Anda di halaman 1dari 23

INFERTIL SEKUNDER (GG.

SPERMA +MIOMA UTERI)


SKENARIO KASUS
Ny. D, 30 tahun dan suaminya Tn. Amir, usia 32 tahun, datang ke praktik dokter keluarga
karena mereka telah menikah selama 3 tahun tetapi belum mempunyai anak padahal mereka tidak
menggunakan alat kontrasepsi. Ny. D memiliki siklus menstruasi yang normal, tetapi lama haid 10-
14 hari, tidak ada riwayat perdarahan antara 2 siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama.
Ada benjolan di perut bagian bawah, rasa nyeri saat menstruasi tidak ada, pernah hamil saat usia
pernikahan 9 bulan tetapi mengalami keguguran. Suaminya merupakan karyawan bank. Ada riwayat
gondongan pada usia 14 tahun disertai pembengkakan pada buah zakar kiri. Pasangan ini menikmati
hubungan seks secara teratur.
Istri
- Pemeriksaan fisik
TB : 156 cm, BB : 54 kg, BMI : 22,5 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80 x/menit, RR : 18
x/menit
- Pemeriksaan Ginekologi
PL :
- Abdomen : Cembung, lemas, simetris
- Fundus Uteri : teraba 2 jari di atas simphysis
- Massa (-), nyeri tekan (-), tanda cairan bebas (-)
Suami
- Pemeriksaan fisik umum
TB : 176 cm, BB : 72 kg, BMI : 23 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 76 x/menit, RR : 20
x/menit
- Pemeriksaan Genetalia
Penis : normal, testis dextra 15 ml konsistensi normal, testis sinistra 8 ml konsistensi normal,
scrotum : tidak ada varicocele
- Pemeriksaan penunjang
Analisis semen : volume : 4, 5 ml, jumlah sperma : 0, 1 x 10 6/ml, motilitas forward progression
12 %, morfologi bentuk normal 5 %.
Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. D dengan suaminya
mulai kurang harmonis dan Ny. D tidak aktif lagi dalam kegiatan sosial di lingkungan keluarga dan
tempat mereka tinggal.

IDENTIFIKASI MASALAH

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 1


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
1. Ny. D, 30 tahun dan suaminya Tn. Amir, usia 32 tahun, datang ke praktik dokter keluarga karena
mereka telah menikah selama 3 tahun tetapi belum mempunyai anak padahal mereka tidak
menggunakan alat kontrasepsi.
2. Ny. D memiliki siklus menstruasi yang normal, tetapi lama haid 10-14 hari, tidak ada riwayat
perdarahan antara 2 siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama.
3. Ada benjolan di perut bagian bawah, rasa nyeri saat menstruasi tidak ada, pernah hamil saat usia
pernikahan 9 bulan tetapi mengalami keguguran.
4. Suaminya merupakan karyawan bank. Ada riwayat gondongan pada usia 14 tahun disertai
pembengkakan pada buah zakar kiri. Pasangan ini menikmati hubungan seks secara teratur.
5. Istri
- Pemeriksaan fisik
TB : 156 cm, BB : 54 kg, BMI : 22,5 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80 x/menit, RR : 18
x/menit
- Pemeriksaan Ginekologi
PL :
- Abdomen : Cembung, lemas, simetris
- Fundus Uteri : teraba 2 jari di atas simphysis
- Massa (-), nyeri tekan (-), tanda cairan bebas (-)
6. Suami
- Pemeriksaan fisik umum
TB : 176 cm, BB : 72 kg, BMI : 23 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 76 x/menit, RR : 20
x/menit
- Pemeriksaan Genetalia
Penis : normal, testis dextra 15 ml konsistensi normal, testis sinistra 8 ml konsistensi normal,
scrotum : tidak ada varicocele
- Pemeriksaan penunjang
Analisis semen : volume : 4, 5 ml, jumlah sperma : 0, 1 x 10 6/ml, motilitas forward
progression 12 %, morfologi bentuk normal 5 %.
7. Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. D dengan suaminya mulai
kurang harmonis dan Ny. D tidak aktif lagi dalam kegiatan sosial di lingkungan keluarga dan
tempat mereka tinggal.

PRIORITAS MASALAH

ANALISIS MASALAH

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 2


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
1. Ny. D, 30 tahun dan suaminya Tn. Amir, usia 32 tahun, datang ke praktik dokter keluarga
karena mereka telah menikah selama 3 tahun tetapi belum mempunyai anak padahal
mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi.
a. Apa makna mereka telah menikah selama 3 tahun tetapi belum mempunyai anak
padahal mereka tidak menggunakan alat kontrasepsi?
Jawab :
Infertilitas merupakan masalah yang dihadapi oleh pasangan suami istri yang telah menikah
selama minimal satu tahun, melakukan hubungan senggama teratur, tanpa menggunakan
kontrasepsi, tetapi belum berhasil memperoleh kehamilan
Jadi, makna tidak mendapatkan anak selama 3 tahun setelah menikah menunjukkan
bahwa telah terjadi infertilitas pada pasangan tersebut.

b. Apa saja jenis-jenis infertilitas?


Jawab :
a. Infertil primer
Berarti pasangan suami istri belum mampu dan belum pernah memilikianak setelah satu tahun
berhubungan seksual sebanyak 2-3 kaliperminggu tanpa menggunakan alat kontrasepsi dalam
bentuk apapun.

b. Infertil sekunder
Berarti pasangan suami istri telah atau pernah memiliki anak sebelumnya,tetapi saat ini belum
mampu memiliki anak lagi setelah satu tahunberhubungan seksual sebanyak 2-3 kali
perminggu tanpa menggunakanalat atau metode kontrasepsi jenis apapun.
Kasus : Infertil sekunder

c. Bagaimana hubungan usia dan jenis kelamin terkait keluhan pada kasus ini?
Jawab :
Pada wanita :

Tingkat kesuburan pada wanita berbeda-beda tergantung dari kelompok usia.


