Anda di halaman 1dari 19

PEB

Skenario Kasus
Ny. A berusia 17 tahun, G1P0A0 datang ke IGD RSMP pada tanggal 15 maret 2015 membawa
rujukan bidan dengan keluhan mau melahirkan dengan darah tinggi. Perut Ny. A terasa mules, rasa mules
menjalar ke pinggang ada sejak 6 jam yang lalu. Sekitar 4 jam yang lalu Ny. A merasakan darah dan
lendir keluar dari kemaluannya, namun tidak sampai mengeluarkan air yang banyak. Ny. A menyangkal
mengalami darah tinggi selama hamil, begitu juga sebelum hamil. Keluarga Ny. A juga tidak ada yang
mengalami darah tinggi. Ny. A tidak mengeluhkan pandangan kabur, nyeri ulu hati, sakit kepala hebat
dan mual muntah. Ny. A mengaku hamil cukup bulan dan gerakan anak masih dirasakan. Hari pertama
haid terakhir (HPHT) Ny. A tanggal 20 Juni 2014. Ny. A ke bidan dikatakan mau melahirkan dengan
darah tinggi dan dirujuk ke RSMP. Ny. A satu kali melakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan ke
tujuh kehamilan dan dikatakan normal oleh bidan. Riwayat penyakit jantung dan kencing manis tidak
ada.
Pemeriksaan Fisik:
Keadaan umum: compos mentis
Tanda vital: N: 80x/menit, TD: 160/110 mmHg, RR: 22x/menit, T: 36oC
Pemeriksaan Khusus:
Kepala: konjungtiva tidak anemis
Thoraks dan abdomen: dbn
Ekstremitas: edema tungkai (+/+)
Pemeriksaan Obstetri:
Pemeriksaan luar: Tinggi Fundus Uteri 3 jari bawah procesus xiphoideus (30 cm), memanjang,
punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 4/5, his 2x/10menit/25detik, djj 140x/ menit.
Pemeriksaan dalam: portio lunak, anterior, pendataran 100%, pembukaan 2 cm, kepala hodge I-II, sutura
sagitalis lintang, ketuban (+)
Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 10,8g/dl, Leukosit: 8.500/mm3, trombosit: 150.000/mm3
Urinalisis: proteinuria +3

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
1
PEB

Identifikasi Masalah

1. Ny. A berusia 17 tahun, G1P0A0 datang ke IGD RSMP pada tanggal 15 maret 2015 membawa
rujukan bidan dengan keluhan mau melahirkan dengan darah tinggi.
2. Perut Ny. A terasa mules, rasa mules menjalar ke pinggang ada sejak 6 jam yang lalu. Sekitar 4 jam
yang lalu Ny. A merasakan darah dan lendir keluar dari kemaluannya, namun tidak sampai
mengeluarkan air yang banyak.
3. Ny. A menyangkal mengalami darah tinggi selama hamil, begitu juga sebelum hamil. Keluarga Ny.
A juga tidak ada yang mengalami darah tinggi.
4. Ny. A tidak mengeluhkan pandangan kabur, nyeri ulu hati, sakit kepala hebat dan mual muntah.
5. Ny. A mengaku hamil cukup bulan dan gerakan anak masih dirasakan. Hari pertama haid terakhir
(HPHT) Ny. A tanggal 20 Juni 2014. Ny. A ke bidan dikatakan mau melahirkan dengan darah tinggi
dan dirujuk ke RSMP.
6. Ny. A satu kali melakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan ke tujuh kehamilan dan dikatakan
normal oleh bidan. Riwayat penyakit jantung dan kencing manis tidak ada.

7. Pemeriksaan Fisik:
Keadaan umum: compos mentis
Tanda vital: N: 80x/menit, TD: 160/110 mmHg, RR: 22x/menit, T: 36oC
Pemeriksaan Khusus:
Kepala: konjungtiva tidak anemis
Thoraks dan abdomen: dbn
Ekstremitas: edema tungkai (+/+)
8. Pemeriksaan Obstetri:
Pemeriksaan luar: Tinggi Fundus Uteri 3 jari bawah procesus xiphoideus (30 cm), memanjang,
punggung kanan, terbawah kepala, penurunan 4/5, his 2x/10menit/25detik, djj 140x/ menit.
Pemeriksaan dalam: portio lunak, anterior, pendataran 100%, pembukaan 2 cm, kepala hodge I-II,
sutura sagitalis lintang, ketuban (+)
9. Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 10,8g/dl, Leukosit: 8.500/mm3, trombosit: 150.000/mm3
Urinalisis: proteinuria +3

