Anda di halaman 1dari 6

Serangan Hama Wereng dan Tikus pada Tanaman Padi

JOMBANG Sekitar 2.000 hektare tanaman padi petani


Setiap makhluk hidup
di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, rusak akibat diserang memerlukan lingkungan
tertentu sebagai tempat
hama wereng. Selain wereng, kondisi tersebut juga diperparah
hidupnya yang disebut
lagi dengan datangnya serangan hama tikus. Satu bulan ini Habitat. Dalam suatu
habitat, terdapat berbagai
serangan hama wereng membuat resah para petani padi di enam
jenis makhluk hidup
kecamatan di Kabupaten Jombang. Di antaranya adalah di (biotik) dan makhluk tak
hidup (abiotik). Pada
Kecamatan Plandaan yang luasnya mencapai 1.300 hektare.
habitat tersebut akan terjadi
Selain itu di Kecamatan Ploso, Kecamatan Bareng,Kecamatan interaksi antara makhluk
hidup dan makhluk tak
Jombang, Kecamatan Mojoagung, dan Kecamatan
hidup (BSE IPA kelaas 7,
Peterongan.Serangan hama wereng membuat padi petani yang 2016).
sudah memasuki masa berbuah tibatiba mengering dan mati
sehingga bulir padinya kosong. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan serangan hama tikus
yang juga merusak padi petani sejak dua pekan terakhir. Para petani, termasuk Basori,
berharap dinas pertanian segera turun membantu mengatasi serangan hawa mereng maupun
tikus tersebut. Sebab, jika dibiarkan, mereka khawatir kondisinya semakin parah dan petani
mengalami gagal panen. "Dalam kondisi normal, dengan biaya tanam sekitar 2 juta rupiah,
kami bisa meraup hasil sekitar 7 juta rupiah per hektarenya. Namun jika kondisinya seperti
ini, kami khawatir modal atau biaya tanam yang sudah dikeluarkan tidak bisa kembali," kata
Basori, Jumat (22/7/2016). total hampir 2.000 hektare tanaman padi petani yang terserang
hama wereng. Hal ini terjadi karena faktor cuaca yang saat
Istilah lingkungan berasal dari
kata "Environment", yang itu tidak stabil. Meski musim kemarau namun masih sering
berarti "The Physical, terjadi hujan. Menurut Kasi Tanaman Pangan Dinas
chemical, and biotic condition Pertanian Jombang, untuk mengatasi hal ini pihaknya segera
surrounding an organism."
Berdasarkan istilah tersebut, mengerahkan tim penyuluh di lapangan untuk membantu
lingkungan secara umum mengarahkan petani menanam jenisjenis tanaman yang
diartikan sebagai segala sesuai dengan kondisi cuaca sekarang.
sesuatu di luar individu.
(daerah.sindonews.com, 2016)
Segala sesuatu di luar individu
merupakan sistem yang
kompleks, sehingga dapat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)
memengaruhi satu sama lain.
Banyuwangi mencatat terdapat puluhan hektar tanaman padi
(BSE IPA kelas 7, 2016).
di Banyuwangi mulai terserang hama. Hal ini yang membuat
sejumlah petani resah. Pasalnya, ini akan mengancam hasil
panen terlebih hama tersebut menyerang sejak padi usia dini. "Saat ini padi sudah banyak
diserang hama wereng. Rata-rata usia dua bulan atau saat padi njebul atau sedang proses
pembuahan," jelas Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Banyuwangi,
Muhamad Sapuan, Kamis (2/2/2017). Sapuan khawatir hama ini akan terus berpotensi
mewabah ke tanaman padi di tempat lain. Terlebih didukung dengan cuaca yang membuat
hama wereng dapat mudah berkembang. "Kita sudah lakukan antisipasi dan pencegahan
dengan obat desinfektan tapi hasilnya masih nihil," katanya. Hingga kini dilaporkan,
serangan hama wereng ini hampir merata di seluruh wilayah Banyuwangi. Namun dia
mencatat, kondisi paling parah berada di daerah Kecamatan Kabat, Rogojampi dan beberapa
wilayah di Banyuwangi bagian utara. "Ini kalau dibiarkan juga akan mengancam hasil panen
padi petani," ungkapnya. Sementara itu, Bero Suparto salah seorang petani asal Kecamatan
Purwoharjo mengaku, serangan hama pada tanaman padinya sudah mulai dirasakan sejak usia
satu minggu. Saat itu banyak hama jenis keong emas dan serangga jenis orong-orong yang
mengganggu tanaman padi. "Mulai tancap petani sudah sambat, banyak keong dan orong-
orong yang nyerang. Keong itu nyerang pas batang padinya, kalau orong-orong itu akarnya.
Kondisi ini sempat membuat dirinya dan sejumlah petani lain kebingungan. Pasalnya, tak
menuntut kemungkinan akan berpengaruh pada biaya operasional selama tanam yang
membengkak. "Mulai proses olah tanah dan bibitnya udah mahal. Apalagi pas tanam malah
diserang hama. Terus sekarang justru ada werengnya. Ya Wallahualam nanti hasilnya seperti
apa," keluhnya. Hama wereng memang selalu identik dengan tanaman padi dan timbul saat
intensitas hujan tinggi. Penyakit jenis ini menyerang dengan sasaran batang padi hingga
menguning, layu dan kering. (Beritajatim.com, 2016)

Interaksi dalam Ekosistem Membentuk Suatu Pola


Setiap organisme tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain
dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi
interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik, dan terjadi interaksi
antarsesama komponen biotik.