1) Kelompok paling subur adalah pada usia 20-29 tahun dengan tingkat 90% subur dan 10%
infertilitas.
2) Kelompok usia 30-34 tahun angka infertilitas naik menjadi 14%.
3) Kelompok usia 35-39 tahun meningkat menjadi 20%.
4) Kelompok usia 40-44 tahun meningkat menjadi 25%.

Pada laki-laki :
Tingkat kesuburan pada laki-laki berbeda-beda tergantung dari kelompok usia.
1) Pada laki-laki usia 20-39 tahun, 90% tubulus seminiferus memproduksi sperma.
ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 3
INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
2) Pada laki-laki usia 40-69 tahun, 50% tubulus seminiferus memproduksi sperma.
3) Pada laki-laki usia 80 tahun atau lebih, 10% tubulus seminiferus memproduksi sperma.

d. Apa kemungkinan penyebab belum memiliki keturunan?


Jawab:
Pada prinsipnya masalah yang terkait dengan infertilitas ini dapat dibagi berdasarkan masalah
yang sering dijumpai pada perempuan dan masalah yang sering dijumpai pada laki-laki
a) Faktor suami
Pre testikuler 1) Kelainan pada hipotalamus
2) Defisiensi hormon gonadotropin yaitu LH dan FSH
3) Kelainan pada hipofisis
4) Insufisiensi hipofisis oleh karena tumor, radiasi atau
operasi
5) Hiperprolaktinemia
6) Hemokromatosis
7) Substitusi /terapi hormon yang berlebihan
Testikuler 1) Anomali kromosom
2) Anorchismus bilateral
3) Gonadotoksin: obat-obatan, radiasi
4) Orchitis
5) Trauma testis
6) Penyakit sistemik: gagal ginjal, gagal hepar, anemia
bulan sabit
7) Kriptokismus
8) Varicocele
9) Hernia scrotalis
Pasca testikuler 1) Gangguan transportasi sperma
2) Kelainan bawaan: vesica seminalis atau vas deferens
tidak terbentuk yaitu pada keadaan congenital bilateral
absent of the vas deferens (CBAVD)
3) Obstruksi vas deferens/epididymis akibat infeksi atau
vasektomi
4) Disfungsi ereksi, gangguan emisi, dan gangguan
ejakulasi (ejakulasi retrograde)
5) Kelainan fungsi dan mortalitas sperma

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 4


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
6) Kelainan bawaan ekor sperma
7) Gangguan maturasi sperma
8) Kelainan imunologik
9) Infeksi
(Sumber: Purnomo, Basuki B.,2011:308)

b) Faktor istri
Non-Organik 1) Usia (>35 tahun)
2) Frekuensi senggama (< 2-3 kali dalam seminggu)
3) Pola hidup
a) Alkohol
b) Merokok
c) Berat badan berlebih (IMT > 29)
Organik 1 Masalah vagina misalnya dispareunia, vaginismus,
vaginitis.
2 Masalah uterus misalnya servitis, trauma pada serviks,
endometriosis, adenomiosis.
3 Masalah tuba misalnya sumbatan pada tuba.
4 Masalah ovarium misalnya sindrom ovarium polikistik.
5 Masalah peritoneum misalnya endometriosis.
6 Faktor imunologi
e. Apa saja jenis-jenis alat kontrasepsi?
Jawab :

Kontrasepsi non-Hormonal
Kontrasepsi tanpa menggunakan obat/alat
Senggama terputus (kiotus interruptus)Penarikan penis dari vagina
sebelum terjadinya ejakulasi
Pembilasan pasca senggama (postcoital Douche) pembilasan vagina
dengan air biasa atau tanpa tambahan larutan obat (cuka atau obat lain)
segera setelah koitus. Tujuannya mengeluarkan sperma secara mekanik dari
vagina.
Perpanjangan masa menyusui anak (prolonged lactation)
Pantang berkala melakukan hubungan pada saat tidak terjadi masa subur.
Kontrasepsi sederhana untuk laki-laki
Kondom sarung karet yang dipasang pada penis saat hubungan seksual

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 5


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
Kontrasepsi sederhana untuk perempuan
Pessarium misalnya diafragma vagina kap berbentuk bulat cembung yang
terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual dan menutup serviks
Kontrasepsi dengan obat-obat spermitisida bahan kimia yang digunakan untuk
menonaktifkan atau membunuh sperma. Dalm bentuk aerosol, krim dan tablet
Kontrasepsi Hormonal
Pil kontrasepsi
Pil kontrasepsi kombinasi
- Monafasik : 21 tablet mengandung hormone estrogen dan
progesterone dalam dosis yang sama dan 7 tablet tanpa hormone yang
aktif
- Bifasik : 21 tablet mengandung hormone estrogen dan progeesteron
dengan dua dosis berbeda dan 7 tablet tanpa hormone aktif
- Trifasik : tablet mengandung hormone estrogen dan progesterone
dengan tiga dosis berbeda dan 7 tablet tanpa hormone aktif
Pil sekuensial
Kontrasepsi suntikan (Depo Provera)
Suntikan setiap 3 bulan (Depo provera) digunakan untuk tujuan
kontrasepsi parentral. Obat ii mnghalangi terjadi nya ovulasi dengan jalan
menekan pembentukan GnRH dari hipotalamus. Dosis 150 mg/cc IM sekali
3 bulan
Suntikan setiap bulan (Monthly Injectable) mengadung 2 macam hormone
progestin dan estrogen contohnyaMedroxy progesterone acetat(MPA)/
estradiol caprionate. Tujuannya menceg keluarnya ovum dari ovarium
(ovulasi).
Alat kotrasepsi dalam Rahim (AKDR) atau intra uterine device (IUD)
IUD dibagi dalam bentuk yang terbuka linier (Lippes loop, saf-T) dan tertutup
sebagai cincin (Ota ring, Antigon F, Cincin Hall-stone)
Kontrasepsi mantap pada perempuan (sterilisasi) tindakan yang dilakukan pada
kedua tuba faloppii perepmuan atau vasdeferens laki-laki, mengakibatkan tidak hamil lagi
Cara uchida, cara kroener, cara irving
Sterilisasi pada laki-laki (vasektomi)

