Anda di halaman 1dari 8

Evaluasi Program Pemberian Kapsul Vitamin A pada Bayi Usia 6-11 Bulan dan Balita

di Pusat Kesehatan Masyarakat Cilamaya, Kabupaten Karawang


Periode November 2015 sampai Oktober 2016

Christian Hasiholan Tmanern


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
Email: chrisvasteland@gmail.com

Abstrak
Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak
dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar, berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan
dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Vitamin A juga dapat diberikan kepada anak
yang menderita campak, diare, gizi buruk, anak kurang vitamin A dengan tanda bercak bitot dan buta
senja. Masalah vitamin A diperkirakan menyerang 190 juta anak prasekolah terutama pada Afrika
dengan 6% kematian dan Asia Tenggara 8% kematian anak-anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia telah
diterapkan pemberian vitamin A pada bayi usia 6-11 bulan sebanyak satu kali dan balita usia 12-59
bulan sebanyak dua kali pemberian, namun cakupan suplementasi vitamin A pada bayi dan balita masih
rendah. Di Kabupaten Karawang tahun 2015 suplementasi vitamin A pada bayi baru mencapai 88,07%
dari target 100% dan cakupan suplementasi vitamin A pada balita baru mencapai 76,14% dari target
90%. Berdasarkan masalah tersebut, maka dilakukanlah evaluasi program pemberian kapsul vitamin A
pada bayi dan balita di Puskesmas Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang pada periode November
2015 sampai Oktober 2016 dengan membandingkan cakupan terhadap tolok ukur yang telah ditentukan
menggunakan pendekatan sistem. Masalah yang didapat yaitu cakupan suplementasi vitamin A pada
bayi dan balita. Penyebab masalah ini antara lain karena kurangnya media komunikasi berupa poster
dan spanduk serta sosialisasi yang dilakukan hanya sekali dan waktunya ditentukan oleh bidan desa.
Dengan demikian diharapkan puskesmas dapat mengoptimalkan sumber daya kader, tokoh masyarakat
dan bidan serta mengusulkan kepada Dinas Kabupaten Karawang untuk melengkapi media komunikasi.

Kata kunci: balita, bayi, vitamin A, evaluasi program

A. Pendahuluan

1
Menurut WHO 2009, defisiensi menjangkau bayi dan balita dengan
vitamin A merupakan masalah kesehatan cakupan tinggi.3
utama yang diperkirakan menyerang 190 Indonesia sudah melaksanakan
juta anak prasekolah, terutama pada rekomendasi tersebut dan meluaskan
daerah Afrika dan Asia Tenggara. 1 program distribusi kapsul vitamin A sejak
Defisiensi vitamin A sendiri bertanggung tahun 1980-an melalui distribusi kapsul
jawab atas 6% kematian anak-anak di vitamin A dosis tinggi pada anak balita dua
bawah 5 tahun di Afrika dan 8% di Asia kali setahun pada bulan Februari dan
Tenggara. Suplementasi vitamin A pada Agustus. Program pemberian kapsul
anak usia 6-59 bulan dapat mengurangi vitamin A untuk anak berumur 12-59 bulan
angka risiko kematian dan mengurangi diberikan dengan dosis 60mg retinol secara
insiden kejadian diare.2 oral, dan takaran setengahnya untuk bayi
Kurangnya vitamin A pada umur berumur 6-11 bulan, dengan posyandu
tersebut dapat mengakibatkan defisiensi sebagai tempat utama pemberian kapsul
vitamin A dimana akan menimbulkan vitamin A pada anak.4
gejala seperti buta senja atau dapat Vitamin A memegang peranan
meningkatkan angka morbiditas dan penting untuk mengurangi mortalitas dan
mortalitas terhadap infeksi pada anak- morbiditas penyakit infeksi saluran
anak seperti campak dan diare.1 pernafasan akut dan diare pada anak balita.
Masalah kurang vitamin A Hasil analisis dengan menggunakan data
merupakan salah satu masalah gizi utama di studi Aceh pada anak pra-sekolah dengan
Indonesia dengan prevalensi yang tinggi status vitamin A marginal mengungkapkan
pada wanita dan anak balita. Dengan bahwa mortalitas akibat penyakit infeksi
prevalensi yang tinggi tersebut merupakan saluran pernafasan akut dan diare menurun
penyebab utama dari meningkatnya dengan 34 persen setelah diberi
morbiditas, mortalitas dan kebutaan. suplementasi vitamin A, namun
International Vitamin A Consultative dampaknya terhadap morbiditas belum
Group (IVACG) merekomendasikan dilaporkan.5
bahwa kapsul vitamin A dapat juga Direktorat Bina Gizi Masyarakat
diberikan kepada anak yang menderita bekerja sama dengan SEAMAEO
campak, diare, gizi buruk, anak kurang TROPED RCCN Universitas Indonesia,
vitamin A dengan tanda bercak bitot, dan UNICEF dan Micronutrient Initiative pada
buta senja. Pelaksanaan program tahun 2007 melakukan survei di 3 provinsi
suplementasi harus secara efektif dapat terpilih yaitu Kalimantan Barat, Lampung

