Anda di halaman 1dari 10

J. Tek. Ling. Vol. 9 No. 1 Hal.

31-40 Jakarta, Januari 2008 ISSN 1441-318X

PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH


DOMESTIK DI RUMAH SUSUN KARANG ANYAR
JAKARTA

Satmoko Yudo dan Setiyono


Peneliti di Pusat Teknologi Lingkungan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

Abstract

Karang Anyar Flat was built about 30 years ago to provide public cheap and proper
housings located in the center of the town. But rightnow condition of the flat is not
comfortable anymore, especially the problem on domstic waste treatment instalation.
It doesnt running well; it brings bad smell and most of the pipes broke down. It need
a plan to repair the domestic waste treatment instalation and improvement in pipes
network system.
Katakunci : Rumah Susun, pencemaran lingkungan, IPAL domestik

1. PENDAHULUAN

Rumah Susun Karang Anyar sarana sanitasi lingkungan (septik tank/


merupakan salah satu rumah susun (rusun) pengolah limbah cair).
milik Pemerintah DKI Jakarta. Rusun ini Sejak saat pembangunannya, rusun
dibangun dengan tujuan untuk memberikan Karang Anyar telah dilengkapi dengan
fasilitas untuk rumah tinggal bagi sarana pengolah limbah cair berupa septik
masyarakat yang layak dan memenuhi tank. Sementara sarana pengelolaan limbah
persyaratan kesehatan, dekat dengan pusat dari mandi dan cuci hanya berupa pipa
kota tetapi dengan biaya yang murah. penyaluran menuju saluran umum, jadi
Bangunan rusun dilengkapi dengan berbagai limbah dari mandi dan cuci ini di buang
sarana penunjang, seperti mushola, langsung ke saluran umum. Karena
lapangan olah raga, aula, ruang sekretaris, semakin padatnya tingkat hunian, dan
TPS, sarana air bersih dan sarana sanitasi semakin besarnya kebutuhan air bersih,
lingkungan lainnya. maka system pengelolaan limbah cair yang
Dengan semakin meningkatnya kondisi seperti tersebut dinilai sudah tidak layak lagi
kesejahteraan masyarakat dan semakin dan dapat mencemari lingkungan sehingga
majunya teknologi, maka sarana /fasilitas dapat menimbulkan bahaya pencemaran
hidup manusia juga dituntut untuk semakin terhadap air tanah. Untuk mengatasi hal itu,
modern pula. Banyak berbagai fasilitas/ maka Peraturan Perundangan saat ini
sarana penunjang yang dulu sudah mewajibkan semua limbah cair domestik
dianggap memenuhi persyaratan, saat ini harus diolah terlebih dahulu sebelum
d inilai sudah kurang memenuhi standar dibuang ke saluran umum. (PP No. 20 Tahun
kelayakan lagi, sehingga diperlukan 1990 dan PP No. 82 Tahun 2001 tentang
perbaikan, penambahan atau perubahan Pengendalian Pencemaran Air)1)
berbagai sarana tersebut. Salah satu sarana Untuk melaksanakan peraturan
penunjang yang dimaksud di sini adalah perundangan tersebut dan untuk
Perencanaan Instalasi... J.Tek.Ling. 9 (1): 31-40 31
menghindari terjadinya pencemaran c. Data presepsi penduduk rumah susun
terhadap lingkungan dari limbah domestik, terhadap pengolahan limbah saat ini
maka Suku Dinas Tata Air DKI Jakarta serta kendala-kendala yang muncul.
merencanakan untuk mengelola limbah cair 2. Survei kondisi fisik alat, terutama yang
domestik yang dihasilkan dari rusun Karang berkaitan dengan unit septik tank
Anyar. komunal.
3. Survei sosial-ekonomi terhadap
2. TUJUAN DAN SASARAN masyarakat pengguna septik tank
komunal.
Tujuan
3.3. Tahap Pengolahan Data dan
Melakukan identifikasi, evaluasi serta disain Analisis
penanganan masalah air limbah yang di
kawasan rusun Karang Anyar, Kotamadya Melakukan pengolahan data sekunder dan
Jakarta Pusat. data primer dengan bantuan perangkat lunak
Sasaran basis data dan statistik kemudian hasilnya
dianalisa dan dibahas.
Identifikasi dan evaluasi permasalahan air
limbah di kawasan rusun Karang Anyar, 4. HASIL YANG DIHARAPKAN
