Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dewasa ini, banyak Instansi Pemerintah terutama dalam bidang pendidikan seperti
Universitas menggunakan laboratorium sebagai salah satu sarana belajar mengajar. Tidak
dapat dipungkiri dengan adanya sebuah laboratorium sangat membantu siswa atau
mahasiswa dalam melakukan proses pembelajaran. Disamping adanya sebuah teori,
laboratorium menjadi tempat bagi siswa atau mahasiswa untuk memperkuat konsep atau
teori dengan dilakukannya sebuah praktikum.

Di dalam sebuah laboratorium tentu terdapat banyak alat-alat penunjang praktikum


yang akan digunakan oleh mahasiswa secara langsung.Namun, pada kenyataan yang ada
di lapangan tidak semua mahasiswa paham dan mengerti nama dari alat yang akan
digunakan dalam praktikum maupun fungsi dari alat tersebut. Hal itu dapat terjadi karena
berbagai faktor , salah satunya yaitu tidak diberikannya pemahaman secara matang
tentang alat-alat yang akan digunakan sebelum praktikum.Selain itu, kurangnya
pemahaman materi oleh mahasiswa tentang alat-alat praktikum. Kesalahan dalam
penggunaan alat-alat laboratorium dapat menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat.

Oleh karena itu, kami membuat makalah tentang Pemeliharaan Alat Optik dan
Elektrik beserta Fungsinya dengan tujuan supaya mahasiswa dapat mengetahui dengan
matang mengenai alat optik dan elektrik serta fungsi dari masing-masing alat tersebut.
Hal ini dimaksudkan, agar mengurangi kesalahan dalam membaca alat maupun dalam
penghitungan selama proses praktikum berlangsung.Pemahaman fungsi peralatan harus
mutlak dikuasai oleh praktikan, khususnya yang dibahas adalah alat optik dan elektrik ,
sebelum dilakukannya sebuah praktikum.Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan
di dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat
praktikum, salah satunya alat optik dan elektrik.Setelah membaca makalah ini,
diharapkan pembaca dapat memahami tentang cara pemeliharaan alat optik dan elektrik
beserta fungsi dari masing-masing alat tersebut sehingga tidak terjadi hal-hal yang
membahayakan ketika praktikum dilaksanakan.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa saja kegunaan dari alat optik?
2. Bagaimana cara memelihara alat optik?
3. Apa saja fungsi dar alat elektrik ?
4. Bagaimana cara memelihara alat elektrik?

1.3 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk :

1. Menjelaskan kegunaan beberapa macam alat optik


2. Memaparkan cara memelihara beberapa macam alat optik
3. Menjelaskan fungsi beberapa macam alat elektrik
4. Memaparkan cara memelihara macam alat elektrik

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Alat optik dan fungsinya

2.1.1 Definisi

Secara umum, Pengertian Alat Optik adalah alat yang memanfaatkan


sifat cahaya, hukum pemantulan, dan hukum pembiasan cahaya untuk membentuk
bayangan suatu benda. Alat Optik merupakan alat yang berupa prisma, lensa dan
cermin sebagai bagian utamanya. Alat Optik terbagi atas dua jenis yaitu alat optik
alami dan alat optik buatan. Alat Optik alami berupa mata, sedangkan alat Optik
buatan berupa kaca mata, kamera, mikroskop, kaca pembesar atau lup, periskop,
dan teropong. Setiap dari kita dapat mengabadikan sesuatu baik itu yang berupa
apa saja termasuk keindahan dunia ini atau dapat membuat hal tersebut menjadi
lebih besar atau tampak lebih kecil dari benda aslinya yaitu dengan menggunakan
alat optik.

2.1.2 Macam-macam alat optik dan fungsinya

1. Lup

Lup atau kaca pembesar adalah alat optik yang terdiri dari sebuah
lensa cembung. Lub difungsikan untuk melihat benda-benda kecil yang
nampak menjadi lebih besar dan jelas. Dalam menggunakan Lup dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu, dengan mata berakomodasi dan mata
tak berakomodasi.

