Anda di halaman 1dari 8

MATAKULIAH : Perencanaan Transportasi (3 SKS)

TOPIK : Analisis Perencanaan Transportasi


SUBTOPIK : TRIP GENERATION

Capaian Pembelajaran (C4, A, P) :


Mahasiswa mampu melakukan pemodelan besaran dan memprediksi bangkitan dan tarikan dengan
pendekatan regresi dan trip-rate

Prasyarat Mata Kuliah


Memahami konsep TAZ (Zona Analisis Transportasi), Mampu melakukan analisis regresi baik manual
ataupun menggunakan software statistik

Latar Belakang
Bangkitan dan tarikan pergerakan merupakan hal utama dipertimbangkan dalam melakukan analisis
transportasi, khususnya untuk kebutuhan merencanakan wilayah dan kota mengenai aspek perencanaan
transportasi. Berikut adalah video pembelajaran yang menjelaskan konsep bangkitan dan tarikan
pergerakan dalam transportasi. Sangat sesuai untuk mendalami materi ini agar tidak mengalami kesulitan
dalam pemodelan bangkitan dan tarikan Trip Generation Analysis [Video]

Konsep dan Teori


Untuk menghantarkan pemahaman sebelum melakukan pemodelan/perhitungan bangkitan dan tarikan
pergerakan maka disarankan untuk membaca beberapa definisi bangkitan dan tarikan, termasuk beberapa
definisi pemodelan bangkitan dan tarikan menggunakan regresi pada Tinjauan Pustaka Tugas Akhir [Tugas
Akhir] ini.

Skill
Dengan telah mengetahui dan memahami beberapa materi diatas, maka selanjutnya mahasiswa dapat
mendalami serta melakukan pemodelan bangkitan dan tarikan pergerakan menggunakan model regresi,
antara lain:
Pemodelan Bangkitan-Tarikan Pergerakan [Jurnal]
Perhitungan penggunaan lahan terhadap bangkitan dan tarikan pergerakan [Tesis]

Modul Perkuliahan
Diharapkan mahasiswa sebelum membaca modul ajar, harap telah melalui tahapan pendahuluan, konsep
dan skil diatas.Berikut adalah modul yang disiapkan untuk materi Perencanaan Transportasi : bangkitan dan
tarikan pergerakan serta regresi lalu lintas.

Tugas Mandiri
Tugas 1 Menganalisis regresi dalam menentukan bangkitan pergerakan di masa yang akan datang
Tugas 2 Studi Kasus untuk evaluasi kapasitas jalan raya

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |1


Mata Kuliah : Perencanaan Transportasi
Materi : Trip Generation

Nursakti Adhi Pratomoatmojo


nursaktiadhi@gmail.com

Prasyarat
Memahami konsep bangkitan dan tarikan pergerakan
Mengetahui dan mengenal runtutan dalam pemodelan empat tahap (four steps modeling)
Telah memahami konsep MAT
Memahami konsep dalam TAZ (Traffic/Transport Analysis Zone)
Mengetahui terhadap perhitungan lalu-lintas
Mampu melakukan Analisis Regresi sederhana dan Regresi berganda

Latar Belakang
Trip Generation pada intinya adalah mekanisme mengetahui proporsi bangkitan dan
tarikan pergerakan sebagai langkah awal pada pemodelan transportasi empat tahap. Dalam hal ini
bangkitan dan tarikan pergerakan perlu didefinisikan sesuai dengan zona (TAZ) yang ditetapkan
sebagai basis perhitungannya. Selain itu mengetahui besaran bangkitan dan tarikan pergerakan
diperlukan juga sebelum melakukan pemodelan transportasi. Penentuan besaran bangkitan dan
tarikan pergerakan sangat tergantung pada mekanisme pembagian zona analisis transportasi
(TAZ). Nilai pergerakan dalam matriks asal tujuan (MAT) menunjukkan besaran bangkitan dan
tarikan pergerakan di suatu wilayah perencanaan.
Besaran bangkitan dan tarikan pergerakan dipengaruhi beberapa faktor yang
mempengaruhi, antara lain jumlah kepemilikan kendaraan, jumlah penduduk, jumlah tenaga kerja,
jumlah angkatan sekolah, luas wilayah permukiman, luas wilayah perdagangan, luas wilayah
perkantoran, luas wilayah industri, jumlah unit pertokoan, jumlah unit perkantoran, luas lantai
bangunan, dan lain-lain. Bangkitan dan tarikan pergerakan suatu wilayah sangat besar kaitannya
dengan distribusi pola penggunaan lahan. Pola penggunaan lahan sekarang dalam
membangkitkan suatu pergerakan dipastikan berbeda apabila pola penggunaan lahan di masa
yang akan datang berbeda pula. Hal ini sangat erat kaitannya dengan perubahan nilai MAT. Pada
Gambar berikut ini menujukkan fenomena perubahan nilai bangkitan pergerakan yang dipengaruhi
oleh beberapa faktor.

