Anda di halaman 1dari 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan tak terkecuali tumbuhan. Sebab
pertumbuhan merupakan salah satu ciri dari suatu hal dianggap makhluk hidup selain
berkembang, bergerak, bernapas dan membutuhkan makanan. Pertumbuhan setiap tumbuhan
ditentukan dan dipengaruhi oleh banyak hal baik dari faktor internal yang berasal dari dalam
tubuh tumbuhan itu sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sekitar tempat
tumbuhan itu tumbuh. Faktor-faktor internal dari setiap tumbuhan berbeda setiap makhluknya
bahkan dalam satu jenis tumbuhan serta dalam satu varietas memilki faktor internal yang
berbeda. Tidak semua jenis tumbuhan memilki kadar hormon auksin, sitokinin, dll dalam kadar
yang sama. Selain faktor internal yang berbeda faktor eksternalpun sangat berbeda dan sangat
berpengaruh, seperti intesitas cahaya, kadar nutrisi dan air.

Kacang hijau merupakan salah satu hasil pertanian di Indonesia. Meskipun bukan
merupakan komoditas utama, peranan pertanian kacang hijau sangat penting. Hal ini disebabkan
karena permintaan pasar akan kacang hijau yang cukup besar. Kacang hijau memiliki manfaat
yang sangat berguna bagi manusia khususnya dalam hal kesehatan karena kacang hijau memiliki
beberapa kelebihan di antara spesies kacang-kacangan lainnya di antaranya antioksidan yang
terkandung di dalamnya dapat membantu proses penuaan dan mencegah penyebaran sel kanker,
kandungan vitamin E-nya membantu meningkatkan kesuburan, menjaga keasaman lambung dan
memperlancar pencernaan karena bersifat alkalis/basa, bahkan bermanfaat juga untuk
kecantikan, yaitu membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda-noda
hitam pada wajah, menyembuhkan jerawat, menyuburkan rambut dan melangsingkan tubuh.1

Selain laris di pasaran karena manfaatnya yang sangat banyak, kini banyak petani mulai
meningkatkan produksi kacang hijau, bahkan dapat mengalahkan pamor kacang kedelai yang
notabene merupakan bahan dasar makanan kegemaran masyarakat Indonesia seperti tahu, tempe,
dan kecap. Hal ini disebabkan karena lebih mudah penanaman kacang hijau dibandingkan

1 Poskota.co.id/berita-terkini/2009/11/15/manfaat-kacang-hijau-untuk-kesehatan.
Diakses pada tanggal 28 Agustus 2012

1
dengan kacang kedelai selain itu harga kacang hijau di pasaran lebih tinggi dari kacang kedelai.
Contohnya perbandingan harga yang terjadi di Sambas di mana per kilo dapat mencapai Rp.
12.000,- sementara kacang kedelai hanya berkisar Rp. 4.500 Rp. 5.000,- per kilo.2

Meskipun demikian, nyatanya masih banyak petani kacang hijau yang kurang dapat
mengoptimalkan budidaya kacang hijau akibat tantangan dan kendala yang dihadapi dewasa ini.

Pulau Jawa merupakan penghasil utama kacang hijau di Indonesia, karena memberikan
kontribusi 61% terhadap produksi kacang hijau nasional. Sebaran daerah produksi kacang hijau
adalah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara,
Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Total kontribusi daerah
tersebut adalah 90 % terhadap produksi kacang hijau nasional dan 70 % berasal dari lahan sawah
(Kasno.A 2007). Tantangan pengembangan tanaman kacang hijau adalah kesiapan teknologi
dalam pengembangan kacang hijau belum tersedia dengan baik, keterbatasan modal, anggapan
petani terhadap kacang hijau sebagai tanaman kedua, dan infrastruktur yang kurang memadai
merupakan faktor biofisik dan sosial ekonomi yang menghambat pengembangan kacang hijau.

Kacang hijau umumnya ditanam dilahan sawah pada musim kemarau setelah padi atau tanaman
palawija yang lain. Ditingkat petani, rata-rata produktivitas baru mencapai 0,9 ton/ha. Sedangkan
dari hasil percobaan dapat mencapai 1,60 ton/ha. Rendahnya hasil kacang hijau di tingkat petani
antara lain disebabkan oleh praktek budidaya yang kurang optimal. Untuk meningkatkan
produktivitas tanaman diperlukan teknik budidaya yang tepat.

