Anda di halaman 1dari 2

1.

Siska sebagai Manajer Internal Audit baru saja resign dari PT


Glory. Sebagai pengganti Siska, Rini yang dahulu adalah
Manajer Akuntansi, sekarang ditempatakan menjadi Manajer
Internal Audit. Tiga bulan setelah Rini menempati posisi di
Bagian Internal Audit, dia baru mengetahui bahwa anak buah
yang dahulu di bagian akuntansi sering melakukan jurnal sales
fiktif. Rini dalam mengambil keputusan terkait dengan
pelaksanaan auditnya tidak berusaha untuk membuat
penilaian yang seimbang atas situasi tersebut.
Bagaimana situasi rini dipandang dari kode etik dan standar
praktik internal audit serta bagaimana seharusnya bersikap?
Jawab:
Dalam menjalankan penugasannya sikap rini sudah
melanggar kode etik dan standar praktik internal audit.
Dari sisi kode etik, terdapat 4 prinsip yang harus dilaksanakan
yaitu Integritas, objektivitas, kerahasiaan, dan kompetensi.
Prinsip kode etik yang dilanggar oleh Rini, yaitu:
Integritas
Dalam hal integritas Rini secara sadar terlibat dalam
kegiatan ilegal, atau melakukan kegiatan yang dapat
mendiskreditkan profesi audit internal atau
organisasi.sehingga Integritas auditor internal dalam
membentuk keyakinan dan oleh karenanya menjadi
dasar kepercayaan terhadap pertimbangan auditor
internal tidak terlaksana.
Objektivitas
Rini gagal melaksanakan prinsip objektivitas karena
berpartisipasi dalam kegiatan atau hubungan apapun
yang dapat, atau patut diduga dapat, menghalangi
penilaian auditor internal yang adil. Rini mempunyai
hubungan dekat dengan mantan anak buah nya
sehingga gagal melaksanakan penugasannya secara
objektif.

Menurut standar praktik internal audit, terdapat 2 standard ,


yaitu Attribute Standard dan Performance standard.
Untuk Attribute Standard, Rini gagal melaksanakan
aktivitas audit internal secara independen dan obyektif.
Karena Rini melaksanakan penugasannya secara
memihak kepada mantan anak buah nya di bagian
akuntansi.
Untuk Performance Standard, Rini melanggar standar
komunikasi hasil penugasan. Kualitas hasil komunikasi
seharusnya akurat, objektif, jelas, ringkas, konstruktif,
lengkap, dan tepat waktu. Karena Rni tidak melaporkan
adanya jurnal sales fiktif yang dibuat oleh bagian
akuntansi, maka hasil komunikasi akan menjadi tidak
akurat dan tidak objektif.
Seharusnya Rini enolak melaksanakan penugasan penilaian
kegiatan yang pada masa sebelumnya pernah menjadi
tanggung jawabnya. Objektivitas auditor internal dianggap
terkendala apabila auditor memberikan jasa asurans atas
kegiatan yang pernah menjadi tanggung jawabnya pada tahun
sebelumnya.
Penugasan Rini yang dilakukan terhadap aktivitas yang
pernah menjadi tanggung jawab Kepala Audit Internal, harus
diawasi oleh pihak lain di luar aktivitas audit internal.