2. Kamera

Kamera adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan bayangan


fotografi pada film negatif. Pasti semua orang pernah menggunakan
kamera yang biasanya digunakan untuk mengabadikan kejadian-kejadian
yang kita anggap penting dan menarik. Kamera memiliki beberapa
bagian antara lain sebagai berikut,

3
Diafragma, adalah lubang kecil yang dapat diatur lebarnya yang
fungsinya untuk mengatur dalam banyaknya cahaya yang masuk
melalui lensa.

Pelat film, adalah sebagai tempat bayangan dan menghasilkan


bayangan negatif, yaitu gambar yang berwarna tidak sama dengan
aslinya, tembus cahaya.

Lensa cambung, memiliki fungsi dalam membiaskan cahaya yang


masuk sehingga dapat terbentuk bayangan yang nyata, terbalik dan
diperkecil.

Apertur, adalah untuk mengatur besar kecilnya diafragma

3. Mikroskop

Mikroskop adalah alat optik yang digunakan untuk melihat benda-


benda kecil agar tampak menjadi lebih besar dan jelas. Mikroskop terdiri
dari dua buah lensa cembung. Lensa cembung pertama adalah lensa yang
dekat dengan benda yang diamati (objek), yang disebut dengan lensa
objektif. Sedangkan lensa yang kedua yang disebut dengan lensa okuler
adalah lensa yang dekat dengan pengamat atau mata anda. Mikroskop
yang menggunakan 2 lensa adalah mikroskop cahaya lensa ganda.

1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali.
Mikroskop memiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri
dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa
objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa
okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada
mikroskop bisa membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda
(binikuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif
yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop
terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa
yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi
objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari
4
sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung
yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya
dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai
lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama.
Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan
lensa mikroskop yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan
dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan
yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk
berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung
terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga
pengaturannya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda
menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah
mikroskop kurang baik.

2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa
digunakan untuk benda yang berukuran relatif besar. Mikroskop stereo
memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan
mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama
mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri
atas lensa okuler dan lensa objektif. Beberapa perbedaan dengan
mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo
jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya ssehingga kita
dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya
berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran
lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30
kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah
dekat benda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan
transformator. Pengaturan fokus objek terletak disamping tangkai
mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur

5
fokos.

3. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron adalah sebuah mikroskop yang mampu
melakuakan peambesaran obyek sampai duajuta kali, yang menggunakan
elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan
tampilan gambar serta memiliki kemampuan p[embesaran objek serta
resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop
electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro
maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam macam mikroskop elektron:
1) Mikroskop transmisi elektron (TEM)
2) Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
3) Mikroskop pemindai elektron
4) Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
5) Mikroskop refleksi elektron (REM) (Mikroskop wikipeda 27/09/2007)

4. Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)


Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda
asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan.
Dalam teknik ini protein antibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari
serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna
pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa
terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibodi yang
ditandai dengan pewarna pendar.

5. Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri
hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hampir mendekati batas
daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan
mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor

6
khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat
dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut
yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.

7. Mikroskop Fase kontras


Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan
alamiahnya : tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada
galibnya fragma bend hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau
bakteri) ttembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan
teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop
fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit.. apabila mikroskop biasa
digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat dilihat,
walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nucleus ini mengubah sedikit
hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti. Hubungan ini tidak
dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan
filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah
perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah
terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian
nucleus (dan unsure lain0 yang sejauh ini tak dapap dilihat menjadi dapat
dilihat.

4. Proyektor

Proyektor slide adalah alat yang digunakan untuk memproyeksikan


gambar positif sehingga dapat diperoleh bayangan nyata dan diperbesar
di layar. Dalam proyektor slide memiliki bagian-bagian penting yaitu
lampu kecil yang memancarkan sinar kuat melalui pusat kaca, slide atau
gambar diapositif, cermin cekung yang berfungsi sebagai refletor cahaya,
lensa cembung untuk membentuk bayangan pada layar.

