Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Banyak peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan proses dari
reaksi kimia. Salah satunya adalah adalah reaksi kimia yang bisa menimbulkan
energi listrik yang bisa memudahkan manusia dalam melakukan kegiatan,
misalnya dalam industri pembuatan baterai, aki, dan lain-lain yang bisa
mengantarkan arus listrik. Reaksi kimia yang bisa menghantarkan listrik
berhubungan sekali dengan sel elektrokimia, karena dalam sel elektrokimia terjadi
reaksi antar ion anode dan ion katode yang bisa menghantarkan arus listrik.
Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dan reaksi
kimia. Elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan
dengan banyaknya elektron yang dimiliki. Dengan kata lain adalah cabang ilmu
kimia yang berhubungan dengan arus listrik dan potensial (Atkins, 1999). Metode
elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks, yakni gabungan
dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang
sama/berbeda dalam suatu sistem elektrokimia. Sistem elektrokimia meliputi sel
elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Secara garis besar, sel elektrokimia dapat
digolongkan menjadi sel volta dan sel elektrolisis. Sel volta adalah sel
elektrokimia yang dapat menyebabkan terjadinya energi listrik dari suatu reaksi
redoks yang spontan. Sedangkan sel elektrolisis adalah sel yang menggunakan
arus listrik untuk menghasilkan reaksi redoks (Pangganti, 2011).
Elektrokimia memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari dan
industri misalnya aki, baterai, penyepuhan dan lain-lain. Selain itu, dalam bidang
analisis kimia elektrokimia juga memiliki peranan yang sangat penting seperti
proses elektroanalisis, elektrosintesis, elektrokoagulasi, elektrodialisis,
elektrowinning, elektrofining, dan elektroplating (Rocky, 2012). Untuk itu, dalam
makalah ini akan dibahas beberapa terkait elektrokimia diantaranya pengertian
elektrokimia, penggolongan serta peranannya dalam bidang analisis kimia.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan beberapa
rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apakah yang dimaksud dengan elektrokimia?
2. Bagaimana penggolongan sel elektrokimia?
3. Bagaima peranan elektrokimia dalam bidang analisis kimia?

1.3 Tujuan Penulisan


Sejalan dengan rumusan masalah di atas, adapun tujuan dari penulisan
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian elektrokimia.
2. Mengetahui penggolongan sel elektrokimia.
3. Mengetahui peranan elektrokimia dalam bidang analisis kimia.

1.4 Manfaat Penulisan


Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini adalah
memberikan informasi kepada pembaca mengenai elektrokimia dan
penggolongannya (sel volta dan sel elektrolisis), serta peranannya dalam bidang
analisis kimia (elektroanalisis, elektrosintesis, elektrokoagulasi, elektrodialisis,
elektrowinning, elektrofining, dan elektroplating).

1.5 Metode Penulisan


Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode
kepustakaan yakni mengumpulkan data yang diperlukan dari bahan-bahan
referensi seperti buku, diktat kuliah, makalah, jurnal dan internet yang
bersangkutan dengan topik yang akan dibahas oleh penulis.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Elektrokimia


Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari aspek elektronik dan reaksi kimia.
Elemen yang digunakan dalam reaksi elektrokimia dikarakterisasikan dengan banyaknya
elektron yang dimiliki dengan kata lain, Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari
hubungan antara perubahan (reaksi) kimia dengan kerja listrik, yang biasanya melibatkan
sel elektrokimia yang menerapkan prinsip reaksi redoks dalam aplikasinya.
Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan elektron elektron bebas dari suatu
logam kepada komponen di dalam larutan. Kesetimbangan reaksi elektrokimia penting
dalam se lgalvani (yang menghasilkan arus listrik) dan sel elektrolisis (yang menggunakan
arus listrik). Pengukuran daya gerak listrik (DGL) suatu sel elektrokimia dalam jangkauan
suhu tertentu dapat digunakan untuk menentukan nilai nilai termodinamika reaksi yang
berlangsung serta koefisienaktifitas dari elektrolit yang terlibat.
Sel elektrokimia adalah alat yang digunakan untuk melangsungkan perubahan di
atas. Dalam sebuah sel, energi listrik dihasilkan dengan jalan pelepasan elektron pada suatu
elektroda(oksidasi) dan penerimaan elektron pada elektroda lainnya (reduksi). Elektroda
yang melepaskan elektron dinamakan anoda sedangkan elektroda yang menerima elektron
dinamakan katoda. Jadi sebuah sel elektrokimia selalu terdiri :
a) Anoda : Elektroda tempat berlangsungnya reaksi oksidasi
b) Katoda : Elektroda tempat berlangsungnya reaksi reduksi.
c) Larutan elektrolit, larutan ionik dapat menghantarkan arus, larutan ionik dianggap
seperti resistordalam suatu sirkuit maka ukuran dari sifat-sifat larutan adalah
tahanan, R, (atau ekuivalent dengan konductan, L) mengikuti hukum Ohm.

