Anda di halaman 1dari 9

Kadar 8-hydroxyl-2-deoxyguanosine serum pasien glaukoma primer

sudut terbuka lebih tinggi dibandingkan kontrol


Harumi Purwa Prahesthy, Made Agus Kusumadjaja, Ariesanti Tri Handayani, I Gede
Raka Widiana.
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit
Umum Pusat Sanglah Denpasar Bali
Abstrak
Glaukoma adalah penyebab kebutaan permanen di seluruh dunia. Data WHO tahun
2007 menyebutkan bahwa glaukoma menyebabkan sekitar 15% kebutaan di dunia (setelah
katarak 43%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kadar 8-Hydroxyl-2-
Deoxyguanosine (8-OHdG) serum pada pasien glaukoma primer sudut terbuka lebih tinggi
dibandingkan kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilaksanakan
di Poliklinik Mata RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara Denpasar Bali, mulai bulan Oktober
2015 sampai bulan Januari 2016. Setiap sampel dilakukan pemeriksaan menggunakan slit
lamp, applanasi goldmann dan funduskopi dengan lensa 78 untuk menegakkan diagnosis
glaukoma primer dan presbiopia serta pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan
kadar 8-OHdG serum. Perbedaan kadar 8-OHdG serum dianalisis dengan uji t tidak
berpasangan. Besar sampel yang memenuhi kriteria eligibilitas sebanyak 60 pasien yang
terbagi menjadi 29 pasien glaukoma primer sudut terbuka dan 31 pasien kontrol. Rerata
kadar 8-OHdG serum pada pasien glaukoma primer sudut terbuka didapatkan sebesar
15,57(SB0,83) ng/mL sedangkan pada kontrol adalah 8,87(SB0,87) ng/mL. Rerata kadar 8-
OHdG pada kelompok glaukoma primer sudut terbuka 6,7 ng/mL lebih tinggi daripada
kontrol dan perbedaan ini bermakna secara statistik (P<0,001). Berdasarkan hasil penelitian
dapat disimpulkan kadar 8-OHdG serum pada pasien glaukoma primer sudut terbuka lebih
tinggi daripada kontrol.
Kata kunci: glaukoma primer sudut terbuka, kontrol, presbiopia, 8-hydroxyl-2-
deoxyguanosine (8-OHdG) serum

Abstract
Glaucoma is a leading cause of irreversible blindness throughout the world. WHO
statistics, 2007, indicate glaucoma accounts for 15% of total global blindness (after cataract
43%). This study aimed to determine whether serum 8-Hydroxyl-2-Deoxyguanosine (8-
OHdG) level in primary open angle glaucoma patients higher than control. This is a cross
sectional study taking place in the eye clinic of Sanglah Hospital and Bali Mandara Hospital
Denpasar, Bali starting from October 2015 until January 2016. Each samples underwent slit
lamp examination, goldmann applanation and funduscopy with 78 lens to determine
glaucoma primer diagnosis and control and venous blood sampling for examination of serum
8-OHdG levels. Analysis was conducted with independent t-test. The study included 60
patients collected as subjects, divided into 29 primary open angle glaucoma and 31 control.
Mean serum 8-OHdG levels in primary open angle glaucoma patients was 15,57(SD0,83)
ng/mL while in control was 8,87(SD0,87) ng/mL. The mean serum 8-OHdG level in the
group of primary open angle glaucoma was 6,7 ng/mL higher than control and this difference
was statistically significant (P<0,001). The result of this study concludes that serum 8-OHdG
levels in primary open angle glaucoma higher than control.
Keywords : primary open angle glaucoma, control, presbyopia, serum 8-hydroxyl-2-
deoxyguanosine (8-OHdG)
terbuka atau primary open angle
Pendahuluan glaucoma (POAG) merupakan suatu optik
Glaukoma merupakan penyebab neuropati kronik yang tidak disebabkan
utama kebutaan setelah katarak di dunia. oleh penyakit mata atau sistemik lainnya,
Penyakit ini mengenai hampir 90 juta bersifat progresif lambat dengan hilangnya
populasi dunia. Glaukoma primer sudut fungsi penglihatan, yang ditandai dengan
terbukanya sudut bilik mata depan, Denpasar Bali secara konsekutif mulai 1
kerusakan papil saraf optik, gangguan Oktober 2015 sampai 31 Januari 2016.