serta membuat perencanaan teknis sistem Hasil yang diharapkan dari pekerjaan ini
pengolahan air limbah domestik secara adalah:
komunal.
1. Diperolehnya data tentang kondisi fisik,
3. METODOLOGI teknis, proses dan permasalahan yang
ada pada unit bangunan septik tank
Metodologi pelaksanaan kegiatan ini komunal saat ini.
ada 4 tahap yaitu : 2. Diperolehnya data lengkap kondisi
sosial-ekonomi dan presepsi
3.1 Tahap Perencanaan masyarakat pengguna terhadap
program kegiatan pembangunan septik
Perencanaan kegiatan ini dilaksanakan
di wilayah Jakarta dengan melakukan tank komunal tersebut.
observasi lapangan dan perencanaan Hasil evaluasi dari kegiatan program ini
penentuan pengambilan data-data sekunder. yang mencakup informasi tentang alat yang
Selain itu juga dilakukan perencanaan disain dibangun dan sosial-ekonomi masyarakat
teknis sistem pengolahan air limbah setempat untuk dapat digunakan sebagai
domestik secara komunal. pendukung pengambilan keputusan dalam
menentukan jenis teknologi dan bentuk
3.2 Tahap Pengumpulan Data program pelayanan kepada masyarakat
Tahap ini merupakan pengumpulan data selanjutnya
dengan melakukan survei : 5. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Survei lokasi untuk mendapatkan data- 5.1. Sarana Yang Ada di Rusun Karang
data awal tentang : Anyar
a. Denah lokasi penempatan unit Rusun Karang Anyar terdiri dari 14
pengolahan limbah cair, kapasitasnya, gedung berlantai empat yang
dan kondisi bangunan pengolahan dikelompokkan menjadi empat blok, blok A,
limbah saat ini, blok B, blok C dan blok D. disamping 14
b. Data jumlah penduduk rusun Karang gedung tersebut, rusun Karang Anyar juga
Anyar, pemakaian air dan jumlah limbah dilengkapi beberapa fasilitas/sarana umum,
cair yang dihasilkan, antara lain:
32 Yudo, S. dan Setiyono. 2008
1. 1 (satu) buah mushola,
2. 1 (satu) lapangan olah raga,
3. 1 (satu) aula,
4. 1 (satu) ruang sekretaris,
5. 1 (satu) tempat pembuangan sampah/
TPS,
6. 4 (empat) tabung pemadam kebakaran.
Disamping sarana-sarana tersebut di
atas, rusun Karang Anyar juga telah
dilengkapi dengan sarana air bersih dari
PDAM dan sarana pengolahan limbah
berupa 4 buah septik tank dan 5 buah sarana
pengolah limbah berupa biotek. Gambar 1. Sumber Air Yang Digunakan
Hasil survei memperlihatkan juga 5.2. Data Penghuni Rusun Karang Anyar
bahwa selama ini penghuni rusun tidak
membayar atau ditarik bayaran dalam Rusun Karang Anyar dihuni oleh 374
menggunakan air yang berasal dari PAM. Kepala Keluarga (KK) yang tersebar dalam
Warga saat ini menggunakan air PAM 12 RT dan terdiri dari 1.328 orang (680 pria
hanya untuk mandi cuci, tidak untuk dan 148 wanita). Secara detail jumlah KK
minum/masak karena mereka meragukan dan orang serta penyebarannya dapat dilihat
kualitas air PAM yang berada di bak seperti pada Tabel 1.
penampungan. Bak penampungan air PAM 5.3. Perkiraan Jumlah Air Limbah Rusun
dikuatirkan telah tercemar oleh rembesan Karang Anyar
dari septik tank komunal yang ada sekarang.
Karena selama ini mereka yang Berdasarkan data penghuni rusun
menggunakan air dari PAM tanpa Karang Anyar, maka jumlah limbah yang
membayar, mereka mempercayakan hal ini dihasilkan oleh lingkungan ini dapat dihitung
pada pengelola rumah susun. Air PAM saat berdasarkan standard Pemakaian Air
ini tidak dapat didistribusikan ke setiap Dingin Minimum sesuai Dengan
rumah, tetapi ditampung dalam bak Penggunaan Gedung (SNI 0370652005),
penampung dibawah tanah, kemudian maka jumlah pemakaian air perpenghuni
penghuni memompa air tersebut ke masing- perhari untuk rumah susun adalah 100 liter.
masing rumah. (100 liter/penghuni/hari). Data ini diperoleh
dari hasil pengkajian Puslitbang
Pemukiman Dep. Kimpraswil tahun 2000.
Tabel 1. Jumlah Kepala Keluarga (KK) dan Penduduk di Rusun Karang Anyar Menurut
Jenis Kelamin