Teknik budidaya tersebut di antaranya pemilihan varietas, penyiapan lahan, penanaman,


pemupukan, penggunaan mulsa jerami, pengairan, penyiangan, serta pengendalian hama dan
penyakit. 3

2 http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=113865. Diakses
pada tanggal 28 Agustus 2012

3http://nad.litbang.deptan.go.id/ind/index.php?
option=com_content&view=article&id=322%3Aketersediaan-teknologi-dalam-
meningkatkan-produksi-kacang-hijau&catid=50%3Aspecifik-article&Itemid=2. Diakses pada
tanggal 28 Agustus 2012

2
Berdasarkan hal tersebut kami selaku penulis ingin mencoba membantu para petani
dengan membuat suatu pengamatan terhadap teknik budidaya yang dapat mengoptimalkan
pengembangan kacang hijau di Indonesia. Dalam hal ini, penulis sangat tertarik untuk melakukan
pengamatan terhadap pemupukan. Pemupukan dianggap penting sebagai faktor eksternal
pertumbuhan tanaman sebab dengan penggunaan pupuk, ada pihak lain yang turut diuntungkan
yakni penjual pupuk. Hal ini secara tidak langsung turut mendukung perekonomian rakyat
Indonesia dalam bidang pertanian.

Dengan mengetahui penggunaan jenis pupuk dan dosis yang tepat, diharapkan petani
kacang hijau di Indonesia dapat mengembangakan budidaya kacang hijau dan menjadikan
kacang hijau sebagai produk khas dalam negeri yang berkualitas.

1.2 Rumusan Masalah

Jenis pupuk apakah yang paling baik untuk membantu proses perkecambahan kacang hijau?

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau

Seperti tumbuhan lainnya, tanaman kacang hijau mengalami fase pertumbuhan.


Pertumbuhan dibagi menjadi 2 yaitu pertumbuhan primer dan sekunder.

Pertumbuhan Primer

Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung


pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Embrio
memiliki 3 bagian penting :
a. Tunas embrionik (calon batang dan daun)
b. Akar embrionik (calon akar)
c. Kotiledon (cadangan makanan)

Pertumbuhan Sekunder

Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium


gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan
menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan. Mula-mula kambium hanya
terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasic atau kambium intravaskuler.
Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer. Selanjutnya parenkim akar/batang

4
yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium
intervasis. Kambium intervasis dan intravasis membentuk lingkaran tahun berbentuk
konsentris. Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit berfungsi sebagai
pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara pembentukan xilem dan floem
yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit. Ke dalam membentuk feloderm (sel-sel hidup).
Ke luar membentuk felem (sel-sel mati).4

2.2 Kacang Hijau

Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih
60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia
tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.

Divisi : Spermatophyta
Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rosales
Famili : Papilionaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus

Kacang hijau adalah sejenis tanaman budidaya dan palawija yang dikenal di daerah
tropik. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan polong polongan (Fabaceae). Kacang hijau di
Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah
kedelai dan kacang tanah. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umumdimakan
dikawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila
direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan
mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran

4 http://free.vlsm.org/v12/sponsor/Sponsor-
Pendamping/Praweda/Biologi/0054%20Bio%202-3a.htm. Diakses pada tanggal 28
Agustus 2012.

5
sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung
membentuk gel.

Kacang hijau memiliki banyak sekali manfaat, dikarenakan Kacang hijau memiliki
kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumbermineral penting, antara
lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknyamerupakan asam lemak tak jenuh.

Kandungan kalsium dan fosfor pada kacang hijau bermanfaat untuk memperkuat tulang.
Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin
menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau
menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah
berbau.

Kandungan lemak pada kacang hijau memiliki 73 % asam lemak tak jenuh yang bagus
untuk kesehatan jantung dan 23 % asam lemak jenuh, kacang hijau bagus untuk orang yang
ingin menghindari makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Kacang hijau juga
mengandung multi protein yang berfungi mengganti sel mati dan membantu pertumbuhan
sel tumbuh, oleh karena itu bagus dikonsumsi oleh anak anak dan juga wanita yang baru saja
bersalin. 5

2.3 Pengaruh Aneka Pupuk Terhadap Pertumbuhan Tanaman

Pupuk adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi
kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.
Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda
dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses

5 http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_hijau. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2012.

6
metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah
material suplemen.6

Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan
tidak mendapat terlalu banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak zat makanan
dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan
ke daun.

Macam-Macam Pupuk :

1. Pupuk berdasarkan sumber bahan


Terdapat 2 golongan yaitu pupuk alami atau pupuk organik dan pupuk buatan atau pupuk
kimia. Pupuk organik mencakup semua pupuk yang dibuat dari sisa-sisa metabolisme
atau organ hewan dan tumbuhan, sedangkan pupuk kimia dibuat melalui proses
pengolahan oleh manusia dari bahan-bahan mineral. Pupuk kimia biasanya lebih "murni"
daripada pupuk organik, dengan kandungan bahan yang dapat dikalkulasi. Pupuk organik
sukar ditentukan isinya, tergantung dari sumbernya; keunggulannya adalah ia dapat
memperbaiki kondisi fisik tanah karena membantu pengikatan air secara efektif.