2
dan Sulawesi Tenggara untuk melihat C. Materi
cakupan suplementasi Vitamin A dan Materi yang digunakan dalam
mengevaluasi manajemen program evaluasi program ini adalah catatan hasil
Vitamin A. Hasil survei menunjukkan kegiatan puskesmas mengenai program
bahwa di provinsi Kalimantan Barat Pemberian Kapsul Vitamin A pada Bayi
cakupan Vitamin A pada bayi (6-11 bulan) berusia 6-11 bulan dan Balita 12-59 bulan
adalah sebesar 55,8% dan anak balita (12- di wilayah kerja Puskesmas Cilamaya,
59 bulan) sebesar 56,6%, sementara untuk Kabupaten Karawang periode Oktober
provinsi Lampung cakupan pada bayi 2015 sampai dengan November 2016, yang
adalah 82,4% dan anak balita 80,4%, dan terdiri dari:
Sulawesi Tenggara adalah 70,5% pada bayi 1. Perencanaan kebutuhan kapsul
dan anak balita sebesar 62,2%. Hasil survei vitamin A
juga menemukan bahwa sebanyak 70,2% 2. Mekanisme Penyimpanan kapsul
bayi umur 6-11 bulan dan 13,9% anak vitamin A
balita umur 12-59 bulan mendapatkan 3. Pendistribusian kapsul vitamin A
suplementasi Vitamin A dengan dosis yang 4. Sosialisasi suplementasi vitamin A
tidak sesuai umur.6 5. Pemberian kapsul vitamin A pada
Menurut data Riskesdas pada tahun bayi dan balita
2013, diketahui cakupan pemberian kapsul 6. Pencatatan dan pelaporan
vitamin A pada anak usia 6-59 bulan
sebesar 75,5%. Presentasi anak umur 6-59 D. Metode
bulan yang menerima kapsul vitamin A Evaluasi program ini dilaksanakan
selama enam bulan terakhir tertinggi di dengan pengumpulan data, pengolahan
Nusa Tenggara Barat (89,2%) dan terendah data, dan analisis data sehingga dapat
di Sumatera Utara (52,3%).7 digunakan untuk menjawab permasalahan
pelaksanaan program pemberian kapsul
B. Sasaran vitamin A di wilayah kerja Puskesmas
Seluruh bayi yang berusia 6 sampai dengan Cilamaya periode Oktober 2015 sampai
11 bulan dan balita yang berusia 12 sampai dengan November 2016 dengan cara
dengan 59 bulan di wilayah kerja membandingkan cakupan hasil program
Puskesmas Kecamatan Cilamaya, terhadap tolok ukur yang telah ditetapkan
Kabupaten Karawang periode Oktober dan menemukan penyebab masalah dengan
2015 sampai dengan November 2016. menggunakan pendekatan sistem.