Prioritas masalah

Analisis masalah

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
2
PEB

1. Ny. A berusia 17 tahun, G1P0A0 datang ke IGD RSMP pada tanggal 15 maret 2015 membawa
rujukan bidan dengan keluhan mau melahirkan dengan darah tinggi.
a. Bagaimana anatomi dan histologi yang terlibat pada kasus ini?
Jawab:

Uterus
Lokasi dan deskripsi
Uterus (metra) memiliki panjang 8 cm, lebar 5 cm dan tebal 2-3 cm.
Uterus terdiri dari corpus uteri, fundus uteri, cervix uteri. Suatu penyempitan (isthmus
uteri) transisi antara corpus dan servix uteri. Di kedua sisi corpus uteri memanjang
membentuk tuba uterina untuk berhubungan dengan ovarium
Ruang didalam uterus cavitas uteri dan canalis cervicis uteri
Terdiri atas tunica mucosa (endometrium), tunica muscularis (miometrium), tunica serosa
(perimetrium)

Uterus tempat untuk menerima, mempertahankan, dan memberi makan ovum yang telah
dibuahi

Pendarahan
Uterus diperdarahi oleh A. Uterina (cabang dari A. Iliaca interna).
Perjalanan arteri:
Jantung Arcus Aorta Aorta Abdominalis Bifurcatio Aorta A.Iliaca Communis
A.Iliaca interna dextra et sinistra A.Uterina dextra et sinistra A. Arcuata A.
Radialis (hingga miometrium) A.Basalis (di lapisan basal endometrium) A. Spiralis
(di lapisan fungsional endometrium)
Aliran vena:
Plexus venosus pada pelvis minor (plexus venosi uterinus dan vaginalis) dengan aliran ke
dalam V. Iliaca Interna

Aliran limf

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
3
PEB

Pembuluh limf dari fundus uteri berjalan bersama arteria ovarica dan mengalirkan limf ke
nodi para aortici setinggi vertebra L1. Pembuluh limf dari corpus uteri dan cervix uteri
bermuara ke nodi iliaca interni dan nodi iliaca externi. Beberapa pembuluh limf mengikuti
ligamentum teres uteri di dalam canalis inguinalis dan mengalirkan cairan limf ke nodi
inguinalis superficialies
Persarafan
Diinervasi oleh saraf simpatis dan parasimpatis yang berasal dari flexus hypogastricus
inferior. Serabut saraf simpatis preganglionik setinggi (T10-L2) dan serabut saraf parasimpatis
preganglionik setinggi (S2-S4).

Plasenta
Proses pembentukkan struktur dan jenis plasenta disebut plasentasi. Setelah nidasi embrio
ke dalam endometrium, plasentasi dimulai. Pada manusia plasentasi berlangsung sampai 12-18
minggu setelah fertilisasi.
Dalam 2 minggu pertama perkembangan hasil konsepsi, tropoblast invasive telah
melakukan penetrasi ke pembuluh darah endometrium. Terbentuklah sinus intertrofoblastik
yaitu ruangan-ruangan yang berisi darah maternal dari pembuluh-pembuluh darah yang
dihancurkan. Pertumbuhan ini berjalan terus, sehingga timbul ruangan-ruangan interviler
dimana vili korialis seolah-olah terapung-apung diantara ruangan-ruangan tersebut sampai
terbentuknya plasenta.
Tiga minggu pascafertilisasi sirkulasi darah janin dini dapat diidentifikasi dan dimulai
pembentukan vili korialis. Sirkulasi darah janin ini berakhir dilengkung kapiler (capillary
loops) di dalam vili korialis yang ruang intervilinya dipenuhi dengan darah maternal yang
dipasok oleh arteri spiralis dan dikeluarkan melalui vena uterine. Vili korialis ini akan
bertumbuh menjadi suatu massa jaringan yaitu plasenta.
Lapisan desidua yang meliputi hasil konsepsi kearah cavum ureri disebut desidua
kapsularis; yang terletak antara hasil konsepsi dan dinding uterus disebut desidua basalis;
disitu plasenta akan dibentuk. Desidua yang meliputi dinding uterus yang lain adalah desidua
parietalis. Hasil konsepsi sendiri diselubungi jonjot-jonjot yang dinamakan vili korialis dan
berpangkal pada korion. Sel-sel tropoblast mesodermal tumbuh di chorionic membrane yang
kelak menjadi korion. Selain itu, vili korialis yang berhubungan dengan desidua basalis tumbuh
dan bercabang-cabang dengan baik, disini korion disebut korion frondosum.
Darah ibu dan darah janin dipisahkan oleh dinding pembuluh darah janin dan lapisan
korion. Plasenta yang demikian dinamakan plasenta jenis hemokorial. Disini jelas tidak ada
percampuran darah antara darah janin dan darah ibu

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
4
PEB

b. Bagaimana fisiologi tubuh selama kehamilan?