3
2.2 Penggolongan Sel Elektrokimia
Pengolongan sel elektrokimia antara lain:
2.2.1 Sel Galvani / Sel Volta
Sel Volta atau sel galvani adalah sel elektrokimia yang melibatkan raksi
redoks dan menghasilkan arus listrik. Sel volta terdiri atas elektroda tempat
berlangsungnya reaksioksidasi disebut anoda (electrode negative), dan tempat
berlangsungnya reaksi reduksi disebut katoda (electrode positif). Susunan sel volta
adalah :

Gambar 2.1 Notasi sel : Y / ion Y // ion X / X


Logam X mempunyai potensial reduksi yang lebih positip dibanding
logam Y , sehingga logamY bertindak sebagai anoda dan logam X bertindak
sebagai katoda. Jembatan garam mengandung ion-ion positif dan ion-ion negatif
yang berfungsi menetralkan muatan positif dan negatif dalam larutan elektrolit.
Salah satu aplikasi sel galvani adalah penggunaan sel Zn/Ag2O3 untuk baterai jam.

2.2.2 Sel Elektrolisis


Sel elektrolisis adalah sel yang menggunakan arus listrik. Pada sel
elektrolisis, reaksi kimia tidak terjadi secara spontan tetapi melalui perbedaan
potensial yang dipicu dari luar sistem. Anoda berfungsi sebagai elektroda
bermuatan positif dan katoda bermuatan negatif, sehingga arus listrik mengalir dari
anoda ke katoda. Sel elektrolisis banyak digunakan untuk produksi alumunium
atau pemurnian tembaga

2.3 Aplikasi Elektrokimia dalam Bidang Analisis Kimia


Elektrokimia memiliki banyak metode yang digunakan dalam bidang analisis
kimia. Namun, aplikasi / metode-metode tersebut sangat jarang kita dengarkan. Sesuai
dengan namanya, metode elektrokimia adalah metode yang didasarkan pada reaksi redoks,
yakni gabungan dari reaksi reduksi dan oksidasi, yang berlangsung pada elektroda yang
sama/berbeda dalam suatu sistim elektrokimia.

4
Sistem elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sel
elektrokimia yang menghasilkan listrik karena terjadinya reaksi spontan di dalamnya di
sebut sel galvani. Sedangkan sel elektrokimia di mana reaksi tak-spontan terjadi di
dalamnya disebut selelektrolisis. Peralatan dasar dari sel elektrokimia adalah dua elektroda
-umumnya konduktor logam yang dicelupkan ke dalam elektrolit konduktor ion (yang
dapat berupa larutan maupun cairan) dan sumber arus. Karena didasarkan pada reaksi
redoks, pereaksi utama yang berperan dalam metode ini adalah elektron yang di pasok dari
suatu sumber listrik.
Sesuai dengan reaksi yang berlangsung, elektroda dalam suatu sistem elektrokimia
dapat dibedakan menjadi : katoda, yakni elektroda di mana reaksi reduksi (reaksi katodik)
berlangsung dan anoda di mana reaksi oksidasi (reaksi anodik) berlangsung.