2. Pupuk berdasarkan bentuk fisik


Berdasarkan bentuk fisik pupuk dibedakan menjadi 3 yaitu pupuk padat dan pupuk cair.
Pupuk padat biasanya berbentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair
biasanya berupa konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media
tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman.

3. Pupuk berdasarkan kandungannya

Pupuk berdasarkan kandungannya terdapat 2 golongan yaitu pupuk tunggal dan pupuk
majemuk. Pupuk tunggal memiliki satu unsur, sedangkan pupuk majemuk memiliki
paling tidak dua unsur yang diperlukan. Terdapat pula pupuk mikro karena mengandung
hara mikro. Beberapa merk pupuk majemuk modern sekarang juga diberi campuran zat

6 http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2012.

7
pengatur tumbuh atau zat lainnya untuk meningkatkan efektivitas penyerapan hara yang
diberikan.

Jenis pupuk yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah pupuk kandang dan pupuk
urea, dibawah ini akan dijelaskan mengenai pupuk kandang, pupuk urea, dan vetsin.

Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan pupuk organik yang digunakan dalam pertanian maupun
dalam hal tanam menanam. Pupuk kandang berperan dalam kesuburan tanah dengan
menambah zat nutrien seperti nitrogen yang ditangkap dalam tanah. Organisme yang
lebih tinggi kemudian hidup dari jamur dan bakteri dalam rantai kehidupan yang
membantujaring makanan tanah. Dalam pengelolaan tanah, pupuk kandang dapat
dikelompokkan menjadi 3 macam, yakni pupuk hewan, kompos, dan pupuk hijau.7

Pupuk Urea (CO(NH2)2)

Pupuk urea merupakan salah satu pupuk buatan yang sering digunakan dalam
pembudidayaan tanaman. Pupuk urea merupakan zat yang membantu pertumbuhan
tanaman. Pupuk urea dibuat secara kimiawi dengan kandungan kadar nitrogen yang
cukup tinggi, zat nitrogen inilah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman, dalam masa
pertumbuhannya dan zat nitrogen juga membantu dalam metabolisme tanaman.
Mayoritas pupuk urea yang beredar di pasaran mengandung unsur hara nitrogen (N)
dengan kadar 46%. Artinya setiap 100 kilogram pupuk urea, mengandung 46 kilogram
nitrogen didalamnya.

7 http://id.wikipedia.org/wiki/Pupuk_kandang. Diakses pada tanggal 24 Agustus


2012.

8
Pupuk urea mudah larut dalam air. Hal ini mempermudah para petani untuk
menggunakan pupk urea bersamaan dengan penyiraman tanaman, meski demikian pupuk
urea merupakan jenis pupuk yang dengan mudah berikatan dengan air (higroskopis) .
sebaiknya, pupuk urea disimpan di daerah yang kering dan juga tertutup dengan rapat. 8

Vetsin (HCOCCH (HN2)2 COO-NA)


Monosodium glutamat, juga dikenal sebagai sodium glutamat atau MSG, merupakan
garam natrium dari asam glutamat yang merupakan salah satu asam amino non-
esensialpaling berlimpah yang terbentuk secara alami. Nama dagang untuk monosodium
glutamat termasuk diantaranya AJI-NO-MOTO, Vetsin, dan Ac'cent.9

2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, antara lain:

1. Tempat dan Pemilihan Biji


Penanaman kacang hijau yang perlu diperhatikan yaitu mengenai tempat penaruhan dan
kualitas bibitnya. Jika ditaruh pada tempat yang terlalu lembab akan dapat menyebabkan
biji kacang hijau cepat busuk. Dalam memilih bibit kacang hiau juga perlu diperhatikan
biji kacang seperti biji kacang yang cukup tua, kulit biji halus mengkilap, dan berasal dari
tanaman yang bebas hama dan penyakit.

2. Suhu / Temperatur Lingkungan


Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang,
reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah
antara 22C-37C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat
mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.

3. Kelembaban Udara

8 http://www.anneahira.com/pupuk-urea.htm. Diakses pada tanggal 24 Agustus


2012.

9 http://id.wikipedia.org/wiki/Mononatrium_glutamat. Diakses pada tanggal 28


Agustus 2012.

9
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.
Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat
mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada
pembentukan sel yang lebih cepat

4. Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis
(khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka
tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada
kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan

5. Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan
dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon
giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan
pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.10
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pupuk dan dosis
yang tepat untuk membantu proses perkecambahan kacang hijau.

3.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini ialah dapat mengetahui jenis pupuk dan dosis yang tepat untuk
membantu proses perkecambahan kacang hijau.

