yang
akan dipuaskan, pembuatan produk dijual, penentuan harga yang sesuai,
penentuan cara-cara promosi dan penyaluran distribusi yang tepat. Dalam
pemasaran produk, perusahaan harus mengembangkan produknya atau biasa
disebut berinovasi. Inovasi sendiri adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari
yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya. Orang atau wirausahawan
yang slalu berinovasi, maka ia dapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang
inovatif. Seseorang yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan,
menyajikan sesuatu yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. Inovatif
juga merupakan sikap penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang
wirausahawan.
Wirausahawan yang slalu melakukan inovasi dalam ushanya maka
keuntungan dan kesuksesan akan ia dapat. Inovatif merupakan implikasi dari
karakteristik wirausahawan yang mampu membawa perubahan pada lingkungan
sekitarnya. Inovatif secara tidak langsung menjadi sifat pembeda antara
wirausahawan dengan orang biasa, maupun pengusaha. Seorang wirausahawan
akan selalu memikirkan untuk melakukan sesuatu yang berbeda, tidak seperti
yang dipikirkan dan dilakukan oleh kebanyakan orang. kreatif dan inovatif adalah
suatu kemampuan untuk memindahkan sumber daya yang kurang produktif
menjadi sumber daya yang produktif sehingga memberikan nilai ekonomis.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa inovasi penting bagi bisnis Anda .
Yang pertama Inovasi dibutuhkan agar bisnis Anda selalu relevan bagi
konsumen. Semakin hari konsumen semakin memiliki karakter yang senang
menggunakan produk-produk yang praktis. Yang kedua mengganti produk yang
masa hidupnya pendek. Yang ketiga Memberikan untung lebih besar. Setiap kali
kita meluncurkan produk baru secara tidak langsung hal ini juga akan
meningkatkan keuntungan yang lebih besar.

209
Dengan inovasi wirausahawan dapat terus bersaing dalam menjual
produknya karena produk akan terus berkembang dan berubah-ubah sehingga
konsumen tidak akan bosan dengan produk tersebut. Begitupun juga dengan
kerajinan ban bekas (UD. Tunas Harapan) dalam usaha milik Bapak M. Taufiq
yang harus terus berinovasi agar menciptakan hal baru dalam kerajinan ban bekas.
Selain dengan inovasi wirausahawan harus dapat memasarkan produknya dengan
baik. Dijaman yang modern seperti saat ini yang serba dengan kepraktisan
wirausahawan juga akan berkembang dengan cara memasarkan. Selain dengan
media iklan di televisi, pemasaran kini bisa juga dengan internet. Pemasaran
dengan internet atau internet marketing adalah pemasaran secara online melalui
internet. Atau dengan kata lain menjual produk atau jasa dengan media internet
sehingga pertemuan penjual dan pembeli dilakukan secara online.Selama ini
sistem pemasaran UD. Tunas harapan hanya menggunakan kartu nama dan
pemasaaran secara mulut ke mulut. Padahal hal itu tidak begitu efektif dijaman
yang modern seperti sekarang , oleh karena itu UD. Tunas Harapan memerlukan
Internet Marketing untuk meningkatkan penjualannya. Berdasarkan pendapat
Mohammed et al. (2003,96-97) pengaruh internet marketing terhadap strategi
pemasaran perusahaan beberapa cara, yakni Peningkatan segmentasi Dengan
adanya internet segmentasi pasar semakin luas, karena jangkauan pemasaran
semakin luas. Internet tidak membatasi luasnya jangkauan pemasaran karena
seluruh konsumen di seluruh dunia dapat mengaksesnya dengan mudah.
Mengembangkan strategi lebih cepat dalam cycle time Dengan adanya alur
perputaran waktu yang lebih cepat dan mudah maka strategi pemasaran dapat
dengan lebih cepat pula dikembangkan. Peningkatan pertanggung jawaban dari
usaha pemasaran Informasi yang dapat diperoleh dengan cepat dan mudah dapat
meningkatkan strategi perusahaan untuk dapat lebih meningkat. Sehingga
pemasaran dapat dilakukan dengan lebih transparan. Peningkatan integrasi
strategi pemasaran dengan strategi operasional bisnis. Adanya integrasi antara
strategi pemasaran perusahaan dan strategi pemasaran melalui internet akan
meningkatkan strategi bisnis dan strategi operasional.

210
B. Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis akan menjelaskan bagaimana cara untuk
meningkatkan penjualan dan memberikan inovasi produk dalam UD. Tunas
Harapan dan memberikan pengajaran tentang internet marketing kepada pemilik
UD. Tunas Harapan yakni Bapak M. Taufiq.
Rumusan masalah yang akan diangkat peneliti dalam penelitian ini adalah:
a. Bagaimana meningkatkan inovasi produk yang ada di dalam UD. Tunas
Harapan?
b. Bagaimana menerapkan internet marketing kepada UD. Tunas Harapan
untuk meningkatkan penjualan?

C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini tidak lain adalah untuk:
a. Membuat inovasi baru sehingga akan menambah lini produk yang ada dalam
UD. Tunas Harapan. Selama ini produk dalam perusahaan milik Bapak
Taufiq tersebut hanya membuat tempat sampah dari ban bekas yang diambil
kulit bagian dalamnya untuk dibentuk menjadi tempat sampah. Dan dengan
inovasi yang akan diterapkan UD. Tunas harapan akan menambah lini
produk baru sehingga penjualan perusahaan akan meningkat.
b. Dengan adanya penambahan lini produk baru maka strategi pemasaran juga
harus menerapkan strategi baru, selama ini UD. Tunas harapan hanya
menerapkan strategi pemasaran mouth to mouth (sistem pemasaran dari
mulut ke mulut). Strategi ini mungkin kurang efektif untuk jaman sekarang
yang penuh dengan kepraktisan. Maka dari itu sistem pemasaran baru pun
akan diterapkan yaitu dengan internet marketing. tujuan Internet marketing
adalah untuk mempromosikan produk UD. Tunas Harapan. Karena
Perkembangan media internet ini sangat menguntungkan bagi perusahaan.
Sehingga dengan internet marketing penjualan UD. Tunas Harapan akan
meningkat.

211
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini akan memberikan manfaat bagi peneliti, pemilik
usaha maupun pembaca penelitian ini. Adapun beberapa manfaat yang dapat
diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bagi peneliti:
Penelitian ini dapat digunakan sebagai media untuk menambah wawasan
sekaligus sabagai tempat untuk mempraktekan sebagian ilmu yang telah diperoleh
selama masa kuliah. Dan memperoleh pengalaman untuk mendekatkan diri
kepada dunia usaha. Dan berharap suatu saat nanti akan memiliki suatu usaha
sendiri.
b. Bagi pemilik usaha:
Penelitian ini diharapkan dapat membantu UD.Tunas Harapan untuk
berinovasi agar produksi pada usaha tersebut tidak terpaku pada tempat sampah
saja, akan tetapi juga akan membuat produk baru yang juga memiliki bahan dasar
dari ban bekas juga.hal ini akan memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan
agar penjualan akan meningkat. Selain dengan inovasi UD. Tunas Harapan akan
membuat strategi pemasaran baru menggunakan internet sebagai media
memasarkan produknya. Karena pada jaman sekarang ini penjualan dengan
internet sudah menjamur, sehingga internet marketing diharapkan dapat
memberikan solusi baru bagi UD. Tunas Harapan untuk meningkatkan
penjualannya.
c. Bagi pembaca:
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca tentang
inovasi dan internet marketing. Dan harapannya pembaca akan mengeluarkan ide
atau inovasinya untuk menciptakan produk terbaru yang berguna bagi masyarakat.
Dan juga bisa memasarkannya dengan strategi internet marketing.

212
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tempat Sampah
Tempat sampah (bahasa Inggris: waste container) adalah tempat untuk
menampung sampah secara sementara, yang biasanya terbuat
dari logam atau plastik (wikipedia). Di dalam ruangan, tempat sampah umumnya
disimpan di dapur untuk membuang sisa keperluan dapur seperti
kulit buah atau botol. Ada juga tempat sampah khusus kertas yang digunakan di
kantor. Beberapa tempat sampah memiliki penutup pada bagian atasnya untuk
menghindari keluarnya bau yang dikeluarkan sampah. Kebanyakan harus dibuka
secara manual, namun saat ini sudah banyak yang menggunakan pedal untuk
memudahkan membuka tutup tempat sampah.Tempat sampah dalam ruangan
umumnya dilapisi kantong untuk memudahkan pembuangan sehingga tidak perlu
memindahkan tempat sampah ketika sudah penuh, cukup dengan membawa
kantong yang melapisi tempat sampah lalu menggantinya dengan yang baru. Hal
ini memudahkan pembuangan sampah. Beberapa tempat umum
seperti taman memiliki tempat sampah yang ditempatkan di sisi sepanjang jalan
yang secara frekuentif dapat ditemukan di sisi sepanjang jalan. Hal ini untuk
menghindari kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dapat mengganggu
keindahan dan kesehatan lingkungan serta etika sosial.
Semua sampah yang dikumpulkan umumnya diangkut menggunakan truk
sampah untuk dibawa ke insinerator, tempat pembuangan, atau penghancur
sampah. Di beberapa tempat juga ada pelayanan daur ulang, dengan satu atau
lebih tempat sampah yang dikhususkan untuk didaur ulang. Tempat sampah
khusus ini dicirikan (umumnya dengan warna) sesuai kategorinya yang
menentukan sampah jenis apa yang boleh dimasukkan. Material yang disediakan
tempat sampahnya diantaranya sampah jenis kertas, kaca, logam, plastik, dan
sampah yang dapat dikomposkan.

213
Tabel 1
Jumlah rata-rata sampah yang beredar disurabaya setiap harinya dan

jumlah sampah yang terangkut setiap harinya.(data tahun 2014)


Sumber: surabayanews.wordpress.com

Berdasarkan data Tabel 1, dapat dilihat bahwa persentase pengangkutan


sampah di Kota surabaya rata-rata baru mencapai 60%. Timbulan sampah (limbah
padat domestik) dari berbagai sumber di surabaya. Dari 60% sampah yang dapat
terangkut hanya diambil dari tempat sampah umum yang tersedia di setiap
wilayahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat untuk
membuang sampah pada tempat sampah. Maka dari itu masyarakat hendaknya
menyediakan tempat sampah yang banyak agar kesadaran masyarakat tentang
pentingnya membuang sampah pada tempat sampah. Selain itu pemerintah juga
bisa membuat program daur ulang sampah. berbagai komponen sampah
menyimpan potensi untuk dapat dimanfaatkan kembali, atau diolah untuk
menghasilkan produk baru non energi melalui proses recovery dan recycling.
Potensi reduksi sampah kota dapat ditetapkan berdasarkan material balance,
dengan memperhitungkan recovery factor setiap komponen sampah. Yang
dimaksudkan dengan recovery factor adalah prosentasi setiap komponen sampah
yang dapat dimanfaatkan kembali, di-recovery atau didaur ulang. Selebihnya
merupakan residu yang memerlukan pembuangan akhir atau pemusnahan. Pada
Tabel 2 dapat dilihat recovery factor dari jenis-jenis sampah yang telah dihitung di
Kota Surabaya.

214
Tabel 2
Jumlah prosentase sampah yang didaur ulang setiap harinya

Sumber: surabayanews.wordpress.com

Timbulan sampah di kota Surabaya yang berpenduduk 2,7 juta jiwa adalah
7.500 ton/hari (data tahun 2014). Dengan menggunakan nilai-nilai recovery factor
aktual yang dihitung dari pengaruh aktivitas sektor informal sebagaimana
tercantum pada Tabel 2, besarnya jumlah sampah kering yang dapat didaur ulang
di Surabaya adalah sebagai berikut: sampah plastik 109 ton/hari, sampah kertas
62,7 ton/hari, sampah gelas 25,7 ton/hari, dan logam 24,5 ton/hari. Jumlah total
reduksi aktual jenis-jenis sampah tersebut adalah 221,9 ton/hari atau 10.3% dari
jumlah timbulan sampah kota/hari.
Nilai daur-ulang jenis sampah kering sebesar 10,3% dari total sampah kota
bukan merupakan tingkat yang signifikan. Oleh karenanya, upaya reduksi dan
pemanfaatan sampah kota perlu difokuskan pula pada sampah basah, yang
dominan jumlahnya dalam sampah kota. Dengan menggunakan nilai recovery
factor potensial sebesar 0,80 untuk pemanfaatannya sebagai bahan baku kompos,
sebanyak 1251,4 ton sampah basah dapat direduksi setiap harinya. Jumlah ini
dapat mengurangi timbulan sampah kota sebanyak 1473,3 ton (68,3%), dan
meninggalkan 684,4 ton residu (31,7%) untuk diangkut ke TPA. Apabila strategi
reduksi sampah basah maupun sampah kering dapat dilakukan dengan baik, maka

215
selain diperoleh materi daur-ulang yang bemanfaat, juga kebutuhan biaya
penanganan sampah dan kebutuhan lahan TPA dapat dikurangi secara signifikan
(Sumber: surabayanews.wordpress.com)

B. Manfaat Tempat Sampah


Tempat sampah menurut Yetti Oktavia dalam blognya
(www.tempatsampah.org) selain dijadikan media pembuang sampah, ada
beberapa manfaat lain yang dapat diberikan oleh tempat pembuangan sampah
kepada lingkungan sekitar, diantaranya adalah:
a. Sarana edukasi
Bagi anda yang memiliki anak-anak yang masih dalam tahap belajar dan
mengenali sesuatu di usia mereka, media tempat pembuangan sampah dengan
berbagai desain bahan dan warna akan membantu anda dalam mendidik buah hati
akan kebersihan dan menumbuhkan kepeduliannya terhadap lingkungan. Anda
dapat mengenalkan pada buah hati anda mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
sampah. Mulai dari bagaimana cara memilah sampah berdasar materialnya,
bagaimana pemanfaatan sampah dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana cara
mereka menghormati orang-orang yang membersihkan sampah tanpa kenal lelah
setiap harinya. Disamping mengajarkan akan pentingnya lingkungan yang bersih
untuk kesehatan buah hati, anda juga akan mengajarkan kepada mereka
bagaimana cara bersikap di lingkungan sosial terkait sampah. Dengan demikian
tanpa sadari anda akan mengasah ketajaman cara berpikir anak dan melatih
keseimbangan aktivitas antara sel saraf motorik serta sensorik dalam tubuh.
b. Sarana promosi produk
Dengan kemajuan teknologi desain yang ada sekarang ini, promosi sebuah
produk tidak hanya dapat dilakukan dengan menyebar brosur, pamflet, atau
memasang baliho di jalan-jalan utama. Promosi sebuah produk consumer goods
dapat juga diiklankan dalam bentuk gambar yang unik di sebuah tempat
pembuangan sampah berbahan metal atau plastik. Selain menyadarkan setiap
orang untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, ketika ada gambar yang
menarik terlukis pada tong sampah, mau tidak mau para konsumen akan

216
melihatnya dan rasa penasaran yang timbul pun akan membuat banyak konsumen
yang ingin mencoba produk yang diiklankan di tempat sampah tersebut saat sudah
dirilis. Sebagai media promosi, tong sampah juga dapat dikatakan cara marketing
yang cukup strategis mengingat lokasinya yang akan selalu ada di tempat yang
banyak dikunjungi orang seperti stasiun, bandara, atau pusat perbelanjaan.
c. Pembuat kompos
Tahukah anda jika anda dapat membuat kompos yang terbuat dari kumpulan
sampah organik seperti sisa daun atau sampah makanan yang terlebih dahulu
dikeringkan dengan menggunakan tempat pembuangan sampah yang terbuat dari
bahan plastik PPE atau yang memiliki ketebalan bahan diatas 3mm. Membuat
kompos organik dengan menggunakan tambahan ragi yang didiamkan didalam
sebuah tempat pembuangan sampah organik selama sekitar seminggu tidak akan
menjadikan sampah menjadi sangat bau atau berpenyakit karena pastinya tong
sampah yang digunakan tertutup rapat. Pembuatan kompos yang ramah
lingkungan dengan memanfaatkan tempat pembuangan sampah akan terasa sangat
membantu terutama ketika lahan yang digunakan untuk membuat kompos tidak
ada. Anda juga tidak perlu membuang waktu banyak jika anda ingin membuat
kompos asalkan sejak awal anda sudah memilah sampah organik yang khusus
hanya menggunakan satu tempat. Proses fermentasi kompos yang berlangsung
dalam tempat pembuangan sampah juga tidak akan membuang tong sampah yang
digunakan rusak. Kompos yang dibuat dalam sebuah tong juga minim
pencemaran udara.
Dengan adanya tempat sampah yang berwarna warni ataupun dengan
bentuk yang unik diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Selain itu juga bisa menjadi
sarana untuk mendidik anak-anak untuk menjaga kebersihan, dengan demikian
kebersihan lingkungan akan selalu terjaga.

C. Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh
perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk

217
mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. Hal tersebut disebabkan karena
pemasaran merupakan salah satu kegiatan perusahaan, di mana secara langsung
berhubungan dengan konsumen. Maka kegiatan pemasaran dapat diartikan
sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar. Kotler
(2001) mengemukakan definisi pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran
untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan
kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan
pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan. Pemasaran adalah
suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang
atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun
pembeli potensial. Dalam wikipedia menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu
proses penyusunan komunikasi yang terpadu dan tujuannya untuk memberikan
informasi tentang barang atau jasa yang diperjualbelikan yang kaitannya untuk
memuaskan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Sedangkan para ahli lain
mengemukakan bahwa pemasaran adalah:
1) William J. Stanton (2000,113)
Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan kegiatan binis
yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mepromosikan, dan
mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial
2) Philp Kotler (2008,114)
Pemasatan adalah suatu proses social yang didalamnya terdiri dari individu
dan kelompok untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan cara menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk
dan nilai dengan pihak lain.
3) Boyd, Walker, Larreche (1998)
Pemasaran adalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi,
koordinasi dan pengendalian program pemasaran yang meliputi kebijakan produk,
harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk

218
menciptakan dan meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam
upaya pencapaian tujuan organisasi.
4) WY. Stanton (1997)
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan
dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan
kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
5) Philip and Duncan (2007)
Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau
dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan
konsumen.

D. Konsep Pemasaran
Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi
perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya.
Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep
pemasaran tersebut dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu:
1) Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada
konsumen/ pasar.
2) Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan,
dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
3) Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan
diintegrasikan secara organisasi.
Swastha dan Irawan, (2005:10) mendefinisikan konsep pemasaran sebuah
falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen
merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Bagian pemasaran pada suatu perusahaan memegang peranan yang sangat penting
dalam rangka mencapai besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya
sejumlah volume penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran
dalam memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan
pemasaran sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda. Tujuan utama konsep

219
pemasaran adalah melayani konsumen dengan mendapatkan sejumlah laba, atau
dapat diartikan sebagai perbandingan antara penghasilan dengan biaya yang layak.
Ini berbeda dengan konsep penjualan yang menitikberatkan pada keinginan
perusahaan. Falsafah dalam pendekatan penjualan adalah memproduksi sebuah
pabrik, kemudian meyakinkan konsumen agar bersedia membelinya. Sedangkan
pendekatan konsep pemasaran menghendaki agar manajemen menentukan
keinginan konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru melakukan bagaimana
caranya memuaskan.

E. Internet marketing
1. Pengertian E-Marketing
Chen-Ling, and Lie, dalam Journal of American Academy of Business
(2006,296) Pemasaran Elektronik/internet marketing (E-marketing) adalah Proses
memasarkan produk dan layanan kepada pelanggan dengan menggunakan media
web. Promosi, Iklan, Transaksi dan pembayaran dapat dilakukan melalui halaman
web. Pengguna internet marketing dapat dengan mudah mengakses informasi
dimana saja dengan komputer yang terhubung ke internet. El-Gohary (2010,216)
E-marketing dapat dipandang sebagai sebuah filosofi baru dan praktek bisnis
moderen yang terlibat dengan pemasaran barang, jasa, informasi dan ide melalui
internet dan elektronik lainnya. Mohammed et al. (2003,4) internet marketing
adalah sebuah proses untuk membangun dan memelihara hubungan dengan
pelanggan melalui kegiatan secara online sebagai sarana untuk pertukaran
pendapat, produk, dan jasa sehinga dapat mencapai tujuan bersama kedua
kelompok.

2. Pengaruh E-Marketing
Jagdish and Sharma (2005,612) e-marketing menciptakan perubahan prilaku
yang mendasar dalam bisnis dan konsumen serupa dengan yang terkait dengan
pengenalan mobil dan telepon yang mengurangi kebutuhan untuk pendekatan
channel. e-marketing menggunakan internet sebagai platform yang
memungkinkan perusahaan untuk beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan,

220
mengurangi biaya transaksi, dan memungkinkan pelanggan untuk berpindah
kapan dan dimanasaja tanpa menghawatirkan tempat dan waktu.
Bedasarkan pendapat Mohammed et al. (2003,96-97) pengaruh internet
marketing terhadap strategi pemasaran perusahaan ada 4 cara yakni:
1) Peningkatan segmentasi Dengan adanya internet segmentasi pasar semakin
luas, karena jangkauan pemasaran semakin luas. Internet tidak membatasi
luasnya jangkauan pemasaran karena seluruh konsumen di seluruh dunia
dapat mengaksesnya dengan mudah.
2) Mengembangkan strategi lebih cepat dalam cycle time Dengan adanya alur
perputaran waktu yang lebih cepat dan mudah maka strategi pemasaran dapat
dengan lebih cepat pula dikembangkan.
3) Peningkatan pertanggung jawaban dari usaha pemasaran Informasi yang
dapat diperoleh dengan cepat dan mudah dapat meningkatkan strategi
perusahaan untuk dapat lebih meningkat. Sehingga pemasaran dapat
dilakukan dengan lebih transparan.
4) Peningkatan integrasi strategi pemasaran dengan strategi operasional bisnis.
Adanya integrasi antara strategi pemasaran perusahaan dan strategi
pemasaran melalui internet akan meningkatkan strategi bisnis dan strategi
operasional.

