Anda di halaman 1dari 14

BAB IV

PRIORITAS MASALAH, ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH DAN POA


PENYELESAIAN MASALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN
DI UNIT RAWAT INAP C

Setelah dilaksanakan pengkajian selama empat hari (8-11 Februari 2017),


didapatkan beberapa permasalahan di unit rawat inap C. Kemudian, untuk
menyelesaikan masalah tersebut maka perlu ditentukan prioritas masalah dan
Plan Of Action dari tiap-tiap masalah yang diangkat.

4.1 Penentuan Prioritas Masalah


Teknik prioritas masalah yang digunakan disini adalah teknik kriteria
matrik (criteria matrix technique), yakni teknik pemungutan suara dengn
menggunakan kriteria tertentu. Secara sederhana dapat dibedakan atas 5
macam yaitu:
1. Kecenderungan besar dan seringnya kejadian masalah (Magnitude =
Mg)
2. Besarnya kerugian yang ditimbulkan (Severity=Sv).
3. Bisa dipecahkan (Managebility=Mn)
4. Perhatian perawat terhadap masalah (Nursing concern=Nc)
5. Ketersediaan sumber daya (Affordability=Af)
Tabel 4.1 Tabel Prioritas Masalah
No Masalah Mg Sv Mn Nc Af Total Prioritas
Kegiatan operan tidak dilakukan sesuai
standar SPO rumah sakit meliputi poin
penyampaian masalah keperawatan
1 muncul saat jaga, diagnosa keperawatan 4 3 2 5 5 600 1
yang kemungkinan akan atau masih
muncul, dan juga tindakan keperawatan
yang belum dan sudah dilakukan.
Pelaksanaan pre conference maupun
post conference tidak dilaksanakan
2 5 2 2 4 4 320 2
secara optimal dikarenakan belum
adanya SPO
Tidak optimalnya pemberian edukasi
pada pasien dan keluarga tentang
pengetahuan pencegahan dan
3 3 4 2 3 3 216 3
pengendalian infeksi pada pasien yang
mempunyai penyakit menular
(penggunaan masker & cuci tangan).

99
Tidak ada pelabelan pada kotak obat
pasien yang sesuai dengan standart
4 2 3 4 1 2 48 5
patient safety (nama, no rekam medik,
tanggal lahir)
Tidak tersedianya alat restrain yang
5 3 3 3 2 3 162 4
diperuntukkan bagi pasien yang gelisah,
Keterangan :
5 = sangat penting
4 = penting
3 = kurang penting
2 = tidak penting
1 = sangat tidak penting

4.1.1 Prioritas Masalah yang Diambil


4.1.1.1 Operan
Ruang rawat inap C sudah melakukan operan setiap shift namun tidak
sesuai dengan SPO yang telah dibuat oleh Rumah Sakit Wava Husada meliputi
poin penyampaian masalah keperawatan muncul saat jaga, diagnosa keperawatan yang
kemungkinan akan atau masih muncul, dan juga tindakan keperawatan yang belum dan
sudah dilakukan. Kegiatan Operan yang dilakukan perawat yaitu membaca rekam medis
meliputi kondisi umum klien, diagnosa medis, tindakan medis yang akan dilakukan.
Selain itu, waktu yang dihabiskan saat operan cukup lama, karena perawat lebih
cenderung membaca rekam medis dibanding dengan membaca buku operan.

4.1.1.2 Pre dan Post Conference


Pelaksanaan pre-conference maupun post-conference belum
dilaksanakan selama pengamatan 4 hari. Pre dan Post Confrence tidak
dilakukan karena kurangnya tenaga perawat menyebabkan tingginya mobilitas
perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien.

4.1.1.3 Edukasi Pencegahan Infeksi


Tidak optimalnya pemberian edukasi pada pasien dan keluarga tentang
pengetahuan. Pemberian edukasi pada pasien dan keluarga pasien yang
mempunyai penyakit menular (penggunaan masker & cuci tangan) dalam pencegahan
dan pengendalian infeksi pada pasien kurang optimal, hal ini ditunjukkan oleh anggota
keluarga yang belum menggunakan APD dan menerapkan cuci tangan 5 momen.

4.1.1.4 Pelabelan Kotak Obat


Pemberian label pada kotak obat hanya ada label nomor kabar dan
nomor bed, hal ini tidak sesuai dengan standar patient safety yang seharusnya
mencakup identitas pasien yaitu nama pasien, nomor registrasi, dan tempat
tanggal lahir. Hal ini dapat mempermudah perawat dalam pengambilan obat
sesuai dengan nama pasien agar tidak terjadi kesalahan dalam pengmbilan dan
pemberian obat ke pasien.