10 http://nakblogonline.com/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-
kacang-tanah/. Diakses pada tanggal 24 Agustus 2012.

10
3.3 Hipotesis Penelitian

Hipotesis penelitian menurut kelompok kami adalah bahwa tanaman kacang hijau yang
diberi pupuk kandang pertumbuhannya lebih bagus dibandingkan tanaman kacang hijau
yang diberi pupuk urea, vetsin, maupun yang tidak diberi pupuk, hal itu dikarenakan pupuk
kandang adalah pupuk yang lebih alami dibandingkan dengan pupuk yang lain.

3.4 Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu Penelitian : Senin, 13 Agustus 2012 Senin, 20 Agustus 2012 ( 8 hari )


Tempat Penelitian : Perum. Bumi Lestari Blok H 8 No. 1 Tambun Selatan, Bekasi

3.5 Alat Bahan dan Cara Kerja

Alat dan Bahan :


1. 12 buah gelas aqua bekas
2. 70 butir kacang hijau
3. 24 helai kapas
4. 1 sdm pupuk urea
5. 1 sdm pupuk kandang
6. 1 sdm vetsin
7. Kertas label
8. Sprayer
9. Sendok teh

Cara Kerja :
1. Bersihkan gelas Aqua dan plastik penutup yang ada di bibir Aqua.
2. Berilah label di Aqua gelas dengan kode A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, C3, D1, D2, D3
3. Isi masing-masing gelas dengan 2 helai kapas dan basahi dengan air menggunakan
sprayer sebanyak 20 kali semprot.
4. Isi masing-masing gelas dengan 5 butir kacang hijau.
5. Tambahkan pupus sesuai dosis.
A = tanpa pupuk
B = pupuk urea
C = pupuk kandang

11
D = vetsin
6. Basahi kembali dengan air sebanyak 10 kali semprot.
7. Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

3.6 Rancangan Percobaan

KELOMPOK PERLAKUAN (DOSIS)


A B C D
NOMOR (kacang hijau (kacang hijau + (kacang hijau+ (kacang hijau +
tanpa pupuk) pupuk urea) pupuk kancang) vetsin)
1 - 1 sdt 1 sdt 1 sdt
2 - sdt sdt sdt
3 - sdt sdt sdt

3.7 Variabel Penelitian

Variabel yang terdapat didalam penelitian ini diantaranya, variabel bebas, terikat dan
terkontrol.
Variabel bebas adalah variabel yg memunculkan varibel terikat, variabel ini
mempengaruhi variabel terikat, variabel yg menjadi sebab berubahnya variabel lain. Variabel
bebas yang digunakan dalam percobaan ini adalah pupuk kandang, pupuk urea, vetsin.
Variabel terikat adalah variabel yg terpengaruh atau dipengaruhi,akan berubah ketika
dilakukan sebuah tindakan dalam percobaan. Variabel terikat yang digunakan dalam
percobaan ini adalah tanaman kacang hijau.
Variabel terkontrol adalah variabel konstan yang digunakan untuk membandingkan
variabel lain. Variabel terkontrol yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya, cahaya,
suhu dan juga air. 11

11 http://www.scribd.com/doc/37705276/Variabel-Bebas-Adalah-Variabel-Yg-
Memunculkan-Varibel-Terikat. Diakses pada tanggal 17 Agustus 2012.

12
13
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Tabel Pengamatan Kelompok A (Kacang Hijau Tanpa Pupuk)

Tanggal Aktivasi Parameter Pengukuran


Tinggi Batang (cm) Jumlah Daun Warna
(helai) Daun
A1 A2 A3 A1 A2 A3
13-08-2012 Pembuatan - - - - - - -

media tanam
Pembenihan
Penyiraman
14-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
15-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
16-08-2012 Penyiraman 2 1,5 1,5 2 2 2 Hijau muda
17-08-2012 Penyiraman 4,5 3 3 2 2 2 Hijau tua
18-08-2012 Penyiraman 4,8 4 4 2 2 2 Hijau tua
19-08-2012 Penyiraman 6,3 4,5 4,5 2 2 2 Hijau tua
20-08-2012 Penyiraman 7 7,5 8 2 2 2 Hijau tua

Dari tabel di atas, dapat diperoleh data-data sebagai berikut.