lapang pandang dan peningkatan tekanan Populasi target pada penelitian ini
intraokuli sebagai salah satu faktor risiko adalah semua pasien glaukoma primer
primer. Penyakit ini biasanya terjadi sudut terbuka dan kontrol. Populasi
bilateral namun dapat terjadi asimetris.1-3 terjangkau penelitian adalah semua pasien
Penyebab utama terjadinya glaukoma primer sudut terbuka dan
glaukoma masih belum diketahui, peran kontrol yang datang berobat ke Poliklinik
serta stres oksidatif dan nitratif penting Mata RSUP Sanglah dan RS Bali
dalam patogenesis terjadinya glaukoma Mandara, Denpasar periode bulan Oktober
primer sudut terbuka, karena dapat 2015 sampai Januari 2016. Subyek
memicu terjadinya degenerasi trabecular penelitian adalah semua pasien yang
meshwork, papil saraf optik dan ganglion memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
sel retina sehingga menyebabkan Kriteria inklusi glaukoma primer sudut
peningkatan tekanan intraokuli. 4,5,16 terbuka adalah pasien glaukoma primer
Seiring dengan peningkatan jumlah sudut terbuka berumur 40 tahun yang
penduduk usia lanjut, diperkirakan jumlah belum ataupun sudah mendapatkan terapi
pasien dengan glaukoma primer sudut medikamentosa dan sudah
terbuka khususnya di Bali juga akan menandatangani informed consent.
semakin meningkat. Di Bali belum pernah Kriteria inklusi kontrol adalah pasien
dilakukan penelitian mengenai kadar 8- presbiopia, emmetropia dan asthenophia
OHdG pada pasien glaukoma primer sudut berumur 40 tahun dan setuju dilakukan
terbuka. Penelitian ini dilakukan karena penelitian dan sudah menandatangani
adanya perbedaan populasi dan ras yang informed consent. Kriteria eksklusi
belum tentu akan memberikan hasil yang glaukoma primer sudut terbuka dan
sama dengan penelitian lainnya. kontrol adalah subjek sedang menderita
Diketahuinya etiopatogenesis glaukoma penyakit sistemik kronis, subjek mendapat
primer sudut terbuka dalam hubungannya pengobatan antiinflamasi non steroid, obat
dengan stres oksidatif melalui pemeriksaan kortikosteroid atau imunosupresan dalam
8-OHdG, diharapkan dapat dikembangkan satu bulan terakhir, subjek mendapat terapi
strategi untuk mencegah terjadinya antioksidan dalam satu bulan terakhir,
glaukoma primer sudut terbuka. subjek dengan infeksi intraokular, subjek
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, dengan riwayat atau sedang mengalami
penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelainan segmen posterior mata, subjek
perbedaan kadar 8-OHdG serum pada dengan riwayat operasi dan trauma
pasien glaukoma primer sudut terbuka dan intraokular. Penelitian ini sudah disetujui
kontrol. oleh komite etik penelitian RSUP Sanglah
dan RS Bali Mandara, Denpasar.
Semua data yang diperoleh
Bahan dan metode dimasukkan dalam tabel kerja dan
Penelitian ini merupakan suatu dianalisis dengan program SPSS versi
penelitian observasional analitik dengan 23.0. Data mengenai karakteristik subyek
pendekatan studi potong lintang (cross dianalisis secara deskriptif. Data berskala
sectional). Sampel dipilih secara kategorik dideskripsikan dalam bentuk
konsekutif dari populasi terjangkau setelah frekuensi dan persentase sedangkan untuk
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi data berskala numerik dalam bentuk rerata
sampai besar sampel yang diperlukan dan simpang baku.
terpenuhi. Karakteristik subjek penelitian Hasil
dalam penelitian ini meliputi umur, jenis Subjek penelitian dipilih secara
kelamin, pendidikan, pekerjaan dan konsekutif dari pasien glaukoma primer
domisili. Penelitian dilakukan di Poliklinik dan kontrol (presbiopia) yang datang ke
Mata RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara RSUP Sanglah dan RS Bali Mandara,
Denpasar selama periode 1 Oktober 2015
31 Januari 2016. Enam puluh pasien menyeluruh data karakteristik pasien
memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi disajikan pada Tabel 1.