2.3.1 Elektroanalisis
Kimia elektroanalisis merupakan metode analisis kuantitatif berdasarkan
pengukuransifat larutan analit (sebagai bagian dari elektrokimia). Sistem
pengukuran terdiri dari :
a) Elektrolit yang mampu menghantarkan arus listrik.
b) Alat ukur ( rangkaian luar), untuk mengukur signal listrik.
c) Elektroda, koduktor yang berfungsi mengabungkan system alat ukur
denganelektrolit.
Contoh metoda elektroanalisis adalah potensiometrik. Potensiometrik
adalah satu cara elektrokimia untuk analisa ion secara kuantitatif berdasarkan
pengukuran potensial dari elektroda yang peka terhadap ion yang bersangkutan.
Potensiometri digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu ion, pH larutan , dan
titik akhir titrasi. Potensiometri digunakan sebagai salah satu metodeuntuk
mengukur konsentrasi suatu larutan,yang dijelaskan melalaui persamaan Nerst.
Elemen yang digunakan dalam potensiometri adalah Elektroda
pembanding, elektrodaIndikator, jembatan garam dan larutan yang dianalisis.
Elektroda pembanding dibagi menjadi dua, yaitu elektroda pembanding primer
dan elektroda pembanding skunder (elektroda kalomel dan elektroda perak).
Elektroda Indikator dibagi menjadi dua yaitu elektroda logam dan elektroda
membran. Elektroda Logam terdiri dari tiga macam, antara lain elektroda jenis
pertama, kedua dan ketiga. Sedangkan elektroda membran dibagi menjadi

5
elektroda membran kaca, elektroda membran padat, elektroda membran cair dan
elektroda membran gas. Proses titrasi potensiometri dapat dilakukan dengan
bantuan elektroda indikator dan elektroda pembanding yang sesuai. Cara
potensiometri ini bermanfaat bila tidak ada indikator yang cocok untuk
menentukan titik akhir titrasi .

2.3.2 Elektrosintesis
Teknik / metode elektrosintesis adalah suatu cara untuk mensintesis atau
memproduksi suatu bahan yang didasarkan pada teknik elektrokimia. Pada
metode ini terjadi perubahan unsur / senyawa kimia menjadi senyawa yangsesuai
dengan yang diinginkan. Penggunaan metode ini oleh para peneliti dalam
mensintesis bahan didasarkan oleh berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti
peralatan yang diperlukan sangat sederhana, yakni terdiri dari dua/tiga batang
elektroda yang dihubungkan dengan sumberarus listrik, potensial elektroda dan
rapat arusnya dapat diatur sehingga selektivitas dan kecepatan reaksinya dapat
ditempatkan pada batas-batas yang diinginkan melalui pengaturan besarnya
potensial listrik serta tingkat polusi sangat rendah dan mudah dikontrol.
Dari keuntungan yang ditawarkan menyebabkan teknik elektrosintesis
lebih menguntungkan dibandingkan metode sintesis secara konvensional, yang
sangat dipengaruhi oleh tekanan, suhu, katalis dan konsentrasi. Selain itu proses
elektrosintesis juga dimungkinkan untuk dilakukan pada tekanan atmosfer dan
pada suhu antara 100-9000C terutama untuk sintesis senyawa organik, sehingga
memungkinkan penggunaan materi yang murah.

Prinsip Elektrosintesis
Prinsip dari metode elektrosintesis didasarkan pada penerapan teori-teori
elektrokimia biasa sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Baik teknik
elektrosintesis maupun metodesintesis secara konvensional, mempunyai variabel-
variabel yang sama seperti suhu, pelarut, pH, konsentrasi reaktan, metode
pencampuran dan waktu. Akan tetapi perbedaannya, jika dielektrosintesis
mempunyai variabel tambahan yakni variabel listrik dan fisik seperti
elektroda, jenis elektrolit, lapisan listrik ganda, materi/jenis elektroda,
jenis sel elektrolisis yang digunakan, media elektrolisis dan derajat

