Anda di halaman 1dari 1

Analisis Data

Panjang gelombang maksimal untuk parasetamol dalam plasma darah adalah 435 nm
(Wulansari, duk, 2008). Dan panjang gelombang maksimum yang digunakan dalam
praktikum ini yaitu 429 nm. Ini jauh berbeda dengan panjang gelombang maksimum teoritis.
Operating Time (OT) yang digunakan adalah 20 menit. Waktu selama 20 menit ini digunakan
untuk reaksi pembentukan garam diazonium oleh HNO2 dan berlangsung dengan lambat.
Dalam praktikum ini dilakukan pengukuran parameter validasi yaitu akurasi. Akurasi
dinyatakan sebagai persen perolehan kembali (recovery) dari suatu analit. Dalam percobaan
ini didapatkan persen recovery sampel 1 sebesar 118,435%, persen recovery sampel 2 sebesar
112,936%. Besarya persen recovery yang diperoleh dapat terjadi karena adanya kesalahan
selama percobaan dari tahap awal hingga pengukuran sehingga terdapat pengotor-pengotor
lain yang masuk dan tercampur. Nilai persen recovery yang baik yaitu berada pada rentang
75-90% atau lebih, namun tidak melebihi 100%.
Untuk dapat mengetahui kadar terukur sampel, maka dibuat kurva baku terlebih
dahulu. Dan dari kurva baku yang diperoleleh maka dapat diketahui kadar sampel
berdasarkan absorbansi yang diberikan oleh masing-masing sampel. Pada percobaan ini
persamaan kurva baku yang diperoleh adalah y=0,0157x+0,035. Sedangkan besar kadar
sampel 1 dan 2 terukur berturut-turut adalah 14,4752% dan 28,121%.
Dalam suatu percobaan akan ada kesalahan-kesalahan yang bisa terjadi. Kesalahan
acak biasa terjadi ketidakkonsistenan pengukuran yntuk mendapatkan hasil yang sama dan
biasanya tidak terduga. Kesalahan acak berhubungan dengan presisi yaitu seberapa dekat
jumlah pengukuran dari kuantitas yang sama satu dengan yang lain (Tylor, 1999).
Kesalahan sistematis terjadi karena adanya kesalahan acak. Kesalahan ini membuat
penyimpangan dari nilai sebenarnya. Kesalahan sistematis berhubungan dengan akurasi yang
menurunkan akurasi sehingga tidak sama dengan nilai sebenarnya (Tylor, 1999).
Dalam percobaan ini kesalahan sistematis dari sampel 1 adalah sebesar 18,435 yang mana
cukup besar, dan sampel 2 sebesar 12,936 yang mana lebih kecil dari sampel 1.Nilai
Kesalahan ini didapat dari 100 dikurangi persen recovery yang harganya muthlak.
Kesalhan acak yang terjadi pada sampel 1 sebesar 101,4251% yang mana sangat besar, dan
sampel 2 sebesar 25,8172% yang lebih kecil. Hal ini terjadi karena kesalahan yang dilakukan
berupa human error dalam proses praktikum seperti kesalahan dan kekurangtelitian dalam
membaca tanda batas sehingga data menjadi tidak valid.