Sumber : Data RW Rusun Karang Anyar


Perencanaan Instalasi... J.Tek.Ling. 9 (1): 31-40 33
Dengan dasar ini, maka jumlah air limbah karakteristik air limbah domestik dapat
yang dihasilkan oleh Rusun Karang Anyar dilihat pada Tabel 2.
secara keseluruhan adalah: Dari tabel tersebut terlihat bahwa air
= 1.328 Orang x 100 lt/or/hr. limbah domestik jika tidak diolah sangat
= 132.800 liter/hari. berpotensi untuk mencemari lingkungan.
= 132,8 m3/hari. Selain pencemaran secara kimiawi, air
limbah domestik juga berpotensi untuk
5.4. Karakteristik Air Limbah Domestik mencemari lingkungan secara bakteriologis.
Air limbah domestik adalah air limbah 5.5. Baku Mutu Limbah Domestik
yang berasal dari usaha dan atau kegiatan
Baku mutu air limbah domestik adalah
permukiman (real estate), rumah makan
ukuran batas atau kadar unsur pencemar
(restauran), perkantoran, perniagaan,
dan atau jumlah unsur pencemar yang
apartemen dan asrama. Sumber air limbah
ditenggang keberadaannya dalam air limbah
domestik adalah seluruh buangan cair yang
domestik yang akan dibuang atau dilepas
berasal dari buangan rumah tangga yang
ke air permukaan. Jadi semua air limbah
meliputi: limbah domestik cair yakni
domestik sebelum dibuang ke perairan/
buangan kamar mandi, dapur, air bekas
saluran umum harus diolah terlebih dahulu
pencucian pakaian, dan lainya. Air limbah
sampai memenuhi baku mutu yang telah
domestik umumnya mengadung senyawa
ditetapkan Pemerintah. Pengolahan dapat
polutan organik yang cukup tinggi, dan dapat
dilakukan secara individu maupun secara
diolah dengan proses pengolahan secara
terpadu. Pengolahan air limbah domestik
biologis.
terpadu adalah sistem pengolahan air
Dari hasil analisa kimia terhadap
limbah yang dilakukan secara bersama-
berberapa contoh air limbah domestik yang
sama (kolektif) sebelum dibuang ke air
ada di DKI Jakarta menunjukkan bahwa
permukaan. Sesuai dengan Keputusan
konsentrasi senyawa pencemar sangat
Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 tahun
bervariasi misalnya, BOD 31,52 - 675,33
2003 tentang Baku Mutu Air Limbah
mg/l, ammoniak 10,79 - 158,73 mg/l,
Domestik2), maka semua kegiatan yang
deterjen (MBAS) 1,66 - 9,79 mg/l. Hal ini
menghasilkan limbah domestik harus
mungkin disebabkan karena sumber air
mengolah limbahnya sampai memenuhi
limbah juga bervariasi sehingga faktor waktu
baku mutu yang berlaku. Sesuai dengan
dan metoda pengambilan contoh sangat
KepMen. tersebut, maka nilai baku mutu
mempengaruhi besarnya konsentrasi.
tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.
Secara lengkap salah satu contoh analisa

Tabel 2. Karakteristik Air Limbah Domestik Di Daerah Jakarta

Sumber : Hasil survai limbah domestik oleh BPPT, Nop 2005


34 Yudo, S. dan Setiyono. 2008
Tabel 3. Baku Mutu Limbah Domestik

Sumber : Lamp. Kep. Men. LH. No. 112 tahun 2003.