yaitu 29 pasien glaukoma primer sudut
terbuka dan 31 pasien kontrol. Secara
Tabel 1 Karakteristik subjek penelitian
Diagnosis
Glaukoma primer sudut Kontrol
Karakterisitik
terbuka
N=29 N=31
Umur (tahun), rerata (SB) 62,5(SB8,8) 46,0(SB4,4)
Jenis kelamin {n(%)}
Lelaki 26 (89,7) 17 (54,8)
Perempuan 3 (10,3) 14 (45,2)
Pendidikan {n(%)}
Perguruan tinggi 12 (41,4) 14 (45,2)
SMA 3 (10,3) 11 (35,5)
SMP 1 (3,4) 0 (0,0)
SD 8 (27,6) 6 (19,4)
Tidak sekolah 5 (17,2) 0 (0,0)
Pekerjaan {n(%)}
Swasta 10 (34,5) 17 (54,8)
Pedagang 0 (0,0) 2 (6,5)
Ibu rumah tangga 0 (0,0) 4 (12,9)
Petani 6 (20,7) 0 (0,0)
PNS 4 (13,8) 8 (25,8)
Tidak bekerja 9 (31,0) 0 (0,0)
Domisili
Gianyar 13 (44,8) 6 (19,4)
Denpasar 5 (17,2) 16 (51,6)
Badung 3 (10,3) 5 (16,1)
Tabanan 2 (6,9) 0 (0,0)
Karangasem 1 (3,4) 1 (3,2)
Klungkung 1 (3,4) 0 (0,0)
Singaraja 3 (10,3) 1 (3,2)
NTB 1 (3,4) 1 (3,2)
Jawa 0 (0,0) 1 (3,2)

Tabel 1 memperlihatkan terbuka dan 45,2% pada kelompok kontrol.


karakteristik subjek penelitian. Pasien pada Pekerjaan swasta merupakan jenis
kelompok glaukoma primer sudut terbuka pekerjaan terbanyak baik pada kelompok
memiliki rerata umur 62,5(SB8,8) tahun glaukoma primer sudut terbuka (34,5%)
dan rerata umur pasien kontrol adalah maupun kelompok kontrol (54,8%).
46,0(SB4,4) tahun. Jenis kelamin lelaki Domisili terbanyak pada kelompok
ditemukan lebih banyak dibandingkan glaukoma primer sudut terbuka berasal
perempuan pada kedua kelompok yaitu dari Gianyar (44,8%), dan pada kelompok
89,7% pada glaukoma primer sudut kontrol berasal dari Denpasar (51,6%).
terbuka dan 54,8% pada kelompok kontrol. Perbedaan kadar 8-OHdG serum
Status pendidikan perguruan tinggi pada glaukoma primer sudut terbuka dan
ditemukan paling banyak yaitu sebesar kontrol secara menyeluruh disajikan pada
41,4% pada glaukoma primer sudut Tabel 2.
Tabel 2 Perbedaan kadar 8-OHdG serum pada glaukoma primer sudut terbuka dan kontrol
Diagnosis
Beda
Variabel Glaukoma primer Kontrol Nilai P IK 95%
rerata
sudut terbuka
Kadar 8 OHdG
(ng/mL), rerata (SB) 15,57(0,83) 8,87(0,87) 6,70 <0,001 6,25 sampai 7,13
Tabel 2 menunjukkan perbedaan didapatkan hasil yang lebih tinggi yaitu
kadar 8-OHdG serum pada kelompok 15,57(SB0,83) ng/mL, sedangkan pada
glaukoma primer sudut terbuka dan kelompok kontrol adalah 8,87(SB0,87)
kontrol dianalisis dengan uji t tidak ng/mL. Hasil ini menunjukkan, rerata
berpasangan karena setelah dilakukan uji kadar 8-OHdG pada glaukoma primer
normalitas dengan Shapiro-Wilk pada sudut terbuka 6,7 ng/mL lebih tinggi
glaukoma primer sudut terbuka dan uji dibandingkan kontrol (P<0,001).
Kolmogorov-Smirnov pada kontrol serta Hubungan antara tekanan
homogenitas varians antar-kelompok intraokuli dan terapi anti-glaukoma dengan
dengan uji Levene didapatkan nilai kadar 8-OHdG disajikan pada Tabel 3 di
P>0,05. Rerata kadar 8-OHdG serum pada bawah ini.
kelompok glaukoma primer sudut terbuka

Tabel 3 Hubungan terapi anti-glaukoma, tekanan intraokuli dan umur dengan kadar 8-OHdG

Variabel F Sig
Obat antiglaukoma 0,115 0,737
Tekanan intraokuli OD 0,461 0,504
Tekanan intraokuli OS 1,448 0,241
Umur 0,800 0,380
Ta Diagnosis Not applicable Not applicable
bel Faktor risiko terjadinya glaukoma
3 menunjukkan hubungan antara tekanan primer sudut terbuka meningkat seiring
intraokuli, terapi anti-glaukoma dan umur bertambahnya usia. Prevalens glaukoma
dengan kadar 8-OHdG. Terapi anti primer sudut terbuka di Amerika Serikat
glaukoma, tekanan intraokuli dan umur pada individu diatas 40 tahun adalah
tidak berpengaruh terhadap kadar 8-OHdG 1,86% yaitu sekitar 2,22 juta penduduk.