100
4.1.1.5 Restrain
Tidak tersedianya alat khusus restrain, karena alat restrain merupakan
alat yang harus ada di setiap ruangan dan digunakan untuk pasien yang
memenuhi indikasi penggunaaan restrain. Selain itu di RIC penggunaan restrain
masih belum tepat karena hanya menggunakan kassa dalam mengatasi pasien
yang gelisah, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan integritas kulit.

4.2 Seleksi penyelesaian masalah


Pemecahan masalah dilakukan dengan memperhatikan aspek, yaitu
sebagai berikut:
1 Besarnya masalah yang diselesaikan (Magnitude = Mg)
2 Pentingnya cara penyelesaian masalah (Importancy = I)
3 Sensitivitas penyelesaian masalah (Vulnerability = V)
4 Efisiensi biaya (Cost = C)
Tabel 4.2 Tabel Seleksi Penyelesaian Masalah
Jumlah Prioritas
No Efisiensi
Daftar Alternatif Jalan Keluar Efektivitas MxIxV Analisis
Masalah C
M I V C Masalah
1 1. Sosialisasi kepada pasien dan keluarga 4 3 3 5 7 8
terkait dengan pencegahan dan
pengendalian infeksi sejak pertama
masuk, di rawat, dan pulang dari rumah
sakit
Melakukan cuci tangan 6 langkah

2. Pemakaian masker kepada pasien dan 5 3 4 5 12 5


keluarga
Perawat mengajarkan untuk selalu
menggunakan masker pada saat
setiap kontak dengan pasien yang
terinfeksi

2 1. Sosialisasi kepada perawat ruangan 5 4 4 5 16 1


dengan melakukan roleplay operan
Sosialiasi kepada perawat ruangan
mengenai operan yang sesuai dengan
SOP dengan mengadakan roleplay
(mahasiswa sendiri)
2. Kerjasama dengan perawat ruangan untuk 4 4 3 5 10 6
melakukan roleplay operan bersama-sama
(mahasiswa dan perawat)
Memonitoring dan mengevaluasi
perawat ruangan dalam melakukan
praktik operan secara mandiri sesuai
SOP

101
3 1. Sosialisasi kepada perawat ruangan 4 4 4 5 13 3
dengan melakukan roleplay pre-post
conference
Sosialiasi kepada perawat ruangan
mengenai pre-post conference yang
sesuai dengan teori
2. Kerjasama dengan perawat ruangan untuk 4 4 5 5 16 2
melakukan roleplay pre-post conference
bersama-sama (mahasiswa dan perawat)
Melihat hasil pre-post conference
setelah sosialisasi

3. Memonitoring dan mengevaluasi 4 4 4 5 13 4


perawat ruangan dalam melakukan
praktik pre-post conference secara
mandiri sesuai teori
4 1. Pengadaan label identifikasi pasien di 3 2 4 5 5 9
persediaan kotak obat pasien
1. Pemberian label identifikasi pasien
sesuai prinsip patient safety

5 1. Pengadaan alat restrain yang diperuntukkan 4 3 3 5 10 7


bagi pasien yang memiliki indikasi untuk
dilakukan restrain
2. Penyediaan alat restrain disertai
pemberian keterangan indikasi
pasien yang dilakukan restrain.

Keterangan :
5 = Sangat bisa/sangat tersedia
4 = Bisa/tersedia
3 = Cukup
2 = Kurang
1 = Sangat kurang

4.3 Tujuan Alternatif Penyelesaian Masalah


Adapun Tujuan alternatif penyelesaian masalah adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3 Tujuan Alternatif Penyelesaian Masalah
No Masalah Penyebab Alternatif Pemecahan Masalah
1 Kegiatan operan 1. Kurangnya Tujuan: Untuk mengetahui perkembangan
tidak dilakukan kebutuhan kondisi klien sehingga dapat
sesuai standar SPO tenaga memberikan tindakan keperawatan