5.6. Pengelolaan Air Limbah Rusun 5.7. Sarana Pengolahan Limbah Cair
Karang Anyar Rusun Karang Anyar

Secara keseluruhan kebutuhan air Limbah cair rusun Karang Anyar saat
bersih penghuni rusun Karang Anyar adalah ini yang diolah hanya limbah yang berasal
132,8 m3/hari. Hampir seluruh air tersebut, dari septik tank saja, sedangkan limbah dari
setelah digunakan akan dibuang menjadi kamar mandi, cuci dan dapur belum
limbah sehingga jumlah limbah yang dilakukan pengolahan. Sarana pengolahan
dihasilkan juga 132,8 m3/hari. Ada tiga limbah cair dari toilet berupa septik tank dan
sumber limbah cair yang utama, yaitu limbah biotek. Ada 4 buah septik tank yang mana
cair dari kamar mandi dan cuci pakaian, 2 buah masih beroperasi sedangkan yang
limbah cair dari dapur dan limbah dari toilet. 2 buah sudah tidak dapat dioperasikan lagi.
Saat ini pengelolaan limbah tersebut Sedangkan biotek sebagai sarana pengolah
dikelompokkan menjadi dua, yaitu : limbah cair ada 6 buah, yang mana 3 buah
masih dapat beroperasi dengan baik
1. Limbah yang berasal dari kamar mandi,
sedangkan yang 3 buah sudah tidak dapat
cuci pakaian dan limbah dapur dicampur
dioperasikan lagi. Dengan demikian saat ini
dalam satu saluran kemudian dibuang
sarana yang masih dalam kondisi masih
secara langsung ke saluran umum tanpa
dapat dioperasikan hanya 2 buah septik tank
dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
dan 3 buah biotek dan harus menampung
2. Limbah yang berasal dari toilet. Ada dua
limbah yang dihasilkan oleh 1.328 orang.
jenis pengelolaan limbah yang berasal
Tentunya sarana ini sangat kurang sekali
dari toilet ini, yaitu :
jika dibandingkan dengan jumlah limbah
a. Dengan septik tank, dimana limbah
yang harus diolah.
dari toilet masuk ke dalam septik
Dilihat dari sistem saluran limbah yang
tank tanpa ada pengolahan lanjutan.
ada, ke 5 sarana pengolah limbah ini juga
Secara periodik, jika septik tank ini
tidak dapat menampung semua limbah yang
telah penuh maka akan dilakukan
dihasilkan dari setiap blok yang ada,
penyedotan tinja dengan mobil
sehingga beberapa blok rusun saat ini sudah
tangki.
tidak memiliki sarana pengolah limbah cair
b. Dengan teknologi biotek, dimana
lagi.
limbah dari toilet masuk ke dalam
Minimnya sarana sanitasi ini
reaktor biotek. Teknologi ini
menyebabkan air limbah dari septik tank
menggunakan proses kombinasi
maupun dari kamar mandi dan cucian sering
anaerobik dan aerobik. Tahap
meluap ke atas permukaan sehingga
pertama limbah masuk ke dalam
menimbulkan genangan limbah. Kejadian
proses anaerobik, kemudian
semacam ini hampir terjadi setiap hari pada
dilanjutkan dengan proses aerobik
saat fluktuasi sumber limbah maksimal (pagi
dengan memanfaatkan blower udara
dan sore hari).
sebagai suplai udara dari luar.