Jawab:

1. Sistem reproduksi
Uterus
Peregangan dan penebalan sel-sel otot (pembesaran uterus)
Peningkatan kekuatan dinding uterus (akmulasi jaringan ikat dan elastic)
Uterus tidak rata (piscaseck)
Serviks : Lunak dan kebiruan
Vagina dan perineum
Peningkatan vaskularisasi dan hyperemia pada kulit dan otot di perineum dan
vulva sehingga vagina terlihat berwarna keunguan (tanda Chadwick)
Vagina : meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat, dan
hipertrofi sel otot polos bertambah panjangnya dinding vagina, peningkatan
volume sekresi vagina
2. Kulit
- Meningkatnya aliran darah ke kulit selama kehamilan berfungsi untuk mengeluarkan
kelebuhan panas yang terbentuk karena meningkatnya metabolisme.
- Dinding abdomen Sejak setelah pertengahan kehamilan sering terbentuk alur-alur
kemerahan yang sedikit cekung di kulit abdomen dan kadang di kulit payudara dan
paha. Ini disebut stria gravidarum atau stretch marks.
- HiperpigmentasiGaris tengah kulit abdomen linea alba mengalami pigmentasi
sehingga warnanya berubah menjadi hitam kecoklatan (linea nigra). Kadang muncul
bercak-bercak kecoklatan ireguler dengan berbagai ukuran di wajah dan leher,
menimbulkan kloasma atau melasma gravidarum (mask of pregnancy). Pigmentasi
areola dan kulit genital juga dapat bertambah. Perubahan-perubahan pigmentasi ini
biasanya hilang, atau paling sedikit berkurang nyta setelah persalinan. Perubahan
pigmentasi ini dikaitkan dengan meningkatnya melanocyte stimulating hormone sejak
akhir bulan kedua kehamilan hingga aterm. Estrogen dan progesteron juga dilaporkan
memiliki efek menstimulus melanosit.
- Perubahan vaskularAngioma, yang disebut vascular spider. Angioma ini
bermanifestasi sebagai tonjolan-tonjolan kecil merah di kulit, terutama di wajah, leher,
dada atas dan lengan, disertai jari-jari menjulur keluar dari bagian tengah lesi. Keadaan
ini sering disebut sebagai nevus, angioma, atau telangiektasia.
3. Payudara

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
5
PEB

Pada minggu-minggu awal kehamilan wanita sering merasakan parastesia dan nyeri
payudara. Setelah bulan kedua, payudara membesar dan memperlihatkan vena-vena halus
dibawah kulit. Puting menjadi jauh lebih besar, berwarna lebih gelap dan lebih tegak.
Selama-bulan-bulan tersebut areola menjadi lebih lebar dan lebih gelap.
4. Perubahan metabolik
Peningkatan laju metabolik basal ibu pada trimester ke-3 sebesar 10-20%.
Peningkatan berat badan, disebabkan oleh uterus dan sisnya, ayudara dan
peningkatan volume darah serta cairan ekstravascular.
Meningkatnya retensi air, akibat penurunan osmolaritas plasma yang dipicu oleh
perubahan ambang osmotik untuk haus serta sekresi vasopresin.
5. Sistem kardiovaskular
Pada minggu ke 5 cardiac output meningkat, peningkatan denyut jantung hingga 10
dtak/menit, minggu ke 10 dan 20 peningkatan volume plasma (peningktan preload)
6. Traktus digestivus
Penurunan motilitas otot polos
Mual dan muntah pada trimester 1 karena pengaruh hCG
Konstipasi karena pengaruh progesteron
Perasaaan tidak enak di ulu hati karena perubahan posisi lambung dan aliran balik
asam lambung ke esofagus bagian bawah.
7. Traktus urinarius
Sering berkemih (kandung kemih tertekan uterus), ukuran ginjal membesar, GFR dan renal
plasma flow juga akan meningkat pada awal kehamilan, ureter akan dilatasi
8. Sistem endokrin
Kelenjar hipofisis akan membesar, hormone prolaktin meningkat 10 x lipat (kehamilan
aterm), kelenjar tiroid membesar (persalinan), kelenjar adrenal akan mengecil, hormone
androstenedion, dioksikortikosteron, aldosteron, kortisol, akan meningkat. Sedangkan
dehidroepiandrosteron sulfat akan menurun.
9. Sistem lain
Sistem musculoskeletal: Lordosis progresif
Mata: tekanan intraokulus menurun selama kehamilan, sebagian karena
meningkatnya aliran keluat vitreus. Sensitivitas kornea berkurang, dan perubahan
terbesar berlangsung pada kahir gestasi.
Susunan saraf pusat: wanita sering melaporkan adanya masalah dengan pemusatan
pikiran, perhatian dan daya ingat sepanjang kehamilan dan masa nifas dini.