6
pengadukan. Pada dasarnya semua jenis sel elektrolisis termasuk elektrosintesis
selalu berlaku hukum Faraday yakni :
1. Jumlah perubahan kimia yang terjadi dalam sel elektrolisis, sebanding dengan
muatan listrik yang dilewatkan di dalam sel tersebut.
2. Jumlah muatan listrik sebanyak 96.500 coulomb akan menyebabkan
perubahan suatu senyawa sebanyak 1,0 gram ekivalen (grek).
Sebelum melaksanakan elektrosintesis, sangatlah penting untuk
memahami reaksi yang terjadi pada elektroda. Di dalam sel elektrolisis akan terjadi
perubahan kimia pada daerah sekitar elektroda, karena adanya aliran listrik. Jika
tidak terjadi reaksi kimia, maka elektroda hanya akan terpolarisasi, akibat potensial
listrik yang diberikan.
Reaksi kimia hanya akan terjadi apabila ada perpindahan elektron dari
larutan menuju ke elektroda (proses oksidasi), sedangkan pada katoda akan terjadi
aliran elektron dari katoda menuju ke larutan (proses reduksi). Proses perpindahan
elektron dibedakan atas perpindahan elektron primer, artinya materi pokok
bereaksi secara langsung pada permukaan elektroda, sedangkan pada perpindahan
elektron secara sekunder, elektron akan bereaksi dengan elektrolit penunjang,
sehingga akan dihasilkan suatu reaktan antara (intermediate reactan), yang akan
bereaksi lebih lanjut dengan materi pokok di dalam larutan. Reaktan antara ini
dapat dihasilkan secara internal maupun eksternal.
Perpindahan elektron secara primer :
O + ne P
Perpindahan elektron secara sekunder :
X + ne I, O + I P

Aplikasi Metode Elektrosintesis


Metode elektrosintesis telah banyak dimanfaatkan oleh para peneliti
dalam mensintesis senyawa organik (elektrosintesis organik) dan elektrosintesis
bahan konduktor organik serta yang tak kalah bergengsinya dan sedang
dikembangkan saat ini adalah pemanfaatan polutan menjadi senyawa yang
bermanfaat melalui metode elektrosintesis.

7
Aplikasi di luar yang penulis ketahui sebagaimana tersebut di atas
mungkin telah sangat jauh berkembang karena memang sifat ilmu pengetahuan
yang dinamis dan selalu berkembang seiring waktu.
Untuk sintesis bahan organik, didasarkan pada reaksi penggabungan,
substitusi, siklisasidan reaksi eliminasi yang diikuti pengaturan kembali secara
elektrokimia. Ini berbeda dengan metode secara konvensional yang memakai
dasar reduksi aldehid, oksidasi alkohol, reduksisenyawa nitro dan oksidasi
senyawa sulfur. Kesulitan yang timbul selama elektrosintesis organik yakni apabila
zat antara yang diinginkan memiliki kestabilan yang rendah, cara mengatasinya
adalah dengan menyediakan zat perangkap (trapping agent) di dalam larutan
dengan syarat zat perangkap ini tidak bereaksi dengan zat elektroaktif dan tidak
mengalami elektrolisis.
Beberapa contoh dari elektrosintesis organik adalah pembuatan chiral
drug untuk industri farmasi, sintesis p-aminofenol melalui reduksi nitrobenzena
secara elektrolisis, pembuatan soda (NaOH) dan asam sulfat (H 2SO4) dari
Na2SO4 melalui proses splitting electrochemis, reduksisenyawa
Triphenylbiomoethylene menjadi Triphenilethylene dan Triphenylethan serta
ratusan senyawa organik lainnya yang telah berhasil dibuat untuk keperluan bahan
baku obat. Untuk skala perusahaan/pabrik telah dilakukan oleh Perusahan
Monsanto (Kanada) dengan memproduksi adiponitril (bahan dasar nylon 6,6) dan
produksi fluorokarbon oleh Perusahaan Philips (Belanda).

2.3.3 Elektrokoagulasi
Elektrokoagulasi merupakan proses yang dilewati oleh arus listrik
pada air. Hal tersebut telahdibuktikan betapa efisiennya proses tersebut untuk
menghilangkan kontaminan di dalam air.
Elektrokoagulasi mempunyai efisiensi yang tinggi dalam
penghilangan kontaminan dan biaya operasi yang rendah. Proses ini berdasarkan
pada prinsip ilmu dimana adanya respon air yang mengandung kontaminan
terhadap medan listrik melalui reaksi reduksi dan oksidasi dan dapat
menghilangkan beberapa kation berat 99% serta dapat mengurangi

