Anda di halaman 1dari 6

A.

LATAR BELAKANG

Sebagai negara yang sedang berkembang dan sedang membangun, bangsa


Indonesia masih memiliki beberapa ketertinggalan dan kekurangan jika
dibandingkan negara lain yang sudah lebih maju. Di bidang kesehatan, bangsa
Indonesia masih harus berjuang memerangi berbagai macam masalah seperti
imunisasi, kurang gizi dan kesehatan lingkungan yang saling berinteraksi satu
sama lain menjadikan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia tidak kunjung
meningkat secara signifikan. Di sebagian besar daerah Indonesia, Tingginya angka
kesakitan dan kematian Ibu dan Anak Balita di Indonesia sangat berkaitan dengan
buruknya status gizi. Ironisnya, dibeberapa daerah lain atau pada sekelompok
masyarakat Indonesia yang lain terutama di kota-kota besar, masalah kesehatan
masyarakat utama justru dipicu dengan adanya kelebihan gizi; meledaknya
kejadian obesitas di beberapa daerah di Indonesia akan mendatangkan masalah
baru yang mempunyai konsekuensi-konsekuensi serius bagi pembangunan bangsa
Indonesia khususnya di bidang kesehatan. Pendek kata, masih tingginya prevalensi
kurang gizi di beberapa daerah dan meningkatnya prevalensi obesitas yang
dramatis di beberapa daerah yang lain akan menambah beban yang lebih komplek
dan harus dibayar mahal oleh bangsa Indonesia dalam upaya pembangunan bidang
kesehatan, sumberdaya manusia dan ekonomi.
Dalam bidang imunologi kuman atau racun kuman (toksin) disebut sebagai
antigen. Secara khusus antigen tersebut merupakan bagian protein kuman atau
protein racunnya. Bila antigen untuk pertama kali masuk ke dalam tubuh manusia,
maka sebagai reaksinya tubuh akan membentuk zat anti. Bila antigen itu kuman,
zat anti yang dibuat tubuh disebut antibodi. Zat anti terhadap racun kuman disebut
antioksidan.
Dari uraian ini, yang terpenting ialah bahwa dengan imunisasi, anak anda
terhindar dari ancaman penyakit yang ganas tanpa bantuan pengobatan. Dengan
dasar reaksi antigen antibodi ini tubuh anak memberikan reaksi perlawanan
terhadap benda-benda asing dari luar (kuman, virus, racun, bahan kimia) yang
mungkin akan merusak tubuh. Dengan demikian anak terhindar dari ancaman luar.
Akan tetapi, setelah beberapa bulan/tahun, jumlah zat anti dalam tubuh akan
berkurang, sehingga imunitas tubuh pun menurun. Agar tubuh tetap kebal
diperlukan perangsangan kembali oleh antigen, artinya anak terseut harus
mendapat suntikan/imunisasi ulangan.
Sedangkan faktor Kesehatan lingkungan merupakan faktor penting dalam
kehidupan sosial kemasyarakatan, bahkan merupakan salah satu unsur penentu
atau determinan dalam kesejahteraan penduduk. Di mana lingkungan yang sehat
sangat dibutuhkan bukan hanya untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, tetapi juga untuk kenyamanan hidup dan meningkatkan efisiensi kerja
dan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka kematian bayi
pada suatu daerah disebabkan karena faktor perilaku (perilaku perawatan pada saat
hamil dan perawatan bayi, serta perilaku kesehatan lingkungan ) dan faktor
kesehatan lingkungan.

B. TUJUAN
Tujuan Umum
Dengan disusunnya laporan ini, kami dapat mengidentifikasi masalah
masalah yang ada, masalah Kesehatan Lingkungan misalnya yang jadi prioritas,
menetapkan faktor resiko serta memberikan penyelesaian masalah Kesehatan
Lingkungan yang ada dengan metode pemecahan masalah (problem solving cycle),
mengenai karakteristik masyarakat dan lingkungannya, serta faktor lain yang
berkaitan dengan masalah kesehatan seperti pemberian suntikan imunisasi, status
gizi bayi, batita, balita, dan masalah kesehatan ibu dan anak ( KIA ) di Desa
Duampanua Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

Tujuan Khusus

a. Menggambarkan karakteristik sosial ekonomi masyarakat di Desa Duampanua,


Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.
b. Menggambarkan perilaku kesehatan masyarakat di Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.
c. Menggambarkan keadaan lingkungan masyarakat di Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.
d. Menggambarkan ketersediaan Pelayanan Kesehatan di Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

e Menentukan masalah Kesehatan Lingkungan dan menetapkan prioritas masalah


yang telah di identifikasi di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten
Polewali Mandar, dengan metode Mind Maping, Fish Bond.
f Memberikan alternatif pemecahan masalah Kesehatan Lingkungan di Desa
Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, dengan metode
Plaining Of Action ( POA ).
g Menentukan penilaian solusi dan kelayakan solusi (kekuatan yang mendukung
dan menghambat sehingga alternatif rencana solusi dapat berjalan atau tidak)
dengan metode Mind Mapping. Sehingga solusi yang ditawarkan akan tepat
dan dapat dikerjakan dengan sumber daya yang tersedia di Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

C. Manfaat

Dari kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL I), diharapkan dapat


memberikan manfaat antara lain sebagai berikut :

1 Bagi Masyarakat dan Desa Duampanua


Mendapatkan informasi mengenai masalah Kesehatan Lingkungan yang
ada di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar,
sehingga diharapkan adanya perubahan perilaku bagi masyarakat khususnya
Ligkungan sekitarnya yang kotor akibat sampah.

2 Bagi Fakultas Kesehatan Masyarakat


a Mengenalkan eksistensi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al
Asyariah Mandar kepada masyarakat di lingkungan Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.

b Mendapatkan informasi tentang daerah yang mengalami masalah


kesehatan yang terjadi di daerah tersebut, sehingga sebagai Fakultas
Kesehatan Masyarakat dapat memberikan suatu kegiatan preventif dan
promotif kepada masyarakat tentang masalah kesehatan yang terjadi di
wilayah tersebut.

3 Bagi Mahasiswa
c Mendapatkan dan sekaligus menambah pengalaman seta wawasan secara aktif
dan interaktif dengan masyarakat Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi,
Kabupaten Polewali Mandar.

dMengenai pemecahan masalah kesehatan lingkungan, dengan menentukan


alternatif pemecahan masalah kesehatan. Meningkatkan dan melatih
kemampuan serta keterampilan dalam melakukan penulisan laporan
Pengalaman Belajar Lapangan ( PBL I ).
e Dengan survei, mahasiswa mampu melatih soft skill pada saat praktek di
lapangan, yaitu bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat yang ada
di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

f Mahasiswa mampu melakukan tahap-tahap Community Diagnosis secara


tepat.

4 Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar


a Memberikan gambaran informasi kesehatan di Desa Duampanua,
Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.

b Dari informasi tersebut, dapat membantu arahan pengambilan kebijakan


guna pengembangan kesehatan di lingkungan Desa Duampanua, Kecamatan
Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar.
5

5 Bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Demak

a Memberikan gambaran informasi kesehatan di Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung,


Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

b Dari informasi tersebut, dapat membantu arahan pengambilan kebijakan guna


pengembangan kesehatan di lingkungan Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung,
Kabupaten Demak, Jawa Tengah.