3. Tujuh Tahap Siklus Internet Marketing


Mohammed et al. (2003,8-18) mengemukakan tujuh tahap siklus internet
marketing yang antara lain adalah :
1) Framing the Market Opportunity ( Membentuk Peluang Pasar)
Tahap pertama dalam internet marketing membentuk peluang pasar dan
mengumpulkan data dari sistem online maupun offline untuk menciptakan
penilaian peluang. Pada tahap ini terdapat 6 bagian dari suatu metodologi
sederhana untuk mengevaluasi dan membentuk peluang pasar, antara lain :
a) Mengidentifikasi Peluang dalam Value System Baru atau yang ada.
Mohammed et al. (2003,36) langkah pertama dari membentuk peluang
bisnis adalah secara luas mengidentifikasi tempat dimana perusahaan baru akan

221
ikut serta. Tujuannya adalah untuk mendeklarasi apa yang ada di dalam dan di
luar pertimbangan model bisnis. Suatu bisnis di bangun dari aktivitas-aktivitas
individu dan organisasi yang terpisah yang bekerja sama bersama untuk
menciptakan dan memberikan keuntungan pada pelanggan melalui produk dan
jasa.
b) Mengidentifikasi Kebutuhan yang Tidak Terpenuhi
Mohammed et al. (2003,41-44) menciptakan nilai baru didasarkan pada
pemenuhan kebutuhan konsumen yang lebih baik. Pelanggan dapat saja berpindah
ke produk atau jasa perusahaan lain apabila perusahaan tidak mampu memenuhi
kebutuhan dan mengkomunikasikan valuenya secara efektif kepada pelanggan.
Proses pemetaan keputusan pelanggan merupakan kerangka yang di kelola untuk
membantu manajer secara sistematis melihat kebutuhan pelanggan yang tidak
terpenuhi.
c) Mengidentifikasi Target Segmentasi
Mohammed et al. (2003,4649) perusahaan harus mengetahui konsumen
yang atraktif yang akan dikejar, pengalaman yang dibutuhkan oleh konsumen,
memberikan penawaran yang menarik untuk pelanggan, mengetahui batasan-
batasan yang harus dilewati perusahaan untuk bisa mengajak konsumen ikut serta
dalam penawaran. Segmentasi merupakan proses dalam mengelompokan
pelanggan berdasarkan pada kesamaan mereka. Tujuan dari segmentasi pasar
adalah untuk mengidentifikasi kombinasi dan variable-variabel pasar yang akan
menghasilkan segmentasi pelanggan yang actionable and meaningful. Segmentasi
yang actionable merupakan segmentasi yang harus konsisten dengan bagaimana
perusahaan dapat go-public, dan harus dapat diukur dan digambarkan. Segmentasi
yang meaningful merupakan segmentasi yang harus dapat menjelaskan penyebab
tingkah laku pelanggan dengan cara yang spesifik.
d) Mengenalkan Peluang berdasarkan Sumberdaya perusahaan untuk Keuntungan
Mohammed et al. (2003, 57-58) sistem sumber daya (resource system)
adalah sekumpulan aktivitas aktivitas individu dan organisasi serta asset yang
terpisah, yang jika disatukan bersama akan menciptakan kapabilitas bagi
organisasi.

222
2) Formulating the Marketing Strategy (Memformulasikan strategi pemasaran)
Konsep kunci dalam strategi pemasaran menurut Mohammed et al.
(2003,90) secara tradisional strategi pemasaran meliputi segmentasi
(segmentation), penentuan sasaran (targeting) dan penentuan posisi (positioning).
Strategi ini kemudian di dukung oleh program pemasaran yang melibatkan
putusan yang terkait dengan marketing-mix yang meliputi harga (price), produk
(product), promosi (promotion) dan distribusi (distribution). Strategi internet
marketing pada Bricks-and-Mortar:
a) Segmentation
AL-Salaimeh M. Dalam jurnal Marketing Concepts, Segmentation and the
Product Developtment Process (2008, 454) Segmentasi adalah pembagian basis
Produk Promosi Harga Distribusi Penentuan Posisi Dan Target Pasar konsumen,
atau basis potensial konsumen ke dalam kategori dimana memiliki karakteristik
yang serupa. Ada sejumlah cara pasar dapat disegmentasikan. Metode segmentasi
traditional menggunakan demografi untuk membagi pasar berdasarkan
karakteristik seperti usia, jenis kelamin atau latarbelakang suku ataupun dengan
menggunakan ciri ciri pisik yang lain yang dapat di gunakan, seperti lokasi
geografis atau bahkan karakteristik seperti berat badan, warna rambut atau bahkan
dengan mata rabun.
b) Targeting
Mohammed et al. (2003,109 112) dalam strategi targeting online terdapat
empat kemungkinan, yaitu:
(1) Blanket Targeting
Perusahaan menemukan bahwa segmentasi secara online tidak memberikan
sesuatu yang baru dan karakteristik dari segmen online sama dengan segmen
offline. Atau mungkin saja, karakteristiknya sama namun segmennya menjadi
semakin membesar 30 dikarenakan faktor jangkauan geografis yang di perluas.
(2) Beachhead Targeting
Skenario ini mungkin terjadi ketika konsumen pada segmen online ternyata
lebih kecil dari pada segmen offline, yang mungkin saja menggambarkan selera

223
dan kesukaan yang terbatas. Ini dapat saja terjadi apabila hanya terdapat sebagian
konsumen yang menggunakan internet untuk melakukan pembelian.
(3) Bleed-over Targeting
Pada skenario ini di jelaskan bahwa segmen target secara online meliputi
sebagian dari segmen offline namun juga menargetkan pada sebagian dari segmen
yang baru. Target segmen yang baru ini dapat meliputi tipe-tipe konsumen yang
berbeda.
(4) New Opportunity
Targeting Pada strategi pemasaran online mungkin memilih satu segmen
sasaran yang berbeda seluruhnya. Berikut, segmen pelanggan sasaran mewakili
kebutuhan dan pilihan yang berbeda dari segmen offline tradisional. Skenario ini
mungkin muncul jika produkproduknya mempunyai arti yang baru dan berbeda
bagi pelanggan di lokasi geografi berbeda, atau jika kampanye pemasaran
sebelumnya tidak mampu mencapai dan mempengaruhi persepsi produk.
3). Designing the Customer Experience (Mendesain pengalaman pelanggan)
Pengalaman pelanggan (customer experience) merupakan persepsi dan
interpretasi yang ditargetkan terhadap konsumen pada semua rancangan yang
dialami ketika berinteraksi dengan perusahaan (Mohammed et al. 2003,130).
Perusahaan harus memahami jenis pengalaman pelanggan yang perlu dihasilkan
untuk memenuhi peluang pasar. Pengalaman tersebut harus berkorelasi dengan
strategi pemasaran dan positioning perusahaan. Pengalaman pelanggan (customer
experience) biasa didefinisikan sebagai interpretasi dari pertemuan lengkap
pemakai situs, dari pandangan awal pada homepage sampai pengalaman
pembelian, meliputi keputusan seperti apakah akan membuat sebuah shopping
cart.
4). Crafting the Customer Interface (Merancang interface bagi pelanggan)
Mohammed et al. (2003,161190) interface merupakan representasi virtual
dari pemilihan nilai proposisi suatu perusahaan. Internet telah mengubah tempat
pertukaran dari marketplace (seperti interaksi face-to-face) menjadi marketspace
(seperti interaksi screen-to-face). Perbedaan utama sifat hubungan pertukaran
sekarang ditengahi oleh interface teknologi. Dengan perpindahan dari hubungan

224
antarmuka peoplemediated menjadi technologymediated, terdapat sejumlah
pertimbangan perancangan interface yang dihadapi.
5). Designing the Marketing Program (Merancang program pemasaran)
Setelah melalui tahap satu sampai tahap empat, perusahaan seharusnya
telah mempunyai arah strategi yang jelas. Perusahaan telah memutuskannya
berdasarkan berdasarkan pada segmen pasar dan posisi yang spesifik. Pada tahap
ke-5 ini akan mendesain serangkaian tindakan pemasaran untuk memindahkan
target pelanggan dari kewaspadaan (awareness) menjadi suatu komitmen. Empat
tahapan dari hubungan dengan pelanggan adalah sebagai berikut:
a) Tahap Kesadaran (awareness)
Tahap dimana pelanggan memiliki informasi dasar, pengetahuan atau
pandangan tentang perusahaan atau produk yang ditawarkan oleh perusahaan
tersebut tetapi belum memulai komunikasi dengan perusahaan. Konsumen
mencapai tahap ini melalui berbagai sumber seperti word of mouth, pemasaran
tradisional misalnya iklan di televisi, dan pemasaran online seperti banner ads.
b) Tahap Eksplorasi (exploration)
Tahap dimana pelanggan dan perusahaan mulai membuat komunikasi dan
aksi yang memungkinkan suatu evaluasi mengenai kelanjutan hubungan yaitu
apakah akan lanjut atau tidak ke bagian yang lebih dalam.
c) Tahap Komitmen (commitment)
Tahap ini melibatkan adanya tanggung jawab terhadap produk atau
perusahaan. Ketika customer berkomitmen terhadap website, maka dia akan setia
kepada website tersebut misalnya melakukan customization dalam website
tersebut.
d) Tahap Pemutusan Hubungan (dissolution)
Tahap ini muncul ketika salah satu atau kedua belah pihak memutuskan
hubungan. Tidak semua pelanggan berharga untuk perusahaan.
6). Leveraging Customer Information Through Technology (Memperluas
informasi pelanggan melalui teknologi)

225
Mohammed et al. (2003,627) dalam lingkungan yang terfokus pada
pelanggan, perusahaan harus dapat bertindak berdasarkan 3 keputusan kunci
berikut ini :
a) Memilih target pasar dengan strategis (Market Research).
b) Mempelajari lebih lanjut tentang pelanggan dan strategi peralatan yang akan
digunakan dalam mendapatkan pelanggan yang ditargetkan (Database).
c) Menilai keuntungan jangka panjang dari pelanggan dan mempertahankan
pelanggan inti (Customer Relationship Management).
7). Evaluating the Marketing Program (Mengevaluasi program pemasaran)
Pada tahap ini dilakukan evaluasi terhadap keseluruhan program pemasaran
untuk mengetahui apakan suatu program pemasaran sudah mencapai sasaran.
Untuk menentukan hasil pemasarannya, perusahaan dapat menggunakan
parameter metriks untuk mengukur kesuksesan dari program internet marketing
tersebut cocok dengan objektif dari perusahaan (Mohammed et al. 2003,18).
Dalam tahap ini, digunakan marketing metrics framework yang terdiri dari
financial metrics, customer based metrics, dan implementation metrics.
a) Financial metrics
Mengukur hasil dari bottomline dan berada pada level yang paling
menyeluruh. Metrics ini meliputi pengukuran sales, revenue, gross margins,
profits, marketing spend.
b) Customer based metrics
Melihat kinerja pemasaran dalam membangun asset yang berbasis
pelanggan yang memberikan hasil financial. Metrics ini berhubungan dengan
tahap hubungan dengan pelanggan, yaitu awareness, exploration, commitment,
dan dissolution.
c) Implementation metrics
Mengukur pengimplementasian program pemasaran yang menjelaskan
tindakan apa yang perlu dilakukan untuk memperkuat basis pelanggan dan pada
akhirnya hasil keuangan tersebut.

226
F. Inovasi
1. pengertian
Inovasi yang berasal dari kata Latin innovare berarti untuk membuat
sesuatu yang baru, dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang merubah
kesempatan menjadi ide-ide baru dan menjadikannya dapat digunakan dalam
praktek secara luas. Pengertian inovasi menurut Kotler dan Keller (2009) adalah
produk, jasa, ide, dan persepsi yang baru dari seseorang. Sedangkan menurut Tidd
(2005) inovasi bukan sekedar ide-ide bagus, namun merupakan kombinasi dari
ide-ide bagus, staff yang termotivasi, dan pemahaman naluriah dari apa yang
diinginkan konsumen. Tidd (2005,10) diartikan sebagai perubahan produk atau
servis yang ditawarkan oleh organisasi. Sedangkan Paul Trott (2008) mengatakan
inovasi adalah manajemen dari semua aktivitas yang berhubungan dengan proses
penciptaan ide, pengembangan teknologi, manufaktur dan pemasaran suatu
produk atau proses manufaktur atau peralatan baru (atau perbaikan). Sedangkan
penemuan (invensi) merupakan proses konversi pemikiran-pemikiran intelektual
ke dalam artifak baru yang nyata (biasanya produk atau proses). Secara sederhana
hubungan invensi dan inovasi digambarkan dalam rumus sebagai berikut:
Inovasi = Konsepsi teori + invensi + komersialisasi
Inovasi dapat dikatakan sebagai implementasi komersialisasi suatu invensi
dari ide-ide dalam sebuah organisasi. Kenyataannya, beberapa invensi yang sangat
terkenal sebenarnya ditemukan oleh orang-orang (inventor) yang namanya telah
dilupakan orang nama-nama yang berkaitan dengan temuan-temuan tersebut
adalah nama-nama pengusaha (inovator) yang telah membawa temuan-temuan
tersebut secara komersial. Orang atau wirausahawan yang slalu berinovasi, maka
ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang inovatif. Seseorang yang
inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu yang
baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. Inovatif juga merupakan sikap
penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang wirausahawan. Wirausahawan
yang slalu melakukan inovasi dalam ushanya. Maka keuntungan dan kesuksesan
akan ia dapat.

227
Inovatif merupakan implikasi dari karakteristik wirausahawan yang mampu
membawa perubahan pada lingkungan sekitarnya. Inovatif secara tidak langsung
menjadi sifat pembeda antara wirausahawan dengan orang biasa, maupun
pengusaha. Seorang wirausahawan akan selalu memikirkan untuk melakukan
sesuatu yang berbeda, tidak seperti yang dipikirkan dan dilakukan oleh
kebanyakan orang. Kreatif dan inovatif adalah suatu kemampuan untuk
memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang
produktif sehingga memberikan nilai ekonomis. Baik langsung maupun tidak
langsung seorang wirausahawan adalah orang yangmampu membawa perubahan
pada lingkunganya. Disisi lain ia juga orang yang sanggup menerima perubahan
yang terjadi dan menyikapi perubahan tersebut dengan positif. Ia juga berani
mengambil resiko berhasil ataupun gagal di setiap jalan yang ia ambil.
Wirausahawan mampu bertahan pada kondisi perekonomian yang sulit dan serba
kalut. Karena disaat semua resah, ia memiliki kreasi daninovasi untuk
memindahkan sumber daya yang kurang produktif menjadi sumber daya yang
produktif sehingga memberikan nilai ekonomis.
Definisi Inovasi menurut Para Ahli :
1) Everett M. Rogers (1983)
Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau
objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh
seseorang atau kelompok untuk diadopsi.
2) Stephen Robbins (1994)
Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk
memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.
Berdasarkan pengertian tersebut, Robbins lebih memfokuskan pada tiga hal
utama yaitu :
a) Gagasan baru yaitu suatu olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang
sedang terjadi, termasuk dalam bidang pendidikan, gagasan baru ini dapat
berupa penemuan dari suatu gagasan pemikiran, Ide, sistem sampai pada
kemungkinan gagasan yang mengkristal.

228
b) Produk dan jasa yaitu hasil langkah lanjutan dari adanya gagasan baru yang
ditindak lanjuti dengan berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan
sehingga melahirkan konsep yang lebih konkret dalam bentuk produk dan
jasa yang siap dikembangkan dan dimplementasikan termasuk
hasil inovasi dibidang pendidikan.
c) Upaya perbaikan yaitu usaha sistematis untuk melakukan penyempurnaan dan
melakukan perbaikan (improvement) yang terus menerus sehingga
buah inovasi itu dapat dirasakan manfaatnya.

2. Ciri-Ciri Inovasi
Stephen Robbins (1994) inovasi mempunyai 4 (empat) ciri yaitu:
1) Memiliki kekhasan/khusus artinya suatu inovasi memiliki ciri yang khas
dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan hasil yang
diharapkan.
2) Memiliki ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus memiliki
karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang memiliki kadar
Orsinalitas dan kebaruan.
3) Program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti
bahwa suatuinovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak tergesa-
gesa, namun keg-inovasi dipersiapkan secara matang dengan program yang
jelas dan direncanakan terlebih dahulu.
4) Inovasi yang digulirkan memiliki tujuan, program inovasi yang dilakukan
harus memiliki arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi untuk
mencapai tujuan tersebut.

3. Jenis-jenis Inovasi
Jika dilihat dari kecepatan perubahan dalam proses inovasi ada dua macam
inovasi (Brazeal & Herbert, 1997). yaitu :
1) Inovasi radikal
Inovasi radikal dilakukan dengan skala besar yang dilakukan oleh para ahli
dibidangnya dan biasanya dikelola oleh departemen penelitian dan

229
pengembangan. Inovasi radikal ini sering kali dilakukan di bidang manufaktur dan
lembaga jasa keuangan.
2) Inovasi inkremental
inovasi incremental merupakan proses penyesuaian dan
mengimplementasikan perbaikan yang berskala kecil.
Sedangkan jenis inovasi berdasarkan fungsi yaitu :
1) Inovasi teknologi dapat berupa produk, pelayanan atau proses produksi
2) Inovasi administrasi dapat bersifat organisasional dan struktural.

5.. Karakteristik Inovasi


1) Keunggulan Relatif (relative advantage)
Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih
baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa
segi, seperti segi eknomi, prestise social, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain.
Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat
inovasi tersebut dapat diadopsi.
2) Kompatibilitas (compatibility)
Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten
dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi.
Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai
dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah
sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).
3) Kerumitan (complexity),
Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit
untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah
dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang sebaliknya.
Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat
suatu inovasi dapat diadopsi.
4) Kemampuan diuji cobakan (trialability)
Kemampuan untuk diuji cobakan adalah derajat dimana suatu inovasi dapat
diuji-coba batas tertentu. Suatu inovasi yang dapat di uji-cobakan dalam seting

230
sesungguhnya umumnya akan lebih cepat diadopsi. Jadi, agar dapat dengan cepat
diadopsi, suatu inovasi sebaiknya harus mampu menunjukan
(mendemonstrasikan) keunggulannya.
5) Kemampuan diamati (observability)
Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat
terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu
inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut
mengadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif;
kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan
untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat
kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi

5. Sumber Peluang Inovasi


Inovasi dapat bersumber dari adanya peluang-peluang sebagai berikut;
1) Penelitian dan Pengembangan
Inovasi dapat dihasilkan melalui suatu penelitian dan
pengembangan (research and development). Perusahaan-perusahaan yang telah
maju atau besar umumnya mempunyai satu divisi khusus untuk melakukan
penelitian dan pengembangan ini merupakan suatu inovasi yang sistematis dengan
menggunakan metode-metode ilmiah. Perusahaan ini berprinsip harus melakukan
inovasi terus menerus bagi kelangsungan hidupnya.
2) Keberhasilan/kegagalan
Keberhasilan/kegagalan baik dari perusahaan sendiri maupun dari
perusahaan lain dapat dijadikan sumber ide bagi suatu inovasi. Keberhasilan
peluncuran suatu produk merupakan ide untuk melakukan inovasi bagi produk
yang lainnya. Produk inovasi tersebut dapat sama tetapi dengan perbedaan
spesifikasinya. Peluncuran suatu produk juga dapat menjadi sumber inovasi bagi
produk suplemen lainnya. Misalnya, produk asesoris kendaraan merupakan
suplemen bagi produk tersebut diluncurkan.
3) Kebutuhan, Keinginan, dan Daya Beli Masyarakat

231
Inovasi dapat bersumber dari memperhatikan kebutuhan, keinginan, dan
daya beli masyarakat. Misalnya, semua masyarakat mempunyai kebutuhan akan
perumahan. Namun keinginan dari individu masyarakat tersebut berbeda beda
sesuai dengan selera dan keadaan ekonomi mereka. Selanjutnya permintaan akan
perumahan akan dipengaruhi oleh daya beli masyarakat. Seorang yang butuh
perumahan mungkin menginginkan rumah yang besar dengan harga yang lebih
mahal. Namun karena kemampuan dayabelinya tidak memadai ia harus membeli
rumah yang kecil yang terjangkau oleh daya belinya. Seorang pemimpin
perusahaan dalam hal ini harus membuat perumahan dengan tipe tipe yang
sesuai dengan keinginan dan daya beli mereka.
a) Kebutuhan fisik (physiological needs).
Yaitu kebutuhan dasar hidup seperti air, udar, sandang, pangan, perumahan,
pendidikan, dan kesehatan.
b) Kebutuhan keamanan (safety needs)
Yaitu kebutuhan akan perlindungan terhadap bahya, terbebas dari rasa
ketakutan, dan keamanan
c) Kebutuhan sosial (social needs)
Yaitu kebutuhan akan rasa dicintai, dimiliki, berafiliasi, dan diakui
d) Kebutuhan penghargaan (esteems needs)
Yaitu keutuhan akan prestasi, pengakuan dan status
e) Kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization needs)
Yaitu kebutuhan untuk mengaktualisasikan kemampuan potensial dengan
menggunakan bakat yang kreatif
4) Persaingan
Persaingan adalah sumber inovasi yang sangat besar andilnya dalam
peluncuran produk-produk baru. Dengan adanya persaingan perusahaan akan
terdorong untuk melakukan inovasi. Sebagai contoh, persaingandalam produk
pasta gigi dari beberapa merek menyebabkan perusahaan meningkatkan penelitian
dan pengembangan akan produknya untuk menciptkan produk-produk baru
dengan spesifikasi dan keunggulannya masing-masing.

232
5) Demografi
Perubahan demografi dapat merupakan sumber inovasi untuk
menyesuaikan produk-produk yang ada atau membuat produksi yang sama sekali
baru. Perubahan demografi meliputi; usia, jumlah keluarga, siklus kehidupan
keluarga, pendapatan, kedudukan, pendidikan, agama, ras, kebangsaan
6) Perubahan Selera
Dapat diasumsikan mudah tertarik dengan sesuatu yang baru atau berbeda
dari apa yang biasa dilihatnya sehri-hari. Konsumen mempunyai keinginan untuk
tampil beda dengan yang lainnya sesuai dengan seleranya masing-masing.
Perubahan harus cermat memperhatikan selera para konsumen dan perubahannya
untuk segera melakukan inovasi bagi produknya.
7) IPTEK baru
Munculnya ilmu pengetahuan dan teknologi baru untuk memudahkan
memproduksi suatu barang atau jasa dapat merupakan sumber inovasi. Contoh
dengan adanya komputer maka produksi dalam industripercetakan dan grafika
mengalami revolusi. Percetakan dapatmenampilkan gambar seperti poto dengan
lebih mudah dan cepat. Revolusi ini mengakibatkan perubahan dalm perwajahan
kemasan (packaging) suatu barang.