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 6


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
f. Bagaimana pandangan islam tentang pernikahan?
Jawab :

2. Ny. D memiliki siklus menstruasi yang normal, tetapi lama haid 10-14 hari, tidak ada
riwayat perdarahan antara 2 siklus haid dan tidak ada perdarahan setelah senggama.
a. Bagaimana anatomi organ yang terganggu pada kasus ini?
Jawab :
Uterus

b. Bagaimana siklus menstruasi yang normal ?


Jawab :
Haid atau menstruasi dikatakan normal bila didapatkan siklus haid tidak kurang dari 24 hari,
tetapi tidak melebihi 35 tahun, lama haid 3-7 hari, dengan jumlah darah selama haid
berlangsung tidak melebihi 80 ml, ganti pembalut 2-6 kali perhari.

c. Bagaimana fisiologi menstruasi ? (membahas tentang hormone dan perubahan pada


uterus dan ovarium)
Jawab :
Siklus mentruasi terdiri dari siklus ovarium dan siklus endometrium (uterus).
1) Siklus ovarium
a) Fase folikuler
Fase ini berlangsung dari hari pertama menstruasi sampai hari ke 14. Pada fase ini
hormon yang berperan yaitu FSH yang tinggi untuk merangsang pertumbuhan dan
pematangan folikel-folikel dalam ovarium. Pada fase ini juga dipengaruhi oleh
hormon estrogen yang meningkat.

Hormon estrogen ini dihasilkan oleh sel teka interna pada folikel sekunder dan
berguna dalam pematangan folikel. Fase ini terjadi bersamaan dengan fase proliferasi
pada siklus endometrium (Price & Wilson,2005).
b) Fase luteal

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 7


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
Fase ini berlangsung dari hari ke 15 atau sesudah terjadinya ovulasi pada hari ke 14
sampai hari ke 28. Pada fase ini kadar hormon estrogen mengalami penurunan akibat
adanya umpan balik negatif pada FSH yang sebelumnya terjadi peningkatan estrogen
yang tinggi. Kadar hormon LH pada fase ini juga mulai mengalami penurunan. Pada
fase ini, setelah oosit terlepas dari folikuler deGraaf, lapisan granulosa menjadi
banyak mengandung pembuluh darah dan sangat terluteinisasi, berubah menjadi
korpus luteum yang berwarna kuning pada ovarium. Korpus ini menyekresi sejumlah
kecil estrogen dan progesteron yang terus menerus makin lama makin tinggi. Fase ini
terjadi bersamaan dengan fase sekresi pada siklus endometrium (Price &
Wilson,2005).
2) Siklus endometrium
a) Fase proliferasi
Pada fase ini, kadar estrogen yang meningkat dari folikel yang berkembang akan
merangsang stroma endometrium untuk mulai tumbuh dan menebal, kelenjar-kelenjar
menjadi hipertrofi dan berpoliferasi, dan pembuluh darah menjadi banyak. Kelenjar-
kelenjar dan stroma berkembang sama cepatnya. Fase ini berlangsung saat hari
pertama menstruasi sampai hari ke 14 (Price & Wilson,2005).
b) Fase sekresi
Setelah ovulasi, dibawah pengaruh progesteron yang meningkat dan terus
diproduksinya estrogen oleh korpus luteum, endometrium menebal menjadi seperti
beludru. Kelenjar menjadi lebih besar dan berkelok-kelok, dan epitel kelenjar menjadi
berlipat-lipat. Stroma menjadi edematosa. Terjadi infiltrasi leukosit dan pembuluh
darah semakin berbentuk spiral dan melebar. Lamanya fase sekresi sama pada
perempuan yaitu 14 2 hari (Price & Wilson,2005)
c) Fase menstruasi
Pada fase ini terjadi penurunan progesteron dan estrogen yang tajam sehingga
menghilangnya perangsangan pada endometrium. Hal ini karena korpus luteum yang
berfungsi sampai kira-kira hari ke 23 atau 24 pada siklus 28 hari kemudian mulai
beregresi. Perubahan iskemik terjadi pada arteriola dan diikuti peluruhan dari
endometrium (Price & Wilson,2005).
Jadi, proses terjadinya menstruasi tersebut meliputi dua siklus, yaitu siklus ovarium
(fase folikuler, fase luteal) dan siklus endometrium atau uterus (fase proliferasi, fase
sekresi dan fase menstruasi) yang berlangsung secara bersamaan baik di ovarium
maupun di uterus.

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 8


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)

d. Apa makna lama haid 10-14 hari, tidak ada riwayat perdarahan antara 2 siklus haid
dan tidak ada perdarahan setelah senggama?
Jawab :
makna lama haid 10-14 hari : menorrhea / hipermenorrhea
Kelainan dalam banyaknya darah dan lamanya perdarahan haid:
Hipermenorrhea : perdarahan haid yang lebih dari normal, atau lebih lama dari
normal ( lebih dari 8 hari )
Hipomenorrhea : perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari
biasanya.
Makna tidak ada riwayat perdarahan antara 2 siklus haid : normal (tidak ada
metrorhagia) dan untuk menghilangkan DD infertilitas karena kelainan hormon dan ovarium.
Perdarahan diluar haid:
Metrorhagia: perdarahan diluar siklus haid

Makna tidak ada perdarahan setelah senggama : tidak ada kelainan serviks,
menghilangkan DD Polip serviks dan Kanker serviks.

e. Apa saja penyebab dari gangguan menstruasi?