Pada hari pertama, yaitu pada tanggal 13 Agustus 2012 dengan aktivasi pembuatan media
tanam, pembenihan, penyiraman, dan pemupukan belum terjadi pertumbuhan pada batang dan
belum muncul daun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pada jam-jam pertama setelah
pembenihan, biji kecambah mulai mengalami perbedaan tekanan turgor hingga biji menyerap
air di sekitarnya dan menjadi menggelembung.
Hingga hari kedua yaitu pada tanggal 14 Agustus 2012 kulit biji mulai pecah dan pada
malam hari mulai mengeluarkan radikula (bakal akar) yang masih sangat pendek berkisar
antara 0,2-0,3 cm berwarna putih.
Pada hari yang ketiga, yaitu pada tanggal 15 Agustus 2012 radikula mulai memanjang
menembus media tanam yaitu kapas namun belum membentuk batang.
Pada hari yang ke-empat, yaitu pada tanggal 16 Agustus 2012,kulit biji mulai terkelupas
dan mengeluarkan pucuk daun serta terdorong ke atas akibat tumbuhnya batang dari pangkal
akar. Daun masih berwarna hijau muda yaitu masih berbentuk pucuk namun dapat terlihat
terdapat dua helai daun. Batang berwarna coklat ke-ungu-unguan berdiameter kurang lebih 1

14
mm dan panjang 2 cm pada A1 serta 1,5 cm pada A2 dan A3. Pada hari yang ke-empat
tanaman kategori A tidak dilakukan pemupukan seperti yang dilakukan terhadap B, C, dan D.
Pada hari yang ke-lima, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2012, batang naik 2 cm dari hari
sebelumnya, yakni pada A1 4,5 cm, pada A2 dan A3 3 cm. Daun mulai membuka dan
berwarna lebih gelap yaitu hijau tua.
Pada hari yang ke-enam, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2012, pertumbuhan tanaman
hanya sedikit terjadi yakni bertambah 0,3 cm pada tanaman A1 dari 4,5 cm ke 4,8 cm, dan
bertambah 1 cm pada tanaman A2 dan A3 yakni dari 3 cm ke 4 cm. Daun terus melebar dan
warna berubah meski tidak kasat mata.
Pada hari yang ke-tujuh, yaitu pada tanggal 19 Agustus 2012, terjadi pertumbuhan batang
sebesar 0,5 cm pada masing-masing tanaman baik A1, A2, mauppun A3. Pada tanaman A1
terjadi pertumbuhan dari 4,8 cm menjadi 5,3 cm dan pada tanaman A2 dan A3 terjadi
pertumbuhan dari 4 cm menjadi 4,5 cm. Daun memanjang dan melebar dan perubahan warna
tidak kasat mata.
Pada hari yang ke-delapan, yaitu pada tanggal 20 Agustus 2012, terjadi pertumbuhan
yang tidak serentak dari masing-masing tanaman. Pada tanaman A1 terjadi pertumbuhan
batang sebesar 1,7 cm yakni dari 5,3 cm menjadi 7 cm. Pada tanaman A2 terjadi pertumbuhan
batang sebesar 3 cm yakni dari 4,5 cm menjadi 7,5 cm. Pada tanaman A3 terjadi pertumbuhan
batang sebesar 3,5 cm yakni dari 4,5 cm menjadi 8 cm. Pada hari terakhir pengamatan, daun
pada masing-masing tanaman masih berjumlah dua helai berwarna hijau tua.

15
9

8 8
7.5
7 7
6.3
6

5 4.8
4.5 4.5
Tinggi Batang (cm) 4 4

3 3

2 2
1.5
1

0 0 0 0
41134 41135 41136 41137 41138 41139 41140 41141

Tanggal

A1 A2 A3

4.2
Grafik Pengamatan Kelompok A (Kacang Hijau Tanpa Pupuk)

Dari grafik pengamatan pertumbuhan batang pada tanaman A dengan perlakuan tanpa
pupuk di atas, dapat diketahui bahwa tanaman kacang hijau yang tidak diberi pupuk memerlukan
waktu dua hari untuk memunculkan batangnya. Kenaikan atau pertumbuhan batang berkisar
antara 0,3 cm 3,5 per hari. Selama 8 hari, pertumbuhan batang dari tanaman kacang hijau yang
tidak diberi pupuk akan mencapai paling tinggi 8 cm dihitung dari pangkal akar. Pertumbuhan
batang paling pesat terjadi pada 2 hari terakhir khususnya pada hari ke-tujuh dan ke-delapan
dimana tumbuhan sudah melepaskan kotiledonnya dan melakukan fotosintesis dengan daun-daun
yang luas permukaannya telah melebar.

16
4.3 Tabel Pengamatan Kelompok B (Kacang Hijau dengan Pupuk Urea)

Tanggal Aktivasi Parameter Pengukuran


Tinggi Batang (cm) Jumlah Daun Warna
(helai) Daun
B1 B2 B3 B1 B2 B3
13-08-2012 Pembuatan - - - - - - -

media tanam
Pembenihan
Penyiraman
Pemupukan
14-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
15-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
16-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
Pemupukan
17-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
18-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
19-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
20-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
Pemupukan

Dari tabel di atas, dapat diperoleh data-data sebagai berikut.