5. Teropong

Teropong atau teleskop adalah alat yang digunakan untuk melihat


benda-benda yang jauh agar tampak lebih jelas dan dekat. Teropong

7
terdiri atas dua jenis jika ditinjauh dari objeknya antara lain sebagai
berikut,

a. Teropong Bintang

Teropong bintang adalah teropong yang digunakan untuk melihat


atau mengatai benda-benda yang ada di langit. misalnya, bintang,
satelit, dan planet-planet. Teropong bintang disebut juga dengan
teropong astronomi. Teropong bintang terdiri dari dua jenis yang
ditinjau dari jalannya sinar antara lain sebagai berikut

Teropong Bias adalah teropong yang terdiri dari dua lensa


cembung, yaitu sebagai lensa okuler dan lensa objektif. Cara kerja
teropong bias adalah sinar masuk ke dalam teropong lalu dibiaskan
oleh lensa

Teropong Pantul adalah teropong yang karena jalannya sinar


memantul didalam teropong. Cahaya akan datang lalu dikumpulkan
dalam sebuah cermin melengkung yang besar, kemudian di
pantulkan ke mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih
kecil.

b. Teropong Medan/Teropong Bumi

Teropong yang difungsikan untuk mengamati benda-benda yang


jauh di permukaan bumi. Teropong ini terdiri dari 3 lensa cembung
yang masing-masing terdiri dari lensa objektif, lensa pembalik, dan
lensa okuler. Lensa pembalik adalah lensa yang hanya membalikkan
bayangan yang terbentuk dari lensa objektif, tidak untuk membesarkan
bayangan. Disini lensa okuler berfungsi sebagai lub. Kita ketahui
bahwa lensa pembalik hanya untuk membalik bayangan yang berarti
bahwa bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif terletak di titik pusat
kelengkungan lensa pembalik.

6. Periskop

8
Periskop adalah teropong pada kapal selam yang digunakan untuk
mengamati benda-benda di permukaan laut. Periskop terdiri dari dua
lensa cembung dan dua prisma siku-siku sama kaki. Mekanisme jalannya
sinar pada perisko antara lain sebagai berikut.

Sinar sejajar dari benda yang jauh menuju ke lensa objektif

Prisma P1 memantulkan sinar dari lensa objektif menuju ke prisma P2

Sehingga prisma P2 sinar tersebut dipantulkan lagi dan bersilangan di


depan lensa okuler tepat di titik fokus lensa okuler.

7. Proyektor Slide

Proyektor slide adalah alat yang memiliki fungsi menampilkan


bayangan sebuah gambar positif yang dapat ditembus cahaya.

2.2 Pemeliharaan alat-alat optik

1. Alat-alat optik harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas debu dan bebas dari uap
asam dan basa. Selain itu, alangkah lebih baik jika dilengkapi dengan silica gel yang
berifat higroskopis.
2. Bagian yang non-optik, misalnya terbuat dari logam dan plastik dapat dibersihkan
menggunakan kain flanel. Untuk membersihkan debu yang terselip, dapat digunakan
kuas kecil atau kuas lensa.
3. Lensa-lensa dibersihkan dengan menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%.
4. Disimpan dengan penyangga yang sudah terakit

2.3 Alat-alat elektrik dan fungsinya


1. Inkubator
Inkubator sesuai dengan namanya alatini semula berfungsi sebagai alat untuk
inkubasi (pengeraman, penetasan telur). Bentuk alat ini merupakan suatu kabinet yang
memiliki dua lapis dinding yang terbuat dari aluminium atau stainless stel. Lapisan
dinding bagian dalam membentuk ruang untuk menyimpan bahan. Diantara dnding
terdapat lapisan serat dari bahan fiber glass yang berfungsi menahan panas supaya suhu
dalam ruang inkubator tidak mudah berubah.pada awalnya suhu yang dipertahankan oleh
alat ini berada pada kisaran suhu efektif aktivitas organisme, yaitu berkisar 37C-41C.
Ruang bagian dalam inkubator dipanaskan oleh sejumlah kawat nikelin yang dialiri
arus listrik bolak-balik (AC). Prinsip kerja alat ini adalah mengubah energi listrik menjadi