8
mikroorganisme dalam air. Beberapa ion-ion lainnya dan koloid-koloid dapat
dihilangkan.
Elektrokoagulasi (EC) merupakan bukan teknologi terbaru.
Pengolahan limbah cairdengan menggunakan EC telah dipraktekan sejak abad ke-
20 (100 tahun yang lalu) dengan keberhasilan proses yang terbatas. Dengan
menggunakan listrik untuk mengolah air merupakan hal pertama yang dilakukan
di Inggris pada tahun 1889 dan aplikasi dari elektrolisis pada mineral
beneficiation telah dipatenkan oleh Elmore padatahun 1904. Prinsip proses EC
telah digunakanuntuk mengolah air bilge dari kapal-kapal dan dipatenkan
pertama kali oleh A. E. Dietrichpada tahun 1906.
Mekanisme Proses elektrokoagulasi sebuah reaktor
elektrokoagulasi adalah sel elektrokimia dimana anoda korban (biasanya
menggunakan aluminium atau besi) digunakan sebagai agen akoagula.
Secara simultan, gas-gaselektrolit dihasilkan (hidrogen pada katoda).
Beberapa material elektroda dapat dibuat dari aluminium, besi, stainless steel dan
platina. Aluminium merupakan material anoda yang sering digunakan. Persamaan
(1) menjelaskanpelarutan anode aluminium :
Al3++ 3e- Al .................................. (1)
Secara simultan, reaksi katodik biasanya terjadi perubahan hidrogen.
Reaksi ini terjadi pada katoda dan tergantung pada pH Pada pH netral atau alkali,
hidrogen diproduksi melalui persamaan (2) :
2H2O+ 2e-OH-+H2...........................(2)
ketika dalam kondisi asam, persamaan (3) dapat menjelaskan dengan baik
perubahan hidrogen pada katoda.
2H++2e-H2................................. (3)

2.3.4 Elektrodialisis
Elektrodialisis adalah gabungan antara elektrokimia dan penukaran
ion. Elektrodialisis yang disingkat ED merupakan proses pemisahan elektrokimia
denganion-ion berpisah melintas membran selektif anion dan kation dari larutan
encerkelarutan membran lebih pekat akibat aliran arus searah atau DC.sedangkan
ED-Balikan atau ED-Reversal atau (EDR) adalah proses ED
namunkutub/polaritas elektroda-elektrodanya dibalik dengan daur waktu tertentu,
sehingga membalik pula arah gerak ion dalam jajaran membrannya.

9
Sistem ini digunakan untuk mengubah air payau menjadi air minum
atau untuk memekatkan buangan atau limbah agar dapat dipakai ulang atau juga
sebagai pralakuan atas umpan air padatan total terlarut (PTT) tinggi sebelum
masuk kesistem penukaran ion.

2.3.5 Elektrowining
Elektrowinning adalah proses elektrokimia yaitu proses pengendapan
logam pada kutub katoda menggunakan arus listrik yang mengalir dalam larutan
elektrolit (hasil dari pelarutan),hasil yang diperoleh pada kutub katoda adalah
lumpur logam emas dan perak yang disebut cake yang dapat langsung dilebur
(smelting).
Elektrowinning adalah cara terbaru dan paling efesien digunakan
dalam ekstraksi emas dan perak yang terdapat di air kaya / PLS ( Pregnant Liquid
Solution ) dengan prinsip elektrolisa (reaksi redoks) dalam sebuah kompartemen.
Proses ini melibatkan penggunaan larutan alkalisianida sebagai elektrolit dalam
suatu sel sebagai anoda dan katoda antara lain dapat menggunakan. Reaksi sel
yang terjadi adalah anoda :
2OH- O2+ H2O + 2e-
Kotoda : 2Au(CN) + 2e 2Au + 4CN-
2- -

Overall : 2Au(CN)2- + 2OH- 2Au + O2+ H2O + 4CN-


Pada proses electrowinning akan melepaskan gas H+ membuat pH
menjadi turun sehingga berisiko mengasilkan gas HCN. Gas ini sangat berbahaya
dan bersifat korosif terhadap anoda, untuk itu larutan alkali sianida harus dijaga
pada pH 12,5. Parameter suatu proses electrowinning dapat dikatakan selesai
apabila telah sesuai dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengendapnya logam
berharga yang diinginkan dikatoda dengan kadar yang tinggi.
Untuk mengetahui berapa lama suatu proses electrowinning
berlangsung hingga mencapai kadar endapan logam berharga yang diinginkan,
maka dapat dihitung berdasarkan Hukum Faraday:
W = W total W katoda
Ar .i .t
W= ZF