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
6
PEB

Tidur: dimulai sejak sekitar 12 minggu dan berlanjut sepanjang 2 bulan pertama
pasca persalinan, wanita mengalami kesulitan jatuh tertidur, pengurangan jam tidur
malam, dan penurunan efisiensi tidur serta sering terbangun.

c. Apa hubungan usia 17 tahun dengan terjadinya kasus ini?


Jawab:
Usia 17 tahun merupakan usia ekstrim, dimana pada usia < 20 tahun fungsi reproduksi wanita
belum berkembang dengan sempurna serta rendahnya HLA-G yang berfungsi untuk invasi
trofoblas

d. Apa makna status gravida G1A0P0 dan usia Ny. A?


Jawab:
Gravid 1 Partus 0 Abortus 0 : Primigravida, Usia: 17 tahun
wanita usia 17 tahun dan primigravida merupakan faktor resiko terjadinya hipertensi dalam
kehamilan.

e. Apa saja faktor risiko darah tinggi dalam kehamilan?


Jawab:
- Primigravida, primipaternitas
- Hiperplasentosis (molahidatidosa, kehamilan multiple, diabetes mellitus, hidropsfetalis,
bayi besar)
- Umur yang ekstrim
- Riwayat keluarga pernah preeklamsia/eklamsia
- Penyakit-penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil.
- Obesitas
Faktor risiko pada kasus ini adalah umur yang ekstrim (usia 17 tahun) dan primigravida.

f. Bagaimana patofisiologi terjadinya darah tinggi dalam kehamilan?


Jawab:

Faktor risiko: usia ekstrim (17


tahun) dan primigravida
HLA-G di desidua daerah plasenta

invasi sel-sel trofoblas pada


lapisan otot a. spiralis dan
jaringan matriks sekitarnya

Lapisan otot a. spiralis menjadi


kaku dan keras

NANDA DIAN NINGSIH Peredaran peroksida lemak


7
702012038 dalam aliran darah
PEB

dilatasi dan distensi dari lumen


a. spiralis

a. spiralis relative vasokonstriksi

kegagalan remodeling
a. spiralis

aliran darah utero plasenta

Hipoksia dan iskemia plasenta

Terbentuk oksidan / radikal


bebas (radikalhidroksil)

Pengubahan asam lemak tak jenuh


menjadi peroksida lemak

Peredaran peroksida lemak


dalam aliran darah

Sel endotel terpapar oleh


peroksida lemak

Kerusakan membrane sel, nucleus


dan protein sel endotel

Disfungsi endotel

Gangguan Agregasi trombosit produksi bahan vasopresor


metabolisme pada daerah endotel (endotelin) dan kadar NO,
prostaglandin namun ada teori adaptasi
yang rusak
kardiovaskuler (kehilangan daya
refrakter terhadap bahan
prostasiklin (PGE2) vasopresor)
tromboksan (TXA2)

Vasokontriksi pembuluh darah


NANDA DIAN NINGSIH
702012038
8
PEB

Hipertensi

g. Apa dampak hipertensi dalam kehamilan terhadap janin?


Jawab:

Preeklampsia memberi pengaruh buruk pada kesehatan janin yang disebabkan oleh
menurunnya perfusi utero plasenta, hipovolemia, vasospasme, dan kerusakan sel endotel
pembuluh darah.
Dampak pada janin adalah:
1. Intrauterine Growth Restriction (IUGR) karena penurunan aliran darah pada daerah
uteroplasenta sehingga aliran darah ke janin yang membawa oksigen dan nutrisi
berkurang dan akan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat
2. Oligohidramnion
3. Kenaikan morbiditas dan mortalitas janin secara tidak langsung akibat Intrauterine
growth restriction, prematuritas, ologihidramnion dan solusio plasenta.