Jawab:
Lesi permukaan pada traktus genital
- Mioma uteri, adenomiosis
- Polip endometrium
- Adenokarsinoma, endometrium, sarkoma
- Infeksi pada serviks, endometrium, dan uterus
- Kanker servik, polips
ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 9
INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
- Trauma

Lesi dalam
- Adenomiosis difus, mioma uteri, hipertrofi miometrium
- Endometriosis
- Malformasi arteri vana pada uterus

Penyakit medis sistemik


o Gangguan hemostasis ; trombositopenia, gangguan platelet dan gangguan faktor II, V, VII,
VIII, IX, XIII.
o Penyakit tiroid, hepar, gagal ginjal, disfungsi kelenjar adrenal, SLE
o Gangguan hipotalamus hipofisis: adenoma, prolaktinoma, stres, olahraga berlebihan

3. Ada benjolan di perut bagian bawah, rasa nyeri saat menstruasi tidak ada, pernah hamil
saat usia pernikahan 9 bulan tetapi mengalami keguguran.
a. Apa makna benjolan di perut bagian bawah rasa nyeri saat menstruasi tidak ada, pernah hamil
saat usia pernikahan 9 bulan tetapi mengalami keguguran?
Jawab :

Mioma uteri Polip Endometrial adenomiosis


Pada usia 12 -81 tahun (puncak Pada wanita berusia 40 tahun dan
30-59 tahun) multipara
Pembesaran otot polos Pertumbuhan aktif stroma dan Pembesaran uterus (biasanya pada
rahim (nodular/benjolan) kelenjar endometrium fokal bagian fundus)
terutama di daerah fundus atau
korpus uteri
Metroragia Metroragia menoragia
Nyeri (bila terjadi gangguan Disminorea (bersifat kolik)
vaskular)
Menoragia
Abortus spontan
Makna Benjolan di bawah perut : pada kasus kemungkinan mioma uteri

b. Apa hubungan benjolan di perut bagian bawah, rasa nyeri saat menstruasi tidak ada, pernah
hamil saat usia pernikahan 9 bulan tetapi mengalami keguguran dengan keluhan utama?
Jawab :
Benjolan di perut bagian bawah kemungkinan adanya tumor ginekologi berupa mioma uteri
pada Ny.D. mioma uteri biasanya menimbulkan gejala seperti metrorargia, nyeri, menoragia,
abortus hingga infertilitas.
Mioma uteri bisa menyebabkan infertilitas masih belum diketahui secara pasti, namun ada
beberapa postulat mekanisme bahwa mioma uteri bisa menyebabkan infertile :
1) Distorsi endometrium : dapat mengurangi tingkat inflamantasi, ini ditentukan dari
lokasi mioma, pada submukosa yang berdekatan dengan ostium uteri internum dapat

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 10


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
mencegah sperma bermigrasi ke rongga uterus, mioma yang berada di dekat tepi kornu
yaitu mioma intramural dapat menghalangi migrasi sperma ke tuba sehingga
kemungkinan terjadinya fertilisasi rendah
2) Disfungsi kontraksi uterus : penurunan daya kontriksi (vasokontriksi) uterus akan
menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga saat terjadi menstruasi, terjadi
perdarahan yang memanjang
3) Distorsi anatomi cavitas uterus : cavitas uterus yang membesar akan menyebabkan
jarak tempuh sperma yang akan semakin jauh sehingga kemungkinan terjadinya
fertilisasi rendah, dan penekanan langsung mioma pada cavum uteri akan
menyebabkam terjadinya abortus spontan
4) Obstruksi dari tuba uterine : adanya penekanan pada tuba menyebabkan tuba menjadi
sempit sehingga akan sulit di lalui oleh sperma
5) Abnormalitas vaskularisasi uterus : adanya penonjolan mioma ke arah rongga uteri
menyebabkan luas permukaan uterus semakin membesar sehingga memacu proses
angiogenesis, adanya disfungsi kontraksi uterus (penurunan daya kontriksi) sehingga
saat terjadi menstruasi, terjadi perdarahan yang memanjang akibat dilatasi dari
pembuluh darah uterus.
6) Imflamasi kronik endometrium : adanya inflamasi pada endometrium akan merubah
suasana lingkungan endometrium normal sehingga sperma tidak dapat bertahan pada
lingkungan tersebut sehingga mengurangi potensi terjadinya fertilisasi.

Jadi gangguan haid berupa menoragia (lama haid 10-14 hari), riwayat abortus dan
infertilitas merupakan tanda dari adanya mioma uteri.

c. Apa saja jenis-jenis abortus?


Jawab :
Macam-macam abortus:
a) Abortus iminens: Abortus tingkat permulaan dan merupakan ancaman terjadinya
abortus, ditandai perdarahan pervaginam, ostium uteri masih tertutup dan hasil
konsepsi masih baik dalam kandungan.
b) Abortus insipiens: Abortus yang sedang mengancam yang ditandai dengan serviks
telah mendatar dan ostium uteri telah membuka, akan tetapi hasil konsepsi masih
dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran.
c) Abortus kompletus: Seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.
d) Abortus inkompletus: Sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan
masih ada yang tertinggal.