10
W . Z. F
Sehingga t = Ar . i

Keterangan:
W = berat endapan (gram)
Ar = berat atom logam (gram)
I = arus yang digunakan (Ampere)
t = waktu yang digunakan untuk pengendapan logam berharga di katoda
Z = muatan ion
F = konstanta faraday, 96.500

Mekanisme Elektowinning
Aliran listrik dialirkan melalui elektroda yang tercelup di larutan
kaya,menyebabkan logamberharga mengendap di katoda.
2.3.6 Elektrofining
Proses elektrolitik yang dilakukan untuk pemurnian logam yang
biasanya telah mengalami pemurnian dengan cara lain, dengan harapan mencapai
kemurnian setinggi-tingginya. Biasanya, terdapat 2 metoda yang digunakan :

1. Bullion Kadar Ag Tinggi Proses elektrorfining adalah proses pertama, dengan


prinsip yang sama dengan elektrowinning. Tetapi anoda untuk ini adalah
Bullion, dan AgNO3 adalah larutan. Perak pada katoda dan emas pada anoda,
lalu peleburan dilakukan untuk

11
mendapatkan batangan emas dan perak. Kita harus melakukan elektrolisis
untuk mendapatkan kadar 99,99%, dan larutan pada elektrolisis emas adalah
Au(Cl)2-.
2. Bullion Kadar Au Tinggi Bullion dilebur langsung dengan aliran gas Cl2, gas
klorin akan mengambil Au dan kita akan mendapatkan batangan Au dan Ag.
Kita juga harus melakukan elektrolisis untuk mendapatkan kadar 99,99%,
dan larutan pada elektrolisis emas adalah Au(Cl)2-

2.3.7 Elektroplating
Elektroplating merupakan salah satu cabang dari ilmu kimia
(elektrokimia) yang membahastentang energi atau arus listrik yang menyebabkan
suatu reaksi atau perubahan kimia sertaenergy listrik yang di hasilkan melalui suatu
reaksi kimia, hasil reaksi reaksi pada suhu yangamat tinggi melalui perubahan
energi listrik menjadi panas.
Dalam elektroplating proses yang terjadi adalah melalui elektroforesis
yaitu gerakan partikel koloid dalam medan listrik dengan menghasilkan dua
elektrode (suatu penghantar yang dapat berbentuk batangan, kepingan, atau kawat
yang digunakan untuk memancarkan atau mengendalikan aliran partikel-partikel
yang bermuatan, baik dalam suatu cairan, gas, atau semikonduktor). Yang dialiri
arus kearah, koloid bermuatan negatif bergerak kearah anode, sedangkan koloid
bermuatan positif ke katode. Proses ini digunakan untuk memisahkan atau
penguraian campuran. Setelah koloid itu terpisah atau melapisi anode tersebut
sehingga terbentuk lapisan tipis yang biasanya disebut plate.
Proses elektroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat
teknologi suatu material.Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis
dengannikel adalah bertambahnya dayatahan material tersebut terhadap korosi,
serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik,

12
terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah
mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya.

13
BAB III
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Dari uraian makalah ini dapat disimpulkan bahwa :
1. Elektrokimia adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara perubahan (reaksi)
kimia dengan kerja listrik, yang biasanya melibatkan sel elektrokimia yang
menerapkan prinsip reaksi redoks dalam aplikasinya.
2. Aplikasi elektrokimia dalam bidang analisis kimia diantaranya yaitu :
a. Elektroanalisis,
b. Elektrosintesis,
c. Elektrokoagulasi,
d. Elektrodialisis,
e. Elektrowining,
f. Elektrofining, dan
g. Elektroplating.

14
DAFTAR PUSTAKA

Basset, J. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif


Anorganik. Jakarta :
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Khopkar. 1985. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Penerbit
Universitas
Indonesia.
Purnawan, C. 2014. Analisis Elektrokimia. Surakarta : Kimia FMIPA
UNS.
Underwood. 1996. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta : Penerbit
Erlangga.

15