2. Perut Ny. A terasa mules, rasa mules menjalar ke pinggang ada sejak 6 jam yang lalu. Sekitar 4 jam
yang lalu Ny. A merasakan darah dan lendir keluar dari kemaluannya, namun tidak sampai
mengeluarkan air yang banyak.
a. Apa makna perut Ny. A terasa mules dan menjalar ke pinggang sejak 6 jam yang lalu?
Jawab:
Makna perut terasa mules dan menjalar ke pinggang sejak 6 jam yang lalu merupakan tanda
dari permulaan persalinan (mulai kontraksi/his).

b. Bagaimana tanda-tanda inpartu?


Jawab:

1. Kontraksi uterus yang mengakibatkan perubahan pada serviks (frekuensi minimal 2 kali
dalam 10 menit )
2. Rasa sakit oleh adanya his yang datang lebih kuat, sering, dan teratur

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
9
PEB

3. Keluar lendir bercampur darah (show) yang lebih banyak karena robekan-robekan kecil pada
serviks
4. Kadang-kadang ketuban pecah dengan sendirinya
5. Pada pemeriksaan dalam : serviks mendatar dan pembukaan telah ada

c. Apa saja macam-macam his?


Jawab:
1. His pendahuluan (his palsu/ kontaksi Braxton-Hicks) his tidak kuat, tidak teratur, dan
menyebabkan show
2. His pembukaan kala I his pembukaan serviks sampai terjadi pembukaan lengkap 10 cm,
mulai kuat, teratur dan sakit.
3. His pengeluaran (his mengedan atau kala II) sangat kuat, simetris, teratur, terkoordinasi
dan lama. Merupakan his untuk mengeluarkan janin. Koordinasi bersama antara his
kontraksi otot perut, kontraksi diphragma dan ligament
4. His pelepasan uri (kala III) kontraksi sedang untuk melepaskan dan melahirkan plasenta.
5. His pengiring (Kala IV) kontraksi lama, masih sedikit nyeri (merian), pengecilan Rahim
dalam beberapa jam atau hari.

d. Bagaimana fisiologi terjadinya keluhan tersebut?


Jawab:

Plasenta Paru janin

Corticotropin-Realising- protein surfaktan


Hormone paru dalam cairan
Kedalam sirkulasi
amnion
janin
Hipofisis anterior makrofag di
janin uterus
ACTH
Peregangan IL-1
Korteks uterus
adrenal janin Nuklear Faktor

Dehidroepiandrosterone IL-8
(DHEA)
Plasenta

Perubahan
DHEA menjadi
estrogen
estrogen

reseptor produksi
taut celah
oksitosin di prostaglandin
antara sel-sel
miometrium
NANDA DIAN NINGSIH
miometrium
702012038
10
PEB

Uterus
mampu responsivita
berkontraksi s uterus Perlunakan
sebagai suatu terhadap serviks
kesatuan kadar rendah
oksitosin

responsivitas uterus
terhadap kadar rendah
oksitosin

kontraksi
uterus

Mendorong
janin
menekan
Melalui
refleks
neuroendokri
sekresi produksi
oksitosin prostaglandin
e. Apa makna sekitar 4 jam yang lalu Ny. A merasakan darah dan lendir keluar dari
kemaluannya, namun tidak sampai mengeluarkan air yang banyak?
Jawab:
Makna sekitar 4 jam yang lalu Ny. A merasakan darah dan lendir keluar dari kemaluannya
merupakan tanda dari inpartu. Keluar lendir/darah (Bloodshow) akibat terlepasnya sumbat
mucus (mucus plag) yang selama kehamilan menumpuk di kanalis servikalis, akibat terbukanya
vascular kapiler serviks dan akibat pergesaran antara selaput ketuban dengan dinding uterus.

3. Ny. A menyangkal mengalami darah tinggi selama hamil, begitu juga sebelum hamil. Keluarga Ny.
A juga tidak ada yang mengalami darah tinggi.
a. Apa makna Ny. A menyangkal mengalami darah tinggi selama hamil, begitu juga
sebelum hamil?
Jawab:
Untuk menyingkirkan diagnosis banding hipertensi gestasional dan hipertensi kronik.