9
energi panas. Kawat nikelin akan menghambat aliran elektron yang mengalir disekeliling
ruang kabinet. Terjadinya penghambatan aliran elektron mengakibatkan peningkatan suhu
kawat. Suhu yang menin.2gkatmerupakan energi panas dan kemudian diinduksikan ke
dinding inkubator bagian dalam sehingga suhu ruangan inkubator meningkat.
Agar suhu ruangan konstan maka inkubator dilengkap dengan thermostat atau
thermoregulatoryang berfungsi memutuskan atau menghubungkan atau memutuskan
aliran listrik. Thermostat yang digunakan ada yang berupa cairan (hydroulic thermostat)
atau logam (bimetal thermostat). Thermostat akan menghubungkan arus listrik secara
terus-menerus bila suhu yang ditargetkan belum tercapai (waktu konstan). Apabila suhu
yang ditargetkan tercapai maka thermostat segera memutuskan aliran listrik, dengan
demikian tidak terjadi peningkatan suhu ruangan lebi lanjut. Setelah beberapa lama suhu
ruang inkubator akan menurun, apabila hal ini terjadi maka segera thermostat berfungsi
sebagai penghubung. Dengan adanya arus yang terhubung dan terputus oleh thermostat
mengakibatkan shu inkubator mengalami fluktuasi. Fluktuasi suhu yang terjadi berada di
sekitar dekat dengan suhu yang dikehendaki. Besarnya fluktuasi suhu tergantung pada
kepekaan thermostat dan ketelitian pengatur suhu. Makin peka thermostat dan makin
teliti pengatur suhu akan makin kecil rentang fluktuasi suhu ruang sehingga dapat
diabaikan.
2. Oven
Oven secara fisik mirip dengan inkubator,bahkan prinsip kerja oven sama dengan
inkubator. Bedanya suhu ruang oven dapat diatur dan dipertahankan lebih tinggi dari pada
aktivitas efektif organisme, yaitu sekitar 30C-220C. Oleh karena itu oven dapat
berfungsi untuk melakukan pemanasan, pengembangan, pengeringan, atau sterilisasi
bahan organik maupun anorganik, misalnya: mengeringkan bahan-bahan biologis untuk
mendapatkan berat kering ang konstan, mengeringkan dan melakukan sterilisasi alat-alat
yang bau dicuci dll. Dalam kondisi rentang suhu efekif aktivitas organisme oven dapat
juga digunakan sebagai inkubator.
3. Waterbath
Waterbath merupakan suatu wadah untuk penampung air yang memiliki pemanas
sehingga air dalam wadah dapat diatur konstan dalam waktu beberapa jam hingga
beberapa hari. Waterbath sangat berguna untuk berbagai keperluan eksperimen yang
memerlukan suhu konstan. Berbagai eksperimen metabolisme, proses reaksi kimia dan
pelarutan bahan yang mudah terbakar dengan berbagai variasi suhu konstan dapat
dilakukan dengan bantuan waterbath. Suhu air yang dapat diatur pada waterbath berkisar
dari suhu kamar hingga sekitar 100C.
4. Pengaduk (stirrer/mixer)