(P>0,05). Data mengenai diagnosis Diperkirakan jumlah pasien glaukoma
glaukoma primer sudut terbuka dan primer sudut terbuka akan meningkat 50%
presbiopia dan hubungannya dengan kadar menjadi 3,36 juta pada tahun 2020 dengan
8-OHdG tidak tersedia pada tabel. adanya peningkatan usia populasi
penduduk Amerika yang pesat. Baltimore
Diskusi Eye Survey menunjukkan prevalens
Penelitian ini melibatkan 60 subjek glaukoma pada ras kulit putih 3,5 kali
penelitian yang memenuhi kriteria inklusi lebih tinggi pada individu usia 70 tahun
dan eksklusi yaitu dibagi menjadi 29 dibandingkan usia 40 tahun, sementara
pasien glaukoma primer sudut terbuka dan pada ras kulit hitam dengan rasio 7,4 kali.1
31 pasien kontrol. Subjek penelitian Jackson dkk5 pada penelitiannya
kemudian dilakukan pengambilan darah menyebutkan rerata usia pasien glaukoma
vena untuk mengukur kadar 8-OHdG primer adalah 62 (SB 17,2) tahun.
serum. Karakteristik subjek penelitian Presbiopia merupakan suatu proses
dalam penelitian ini meliputi umur, jenis yang berhubungan dengan usia, biasanya
kelamin, pendidikan, pekerjaan dan terjadi saat usia 40 tahun. Berdasarkan
domisili. data sensus Bureau, pada tahun 2008 lebih
dari 135 juta penduduk Amerika diatas pasien memiliki status pendidikan di
usia 40 tahun memerlukan kacamata dalam perguruan tinggi yaitu sebesar 45,2%.
jumlah besar untuk membantu pasien Penelitian Wani dkk8 menyebutkan
presbiopia melihat dekat.6 Penelitian ini bahwa pekerjaan dengan faktor lingkungan
didapatkan rerata umur yang lebih tinggi seperti paparan sinar matahari akan
pada kelompok pasien glaukoma primer meningkatkan risiko terjadinya glaukoma.
sudut terbuka yaitu 62,5 (SB8,8) tahun Pada penelitiannya 67% pasien dengan
sedangkan pada kelompok presbiopia glaukoma pseudoeksfoliasi bekerja
adalah 46,0(SB4,4) tahun. sebagai petani dan buruh yang lebih
Predileksi jenis kelamin pada banyak melakukan aktivitas di luar
pasien glaukoma primer sudut terbuka dan ruangan. Sebanyak 13,9% pasien bekerja
presbiopia menunjukkan hasil yang sebagai wiraswasta dan lebih banyak
bervariasi pada penelitian-penelitian lain melakukan aktivitas di dalam ruangan.
yang dilakukan di berbagai negara. Studi Penelitian Oduntan dan Mashige4
mengenai jenis kelamin sebagai faktor menyebutkan kadar 8-OHdG meningkat
risiko presbiopia disebutkan heterogen signifikan (P<0,01) akibat paparan radiasi.
(P=0,01).7,12,14 Pada penelitian Framingham Penelitian ini didapatkan sebagian besar
dan Barbados, glaukoma primer sudut pekerjaan pasien adalah swasta yaitu
terbuka lebih banyak terjadi pada lelaki. sebesar 34,5% pada glaukoma primer
Studi Sweden, St Lucia dan Blue sudut terbuka dan 54,8% pada kelompok
Mountains melaporkan angka yang lebih presbiopia.
tinggi pada perempuan. Studi di Wales, Penelitian di Botswana
Baltimore, Beaver Dam dan Melbourne menunjukan jumlah kasus baru glaukoma
tidak menemukan adanya hubungan cenderung di bawah jumlah sebenarnya.