102
No Masalah Penyebab Alternatif Pemecahan Masalah
rumah sakit meliputi perawat di secara kompehensif
poin penyampaian ruangan. 1 Sosialisasi kepada perawat ruangan
masalah 2. Tingginya dengan melakukan roleplay operan
keperawatan muncul beban kerja - Sosialiasi kepada perawat ruangan
saat jaga, diagnosa perawat mengenai operan yang sesuai dengan
keperawatan yang SOP dengan mengadakan roleplay
kemungkinan akan (mahasiswa sendiri)
2 Memonitoring dan mengevaluasi perawat
atau masih muncul,
ruangan dalam melakukan praktik operan
dan juga tindakan
secara mandiri sesuai SOP
keperawatan yang
3 Kerjasama dengan perawat ruangan untuk
belum dan sudah
melakukan roleplay operan bersama-sama
dilakukan.
(mahasiswa dan perawat)
- Memonitoring dan mengevaluasi perawat
ruangan dalam melakukan praktik operan
secara mandiri sesuai SOP
2 Pelaksanaan pre 1. Tidak adanya Tujuan: Untuk mengetahui perkembangan
conference maupun SPO yang jelas kondisi klien sehingga dapat
post conference tidak 2. Kurangnya memberikan tindakan keperawatn
dilaksanakan secara SDM secara komperehensif.
optimal dikarenakan keperawatan 1. Sosialisasi kepada perawat ruangan dengan
belum adanya SPO melakukan roleplay pre-post conference
- Sosialiasi kepada perawat ruangan
mengenai pre-post conference yang sesuai
dengan teori
2. Kerjasama dengan perawat ruangan untuk
melakukan roleplay pre-post conference
bersama-sama (mahasiswa dan perawat)
- Melihat hasil pre-post conference setelah
sosialisasi
3. Memonitoring dan mengevaluasi
perawat ruangan dalam melakukan praktik
pre-post conference secara mandiri sesuai
teori
3 Tidak optimalnya 1. Beban kerja Tujuan: Untuk mengurangi angka kejadian
pemberian edukasi perawat yang Healthcare Associated Infection (HAIs)
atau pada pasien cukup tinggi. 1. Sosialisasi kepada pasien dan keluarga
dan keluarga tentang 2. Kurangnya terkait dengan pencegahan dan
pengetahuan SDM pengendalian infeksi sejak pertama masuk,
pencegahan dan keperawatan di rawat, dan pulang dari rumah sakit
pengendalian infeksi 3. Kurangnya - Melakukan cuci tangan 6 langkah
edukasi 2. Pemakaian masker kepada pasien dan
pada pasien yang
perawat keluarga
mempunyai penyakit
terhadap Perawat mengajarkan untuk selalu
menular
lingkungan menggunakan masker pada saat setiap
(penggunaan masker
sekitar pasien kontak dengan pasien yang terinfeksi
& cuci tangan). 3. Menganjurkan cuci tangan setiap sebelum
dan sesudah dari rumah sakit
- Sebelum dan sesudah menyentuh pasien
- Sebelum dan sesudah menyentuh
lingkungan pasien

103
No Masalah Penyebab Alternatif Pemecahan Masalah
- Sebelum dan sesudah dari kamr mandi
Sebelum dan sesudah makan
4 Tidak ada pelabelan Tidak ada Tujuan: Menghindari angka kejadian salah
pada kotak obat tindakan pemberian obat
pasien yang sesuai pelabelan kotak Pengadaan label identifikasi pasien di
dengan standart obat oleh perawat persediaan kotak obat pasien
patient safety (nama, sesuai indikator - Pemberian label identifikasi pasien sesuai
no rekam medik, patient safety prinsip patient safety
tanggal lahir)
5 Tidak adanya alat Tidak tersedianya Tujuan: Meningkatkan pelayanan mutu dan
restrain yang alat khusus menghindari risiko cedera pada pasien
diperuntukkan bagi restrain yang 1. Pengadaan alat restrain yang diperuntukkan
pasien-pasien yang disediakan bagi pasien yang memiliki indikasi untuk
memiliki indikasi ruangan dilakukan restrain
3. Penyediaan alat restrain disertai
pemberian keterangan indikasi pasien
yang dilakukan restrain