10
Berdasarkan proses kerja pengadukan terdapat dua jenis pengaduk, yaitu secara
mekanik dan secara magnetik. Pada dasarnya kedua alat ini bekerja dengan cara
mengubah energi listrik menjadi medan magnet yang mampu menggerakkan suatu rotor
dari motor listrik. untuk memahami cara kerja alat lebih lanjut maka diuraikan sebagai
berikut:
a. Mechanical stirrer
Pengaduk demikian menggunakan energi listrik untuk memuat rotor. Pada ujung
rotor dipasangkan sebuah batang terbuat dari logam anti karat yang pada ujungnya
berbentuk kipas. Proses pengadukan dengan cara ini dilakukan dari atas bejana/wadah
tempat bahan yang aan diaduk. Agar proses pengadukan berlangsung dengan lancar dan
aman, maka mxer ditempatkan pada sebuah statip dengan menggunakan klem penjepit.
Cairan yang akan diaduk ditempatkan dalam sebuah wadah yang ditempatkan di atas
penyangga statip. Kemudian secara perlahan dengan membuka klem penjepit, mixer
diturunkan sehingga kipas pengaduk masuk ke dalam cairan yang akan di aduk, jangan
sampai menyentuh bagian dasar wadah, kemudian klem dikencangkan kembali. Untuk
cairan yang relatif pekat, disarankan mengikat wadah cairan pada batang statip dengan
sebuah klem khusus sehingga wadah tidak bergerak atau turut berputar. Pada waktu
menggunakan mechanical stirrer adalah jangan memindahkan alat ketika pengaduk
sedang berputar dan jangan membiarkan rambut anda terurai ketika bekerja.
b. Magnetic stirrer
Pada magnetic stirrer prinsip kerjanya hampir sama dengan mechanical stirrer,
perbedaannya hanya pada propeller (pengaduk). Pada mechanical stirrer untuk pengaduk
digunakan propeller yang dihubungkan degan rotor, sedangkan pada magnetik stirrer
bagian rotor yang ditempelkan sebuah magnet yang mempunyai kekuatan besar. Untuk
pengadukannya digunakan sebuah stir bars (batang pengaduk) yang terbuat dari besi atau
magnet yang dibungkus dengan plastik atau teflon. Stir bars ini dimasukkan ke dalam
wadah cairan yang akan diaduk. Wadah tempat cairan biasanya terbuat dari gelas tahan
panas (bekerglass, erlemeyer), diletakkan di atas plate (lempengan).
5. Spectrophotometer
Merupakan alat yng digunakan untuk melakukan analisis kadar (kuantitatif) dari
suatu larutan. Untuk dapat memahami spektroskopi diperlukan pengetahuan tentang sifat-
sifat radiasi elektromagnetik, interaksinya dengan zat serta prinsip kerja maupun cara
penggunaannya. Prinsip spektroskopi didasarkan adanya interaksi dari energi radiasi
elektromagnetik dengan zat kimia. Dengan mengetahui interaksi yang terjadi,
dikembangkan teknik-teknik analisis kimia yang memanfaatkan sifat-sifat dari interaksi
tersebut. Hasil interaksi tersebut bisa menimbulkan satu atau lebih peristiwa seperti

11
pemantulan, pembiasan, interferensi, difraksi, penyerapan, fluorosensi, fosforiensi dan
ionisasi.
a. Model analog
Pada model ini tampilan pengukuran dinyatakan dalam dua baris skala yang
dipisahkan oleh garis busur warna hitam, serta adanya jarum penunjuk yang dapat
bergerak untuk menunjukkan hasil pengukuran. Deretan angka skala paling atas
menggambarkan angka pengukuran % transmittance dari angka 0 hingga 100 % T,
sedangkan deretan angka bagian bawah garis busur menggambarkan nilai absorbance dari
0 hingga 2,0 A yang disusun dalam urutan terbalik.
b. Model digital
Alat yang banyak digunakan adalah spectronic 21 D. Tampilan pada model digital ini
terlihat dengan adanya angka yang berasal dari cahaya LED. Empat angka yang berasal
dari LED tersebut akan menunjukkan panjang gelombang dan data yang terbaca.