3
Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang,
Jawa Barat. Terletak sebelah utara kota
kabupaten yang berjarak kurang lebih 34
km degan waktu tempuh kurang lebih 60
menit menggunakan kendaraan roda empat.
Tingkat pendidikan penduduk
E. Sumber data dalam evaluasi ini Kecamatan Cilamaya terbanyak adalah
diambil berasal dari data sekunder sekolah menengah pertama, berjumlah
yang berasal dari: 4.021 orang. Sedangkan untuk mata
1. Data Geografi dari Puskesmas pencaharian terbanyak di Kecamatan
Cilamaya tahun 2016. Cilamaya adalah petani yakni 60%. Dan
2. Data Demografi dari Puskesmas mayoritas penduduk di Kecamatan
Cilamaya tahun 2016. Cilamaya menganut agama Islam.
3. Catatan Tahunan Cakupan Distribusi
Kapsul Vitamin A bagi Bayi (6-11 G. Data Khusus
bulan) dan Balita (12-59 bulan) di Data khusus dapat dilihat dari
Puskesmas Cilamaya, Kecamatan masukan, proses, keluaran, dampak, dan
Cilamaya Wetan, Kabupaten umpan balik. Penanggung jawab program
Karawang periode Februari 2016 dan distribusi kapsul vitamin A yakni 1 orang
Agustus 2016. sebagai koordinator program dan pelaksana
program gizi puskesmas, kader 5 orang tiap
F. Data Umum posyandu dan bidan 1 bidan tiap desa. Dana
Lokasi gedung UPTD Puskesmas yang digunakan berasal dari Bantuan
Cilamaya Terletak di Jl. Raya Cilamaya, Oprasional Kesehatan (BOK). Pada sarana,
Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten tersedia formulir pencatatan dan pelaporan.
Karawang Barat 41358, Jawa Barat, yang Dalam metode, menghitung
merupakan Puskesmas dengan luas wilayah kebutuhan dan ketersediaan kapsul vitamin
6,158 Ha. Dengan sebaran luas tanah darat A, mekanisme penyimpanan kapsul
1.384 ha, tanah sawah 3.140 ha, tanah vitamin A, pendistribusian kapsul vitamin
empang 1.634 ha. Wilayah kerja UPTD A, sosialisasi suplementasi vitamin A,
Puskesmas Cilamaya terdiri dari 7 desa, 33 pemberian kapsul vitamin A kepada bayi
Dusun, 73 RW dan 154 RT. dan balita, pencatatan dan pelaporan
UPTD Puskesmas Cilamaya Dalam proses perencanaan yang
terletak di jalan raya Cilamaya, Kecamatan harus dilakukan antara lain, Kebutuhan

4
Kapsul Vitamin A perhitungan kebutuhan yang telah dijalankan setelah bulan vitamin
suplementasi vitamin A untuk bayi dan A.
perhitungan kebutuhan suplementasi Lingkungan fisik berisi lokasi
vitamin A untuk balita di Puskesmas pelayanan kesehatan dimana di setiap desa
Kecamatan Cilamaya, Kabupaten sudah terdapat posyandu yang berjumlah
Karawang Karawang periode November rata -rata berjumlah 5 sampai 10 posyandu
2015 sampai Oktober 2016. Pada proses yang dapat dijangkau. Transportasi terdapat
pelaksanaan dengan Sosialisasi sarana transportasi seperti kendaraan umum
suplementasi vitamin A, pemberian kapsul terutama di jalan raya. Untuk desa-desa
vitamin A kepada bayi dan balita, yang masih belum terdapat kendaraan
pencatatan dan pelaporan. Pengawasan umum, cukup sulit mencari transportasi,
berisi pencatatan dan pelaporan serta namun kebanyakan penduduk sudah
mekanisme rapat. memiliki kendaraan bermotor. Fasilitas
Pada keluaran didapatkan dari kesehatan lain tersedia praktik bidan desa.
program cakupan pemberian kapsul Lingkungan non Fisik, pendidikan dimana
vitamin A pada bayi usia 6-11 bulan pada mayoritas penduduk dengan pendidikan
periode November 2015 sampai dengan SMA, sosial ekonomi berupa jumlah
Oktober 2016 79.80%. Tolak ukur keluarga miskin 36.824 jiwa, mayoritas
pemberian kapsul vitamin A pada bayi Islam sebesar 99,99%
selama satu tahun adalah 100%. Cakupan Dampak langsung diharapkan
Vitamin A anak balita usia 12-59 bulan meningkatnya kadar vitamin A dalam tubuh
pada periode November 2015 sampai bayi dan balita. Dampak ini sulit untuk
dengan Oktober 2016 sebesar 86.63%. diukur. Sedangkan dampak tidak langsung
Tolak ukur pemberian kapsul vitamin A diharapkan menurunnya angka kejadian
pada bayi selama satu tahun adalah 90%. kekurangan vitamin A dan xerophtalmia.
Umpan Balik berisi adanya
pencatatan dan pelaporan tiap bulan H. Masalah yang ditentukan
Februari dan Agustus sebagai masukan Persentase pemberian kapsul
dalam perencanaan program pemberian vitamin A pada Bayi (6-11 bulan) dengan
kapsul vitamin A pada bayi dan balita tolok ukur 100% dan pencapaian 79,80%
selanjutnya dan adanya rapat kerja yang dengan demikian besar masalah sebesar
membahas laporan kegiatan untuk 20,2%. Persentase pemberian kapsul
monitoring dan mengevaluasi program vitamin A pada Balita (12-59 bulan) dengan
tolok ukur 90% dan pencapaian 86,63%