statistik antara lelaki dan perempuan. Jenis Hal ini karena beberapa klinik di perifer
kelamin dianggap bukan merupakan faktor tidak merujuk semua pasien dengan
risiko glaukoma primer sudut terbuka.1,12,13 glaukoma ke pusat rujukan. Glaukoma
Penelitian ini didapatkan pasien lelaki biasanya tidak menunjukkan gejala pada
pada glaukoma primer sudut terbuka fase awal, jadi pasien yang belum
sebesar 89,7% dan perempuan 10,3% menimbulkan gejala dan tidak datang ke
sedangkan pada kelompok kontrol klinik kesehatan mata tidak tercatat.
sebanyak 54,8% ditemukan pada lelaki dan Banyak anggota keluarga dengan
45,2% pada perempuan. glaukoma yang tidak dievaluasi sehingga
Penelitian Jackson dkk5 di Afrika meningkatkan kemungkinan angka
menemukan glaukoma lebih banyak glaukoma sebenarnya yang tidak terlihat
ditemukan pada pasien dengan tingkat jauh lebih tinggi dibandingkan yang
pendidikan primer (sekolah dasar) yaitu diperkirakan di Botswana. Perkiraan
sebesar 48,9% dan yang tidak bersekolah insiden glaukoma tiap tahunnya di negara
sebesar 24,2%. Penelitiannya Afrika lainnya sekitar 400 kasus per 1 juta
menghubungkan tingkat pendidikan pasien populasi. Hal ini dapat menunjukkan
glaukoma dengan pemahaman pasien insiden glaukoma sebenarnya tiap
mengenai penyakitnya. Selain itu tingkat tahunnya dua kali lipat dibandingkan yang
pendidikan juga dihubungkan dengan telah terdiagnosis di pelayanan kesehatan
kecepatan memperoleh pelayanan glaukoma di Botswana.5,17
kesehatan. Pasien dengan pendidikan Pada penelitian ini sebanyak 44,8%
tinggi biasanya lebih cepat mencari pasien glaukoma berasal dari Gianyar.
pelayanan kesehatan. Penelitian ini Sebagian besar pasien berasal dari Gianyar
didapatkan sebagian besar pasien pada diperkirakan karena Gianyar merupakan
kelompok glaukoma primer sudut terbuka daerah dengan lokasi yang cukup dekat
memiliki status pendidikan di perguruan dengan kota Denpasar dan didukung
tinggi yaitu sebesar 41,4%, demikian juga dengan belum adanya dokter mata ahli
pada kelompok kontrol sebagian besar glaukoma di Gianyar. Pasien glaukoma
yang berasal dari Denpasar, daerah dengan
pusat rujukan kesehatan mata sebanyak ditemukan kadar 8-OHdG serum pasien
17,2%. Di daerah lainnya masih sedikit glaukoma sebesar 17,80(SB8,06) ng/mL.
yang datang ke pusat rujukan kesehatan Pada penelitian ini ditemukan kadar rerata
mata diperkirakan karena belum 8-OHdG serum pasien glaukoma primer
menimbulkan gejala sehingga tidak dirujuk sudut terbuka sebesar 15,57(SB0,83)
ke pusat rujukan kesehatan mata. ng/mL.
Penyebab utama terjadinya Kadar 8-OHdG serum pada
glaukoma masih belum diketahui, peran glaukoma primer sudut terbuka dalam
serta stress oksidatif dan nitratif penting penelitian ini ditemukan lebih rendah
dalam patogenesis terjadinya glaukoma dibandingkan penelitian Sorkhabi dkk10 di
primer sudut terbuka.9,18,19 Stres oksidatif Iran. Kadar 8-OHdG serum dapat
dan nitratif dapat memicu terjadinya dipengaruhi oleh berbagai faktor antara
degenerasi trabecular meshwork hingga lain umur, penyakit sistemik kronis,
pada tahap jaringan trabecular meshwork konsumsi obat antioksidan dan infeksi
tidak dapat berfungsi lagi. Akibatnya, intraokular.10 Semua faktor tersebut telah
terjadi disregulasi drainase humor aqueous dikontrol pada desain penelitian ini
yang mengakibatkan peningkatan tekanan melalui kriteria eksklusi, sehingga faktor-
intraokuli, yang menimbulkan kematian faktor tersebut diharapkan tidak
ganglion sel retina dan glaukoma. berpengaruh terhadap kadar 8-OHdG
Meningkatnya penanda stres oksidatif serum pasien glaukoma primer dan
yang dilaporkan pada glaukoma adalah kontrol. Perbedaan etnik dan ras juga
protein nitrotirosin, protein karbonyl, hasil kemungkinan berpengaruh pada perbedaan
oksidasi lipid dan basa DNA.3,4 Penemuan hasil yang didapat. Belum ada penelitian
ini mendukung hipotesis bahwa kerusakan yang meneliti kadar 8-OHdG serum
oksidatif merupakan langkah penting pada glaukoma primer dan presbiopia pada
patogenesis glaukoma primer sudut etnik atau ras yang berbeda sehingga perlu
terbuka dan merupakan target yang relevan dibuktikan melalui penelitian dengan
baik pada pencegahan dan terapi.10,11 jumlah sampel yang lebih besar dan
Kerusakan oksidatif secara melibatkan multisenter.