4. Ny. A tidak mengeluhkan pandangan kabur, nyeri ulu hati, sakit kepala hebat dan mual muntah.
a. Apa makna Ny. A tidak mengalami keluhan pandangan mata kabur, nyeri ulu hati, sakit
kepala hebat dan mual muntah?

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
11
PEB

Jawab:
Untuk menyingkirkan diagnosis banding preeklamsia berat dengan impending eklamsia.
5. Ny. A mengaku hamil cukup bulan dan gerakan anak masih dirasakan. Hari pertama haid terakhir
(HPHT) Ny. A tanggal 20 Juni 2014. Ny. A ke bidan dikatakan mau melahirkan dengan darah tinggi
dan dirujuk ke RSMP.
a. Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dan berapa usia kehamilan Ny.A?
Jawab:

Cara menghitung usia kehamilan:


Cara Kalender
HPHT 20 Juni 2014
Datang pada tanggal 15 Maret 2015

20 Juni 2014 30 juni 2014 : 1 minggu + 4 hari


Juli 2014 : 4 minggu + 3 hari
Agustus 2014 : 4 minggu + 3 hari
September 2014 : 4 minggu + 2 hari
Oktober 2014 : 4 minggu + 3 hari
November 2014 : 4 minggu + 2 hari
Desember 2014 : 4 minggu + 3 hari
Januari 2015 : 4 minggu + 3 hari
Februari 2015 : 4 minggu
15 Maret 2015 : 2 minggu + 1 hari
35 minggu + 24 hari
24 hari = 3 minggu 3 hari
35 minggu + 3 minggu 3 hari = 38 minggu 3 hari
Jadi, pada kasus ini usia kehamilan Ny. A adalah berkisar 38-39 minggu.

b. Bagaimana cara menghitung usia kehamilan dan tafsiran partus pada kasus ini?

Jawab:
Cara menghitung perkiraan partus
Dengan rumus Naegele, yaitu hari +7, bulan -3, tahun +1 dari HPHT, maka:
HPHT 20 Juni 2014, maka perkiraan partus 27 Maret 2015

c. Apa makna Ny. A mengaku hamil cukup bulan dan gerakan anak masih dirasakan?
Jawab:
Menandakan bahwa kehamilan dan janinnya masih baik.

d. Apa makna Ny. A mau melahirkan dengan darah tinggi?

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
12
PEB

Jawab:
Preeklamsia adalah penyulit kehamilan yang akut dan dapat terjadi pada antenatal, intranatal
dan postpartum. Jadi, kemungkinan pada kasus telah terjadi preeklamsia pada intranatal
e. Apa yang dimaksud dengan preeklamsia?
Jawab:
Preeklamsia adalah hipertensi yang timbul setelah 20 minggu kehamilan disertai proteinuria
dan terdapat adanya edema generalisata.

f. Apa saja tingkatan preeklamsia?


Jawab:
- Preeklamsia ringan
- Preeklamsia berat tanpa impending eklamsia
- Preeklamsia berat dengan impending eklamsia

6. Ny. A satu kali melakukan pemeriksaan kehamilan pada bulan ke tujuh kehamilan dan dikatakan
normal oleh bidan. Riwayat penyakit jantung dan kencing manis tidak ada.

a. Bagaimana jadwal kunjungan ante natal care (ANC)?


Jawab :
Wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan ante natal care (ANC) selama
periode antenatal:
Satu kali kunjungan selama trimester 1 (< 14 minggu).
Satu kali kunjungan selama trimester ke-2 (antara minggu 14 28).
Dua kali kunjungan selama trimester ke-3 (antara minggu 28 36 dan sesudah minggu ke-
36)

b. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan dalam ANC?


Jawab:
Yang diperiksa adalah 10T ,yaitu :
1) Timbang berat badan
2) ukur Tekanan darah
3) ukur Tinggi fundus uteri
4) vaksin Tetanus, Toxoid lengkap
5) berikan Tablet besi, minimal 90 tablet selama kehamilan
6) Tes penyakit menular sexual
7) Tes TORCH
8) Tes reduksi urin
9) Tes protein urin
10) Tes Hb

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
13
PEB

c. Apa tujuan dari ANC?


Jawab :
1. Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan Ibu dan tumbuh kembang bayi;
2. Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan social ibu dan bayi,
3. Mengenali secara dini adanya ketidak normalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama
hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan,
4. Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, Ibu maupun bayinya
dengan trauma seminimal mungkin,
5. Mempersiapkan peran Ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh
kembang secara normal
d. Apa makna riwayat penyakit jantung dan kencing manis tidak ada?
Jawab:
Untuk menyingkirkan faktor risiko preeklamsia akibat penyakit jantung dan kencing manis
(Diabetes Mellitus).