233
METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Dan Jenis Penelitian


Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
deskriptif kualititatif. Penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan penelitian yang
menggunakan data berupa kalimat tertulis atau lisan, perilaku, fenomena,
peristiwa-peristiwa dan pengetahuan atau obyek studi. Pendekatan ini
menitikberatkan pada pemahaman, pemikiran dan persepsi peneliti. Kirk dan
Miller (1986) penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu penagetahuan
sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia baik
dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya. Danzin dan Lincoln (1987)
penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan
maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan
melibatkan berbagai metode yang ada.
Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah
eksperimen) di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat
induktif kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mendapatkan data
yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang
sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang
tampak.Penelitian kualitatif memiliki beberapa ciri-ciri yang membedakannya
dengan penelitian jenis lainnya. Bogdan dan Biklen mengajukan ada 5 ciri, yaitu:
a. Latar Alamiah, dilakukan pada kondisi yang alamiah, (sebagai lawannya
adalah eksperimen), langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen
kunci.
b. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk
kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka.
c. Penelitian lebih menekankan pada proses dari pada produk atau out come.
d. Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif

234
e. Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati)
Sedangkan jenis penelitian yang menggunakan metode deskriptif adalah
penelitian yang dilakukan dengan memberikan gambaran yang lebih detail
mengenai suatu gejala atau fenomena.
Alasan peneliti manggunakan jenis penelitian deskripsi adalah karena
dengan penelitian ini mampu memberikan gambaran yang menyeluruh dan jelas
terhadap situasi satu dengan situasi sosial yang lain atau dari waktu tertentu
dengan waktu yang lain, atau dapat menemukan pola-pola hubungan antara aspek
tertentu dengan aspek yang lain, dan dapat menemukan hipotesis dan teori. Yaitu
menggambarkan tentang kondisi UD. Tunas Harapan milik Bapak M. Taufiq.

B. Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah pemilik UD. Tunas Harapan yakni
Bapak M. Taufiq yang sudah sangat mengerti tentang semua hal yang ada dalam
usahanya.

C. Sumber Dan Jenis Data


a. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu jenis data primer dan
jenis data sekunder. Yang dimaksudkan dengan jenis data primer adalah jenis data
tentang gambaran UD. Tunas Harapan. Meliputi kondisi usaha,dan data produk
yang ada. Data sekunder adalah data pelengkap dari data primer yang berupa
dokumen-dokumen dan data keterangan tentang produk.
b. Sumber Data
Sumber untuk memperoleh data yang diperlukan adalah segala perilaku dan
kata-kata subyek dengan menggunakan proses wawancara.

D. Tahap-Tahap Penelitian
Tahapan yang harus dilewati dalam pendekatan kualitatif secara umum
adalah:
a. Tahap Pra-Lapangan

235
Pada tahap ini, ada 5 tahapan yang kami lakukan, yaitu:
1) Menyusun Rancangan Penelitian
Tahap pertama kali yang peneliti lakukan setelah ditemukannya sebuah
fenomena psikologi yang menjadi topik dari permasalahan ini adalah
menyusun sebuah rancangan penelitian. Fungsi dari rancangan ini adalah
untuk merencanakan suatu kegiatan sebelum dilaksanakannya suatu kegiatan.
2) Mengurus Perizinan
Yang berwenang memberikan izin untuk mengadakan penelitian ini adalah
Bapak M. Taufiq selaku pemilik UD. Tunas Harapan. Hal ini telah
dilaksanakan dan mendapatkan izin pada tanggal 29 oktober 2015.
3) Menjajaki dan Menilai Lapangan
Tahap di mana peneliti berusaha mengenal segala unsur lingkungan sosial,
fisik, dan keadaan alam subyek penelitian seperti geografi, demografi,
sejarah, tokoh-tokoh, adat-istiadat, konteks kebudayaan, kebiasaan, agama,
pendidikan, mata pencaharian, dan sebagainya.
4) Memilih dan Memanfaatkan Penelitian
Informan adalah orang dalam latar penelitian. Informan adalah orang yang
dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar
penelitian, berbicara, bertukar pikiran atau membandingkan suatu kejadian
yang ditemukan dari subyek lainnya Dalam penelitian ini, informan yang
kami gunakan sebagai penunjang data adalah karyawan UD. Tunas Harapan
dan istri Bapak M. Taufiq.
5) Menyiapkan Perlengkapan Penelitian
Menyiapkan segala macam perlengkapan penelitian yang diperlukan.
Diantaranya yaitu alat tulis seperti pensil, ballpoint, kertas, buku catatan, dan
lain-lain. Alat kamera seperti foto digital.
b. Tahap Pekerjaan Lapangan
Uraian tentang pekerjaan lapangan dibagi atas tiga bagian yaitu:
1) Memahami latar penelitian dan persiapan diri,
2) Memasuki lapangan,
3) berperan serta sambil mengumpulkan data.

236
Tahap pengumpulan data ini dilaksanakan selama 3 hari dengan cara
peneliti datang dan melakukan observasi dibarengi dengan wawancara dan
dokumentasi selama 1 sampai 2 jam sehari. Yaitu pada tanggal 29 oktober 2015, 1
November 2015, dan 20 November 2015.
c. Tahap Analisis Data
Tahap ini terdiri dari tahap analisis data kualitatif yang diperoleh selama
penelitian Hal ini akan dijelaskan secara terperinci pada sub bab berikutnya.

E. Teknik Pengumpulan Data


Peneliti akan menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam,
dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak.
a. Observasi Partisipatif
Dalam observasi ini, peneliti meneliti langsung produk UD. Tunas Harapan
yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Susan
Stainback (1988) menyatakan bahwa dalam observasi partisipatif peneliti
mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa yang mereka ucapkan,
dan berpatisipasi aktif dalam aktivitas mereka. Penelitian partisipatif ini kemudian
dikhususkan lagi menjadi partisipasi pasif (passive participation) artinya peneliti
datang ke tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam
kegiatan tersebut.
Alasan penggunaan pengamatan adalah karena teknik pengamatan ini
didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua karena teknik pengamatan
memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan
kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Ketiga, teknik
pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang
berkaitan dengan pengetahuan proposisional maupun pengetahuan yang langsung
diperoleh dari data. Keempat, dapat mencegah bias yang biasanya terjadi pada
proses wawancara. Kelima, teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu
memahami situasisituasi yang rumit
b. Interview (Wawancara)

237
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide
melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik
tertentu. Wawancara digunakan apabila peneliti ingin melakukan studi
pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang diteliti, tetapi juga apabila
peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.
Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi
terstruktur (semistructure interview) di mana pelaksanaannya lebih bebas bila
dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur yaitu bila
peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa
yang akan diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul
data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis
yang alternatif jawabannya telah disiapkan. Bedanya dengan semiterstruktur di
sini adalah tidak memakai alternatif jawaban, namun pihak yang diajak
wawancara diminta pendapat dan ide-idenya.
Langkah-langkah dalam wawancara menurut Lincoln dan Guba dalam
Sanapiah Faisal terdiri dari 7 tahap, yaitu:
1) Menetapkan kepada siapa wawancara itu akan dilaksanakan
2) Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan
3) Mengawali atau membuka alur wawancara
4) Melangsungkan alur wawancara
5) Mengkonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya
6) Menuliskan hasil wawancara ke dalam cacatan lapangan
7) Mengidentifikasi tindak lanjut hasil wawancara yang telah diperoleh.
Alat-alat yang kami gunakan dalam wawancara adalah buku catatan, ipad,
smartphone dan camera. Hal ini bermanfaat untuk mencatat dan
mendokumentasikan semua percakapan dengan sumber data, di mana kesemuanya
telah digunakan setelah mendapat izin dari sumber data.
d. Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa
berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dalam

238
hal ini kami menggunakan foto dan beberapa dokumen yang menceritakan tentang
daftar riwayat hidupnya.

239
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum UD. Tunas Harapan


UD. Tunas Harapan adalah perusahaan dagang milik Bapak Muhammad
Taufiq yang khusus menjual kerajinan dari ban (roda) bekas yang diolah menjadi
tempat sampah yang sangat kuat dan tahan lama. perusahaan ini sudah ada sejak
Bapak Taufiq masih kecil. Saat ini Bapak Taufiq adalah penerus usaha ini. UD
Tunas harapan terletak di Jln. Karet blok 2C Kelurahan Bongkaran, Kecamatan
Pabean Cantian, Surabaya. Letaknya sangat strategis karena berada dekat dengan
pusat kota, sekitar 10 menit dari tugu pahlawan menggunakan kendaraan
bermotor. Dan sekitar 5 menit dari pasar Atom Surabaya.
Sumber: Peneliti (2015)
Gambar 1 Tempat UD. Tunas Harapan dan Bapak Taufiq

Proses pembuatan tempat sampah ini dikerjakan langsung oleh 4


karyawannya mulai dari menguliti ban bekas, sehingga membentuk tempat
sampah hingga tahap pengecatan agar tempat sampah lebih terlihat bagus. Dalam
sehari perusahaan ini dapat membuat 30 buah tempat sampah. Tempat sampah ini
dijual mulai harga Rp. 60.000,- perbuah nya. Dalam sebulan perusahaan ini

240
mampu menjual kurang lebih 1000 tempat sampah, yang kebanyakan adalah
pesanan untuk dikirim ke luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sulawesi,DLL.

1. Letak UD. Tunas Harapan

Sumber: Peneliti (2015)


Gambar 2 Lokasi UD. Tunas Harapan

Lokasi UD. Tunas Harapan berada di Jln. Karet Blok C2, sedangkan rumah
usaha terletak di Jln. Karet Blok C4 Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean
Cantian, Surabaya. Lokasi ini sekaligus menjadi tempat tinggal pemilik usaha.
Alasan Bapak Taufiq melanjutkan tempat usaha di Jln. Karet adalah karena lokasi
ini sudah terkenal akan kerajinan tempat sampah dari ban bekas. Untuk lebih
jelasnya UD. Tunas Harapan dapat ditempuh kurang lebih 30menit dari
Universitas Bhayangkara Surabaya. Dengan melalui Jln. Ahmad Yani menuju ke
arah kebun binatang, setelah itu menuju Jl. Raya Diponegoro, lalu ke Jl Kedung
Doro menuju Tugu Pahlawan, setelah itu belok kanan menuju Jl Kebon Rojo dan
setelah itu belok kiri menuju Jl. Karet, UD. Tunas Harapan berada di Blok C2
atau C4.

241
2. Visi dan Misi UD. Tunas Harapan
UD. Tunas Harapan memiliki visi dan misi sebagai berikut:
Visi :
Menghasilkan produk yang berkualitas dan berguna untuk meningkatkan
kebersihan dan keindahan kota.
Misi :
Memproduksi dan menjual Produk (tempat sampah) yang berkualitas ke seluruh
Indonesia dan Ke Luar Negeri.

B. Penjelasan Singkat Tentang Produk UD. Tunas Harapan (Tempat sampah)


Tempat sampah adalah wadah atau tempat untuk membuang sampah.
Fungsi dari tempat sampah adalah mencegah sampah tercecer dimana-mana dan
membuat lingkungan sekitar menjadi bersih. Pada umumnya tempat sampah
terbuat dari logam (besi,aluminium,atau bahan logam lainnya) dan plastik, namun
dalam UD. Tunas Harapan produk tempat sampahnya tidak terbuat dari kedua
bahan tersebut, tetapi dengan Ban bekas. Proses pembuatannya tidaklah mudah.
Pada proses pembuatannya ban akan melalui beberapa proses agar dapat menjadi
sebuah tempat sampah. Tahapan-tahapan pembuatan tempat sampah dari ban
bekas adalah:
a. Tahapan pertama dalam pembuatan tempat sampah dari ban bekas adalah
mengelupas bagian terluar ban (bagian luar dari ban yang bergerigi) dengan
menggunakan pisau kecil yang terbuat dari besi baja. Tahap ini adalah tahap
terlama dalam proses pembuatan tempat sampah, karena mengelupas bagian
terluar satu buah ban saja memakan waktu kurang lebih 1 jam.
b. Setelah bagian terluar ban sudah terkelupas, ban tersebut di belah menjadi 4-6
bagian (tergantung dari besarnya ban).

242
Sumber: Peneliti (2015)
Gambar 3 Hasil produksi tempat sampah dari ban bekas

c. Pada tahap ketiga ini ban hanya tinggal dibentuk menjadi tempat sampah dan
diberi alas dan tutup sehingga tempat sampah sudah terbentuk.
d. Dan tahap terakhir adalah pengecatan agar tempat sampah lebih menarik.
Dalam sehari perusahaan ini dapat membuat 30 buah tempat sampah.
Tempat sampah ini dijual mulai harga Rp. 60.000,- perbuah nya. Dalam sebulan
perusahaan ini mampu menjual kurang lebih 1000 tempat sampah, yang
kebanyakan adalah pesanan untuk dikirim ke luar pulau Jawa, seperti Kalimantan,
Sulawesi,DLL.

C. Pentingnya Inovasi Dan E-marketing Dalam UD. Tunas Harapan


Dalam usaha milik bapak taufiq ini, produk utama yang diproduksi adalah
tempat sampah yang di olah dari ban (roda) bekas yang sudah tidak terpakai,
sehingga tempat sampah akan sangat kokoh dan tidak akan mudah rusak. Selama
ini bapak taufik hanya membuat tempat sampah saja, dan dari pembutan tempat
sampah tersebut masih ada banyak sisa yang tidak terpakai dan akhirnya dijual
kembali dengan harga yang relativ murah. Padahal sebenarnya sisa dari ban bekas
tersebut masih bisa diolah kembali untuk menjadi sebuah produk baru atau biasa

243
disebut dengan inovasi, akan tetapi bapak taufiq belum pernah terfikirkan akan hal
ini. Seharusnya pelaku wirausaha harusnya memiliki jiwa inovatif.
Selain inovasi ada satu masalah lagi yang harus diselesaikan yaitu masalah
marketing yang selama ini hanya mengandalkan sistem mulut ke mulut, di jaman
seperti ini sistem pemasaran mulut ke mulut sangatlah kurang efektif. Dan maka
dari itu ada satu sistem marketing yang harus di gunakan yaitu internet marketing
atau e-marketing. E-marketing adalah salah satu sistem pemasaran dengan
menggunakan internet (secara online). Pada saat ini hampir semua orang memiliki
gadget atau smartphone yang selalu terkoneksi dengan internet, maka dari itu
internet marketing sangat efektif untuk saat ini.

Sumber: Peneliti (2015)


Gambar 4 Tempat sampah dengan gambar kartun

D. Membuat Inovasi baru


Inovasi adalah suatu penemuan baru yang berbeda dari yang sudah ada atau
yang sudah dikenal sebelumnya. orang atau wirausahawan yang selalu berinovasi,
maka ia sapat dikatakan sebagai seorang wirausahwan yang inovatif. seseorang
yang inovatif akan selalu berupaya melakukan perbaikan, menyajikan sesuatu
yang baru/unik yang berbeda dengan yang sudah ada. inovatif juga merupakan

244
sikap penting bagi yang hendaknya dimiliki oleh seorang wirausahawan. Berikut
ini adalah beberapa alasan mengapa inovasi penting bagi UD.Tunas Harapan.
Yang pertama Inovasi dibutuhkan agar selalu relevan bagi konsumen. Semakin
hari konsumen semakin memiliki karakter yang senang menggunakan produk-
produk yang unik. Yang kedua Memberikan untung lebih besar. Setiap kali kita
meluncurkan produk baru secara tidak langsung hal ini juga akan meningkatkan
keuntungan yang lebih besar karena penjualan yang meningkat dengan adanya
produk baru.
Dalam kerajianan ban bekas inovasi sangat penting, karena ketika bertumpu
pada satu produk saja sangat tidak efektif karena hanya mendapatkan sedikit
keuntungan saja, maka dari itu inovasi produk baru sangat penting demi
meningkatkan provit usaha. Sebenarnya banyak produk yang bisa diolah dari ban
bekas selain tempat sampah, misalnya kursi, meja dari ban bekas dan juga sendal.
Berikut adalah beberapa beberapa cara dalam berinovasi yang bisa di coba
UD.Tunas Harapan:
a. Perubahan (alternation)
Misalnya: merubah model tempat sampah yang lama dengan model yang baru
dan lebih menarik lagi.
b. Penambahan (addition)
Misalnya: menambah lini produk baru dengan menggunakan bahan dasar ban
bekas seperti kursi, sendal.
c. Penyusunan kembali (restructturing)
Misalnya: menyususn kembali tempat sampah model lama dengan tambahan
aksesoris.
Setelah itu UD. Tunas Harapan akan menciptakan inovasi baru, yakni meja
dan kursi yang terbuat dari ban bekas yang akan dihiasi dan diberi lapisan cat
khusus sehingga tidak akan kotor saat digunakan. Berikut adalah contoh contoh
dari meja dan kursi yang akan dibuat oleh UD. Tunas Harapan.

245
Sumber: blog.tokopedia.com
Gambar 5 Contoh hasil Meja dan kursi yang terbuat dari ban bekas

E. Menerapkan Sistem Pemasaran E-marketing


E-marketing pada saat ini sudah tidak asing lagi, bahkan bisa dibilang sudah
menjamur dimana-mana. Setiap kali melihat sosial media pasti ada sebuah
perusahaan atau sebuah usaha dagang yang menawarkan produknya. Karena pada
saat ini sistem pemasaran ini sangatlah efektif untuk meraup keuntungan. Dan saat
ini UD. Tunas Harapan sudah mulai menggunakan sistem pemasaran ini. Dan
sistem E-marketing Yang digunakan adalah dengan membuat Blog (Halaman
Web) sendiri. Dan juga Menggunakan forum jual beli online.

1. E-Marketing menggunakan blog


Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang
berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman
web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru
dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian.
Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai
dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut (wikipedia). Dan berikut
ini adalah tahap-tahap yang dilakukan peneliti pada saat pembuatan blog untuk
UD. Tunas Harapan:

246
1) Tahap pertama dalam membuat blog adalah memastikan bahwa kita memiliki
sebuah e-mail yang berbasis google.
2) Tahap kedua adalah buka halaman Bogger.com
3) Setelah itu sign in apabila kita sudah memiliki akun, atau pilih sign up apabila
ingin mendaftar.
4) Tahap selanjutnya kita akan menentukan nama halaman web kita, dan juga
judul halaman web kita.
5) Dan tahap terakhir kita tinggal mengisi apa saja yang ingi ditampilkan dalam
halaman web kita ini.
UD. Tunas Harapan sementara ini menggunakan nama
http:/tempatsampahtahanbanting.blogspot.com dan masih dikelola oleh peneliti.
Namun dalam waktu dekat UD.Tunas Harapan akan membuat halaman web
sendiri dan akan dikelola oleh karyawan bagian pemasaran.

Sumber: Peneliti (2015


Gambar 6 Halaman web UD. Tunas Harapan (1)

247
Sumber: Peneliti (2015)
Gambar 7 Halaman web UD. Tunas Harapan (2)

Namun dalam pemasaran dengan E-marketing ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan agar produk kita bisa terjual:
1) Yang pertama adalah memastikan kalau kita benar-benar bisa mengelola
halaman web kita.
2) Yang kedua adalah membuat nama halaman web kita mudah dicari oleh
konsumen. Dan yang penting adalah menggunakan nama yang sudah umum.
3) Yang ketiga adalah membuat halaman web kita menarik.

2. E-marketing Menggunakan Forum Jual Beli


Forum jual beli adalah sebuah situs atau halaman web yang menyediakan
layanan untuk sebuah perusahaan untuk mengiklankan produknya, dan juga forum
untuk pembeli melakukan transaksi secara praktis. Banyak sekali forum jual beli
pada saat ini seperti OLX, Tokopedia, Bukalapak,dll. Dan UD. Tunas Harapan
akan menggunakan forum jual beli yaitu OLX, alasan menggunakan OLX adalah
karena proses pembuatan iklan sangatlah mudah, hanya dengan mendaftarkan e-
mail kita setelah itu kita bisa langsung membuat iklan produk kita.

248
sumber: http://olx.co.id/iklan/tempat-sampah-tahan-banting-IDdlpWT.html

Gambar 8 Iklan tempat sampah UD. Tunas harapan Menggunakan forum jual
beli OLX

249
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Dari hasil pembahasan tentang mrnciptakan inovasi baru dan juga sistem
pemasaran E-marketing dalam UD. Tunas Harapan, maka diambil kesimpulan:
a. Tidd (2005,10) diartikan sebagai perubahan produk atau servis yang
ditawarkan oleh organisasi (perusahaan) untuk dapat bersaing. Dalam UD.
Tunas Harapan menciptakan inovasi akan membuat UD. Tunas Harapan akan
tetap bertahan dalam persaingan, dan selain itu laba UD. Tunas Harapan juga
akan meningkat. Peneliti minyimpulkan bahwa Inovasi adalah salah satu hal
yang membuat perusahaan agar tetap dapat bersaing dan exis dalam
memasarkan produknya.
b. Mohammed et al. (2003,96) dengan menggunakan E-marketing akan
menambah target (sasaran) penjualan. Dengan menggunakan E-marketing
UD. Tunas harapan sudah mengenalkan kepada pengguna internet, secara
tidak langsung UD. Tunas Harapan akan meningkatkan penjualannya. Pada
saat ini, E-marketing adalah sistem pemasaran yang sangat efektif pada saat
ini, karena kebanyakan konsumen menginginkan transaksi jual beli yang
praktis dan cepat.

B. Saran
Untuk pengembangan lebih lanjut, maka peneliti memberikan saran yang
bermafaat dan dapat membantu manajemen UD. Tunas Harapan untuk masa yang
akan datang, yaitu:
a. Peneliti menyarankan agar UD. Tunas Harapan menambahan lini produk baru
agar meningkatkan penjualan, karena banyak produk yang bisa dibuat dari
ban bekas. Selain itu bergantung kepada satu produk saja tidak akan merubah
pendapatan perusahaan.
b. Pemilik perusahaan/karyawan bagian pemasaran harus belajar dan
mengetahui lebih dalam tentang E-marketing, agar hasil penjualan lebih
maksimal di era globalisasi yang tren dengan Sosmed (sosial media).

250
Perusahaan juga harus bisa memanfaatkan forum jual beli gratis yang ada
dalam internet.

251
Daftar Pustaka

AL-Salaimeh M. 2008. journal Marketing Concepts; Segmentation and the


Product Developtment Process. 20 November 2015.
http://scholarship.sha.cornell.edu.

Chen-Ling, Lie. 2006. Journal of American Academy of Business. Vol 1, No 3. 20


November 2015. http://www.jaabc.com/journal.htmL.

Dharmesta & Irawan. 2005. Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua.


Yogyakarta: Liberty.

Ferdian ciu, Senny. Diy Project: 8 Inspirasi Perabotan Rumah Dari Barang
Bekas. 7 Desember 2015. https://blog.tokopedia.com/2015/01/diy-projects-
8-inspirasi-perabotan-rumah-unik-dari-barang-bekas.html.

http://olx.co.id/iklan/tempat-sampah-tahan-banting-IDdlpWT.html.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_Internet.

https://id.wikipedia.org/wiki/Reka_Baru.

Jagdish, N. S., & Sharma, A. 2005. International E-Marketing: Opportunities and


issues. International Marketing Review. 20 November 2015.
http://search.proquest.com.

Kotler, Philip. 2001. Manajemen Pemasaran di Indonesia : Analisis,


Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat.

Mohammed, et al. 2003. Internet marketing: building advantage in a network


economy. 2nd edition. McGraw-Hill Book co, New York.