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |2


Gambar. Bangkitan pergerakan dengan peubah yang berbeda-beda di Detroit
Sumber : Tamim (1997)

Mengetahui bahwa besaran bangkitan dan tarikan pergerakan dipengaruhi berbagai hal,
selain volume pergerakan eksisting, kaitannya dengan upaya perencanaan transportasi maka
mengetahui besaran bangkitan dan tarikan di masa yang akan datang adalah mutlak diperlukan.
Sebagaimana dijelaskan pada bagian diatas, bahwa besaran bangkitan dan tarikan pergerakan
sangat dipengaruhi oleh perubahan komposisi unit lahan di kawasan studi, maka pendekatan
untuk menentukan besaran tersebut dapat dimodelkan.

Dengan mengetahui nilai besaran bangkitan-tarikan pergerakan disuatu wilayah, maka


dapat memberi masukan terhadap rencana detail infrastruktur transportasi yang perlu disiapkan,
regulasi manajemen lalu lintas dan kawasan, tindakan manajemen transportasi dan rekayasa lalu
lintas. Selain itu seorang perencana wilayah dan kota, dapat merekomendasikan rencana dan
pembagian zona yang lebih baik kaitannya dengan rencana alokasi penggunaan lahan.

Penggunaan Umum

1. Untuk menangkap kompleksitas dimasa yang akan datang, besaran-tarikan pergerakan


dapat diestimasikan dengan memodelkan perubahan faktor lain yang kemudian diturunkan
untuk mendapatkan prediksi besaran bangkitan-tarikan pergerakan di masa depan.

Volume = f(X1, X2, X3, Xn)

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |3


Pada data diatas didapatkan formula Y = 89,9 + 2,48 X, dimana Y adalah bangkitan
pergerakan yang berhubungan secara linear dengan total pemilikan kendaraan (X). Namun
apabila dimisalkan jika X = 0 maka Y = 89,9 disini mengartikan bahwa ada faktor sosio-
ekonomi lain yang ikut mempengaruhi besarnya bangkitan pergerakan.

Setidaknya ada 2 tipe analisis regresi yang dapat digunakan untuk memodelkan, yaitu
persamaan regresi peubah tunggal dan persamaan regresi-berganda.

Regresi peubah tunggal Regresi-berganda

2. Dengan sistem pemodelan diatas, maka prediksi perkembangan lalu lintas dapat dilakukan
dengan pendekatan meramalkan variabel pengaruh di masa yang akan datang, misal unit
lahan, pemilikan kendaraan dll terlebih dahulu. Setelahnya data dimasukkan kedalam
formula yang didapatkan pada tahap regresi dengan data eksisting.

3. Pengamatan maupun prediksi dengan metoda regresi dapat diterapkan juga lebih spesifik
pada besaran bangkitan (Oi) dan tarikan (Dd) pergerakan.

Tabel. Korelasi bangkitan dan tarikan dengan pengubahnya untuk kasus pemodelan (studi
kasus jawa barat).

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |4


Sumber : Tamim (1997)

Adapun dapat dimodelkan berbasis penggunaan lahan;

Contoh kasus meramalkan besaran volume bangkitan tarikan suatu jenis penggunaan
lahan;

Sumber : Fonataba (2010)

4. Selain model analisis regresi, dapat juga digunakan model yang lebih praktis yaitu model
trip rate (tingkat bangkitan pergerakan rata-rata per satuan peubah bebas). Pada model
ini, data yang digunakan berasal dari data lalulintas pada kawasan studi, dan dikategorikan
sesuai karakteristik dan lokasi.