permanen terjadi pada lipid dari membran Presbiopia merupakan kondisi yang
sel, protein dan DNA. Pada nuklear dan terjadi seiring peningkatan usia yang
mitokondria DNA, 8-OHdG atau 8-oxodG menyebabkan ketidakmampuan melihat
merupakan salah satu bentuk dari radikal pada jarak dekat. Setelah usia 40 tahun,
bebas yang memicu lesi oksidatif, lensa mata menjadi lebih kaku karena tidak
sehingga banyak digunakan sebagai mampu berakomodasi. Nirmalan dkk6 di
biomarker untuk stres oksidatif. Biomarker India Selatan menemukan prevalens
8-OHdG atau 8-oxoDG merupakan tanda presbiopia sebesar 55% pada individu usia
vital untuk mengukur efek kerusakan 30 tahun. Duarte dkk6 di Brazil
oksidatif endogen pada DNA. Determinasi memperkirakan prevalens presbiopia pada
dan analisis 8-OHdG dapat dilakukan pada 3000 populasi dewasa usia 30 tahun
organ binatang dan pada manusia (urin, sebanyak 55%. Penelitian Yuki dkk20
organ manusia , leukosit DNA).11,15,16 menemukan kadar 8-OHdG urin pasien
Pemeriksaan kadar 8-OHdG pada kontrol dengan rerataumur 62,2 tahun
penelitian ini diambil dari serum. 8-OHdG adalah 9,4SB2,8 ng/mg.
ditemukan hampir di seluruh cairan Penelitian Chang dkk2 di Cina
biologis namun serum dan urin merupakan menemukan kadar 8-OHdG serum pasien
sampel yang paling umum digunakan, presbiopia sebesar 22,44(SB4,95)
karena paling mudah didapat dan tidak nmol/mL. Penelitiannya menunjukkan
invasif. kadar 8-OHdG meningkat signifikan pada
Penelitian Chang dkk2 di Cina pasien glaukoma primer sudut tertutup
menemukan kadar 8-OHdG serum pasien dibandingkan dengan kontrol (P<0,01).
glaukoma sebesar 25,18(SB5,33) Kadar 8-OHdG serum pasien presbiopia
nmol/mL. Penelitian Sorkhabi dkk10 di Iran pada penelitian ini ditemukan lebih rendah
dibandingkan penelitian Chang dkk2. stress oksidatif sehingga menimbulkan
Perbedaan etnik dan ras juga kemungkinan terjadinya kematian sel. Lebih dari 90%
berpengaruh pada perbedaan hasil yang pasien glaukoma mendapat kombinasi
didapat. Timolol dan Latanoprost sebelum operasi.
Penelitian Sorkhabi dkk10 di Iran Disebutkan bahwa prostaglandin agonis
menemukan kadar 8-OHdG serum pasien memicu apoptosis, namun hal ini lebih
glaukoma 17,80(SB8,06) ng/mL lebih karena efek pengawet benzalkonium
tinggi dibandingkan kelompok pasien chloride yang terdapat pada obat anti-
dengan katarak yaitu 13,63(SB3,54) glaukoma. Penelitian lainnya menunjukkan
ng/mL. Kadar 8-OHdG di humor aqueous bahwa timolol melindungi dari radikal
pada pasien glaukoma adalah bebas yang memicu apoptosis karena
4,61(SB2,97) ng/mL lebih tinggi potensi antioksidannya. Tidak ditemukan
dibandingkan kelompok pasien dengan korelasi antara jumlah obat dan penanda
katarak 1,98(SB0,70) ng/mL. Chang dkk2 kerusakan DNA pada pasien glaukoma,
di Cina menemukan kadar 8-OHdG serum akibat penggunaan dari 2 jenis obat utama
pasien glaukoma 25,18(SB5,33) nmol/mL yang diminum pasien.