Perencanaan Instalasi... J.Tek.Ling. 9 (1): 31-40 35


Gambar 2. Masalah-masalah IPAL yang muncul

Kondisi demikian jika tidak diatasi 6. PERENCANAAN IPAL RUSUN KARANG


dengan segera dapat membahayakan ANYAR
terhadap kesehatan masyarakat di rusun
Dalam merencanakan suatu IPAL, maka
maupun di sekitarnya karena air kotor
perlu ditempuh beberapa langkah
tersebut banyak sekali mengandung
pengerjaan yang dimulai dari survai
berbagai bakteri dan sumber penyakit
lapangan, analisa laboratorium, analisis
lainnya. Dampak dari limbah ini tidak hanya
data dan pemilihan teknologi (proses) yang
menimbulkan berbagai penyakit saja, tetapi
akan digunakan4). Jika langkah-langkah
dampak sosial juga akan muncul akibat
tersebut telah ditempuh baru dilakukan disain
konflik pembuangan limbah ini.
IPAL yang direncanakan. Pekerjaan tidak
Kondisi instalasi pengolahan air limbah
hanya sampai di sini, pemilihan peralatan
(IPAL) atau septik tank komunal yang ada
perlu dilakukan dengan tepat. Setiap unit
saat ini, masyarakat sebagian besar
alat (pompa, blower, bahan bangunan)
(28,21%) menilai kondisinya sedang-sedang
mempunyai karakteristik yang berbeda dan
saja terkadang muncul masalah, tapi
harus disesuaikan dengan sifat-sifat limbah
umumnya masyarakat (23,08% dan
yang akan diolah serta kondisi
20,51%) menyatakan IPAL tersebut
lingkungannya.
kondisinya sangat jelek dan tidak memenuhi
Pemilihan proses, sistem dan
persyaratan serta sering bermasalah.
spesifikasi alat yang tidak tepat atau disain
Hanya 2,56% penghuni menilai baik dan
IPAL yang salah akan menimbulkan
tidak ada masalah.
berbagai persoalan di dalam IPAL itu sendiri,
Masalah-masalah yang sering timbul
misalnya :
pada IPAL saat ini adalah penghuni sebagian
besar (28,21%) mengatakan sering timbul 1. Biaya investasi, operasional maupun
bau yang tak sedap, kemudian 23,08% perawatannya akan menjadi mahal,
penghuni menyatakan selain bau yang 2. Sistem tidak dapat bekerja secara
timbul juga sering luber/meluap serta sering optimal,
bocor dan kondisi IPAL yang tidak rapi.
36 Yudo, S. dan Setiyono. 2008
3. Hasil olahan tidak seperti yang Beberapa hal yang perlu dipertimbang-
diinginkan, kan lagi jika pengguna IPAL terdapat lebih
4. Sulit dalam pengendalian/operasional, dari satu atau IPAL yang akan dibangun
5. Peralatan cepat rusak (korosi, panas, merupakan IPAL terpadu yang akan
tidak awet dll). dimanfaatkan untuk mengolah limbah yang
Untuk menghindari hal-hal seperti bersumber dari beberapa lokasi/sumber,
tersebut di atas, maka dalam perencanaan yaitu :
suatu IPAL harus dilakukan tahap demi
tahap seperti tersebut di atas dan diikuti juga 1. Lokasi IPAL.
upaya minimisasi limbah, manajemen 2. Bagaimana hubungan antar pengguna/
pengelolaan limbah, sampai dengan pengelola.
pemilihan teknologi dan sistemnya.
Dalam satu jenis limbah dengan 3. Bagaimana sistem instalasi saluran
karakteristik tertentu terkadang limbah antar gedung.
mengandung berbagai macam bahan 4. Bagaimana sistem pembiayaannya
pencemar di dalamnya, yang mana setiap (investasi, operasional &
jenis polutan tersebut mempunyai sifat-sifat perawatannya).
yang berlainan. Jika menghadapi limbah
5. Siapa penanggung jawab IPAL.
seperti ini, maka diperlukan teknik-teknik
untuk mengkombinasikan proses maupun 6. Bagaimana kesepakatan antar
sistem yang akan digunakan, yang mana pengelola.
sistem manajemen limbah dari sumbernya 7. Apakah diperlukan unit pre-treatment
juga memegang peran yang sangat penting. pada setiap sumber.
Gambar 3 dan 4 menunjukkan diagram
8. Berapa karakteristik standar limbah
alir perencanaan IPAL sampai dengan
yang boleh masuk ke IPAL terpadu/
operasionalnya. Perencanaan IPAL rusun
komunal.
Karang Anyar yang dilakukan menganut
proses seperti pada diagram alir tersebut.