Patricia, Eka. Definisi Pemasaran Menurut Para Ahli. 20 November 2015.


http://kireieka.blogspot.co.id/2013/04/definisi-pemasaran-menurut-para-
ahli.html.

Rogger, Everrt M. 1995. Diffusion Of Innovations. New York: Free Press.

Setiawan, Dimas. Definisi Inovasi. 21 November 2015.


http://definisimu.blogspot.co.id/2012/08/definisi-inovasi.html.

Stanton, William J. 2001, Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid Ketujuh, Penerbit


Erlangga, Jakarta.

Stanton, William J. 2001. Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

252
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.

Swastha, dkk. 2005. Manajemen Pemasaran Modern.Yogyakarta: Liberty


Yogyakarta.

Tidd Joe, et al. 2005. Managing Innovation: Integrating Technological, Market


and Organizational Change. 3rd Edition. USA: John Wiley & Sons, Ltd.

Trihadiningrum,Yulinah. Perkembangan paradigma pengelolaan sampah kota


dalam rangka pencapaian milenium development goals. 19 desember 2015.
http://depokbebassampah.wordpress.com/makalah/yulinah-
trihadiningrum.html.

Trott, Paul. 2008. Innovation Management and New Product Development. 4th
Edition. New Jersey: Pearson Education.

William J. Stanton.2000. Dasar-Dasar Pemasaran. Edisi ke tujuh. Jakarta:


Erlangga.

Yetti, Oktavia. Manfaat Tempat Sampah. 20 November 2015.


www.tempatsampah.org

253
VI. UKM BATIK
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejak resmi diakui UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia pada
2 Oktober 2009, keberadaaan batik seakan menjadi kebutuhan yang harus dimiliki
oleh semua warga Indonesia. Hal tersebut merupakan momen bangkitnya kembali
gairah pengusaha-pengusaha batik yang telah lama padam. Kota-kota pengahasil
batik seperti Jogja, Solo, dan Pekalongan kembali bergelora dengan hidupnya
usaha-usaha pengahasil batik, baik dalam skala rumahan maupun skala produksi
pabrik. Akan tetapi di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan tantangan
baru, dimana banyak bermunculan produsen atau pengusaha batik baru yang ada
di Surabaya misalnya mencoba keberuntungan bisnisnya dalam bidang batik.
Kemunculan-kemunculan produsen atau pengusaha baru tersebut juga
memberikan warna baru dalam produksi batik. Corak, warna serta model gambar
batik semakin beragam dan tidak terperancang pada pola-pola yang telah ada.
Hal ini di dukung permintaan konsumen yang semakin bertambah. Dengan
adanya motif batik yang berasal dari modifikasi motif modern yang di padukan
dengan motif tradisional, telah mempercepat pemasyarakatan batik di kalangan
umum. Batik kini menjadi komoditi industri yang bersifat masal. Keadaan pasar
yang semakin komplek, menuntut para produsen atau pengusaha untuk memiliki
strategi pemasaran yang baik dan handal, sehingga produk-produknya tidak hanya
laku dijual dipasaran, akan tetapi juga mampu bersaing dan bertahan dalam
persaingan yang ada. Strategi pemasaran merupakan strategi untuk melayani pasar
atau segmen pasar yang dijadikan target oleh seorang pengusaha, sehingga tinggi
rendahnya penjualan di tentukan oleh baik buruknya strategi pemasaran yang
dilakukan untuk mencapai tujuan organisasinya. Keberhasilan suatu usaha dapat
dilihat dari kemampuan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam membaca
keingingan konsumen dan menawarkan produk yang istimewa ke pasar atau
konsumen secara terus menerus dengan meningkatkan volume penjualan.
Peningkatan volume penjualan yang tinggi sangat diperlukan UKM untuk
meningkatkan pemasarannya anatara lain dengan mempertahankan mutu produk

254
harga yang bersaing serta didukung dengan berbagai promosi. Agar suatu produk
dapat ditrima oleh pasar perlu dilakukan berbagai tindakan yaitu mengenalkan
produk kepada konsumen, selain itu produk harus dapat memberikan kepuasan
kepada konsumen agar konsumen mempercayai dan melakukan kerja sama
selamanya.
Disamping itu untuk mencapai sasaran pasar yang diharapakan UKM ini
juga harus menerapkan bauran pemasaran dengan menciptakan dan menjaga
kesesuaian bauran pemasaran yaitu perpaduan antara produk, harga, distribusi,
dan promosi. Seperti mempertahankan kualitas mutu produk, penetapan harga
yang dapat dijangkau oleh konsumen, saluran distribusi yang memadai serta
meningkatkan kegiatan promosi. Untuk mengetahui lebih jauh tentang strategi
pemasaran terutama bauran pemasaran yang akan digunakan oleh UKM Batik
Karah dalam meingkatkan produk penjualannya. Para pengusaha diharapkan
benar-benar mampu mengetahui segala bentuk kekuatan atau kelemahan produk
dan kondisi internal dari suatu produk UKM, sehingga mampu melakukan
manajemen control yang baik dalam segi produksi.
Para pengusaha juga harus jeli dalam melihat segala bentuk kesempatan
ataupun ancaman yang dapat atau akan dihadapi oleh produknya di pasaran.
Terjaganya eksistensi suatu UKM diantaranya tergantung pada kemampuan UKM
tersebut untuk melihat peluang-peluang pasar yang ada, serta mengantisipasi
kemungkinan adanya ancaman pasar dari produk lain yang sejenis. (Jurini : 2003)
mengemukakan dalam memasarkan produk yang dihasilkannya setiap perusahaan
menjalankan strategi pemasaran sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Sedangkan menurut (Rangkuti : 2002), pengembangan strategi bersaing bertujuan
agar perusahaan dapat melihat secara objektif kondisi-kondisi internal dan
eksternal sehingga dapat mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal, yang
sangat penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki produk yang
sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan optimal dari sumber daya
yang ada.
Usaha Kecil Menengah (UKM) Batik Karah merupakan usaha kecil
menengah yang menghasilkan kain batik yang bertemakan BAYUSUMILIR.

255
Produk yang dihasilkan oleh kampung Batik Karah bermacam-macam motif dan
berbahan dasar kain sutra. Semakin banyak UKM batik saat ini, persaingan dalam
menjalankan usaha tidak dapat dihindari lagi. Untuk mendapatkan profit, UKM
Batik Karah berusaha meningkatkan dan mengatur strategi dalam kegiatan
pemasarannya dalam rangka meningkatkan penjual produk.
Usaha batik Kampung Batik Karah merupakan salah satu UKM batik
yang ada di kota Surabaya yang melakukan kegiatan produksi hingga
pemasarannya secara mandiri. Sebagai perusahaan batik berskala high-medium,
batik di kampung batik karah mempunyai beberapa karakteristik yang sekaligus
merupakan kekuatan internal bagi usahanya, diantaranya memakai peralatan yang
modern tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari cara membatik, dengan tidak
menggunakan canting tradisional tetapi memakai canting elektrik. Setiap
memproduksi berbahan kain sutra asli dan slalu bergantikan tema di setiap kain
batik. Adanya spesialisasi kerja (pembagian kerja), serta kekuatan promosi yang
dilakukan oleh UKM. Akan tetapi di sisi lain, seperti pada umumnya perusahaan
perorangan, UKM kampung batik karah juga mempunyai beberapa kekurangan
yang sekaligus menjadi kelemahan internal bagi perusahaan, diantaranya
kurangnya tenaga pemasaran, karena sebagian besar pemasaran langsung
dilakukan dan dikendalikan oleh pemilik, serta tidak memiliki gerai atau toko
pemasaran dan cabang di kawasan strategis lainnya, seperti pasar-pasar penjualan
batik ataupun pusat-pusat perbelanjaan lainnya, penjualan hanya dilakukan di
rumah dan event-event pameran tertentu yang sekaligus tempat produksi batiknya.
Adapun faktor eksternal yang dapat dihadapi oleh UKM Batik karah,
diantaranya yang merupakan kesempatan atau peluang yang dapat dihadapi oleh
UKM adalah pengakuan batik sebagai Warisan Budaya asli Indonesia oleh
UNESCO, lokasi UKM di Kawasan perumahan yang merupakan salah satu
kegiatan usaha yang positif yang mengangkat unsur nilai seni yang tingi tidak
mematahkan semangat dari UKM kampung batik karah untuk terus memproduksi
batik, produk-produk yang dihasilkan dengan teknik batik tradisional yang
meliputi batik tulis, serta koneksi UKM dengan pengusaha batik lainnya yang
berada di daerah Jawa Timur. Sedangkan faktor eksternal yang dapat menjadi

256
ancaman bagi UKM, diantaranya banyaknya pesaing atau perusahaan sejenis di
kawasan Surabaya. Dengan mengetahui kondisi objektif faktor internal dan
eksternal yang dimiliki oleh UKM batik Kampung Batik Karah tersebut, maka
peneliti bermaksud melakukan penelitian guna mengetahui strategi pemasaran
yang dapat digunakan untuk memingkatkan penjualan produk batik dari UKM
batik Kampung Batik Karah dengan mengambil judul ANALISIS
PENERAPAN STRATEGI PEMASARAN DALAM UPAYA
MENGEMBANGKAN PENJUALAN BATIK DI KAMPUNG BATIK
KARAH SURABAYA.

B. Perumusan Masalah
Sebagaimana diuraikan dalam latar belakang permasalahan penelitian di
atas, maka dapat dibuat suatu perumusan terhadap permasalahan yang hendak
diteliti, sebagai berikut:
1. Apa strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi produk untuk
mengembangkan usaha Batik Karah?
2. Apa strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi penetapan harga
untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
3. Apa strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi promosi untuk
dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
4. Apa strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi saluran distribusi
(place) untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
5. Alternatife strategi apa saja yang dapat diterapkan pada usaha Batik
Karah?

257
C. Tujuan Penelitian
Dari perumusan masalah yang hendak diteliti di atas, maka tujuan dalam
penelitian ini adalah:
1. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi produk
untuk mengembangkan usaha Batik Karah?
2. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi
penetapan harga untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
3. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi promosi
untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
4. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi saluran
distribusi (place) untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah?
5. Merumuskan alternatife strategi yang dapat diterapkan pada usaha Batik
Karah?

258
TINJAUAN PUSTAKA
D. Landasan Teori
Usaha Kecil Menengah (UKM)
Beberapa lembaga atau instansi bahkan UU memberikan definisi Usaha
Kecil Menengah (UKM) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi
UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja. Usaha kecil merupakan entitas usaha
yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 s.d 19 orang, sedangkan usaha menengah
merupakan entitias usaha yang memiliki tenaga kerja 20 s.d 99 orang. Kementrian
Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menegkop dan UKM),
memberikan definisi yang berbeda.
Batik
Pengertian lain dari batik menjelaskan bahwa batik merupakan suatu seni
dan cara menghias kain dengan penutup lilin untuk membentuk corak hiasannya,
membentuk sebuah bidang pewarnaan, sedang warna itu sendiri dicelup dengan
memakai zat pewarna (Endik S, 1986: 10). Berdasarkandua pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa batik merupakan suatu seni menghias kain dengan
menggambar pola-pola tertentu di atas kain dengan menggunakan malam. Batik
tulis ada beberapa pandangan yang mengelompokkan batik menjadi dua
kelompok seni batik, yakni batik keraton (Surakarta dan Yogyakarta) dan seni
batik pesisir. Motif seni batik keraton banyak yang mempunyai arti filosofi, erat
dengan makna kehidupan. Gambarnya rumit/halus dan paling banyak mempunyai
beberapa warna, biru, kuning muda atau putih .Motif kuno keraton seperti pola
panjji (abad ke-14), gringsing (abad 14), kawung yang diciptakan Sultan Agung
(1613-1645), dan parang, serta motif anyaman seperti tirta teja. Batik pesisir
memperlihatkan gambaran yang lain dengan batik keraton. Batik pesisir lebih
bebas serta kaya motif dan warna. Mereka lebih bebas dan tidak terikat dengan
aturan keraton dan sedikit sekali yang memiliki arti filosofi. Motif batik pesisir
banyak berupa tanaman, binatang, dan ciri khas lingkungannya. Warnanya
semarak agar lebih menarik konsumen.
Batik tulis dikerjakan dengan menggunakan canthing yaitu alat yang
terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan

259
memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam
membentuk gambar awal pada permukaan kain. Bentuk gambar/desain pada batik
tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes
dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik
cap. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara
gambar yang satu dengan gambar lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk
pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan
dengan pembuatan batik cap.
Pemasaran
Sebagian besar masyarakat, sering mengartikan pemasaran sebagai proses
penjualan barang dan jasa, tetapi apabila dilihat lebih mendalam pengertian
pemasaran mempunyai aspek yang lebih luas dari pada pengertian tersebut.
Pemasaran merupakan studi tentang proses bagaimana transaksi dimulai,
dimungkinkan, dan diselesaikan. Pemasaran berarti bekerja dengan pasar sasaran
untuk mewujudkan pertukaran yang potensial dengan maksud memuaskan
kebutuhan dan keinginan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa keberhasilan
pemasaran merupakan kunci kesuksesan dari suatu perusahaan (Kotler, 2001).
Teori pemasaran selalu menekankan bahwa dalam kegiatan pemasaran
harus jelas siapa yang menjual apa, dimana, bagaimana, bilamana, dalam jumlah
berapa dan kepada siapa. Adanya strategi yang tepat akan sangat mendukung
kegiatan pemasaran secara keseluruhan. Pemasaran adalah suatu proses sosial
yang melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan individu dan
perusahaan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui
pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan hubungan pertukaran
(Boyd, 2000). Para ahli juga mendefinisikan bahwa pemasaran merupakan suatu
fungsi organisasi dan kumpulan proses untuk membuat, mengkomunikasikan, dan
mengirimkan nilai-nilai kepada konsumen dan untuk mengatur hubungan dengan
konsumen dalam langkah memperoleh keuntungan secara organisasi maupun
stakeholder (Kotler, 2009). Sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis
tersebut akan ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan

260
dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada
pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Stanton, 2003).
Dari definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran
merupakan usaha untuk menggabungkan rencana-rencana strategis yang
diarahkan kepada usaha pemuas kebutuhan dan keinginan konsumen untuk
memperoleh keuntungan yang diharapkan melalui proses pertukaran atau
transaksi. Kegiatan pemasaran perusahaan harus dapat memberikan kepuasan
kepada konsumen bila ingin mendapatkan tanggapan yang baik dari konsumen.
Perusahaan harus secara penuh tanggung jawab tentang kepuasan produk yang
ditawarkan tersebut. Dengan demikian, maka segala aktivitas perusahaan,
harusnya diarahkan untuk dapat memuaskan konsumen yang pada akhirnya
bertujuan untuk memperoleh laba.
Konsep Pemasaran
Konsep Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi
perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya.
Cara dan falsafah baru ini disebut konsep pemasaran. Konsep pemasaran
(marketing concept) mengatakan bahwa kunci untuk mewujudkan tujuan
organisasi terletak pada kemampuan organisasi dalam menciptakan, memberikan
dan mengkomunikasikan nilai pelanggan (costumer value) kepada pasar
sasarannya secara lebih efektif dibandingkan pada pesaing (Tjiptono, 2008).
Konsep pemasaran dibuat dengan menggunakan tiga faktor dasar (Swastha dan
Irawan, 2005) yaitu:
a) Saluran perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada
konsumen atau pasar.
b) Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan,
dan bukannya volume untuk kepentingan volume itu sendiri.
c) Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasikan dan
diintegrasikan secara organisasi.

Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa


pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi

261
kelangsungan hidup perusahaan (Swastha, 2005). Bagian pemasaran pada suatu
perusahaan memegang peranan yang sangat penting dalam rangka mencapai
besarnya volume penjualan, karena dengan tercapainya sejumlah volume
penjualan yang diinginkan berarti kinerja bagian pemasaran dalam
memperkenalkan produk telah berjalan dengan benar. Penjualan dan pemasaran
sering dianggap sama tetapi sebenarnya berbeda. Tiga unsur pokok konsep
pemasaran (Handoko, 2000) adalah orientasi pada konsumen, penyusunan
kegiatan pemasaran secara integral (integraded marketing) dan kepuasan
konsumen (consumer satisfaction).
Seluruh kegiatan dalam suatu perusahaan yang menganut konsep
pemasaran harus diarahkan untuk memenuhi tujuan tersebut. Penggunaan konsep
pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang keberhasilan bisnis yang
dilakukan. Tujuan utama konsep pemasaran adalah melayani konsumen dengan
mendapatkan sejumlah laba, atau dapat diartikan sebagai perbandingan antara
penghasilan dengan biaya yang layak. Konsep pemasaran menghendaki agar
manajemen menentukan keinginan konsumen terlebih dahulu, setelah itu baru
melakukan bagaimana caranya memuaskan konsumen. Dengan demikian
perusahaan akan dapat menjaring pelanggan yang akan meningkatkan pendapatan
perusahaan.

Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke
depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan
tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk
mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik.
Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi,
yaitu:
1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa
depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-
citakan dalam lingkungan tersebut.

262
2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur
kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi
oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari
strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif
strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi
eksternal yang dihadapi.
5. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek
dan jangka panjang, (Hariadi, 2005:7).
Bauran Pemasaran
1. Produk (Product)
Salah satu komponen bauran pemasaran yang penting adalah
produk. Dimana produk ini merupakan hasil dari produksi sebuah
perusahaan. Kegiatan pemasaran dikatakan berhasil apabila perusahaan
atau penjual mampu membujuk konsumen dan akhirnya konsumen
memutuskan dan akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli produk
yang ditawarkan.
2. Harga (price)
Dalam bauran pemasaran (marketing mix) harga merupakan faktor
penting dalam menentukan ranah pemasaran yang dialokasikan oleh
sebuah perusahaan. Dari keempat faktor yang menentukan marketing mix,
harga merupakan satu-satunya unsur yang memberikan pemasukan atau
pendapatan bagi perusahaan.
3. Promosi (promotion)
Promosi merupakan salah satu variabel marketing mix yang sangat
penting yang dilakukan untuk membuka pangsa pasar yang baru atau
memperluas jaringan pemasaran. Sebagaimana Hurriyati mengatakan,
promosi merupakan aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan
informasi, mempengaruhi/membujuk atau mengingatkan pasar sasaran

263
atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan
loyal pada produk yang ditawrkan perusahaan yang bersangkutan.
4. Tempat (place)
Dalam kombinasi bauran pemasaran yang mencakup empat
komponen pemasaran salah satunya adalah unsur tempat atau dalam
beberapa buku banyak disebutkan sebagai aspek distribusi.Hurriyati
menjelaskan untuk produk industri manufaktur place diartikan sebagai
saluran distribusi, sedangkan untuk produksi jasa place diartikan scbagai
tempat pelayanan jasa.
Definisi Konsep
1. Bauran Pemasaran
Suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang
dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun
konsumen potensial.
2. Faktor Internal Perusahaan
Faktor Internal perusahaan merupakan unit-unit dalam perusahaan yang harus
diperhatikan dan mempengaruhi keputusan dan kebijakan dari perusahaan.
3. Faktor Eksternal Perusahaan
Faktor eksternal perusahaan adalah pelaku dan kekuatan diluar perusahaan yang
mempengaruhi kemampuan manajemen dalam perusahaan untuk mengembangkan
dan mempertahankan kelangsungan perusahaan.
Definisi Operasional
1.Bauran Pemasaran
Indikator:
a) Produk, Strategi yang dilakukan oleh UKM Batik Karah dalam
memproduksi produk serta mengembangkannya. Produk yang dihasilkan
oleh UKM Batik Karah yaitu batik cap dan batik tulis.
b) Harga, Strategi yang dilakukan UKM Batik Karah dalam menentukan
harga serta pertimbanganpertimbangannya.

264
c) Promosi, Strategi dan media promosi yang digunakan oleh UKM Batik
Karah dalam memperkenalkan dan mempublikasikan produk batik karah.
d) Tempat (distribusi), Strategi UKM Batik Karah dalam mendistribusikan
produk kepada konsumen.
2.Faktor Internal Perusahaan
Indikator:
a) Manajemen, Suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya yang dilakukan UKM
Batik Karah untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
b) Pemasaran, Kegiatan perencanaan, menentukan promosi dan
mendistribusikan barang- barang yang dihasilkan UKM Batik Karah untuk
dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan
perusahaan.
c) Produksi, Kegiatan yang dikerjakan UKM Batik Karah untuk menambah
nilai guna suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih
bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
d) Sumber Daya Manusia, Para tenaga kerja yang ikut dalam kegiatan usaha
pada UKM Batik Karah.
e) Keuangan, Terkait dengan permodalan dan pencatatan atau pembukuan
keuangan yang dilakukan oleh UKM Batik Karah.
3.Faktor Eksternal Perusahaan.
Indikator :
a) Kondisi sosial dan ekonomi
Keadaan sosial dan ekonomi masyarakat kota Semarang yang dapat
mempengaruhi usaha Batik Karah.
b) Teknologi
Information technology (IT) adalah merupakan teknologi apapun yang
membantu UKM Batik Karah dalam membuat, mengubah, menyimpan,
mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi.
c) Pembeli

265
Setiap orang pemakai produk dari UKM Batik Karah baik bagi
kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain dan tidak untuk
diperdagangkan. Ketika pembeli melakukan pembelian banyak, kekuatan
tawar-menawar yang mempengaruhinya.
d) Pesaing
Pihak luar yang mmpunyai usaha sejenis yaitu produsen Batik printing
maupun Batik dari kota lain.
e) Pemasok
Pihak yang menyediakan bahan baku untuk pembuatan batik pada UKM
Batik Karah.
E. Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data Primer
Data primer adalah data yang didapat dari sumber pertama baik dari
individu atau perseorangan, seperti wawancara yang biasa dilakukan oleh
peneliti (Umar Husein :2000). Data primer dalam penelitian ini diperoleh
melalui wawancara mendalam dan observasi langsung pada operasional
dan manajemen pada UKM Batik Karah yaitu Batik Karah.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung atau melaui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh
pihak lain). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari
studi pustaka, jurnal. Data sekunder yaitu data pendukung yang diperoleh
dari penelitian sebelumnya, industry yang bersangkutan dan lembaga-
lembaga lain yang berhubungan dengan kegiatan usaha tersebut.
3. Populasi Penelitian
Menurut Arikunto (2002:108) populasi adalah subyek penelitian, di mana
seorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian
yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.Penelitian ini merupakan
studi populasi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh UKM Batik
Karah.