7. Pemeriksaan Fisik:

a. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan khusus?


Jawab:
Tanda vital Kasus Nilai Normal Interpretasi
Nadi 80x/menit 60-100x/menit Normal
Tekanan Darah 160/110 mmHg Sistolik: 90-140 mmHg Meningkat
Diastolik: 60-90 mmHg. (hipertensi)
RR 22x/menit 16-24x/menit Normal
Temp 36,80o C 36-37,50 C Normal

Pemeriksaan Khusus:
Kepala: konjungtiva tidak anemis : Normal
Thoraks dan abdomen: dbn : Normal
Ekstremitas: edema tungkai (+/+) : Abnormal

b. Bagaimana patofisiologi dari hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan khusus yang
abnormal?
Hipertensi:
Faktor risiko (usia muda,17 tahun dan primigravida)---faktor imunologis pembentukan
blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna (HLA-G menurun) gangguan
invasi sel-sel trofoblast ke lapisan otot arteri spiralis vasokonstriksi arteri spiralis iskemia

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
14
PEB

plasenta terbentuknya oksidan disfungsi endotel pembuluh darah vasokonstriksi


hipertensi
Ekstrimitas: edema (+/+)
Faktor resiko (usia muda,17 tahun dan primigravida)---faktor imunologis pembentukan
blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna (HLA-G menurun) gangguan
invasi sel-sel trofoblast ke lapisan otot arteri spiralis vasokonstriksi arteri spiralis iskemia
plasenta terbentuknya oksidan disfungsi endotel pembuluh darah ke ginjal gangguan
filtrasi glomerulusprotein lolos melalui urin proteinuria hipoalbuminemia tekanan
onkotik tergangguperpindahan cairan ke jaringan interstisial edema

8. Pemeriksaan Obstetri:
a. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan obstetri?
No. Hasil Pemeriksaan Interpretasi

1 Tinggi fundus uteri 3 jari di Normal, Hamil


bawah proc. (30 cm) Normal, Teraba punggung bayi di sebelah kanan pasien/ibu
Punggung kanan Normal, Presentasi kepala

Teraba kepala
2 Penurunan 4/5 Penurunan bagian terbawah janin dan telah memasuki PAP
3 HIS 2x/10 menit/25 detik Dalam waktu 10 menit HIS 2x dengan durasi 25 detik
4 DJJ 140 x/menit Normal, (120-160 x/menit)
5 Pemeriksaan portio lunak Penipisan serviks sebelum/selama persalinan
anterior pendataran 100%
6 Pembukaan 2 cm Kala 1, fase laten
7 Kepala hodge I-II Penurunan kepala bayi setinggi di antara PAP dan symphisis
pubis
8 Sutura sagitalis lintang Teraba ubun-ubun kecil presentasi belakang kepala
9 Ketuban (+) Tanda-tanda inpartu
b. Bagaimana pemeriksaan luar?
Jawab:
Leopold I-IV

c. Bagaimana pemeriksaan dalam?


Jawab:
Vagina toucher

9. Pemeriksaan Laboratorium:
Darah rutin: Hb: 10,8g/dl, Leukosit: 8.500/mm3, trombosit: 150.000/mm3
Urinalisis: proteinuria +3

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
15
PEB

a. Bagaimana interpretasi dari hasil pemeriksaan laboratorium?


Jawab:
Pemeriksaan Lab. Kasus Nilai normal Interpretasi
Darah rutin
Hemoglobin (Hb) 10,8g/dl > 10,5g/dl Normal
Leukosit 8.500/mm3 4.000/mm3- Normal
10.000/mm3
Trombosit 150.000/mm3 150.000/mm3- Normal
450.000/mm3