lebih tinggi dibandingkan kelompok pasien Pada penelitian ini terdiri dari
normal 22,44(SB4,95) nmol/mL. pasien yang tidak mendapat obat,
Penelitian ini didapatkan rerata kadar 8- mendapat satu jenis obat dan lebih dari
OHdG serum pada kelompok glaukoma satu jenis obat anti-glaukoma. Obat-obatan
primer sudut terbuka 6,7 ng/mL lebih anti-glaukoma ini tidak berpengaruh
tinggi daripada kelompok kontrol dan terhadap kadar 8-OHdG kemungkinan
perbedaan ini bermakna secara statistik. karena tidak semua pasien saat dilakukan
Pemeriksaan kadar 8-OHdG serum pemeriksaan kadar 8-OHdG mendapat
rutin tidak perlu dilakukan pada setiap terapi anti -glaukoma, beberapa pasien
pasien glaukoma primer sudut terbuka. merupakan pasien baru yang belum
Pemeriksaan kadar 8-OHdG dapat mendapat terapi. Umur tidak berpengaruh
dipertimbangkan pada kasus glaukoma terhadap kadar 8-OHdG (p>0,05),
primer pada pasien dengan riwayat walaupun terdapat perbedaan yang cukup
keluarga atau orang tua glaukoma, tinggi antara umur pasien glaukoma primer
sehingga selanjutnya dapat sudut terbuka dan presbiopia.
dipertimbangkan penggunaan antioksidan Keterbatasan pada penelitian ini
sebagai salah satu strategi dalam adalah pasien glaukoma tanpa obat topikal
memperlambat progresivitas terjadinya anti-glaukoma merupakan kelompok yang
glaukoma primer sudut terbuka. ideal, namun hal itu tidak dapat dilakukan
Korelasi statistik yang signifikan karena pertimbangan etika penelitian.
ditemukan antara kadar oksidatif DNA Kelemahan dari penelitian ini adalah
yang mengganggu trabecular meshwork, riwayat penyakit sistemik, penggunaan
gangguan lapang pandang dan tekanan obat-obatan pada pasien didapatkan
bola mata.7 Pada penelitian ini tekanan melalui wawancara sehingga hal ini dapat
bola mata yang tinggi tidak berpengaruh sebagai sumber bias dalam penelitian ini.
terhadap kadar 8-OHdG, hal ini Nilai aplikatif yang dapat diambil
kemungkinan disebabkan karena tidak dari penelitian ini adalah kadar 8-OHdG
semua pasien dengan tekanan bola mata serum dapat digunakan sebagai penanda
yang tinggi, beberapa pasien ada yang awal terjadinya glaukoma primer sudut
sudah mendapat terapi anti glaukoma terbuka. Pemeriksaan 8-OHdG tentunya
sehingga tekanan bola mata dalam batas perlu mempertimbangkan biaya, karena
normal. pemeriksaan ini tergolong mahal dan
Penelitian Sorkhabi dkk10 di Iran terdapat masa kadaluarsa dari kit 8-OHdG.
mempertimbangkan kuantitas dan tipe
tetes mata antiglaukoma. Pada Simpulan
penelitiannya disebutkan bahwa obat Berdasarkan hasil penelitian dapat
antiglaukoma topikal dapat meningkatkan diperoleh kesimpulan kadar 8-hydroxy-2-
deoxyguanosine (8-OHdG) serum pada Radical Scavengers in Glaucoma.
pasien glaukoma primer sudut terbuka Redox Report. 2013;18(2):76-87.
lebih tinggi daripada kontrol. 7. Hickenbotham A, Roorda A,
Diperlukan penelitian lebih lanjut Steinmaus C, Glasser A. Meta-
untuk mengetahui kadar 8-OHdG serum analysis of Sex Differences in
pada glaukoma primer sudut tertutup dan Presbyopia. Inves Ophthalmol Vis
glaukoma primer sudut terbuka pada Sci. 2012;53(6):3215-20.
populasi dengan jumlah sampel yang lebih 8. Wani FR, Romana M, Singh T,
besar dan melibatkan multisenter sehingga Wani IR, Wani IR, Lone RA.
nantinya juga diketahui pengaruh ras dan Prevalence of Exfoliative
etnik pada kadar 8-OHdG serum pasien Glaucoma Among Kashmiri
glaukoma primer. Population : A Hospital Based
Study. Int J Health Sci.