266
F. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh
Mardianty Pongtuluran. Tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui pengaruh
karakteristik pembelian terhadap perilaku konsumen di Carrefour Panakkukang
Square. Serta untuk mengetahui pengaruh strategi komunikasi pemasaran
terhadap perilaku pembeli pada konsumen Carrefour Panakkukang Square. Data
dalam penelitian di dapatkan melalui wawancara mendalam dengan 4 orang
informan yaitu Pak Yudha seorang karyawan swasta, Pak Armin seorang aktivis
LSM, Ibu Rizky Ardiana seorang pegawai BUMN, dan Ibu Wahidah Syamsu
seorang ibu rumah tangga, serta melakukan observasi dan studi kepustakaan
(library research).
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif
kualitatif, dimana teknik analisis data secara deskriptif melalui pendekatan
kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carrefour Panakkukang Square
berhasil menerapkan keempat karakteristik pembelian yaitu produk, harga dan
kualitas serta situasi untuk memepngaruhi perilaku konsumen agar dapat
melakukan transaksi pembelian di Carrefour Pnakkukang Square. Selain itu, dapat
dikatakan bahwa pengaruh strategi komunikasi pemasran terhadap perilaku
memebeli pada konsumen Carrefor Panakkukang Square sangatlah berhasil untuk
mempengaruhi konsumen, khususnya dalam hal sales promotion (promosi
penjualan) dan Point Of Purchase Communication (Komunikasi d tempat
pembelian).

267
TUJUAN DAN MANFAAT
G. Tujuan Penelitian
Tujuan:
1. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi produk
untuk mengembangkan usaha Batik Karah.
2. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi
penetapan harga untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah.
3. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi promosi
untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah.
4. Mengetahui strategi UKM yang dilakukan dalam bidang strategi saluran
distribusi (place) untuk dapat mengembangkan usaha Batik Karah.
5. Merumuskan alternatife strategi yang dapat diterapkan pada usaha Batik
Karah.
H. Manfaat Penelitian
Manfaat:
1. Bagi UKM, Diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang
dihadapinya sehingga mampu mengembangkan usaha mereka.
2. Membantu pengusaha Batik Karah untuk membenahi usahanya agar
berkembang.
3. Identifikasi, analisis, dan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi
usaha batik karah dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan
manajemen pemasaran terapan khususnya usaha kecil menengah.
4. Bagi peneliti lain dan akademi, Sebagai tambahan informasi dan disiplin
ilmu, menambah khazanah ilmu pengetahuan, serta dapat menjadi bahan
referensi untuk penelitian selanjutnya di bidang yang sama.

268
METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi , Subjek, dan Waktu Penelitian


Lokasi Penelitian
Daerah yang dipilih penulis untuk dijadikan tempat penelitian ialah
Kampung Batik Karah Ketintang Madya III. Di daerah tersebut terdapat beberapa
perajin batik tulis yang sudah berkarya sejak lama. Oleh sebab itu, penulis tertarik
melakukan penelitian di Kampung ini yang nantinya akan di angkat ke dalam
sebuah karya tulis ilmiah.
Subjek Penelitian
Saat ini perajin batik Sukapura di Kampung Batik Karah, yang masih
menekuni batik. Di antaranya adalah Pak Ary Widiarto pendiri kampung batik
karah dan Arif Rahmanu sebagai pengrajin batik. Untuk menentukan subjek
penelitian, penulis terlebih dahulu melakukan wawancara kepada pihak terkait
kampung batik karah. Berdasarkan rekomendasi dari dosen pembimbing, perajin
yang dipilih sesuai kriteria tersukses dalam melestarikan batik Bayusumilir
ialah Bapak Ary Widiarto.
Dengan demikian, penulis memilih Bapak Ary Widiarto sebagai subjek
penelitian karena beliau diketahui memiliki perbedaan dalam melestarikan batik
Bayusumilir sehingga data-data yang didapat dari beliau dapat menjawab
pertanyaan-pertanyaan rumusan masalah penelitian ini. Adapun tempat tinggal
Pak Ary Widiarto tepatnya di Jalan Ketintang Madya III, dan letak geografis
tempat tinggal beliau cukup strategis, karena lokasi rumahnya berada di dekat area
Universitas Bhayangkara Surabaya, sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan
umum. Hal ini dapat memberi kemudahan bagi penulis selama melakukan
penelitian.
Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan kurang lebih tiga kali pertemuan. Waktu
penelitian terhitung sejak penulis melakukan observasi ke lokasi penelitian sampai
dengan selesai penelitian dan menyusun laporan. Penulis mulai melakukan
penelitian setelah mendapatkan SK (Surat Keputusan) mengenai pengesahan

269
Judul makalah dari Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pemasaran 1 Fakultas
Ekonomi Manajemen Universitas Bhayangkara Surabaya (UBHARA) . Dengan
adanya Surat Keputusan (SK) tersebut, dapat memudahkan penulis untuk
melakukan penelitian-penelitian berikutnya.

B.Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Ciri-ciri penelitian kualitatif dapat dilihat dari sifat
dan bentuk laporannya. Dimana, laporan tersebut merupakan laporan yang berisi
pemaparan kajian hasil penelitian. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif
disusun dalam bentuk narasi yang bersifat deskripsi dan menampilkan
dokumentasi hasil penemuan-penemuan selama penelitian. Sebelum melakukan
penelitian ke lapangan, penulis dianjurkan untuk mengetahui serta memahami
terlebih dahulu bagaimana definisi dan sifat metode penelitian yang dipilih. Hal
ini dilakukan agar pada saat terjun ke lapangan tidak lagi kebingungan untuk
melakukan penelitian, karena sebelumnya penulis sudah mempelajari jenis dan
sifat penelitian yang dipakai. Metode penelitian yang dimaksud, dikemukakan
oleh Nazir (1988:64) bahwa penelitian deskriptif : Mencakup metode penelitian
yang lebih luas di luar metode sejarah dan eksperimental, dan secara lebih umum
sering diberi nama, metode survei. Kerja peneliti, bukan saja memberikan
gambaran terhadap fenomena-fenomena, tetapi juga menerangkan hubungan,
menguji hipotesa-hipotesa, membuat prediksi serta mendapatkan makna dan
implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan. Dalam mengumpulkan data
digunakan teknik wawancara, dengan menggunakan schedule questionair ataupun
interview guide.
Berdasarkan pendapat di atas, metode deskriptif dibutuhkan dalam
penelitian ini. Karena pada proses penelitiannya, penulis akan meneliti
permasalahan-permasalahan di suatu kelompok masyarakat mengenai upaya yang
dilakukan perajin batik di Kampung Batik Karah dalam melestarikan batik
Surabaya. Sebagaimana dijelaskan dalam kutipan di atas, bahwa penelitian
kualitatif dengan metode deskriptif umumnya penulis dapat memberikan

270
gambaran terhadap fenomena-fenomena di lapangan. Selain itu teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara
dan survei atau observasi. Untuk mencapai keberhasilan dalam penelitian
kualitatif, di sini penulis akan mengumpulkan data-data faktual melalui
wawancara dan observasi. Penulis dapat mengumpulkan berbagai data mulai dari
dokumen yang relevan dalam bentuk hasil wawancara, dan dokumentasi foto.
Data tertulis yang didapat penulis tidak hanya dari pemberi informan, tetapi ada
sebagian data dari pihak pemerintah dan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(DISPARBUD). Kemudian pada tahap akhir, data penelitian akan dianalisis dan
dibahas sesuai rumusan masalah.

C. Definisi operasional
Untuk mmperjelas judul penelitian, penulis akan merumuskan definisi
operasionalnya atau penjelasan istilah sebagai berikut :
1. Upaya
Maksud dari kata upaya dalam penelitian ini adalah usaha dari beberapa
perajin dalam melestarikan atau mempertahankan eksistensi batik.
2. Perajin Batik
Merupakan seseorang atau sekelompok orang yang menekuni kerajinan batik
dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menghasilkan kain batik baik itu
jenis batik tulis maupun batik cap.
3. Melestarikan
Melestarikan adalah upaya sekelompok orang, masyarakat atau lembaga
dalam menjaga dan mempertahankan sesuatu hal yang berharga dan bernilai
untuk dipelihara juga dikembangkan. Dalam judul penelitian ini, yang
dimaksud melestarikan ialah bagaimana cara perajin dalam melestarikan
budaya membatik agar kerajinan batik tidak punah. Karena pada dasarnya,
batik merupakan warisan budaya turun temurun dari nenek moyang yang
harus dilestarikan dari masa ke masa.
4. Batik Karah (Bayusumilir)

271
Batik Karah (Bayusumilir) merupakan salah satu jenis batik tulis asli dari
yang sudah ada sejak tahun 2009, dengan ciri khas warna-warna seperti
pelangi tergantung tema yang ada.
5. Ketintang Madya III
Ketintang Madya III adalah salah satu yang berada dikecamatan Gayungan
kota Surabaya provinsi Jawa Timur. Daerah tersebut menjadi lokasi
penelitian, karena di dalamnya terdapat perajin batik karah dan sekaligus
rumah dari pendiri kampung batik karah.
2 Instrumen Penelitian
Pada sebuah penelitian, instrumen sangat dibutuhkan karena merupakan
salah satu alat untuk mengumpulkan data-data yang sesuai dengan kenyataan di
lapangan. Beberapa instrumen yang digunakan oleh penulis selama penelitian
ialah sebagai berikut :
1. Draft Wawancara
Draft wawancara di sini diartikan sebagai serangkaian pertanyaan yang
sudah disusun penulis sebelumnya, agar pada saat wawancara berlangsung penulis
mempunyai acuan topik pertanyaan yang akan diberikan kepada narasumber.
Sehingga tidak keluar dari permasalahan-permasalahan yang ingin di tanyakan.
Pada penelitian ini, penulis melakukan wawancara kepada pihak yang
bersangkutan yakni penggagas sekaligus pendiri kampung batik karah. Tujuan
penulis dalam mewawancarai ialah untuk mendapatkan informasi tentang
kampung batik karah yang akan dijadikan objek penelitian. Adapun daftar
pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun penulis, antara lain sebagai berikut :
1. Sejak kapan bapak mendirikan usaha kampung batik karah ini?
2. Siapa yang pertama kali mempunyai ide atau gagasan untuk mendirikan
kampung batik karah ini?
3. Apakah ada upaya yang lakukan dalam melestarikan batik karah ini yang
masih bertahan hingga sekarang?
4. Apakah ada kendala pada saat melakukan upaya pelestarian kampung
batik karah ini?

272
5. Bagaimana menghadapi beberpa kendala yang ditemui pada saat
melakukan upaya pelestarian batik karah?
6. Apakah disini ada pelatihan membatik dari kampung batik karah ini bapak
kepada generasi sekarang yang berminat belajar membatik?
7. Ada berapa pengrajin yang masih bertahan mempertahankan kampung
batik karah ini?
8. Ada motif apa saja bapak yang dimiliki kampung batik karah ini agar
konsumen dan para peminat akan belajar membatik tertarik dengan ciri
khas batik karah?
9. Usaha bapak ini terbilang sukses dan mandiri, berhasil sebagai pengusaha
batik lokal, tapi bagaimana bapak melakukan upaya dalam memotivasi
generasi sekarang agar minat belajar membatik dan menjadikan sebagai
peluang usaha?

2. Catatan dan Alat Dokumentasi (kamera)


Selain menggunakan draft wawancara, pada penelitian ini penulis juga
menggunakan catatan kecil untuk menulis keterangan atau jawaban dari
narasumber. Selanjutnya, alat yang digunakan adalah kamera. Alat ini berfungsi
untuk mengambil gambar dalam bentuk foto.
3 Teknik Pengumpulan Data
Agar data-data penelitian dapat terkumpul dengan lengkap, sesuai jenis
penelitian ini yakni penelitian kualitatif maka penulis menggunakan teknik
observasi dan wawancara.
1. Observasi
Teknik observasi dalam penelitian ini dilakukan pada tahap awal sebelum
melakukan wawancara. Melalui observasi, penulis dapat menemukan objek
penelitian yang akan diwawancara. Observasi yang digunakan pada penelitian
ini adalah observasi langsung ke lapangan. Sebagaimana dikemukakan (Nazir
1988:212) bahwa Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan
pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan
mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan terbesut.

273
Berdasarkan pendapat di atas, dalam penelitian ini ketika penulis
melakukan observasi dapat mengamati langsung bagaimana keadaan objek yang
akan diteliti di lapangan. Menurut (Nazir 1988:213), menggunakan pengamatan
langsung dapat memberikan keuntungan bagi penulis antara lain sebagai berikut :
a. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat
hal-hal perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut
berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi.
b. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik yang tidak
dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi
secara verbal.
Oleh karena itu melalui kegiatan observasi yang dijelaskan pada kutipan di
atas, penulis dapat menemukan gambaran umum keadaan di lapangan.
Selanjutnya, data-data yang tidak diduga bisa saja diketahui setelah melakukan
observasi langsung. Cara yang paling efektif dalam menggunakan metode
observasi adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai
instrument. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah
laku yang digambarkan akan terjadi. Pengamatan langsung dalam penelitian ini
dilakukan kepada salah satu pendiri dan pegagas kampung batik karah yakni
bapak Ari Widiarto. Lokasinya di Jalan Ketintang Madya III no 18-20 Surabaya.
Melalui kegiatan wawancara dengan pendiri tersebut, penulis dapat
mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Adapun data yang didapat oleh penulis
merupakan data penting mengenai penjelasan-penjelasan upaya perajin batik
dalam melestarikan batik Surabaya. Kemudian dengan pengamatan ini, penulis
juga bisa mendapatkan dokumentasi-dokumentasi yang di ambil dari kampung
batik karah. Di samping itu juga mendapatkan data-data tertulis lain yang
berkenaan dengan jumlah perajin batik karah beserta potensi-potensinya.

2. Wawancara
Pada sebuah penelitian, hal utama yang dibutuhkan oleh penulis ialah data.
Begitu juga dalam prosesnya, penulis harus meneliti sedalam-dalamnya objek
penelitian. Sehingga pada saat melaksanakan penelitian, masalah yang diteliti

274
dapat terjawab. Melalui teknik wawancara, penulis dapat mengumpulkan data
dari pertanyaan-pertanyaan tersebut yang akan diberikan kepada narasumber.
Menurut (Ratna 2010:222) mengemukakan bahwa Wawancara
(interview) adalah cara-cara memperoleh data dengan berhadapan langsung,
bercakap-cakap, baik antara individu dengan individu maupun individu dengan
kelompok. Berdasarkan pandangan tersebut, bisa dipahami bahwa ketika
melakukan wawancara selama penelitian, komponen yang dibutuhkan di
antaranya topik wawancara, jumlah responden yang siap diwawancarai, penetapan
waktu sesuai kesiapan narasumber atau responden. Maksud dari responden dalam
penelitian ini yaitu meliputi pihak-pihak yang dinilai dapat memberikan informasi
secara relevan (valid) tentang batik karah dan upaya pelestariannya. Adapun
pihak-pihak responden yang dapat memberikan informasi selama penelitian ini di
antaranya dari pihak perajin batik karah (Bapak Arif rahmanu). Untuk
melancarkan kegiatan wawancara, penulis terlebih dahulu membuat rancangan
poin-poin inti percakapan dalam bentuk beberapa pertanyaan dengan bahasa yang
sederhana. Tujuannya ialah untuk mempermudah narasumber ketika menjawab
beberapa pertanyaan dari peneliti. Suasana wawancara yang diciptakan penulis
tidak formal melainkan seperti obrolan-obrolan santai, agar poin-poin dari
pertanyaan bisa dikembangkan mengikuti alur pembicaraan. Meski bentuk
wawancaranya seperti obrolan biasa, namun penulis tetap membatasi obrolan
dengan narasumber agar topik pembicaraannya tidak keluar dari apa yang sudah
direncanakan.
Sebelum penulis memulai wawancara, terdapat beberapa hal yang
dipersiapkan penulis demi kelancaran kegiatan wawancara yakni meliputi catatan
kecil untuk menulis, pedoman wawancara berupa draft pertanyaan, dan biodata
yang akan di lengkapi oleh narasumber setelah kegiatan wawancara selesai. Ada
pun beberapa hal yang dilakukan penulis sebelum memulai wawacara di
antaranya adalah sebagai berikut :
a. Menerangkan tujuan dan manfaat penelitian yang dilakukan oleh penulis.
b. Memberikan penjelasan mengapa narasumber menjadi pilihan yang
diwawancara.

275
c. Menjelaskan kepada narasumber bahwa hasil wawancara akan diangkat ke
dalam sebuah karya tulis skripsi.
Setelah menjelaskan beberapa hal tersebut, kemudian penulis memulai kegiatan
wawancara dengan memberikan pertanyaan demi pertanyaan sebagaimana
rancangan dalam pedoman wawancara.

3. Studi Dokumentasi
(Sugiyono 2013:329) mengemukakan bahwa studi dokumentasi/dokumen
merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara
dalam penelitian kualitatif. Sasaran dari studi ini ialah dokumen. Kembali
dijelaskan oleh (Sugiyono 2013:329) bahwa : Dokumen merupakan catatan
peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau
karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan
misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), ceritera, biografi,
peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang
dapat berupa gambar, patung, film, dan lain-lain. Pada penelitian ini, tentunya
sangat membutuhkan studi dokumentasi, karena dalam pelaksanaannya banyak
hal yang harus didokumentasikan yaitu berupa foto. Maka dari itu, dalam
menggunakan metode penelitian ini, peneliti dapat meneliti dokumen-dokumen
penting kemudian mencatat benda-benda tertulis yang dibutuhkan dalam
penulisan laporan penelitian.
4 Metode Penentuan Sampel
Metode Penentuan sampel penelitian ini adalah purposive sampling, yaitu
dengan criteria berdasarkan pada usaha dalam kategori UKM (Usaha Kecil
Menengah), merupakan produsen batik Semarangan dengan proses produksi
masih menggunakan cara konvensional belum memakai peralatan/mesin modern,
perusahaan berusia minimal lima tahun dalam memproduksi dan memasarkan
hasil kerajinan batik, berjalan secara kontinyu dan ada upaya untuk
mengembangkannya
5 Teknik Analisis Data

276
Hal terpenting dalam sebuah penelitian disamping teknik pengumpulan
data ialah teknik analisis data. Dikarenakan teknik analisis data dalam sebuah
penelitian merupakan kegiatan memeriksa keabsahan data-data yang sudah
terkumpul sebelum data tersebut disusun menjadi laporan. Di sini, penulis dapat
memeriksa ulang apakah data yang dikumpulkan selama penelitian di lapangan itu
dapat menjawab rumusan masalah penelitian atau sebaliknya.
Menurut (Arikunto 2010:280) mengemukakan bahwa Analisis data
adalah mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan
satuan uraian sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis
kerjakan (ide) seperti yang disarankan oleh data. Dengan demikian dalam
menganalisis data, penulis akan menyusun data-data yang sudah dikumpulkan
sesuai dengan perumusan masalah. Selanjutnya penulis dapat melakukan analisis
data, melalui tahapan-tahapan berikut :
1. Mengumpulkan seluruh data hasil temuan di lapangan.
2. Sebelum disusun dengan sistematis, data-data hasil penelitian dicek ulang dan
dibandingkan dengan data hasil penemuan orang lain.
3. Mengelompokkan data sesuai rumusan masalah penelitian. Tujuannya agar
data-data tersebut tidak tercampur dengan data yang tidak terpakai.
4. Menganalisis keterkaitan antara data yang satu dengan yang lainnya. Apabila
ditemukan data yang kurang akurat atau diragukan, maka akan dilakukan
pengecekan ulang ke lapangan.
5. Setelah penyaringan dan pengelompokkan data, kemudian di susun kedalam
sebuah laporan secara sistematis, dengan cara membahas dan mendeskripsikan
hasil temuan di lapangan yang sesuai dengan perumusan masalah sehingga
menjadi sebuah laporan yang ilmiah dan relevan.
6. Selanjutnya, menyimpulkan hasil dari penelitian sesuai poin-poin dalam
perumusan masalah.

6 Metode Analisis Data


Dalam metode analisis data terdapat beberapa teknik pengumpulan data
diantaranya sebagai berikut:

277
Teknik Analisis Deskriptif
Metode penelitian adalah salah suatu teknis dan cara mencari,
memperoleh, mengumpulkan dan mencatat data,baik berupa primer maupun data
sekunder yang di gunakan untuk keperluan menyusun suatu karya ilmiah. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analisis dengan
pendekatan kualitatif. Pendekatan deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif
dalam penelitian ini yaitu dengan caramemberikan gambaran mengenai data atau
kejadian berdasarkan fakta-fakta yang tampak pada situasi yang diselidiki peneliti
dan objek yang diteliti terpisah, proses penelitian yang dilakukan melalui
pengukuran dengan alat yang baku yaitu matriks SWOT.
a) Matriks SWOT, Matriks Kekuatan-Kelemahan-Peluang-Ancaman (Matriks
SWOT) merupakan alat yang penting untuk membantu manajer
mengembangkan empat tipe strategi, yaitu SO (strengthsopportunities), WO
(weaknesess- opportunities), ST (strengths-threats), dan WT
(weaknesessthreats).
b) Strategi SO menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan
peluang eksternal.
c) Strategi WO bertujuan untuk memperbaiki kelemahan internal dengan
memanfaatkan peluang eksternal.
d) Strategi ST menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau
mengurangi pengaruh dari ancaman eksternal.
e) Strategi WT adalah taktik defensive yang diarahkan pada pengurangan
kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
Untuk membuat matriks SWOT terdapat delapan langkah yang harus dilakukan,
yaitu :
1). Tuliskan peluang eksternal kunci perusahaan, 2).Tuliskan ancaman eksternal
kunci perusahaan, 3).Tuliskan kekuatan internal kunci perusahaan, 4).Tuliskan
kelemahan internal kunci perusahaan, 5).Cocokkan kekuatan internal dengan
peluang eksternal dan catat strategi SO dalam sel yang ditentukan, 6).Cocokkan
kelemahan internal dengan peluang eksternal dan catat strategi WO dalam sel
yang ditentukan, 7).Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal dan

278
catat strategi ST dalam sel yang ditentukan, 8).Cocokkan kelemahan internal
dengan ancaman eksternal dan catat strategi WT dalam sel yang ditentukan.

