Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah

memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga Buku Panduan ICRA (Infection

Control Risk Assessment) Penilaian pengendalian risiko lnfeksi renovasi fisik

bangunan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo ini berhasil disusun.

Perlu disadari bahwa masih kurangnya kualitas dan kuantitas pengendalian

infeksi di rumah sakit sangat terkait komitmen pimpinan rumah sakit serta

memerlukan dukungan dari para klinisi di rumah sakit. Infeksi nosokomial pada

prinsipnya dapat dicegah, walaupun mungkin tidak dapat dihilangkan sama

sekali. Untuk itu telah disusun Panduan ICRA Bangunan yang aplikatif

sehingga diharapkan penyelenggaraan pencegahan dan pengendalian infeksi di

rumah sakit dapat dilakukan lebih optimal.

Terima kasih yang sebesar besarnya, kami haturkan kepada Direktur RS PKU

Muhammadiyah Wonosobo yang telah memberikan dukungan moril dan materiil

dalam pembuatan panduan ini, para pejabat struktural dan tenaga fungsional di

RS PKU Muhammadiyah Wonosobo yang telah memberikan masukan dalam

proses penyusunan panduan ini, serta seluruh staf di RS PKU Muhammadiyah

Wonosobo yang telah dan akan berpartisipasi aktif mulai dari proses penyusunan,

pelaksanaan sampai pada proses monitoring dan evaluasi panduan ini.

Wassalamu'alaikum Wr Wb
Wonosobo, Agustus 2016

Tim PPI

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................i
BAB I......................................................................................................................1
PENDAHULUAN......................................................................................................1
BAB II.....................................................................................................................2
DEFINISI.................................................................................................................2
BAB III....................................................................................................................3
RUANG LINGKUP....................................................................................................3
BAB IV....................................................................................................................4
TATA LAKSANA.......................................................................................................4
A. Program ICRA Surveilans..............................................................................4
B. Proses Pembuatan ICRA................................................................................4
C. Proses Geografi dan Populasi Risk Assessment..............................................5

D. Proses Evaluasi.............................................................................................6
E. Membuat Formulir ICRA................................................................................8
BAB V.....................................................................................................................9
DOKUMENTASI.......................................................................................................9
BAB VI..................................................................................................................10
PENUTUP..............................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................11

2
BAB I

PENDAHULUAN

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang

dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai

dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk, serta yang

penyelenggaraannya sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan profesi

yang telah di tetapkan. Pada Penilaian keselamatan Pasien sasaran V

menyatakan bahwa rumah sakit mengembangkan suatu pendekatan untuk

mengurangi risiko infeksi yang terkait pelayanan kesehatan. Pencegahan dan

pengendalian infeksi merupakan tantangan praktisi dalam tatanan pelayanan

kesehatan, dan peningkatan biaya untuk mengatasi infeksi yang berhubungan

dengan pelayanan kesehatan merupakan keprihatinan besar bagi pasien maupun

para profesional pelayanan kesehatan.

Infeksi nosokomial atau sekarang Healthcare Associated Infectoins (HAIs)

merupakan infeksi yang terjadi di rumah sakit tidak terbatas pada infeksi pasien

saja, juga infeksi pada petugas kesehatan yang di dapat saat melakukan tindakan

perawatan pasien. Risiko terjadi penularan penyakit infeksi pada pasien, keluarga

pasien, pengunjung dan petugas dapat terjadi di rumah sakit dan fasillitas

pelayanan kesehatan yang menjadi permasalahan di masyarakat.

Melalui program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan

Fasilitas pelayanan kesehatan resiko terjadi HAIs dapat di cegah dan di kurangi

dengan menggunakan Infection Control Risk Assesment (ICRA) sehingga

terwujudnya keamanan untuk pasien, keluarga pasien, pengunjung, dan petugas

rumah sakit.

3
BAB II

DEFINISI

Infection Control Risk Assessment (ICRA) Surveilans adalah :

1. Suatu proses yang dinamis, sistematis, terus-menerus, dalam pengumpulan,

identifikasi, analisis dan interpretasi dari data kesehatan yang penting pada

suatu populasi spesifik yang didiseminasikan secara berkala kepada pihak-

pihak yang memerlukan untuk digunakan dalam perencanaan, penerapan

dan evaluasi suatu tindakan yang berhubungan dengan kesehatan.