DAFTAR PUSTAKA 2009;3(1):51-7.
1. American Academy of 9. Feilchenfeld Z, Yucel YH, Gupta
Ophthalmology. Glaucoma. United N. Oxidative Injury to Blood
State of America: American Vessels and Glia of The Pre-
Academy of Ophthalmology. 2011- laminar Optic Nerve Head in
2012.h.4-11. Human Glaucoma. Experimental
2. Chang D, Sha Q, Zhang X, Liu P, Eye Research. 2008;87:409-14.
Rong S, Han T, dkk. 2011. The 10. Sorkhabi R, Ghorbanihaghjo A,
Evaluation of the Oxidative Stress Javadzadeh A, Rashtchizadeh N,
Parameters in Patients with Moharrery M. Oxidative DNA
Primary Angle-Closure Glaucoma. Damage and Total Antioxidant
Plos One. 2011;6(11):e27218. Status in Glaucoma Patient.
3. Sorkhabi R, Ghorbanihaghjo A, Molecular Vision. 2011;17:41-6.
Ahoor M. Oxidative Stress in 11. Valavanidis A, Vlachogianni T,
Pseudoexfoliation Syndrome. Fiotakis C. 8-Hydroxy-2-
Iranian Journal of Ophthalmology. Deoxyguanosine (8-OHdG) : A
2011;23(3):27-32. Critical Biomarker of Oxidative
4. Oduntan OA, Mashige KP. A Stress and Carcinogenesis. J
Review of The Role of Oxidative Environ Sci Health C Environ
Stress in The Pathogenesis of Eye Carcinog Ecotoxicol Rev.
Diseases. The South African 2009;27(2):120-39.
Optometrist.2011;70(4):191-9. 12. Ito YA, Walter MA. NGenetics and
5. Jackson DJ, Razai MS, Falama R, Environmental Stress Factor
Mongwa M, Mutapanduwa M, Contributions to Anterior Segment
Baemisi C, dkk. The Clinical Malformations and Glaucoma.
Characteristic of Patients With Glaucoma-Basic and Clinical
Glaucoma Presenting to Botswana Aspects. 2013.h.27-56.
Healthcare Facilities: an 13. Goel M, Picciani RG, Lee RK,
Observational Study. British Bhattacharya SK.Aqueous Humor
Medical Journal. 2014;4:e005965 Dynamics : A Review. The Open
6. American Academy of Ophthalmology Journal.
Ophthalmology Staff. 2010;4:52-9.
Fundamentals and Principles of 14. Ghanem AA, Arafa LF, El-Baz A.
Ophthalmology. United State of Oxidative Stress Markers in Patient
America: American Academy of With Primary Open-Angle
Ophthalmology. 2011-2012.h.49- Glaucoma. Curr Eye Res.
54. Aslan M, Dogan S, 2010;35(4):295-301.
Kucuksayan E. Oxidative Stress 15. Izzotti A, Sacca SC, Longobardi
and Potential Applications of Free M,Cartiglia C. Mitochondrial
Damage in the Trabecular
Meshwork of Patients With
Glaucoma. Arch Ophthalmology.
2010; 128(6):724-30.
16. Purnamasari D, Setiati S. Peran
Radikal Bebas dan Antioksidan
pada Penyakit Kronik. Jurnal
Medika. 2013.
17. Sacca SC, Pascotto A, Camicione
P, Capris P, Izz A. Oxidative DNA
Damage in the Human Trabecular
Meshwork. Clinical Correlation in
Patient With Primary Open-Angle
Glaucoma. Arch Ophthalmology.
2005;123:458-63.
18. Subash P, Gurumurthy P,
Sarasabharathi A, Cherian KM.
Urinary 8-OHdG : A Marker of
Oxidative Stress to DNA and Total
Antioxidant Status in Essential
Hypertension with South Indian
Population. Indian Journal of
Clinical Biochemistry.
2010;25(2):127-32.
19. Winarsi H. Antioksidan Alami dan
Radikal Bebas. Cetakan ke 2,
Kanisius Yogyakarta; 2007.
20. Yuki K, Murat D, Kimura I,
Tsubota K. Increased Serum Total
Antioxidant Status and Decreased
Urinary 8-Hydroxy-2-
Deoxyguanosine Levels in Patients
With Normal Tension Glaucoma.
Acta Ophthalmologica.
2010;88:259-64.

Anda mungkin juga menyukai