Anda di halaman 1dari 7

CARA BUDI DAYA JAMUR TIRAM

I. BUDI DAYA JAMUR TIRAM PUTIH

Jamur tiram putih merupakan salah satu jamur kayu yang sekarang telah
banyak dibudidayakan orang. Media tanam atau substratnya yang sudah umum
digunakan adalah gergajian kayu alba (sengon), tetapi sembarang gergajian
kayu sebetulnya dapat digunakan, tentunya kayu yang tidak beracun, kemudian
di campur dengan bahan-bahan yang lain dengan berbandingan tertentu.

Adapun proses budidaya jamur tiram putih adalah sebagai berikut :

A. Bahan dan Alat

1. Bahan

Bahan media tanam untuk jamur tiram putih adalah gergajian kayu (serbuk)
dicampur dengan bahan-bahan dibawah ini dengan perbandingan sebagai
berikut :

a) Serbuk Gergaji 100 kg

b) Bekatul atau dedak halus 10-15 kg

c) Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3) 0,5 kg

d) Gips (CaSO4) 0,5 kg

e) Pupuk TSP 0,5 kg

f) Bibit 25 kantong

g) Air secukupnya

Disamping itu perlu disiapkan bahan-bahan yaitu kantong plastik tahan


panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 17 x 30 cm), karet pengikat,
potongan kertas koran, potongan pipa pralon (diameter 1 dan lebar 1 cm).

2. Alat

- Alat pencampur seperti sekop dan cangkul

- Alat sterilisasi berupa : drum perebus dengan tutup dan sarangan, sumber
panas (kompor minyak/ briket batu bara)
B. Proses pengomposan

Sebelum ditanam bibit, bahab-bahan media tanam tersebut di komposkan


terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai berikut :

1. Serbuk gergaji yang telah benar-benar kering direndam dengan air bersih
didalam suatu wadah selama 1 malam.

2. Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan tambahkan


kapur beserta bekaltul dan diaduk sampai rata. Biarkan dalam tumpukan
selama 5 hari.

3. Tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkan


selama 5 hari.

4. Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips. Biarkan lagi tumpukan itu sampai
5 hari, maka proses pengomposan telah selesai.

C. Proses Pembungkusan

Bahan-bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam


kantong plastik. Kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya ditekuk kedalam,
sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik dapat berdiri seperti botol.

Kantong plastik diisi kurang lebih bagian, kemudian yang bagiannya


ditekuk ke dalam.Untuk meletakkan kantong plastik yang telah diisi (polibek)
pada posisi terbalik yaitu bagian yang ditekuk/ dilipat kedalam ditempatkan
dibawah.

D. Proses Sterilisari
Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapannya. Sarangan diletakkan
kira-kiran 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kira-kira
bagian drum. Sumber panas dinyalakan, sambil media tanam dimasukkan ke
dalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum. Proses sterilisasi
dengan uap ini dilakukan selama 6 8 jam pada suhu 90 95E C.

E. Teknik Penanaman Bibit ( Inokulasi )

Setelah proses sterilisasi selesai, polibek dari drum diambil keluar dan
dibiarkan dingin. Bila telah dingin, proses inokulasi dapat dilakukan yaitu dengan
cara memasukkan bibit dibagian atas, usahakan merata dibagian atas
permukaan media dalam polibek. Untuk mengikatkan plastik agar kuat, ujung
polibek dimasukan potongan pralon (cincin), kemudian ditutup dengan potongan
kertas koran dan diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi sebaiknya jangan
sampai melebihi dari 24 jam setelah proses sterlisasi.

F. Pemeliharaan dan Inkubasi

Polibek yang telah di inokulasi ditempatkan pada rak-rak yang telah


disediakan. Rak-rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu ruangan agar suhu
dan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara luar. Suhu dan
kelembabannya diusahakan stabil sesuai dengan kondisi yang diinginkan bagi
pertumbuhan jamur yaitu 24 28E C dan kelembaban udara 80 90 %. Polibek
tersebut dibiarkan selama 6 8 minggu sampai miselium tumbuh memenuhi
kantong palstik sehingga warnanya putih padat.

G. Pembukaan Polibek

Setelah polibek berwarna putik kompak (umur 6 8 minggu), maka


polibek dapat dibuka dengan melepas karet dan cincin pralon. Kemudian plastic
yang terbuka disibakkan keluar agar permukaan media tumbuh jamur
mendapatkan udara sebanyak- banyaknya.

H. Pemanenan Jamur

Setelah 1 minggu dari pembukaan, jamur biasanya akan terbentuk tubuh /


rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur dari singit/ bakal
jamur sampai panen sekitar 3 hari.

I. Perawatan Media Polibek

Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur


berkali-kali, sampai 4 6 kali panen. Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2
3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk
substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan.
Adapun pemeliharaannya adalah sebagai berikut :

1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas


tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5 1 cm. Kemudian disuntikkan
kedalamnya larutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B
komplek dilarutkan dalam 1,5 liter air bersih).

2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air
bersih, Jangan sampai terlihat kering permukaannya.

3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan
seterusnya diperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah
vitamin B kompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding
dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.

J. Pemberatantasan Penyakit

Apabila proses sterilisasi berjalan dengan sempurna dan peralatan yang


dipakai bersih dan steril, maka tidak ada kontaminasipada subsratnya. Apabila
ada polibek terkontaminasi/ terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut
dibuang saja agar tidak menular dan menyebabkan turunnya produksi.

Catatan :

1. Peralatan yang dipakai pada saat penanaman bibit (inokulasi) harus bersih
dan steril. Peralatan agar steril, dipanaskan / dicelup dengan air mendidih
kemudian diolesi dengan alkothol 70 %. Sterilisasi peralatan harus dijaga
selama inokulasi agar media polibek tidak terkontaminasi.

2. Penamanan bibit jamur diusahakan ditempat tertutup dan steril.

3. Pada saat mencampur bahan-bahan media tanam sebaiknya memakai masker


agar uap hasil reaksi bahan-bahan tersebut tidak terhirup masuk ke dalam
paru-paru.

II. PENUTUP

Budidaya jamur tiram putih tidaklah sulit dan tidak diperlukan keahlian
khusus. Modal usahanya puntidaklah besar. Agrobisnis di masa sekarang dan
akan datang sangatlah prospektus. Semoga tulisan ini bermanfaat