2. Pengumpulan data kesehatan yang penting secara terus menerus sistematis,

analisis dan interpretasi dan didesiminasikan kepada pihak pihak yang

berkepentingan secara berkala untuk digunakan dalam perencanaan,

pelaksanaan dan evaluasi suatu tindakan pelayanan kesehatan


3. Adalah proses multidisiplin yang berfokus pada pengurangan infeksi,

pendokumentasian bahwa dengan mempertimbangkan populasi pasien,

fasilitas dan program yang berfokus pada :


a. Pengurangan risiko infeksi
b. Tahapan perencanaan fasilitas, desain, konstruksi, renovasi,

pemeliharaan fasilitas dan

4
c. Pengetahuan tentang infeksi, agen infeksi dan lingkungan

perawatan, yang memungkinkan organisasi untuk

mengantisipasi dampak potensial.

BAB III

RUANG LINGKUP

ICRA (Infection Control Risk Assessment) Surveilans ruang lingkupnya meliputi

Instalasi Rawat Inap, Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Maternal Perinatal, Instalasi

Rawat Intensif, dan Instalasi Gawat Darurat.

5
BAB IV

TATA LAKSANA

A. Program ICRA Surveilans

1. Melakukan identifikasi risiko untuk infeksi yang diperoleh dan

ditransmisikan berdasarkan :
a. Lokasi geografi, comunitas dan populasi yang dilayani.
b. Asuhan, pengobatan dan pelayanan yang disediakan
c. Analisis dari kegiatan surveilans dan data infeksi lainnya.
2. Identifikasi risiko setiap atau dan bila terjadi perubahan yang Signivican

Risk Assessment :
a. Infection prevention personel (Komite PPI RS, IPCN)
b. Medical staf
c. Nursing/IPCLN
d. Tim K3
3. Prioritas dan dokumen risiko

6
B. Proses Pembuatan ICRA

1. Persiapan dan perencanaan


a. Formulir evaluasi pengorganisasian PPI
b. Formulir persiapan risk assessmen
c. Standar
d. Laporan
e. Pengetahuan tentang issue yang terjadi saat ini
2. Rekruitmen Tim
a. Undangan
b. Minta informasi dan usulan-usulan peningkatan
c. Masalah PPI apa yang paling penting
d. Penyebab apa yang sering ditemukan pada waktu visit, admission,

pelaksanaan prosedur, dll


3. Sistematis membuat ICRA
a. Komitmen peserta rapat
b. Waktu diskusi banyak masukan dari peserta
c. Prioritas risiko
d. Waktu diskusi banyak masukan dari peserta
e. Prioritas risiko
f. Tentukan rencana PPI
4. Evaluasi Organisasi
a. Diskripsikan faktor-faktor
b. Karakteristik yang meningkatkan resiko infeksi
c. Karakteristik yang menurunkan resiko infeksi
d. Masukan dari rapat formulir isian yang sudah di lengkapi
e. Temuan dari Risk Assessment
f. Faktor-faktor yang termasuk :
1) Geografi dan environmental
2) Karakteristik populasi
3) Area indemik infeksi
4) Area lainnya yang terkait infeksi
5) Karakteristik asuhan medis
6) Pelayanan yang disediakan

C. Proses Geografi dan Populasi Risk Assessment

Faktor Karakteristik yang Karakteristik yang

meningkatkan risiko menurunkan risiko

Geografi di lingkungan RS

7
Karakteristik populasi
Misal : Populasi pasien ke

RS banyak usia orang tua

Area lainnya terkait risiko.


Misal : ada beberapa

atraksi di sekitar RS

dalam setiap tahun

Area indemik infeksius


Misal : Avian influenza,

outbreak, Hepatitis C

Medical care Karakteristik


Mis : Jumlah dokter,

jumlah dokter spesialis

Servis provider
Misal : jenis pelayanan

D. Proses Evaluasi

1. Penilaian Probabilitas/Frekuensi

Tingkat Diskripsi Kejadian


Risiko

0 Never Tidak pernah

1 Rare Jarang (Frekwensi 1-2 x/tahun)

2 Maybe Kadang (Frekwensi 3-4 x/ tahun)

3 Likely Agak sering (Frekuensi 4-6 x/tahun)

4 Expect it Sering (Frekwesi > 6-12 x/ tahun)

2. Penilaian Dampak Risiko

Tingkat Diskripsi Dampak


Risiko

1 Minimal clinical Tidak ada cedera.

8
2 Moderate clinical 1. Cedera ringan, misal : luka lecet.
2. Dapat diatasi dengan P3K.