279
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan dari Penelitian


Pada bab ini akan peneliti sajikan hasil pengumpulan data yang peneliti
lakukan, baik itu dari hasil wawancara maupun hasil studi dokumentasi yang
menghasilkan berbagai data terkait dengan penerapan strategis pemasaran apa
yang dilakukan dalam upaya mengembangkan penjualan di kampung batik karah.
Dalam penyajian data tersebut disertai dengan membahas hasil penelitan yang
dipaparkan dengan menggunakan teori yang ada di tinjauan pustaka.Pembahasan
ini bertujuan untuk lebih memahami fenomena yang terjadi secara nyata dengan
teori-teori dari para ahli.
Hasil dari Penelitian
Analisis Strategi Bauran Pemasaran UKM Batik Karah
Dalam membantu mengembangkan usaha di UKM kampung batik karah
guna meningkatkan penjualan.Penelitian ini menggunakan Strategi Marketing
Mix :

Strategi Produk Strategi Promosi

1) Kualitas Produk Target yang diinginkan 1) Mengadakan


2) Model Produk UKM Kampung Batik pameran dari
terbaru Karah pihak ukm
3) Desain Produk sendiri
terbaru 2) Diadakannya
4) Kemasan terbaru pameran oleh
5) Jaminan Produk Disperindag
3) Melalui media
Strategi Place / Tempat
+
Strategi Harga Distribusi
internet

1) Harga penjualan yang kompetitif 1) Penjualan dilakukan di


2) Diskon bila barang rusak/di tukar rumah sendiri jln.
dengan barang lain Ketintang Madya III no
18-20 Surabaya
2) Disaat diadakan
pameran surabaya

Gambar 1. Strategi Marketing Mix

1. Strategi Produk
a) Kualitas Produk, Untuk peningkatan kualitas produk dengan cara
meningkatkan kompetensi UKM batik dengan memperluas

280
pengetahuan, menambah wawasan, dan mengembangkan keterampilan
sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas alat-alat produksi.
Seperti yang dilakukan UKM Batik Karah yang telah menerapkan
sistem yang modern tetapi tidak menghilangkan unsur seni nya yang
menjadi tren terbaru dalam pasar internasional yaitu dengan cara
memproduksi batik dengan menggunkan canting elektrik.

Gambar 2.
Canting Elektrik
Sumber :http://google.com
Gambar 2. Alat Produksi Batik dengan Canting Listrik

b) Model Produk, Untuk memenuhi kebutuhan pasar, Batik Karah


membuat kebijakan untuk menciptakan produk yang bervariasi dan
beraneka ragam. Selain batik dalam bentuk selembar kain, Batik Karah
juga memproduksi batik dalam bentuk baju, tas, dan dompet sehingga
menambah pilihan produk bagi konsumen dengan model baju yang
sedang trend. Akan tetapi kami juga memberikan inovasi terbaru bagi
ukm batik membuat kipas renteng, gantung kunci , sepatu wanita/pria
dari sisa-sisa kain yang sudah terpotong dari pembuatan baju, tas, dan
dompet.

281
Sumber :http://google.com//souveniryogyakarta
Gambar 3. Inovasi Batik Model Produk Kipas Renteng, Gantungan
Kunci, Sepatu, dll

Gambar 4.
Inovasi Model Produk Gantungan Kunci

Sumber :http://google.com//ratusouvenir

282
c) Desain Produk, Untuk konsep desain produk Batik Karah masih dari
pemlilik yang kemudian diterjemahkan kedalam gambar oleh
karyawan bagian gambar desain.

Gambar 4
Motif Batik Bertemakan Ayam Petarung Yang Sudah Menjadi Produk Model
Baju

283
Untuk desain/motif batik Karah mempunyai ciri khas yaitu motif-motif
yang dikembangkan, berupa motif Ayam Petarung dan ekor seperti
ombak yang melayang-layang.
d) Kemasan, Dalam pengemasan Batik Karah telah memakai kemasan
dalam bentuk plastik dan paper bag. Tetapi kami mencoba
memberikan inovasi dalam kemasan yang lebih menarik dengan
menggunakan kemasan dalam bentuk bambo.

Gambar 5
Inovasi kemasan batik dalam bentuk bambo
Sumber : http//google.com//kemasanbatikbambu
e) Jaminan Produk, Untuk memberikan pelayanan terbaik demi
menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan, maka UKM Batik
Karah memberikan jaminan kepada konsumen jika produk tidak sesuai
pesanan atau produk yang dibeli cacat, maka bisa ditukar dengan
produk sejenis maupun lain dengan harga yang sama.

284
2. Strategi Harga
Dari harga kain sampai proses pembuatan batik semakin rumit dan
semakin banyak warna yang digunakan, maka akan semakin lama proses
pembuatannya dan semakin tinggi harga jual produk tersebut. Untuk batik
tulis harga barkisar Rp. 2.000.000; sampai dengan Rp. 18.000.000;
3. Tempat/Distribusi (Place)
Distribusi dilakukan dengan cara distribusi langsung. Konsumen membeli
batik langsung ke lokasi usaha kampung batik karah Ketintang Madya III
Surabaya maupun pada saat pameran yang diikuti UKM Batik Karah.

B T
Jl. KETINTANG SELATAN

Jl. KETINTANG MADYA III


S
Lokasiukm batik karah

Jl.
KETI
Jl. KETINTANG MADYA II NTA
Jl. Ketintang Baru I
NG
MAD
YA KFC
Jl. Jl.
Jl. KETINTANG MADYA V
Jetis A.
BalaiDiklat saret Graha Ya
Keagamaan
an pena ni
Sur
Univ. aba
Bhayangk ya
arah, Sby
Jl. GayungKebonsariTimur

Gambar 6
Denah Lokasi Kampung Batik Karah
Sumber : Peneliti 2015
4. Strategi Promosi
Strategi promosi yang dilakukan UKM Batik Karah yaitu dengan cara
mengikuti pameran-pameran yang diadakan olehDinas Perindustrian dan
Perdagangan(Disperindag) maupun pihak swasta didalam kota maupun

285
luar kota. Dengan mengikuti pameran tersebut menjadi peluang atau
kesempatan bagi UKM Batik Karah untuk mempromosikan batik
Karah.Disamping itu kami dari pihak peneliti juga memberikan inovasi
mempromosikan melalui media internet supaya agar dapat dengan mudah
di ketahui oleh masyarakat di dalam maupun di luar negeri.

Analisis SWOT pada UKM Batik Karah


Dari identifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang adaUKM Batik
Karah mempunyai beberapa kekuatan (strength) yaitu:
1. Manajemen yang belum rapi
Belum adanya pembukuan dan pencatatan arsip-arsip perusahaan yang
berkaitan dengan hasilpenjualan dan nota-nota pembelian bahan baku.
Selain itu administrasi yang menyangkutkeuangan, belum pernah sama
sekali dicatat dalam sebuah laporan keuangan perusahaan.
2. Mutu Produk yang Dihasilkan Baik
Pihak UKM Batik Karah selalu mengutamakan mutu produk yang
dihasilkan, baik dari segi desain, warna , variasi bentuk atau ukuran.
3. Hubungan yang Terjalin Baik antara Pemilik dan Pelanggan
Dengan cara memberikan pelayanan secara optimal pada saat proses
transaksi berlangsung maupunmemberikan produk yang berkualitas serta
jaminan apabila produk cacat untuk kepuasankonsumen.
UKM Batik Karah mempunyai beberapa kelemahan (weakness) yaitu:
1. Saluran distribusi yang masih kurang efisien
Dalam menyalurkan produk ke konsumen UKM Batik Karah efisien
karena masihmenggunakan saluran langsung.
2. Promosi
UKM Batik Karah dalam melakukan promosi masih kurang efektif karena
masihmengandalkan pameran dan mouth to mouth.
3. Permodalan

286
Salah satu kendala yang cukup besar yang dihadapi UKM Batik Karah
yaitu masalahpermodalan yang masih terbatas dan belum cukup untuk
mengembangkan usaha.
4. Sumber Daya Manusia
Karena kesulitan dalam mencari tenaga ahli karena sedikitnya orang yang
bisa dan mau membatikdan keterbatasan .
UKM Batik Karah memepunyai beberapa peluang (oppurtinities) yaitu:
1. Potensi Pasar
Potensi pasar di Surabaya masih sangat besar, hal ini dapat dilihat dengan
jumlah penduduk Surabaya yang semakin bertambah tiap tahunnya.
2. Tingkat Pendapatan Penduduk
Tingkat pendapatan penduduk yang terus meningkat mengidentifikasikan
bahwa daya belimasyarakat juga meningkat.
3. Teknologi
Dengan adanya beraneka ragam tekhnologi yang ada, seharusnya UKM
Batik Karah bisamemanfaatkan tekhnologi itu secara maksimal.

287
A. Matrik SWOT UKM Batik Karah
KEKUATAN (S) KELEMAHAN (W)
Internal Faktor a) Mutu produk yang a) Saluran distribusi yang
bagus. kurang efisien
b) Hubungan baik b) Promosi yang masih
dengan pelangan. kurang efektif
c) Permodalan yang
Eksternal Faktor kurang
d) SDM yang kurang
memadai
e) Manajemen yang tidak
rapi

PELUANG (O) STRSTEGI SO STRATEGI WO


a) Potensi pasar yang a) Menggunakan a) Mengadakan pelatihan
masih besar tekhnologi modern terhadap pegawai
b) Tingkat untuk b) Merekrut tenaga ahli
pendapatan meningkatkan c) Pembukuan terhadap
penduduk yang produksi administrasi dan
tinggi b) Mempertahankan keuangan
c) Kemajuan kualitas produk d) Bekerjasama dengan
tekhnologi c) Mengembangkan pedagang besar batik
d) Kebijakan usaha dengan e) Meningkatkan promosi
pemerintah menggunakan dengan membuat iklan
bantuan modal di internet dan pada
dari pemerintah saat Semagres
f) Menawarkan produk ke
organisasi atau
kelompok-kelompok
kerja

ANCAMAN (T) STRATEGI (ST) STRATEGI WT


a) Inflasi yang a) Meningkatkan a) Menambah modal
fluktuatif kualitas pelayanan dengan melakukan
b) Persaingan yang terhadap pinjaman ke
ketat pelanggan pemerintah melalui
b) Meningkatkan BUMN
desain motif yang b) Meningkatkan promosi
kreatif dan c) Menambah saluran
menarik distribusi

Tabel 1.
Tabel Strategi Matriks SWOT

288
Dari berbagai alternatif strategi yang ada, perusahaan dapat memilih mana
yang sesuai untuk UKM Batik Karah berdasarkan analisis faktor-faktor internal
dan eksternal yang telah dilakukan sebelumnya. UKM Batik Karah dapat
memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk mendapatkan peluang yang ada
dengan menggunakan strategi antara lain :
1. Mempertahankan kualitas batik yang dimiliki, memaksimalisasi teknologi
komunikasi untuk pemasaran dan teknologi dalam bidang produksi seperti
canting electrik untuk memaksimalkan produksi.
2. Serta melakukan pengembangan usaha dengan menggunakan mengajukan
peminjaman modal yang telah disediakan oleh pemerintah.
UKM Batik Karah dapat menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi
ancaman yang ada dengan strategi antara lain :
1. Inovasi produk, yaitu menciptakan produk-produk baru yang inovatif
sehingga dapat menambah variasi produk yang disajikan kepada
pelanggan.
2. Selain itu juga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan cara
memproduksi batik yang sesuai dengan pesanan konsumen, membina
hubungan baik dengan pelanggan dengan cara meminta nomor telepon.
Selain itu dalam memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalkan
kelemahan yang ada dengan menggunakan strategi melakukan kerjasama
dengan pedagang batik, promosi dengan cara membuat iklan di internet
dan pada saat diadakannya pameran yang mengundang banyak
pengunjung sehingga menjadi kesempatan untuk melakukan promosi dan
meningkatkan penjualan, melakukan penawaran produk kelompok atau
organisasi kerja maupun lembaga-lembaga yang ada.
Strategi yang dapat digunakan UKM Batik Karah dalam meminimalkan
kelemahan yang ada dan untuk menghindar ancaman yang datang, yaitu dengan
meningkatkan promosi dengan cara memanfaatkan media promosi sesuai dengan
dana yang ada, dan juga dapat dilakukan penambahan saluran distribusi seperti
agen, reseller ataupun sales.

289
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada UKM Batik
Semarangan, maka diperoleh beberapa kesimpulan yaitu:
1. Berdasarkan dari hasil analisis lingkungan internal pada UKM Batik
Semarangan, maka perusahaan memiliki kekuatan dan kelemahan. Adapun
faktor-faktor strategi internal yang menjadi kekuatan bagi UKM Batik
Semarangan adalah
a) Mutu produk yang dihasilkan baik
b) Hubungan baik dengan pelanggan. Sedangkan faktor-faktor strategi
internal yang menjadi kelemahan bagi UKM Batik Semarangan adalah
c) Saluran distribusi yang kurang efisien
d) Promosi yang masih kurang efektif
e) Permodalan yang kurang
f) Sumber Daya Manusia yang kurang memadai
g) Manajemen yang tidak rapi.
2. Berdasarkan dari analisis lingkungan eksternal pada UKM Batik
Semarangan, maka perusahaan memiliki peluang dan ancaman. Adapun
faktor-faktor strategi eksternal yang menjadi peluang adalah:
a) Potensi pasar yang masih besar
b) Tingkat pendapatan penduduk yang tinggi
c) Kemajuan tekhnologi
d) Kebijakan pemerintah.
Sedangkan faktor-faktor strategi eksternal yang menjadi ancaman adalah :
Inflasi yang fluktuatif dan Persaingan yang ketat.
3. Berdasarkan dari hasil analisis SWOT, maka dihasilkan 13 alternatif
strategi yaitu:
a) Menggunakan tekhnologi modern untuk meningkatkan produksi
b) Mempertahankan kualitas produk
c) Mengembangkan usaha dengan memanfaatkan bantuan modal dari
pemerintah

290
d) Mengadakan pelatihan terhadap pegawai
e) Merekrut tenaga ahli
f) Pembukuan terhadap administrasi dan keuangan
g) Bekerja sama dengan pedagang besar batik
h) Meningkatkan promosi melalui internet terutama pada saat diadakan
Pameran
i) Menawarkan produk keorganisasi atau kelompok kerja
j) Meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan
k) Meningkatkan desain motif yang kreatif dan menarik
l) Menambah modal dengan melakukan pinjaman kepemerintah melalui
BUMN
m) Menambah saluran distribusi.

B. Saran
Dari penelitian yang telah dilakukan serta hasil analisis yang telah
diuraikan, maka dapat diambil beberapa hal yang dapat digunakan sebagai saran
atau masukkan, antara lain:
1. Bagi pengusaha batik diharapkan dapat mempertahankan corak dan motif khas
lokal dan mampu menjaga mutu batik tulis khususnya, mulai dari proses
pemilihan kain, desain, menggores malam, proses pewarnaan dan pencelupan
sehingga kualitas pembatikan akan selalu meningkat tanpa kehilangan cirri
khas daerahnya.
2. Menyikapi era globalisasi dan seiring dengan perubahan itu sendiri, perlu
adanya terobosan dalam pemasaran batik. Antara lain dengan memanfaatkan
tekhnologi informasi dalam rangka pemasaran yaitu dengan memanfaatkan
media internet untuk media promosi.

291
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto,Suharsimi.2002. ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktek. Edisi.V


Revisi.

Bambang, Hariadi. 2005. Strategi Manajemen.

http://www.Menegkopdanukm.com// UU no 20 tahun 2008, diakses tgl 18


November 2015

http://www.google.com//souveniryogyakarta, diakses tgl 29 November 2015.

http://www.google.com//ratusouvenir, diakses tgl 29 November 2015.

http://www.kerajinan-kulit.com, diakses tgl 29 November 2015.

http://www.google.com//kemasanbatikbambu, diakses tgl 29 November 2015.

Jurini, Kristanti Puji Winah. 2003. Strategi Pemasaran. Modul Kurikulum SMK
Edisi 2004. Kode Modul: BM.20.A.1,2. Jakarta: Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah. Depdiknas.

Kotler, Philip dan Keller Kevin Lane. 2009. Manajemen Pemasaran. Edisi
Keduabelas.

Rangkuti, Freddy.2002. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis.

Ratna .2010.Metodologi penelitian :kajian budaya dan ilmu sosial humaniora.

Suhartini.2012. Analisa SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Pada


Perusahaan.Swastha, Basu dan Irawan.2005, Manajemen Pemasaran
Modern.

Widharta, Willy Pratama dan Sugiono Sugiharto. 2013. Penyusunan Strategi dan
SistemPenjualan dalam Rangka Meningkatkan Penjualan Toko Damai.
Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol. 2 No. 1 Hal 1-15. Surabaya.

Wawancara dengan Arie Widarto, selaku Pengrajin dan Penggagas Batik Karah
Bayu Sumilir.

292
LAMPIRAN DOKUMENTASI

Lampiran 1.

foto Nama dari Kampung Batik karah (Sanggar Bayusumilir)

Foto Penggagas Kampung Batik KarahSanggar Bayu Sumilir


Bapak Ari Widiarto

Foto Kain Batik yang bermacam-macam Tema

293
Foto Kain Batik bermotif Herbal

294
Foto Kain Batik bermotif Pulau Raja Empat (Papua)

295
Kain Batik Bermotif Pulau Raja Ampat (PAPUA)

Kain Batik Bermotif Pulau Raja Ampat (PAPUA)

296
Kain Batik Bermotif Caf

Penyerahan Sertifikat Kepada Ukm Batik Bayusumilir

BAGIAN KETUJUH
PADA UKM BUDIDAYA BUNGA MELATI

297
VI. PEMBERDAYAAN BUNGA MELATI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang
hidup menahun. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle), yang disebut
Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tahun 1665 di
Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke
Casimo de Meici. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. parkeri di kawasan
India Barat Laut, Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. Di
Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara.
Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu cut atau Meulu
Cina (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru
(Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), serta Malete
(Madura).
Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi dan sebagai pemasok
bibit melati di Indonesia. Sentraproduksi melati di Jawa Timur terletak di Burneh-
Kabupaten Bangkalan seluas 50 ha dan di Bangil-Kabupaten Pasuruan seluas 15
ha (Anonimous, 2006b). Bunga melati yang putih dan wangi dianggap sebagai
lambang kesucian.
Pada upacara-upacara adat Jawa, melati merupakan bunga yang sangat
penting. Dalam upacara perkawinan misalnya, bunga ini digunakan sebagai hiasan
sanggul dan hiasan dada mempelai wanita, sedangkan untuk mempelai prianya
berupa untaian bunga yang menghiasi keris dan pula sebagai kalung. Minyak asiri
yangterkandung pada bunga ini sangat bermanfaat dalam industri minyak wangi.
Senyawa utamanya ialah minyak yasmin (Anonimous, 1980). Melati (Jasminum
sambac) merupakan tanaman yang mempunyai banyak manfaat. Ada beberapa
orang yang mempercayai apabila seseorang yang mengalami pusing cukup
menghirup wangi bunga melati dapat menentramkan pikirannya. Kandungan
kimia pada bunga melatiyaitu indol, benzyl, livalylacetat dipercaya dapat

298
mengobati penyakit seperti sakit kepala, sesak napas, demam, kelebihan asi dan
sakit mata (Anonimous, 2004).
Mengingat kegunaan bunga melati yang semakin luas dan memasyarakat
maka pada tanggal 5 Juni 1990, Presiden Republik Indonesia mengukuhkan bunga
melati menjadi bunga nasional dengan sebutan Puspa Bangsa. Jenis melati
yang dimaksud adalah Jasminum sambacatau dikenal dengan sebutan melati putih
(Satuhu, 2004). Bunga melati putih memiliki potensi ekonomi dan sosial yang
besar bagi masyarakat Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Untuk
itulah penelitian tentang prospek pengembangan usahatani bunga melati putih
perlu dilakukan.

B. Identifikasi Masalah
Dalam penelitian ini, masalah-masalah yang akan diteliti adalah sebagai
berikut :
1. Apakah input usahatani bunga melati putih (lahan, tenaga kerja, dan sarana
produksi seperti bibit, obat-obatan, dan pupuk serta teknologi) cukup tersedia
di daerah penelitian?
2. Bagaimana perkembangan usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan
dilihat dari luas areal, produksi, produktifitas dan perkembangan permintaan
pasar?
3. Masalah-masalah apa yang dihadapi dalam usahatani bunga melati putih?
4. Bagaimana strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di masa
depan?

C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apakah input usahatani bunga melati putih (lahan, tenaga
kerja, sarana produksi seperti bibit, pupuk, dan obat-obatan serta teknologi)
tersedia di daerah penelitian.
2. Untuk mengetahui perkembangan usahatani bunga melati putih di Kota
Bangkalan dilihat dari luas areal, produksi, produktifitas, dan perkembangan
permintaan pasar.

299
3. Untuk mengetahui kelayakan usahatani bunga melati putih secara finansial.
4. Untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi dalam usahatani bunga
melati putih.
5. Untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di
masa yang akan datang.

D. Kegunaan Penelitian
Kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Sebagai bahan informasi tentang prospek pengembangan usahatani bunga
melati putih dan referensi bagi pihak yang berhubungan dengan penelitian ini.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam
mengambil keputusan untuk pengembangan usahatani bunga melati putih.

300
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka
Di antara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani
baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan yaitu melati hutan (J.
Multiflorum Andr.), melati putih (J. Sambac Ait.), melati raja (J. rex), J. Parkeri
Dunn., J. Mensy J. Revolutum, melati cablanca (J. Officinale), melati australia (J.
simplicifolium), dan melati hibrida. Sebagian besar jenis melati tumbuh di hutan-
hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya.
Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae.
Kedudukan tanaman melati dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan adalah
sebagai berikut :
1. Kingdom : Plantae
2. Divisi : Spermatophyta
3. Subdivisi : Angiospermae
4. Kelas : Dicotyledonae
5. Ordo : Oleales
6. Famili : Oleaceae
7. Genus : Jasminum
8. Spesies : Jasminum sambac (L.) W. Ait. (Rukmana, 1997).
Melati adalah tanaman semak, ketinggian 0,3-2 m. Daunnya bertangkai
pendek helaian daun berbentuk bulat telur, tepi daun rata, panjang 2,5-10 cm, dan
lebarnya 1,5-6 cm (Suryowinoto, 1997). Tanaman melati yang kita kenal yakni
famili Oleaceae, tumbuh lebih dari setahun (perennial), bersifat perdu dan
merambat. Batangnya berkayu berbentuk bulat sampai segi empat, berbuku-buku,
dan bercabang banyak seolah-olah merumpun. Daunnya berbentuk bulat telur
(oval, elips) dan berwarna hijau mengilap. Bunga melati berbentuk terompet
dengan warna bervariasi yakni putih, kuning cerah, dan merah muda, tergantung
pada jenis atau spesiesnya. Melati yang bunganya berwarna putih antara lain
melati hutan (J. multiflorum), melati putih (J. sambac), melati raja (J. rex), dan
melati australia (J. simplicifolium). Sementara melati berbunga kuning adalah J.