104
4.4 Rencana Penyelesaian Masalah (Plan Of Action)
Adapun rencana penyelesaian masalah adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4 Tabel Rencana Penyelesaian Masalah (Plan Of Action)
Prioritas Faktor How PJ
No. What Why Where When Who How POA
Masalah Penyebab Much
1. Kegiatan operan 1. Kurangnya Sosialisasi kepada 1. Persamaan Nurse 1. Minggu - Karu 1. Kanit dan katim 70% Catur Maya
1. tidak dilakukan kebutuhan perawat ruangan persepsi dan Station ke-2 - Katim memahami
sesuai standar tenaga dengan melakukan dapat Ruang 2. Minggu - Perawat masalah
SPO rumah perawat di roleplay operan mengetahui Rawat ke-3 pelaksana operan yang
sakit meliputi ruangan. 1. Sosialiasi kepada kondisi pasien Inap C 3. Minggu - Mahasiswa belum sesuai
poin 2. Tingginya perawat ruangan secara ke-4 - Pasien dan dengan SOP di
penyampaian beban mengenai operan komprehensif 4. Minggu keluarga Ruang rawat
masalah kerja yang sesuai dengan 2. Agar terjalin ke-5 inap C
keperawatan perawat SOP dengan hubungan 2. Terjadi
muncul saat mengadakan saling kesepakatan
jaga, diagnosa roleplay (mahasiswa percaya antara kanit
keperawatan sendiri) antara pasien dan katim
yang 2. Kerjasama dengan dan keluarga dengan
kemungkinan perawat ruangan dengan mahasiswa
akan atau masih untuk melakukan perawat untuk
muncul, dan roleplay operan sehingga menyelesaikan
juga tindakan bersama-sama membantu masalah
keperawatan (mahasiswa dan pemberian operan di
yang belum dan perawat) asuhan Ruang rawat
sudah 3. Memonitoring dan keperawatan inap C
dilakukan. mengevaluasi dengan
perawat ruangan roleplay operan
dalam melakukan 3. Mahasiswa
praktik operan telah
secara mandiri melakukan
sesuai SOP roleplay operan
sesuai SOP
pada minggu
ke-2 dan
disaksikan oleh
tenaga
keperawatan

105
yang berjaga
saat itu
4. Mahasiswa
dengan tenaga
keperawatan
Ruang rawat
inap C telah
melakukan
roleplay operan
sesuai dengan
SOP pada
minggu ke-3
5. Tenaga
keperawatan
Ruang rawat
inap C yang
sedang berjaga
saat itu telah
melakukan
operan sesuai
dengan SOP
(tanpa
mahasiswa,
mahasiswa
hanya
memonitor dan
mengevaluasi)
pada minggu
ke-5
2. Pelaksanaan 1. Adanya 1. Sosialiasi kepada 1. Persamaan Nurse 1. Minggu - Karu 1. Kanit dan katim 70% Fani dan
2 pre conference keterbatasan perawat ruangan persepsi, Station ke-2 - Katim memahami DIka
maupun post waktu mengenai post kondisi Ruang - Perawat masalah pre-
conference tidak sehingga pre conference yang pasien dan Rawat 2. Minggu pelaksana post
dilaksanakan dan post tindakan Inap C ke-3 - Mahasiswa conference
sesuai dengan
secara optimal conference yang akan - Gizi yang belum
dikarenakan tidak teori Kerjasama dilakukan 3. Minggu dilakukan di
- Farmasi
belum adanya terlaksana dengan perawat 2. Mengklarifik ke-4 Ruang rawat
(odd)

106
SPO ruangan untuk asi tindakan - DPJP inap C
2. Beban kerja melakukan roleplay keperawata 4. Minggu 2. Terjadi
atau mobilitas pre-post conference n yang ke-5 kesepakatan
perawat yang bersama-sama dilakukan antara kanit
cukup tinggi. (mahasiswa dan hari itu agar dan katim
3. Kurangnya perawat) sesuai dengan
SDM 2. Melihat hasil post kondisi mahasiswa
keperawatan conference setelah terkini untuk
4. Kurangnya sosialisasi pasien menyelesaikan
motivasi Memonitoring dan masalah pre-
perawat untuk mengevaluasi post
melakukan 3. perawat ruangan conference di
pre-post dalam melakukan Ruang rawat
conference praktik post inap C
conference secara dengan
mandiri sesuai teori roleplay pre-
post
conference
3. Mahasiswa
telah
melakukan
roleplay pre-
post
conference
sesuai SOP
pada minggu
ke-2 dan
disaksikan oleh
tenaga
keperawatan
yang berjaga
saat itu
4. Mahasiswa
dengan tenaga
keperawatan
Ruang rawat
inap C telah

107
melakukan
roleplay pre-
post
conference
sesuai dengan
SOP pada
minggu ke-3
5. Tenaga
keperawatan
Ruang rawat
inap C yang
sedang berjaga
saat itu telah
melakukan pre-
post
conference
sesuai dengan
SOP (tanpa
mahasiswa,
mahasiswa
hanya
memonitor dan
mengevaluas)
pada minggu
ke-4
3. Tidak 1. Beban kerja Sosialisasi kepada 1. Sebagai Nurse - Perawat 1. Kanit dan katim 85% Lisa dan
optimalnya perawat pasien dan keluarga indikator mutu Station 1. Minggu - Mahasiswa memahami Mega
pemberian yang cukup terkait dengan pelayanan Unit Ruang ke-2 - Pasien masalah
edukasi kepada tinggi. pencegahan dan rawat inap c Rawat - Keluarga edukasi
pasien dan 2. Kurangnya pengendalian infeksi dalam Inap C 2. Minggu pasien tentang
keluarga SDM sejak pertama masuk, memberikan ke-3 pengendalian
tentang keperawata di rawat, dan pulang pendidikan infeksi yang
pengetahuan n dari rumah sakit kesehatan. 3. Minggu belum
pencegahan 3. Kurangnya 1. Melakukan cuci 2. sebagai ke-4 dilakukan
dan edukasi tangan 6 langkah upaya secara optimal
pengendalian perawat pengendalian 4. Minggu kepada
infeksi pada terhadap 2. Pemakaian masker infeksi di unit ke-5 keluarga dan