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 11


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
e) Missed Abortion: Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal
dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu danm hasil konsepsi seluruhnya
masih tertahan dalam kandungan.
f) Abortus habitualis: Abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut-turut.
g) Abortus infeksiosus: Abortus yang disertai infeksi pada alat genitalia.
h) Abortus septik: Abortus yang disertai penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh
atau peritoneum (septikemia atau peritonitis).(Prawirohardjo, 2010)

d. Apa saja penyebab dari abortus?


Jawab :

1) Faktor janin
Kelainan yang paling sering dijumpai pada abortus adanya gangguan pertumbuhan zigot,
embrio, janin atau plasenta. Kelainan tersebut biasanya menyebabkan abortus pada
trimester pertama.
a Kelainan ovum, ovum kosong (blighted ovum), kerusakan embrio atau kelainan
kromosom (monosomi, trisomi, atau piloploidi),
b Embrio dengan kelainan lokal,
c Abnormalitas pembentukan plasenta (hipoplasi trofoblast).
2) Faktor maternal
a) Infeksi
Infeksi maternal dapat membawa risiko bagi janin yang sedang berkembang, terutama
pada akhir trimester pertama atau awal trimester kedua. Tidak diketahui penyebab
janin secara pasti, apakah janin yang mnjadi terinfeksi atau toksin yang dihasilkan oleh
mikroorganisme penyebabnya.
1) Virus, misalnya rubella, sitomegalovirus, virus herpes simpleks, varicella zoster,
vaccinia, campak, hepatitis, polio, dan esnsefalomielitis.
2) Bakteri, misalnya Salmonella typhi.
3) Parasit, misalnya Toxoplasma gondii dan plasmodium.
b) Penyakit vaskular misalya hipertensi vaskular.
c) Kelainan endokrin
Abortus spontan dapat terjadi bila produksi progesteron tidak mencukupi atau pada
penyakit disfungsi tiroid; defisiensi insulin.
d) Faktor imunologis
e) Trauma, kasusnya jarang terjadi, umumnya abortus terjadi segera setelah trauma.

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 12


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
f) Kelainan uterus atau hipoplasia uterus, mioma, endometriosis, serviks
inkompeten atau retrofleksio uteri gravidi incarcerata.
g) Faktor psikosomatik, pengaruh dari faktor ini masih dipertanyakan.
3) Faktor eksternal
a) Radiasi, dengan dosis 1-10 radiasi bagi janin pada kehamilan 9 minggu pertama dapat
merusak janin dan dosis yang lebih tinggi dapat menjadi penyebab abortus.
b) Obat-obatan, seperti obatan antagonis asam folat, antikoagulan, dan lain-lain.
Sebaiknya tidak menggunakan obat-obatan sebelum kehamilan 16 minggu, kecuali
telah terbukti bahwa obat tersebut tidak membahayakan janin.
c) Bahan-bahan kimia lainnya, seperti bahan yang mengandung arsen dan benzen.

4. Suaminya merupakan karyawan bank. Ada riwayat gondongan pada usia 14 tahun disertai
pembengkakan pada buah zakar kiri.
a. Bagaimana anatomi organ yang terlibat pada kasus ini?
Jawab :

TESTIS
1. Testis
Lapisan :Cutis, fascia superficialis, m. dartos, fascia spermatica eksterna, fascia
cremasterica, fascia spermatica interna, tunica vaginalis
Fisiologi :
Sel sertoli:menhasilkan spermatozoa (spermatogenesis) dan hormone inhibin
FSH
Sel Leydig: menghasilkan testosterone dan diinduksi oleh hormone LH
Perjalanan sperma :
Tubulus seminiferus rete testis epididymis vas deferens vesica seminalis
duktus ejakulatorius uretra pars prsotatica uretra pars membranacea OUE

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 13


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
b. Apa hubungan riwayat gondongan pada usia 14 tahun disertai pembengkakan pada
buah zakar pada kasus ini?
Jawab :
Gondongan (Parotitis/Parotiditis/mumps) virus menyebar secara hematogen
mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di testis terjadi reaksi inflamasi di testis
pembengkakan testis kerusakan tubulus seminiferus dan sel leydig gangguan
produksi sperma dan testosteron kuantitas dan kualitas sperma menurun kemampuan
sperma untuk membuahi ovum menurun infertilitas (sulit punya anak).

c. Apa saja penyebab pembengkakan pada buah zakar? (infeksi, tumor, trauma)
Jawab :

Penyebab pembengkakan buah zakar adalah sebagai berikut:


1) Orchitis
2) Hernia scrotalis
3) Tuberkulosis Testis (TB kelenjar)
4) Karsinoma testis
5) Hidrokel
6) Varicocele
7) trauma

d. apa saja penyebab orchitis?


Jawab :
Mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di kelenjar parotis inflamasi pada
kelenjar parotitis (Gondongan/parotitis/parotiditis/mumps), virus masuk ke system pembuluh
darah (viremia) mikroorganisme (virus paramyxovirus) tersebut menyebar secara
hematogen mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di testis terjadi reaksi
inflamasi di testis orchitis

e. apa dampak orchitis terhadap fertilitas?


Jawab:
Adanya orchitis akan merusak tubulus seminiferus dan sel leydig yang berfungsi
menghasilkan sperma. Bila pabrik atau penghasil sperma ini rusak maka produk (sperma)
yang dihasilkan kuantitas dan kualitas sperma menurun abnormalitas sperma
(oligozoospermia, astenospermia, teratozospermia).

5. Pasangan ini menikmati hubungan seks secara teratur.


a. Apa makna pasangan ini hubungan seks secara teratur?
Jawab:

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 14


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
Angka kejadian kehamilan mencapai puncaknya ketika melakukan hubungan suami isteri
dengan frekuensi 2-3x seminggu.
Jadi, maknanya adalah untuk penegakkan diagnosis infertilitas. Infertilitas adalah pasangan
suami istri yang telah menikah selama minimal satu tahun, melakukan hubungan senggama
teratur, tanpa menggunakan kontrasepsi, tetapi belum berhasil memperoleh kehamilan

b. Bagaimana peluang frekuensi senggama dengan terjadinya kehamilan?