301
Revolutum dan J. mensy, atau J. primulinum. Ada juga warna bunga merah muda
dimiliki oleh melati hibrida hasil persilangan antara J. Beeasianum dan J.
officinale. Bunga melati hutan yang ditemukan tumbuh di Indonesia kadang-
kadang berwarna putih kemerah-merahan atau kekuning-kuningan. Umumnya,
bunga melati tumbuh di ujung tanaman. Susunan mahkota bunga tunggal atau
ganda (bertumpuk), beraroma harum tetapi beberapa jenis bunga melati ada yang
memiliki aroma tidak harum.
Sistem perakaran tanaman melati adalah akar tunggang dan akar-akar
cabang yang menyebar ke semua arah dengan kedalaman 40-80 cm. Dari akar
yang terletak dekat permukaan tanah kadang-kadang tumbuh tunas atau cikal
bakal tanaman baru (Rukmana, 1997). Melati dapat tumbuh dengan baik didaerah
dataran rendah maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.000 meter di atas
permukaan laut. Perbanyakan tanaman melati dapat dilakukan dengan stek batang
atau cangkok. Banyak dimanfaatkan sebagai komponen taman, rangkaian bunga
untuk pengantin, bunga tabur, campuran teh atau diambil minyak asirinya sebagai
bahan baku minyak wangi. Melati menghendaki media tanam yang mengandung
bahan organik tinggi. Melati tidak memerlukan perlakuan khusus padaproses
pembungaannya (Endah, 2002). Pengembangan budidaya melati paling cocok di
daerah-daerah yang mempunyai suhu siang hari 28-360C dan suhu malam hari
24-300C, kelembaban udara (rH) 50-80%, cukup mendapat sinar matahari, curah
hujan 112-119mm/bulan.
Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat, pH
masam sampai netral (pH 5-7). Hampir semua jenis tanah pertanian pada
prinsipnya dapat ditanami melati. Umumnya melati tumbuh subur pada jenis
tanah Podsolik Merah Kuning (PMK), latosol , dan andosol (Rukmana, 1997).
Dengan perawatan, pemupukan dan penyiraman sesuai dengan kebutuhan
tanaman pada setiap fase pertumbuhan, maka tanaman akan hidup sehat, tidak
mudah terserang penyakit dan akan berbunga terus-menerus sepanjang tahun
(Suryowinoto, 1997). Tanaman bunga melati mulai berbunga pada umur 6-12
bulan setelah tanam. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara

302
berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun, tergantung pada
pemeliharaan dan kesuburan tanah (Rukmana, 1997).
Waktu panen bunga melati yang terbaik adalah pada pagi hari yaitu pukul
08.00 WIB. Setelah siang hari keharuman bunga akan berkurang. Bunga untuk
keperluan produksi parfum atau pewangi teh sebaiknya dipanen antara pukul
08.00-10.00 WIB. Mutu bunga melati segar yang baik untuk dekorasi, industri
teh, dan parfum sangat ditentukan oleh penanganan pascapanen. Bunga melati
yang dipanen mekar penuh mempunyai nilai ekonomi yang lebih rendah
dibandingkan dengan yang dipanen dalam bentuk kuntum karena aromanya sudah
berkurang. Bunga mekar penuh ini hanya cocok untuk bunga tabur. Daya simpan
bunga melati sangat singkat. Dalam waktu sehari saja bunga sudah layu dan
berwarna kecoklatan. Agar daya simpan bunga lebih panjang, maka diperlukan
penanganan pascapanen yang ekstra hati-hati sehingga mutu kesegarannya dapat
dipertahankan.

B. Landasan Teori
Ilmu usahatani diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana
seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk
memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu (Soekartawi, 2002).
Membangun pertanian progresif memerlukan kondisi dicapainya ecomic of scale
karena kondisi tersebut adalah syarat terjadinya peningkatan surplus ekonomi
petani yang membuka jalan bagi terjadinya peningkatan produktivitas, efisiensi,
daya saing, yang utamanya dihasilkan melalui proses involusi teknologi. Tanpa
membangun produktivitas, efisiensi, dan daya saing yang tinggi, kita tidak akan
mampu menang dalam persaingan global, bukan saja di pasar internasional, tetapi
juga di pasar dalam negeri sendiri (Husodo, dkk., 2004).
Usahatani pada skala usaha yang luas umumnya bermodal besar,
berteknologi tinggi, manajemennya modern, lebih bersifat komersial, dan
sebaliknya usahatani skala kecil umumnya bermodal pas-pasan, teknologinya
tradisional, lebih bersifat usahatani sederhana dan sifat usahanya subsisten
(Soekartawi, 1996b). Strategi pembangunan yang berwawasan agribisnis (dan

303
agroindustri) pada dasarnya menunjukkan arah bahwa pengembangan agribisnis
merupakan suatu upaya yang sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan
yaitu :
(1) Menarik dan mendorong munculnya industri baru di sektor pertanian,
(2) Menciptakan struktur perekonomian yang tangguh, efisien dan fleksibel,
(3) Menciptakan nilai tambah,
(4) Meningkatkan penerimaan devisa,
(5) Menciptakan lapangan kerja, dan
(6) Memperbaiki pembagian pendapatan (Soekartawi, 2000).
Pengembangan agribisnis mengimplikasikan perubahan kebijakan di sektor
pertanian yaitu produksi sektor pertanian harus lebih berorientasi kepada
permintaan pasar, tidak saja pasar domestik, tetapi juga pasar internasional. Selain
itu pola pertanian harus mengalami transformasi dari sistem pertanian subsisten
yang berskala kecil dan pemenuhan kebutuhan keluarga ke usahatani dalam skala
yang lebih ekonomis. Kedua hal tersebut merupakan keharusan, jika produk
pertanian harus dijual ke pasar dan jika sektor pertanian harus menyediakan bahan
baku bagi sektor industri (Husodo, dkk., 2004).
Permintaan adalah faktor penentu kelangsungan bisnis. Tanpa permintaan
tidak mungkin sistem bisnis dapat berjalan. Para wirausahawan harus lihai dalam
menyiasati permintaan. Perilaku permintaan, atau dalam bahasa ekonomi dikenal
dengan fungsi permintaan, merupakan hubungan antara jumlah barang (termasuk
jasa) dimana konsumen bersedia membeli dengan faktor-faktor yang menentukan
kesediaan konsumen untuk membeli barang tersebut. Faktor yang bersumber dari
sifat-sifat konsumen seperti daya beli ditentukan oleh tingkat pendapatan, selera
atau preferensi. Faktor yang bersumber dari tingkah laku pesaing yang
menawarkan barang-barang terkait (barang substitusi dan barang komplementer)
dapat dinilai dari variabel harga, kualitas/desain, dan seterusnya (Iwantono, 2002).
Peningkatan pendapatan petani atau pengusaha pertanian ditentukan oleh
jumlah produksi yang dapat dihasilkan oleh satu orang petani atau perusahaan
pertanian, harga penjualan produksi, dan biaya produksi usahatani atau usaha
pertanian. Tujuan petani dalam berusahatani pada masyarakat yang telah

304
memasuki sistem pasar adalah untuk memperoleh pendapatan bersih yang
sebesar-besarnya, dimana pendapatan bersih adalah penerimaan dikurangi biaya
produksi. Agar pendapatan bersih tinggi maka petani harus mengupayakan
penerimaan yang tinggi dan biaya produksi yang rendah. Petani harus mempunyai
keahlian memasarkan, memilih jenis komoditi yang pasarnya baik,
mengupayakan harga input yang rendah dengan mengatur input produksi,
menggunakan teknologi yang baik, dan mengatur skala produksi yang efisien
(Simanjuntak, 2004).

C. Kerangka Pemikiran
Pengembangan agribisnis merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan
produktifitas pertanian yang mampu menjadikan produk pertanian sebagai
primadona di dalam negeri serta dapat menembus pasar global yang lebih luas.
Usahatani bunga melati putih diperkirakan mempunyai prospek yang cukup baik
untuk dikembangkan. Untuk mengetahui prospek usahatani bunga melati putih
dapat kita lihat dari ketersediaan faktor produksinya, perkembangan luas panen,
produksi, produktivitas, serta perkembangan permintaan pasar, dan melalui
kelayakan usahatani bunga melati putih tersebut. Dari segi faktor produksi berupa
lahan, tenaga kerja, sarana produksi (bibit, pupuk, obat-obatan) serta teknologi
yang cukup tersedia akan menjadi faktor penting dalam pengembangan usahatani
bunga melati putih ini. Dengan peningkatan luas panen, produksi, dan
produktivitas bunga melati putih juga dapat memberi gambaran bahwa usahatani
bunga melati putih sudah memiliki tempat dihati banyak petani untuk
diusahatanikan secara komersial.
Dari segi pasar, kita dapat melihat semakin banyaknya permintaan terhadap
komoditi bunga melati putih, karena komoditi ini banyak manfaatnya. Dimana
bunga serta daun melati putih selain dimanfaatkan untuk upacara adat dan
keagamaan, juga dapat diolah sehingga menghasilkan minyak esensial yang
dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan parfum aroma therapi yang disukai
masyarakat, campuran teh, kosmetik dan juga obat-obatan. Usahatani bunga
melati putih dapat meningkatkan pendapatan dan layak secara finansial untuk

305
dikembangkan. Dengan diketahuinya kelayakan usahatani bunga melati putih
maka dapat diketahui prospek pengembangannya. Hal ini secara langsung
menunjukkan bahwa usahatani ini prospektif.
Dalam mengembangkan usahatani bunga melati putih ini terdapat beberapa
masalah yang menjadi penghambat. Sehingga dibutuhkan strategi pengembangan
usahatani bunga melati putih dimasa depan agar prospek pengembangan usahatani
bunga melati putih dapat ditingkatkan.

Secara skematis kerangka pemikiran dapat dilihat pada Gambar 1 berikut:

Usahatani Bunga Melati Putih Masalah - Masalah


U

Strategi Pengembangan
1. Ketersediaan Input
Produksi (lahan, tenaga
kerja, dan teknologi)
2. Perkembangan luas
panen, produksi,
produktivitas, dan
permintaan pasar
3. Kelayakan usahatani
secara finansial

Prospektif untuuk di kembangkan

Gambar 1. Skema Kerangka Pemikiran

306
METODE PENELITIAN

A. Metode Penentuan Daerah Penelitian


Daerah penelitian ditentukan secara purposive (sengaja), yaitu di Kota
Bangkalan Madura, Propinsi Jawa Timur. Dipilihnya Kota Bangkalan Madura
sebagai daerah penelitian karena daerah tersebut merupakan salah satu sentra
produksi bunga melati putih yang memiliki luas panen terbesar di Jawa Timur.

B. Metode Pengumpulan Data


Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer. Data
primer diperoleh secara langsung dari petani bunga melati melalui wawancara
dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) yang telah tersusun dan
dipersiapkan.

C. Metode Analisis Data


Untuk identifikasi masalah 1, digunakan analisis deskriptif yaitu dengan
melihat ketersediaan input usahatani bunga melati putih (lahan, tenaga kerja,
sarana produksi, maupun teknologi) di daerah penelitian.
Untuk identifikasi masalah 2, digunakan analisis deskriptif yaitu dengan
melihat perkembangan usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan dilihat
dari luas areal, produksi, produktifitas, dan perkembangan permintaan pasar.
Untuk identifikasi masalah 3, dianalisis dengan menggunakan analisis
deskriptif yaitu dengan mengamati masalah-masalah apa saja yang dialami petani
bunga melati putih dalam menjalankan usahataninya.
Untuk identifikasi masalah 4, digunakan analisis SWOT (Strenght,
Weakness, Opportunities, Threat) dengan mengidentifikasi berbagai faktor secara
sistematis untuk merumuskan strategi suatu usaha (strategi SO, ST, WO, dan
WT). Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strength) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (Weakness) dan Ancaman (Threat).

307
D. Definisi dan Batasan Operasional
Definisi
1. Usahatani adalah sistem budidaya yang mengusahakan bunga melati putih
mulai dari penanaman sampai panen dengan berupaya untuk memanfaatkan
sumber daya seoptimal mungkin.
2. Produksi usahatani adalah hasil dari usahatani bunga melati putih dalam bentuk
segar yang dihitung dengan satuan kilogram.
3. Produktivitas adalah total produksi bunga melati putih yang dihasilkan per m2.
4. Penerimaan adalah perkalian antara produksi bunga melati putih yang dipanen
untuk dijual dengan harga jual.
5. Biaya produksi adalah biaya yang dikeluarkan petani untuk usahatani bunga
melati putih selama proses produksi berlangsung sampai siap untuk dipasarkan.
6. Pendapatan bersih usahatani adalah jumlah penerimaan yang diperoleh petani
dari hasil usahatani bunga melati putih dikurangi biaya produksi
7. Kelayakan secara finansial adalah ukuran kelayakan usahatani bunga melati
putih sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang proporsional dengan
membandingkan jumlah penerimaan dengan seluruh biaya produksi.
8. Permintaan pasar adalah jumlah atau kuantitas produk bunga melati putih
yangdiminta oleh pasar (konsumen). Dalam hal ini diukur dengan jumlah yang
secara tidak langsung menggambarkan penjualan.
9. Prospek usahatani adalah peluang-peluang dari pengembangan usahatani bunga
melati putih di masa yang akan datang.

Batasan Operasional
1. Jenis bunga melati yang diteliti adalah bunga melati putih (Jasminum sambac
Ait.)
2. Sampel adalah petani yang mengusahatanikan tanaman bunga melati putih
secara komersial di Kota Madura.
3. Lokasi penelitian berada di Kota Bangkalan Madura Propinsi Jawa Timur.
4. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2015.

308
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Ketersediaan Lahan
Perlu diketahui bahwa di Kota Bangkalan Madura terdapat kebun campuran
seluas 11.956,01 ha yang masih dapat dimanfaatkan dalam mengembangkan
usahatani bunga melati putih. Kebun campuran merupakan lahan kering yang
sesuai untuk budidaya tanaman bunga melati putih. Namun jika petani sampel
hendak memperluas skala usahanya dengan menambah lahan usaha akan
membutuhkan modal yang besar. Hal ini dikarenakan harga tanah di Kota
Bangkalan relatif mahal. Hal ini menunjukkan bahwa masih tersedianya lahan
dalam berusahatani bunga melati putih.

B. Ketersediaan Tenaga Kerja


Petani bunga melati putih di Kota Bangkalan umumnya menggunakan
tenaga kerja dalam keluarga, selain itu juga ada yang menggunakan tenaga kerja
luar keluarga. Tenaga kerja luar keluarga berasal dari penduduk setempat.

C. Ketersediaan Sarana Produksi


1) Bibit
Bibit bunga melati putih yang dibutuhkan tergantung dari jarak tanam yang
digunakan. Jarak tanam untuk tanaman bunga melati putih yang dilakukan oleh
petani bervariasi. Umumnya jarak tanam yang digunakan petani di Kota
Bangkalan adalah 80 cm x 100 cm, dengan jarak antar bedengan 20-40cm.
Dengan demikian dapat di ketahui bahwa setiap meternya dibutuhkan 1 (satu)
bibit tanaman bunga melati putih.
Petani sampel memperoleh bibit bunga melati tidak begitu sulit karena tidak
perlu sampai ke luar kota untuk membelinya. Bibit bunga melati putih dapat
diperoleh dengan cara membeli langsung dari petani penjual bibit bunga yang
ada di Kota Bangkalan atau di daerah pinggiran Kota Bangkalan. Petani sampel
juga dapat membuat bibit sendiri dengan cara menyetek batang tanaman bunga
melati putih. Untuk melakukan stek batang (cabang) dari satu tanaman bunga

309
melati putih dewasa (> 1 tahun), dapat menghasilkansekitar 20-50 bibit baru.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ketersediaan bibit bunga melati putih
di Kota Bangkalan Madura tersedia dengan baik.
2) Pupuk
Pupuk yang banyak digunakan petani bunga melati putih di Kota Medan
adalah kompos. Kompos diharapkan dapat menjaga kestabilan produksi bunga
melati setiap harinya. Selain itu juga digunakan pupuk anorganik seperti NPK,
TSP, KCL, Urea, dan Sepirit. Kebutuhan pupuk tergantung dari luas lahan
yang dimiliki masing-masing petani sampel. Untuk Sepirit disemprot sesuai
dengan dosis pada kemasan. Dalam setahun rata-rata petani melakukan 3 kali
pemupukan.
Pupuk dapat diperoleh petani dengan mudah di toko-toko penjual pupuk.
Dengan demikian, pupuk di daerah penelitian tersedia dengan baik.
3) Obat obatan
Obat-obatan dapat diperoleh dengan mudah di toko-toko obat-obatan
terdekat di sekitar lokasi usahatani atau tempat tinggal petani. Sehingga obat-
obatan pertanian juga tersedia di daerah penelitian. Obat-obatan yang umum
digunakan petani adalah pestisida dan fungisida. Penyemprotan dilakukan 1-2
minggu sekali. Sedangkan herbisida digunakan petani yang memiliki lahan luas
pada saat pembukaan lahan dan untuk menyemprot rumput-rumput yang ada
pada gang-gang di tanaman bunga melati. Untuk memberantas rumput-rumput
yang mengganggu, petani lahan sempit biasanya cukup melakukan
pembersihan lahan.
D. Ketersediaan Teknologi
E. Persiapan Lahan
Persiapan lahan dilakukan dengan cara membersihkan lahan dari
pepohonan karena biasanya dilakukan secara monokultur, yaitu hanya satu
jenis tanaman untuk mencegah adanya tanaman pelindung, semak belukar, dan
rumput liar. Pembersihan dilakukan dengan menggunakan herbisida. Untuk
selanjutnya dilakukan pengolahan tanah dengan menggunakan cangkul yaitu

310
membentuk bedengan-bedengan. Kemudian dibuat lubang tanam dan diberikan
kompos 0,2-0,4 kg tiap lubang.
1) Penanaman
Penanaman yang paling baik adalah pada saat awal musim hujan agar
memudahkan penyiraman. Bibit melati dalam polibag dikeluarkan. Tiap lubang
tanam yang telah diberi kompos ditanami satu bibit melati kemudian ditutup
kembali dengan tanah dan dipadatkan dengan menggunakan tangan dan
cangkul.
2) Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan, tanaman melati membutuhkan ketersediaan air
yang memadai. Alat bantu penyiraman yang digunakan petani adalah gembor
dan melalui selang plastik dari mesin penyedot air yang diarahkan pada tiap-
tiap tanaman. Tiap tanaman disiram hingga sekitar perakaran cukup basah.
3) Penyiangan
Pada saat berumur satu bulan setelah tanam, tanaman melati sudah
ditumbuhi rumput liar (gulma). Gulma tersebut harus disiangi agar tidak
mengganggu bunga melati. Cara menyiangiadalah dengan mencabut rumput
semua gulma dengan tangan, cangkul, sabit, dan parang. Kemudian tanah
disekitar tanaman digemburkan untuk memperbaiki drainase tanah. Penyiangan
ulang berikutnya disesuaikan dengan keadaan pertumbuhan gulma.
4) Pemupukan
Pemupukan yang dilakukan petani berbeda-beda. Umumnya petani
memupuk 3 x dalam setahun. Pupuk yang digunakan adalah kompos, NPK,
TSP, KCl, Urea, dan Sepirit. Untuk kompos, NPK, TSP, KCL, dan Urea.
Pemupukan dilakukan dengan cara menyebarkannya disekitar tanaman
sedangkan Sepirit dilarutkan dalam air dan disemprotkan dengan menggunakan
sprayer.
5) Pemberantasan Hama dan Penyakit
Pemberantasan Hama dan Penyakit yang dilakukan petani umumnya 2 x
dalam seminggu. Obat-obatan yang digunakan untuk memberantas hama dan
penyakit pada tanaman bunga melati putih ini adalah dursban, antracol,

311
supracide, dicofan, dan rambo. Pemberantasan hama dan penyakit dilakukan
dengan menyemprotkan obat-obatan yang dibutuhkan dengan menggunakan
sprayer. Sprayer dapat mudah diperoleh di toko-toko peralatan sarana produksi
yang ada di Kota Bangkalan.
6) Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada akhir bulan Oktober atau bulan November,
karena pada bulan tersebut terjadi penurunan produksi bunga akibat intensitas
matahari yang rendah (bulan basah). Pemangkasan bertujuan untuk
mengurangi kadar air tanah. Tanaman melati merupakan tanaman perdu yang
memiliki banyak cabang. Jika tidak dilakukan pemangkasan pada cabang/daun
tanaman maka bagian bawah tanaman terlindungi sehingga tanah dibawahnya
semakin lembab dan akan menimbulkan jamur yang akan menyerang tanaman
melati. Alat pangkas yang digunakan petani adalah gunting tajam dan steril.

F. Panen dan Pasca Panen


Bunga melati putih mekar dipanen oleh petani setiap harinya dan untuk
kuntum bunganya disesuaikan dengan pesanan pelanggan. Panen bunga melati
dapat dilakukan sepanjang tahun sampai umur tanaman 5-10 tahun, tergantung
pada pemeliharaannya. Panen bunga melati dilakukan dengan dipetik
menggunakan tangan. Untuk bunga mekar penuh, biasanya digunakan plastik
sebagai wadah penampungannya, ditimbang dan kemudian dijual. Sedangkan
untuk kumtum bunganya dipetik pilih sesuai dengan kuntum yang sudah layak
dipetik. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati dan dimasukkan ke kantongan
plastik kemudian ditimbang sesuai dengan jumlah pesanan. Bunga melati cepat
layu. Bunga yang mekar penuh hanya dapat bertahan satu hari, sedangkan
kuntum bunganya dapat bertahan 2-3 hari.
Dengan demikian, maka luas lahan, tenaga kerja, sarana produksi (bibit,
pupuk, dan obat-obatan), serta teknologi cukup tersedia di daerah penelitian.
G. Perkembangan Usahatani di Kota Bangkalan
Kota Bangkalan merupakan salah satu penghasil bunga melati putih terbesar
di Propinsi Jawa Timur. Hal ini terbukti dari data Dinas Pertanian Propinsi

312
Jawa Timur tahun 2015. Untuk melihat perkembangan produksi, produktivitas
dan luas tanaman di Kota Bangkalan tahun 2013, 2014, dan 2015 dapat dilihat
pada Tabel di bawah ini.
Tabel 1. Perkembangan Usahatani Bunga Melati Putih di Kota Bangkalan
Tahun 2013, 2014, dan 2015

TAHUN LUAS PRODUKSI (kg) PRODUKTIFITAS


PANEN (m2) (Kg/m2)
2013 4.020 39.183 9,75
2014 10.431 13.058 1,25
2015 9.443 4.344 0,46
Sumber : Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

Dari data pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa pada tahun 2013, luas panen
bunga melati putih sebesar 4.020 m2 dapat memproduksi sebesar 39.183 kg
sehingga produktivitasnya 9,75 kg/m2. Untuk tahun 20014, luas panen bunga
melati putih menjadi 10.431 m2 atau mengalami peningkatan sebesar 6.411 m2
(159,48%) namun produksinya menjadi 13.058 kg atau mengalami penurunan
sebesar 26.125 kg (66,67%) sehingga produktivitasnya menjadi 1,25 kg/m2
atau mengalami penurunan sebesar 8,5 kg/m2 (87,18%). Hal ini dapat
disebabkan oleh banyak faktor seperti iklim yang sulit diperkirakan, pemberian
dosis pupuk yang kurang tepat, tidak berbakat dalam berusahatani bunga melati
putih, dan lain sebagainya. Untuk tahun 2015, luas panen bunga melati putih
menjadi 9.443 m2 atau mengalami penurunan sebesar 988 m2 (9,47%) dan
produksinya menjadi 4.344 kg atau mengalami penurunan sebesar 8.714 kg
(66,73%) sehingga produktivitasnya menjadi 0,46 kg/m2 atau mengalami
penurunan sebesar 0,79 kg/m2 (63,2%). Hal ini juga disebabkan berbagai
faktor, dari penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa petani yang tidak
mengusahakan bunga melati putih lagi karena banyak pesaing dan kurangnya
minat untuk mengembangkan usahatani bunga melati putih sehingga beralih ke
usaha lain.
Untuk melihat perkembangan permintaan pasar, dapat dilihat dari jumlah
rata-rata penjualan bunga melati putih. Dari wawancara yang dilakukan kepada
petani sampel diketahui bahwa produksi bunga melati putih setiap harinya baik

313
yang mekar penuh ataupun berbentuk kuntum dapat dipasarkan ke pasar-pasar
tradisional, perangkai bunga pengantin, vihara, masyarakat, dan sebagainya.
Untuk permintaan pasar lokal kebutuhan bunga melati putih ini dirasakan
masih belum mencukupi karena produksinya juga masih sedikit. Sehingga jika
akan memasuki pasar nasional atau pasar eksport perlu dilakukan
pengembangan usaha terlebih dahulu atau memperbaiki produktivitas
usahatani ini.
Dengan demikian perkembangan permintaan pasar juga dapat dilihat dari
jumlah produksi bunga melati putih yang dihasilkan yang terdapat pada Tabel
diatas, karena semua yang diproduksi dapat diserap oleh pasar. Sebagaimana
yang diketahui sebelumnya bahwa manfaat bunga melati putih begitu besar.
Dari hasil penelitian yang diketahui bahwa bunga melati putih yang dipasarkan
oleh petani sampel di Kota Bangkalan masih dimanfaatkan untuk rangkaian
bunga pengantin, sembahyang umat Budha, bunga tabur untuk penguburan
dan bunga rampai saja. Untuk pembuatan parfum dan campuran teh tidak dapat
terpenuhi sehingga sarana yang dibutuhan seperti pabrik parfum belum ada di
Kota Bangkalan. Pabrik teh juga dapat dijadikan pasar untuk bunga melati
putih ini, namun yang diharapkan adalah jumlah bunga yang dibutuhkan ini
dapat tersedia secara cepat.