3 Prolonged lengh 1. Cedera sedang, misal : luka robek


2. Berkurangnya fungsi sensorik/
of stay
motorik/ psikologis atau

intelektual (reversibel), tidak

berhubungan dengan penyakit.


3. Setiap kasus yang memperpanjang

perawatan.

4 Temporer loss of 1. Cedera luas / berat, misal cacat/

fungtion lumpuh.
2. Kehilangan fungsi motorik/

sensorik/psikologis atau

intelektual (ireversibel) tidak

berhubungan dengan penyakit.

5 Katatoprik Kematian yang tidak berhubungan

dengan perjalanan penyakit.

3. Sistem yang Ada

Tingkat Deskripsi Kegiatan

risiko

1 Solid Peraturan ada, fasilitas ada

dilaksanakan.

9
2 Good Peraturan ada, fasilitas ada, tidak

selalu dilaksanakan.

3 Fair Peraturan ada, fasilitas ada, tidak

dilaksanakan.

4 Poor Peraturan ada, fasilitas tidak ada,

tidak dilaksanakan.

5 None Tidak ada peraturan.

4. Pencatatan Skor

Nilai probabilitas x Nilai risiko/dampak x Nilai sistem yang ada


Program prioritas berdasarkan nilai yang ada

5. Prioritas ICRA
N Jenis Skor Prioritas Tujuan Tujuan Strategi Monev Progress

o Kel. Umum Khusus Analisis

Risiko
1
2
3
4

6. Tindakan Sesuai Tingkat dan Level

Level/Bands Tindakan
Ekstrem 1. Risiko ekstrem, dilakukan RCA paling lama

(sangat tinggi) 45 hari, membutuhkan tindakan segera.


2. Perhatian sampai ke direktur rumah sakit.
3. Perlu pengkajian yang sangat dalam.
High (Tinggi) Risiko tinggi dilakukan RCA paling lama 45

hari, kaji dengan detail dan perlu tindakan

segera, serta membutuhkan tindakan Top

Managemen : Perlu penanganan segera.


Moderate (Sedang) 1. Risiko sedang dilakukan investigasi

10
sederhana paling lama 2 minggu.
2. Manager/pimpinan klinis sebaiknya menilai

dampak terhadap bahaya dan kelola risiko.


3. Menggunakan monitoring/audit spesifik.
Low (Rendah) Risiko rendah dilakukan investigasi sederhana

paling lama 1 minggu diselesaikan dengan

prosedur rutin.

E. Membuat Formulir ICRA


N Jenis S Prioritas Tujuan Tujuan Strategi Monev Progres

o Kel. k Umum Khusus dan

Risiko o analisis

r
1 HAIs 32 Plebitis Menurunkan Menurunkan 1. Edu kasi SPO Setiap

Angka angka 2. Melaksanakan bulan

kejadian kejadian SPO

infeksi infeksi 3. Monev

phlebitis di plebitis kepatuhan

ruang sampai

perawatan (permill)

11
BAB V

DOKUMENTASI

Pendokumentasian ICRA Surveilans (Infection Control Risk Assessment) setelah

dilakukan surveilans di ruangan yang menjadi target dari surveilans infeksi rumah

sakit. ICRA dibuat oleh IPCN di bantu dengan IPCLN dan Tim PPI.

12
BAB VI

PENUTUP

Demikianlah panduan ini disusun sebagai pedoman dalam menjalankan ICRA

dalam rangka menurunkan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan. Panduan ini

masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu panduan akan terus dievaluasi sesuai

dengan tuntutan layanan dan standar akreditasi.

Ditetapkan di : Wonosobo,

Tanggal : 18 Agustus 2016

Direktur,

13
dr. Akhmad Muzairi, MARS

NIK. 2015.10.0238

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerjasama dengan PERDALIN RSPI


Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta (2011), Pedoman Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2011), Petunjuk Praktis Surveilans


Infeksi Rumah Sakit

14
Wisma Bidakara RS Jantung Harapan Kita, Jakarta (2013), Materi Pelatihan IPCN
(Infection Prevention and Control Nurse)

15