Jawab :
Angka kejadian kehamilan mencapai puncaknya ketika melakukan hubungan suami isteri
dengan frekuensi 2-3x seminggu.
Jadi apabila pasangan suami istri yang tidak memiliki gangguan baik pada sperma maupun
rahim memiliki kemungkinan terjadinya puncak fertilisasi (kehamilan).

c. Bagaimana proses fertilisasi ovum dan sperma?


Jawab :

skema proses terjadinya fertilisasi berikut ini:


Jutaan spermatozoa ditumpahkan di forniks vagina dan di sekitar portio pada waktu koitus
beberapa ratus ribu spermatozoa dapat meneruskan perjalanan ke cavum uteri dan tuba
Falopii hanya beberapa ratus saja yang dapat sampai ke bagian ampula tuba (tempat di
mana ovum telah menunggu untuk dibuahi) hanya satu spermatozoa yang mempunyai
molekul komplemen khusus di permukaan kepala yang akan mengikat ZP3 glikoprotein di
zona pelusida akrosom spermatozoa melepaskan enzim hialuronidase penembusan zona
pelusida (suatu bentuk glikoprotein ekstraseluler) terjadi reaksi korteks ovum granula
korteks di dalam ovum berfusi dengan membran plasma sel pengeluaran enzim di dalam
granula ke zona pelusida secara eksositosis glikoprotein di zona pelusida berikatan satu
sama lain pengerasan spermatozoa lain tidak dapat menembus ovum, satu sperma yang
telah masuk ke ruang vitelus membangkitkan nukleus ovum yang masih dalam tahap metafase
ovum mengalami pembelahan meiosis kedua anafase telofase polar body kedua
menuju ke ruang perivitelina bersatunya pronukleus ovum (haploid) dan pronukleus
sperma (haploid) zigot pembelahan sel terus menerus dalam 3 hari morula arus,
getaran silia pada permukaan sel-sel tuba dan kontraksi tuba penyaluran hasil konsepsi ke
pars ismika dan pars interstitialis tuba hasil konsepsi terus disalurkan ke arah cavum uteri
untuk diimplantasi pada endometrium.

d. Apa saja syarat untuk terjadinya fertilisasi? (fungsi seksual, penetresi, ejakulasi,
kualitas dan kuantitas sperma)
Jawab :
1) Pria harus menghasilkan sperma yang bentuk normal aktif.

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 15


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
2) Pria harus memiliki saluran yang berfungsi baik dan berpotensi untuk ejakulasi
spermatozoa ke dalam vagina.
3) Spermatozoa harus mencapai leher rahim, melewati lendir serviks, naik melalui rahim
dan saluran telur pada waktu yang tepat untuk menghadapi ovum.
4) Spermatozoa harus mampu menembus dan membuahi ovum.
5) Sperma harus cepat bergerak disepanjang saluran reproduksi dan semua saluran harus
bebas dari hambatan supaya bisa terjadi fertilisasi dengan ovum.
6) Ovum yang dibuahi harus dapat diimplantasi pada dinding rahim (endometrium),
kemudian tumbuh dan berkembang.

e. Bagaimana kriteria hubungan seks yang teratur dan baik?


Jawab :

1) Angka kejadian kehamilan mencapai puncaknya ketika pasangan suami istri melakukan
hubungan suamu istri dengan frekuensi 2-3 kali dalam seminggu.
2) Pada waktu saat pasangan suami istri dalam keadaan rileks tanpa ada stres.
3) Durasi 7-15 menit sekali rata-rata 10 menit perhubungan seks. Tapi jangan lebih dari satu
jam.
4) Posisi saat melakukan hubungan seks setidaknya ada 3 cara, yaitu:
a) Suami diatas istri: pada posisi ini untuk uterus yang antefleksi mulut rahim akan
tergenang spermatozoon kedalam rahim. Posisi ini baik terutama bagi pasutri yang
ingin punya anak.
b) Istri diatas suami: kebaikan posisi ini adalah istri mengambil bagian yang aktif dan
orgasme istri dapat mudah tercapai, posisi ini baik untuk suami gemuk atau yang sakit
jantung, istri yang sedang hamil trimester kedua dan pada perempuan usia subur untuk
menjarangkan kehamilan.
c) Istri posisi lutut siku, suami dibelakang: posisi ini baik untuk istri yang sedang hamil
trimester ketiga. Uterus retrofleksi sehinggan sperma dapat ditumpahkan pada forniks
anterior sedang portio menghadap ke dinding depan vagina. Kekurangan dari posisi ini
adalah kemungkinan infeksi dari anus dan kepuasan istri sering tidak tercapai.

6. Istri
- Pemeriksaan fisik
TB : 156 cm, BB : 54 kg, BMI : 22,5 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 80 x/menit, RR :
18 x/menit
- Pemeriksaan Ginekologi
PL :
- Abdomen : Cembung, lemas, simetris
- Fundus Uteri : teraba 2 jari di atas simphysis
- Massa (-), nyeri tekan (-), tanda cairan bebas (-)

a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari hasil pemeriksaan istri?


ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 16
INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
Jawab :
Hasil pemeriksaan Nilai normal Interpretasi
TB = 156 cm; BB =54 kg BMI = 18,5-25 Normal
BMI = 22,5 kg/m2
TD 120/80 mmHg Sistol 100-139 mmHg Normotensi
Diastol 60-89 mmHg
Nadi 80x/menit 60-100 x/menit Normal
RR 18x/menit 16-24 x/menit Normal

Fundus Uteri : teraba 2 jari di atas simphysis kemungkinan tumor gynekologi (mima
uteri)
Mekanisme : Paparan estrogen pada sel otot miometrium imatur mutasi sel somatik
interaksi hormon seks steroid dengan growh hormon factor proliperasi sel-sel miometrium
pertumbuhan abnormal mioma uteri

7. Suami
- Pemeriksaan fisik umum
TB : 176 cm, BB : 72 kg, BMI : 23 kg/m 2, TD : 120/80 mmHg, Nadi : 76 x/menit, RR : 20
x/menit
- Pemeriksaan Genetalia
Penis : normal, testis dextra 15 ml konsistensi normal, testis sinistra 8 ml konsistensi
normal, scrotum : tidak ada varicocele
- Pemeriksaan penunjang
Analisis semen : volume : 4, 5 ml, jumlah sperma : 0, 1 x 10 6/ml, motilitas forward
progression 12 %, morfologi bentuk normal 5 %.

a. Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal dari hasil pemeriksaan suami?


Pemeriksaan fisik umum :
Hasil pemeriksaan Nilai normal Interpretasi
TB = 176 cm; BB =72 cm BMI = 18,5-25 Normal
BMI = 23 kg/m2
TD 120/80 mmHg Sistol 100-139 mmHg Normotensi
Diastol 60-89 mmHg
Nadi 76x/menit 60-100 x/menit Normal
RR 20 x/menit 16-24 x/menit Normal

Pemeriksaan genitalia :
Hasil Pemeriksaan Nilai Normal Interpretasi
Penis normal Normal Normal
Testis dextra 15 ml, konsistensi 15-25 ml Normal
normal
Testis sinistra 8 ml, konsistensi 15-25 ml Volume menurun (atrofi
keras normal testis/mikro testis)
Scrotum tidak ada vericocel Tidak ada Normal
ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 17
INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
vericocel

Mekanisme atropi testis/mikrotestis :


Mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di kelenjar parotis viremia
mikroorganisme (virus paramyxovirus) tersebut menyebar secara hematogen mikroorganisme
(virus paramyxovirus) menempel di testis terjadi reaksi inflamasi di testis atropi
testis/mikrotestis

Pemeriksaan penunjang :

Hasil Pemeriksaan Analisis Nilai Normal Interpretasi


Semen (kriteria WHO)
Volume 4,5 ml 2 ml atau lebih Normal
Jumlah sperma 0,1 x 106/ml 20 x 106/ml atau lebih Oligozoospermia
Motilitas forward progression 12% 25 % atau lebih Astenospermia
Morfologi bentuk normal 5% 30 % atau lebih Teratozospermia

Mekanisme oligospermia,astenospermia,teratospermia :
Mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di kelenjar parotis viremia
mikroorganisme (virus paramyxovirus) tersebut menyebar secara hematogen
mikroorganisme (virus paramyxovirus) menempel di testis terjadi reaksi inflamasi di testis
atropi testis/mikrotestis kerusakan tubulus seminiferus dan sel leydig gangguan
produksi sperma dan testosteron kuantitas dan kualitas sperma menurun abnormalitas
sperma (oligozoospermia, astenospermia, teratozospermia).

b. Bagaimana cara pemeriksaan analisis semen?


Jawab :
Pemeriksaan analisis semen harus memenuhi beberapa syarat, yaitu:
1) Lakukan abstinensia (pantang senggama) selama 2-3 hari.
2) Keluarkan sperma dengan cara masturbasi dan hindari dengan cara senggama terputus
(coitus interuptus).
3) Hindari penggunaan pelumas pada saat masturbasi.
4) Hindari penggunaan kondom untuk menampung sperma.
5) Gunakan tabung dengan mulut yang lebar sebagai tempat penampungan sperma.
6) Tabung sperma harus dilengkapi dengan nama jelas, tanggal dan waktu pengumpulan
sperma, metode pengeluaran sperma dilakukan (masturbasi atau senggama terputus)
7) Kirimkan sampel secepat mungkin ke laboratorium sperma.

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 18


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
8) Hindari paparan temperatur yang terlampau tinggi (>38oC) atau terlalu rendah (<15oC)
atau menempelkannya ke tubuh sehingga sesuai dengan suhu tubuh.
Untuk mengurangi nilai positif palsu, maka pemeriksaan analisis sperma yang berulang
hanya dilakukan jika pemeriksaan analisis sperma yang pertama menunjukkan hasil yang
abnormal. Pemeriksaan analisis sperma kedua dilakukan dalam kurun waktu 2-3 minggu.

c. Apa saja faktor penyebab hasil analisis semen yang abnormal?


Jawab :
1) Cara pengambilan : harus bebas kontaminasi
2) Tempat penampungan : harus bersih dan steril
3) Cara pengelolahan : suhu tetap terjaga

d. Bagaiman proses spermatogenesis? (proses dan hormon yang terkait)


Jawab:

Spermatogonium mempunyai jumlah kromosom diploid (2n). Spermatogoium ini menempati


membran basah atau bagian terluar dari Tubulus Seminiferus yang akan mendapatkan nutrisi
dari sel-sel sertoli dan berkembang menjadi Spermatosit Primer. Spermatosit Primer
mengandung kromosom diploid (2n) pada intinya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit
akan menghasilkan dua anak, yaitu Spermatosit Sekunder. Proses pembentukan Spermatosit
Sekunder, dimulai saat Spermatosit Primer menjauhi dari lamina basalis, sitoplasma makin
banyak, dan terjadilah meiosis pertama yang membentuk dua spermatosit sekunder yang
masing-masing memiliki kromosom haploid (1n). Proses meiosis pertama ini langsung diikuti
dengan pembelahan meiosis kedua yang membentuk empat spermatid, masing-masing dengan