108
pasien yang lingkungan kepada pasien dan rawat inap c pasien
mempunyai sekitar keluarga 3. untuk 2. Terjadi
penyakit pasien 3.Perawat menambah kesepakatan
menular 4. Terbatasnya mengajarkan untuk pengetahuan antara kanit
(penggunaan edukasi oleh selalu tentang dan katim
masker & cuci tenaga menggunakan pentingnya dengan
tangan). kesehatan masker pada saat pencegahan mahasiswa
hanya setiap kontak infeksi untuk
sebulan dengan pasien yang menyelesaikan
sekali terinfeksi masalah
edukasi di
Ruang rawat
inap C
3. Mahasiswa
mempraktikkan
penerimaan
pasien edukasi
pasien baru
dan keluarga
4. Mengevaluasi
pelaksanaan
kegiatan edukai
pasien yang
telah dillakukan
4. Tidak ada Tidak ada Pengadaan label 1. Sebagai Ruangan 1. Minggu - Perawat 1. Kanit dan katim 90% Mela dan
pelabelan pada tindakan identifikasi pasien di peningkatan pasien ke-2 - Mahasiswa memahami Yesi
kotak obat pelabelan persediaan kotak mutu (R.213- - Pasien masalah
pasien yang kotak obat obat pasien pelayanan R.224) 2. Minggu - Keluarga pelabelana
sesuai dengan 1. Pemberian label ruangan ke-3 pasien obat yang
oleh perawat
standart patient identifikasi pasien yaitu sesuai dengan
safety (nama, sesuai sesuai prinsip penerapan 6 3. Minggu standar pasien
no rekam medik, indikator patient safety benar obat ke-4 safety yang
tanggal lahir) patient safety 2. Untuk belum
meminimalk 4. Minggu dilakukan
an ke-5 dengan baik di
kesalahan Ruang rawat
pemberian inap C

109
obat 2. Terjadi
kesepakatan
antara kanit
dan katim
dengan
mahasiswa
untuk
menyelesaikan
masalah
pelabelan
identitas di
tempat obat
pasien di
Ruang rawat
inap C
dengan
mengganti
sesuai identitas
pasien
3. Mahasiswa
dengan
perawat
melakukan
kegiatan
penempelan
identitas pasien
di tempat obat
pada minggu
ke 2- 3.
5. Tidak adanya Tidak Pengadaan alat 1. untuk Di 1. Minggu - Perawat 1. Kanit dan katim 70% Putra dan
alat restrain tersedianya restrain yang meminimalka ruangan ke-2 - Mahasiswa memahami Gigih
yang alat khusus diperuntukkan bagi n kejadian pasien - Pasien masalah terkait
diperuntukkan restrain yang pasien yang memiliki jatuh pada unit rawat 2. Minggu - Keluarga pemasangan
bagi pasien- indikasi untuk pasien inap C ke-3 pasien serta alat
disediakan
pasien yang dilakukan restrain gelisah restrain yang
memiliki ruangan 1. Penyediaan alat 2. mencegah 3. Minggu aman untuk
indikasi restrain disertai kerusakan ke-4 pasein yang

110
pemberian integritas kulit belum berjalan
keterangan akibat restrain 4. Minggu dengan baik di
indikasi pasien ke-5 Ruang rawat
yang dilakukan inap C
restrain 2. Terjadi
kesepakatan
antara kanit
dan katim
dengan
mahasiswa
untuk
menyelesaikan
masalah
pengadaan
restrain di
Ruang rawat
inap C
dengan
memberikan
alat restrain
yang aman
pada minggu
ke 2
3. Mahasiswa
dengan
perawat
melakukan
pemasangan
restrain sesuai
dengan indikasi
pasien yang
harus di
restrain pada
minggu ke 3-5
4. Kelompok
besar dengan
kanit, katim,

111
dan tenaga
kesehatan
lainnya melihat
ada tidaknya
efek samping
dari
pemasangan
pada minggu
ke-5

112