2.4 Pemeliharaan alat-alat elektrik


Inkubator, oven dan waterbath merupakan alat yang besar dan berat. Oleh karena itu
semestinya ditempatkan pada tempat yang permanen, kering dan dekat dengan sumber arus
listrik sehingga mudah dijangkau dan digunakan. Bersihkan ruangan inkubator dan oven dari
kotoran atau noda yang tercecer setelah selesai digunakan.
Pemeliharaan waterbath setelah selesai digunakan sebaiknya air yang berada di dalam
wadah dikeluarkan dan alat dikeringkan. Hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya
karat pada alat. Pada waktu menggunakan magnetic stirrer jangan sampai cairan tercecer pada
bagian hot plate, terutama bahan kimia yang sifatnya korosif. Sapulah bagian hot plate dengan
menggunakan kain yang dilembabkan dengan air. Untuk mechanical strirrer pada saat
disimpan alat dalam keadaan tidak terakit, lepaskan propeler dari bagian rotor dandisimpan
secara berdekatan.
Untuk spectrophotometer ditempatkan pada tempat yang permanen. Pemindahan dapat
mengakibatkan bergetarnya filamen pada lampu sumber cahaya. Hal ini mengakibatkan
lampu lebih cepat putus dibandingkan usia semestinya. Bila terjadi tetesan cairan segera
bersihkan dengan kain yang dibasahi dengan air. Idealnya semua alat laboratorium diletakkan
pada posisi siap untuk digunakan (tidak dipindah atau disimpan di tempat lain).

BAB III
12
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
(1) Fungsi alat optic itu sendiri adalah membuat benda atau sesuatu hal yang kita lihat
tampak lebih besar dan benda yang jauh menjadi lebih dekat.
(2) Cara memlihara alat optic yaitu dengan cara diletakkan di tempat yang sejuk, kering,
bebas debu dan bebas dari uap asam dan basa, bagian yang non-optik menggunakan
kain flanel, untuk membersihkan debu yang terselipdapat digunakan kuas kecil atau
kuas lensa, lensa-lensa dibersihkan dengan menggunakan tisu lensa yang diberi
alkohol 70%, disimpan dengan penyangga yang sudah terakit.
(3) Fungsi alat elektrik sebagaian besar adalah memanaskan sampel dan menyimpan
sampe luntuk beberapa hari.
(4) Cara memelihara alat elektrik adalah ditempatkan pada tempat yang kering dan dekat
dengan sumber arus listrik. Alat elektrik yang berhubungan dengan air, setelah
digunakan harus dikeringkan terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya korosi. Selain
itu, pemeliharaan alat elektrik harus membersihkannya setelah dipakai agar tidak ada
kerak yang menempel pada alat.

3.2 Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan adalah pembaca harus sering membaca makalah
atau buku-buku yang berhubungan dengan alat optic dan elektrik agar lebih memahami
fungsi dan cara merawat alat-alat optik dan elektrik. Hal ini dikarenakan banyak pengguna
alat yang tidak peduli dengan perawatan alat-alat optik dan elektrik.

13
LAMPIRAN

Alat-alat optik
NO NAMA ALAT GAMBAR
1 Lup

2 Kamera

3 Proyektor

4 Mikroskop Mikroskop cahaya

Mikroskop elektron

14
Mikroskop Stereo

Mikroskop Pender

5 Periskop

6 Teropong Teropong Bintang

Teropong medan

15
7 Proyektor slide

16
Alat-alat elektrik
N NAMA ALAT GAMBAR
O
1 Inkubator

2 Oven

3 Waterbath

4 Pengaduk (stirrer/mixer)

5 Spectrophotometer

17
18
DAFTAR RUJUKAN

Volk, Wheeler.1988.Mikrobiologi Dasar.Jakarta:Erlangga

Young, Hugh.2000.Fisika Universitas.Jakarta:Erlagga

Wirjosoemarto K. dkk(2004), Teknik Laboratorium.Bandung:Universitas Pendidikan


Indonesia

19

Anda mungkin juga menyukai