Gambar 3. Tahapan Awal Perencanaan & Gambar 4. Tahapan Lanjutan Perencanaan


Pembangunan IPAL dan Pembangunan IPAL
Perencanaan Instalasi... J.Tek.Ling. 9 (1): 31-40 37
Sumber Limbah dan Penyebarannya 1. Efisiensi pengolahan dapat mencapai
Secara keseluruhan kebutuhan air bersih standar baku mutu lingkungan.
penghuni rusun Karang Anyar adalah 132,8 2. Pengelolaannya harus mudah.
m3/hari. Hampir seluruh air tersebut, setelah 3. Konsumsi energi sedapat mungkin
digunakan akan dibuang menjadi limbah rendah.
sehingga jumlah limbah yang dihasilkan juga 4. Biaya operasinya rendah.
132,8 m3/hari. Ada tiga sumber limbah cair 5. Lumpur yang dihasilkan sedapat
yang utama, yaitu limbah cair dari kamar mungkin kecil.
mandi dan cuci pakaian, limbah cair dari 6. Dapat digunakan untuk air limbah
dapur dan limbah dari toilet. Saat ini dengan beban BOD yang cukup besar.
pengelolaan hanya limbah dari toilet saja 7. Dapat menghilangkan padatan
yang diolah, sedangkan limbah dari kamar tersuspensi (SS) dengan baik.
mandi, cucian dan dapur langsung 8. Perawatannya mudah dan
disalurkan ke saluran umum dengan sederhana.0 Berdasarkan kriteria
menggunakan pipa PVC. tersebut di atas untuk pengolahan air
Sumber limbah sebesar 132,8 m3/hari limbah domestik teknologi yang banyak
tersebut tersebar dari 8 blok dalam digunakan saat ini adalah kombinasi
bangunan rusun yang ada (Lihat Tabel 4). proses biofilter anaerob- aerob.
Limbah dikelola berdasarkan blok lokasi
terdekat, dimana ada yang satu bangunan Kapasitas dan Dasar Disain IPAL
dilengkapi dengan satu sarana pengelolaan, Berdasarkan data jumlah penghuni dan
ada juga yang satu sarana pengelolaan jumlah standar kebutuhan air bersih
digunakan oleh beberapa gedung/bangunan. perorang perhari, maka rusun Karang Anyar
Secara detil sistem pembagian blok dalam akan menghasilkan limbah sebesar 132,8
mengelola limbah tersebut dapat dilihat pada m3/hari. Dengan demikian maka IPAL rusun
Gambar 6. Karang Anyar didisain dengan faktor
Sumber limbah tersebut dibagi dalam keamanan kenaikkan jumlah limbah sebesar
8 bagian yang masing-masing bagian 10%, sehingga IPAL didisain dengan
dilengkapi dengan sarana septik tank atau kapasitas 146,1 m3/hari (dibulatkan 150 m3/
biotek. hari).
Kriteria Perencanaan IPAL Sedangkan standar kualitas limbah
yang akan diolah berdasarkan hasil analisa
Pemilihan proses pengolahan air limbah kualitas limbah domestik yang telah
domestik yang digunakan didasarkan atas dilakukan. Dengan demikian maka standar
beberapa kriteria3) antara lain : disain tersebut secara lengkap dapat dilihat
pada Tabel 5.