Pada hari pertama, yaitu pada tanggal 13 Agustus 2012 dengan aktivasi pembuatan media
tanam, pembenihan, penyiraman, dan pemupukan belum terjadi pertumbuhan pada batang dan
belum muncul daun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pada jam-jam pertama setelah
pembenihan, biji kecambah mulai mengalami perbedaan tekanan turgor hingga biji menyerap
air di sekitarnya dan menjadi menggelembung.
Hingga hari kedua yaitu pada tanggal 14 Agustus 2012 kulit biji mulai retak atau sobek
pada sebagian biji. Pada hari yang ketiga sampai hari ke-delapan, yaitu pada tanggal 15
Agustus 2012 sampai 20 Agustus 2012 tidak terjadi perubahan apapun pada biji kacang hijau
meskipun pemupukan dilakukan kembali pada hari ke-empat yaitu pada tanggal 16 Agustus
2013 dan hari ke-delapan yaitu pada tanggal 20 Agustus 2012. Pupuk urea yang berwarna
putih juga terlarut dalam air sehingga tidak menandakan bekas pada biji.

17
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
Tinggi Batang (cm)
0.4
0.3
0.2
0.1
0 0 0 0 0 0 0 0 0
41134 41135 41136 41137 41138 41139 41140 41141

Tanggal

B1 B2 B3

4.4
Grafik Pengamatan Kelompok B (Kacang Hijau dengan Pupuk Urea)

Dari grafik pengamatan pertumbuhan batang pada tanaman B dengan perlakuan diberi
pupuk urea di atas, dapat diketahui bahwa pupuk urea menghambat sama sekali perkecambahan
biji kacang hijau. Hal ini sejalan dengan landasan teori yang menyatakan bahwa pupuk urea
memiliki sifat higroskopis yaitu berikatan dengan air.
Pupuk urea yang berikatan dengan air akan membentuk larutan urea yang memiliki
tingkat kepekatan lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa sehingga larutan urea yang masuk
ke dalam kotiledon akan menghambat penyerapan sari-sari yang seharusnya diambil kecambah
dari kotiledon, hingga tidak terjadi penyerapan sama sekali. Akhirnya pertumbuhan kecambah
kacang hijau menjadi terhambat. Sehingga, meskipun larutan urea mengandung zat-zat yang
diperlukan bagi pertumbuhan tanaman, ia justru menghambat pada masa perkecambahan.

4.5 Tabel Pengamatan Kelompok C (Kacang Hijau dengan Pupuk Kandang)

Tanggal Aktivasi Parameter Pengukuran


Tinggi Batang (cm) Jumlah Daun Warna
(helai) Daun
C1 C2 C3 C1 C2 C3

18
13-08-2012 Pembuatan - - - - - - -

media tanam
Pembenihan
Penyiraman
Pemupukan
14-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
15-08-2012 Penyiraman 1,5 1 1 2 2 2 Hijau muda
16-08-2012 Penyiraman 3 2 2 2 2 Hijau muda
Pemupukan
17-08-2012 Penyiraman 7,5 5,5 5 2 2 Hijau tua
18-08-2012 Penyiraman 8 6 6 2 2 Hijau tua
19-08-2012 Penyiraman 8,3 6,5 6,5 2 2 Hijau tua
20-08-2012 Penyiraman 10 10 10,5 2 2 Hijau tua
Pemupukan

Dari tabel di atas, dapat diperoleh data-data sebagai berikut.


Pada hari pertama, yaitu pada tanggal 13 Agustus 2012 dengan aktivasi pembuatan media
tanam, pembenihan, penyiraman, dan pemupukan belum terjadi pertumbuhan pada batang dan
belum muncul daun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pada jam-jam pertama setelah
pembenihan, biji kecambah mulai mengalami perbedaan tekanan turgor hingga biji menyerap
air di sekitarnya dan menjadi menggelembung.
Hingga hari kedua yaitu pada tanggal 14 Agustus 2012 kulit biji mulai pecah dan pada
sore hari mulai mengeluarkan radikula (bakal akar) yang masih sangat pendek berkisar antara
0,2-0,3 cm berwarna putih.
Pada hari yang ketiga, yaitu pada tanggal 15 Agustus 2012 radikula mulai memanjang
menembus media tanam yaitu kapas dan sudah membentuk batang. Kulit biji mulai terkelupas
dan mengeluarkan pucuk daun serta terdorong ke atas akibat tumbuhnya batang dari pangkal
akar. Daun masih berwarna hijau muda yaitu masih berbentuk pucuk namun dapat terlihat
terdapat dua helai daun. Batang berwarna coklat ke-ungu-unguan berdiameter kurang lebih 1
mm dan panjang 1,5 cm pada B1 serta 1 cm pada B2 dan B3.
Pada hari yang ke-empat, yaitu pada tanggal 16 Agustus 2012 dilakukan pemupukan
kembali. Pada masa ini batang telah tumbuh lebih tinggi dua kali lipa. B1 3 cm, B2 dan B3 2
cm. Daun mulai membuka dan berwarna lebih gelap yaitu hijau tua.