5
dengan demikian besar masalah sebesar pendekatan sistem di Puskesmas Kecamatan
3,74%. Cilamaya, Kabupaten Karawang periode
Masalah menururt unsur proses November 2015 sampai Oktober 2016
yaitu tidak adanya bentuk sosialisasi seperti didapatkan, Kebutuhan kapsul vitamin A
spanduk, leaflet dan poster untuk media untuk bayi selama November 2015 sampai
informasi dan sosialisasi yang dilakukan Oktober 2016 di Puskesmas Cilamaya,
bidan desa tidak sesuai pedoman sosialisasi Kabupaten Karawang sebanyak 1522 kapsul
beberapa hari sebelum bulan Vitamin A, H- vitamin A biru. Kebutuhan kapsul vitamin A
1 distribusi kapsul vitamin A, Satu bulan untuk balita selama periode Juni 2015 sampai
sebelum bulan vitamin A dan hari H Mei 2016 di Puskesmas Cilamaya,
pelaksanaan. Kabupaten Karawang sebanyak 8844 kapsul
Penyelsaaian diatas vitamin A merah. Mekanisme penyimpanan
diantaaranya, mengajukan usulan kepada kapsul vitamin A di Puskesmas Cilamaya,
Dinas Kesehatan Kabupaten agar Kabupaten Karawang sudah sesuai dengan
mengadakan poster, spanduk, dan leaflet syarat penyimpanan kapsul vitamin A yang
untuk diperbanyak mengenai pemberian baik, yaitu disimpan di gudang farmasi/di
suplementasi vitamin A untuk bayi dan kamar praktik swasta, dijauhkan dari sinar
balita, meningkatkan sosialisasi mengenai matahari langsung, di tempat yang kering
pentingnya vitamin A bagi bayi dan balita dan tidak lembap, tidak disimpan di lemari
tidak hanya dilakukan oleh bidan desa saja, es, dan tutup botol tertutup rapat.
tetapi dapat dilakukan oleh kader, Pendistribusian kapsul vitamin A di
sosialisasi yang dilakukan berperiodik Puskesmas Cilamaya, Kabupaten Karawang
mulai dari sebulan sebelumnya, beberapa dilakukan 1 bulan sebelum bulan Februari
hari menjelang bulan vitamin A, 1 hari dan Agustus. Kapsul vitamin A
menjelang pendistribusian vitamin A dan didistribusikan ke bidan-bidan desa,
pada hari H agar warga mengingat dan kemudian dari bidan-bidan desa
menunjukkan sikap positif terhadap didistribusikan ke kader kesehatan di
pemberian vitamin A. lingkungan posyandu sekitar maupun ke
sekolah. Cakupan pemberian suplementasi
vitamin A kepada bayi berusia 6-11 bulan di
I. Kesimpulan Puskesmas Cilamaya, Kabupaten Karawang
Dari hasil evaluasi program masih di bawah tolok ukur. Cakupan
pemberian kapsul vitamin A pada bayi dan pemberian suplementasi vitamin A kepada
balita yang dilakukan dengan cara bayi balita berusia 12-59 bulan di Puskesmas

6
Cilamaya, Kabupaten Karawang masih di Hospital, Indonesia,19811992. Int
bawah tolok ukur. Ophthalmol. 1995;19:3942.
5. Grotto I, Mimouni M, Gdalevich M,
J. Saran Mimouni D. Vitamin A supplementation
Saran kepada Puskesmas Cilamaya and childhood morbidity from diarrhea
untuk melakukan pemantauan saat mendata and respiratory infections: A meta-
bayi dan agar jumlah sasaran dapat tertarget analysis. J Pediatrics. 2003; 142 (3): 297-
dengan baik, penyuluhan rutin terkait taget 304.
pencapaian program vitamin A ke 6. Direktorat Bina Gizi Masyarakat.
masyarakat dan mengedukasi baik lewat Panduan Manajemen Suplementasi
media sosial interaktif, seperti lembar balik, Vitamin A. 2009.
spanduk maupun terjun langsung ke 7. Riset Kesehatan Dasar. Badan penelitian
masyarakat untuk mencapai masyarakat dan Pengembangan Kesehatan
dengan optimal dan tepat sasaran, pengajuan Kementrian Kesehatan. 2013
tempat pendisitribusian kapsul vitamin A ke
taman kanak-kanak dan PAUD untuk lebih
menjangkau target lebih terjangkau.

Daftar Pustaka
1. Global prevalence of vitamin A
deficiency in populations at risk 1995
2005. WHO Global Database on Vitamin
A Deficiency. Geneva, World Health
Organization, 2009
2. Global health risks: mortality and burden
of disease attributable to selected major
risks. Geneva, World Health
Organization, 2009
3. Ross DA. Recommendations for vitamin
A supplementation. Journal of Nutrition.
2002; 132: 2902S-2906.
4. Semba RD, Susatio B, Muhilal,
Natadisastra G. The decline of admissions
for xerophthalmia at Cicendo Eye