Tabel 4. Jumlah limbah dari setiap blok

38 Yudo, S. dan Setiyono. 2008


Tabel 5. Standar Disain IPAL Rusun Karang ke sumur resapan.
Anyar

Sistem Yang Diajukan

Sesuai dengan Keputusan Menteri


Lingkungan Hidup Nomor 112 tahun 2003
tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik,
maka semua kegiatan yang menghasilkan
limbah domestik harus mengolah limbahnya Gambar 5. Sistem jaringan Air Limbah
sampai memenuhi baku mutu yang berlaku. Yang Diajukan
Berdasarkan keputusan tersebut, maka
IPAL yang direncanakan ini juga akan 7. PENUTUP
mengolah semua limbah cair yang
dihasilkan dari rusun, yaitu limbah cair dari Secara umum kondisi pengolahan
toilet, limbah cair dari kamar mandi dan limbah domestik di rusun Karang Anyar saat
limbah cair dari dapur. Limbah yang berasal ini beroperasi hanya 50 % saja. Dari 4
toilet disalurkan ke dalam septik tank buah septik tank hanya 2 buah yang masih
terlebih dahulu. Septik tank ini dibangun berfungsi dan biotek sebagai sarana
dengan menggunakan beton yang kedap air, pengolah limbah cair ada 6 buah, sedangkan
sehingga cairan yang ada akan keluar yang berfungsi hanya 3 buah. Tentunya
secara over flow melalui lubang pengeluaran sarana IPAL ini sangat kurang sekali jika
menuju bak penampungan. Dari bak dibandingkan dengan jumlah limbah yang
penampungan ini limbah dipompa menuju harus diolah.
bak ekualisasi di lokasi IPAL. (Lihat Gambar Sedangkan limbah dari aktivitas mandi,
5). cuci dan dapur dibuang langsung ke saluran
Limbah yang berasal dari kamar mandi, umum tanpa diolah terlebih dahulu,
cucian dan dapur disalurkan menuju bak sehingga hal ini masih melanggar ketentuan
penampungan sementara. Di bak per-undangan lingkungan yang berlaku.
penampung-an ini limbah akan tercampur Penghuni rusun sebagian besarpun
dengan limbah hasil over flow dari septik meyatakan bahwa kondisi IPAL saat ini
tank. Bersama-sama dengan limbah dari kondisinya tidak baik, tidak memenuhi
over flow septik tank ini limbah dipompa persyaratan sebagai IPAL dan sering
menuju bak ekualisasi di lokasi IPAL. Dari menimbulkan masalah. Masalah yang sering
bak ekualisasi, limbah dipompa dan diatur muncul adalah bau, kemudian air limbah
debitnya untuk diolah dalam IPAL yang sering meluap/luber, bocor dan kondisi IPAL
tersedia. yang tidak rapih.
Air hujan yang selama ini tercampur Perencanaan pembangunan IPAL yang
dengan air limbah dipisahkan dengan sistem diharapkan harus memenuhi beberapa
perpipaan tersendiri, kemudian disalurkan kriteria antara lain: pengelolaan dan

Perencanaan Instalasi... J.Tek.Ling. 9 (1): 31-40 39


perawatannya mudah dan sederhana, DAFTAR PUSTAKA
konsumsi energi serendah mungkin, biaya
1. Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun
operasinya rendah, dapat mengolah limbah
2001, Tentang pengendalian
dengan beban BOD yang cukup besar,
Pencemaran Air
dapat menghilangkan padatan tersuspensi
(SS) dengan baik, hasil pengolahan dapat 2. Kantor Menteri Negara Lingkungan
mencapai standar baku mutu lingkungan. Hidup, 2003, Keputusan Menteri
Sistem IPAL yang akan dibangun harus Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun
mengolah semua limbah cair yang 2003 tentang Baku Mutu Air Limbah
dihasilkan dari semua aktivitas di rusun Domestik.
Karang Anyar. Limbah yang berasal dari toilet
3. Sugiharto, 1987. Dasar-dasar
disalurkan kedalam septik tank yang kedap
Pengelolaan Limbah, UI Press, Jakarta.
air kemudian cairan secara overflow menuju
bak penampungan bersama-sama limbah 4. Metcalf and Eddy, Inc. Wastewater
cair dari kamar mandi dan dapur. Dari bak Engineering, Treatment, Disposal and
penampungan limbah cair dipompa ke IPAL. Reuse, McGraw-Hill, Inc. 1979.

LAMPIRAN :

Gambar 6. Denah Rusun Karang Anyar

40 Yudo, S. dan Setiyono. 2008

Beri Nilai