19
Pada hari yang ke-lima, yaitu pada tanggal 17 Agustus 2012 setelah dilakukan pemupukan,
batang naik sangat drastis dari hari sebelumnya, yakni pada B1 7,5 cm, pada B2 5,5 cm dan
B3 5 cm.
Pada hari yang ke-enam, yaitu pada tanggal 18 Agustus 2012, pertumbuhan tanaman
hanya sedikit terjadi yakni bertambah 0,5 cm pada tanaman B1 dan B2, B1 dari 7,5 cm ke 8
cm, B2 dari 5,5 cm ke 6 cm. Sementara B3 bertambah 1 cm, yakni dari 5 cm ke 6 cm. Daun
terus melebar dan warna berubah meski tidak kasat mata.
Pada hari yang ke-tujuh, yaitu pada tanggal 19 Agustus 2012, terjadi pertumbuhan batang
sebesar 0,3 cm pada B1 dan 0,5 cm pada B2 dan B3. Pada tanaman B1 terjadi pertumbuhan
dari 8 cm menjadi 8,3 cm dan pada tanaman B2 dan B3 terjadi pertumbuhan dari 6 cm
menjadi 6,5 cm. Daun memanjang dan melebar dan perubahan warna tidak kasat mata.
Pada hari yang ke-delapan, yaitu pada tanggal 20 Agustus 2012 dilakukan pemupukan di
pagi hari dan pengukuran di malam hari. Terjadi kenaikan tinggi yang drastis dari B3 dimana
salah satu batang bertumbuh lebih tinggi dari B1 dan B2. Hal ini disebabkan dari 5 butir
kacang hijau, ada satu kacang hijau yang pertumbuhannya tidak normal. Kacang hijau ini
dikatakan tidak normal karena pertumbuhannya berhenti sampai batang mencapai tinggi 2 cm.
Sehingga akibat perhentian pertumbuhan satu tanaman B3 ini, 4 tanaman lain di B3 mendapat
asupan atau supply nutrisi dan air lebih banyak dari B1 dan B2. Hasil akhir tinggi batang pada
B1 dan B2 ialah 10 cm sedangkan pada B3 1 tanaman 10,5 cm, 3 lainnya 9 cm. Pada hari
terakhir pengamatan, daun pada masing-masing tanaman berjumlah 2 helai warna hijau tua.

20
12

10.5
10 10

8 8 8.3
7.5
6.5
6 6
Tinggi Batang (cm) 5.5
5
4
3
2 2
1.5
1
0 0 0
41134 41135 41136 41137 41138 41139 41140 41141

Tanggal

C1 C2 C3

4.6
Grafik Pengamatan Kelompok C (Kacang Hijau dengan Pupuk Kandang)

Dari grafik pengamatan pertumbuhan batang pada tanaman B dengan perlakuan


menggunakan pupuk kandang di atas, dapat diketahui bahwa tanaman kacang hijau yang diberi
pupuk kandang memerlukan waktu satu hari untuk memunculkan batangnya. Kenaikan atau
pertumbuhan batang berkisar antara 0,3 cm 4,5 per hari. Selama 8 hari, pertumbuhan batang
dari tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang akan mencapai paling tinggi 10,5 cm
dihitung dari pangkal akar. Pertumbuhan batang paling pesat terjadi pada hari ke-empat menuju
hari ke-lima setelah pemupukan dan tumbuhan sudah melepaskan kotiledonnya dan melakukan
fotosintesis dengan daun-daun yang luas permukaannya telah melebar serta hari terakhir setelah
dilakukan pemupukan menggunakan pupuk kandang.

21
4.7 Tabel Pengamatan Kelompok D (Kacang Hijau dengan Vetsin)

Tanggal Aktivasi Parameter Pengukuran


Tinggi Batang (cm) Jumlah Daun Warna
(helai) Daun
D1 D2 D3 D1 D2 D3
13-08-2012 Pembuatan - - - - - - -

media tanam
Pembenihan
Penyiraman
Pemupukan
14-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
15-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
16-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
Pemupukan
17-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
18-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
19-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
20-08-2012 Penyiraman - - - - - - -
Pemupukan

Dari tabel di atas, dapat diperoleh data-data sebagai berikut.