Contoh Penyelesaian Sederhana untuk mengestimasi volume bangkitan-tarikan oleh


Permukiman:
1. Hitung rate tiap tahun
2. Hitung rata-rata pertumbuhan luasan lahan permukiman tiap tahun

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |5


3. Estimasi total luas lahan premukiman tahun prediksi (2018) berdasar tahun baseline
(2008)
4. Hitung ratio volume dengan luas penggunaan lahan (estimasi pengukuran agar sesuai
dengan kondisi di suatu wilayah)
5. Hitung volume berdasarkan hasil nomor (3) yang disesuaikan dengan rasionya (4)

*Catatan : Prediksi volume dapat menggunakan berbagai metode yang lebih kompleks

5. Apabila yang ingin dimodelkan adalah data trip asal-tujuan, namun alokasi pembebanan
pada rute diantara kedua obyek tersebut (asal-tujuan) tidak tersedia datanya, maka dapat
dimodelkan pula dengan gravity model.

Kesimpulan
Besaran bangkitan dan tarikan pergerakan sangat penting untuk dianalisis terutama kaitannya
dengan perencanaan transportasi, terutama terkait penataan kawasan dan wilayah. Dengan
kemampuan mengestimasi besaran bangkitan dan tarikan, dapat membantu perencana untuk
mengevaluasi kinerja suatu jaringan jalan termasuk mengontrol (manajemen) faktor-faktor yang
mempengaruhinya, termasuk juga penetapan zoning regulation terhadap komposisi penggunaan
lahan di wilayah studi.

Kerja Mandiri

Dengan menggunakan data berikut, tentukan :


(1) buat persamaan regresi sederhana untuk tiap besaran bangkitan pergerakan
(2) buat persamaan regresi berganda untuk seluruh variabel yang mempengaruhi
(3) Prediksi perkembangan volume besaran pergerakan 10 tahun kedepan, apabila diketahui :
zona 1-5 terjadi peningkatan jumlah peningkatan penduduk sebesar 3% per tahun,
peningkatan jumlah rumah sakit sebesar 0.5% per tahun, panjang jalan di aspal 5% per
tahun, jumlah perusahaan perdagangan 4% per tahun, jumlah kamar hotel berbintang
3,5% per tahun, dan PDRB meningkat 7% per tahun.
zona 6-10 terjadi peningkatan jumlah peningkatan penduduk sebesar 5% per tahun,
peningkatan jumlah rumah sakit sebesar 2% per tahun, panjang jalan di aspal 10% per
tahun, jumlah perusahaan perdagangan 5% per tahun, jumlah kamar hotel berbintang 2%
per tahun, dan PDRB meningkat 5% per tahun.

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |6


zona 11-15 terjadi peningkatan jumlah peningkatan penduduk sebesar 6% per tahun,
peningkatan jumlah rumah sakit sebesar 1% per tahun, panjang jalan di aspal 5% per
tahun, jumlah perusahaan perdagangan 4% per tahun, jumlah kamar hotel berbintang 3%
per tahun, dan PDRB meningkat 4% per tahun.
zona 16-20 terjadi peningkatan jumlah peningkatan penduduk sebesar 3% per tahun,
peningkatan jumlah rumah sakit sebesar 2% per tahun, panjang jalan di aspal 8% per
tahun, jumlah perusahaan perdagangan 3% per tahun, jumlah kamar hotel berbintang 5%
per tahun, dan PDRB meningkat 2% per tahun.
zona 21-25 terjadi peningkatan jumlah peningkatan penduduk sebesar 10% per tahun,
peningkatan jumlah rumah sakit sebesar 3% per tahun, panjang jalan di aspal 7% per
tahun, jumlah perusahaan perdagangan 4% per tahun, jumlah kamar hotel berbintang 8%
per tahun, dan PDRB meningkat 7% per tahun.
Tabel. Data Bangkitan Pergerakan dan faktor lain yang mempengaruhi

Referensi

Rumayar A.L.E., Lintong, E. (2013). Analisa kapasitas dan tingkat pelayanan pada ruas jalan wolter
mongonsidi kota Manado. Jurnal Sipil Statistik Vol.1, 9, 623-629. ISSN: 2337-6732

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |7


Tamin, O.Z. (1997). Perencanaan & Pemodelan Transportasi. Edisi Kedua, 111-151. ITB. ISBN 979-9299-10-
1

Fonataba, M.G. (2010). Pengaruh perkembangan guna lahan terhadap kinerja jalan di sepanjang koridor
jalan antara pelabuhan laut dan bandar udara Dominie Edward Ossok (DEO) Kota Sorong. Tesis UNDIP.

Besaran Bangkitan dan Tarikan Pergerakan |8

Anda mungkin juga menyukai