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 19


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
kromosom haploid. Akhirnya spermatid akan bertranformasi membentuk spermatozoa. Proses
spermatogenesis ini terjadi pada suhu normal tetapi lebih rendah dari pada suhu tubuh, dan
proses ini juga dipengaruhi oleh sel sertoli.
8. Setelah mengetahui bahwa sperma suaminya tidak baik, hubungan Ny. D dengan suaminya
mulai kurang harmonis dan Ny. D tidak aktif lagi dalam kegiatan sosial di lingkungan
keluarga dan tempat mereka tinggal.
a. Mengapa hubungan mereka menjadi kurang harmonis dan Ny. D mulai tidak aktif lagi
dalam kegiatan sosial?
Jawab :
Status sosial pasangan yang belum memiliki anak di masyarakat biasanya dipandang
rendah dan sering kali mengalami perasaan tertekan terutama pihak wanita yang pada
akhirnya dapat jatuh pada keadaan depresi, cemas dan lelah yang berkepanjangan. Hal ini
lah yang membuat hubungan suami-iatri menjadi kurang harmonis dan merasa tertekan
sehingga menarik diri dari lingkungan keluarga dan tempat mereka tinggal.

b. Bagaimana pandangan islam tentang kemandulan?


Jawab :
Firman Allah SWT dalam Q.S Asy-syuara ayat 49-50:

Artinya: Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia
kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan
memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia
menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-
Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha
Mengetahui lagi Maha Kuasa.

c. Apa yang seharusnya disarankan kepada pasangan ini untuk memperoleh keturunan?
Jawab :
Pada infertilitas kasus ini, kita sarankan untuk ke dokter andrologi dan gynekologi.

DD
Infertil sekunder karena oligoasthenozoospermia dan mioma uteri
Infertil sekunder karena oligoasthenozoospermia dan Polip endometrial
Infertil sekunder karena oligoasthenozoospermia dan Adenomiosis

Mioma uteri Polip Endometrial adenomiosis


Pada usia 12 -81 tahun (puncak Pada wanita berusia 40 tahun dan

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 20


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
30-59 tahun) multipara
Pembesaran otot polos Pertumbuhan aktif stroma dan Pembesaran uterus (biasanya pada
rahim (nodular/benjolan) kelenjar endometrium fokal bagian fundus)
terutama di daerah fundus atau
korpus uteri
Metroragia Metroragia menoragia
Nyeri (bila terjadi gangguan Disminorea (bersifat kolik)
vaskular)
Menoragia
Infertilitas

PEMERIKSAAN TAMBAHAN
1) Ultrasonografi (USG) : untuk mengetahui lokasi dari tumor
Mioma uteri :
Mioma submukosa : menempati lapisan di bawah endometrium dan menonjol ke
kavum uteri
Mioma intramural : diantara lapisan miometrium
Mioma subserosa : di bawah lapisan serosa uterus dan dapat tumbuh kearah luar dan
bertangkai
Polip Endometrial : biasanya menempati fundus atau korpus uteri
Adenomiosis : gambaran tumor dan filling defect
2) Histopatologi : untuk mengetahui gambaran dari tumor tersebut, apakah mioma uteri, polip
endometriosis atau adenomiosis
Mioma uteri :
Mioma intramural : terdiri dari sel-sel otot polos berbentuk spindle tersusun dalam
berkas yang membentuk pattern whorl like atau interlacting, selnya uniform
dalam ukuran, tumornya berbatas tegas dari sekitarnya
Polip Endometrial : hyperplasia kistik hanya sebagian kecil yang menunjukkan hyperplasia
adenomatosa
Adenomiosis : adanya pulau-pulau endometrium atau sarang-sarang yang tersebar dalam
miometrium, jaringan berpola trabekula atau gambaran kumparan dengan isi cairan kuning
kecoklatan atau darah
WD
Infertil sekunder karena oligoasthenozoospermia dan mioma uteri

TATALAKSANA
Pada dokter umum (primer) :
1) Mampu menganamnesis infertilitas
2) Mampu menginterpretasikan analisa semen dan mengkonfirmasi adanya ovulasi
3) Merujuk pasangan infertil

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 21


INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)
Penatalaksanaan kasus secara umum :
1) Untuk mioma uteri, dilakukan miomektomi
2) Dilakukan inseminasi buatan misalnya dengan metode Intra cytoplasmic sperm injection
(ICSI)
Pada suami mengalami abnormalitas sperma (oligoastenoteratospermia) sehingga hanya
sedikit sperma yang normal maka metode Intra cytoplasmic sperm injection (ICSI) dapat
digunakan karena dengan metode ini hanya sebuah spermatozoa yang disuntikkan dalam
sitoplasma ovum.

KOMPLIKASI
Komplikasi yang dapat terjadi berupa gangguan psikologi (stres, depresi) serta dapat berujung pada
perceraian.

PROGNOSIS
Dubia et bonam

KDU

3A : Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada
keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat
bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali
dari rujukan.

KESIMPULAN
Tn. Amir 32 tahun dan Ny.D 30 tahun mengalami kesulitan mendapatkan anak setelah 3 tahun
menikah karena adanya infertilitas sekunder kemungkinan pada kedua belah pihak : pada suami
didapatkan oligoasthenozoospermia dan pada istri dicurigai mioma uteri

SKEMA SINTESIS

Suami : riwayat orchitis Istri : kemungkinan mioma uteri

Abnormalitas sperma
ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 22
INFERTIL SEKUNDER (GG.SPERMA +MIOMA UTERI)

gg. spermatogenesis

oligoasthenozoospermia

kegagalan fertilisasi

Infertilisasi sekunder

ARMALIAH TIARA PUSPA (702012012)Page 23