H. Masalah-Masalah yang Dihadapi Petani dalam Usahatani Bunga Melati Putih


Dalam pengembangan usahatani bunga melati putih di daerah penelitian,
banyak ditemukan berbagai masalah yang dihadapi oleh petani bunga melati
putih, baik masalah internal maupun masalah eksternal. Masalah-masalah
tersebut dapat menghambat pengembangan usahatani bunga melati putih di
daerah penelitian.
Dibawah ini akan diuraikan masalah-masalah apa saja yang dihadapi oleh
petani dalam pengembangan usahatani bunga melati putih, antara lain :
1. Modal Terbatas
Modal merupakan salah satu masalah yang menghambat dalam
pengembangan usaha tani bunga melati putih. Modal yang dimiliki petani
umumnya adalah modal sendiri. Untuk memperluas skala produksi akan

314
membutuhkan tambahan input produksi (lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan
obat-obatan) sehingga dibutuhkan modal tambahan.
Sebagaimana diketahui, Kota Medan merupakan pusat pemerintahan.
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan sudah lengkap. Kebutuhan akan
perumahan juga meningkat. Sehingga tidak sedikit para pengusaha
menawarkan sejumlah besar uang untuk membeli tanah/ladang dari petani
bunga melati ini. Hal ini menggiurkan petani, dan beberapapetani lebih
memilih menjual tanahnya dan membuka usaha lain dibanding ia harus
menunggu penerimaan sedikit demi sedikit yang dapat dihasilkan dari
usahataninya. Alasan petani tidak meminjam modal adalah karena bunga kredit
yang ditawarkan terlalu besar, sehingga sulit dalam pembayarannya. Akibat
terbatasnya modal, juga menyebabkan petani kurang optimal dalam melakukan
pemeliharaan.
2. Kurangnya Seni dan Hobi
Seni dan hobby yang dimiliki petani mempengaruhi keberhasilan
usahatani bunga melati putih ini karena dibutuhkan perawatan yang intensif.
Petani dan anggota masyarakat pencinta bunga melati putih belum begitu
berkembang di Kota Medan sehingga yang mengusahakan bunga melati putih
tidak begitu banyak.
Pemanfaatan bunga juga masih terbatas pada hal yang sederhana saja
dalam pasca panennya. Sebagaimana diketahui bahwa bunga melati putih ini
dapat dirangkai untuk hiasan pengantin, namun hanya 3 petani dari 13 petani
bunga melati putih ini yang memiliki keterampilan khusus dalam merangkai
bunga. Sehingga hanya beberapa petani saja yang dapat menikmati nilai
tambah dari sentuhan seni yang diberikan pada bunga melati putih ini.

3. Adanya Persaingan Dengan Bunga Plastik


Bunga melati putih adalah bunga yang indah, harum dan memiliki
nilai budaya yang tinggi sehingga harganyapun relatif mahal. Konsumen
bunga melati putih ini dapat dikatakan orang yang memiliki ekonomi
menengah keatas. Masyarakat yang berada pada tingkat ekonomi

315
menengah ke bawah cenderung beralih ke bunga plastik karena disamping
harganya murah, bunga plastik ini juga lebih tahan lama.

4. Bunga Melati Putih tidak Tahan Lama


Bunga melati putih adalah bunga yang indah namun tidak tahan
lama. Bunga yang dipanen mekar tidak dapat bertahan lebih dari 1 hari.
Sedangkan Kuntum bunga yang dirangkai untuk hiasan pengantin hanya
dapat bertahan paling lama 3 hari setelah panen, jika lebih akan berwarna
kecoklatan dan kurang menarik dipandang.

5. Serangan Hama dan Penyakit


Masalah hama dan penyakit merupakan masalah yang sulit untuk
diatasi. Hama yang sering ditemukan menyerang tanaman bunga melati
putih adalah ulat palpita, kutu berwarna hitam dan kutu putih. Sedangkan
penyakit yang menyerang tanaman bunga melati putih ini umumnya
disebabkan oleh jamur. Jamur ini dapat terlihat jelas pada batang, dan
bunga melati putih ini, sedangkan pada daun menyebabkan bercak
berwarna kuning kecoklatan. Jamur dapat tumbuh jika kelembaban
disekitar kebun tinggi yaitu ketika musim hujan dan cabang tanaman
terlalu lebat sehingga bagian bawah tanaman tidak terkena sinar matahari.

6. Kurangnya Penyuluhan
Di daerah penelitian, petani tidak pernah dikunjungi oleh PPL.
Sehingga banyak petani sampel tidak mengetahui cara bertanam tanaman
ini dengan benar. Petani membeli buku Usahatani Melati yang ada di
grosir buku seperti gramedia sebagai pedoman dalam bercocok tanam.

7. Lembaga lembaga yang Terkait Kurang Berperan


Di daerah penelitian, lembaga-lembaga yang terkait kurang berperan.
Misalnya saja kelompok tani yang ada (32 kelompok tani khusus bidang
tanaman hias), keberadaannya tidak pernah dirasakan oleh petani sampel.

316
Untuk lebih jelasnya, masalah-masalah yang dihadapi petani dalam
pengembangan usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan dapat
dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2. Masalah-Masalah yang Dihadapi Petani Berdasarkan Sumbernya


(Internal/Eksternal) dan Klasifikasinya (Kelemahan/Ancaman)

No. Masalah Sumber Klarifikasi


Masalah Internal Eksternal Kelemahan Ancaman
1. Modal Terbatas
2. Kurangnya Seni
dan Hobbi
3. Adanya
Persaingan dengan
Bunga Plastik
4. Serangan Hama
dan Penyakit
5. Kurangnya
Penyuluhan
6. Lemaga lembaga
yang Terkait
Kurang Berperan

I.Strategi yang Dilakukan untuk Mengatasi Masalah-Masalah yang Dihadapi dalam


Pengembangan Usahatani Bunga Melati Putih
1. Menentukan Faktor-Faktor Strategi Eksternal
Adapun faktor-faktor strategi eksternal dalam pengembangan usahatani bunga
melati putih di kota Bangkalan adalah sebagai berikut :
a) Peluang
- Permintaan pasar terhadap bunga melati putih tinggi.
Dari hasil wawancara terhadap petani sampel dilapangan, diketahui bahwa
petani masih sulit untuk memenuhi seluruh permintaan pelanggan mereka.
Padahal permintaan tersebut masih untuk keperluan bunga tabur, dan
roncean bunga pengantin saja belum sampai pemenuhan permintaan untuk
kebutuhan campuran teh, parfum, cat, tinta, dan lain sebagainya sesuai

317
dengan manfaat yang dapat diperoleh dari bunga melati putih yang telah
diketahui sebelumnya.
- Informasi pasar tinggi
Sebagaimana diketahui bahwa rata-rata tingkat pendidikan petani sampel
bunga melati putih di Kota Bangkalan adalah 13 tahun atau sederajat SMU,
hal ini dapat menambah jumlah relasi yang mereka kenal. Sehingga petani
lebih aktif dan mudah untuk mengetahui tingkat harga yang berlaku.
- Saluran pemasaran pendek
Petani sampel langsung menjual hasil panen setiap harinya kepada pedagang
bunga dan bidan pengantin.
- Harga bunga melati relatif stabil.
Bunga melati termasuk barang mewah yang digunakan oleh sebagian besar
kalangan ekonomi menengah ke atas.
- Petani punya hubungan baik dengan pembeli
Petani sudah sadar akan pasar dan juga pentingnya konsumen. Hal ini
dapat diketahui dari hasil wawancara yang dilakukan bahwa sebagian besar
petani telah menyebarkan kartu nama kepada setiap pelanggan agar mudah
untuk dihubungi.
b) Ancaman
- Adanya ancaman dengan bunga plastik
Bunga plastik menjadi barang substitusi dan ancaman bagi petani dalam
penjualan kuntum untuk roncean bunga pengantin namun tidak untuk
kegunaan-kegunaan yang lain.
- Serangan hama dan penyakit
Tanaman bunga melati memang membutuhkan perawatan yang intensif
agar produksinya tinggi. Hama penyakit yang mengganggu adalah ulat
palpita, kutu hitam, kutu putih, dan jamur. Hal ini akan menambah besarnya
biaya produksi yang berakibat pada penurunan pendapatan keluarga petani.
- Kurangnya penyuluhan
Penyuluhan yang kurang dirasakan oleh petani sampel mengakibatkan

318
petani harus belajar sendiri tentang cara menanam bunga melati yaitu
dengan membeli buku pedoman dalam berusahatani bunga melati. Hal ini
tentu saja akan membutuhkan proses yang dapat menyita waktu dan biaya
sehingga akan berdampak terhadap pendapatan keluarga.
- Lembaga-lembaga yang terkait kurang berperan
Kurang berperannya kelompok tani dapat mengakibatkan informasi-
informasi penting seperti tentang pasar juga kurang. Petani juga tidak dapat
berdiskusi tentang masalah yang dihadapi serta bagaimana mengatasi
masalahnya. Hal ini juga akan berakibat terhadap kemajuan usahataninya.

2. Menentukan Faktor Strategi Internal


Adapun faktor-faktor strategi internal dalam pengembangan usahatani
melati putih di Kota Bangkalan adalah sebagai berikut :
1. Kekuatan
- Tanaman bunga melati putih berbunga setiap hari.
Bunga melati yang indah, harum, dan multiguna adalah bunga yang unik,
yang dapat berbunga setiap hari.
- Bibit mudah di peroleh
Dari satu tanaman bunga melati putih dewasa (< 1 tahun) sudah dapat
menghasilkan 20-50 bibit baru dengan menyetek batang tanaman.
- Iklim cuaca sesuai untuk tanaman bunga melati putih.
Kota Bangkalan terletak pada dataran rendah (2,5-37,5 m dpl), suhu
maksimum 30,60C-33,90C dan suhu minimum 23,20C-24,10 Sebagaimana
diketahui sebelumnya bahwa tanaman melati pada prinsipnya dapat ditanam
pada semua jenis tanah pertanian, dapat tumbuh pada dataran rendah
maupun dataran tinggi hingga ketinggian 1.000 m dpl, suhu siang hari 28-
360C dan suhu malam hari 24-300C. Maka dapat disimpulkan bahwa Iklim
cuaca Kota Bangkalan sesuai untuk tanaman bunga melati putih.
- Tingkat pengetahuan petani tinggi.
Hal ini didukung oleh tingkat pendidikan dan pengalaman bertani petani
yang cukup tinggi.

319
2. Kelemahan
- Modal Terbatas
Modal terbatas dapat diketahui dari input produksi yang dimiliki rata-rata
petani sampel masih terbatas. Hal ini dapat mengakibatkan produktivitas
usahatani mereka tidak optimal.
- Bunga melati tidak tahan lama
Bunga melati tidak tahan lama, dalam sehari saja bunga yang dipanen mekar
sudah tampak coklat. Sedangkan kuntum dapat bertahan 2-3 hari. Salah satu
petani sampel pernah mencoba mengekspor kuntum bunga roncean ke
negara tetangga Malaysia beberapa kali. Meski bunga tidak tahan lama,
namun tetap harus dikarantina terlebih dahulu sehingga menyebabkan bunga
tidak menarik lagi. Akhirnya karena proses yang ber belit-belit,
perdagangan sulit untuk diteruskan.
- Kurangnya seni dan hobby
Kebanyakan petani tidak memiliki keterampilan, baik untuk memberi nilai
tambah pada bunga melati maupun dalam merawat tanaman. Hal ini akan
berdampak juga terhadap pendapatan petani.

3. Penentuan Alternatif Strategi


Pentuan alternatif strategi yang sesuai bagi pengembangan usahatani
bunga melati putih adalah dengan cara membuat SWOT matriks. SWOT
matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi baik eksternal
maupun internal yang terdiri dari peluang, ancaman, kekuatan dan
kelemahan.
Berdasarkan SWOT matriks maka dapat disusun empat strategi utama
yaitu SO, WO, ST, dan WT. Alternatif strategi bagi pengembangan
usahatani bunga melati putih dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

320
Penentuan Strategi dengan SWOT
Internal Kekuatan (S) Kelemahan (W)
1. Tanaman bunga 1. Modal terbatas
melati putih 2. Bunga melati
berbunga setiap hari. tidak tahan lama
2. Bibit mudah 3. Kurangnya seni
diperoleh iklim dan hobby
cuaca sesuai untuk
tanaman bunga
melati putih
Eksternal 3. Tingkat pengetahuan
petani cukup tinggi

Peluang (O) Strategi (SO) Strategi (WO)


1. Permintaan pasar 1. Memperluas lahan 1. Inisiatif kredit
terhadap bunga usahatani bunga untuk menambah
melati putih tinggi melati putih modal
2. Informasi pasar 2. Memperluas jaringan 2. Bunga dipasarkan
tinggi pemasaran setiap hari
3. Saluran pemasaran 3. Menjaga hubungan
3. Mengikuti
pendek baik dengan
4. Harga bunga pelanggan pelatihan-
melati relatif stabil pelatihan untuk
5. Petani mempunyai menambah
hubungan yang kretivitas
baik dengan
pembeli

Peluang (T) Strategi (ST) Strategi (WT)


1. Adanya persaingan 1. Menciptakan harga 1. Meminta
dengan bunga kompetitif pemerintah agar
plastik 2. Memanfaatkan memaksimalkan
2. Serangan hama pengetahuan petani tugas PPL
dan penyakit dalam memberikan 2. Mencari informasi
3. Kurangnya sentuhan kretivitas dari koran, radio,
penyuluhan. agar bunga tetap dinas terkait untuk
4. Lembaga-lembaga menarik menambah
yang terkait 3. Menggunakan pengetahuan
kurang berperan pengetahuan yang tentang teknologi
ada dalam
memberantas
serangan hama dan
penyakit
4. Memfungsikan
kembali kelompok
tani.

321
I. Strategi (SO)
Strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan
dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang
ada, yaitu :
1. Memperluas lahan usahatani bunga melati putih
Bertujuan untuk meningkatkan hasil panen bunga melati putih untuk
memenuhi permintaan pasar yang tinggi dengan didukung oleh harga yang
relatif stabil sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
2. Memperluas jaringan pemasaran
Bertujuan agar produksi bunga melati putih yang dihasilkan dapat selalu
ditampung oleh pasar dan juga untuk menghindarkan jenuhnya produk pada
pasar lokal.
3. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan
Bertujuan agar pelanggan tidak beralih ke petani lain yang dapat
menyebabkan kerugian bagi petani yang bersangkutan.

II. Strategi (WO)


Strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan
dengan meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang yang ada,
yaitu :
1. Inisiatif kredit untuk menambah modal
Skala usaha yang lebih luas umumnya bermodal besar namun demikian
dapat memperkecil biaya usahatani, sehingga dapat meningkatkan
pendapatan
keluarga.
2. Bunga dipasarkan setiap hari
Informasi pasar yang tinggi dengan didukung oleh hubungan yang baik
dengan pembeli, dapat menyebabkan bunga melati putih yang dihasilkan
setiap harinya terjual. Sehingga bunga melati yang tidak tahan lama tidak
terlalu menjadi beban yang berat bagi petani.
3. Mengikuti pelatihan-pelatihan untuk menambah kretivitas

322
Petani dapat mengetahui bagaimana cara memberikan nilai tambah pada
bunga melati putih sehingga petani dapat meningkatkan pendapatan
keluarganya.

III. Strategi (ST)


Strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di Kota
Bangkalan dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk mengatasi
ancaman yang ada, yaitu:
1. Menciptakan harga kompetitif
Bertujuan agar pasar bunga melati tetap ada, sehingga usahatani bunga
melati putih tetap exist.
2. Memanfaatkan pengetahuan petani dalam memberikan sentuhan
kretivitas agar bunga tetap menarik
Bertujuan agar konsumen khususnya bagi pengantin tetap senang
memakai rangkaian dari bunga melati putih.
3. Menggunakan pengetahuan yang ada dalam memberantas serangan hama
dan penyakit
Bertujuan agar produksi yang dihasilkan setiap harinya optima sehingga
keuntungan yang diperoleh petani maksimal.
4. Memfungsikan kembali kelompok tani
Bertujuan agar terjalin kerjasama yang baik dan dapat memecahkan
masalah secara bersama-sama, sehingga tujuan lebih mudah tercapai
yaitu memperoleh laba yang maksimal.

IV. Strategi (WT)


Strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di Kota
Bangkalan dengan meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
yang ada, yaitu :
1. Meminta pemerintah agar memaksimalkan tugas PPL
Bertujuan untuk memberikan penyuluhan kepada petani agar
melaksanakan cara-cara budidaya yang benar, sehingga produksi optimal

323
2. Mencari informasi dari koran, radio, dinas terkait untuk menambah
pengetahuan tentang teknologi
Petani perlu mengetahui informasi tentang teknologi, terlebih
karena bunga melati merupakan salah satu bahan baku industri
(agroindustri) yang telah diterapkan di pulau Jawa seperti
penggunaannya untuk parfum, campuran teh, cat, dan tinta. Sehingga
dapat menjadi sebuah usaha yang berwawasan agribisnis, yang pada
akhirnya juga akan menambah pendapatan keluarga.

324
DOCUMENTASI

325
326
327
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
1. Input usahatani bunga melati putih (lahan, tenaga kerja, dan sarana produksi
seperti bibit, obat-obatan, dan pupuk serta teknologi) tersedia di daerah
penelitian.
2. Usahatani bunga melati putih di Kota Bangkalan mengalami penurunan dilihat
dari luas areal, produksi, produktifitas, dan perkembangan permintaan pasar.
3. Masalah-masalah yang dihadapi petani pada umumnya dalam usahatani bunga
melati putih adalah modal terbatas, kurangnya seni dan hobby, adanya
persaingan dengan bunga plastik, bunga melati tidak tahan lama, serangan
hama dan penyakit, kurangnya penyuluhan, dan lembaga-lembaga yang terkait
kurang berperan.
4. Strategi pengembangan usahatani bunga melati putih di masa depan dilihat dari
masalah-masalah yang dihadapi petani adalah menggunakan inisiatif sendiri
dalam penambahan modal usahatani, memperluas jaringan pemasaran,
memberikan nilai tambah/sentuhan kretivitas agar bunga tetap menarik, dan
menggunakan teknologi untuk memaksimalkan fungsi bunga melati putih.

B. Saran
Kepada Petani
1. Agar meningkatkan produktivitasnya dengan mengoptimalkan biaya produksi
untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
2. Agar memperluas skala usaha dengan meminjam dana kredit dari pemerintah.
3. Agar meningkatkan keterampilan dalam hal menangani pasar. Misalnya
dengan memberi nilai tambah pada bunga melati putih dengan membuat
rangkaian bunga yang menarik sehingga dapat menambah penghasilan
keluarga, melakukan promosi dengan relasi yang ada, dan lain-lain.
4. Agar menjajaki pasar nasional dan eksport yaitu bekerjasama dengan industri
pengolahan parfum atau pabrik teh yang sudah ada di pulau Jawa.

328
Kepada Pemerintah
1. Peranan Petugas Penyuluh Lapangan hendaknya lebih ditingkatkan terutama
terhadap perkembangan tanaman hias.
2. Pemerintah agar lebih memperhatikan prospek usahatani bunga melati putih
sebagai tanaman yang berbahan baku industri yang memiliki berbagai manfaat,
misalnya dengan mendirikan sarana berupa industri pengolahan bunga melati
putih.

329
DAFTAR PUSTAKA

Anonimous, 1980. Tanaman Industri. Jakarta: Balai Pustaka

Anonimous, 2004. Serba-Serbi Kesehatan: Melati Bunga Indah yang


Menyehatkan. Medan: Waspada Online
(http://www.waspada.co.id/serba_serbi/kesehatan/artikel.php?article_id=46
650#) , 2006a.

_______, Pedoman Pengenalan dan Pengendalian Organisme Pengganggu


Tumbuhan (OPT) Pada Tanaman Hias (Melati, Gerbera, Drasena):
Pendahuluan. Jakarta Timur: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian
(http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/buku_hias06/pend.melati. htm)

_______, 2006b. Pengenalan Varietas Unggul Melati Ratu Ebu. Jakarta Timur:
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (http://www.bptp-
jatim@litbang.deptan.go.id; bptp_jatim@yahoo.com, 2006)

Rangkuti, F., 2007. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Surabaya:
Gramedia.

330
331