Urinalisis:
Proteinuria +3: Abnormal (36% + nilai prediktif untuk preeklamsi berat)
Pengukuran kadar proteinuria:
a. Pengukuran proteinuria secara Esbach
Proteinuria ialah adanya protein 300 mg dari 24 jam jumlah urine (diukur dengan
metode Esbach)
Ini setara dengan kadar proteinuria 30 mg/dL (= 1+dipstick) dari urine acak tengah
yang tidak menunjukkan tanda2 infeksi saluran kencing.
b. Pengukuran proteinuria dengan dipstick
1 + = 0,3 0,45 g/L (95% + nilai prediktif untuk preeklamsi berat)
2 + = 0,45 1 g/L
3 + = 1 3 g/L (36% + nilai prediktif untuk preeklamsi berat)
4 + = > 3 g/L (36% + nilai prediktif untuk preeklamsi berat)
Negatif/ trace = (34% - nilai prediktif)
10. Bagaimana cara mendiagnosis pada kasus ini?
Jawab:
- Anamnesis
- P. Fisik
- P. Penunjang

11. Apa Differential Diagnostic pada kasus ini?


Jawab:
Preeklampsia berat Preeklampsia Eklamsia Kasus
ringan
Dengan Tanpa
impendin impendin
g g
eklamsia eklamsia
Sakit kepala + - - + -

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
16
PEB

Pandangan + - - + -
kabur
Nyeri ulu + - - + -
hati
Mual muntah + - - + -
Usia 20 mg 20 mg 20 mg Trimester 38-39 mg
kehamilan III/Aterm
TD 160/110 160/110 140/90 + 160/110mmHg
Anemia + - +/- + -
Proteinuria +3/+4 +3/+4 +1/+2 + +3
Kejang - - - + -
Koma - - - + -
Riwayat ++/- ++/- - + -
keluarga

12. Apa pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan pada kasus ini?


Jawab:
Kimia darah:
SGOT ( Serum Glutamik Oksaloasetik Transaminase )
Fungsi ginjal:
Kreatinin
Ultrasonography (USG) untuk memantau keadaan janin, apakah ada tanda-tanda gawat janin
serta memantau/memastikan usia kehamilan janin.

13. Apa Working Diagnostic pada kasus ini?


Jawab:
G1P0A0, hamil 38 minggu, inpartu kala 1 dengan preeklamsia berat tanpa Impending Eclamsia.

14. Bagaimana tatalaksana secara komprehensif pada kasus ini?


Jawab:
1. Masuk RS rawat inap dan tirah baring miring ke kiri, langsung masuk ke ruang bersalin
2. Berikan cairan 5% Ringer Dekstrose : jumlah tetesan 125 cc/jam atau infeus dekstrose 5% yang
tiap 1 liternya diselingi infus RL (60-125cc/jam). Dipasang foley cateter untuk mengukur urin.
3. Diet cukup protein,rendah karbohidrat,lemak dan garam
4. Beri obat anti kejang magnesium sulfat parenteral selama 24 jam evaluasi.cara pemberian sama
seperti teori diatas.pantau juga tanda-tanda intoksikasi.
5. Beri anti hipertensi Nifedipin : 10-20 mg Per oral diulangi setelah 30 menit.maksimal 120 mg
dalam 1 hari.

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
17
PEB

6. Evaluasi tanda-tanda gawat janin, dan lakukan terminasi kehamilan setelah kondisi ibu sudah
baik

15. Apa komplikasi pada kasus ini?


Jawab:
Komplikasi pada janin
- Intrauterine growth restriction dan oligohidramnion
- Kenaikan morbiditas dan mortalitas janin secara tidak langsung akibat Intrauterine growth
restriction, prematuritas, ologihidramnion dan solusio plasenta.
Komplikasi pada Ibu
- Peningkatan insiden morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan system kardiovaskular
di kemudian hari, penyakit ginjal (gagal ginjal), hipertensi kronis, stroke, kejang, penurunan
kognitif, HELLP syndrome, edema paru, Ablatio retina, dll.

16. Bagaimana prognosis pada kasus ini?


Jawab:
Dubia ad bonam. Jika ditatalaksana dengan cepat dan benar.

17. Bagaimana Kompetensi Dokter Umum pada kasus ini?


Jawab:
3B Gawat darurat

18. Bagaimana pandangan islam pada kasus ini?


Jawab:

Dan Kami perintahkan kepada manusia kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua
tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu. (QS. Luqman :14)

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
18
PEB

Kesimpulan
Ny. A berusia 17 tahun, G1P0A0, hamil 38 minggu mengalami hipertensi dan edema et causa
preeklamsia berat tanpa Impending Eclamsia

Kerangka Konsep

FR:
Usia muda (17 tahun)
Primigravida
Usia kehamilan >20 minggu

Preeklamsia berat Tanpa Impending


Eclamsia

TD (160/110 mmHg) Edema tungkai Proteinuria +3

NANDA DIAN NINGSIH


702012038
19