Pada hari pertama, yaitu pada tanggal 13 Agustus 2012 dengan aktivasi pembuatan media
tanam, pembenihan, penyiraman, dan pemupukan belum terjadi pertumbuhan pada batang dan
belum muncul daun. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pada jam-jam pertama setelah
pembenihan, biji kecambah mulai mengalami perbedaan tekanan turgor hingga biji menyerap
air di sekitarnya dan menjadi menggelembung.
Hingga hari kedua yaitu pada tanggal 14 Agustus 2012 kulit biji mulai retak atau sobek
pada sebagian biji. Pada hari yang ketiga sampai hari ke-delapan, yaitu pada tanggal 15
Agustus 2012 sampai 20 Agustus 2012 tidak terjadi perubahan apapun pada biji kacang hijau
meskipun pemupukan dilakukan kembali pada hari ke-empat yaitu pada tanggal 16 Agustus
2013 dan hari ke-delapan yaitu pada tanggal 20 Agustus 2012. Vetsin yang berwarna putih
juga terlarut dalam air sehingga tidak menandakan bekas pada biji.

22
1
0.9
0.8
0.7
0.6
0.5
Tinggi Batang (cm)
0.4
0.3
0.2
0.1
0 0 0 0 0 0 0 0 0
41134 41135 41136 41137 41138 41139 41140 41141

Tanggal

D1 D2 D3

4.8
Grafik Pengamatan Kelompok D (Kacang Hijau dengan Vetsin)

Dari grafik pengamatan pertumbuhan batang pada tanaman D dengan perlakuan diberi
pupuk vetsin di atas, dapat diketahui bahwa vetsin menghambat sama sekali perkecambahan biji
kacang hijau. Hal ini sejalan dengan landasan teori yang menyatakan bahwa vetsin merupakan
salah satu dari garam-garaman dimana setiap jenis garam memiliki sifat higroskopis yaitu
berikatan dengan air.
Sama halnya dengan pupuk urea yang juga memiliki sifat higroskopis sebagai garam,
vetsin yang berikatan dengan air akan membentuk larutan vetsin yang memiliki tingkat
kepekatan lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa sehingga larutan vetsin yang masuk ke
dalam kotiledon akan menghambat penyerapan sari-sari yang seharusnya diambil kecambah dari
kotiledon, hingga tidak terjadi penyerapan sama sekali. Akhirnya pertumbuhan kecambah kacang
hijau menjadi terhambat. Sehingga, meskipun larutan vetsin mengandung zat-zat yang
diperlukan bagi pertumbuhan tanaman, ia justru menghambat pada masa perkecambahan.

23
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1. Tanaman biji kacang hijau yang dapat tumbuh subur adalah tanaman yang tidak diberi
pupuk dan yang diberi pupuk kandang. Sedangkan, tanaman yang diberi vetsin dan pupuk
urea tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, dikarenakan pupuk urea dan vetsin

24
berikatan dengan air sehingga kebutuhan air untuk tanaman kacang hijau tersebut untuk
tumbuh tidak tercukupi.
2. Tanaman kacang hijau tanpa pupuk bisa tumbuh subur karena yang paling dibutuhkan
dalam masa perkecambahan adalah suplai air dan sinar matahari yang cukup.
3. Tanaman kacang hijau yang diberi pupuk kandang tumbuh lebih tinggi daripada tanaman
kacang hijau tanpa pupuk karena pupuk kandang mengandung nutrisi yang tepat yang
diperlukan bagi kacang hijau dalam masa perkecambahan.
4. Pupuk kandang merupakan pupuk yang paling tepat untuk membantu perkecambahan
kacang hijau.
5. Dosis yang tepat dalam penggunaan pupuk kandang pada kacang hijau adalah tiap 5 butir
kacang hijau diberikan sendok teh pupuk kandang dengan 20 kali semprot air setiap
harinya dan pemupukan 4 hari sekali ditambah air 10 kali semprot.

5.2 Saran

1. Penggunaan pupuk yang tidak berlebihan terutama pupuk nonorganik yang mungkin
malah bisa membunuh tanaman kacang hijau.
2. Gunakanlah pupuk organik jika ingin memberikan nutrisi tambahan bagi kacang hijau.
3. Suplai air dan sinar matahari harus tetap terjaga karena jika kekurangan atau kelebihan
dapat menyebabkan tanaman kacang hijau mati atau tidak tumbuh.
4. Disarankan selama masa perkecambahan lebih baik tidak diberikan pupuk karena
tanaman kacang hijau memiliki cadangan makanan di endosperm.
5. Gunakan media yang tepat untuk proses perkecambahan jika proses perkecambahan telah
usai segera pindahkan ke media tanah agar tanaman kacang hijau tersebut tidak mati,
sebab tanaman kacang hijau tersebut sudah tidak memiliki cadangan makanan.

25