1. Interaksi Antara Makhluk Hidup dengan Makhluk Hidup yang Lain.

Interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup yang lain dapat terjadi melalui
rangkaian peristiwa makan dan dimakan. Seperti rantai makanan, jaringjaring makanan, dan
piramida makanan. Selain itu, melalui bentuk hidup bersama, yaitu simbiosis. Perhatikan
Gambar 2.4 dan 2.5.

2. Macam-macam Simbiosis
Simbiosis merupakan bentuk hidup bersama antara dua individu yang berbeda jenis.
Ada tiga (3) macam simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan
simbiosis parasitisme.
Simbiosis mutualisme merupakan suatu hubungan dua jenis individu yang saling
memberikan keuntungan satu sama lain. Contoh simbiosis mutualisme adalah antara jamur
dan akar pohon pinus. Jamur mendapatkan makanan dari pohon pinus, sedangkan pohon
pinus mendapatkan garam mineral dan air lebih banyak jika bersimbiosis dengan jamur.
Simbiosis komensalisme adalah hubungan interaksi dua jenis individu yang
memberikan keuntungan kepada salah satu pihak, tetapi pihak lain tidak mendapatkan
kerugian. Contoh simbiosis komensalisme adalah antara tanaman anggrek dengan pohon
mangga. Tanaman anggrek mendapatkan keuntungan berupa tempat hidup, sedangkan pohon
mangga tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian dari keberadaan tanaman anggrek
tersebut.
Simbiosis parasitisme merupakan hubungan dua jenis individu yang memberikan
keuntungan kepada salah satu pihak dan kerugian pada pihak yang lain. Contoh simbiosis
parasitisme adalah antara kutu rambut dan manusia. Kutu rambut memperoleh keuntungan
dari manusia berupa darah yang diisap sebagai makanannya sedangkan manusia akan
merasakan gatal pada kulit dikepalanya. Contoh lain yaitu hama wereng dengan padi.

D. Pola Interaksi Manusia Memengaruhi


Ekosistem
Manusia juga memiliki interaksi dengan lingkungan. Berubahnya tatanan
lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam menyebabkan kualitas
lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu, akibatnya lingkungan menjadi
kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Interaksi Sosial
1. Pengertian dan Syarat Interaksi Sosial
Salah satu ciri manusia adalah selalu hidup bersama manusia lainnya.
Kehidupan manusia sejak lahir di dunia sampai akhir hayat dikandung badan,
terlibat di dalam interaksi sosial. Pada saat masih bayi terlibat interaksi
terutama dengan ibu atau pengasuhnya. Setelah besar terlibat interaksi dengan
tetangga, teman-teman sepermainan, dan teman-teman sekolah. Setelah
dewasa terlibat interaksi dengan teman-teman seprofesi dan seterusnya.
Sangat sulit menemukan manusia yang menyendiri tanpa melakukan interaksi
dengan manusia lain.
Pada dasarnya manusia selalu ingin berkumpul dengan manusia lain,
selalu ingin bertemu, berbicara atau ingin melakukan kegiatan-kegiatan lain
dengan manusia. Melalui pergaulannya di masyarakat, manusia terbentuk
sebagai makhluk sosial. Manusia disebut makhluk sosial, karena ia memiliki
gregariuosness yaitu suatu naluri untuk selalu hidup dengan orang lain.
Misalnya saja, nasi yang kita makan sehari-hari merupakan hasil kerja keras
para petani, rumah yang menjadi tempat tinggal kita merupakan hasil dari
kerja sama para pekerja bangunan atau mungkin tetangga kita yang sudah
membantu untuk mendirikan rumah.
Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan antara orang perorangan,
antara kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dan kelompok
manusia. Dalam interaksi sosial, hubungan yang terjadi harus dilakukan secara
timbal balik oleh kedua belah pihak. Artinya kedua belah pihak harus saling
merespon. Jika yang satu bertanya maka
dia menjawab, jika diminta bantuan dia
membantu, jika diajak bermain dia ikut
main. Dengan demikian interaksi sosial
adalah hubungan yang terjadi antara
manusia dengan manusia yang lain,
baik secara individu maupun dengan
kelompok.
Manusia melakukan interaksi sosial
dalam kehidupannya untuk memenuhi
berbagai kebutuhan pokok (sandang,
pangan, dan papan), kebutuhan dan
ketertiban, kebutuhan akan pendidikan
dan kesehatan, kebutuhan-kebutuhan
akan kasih sayang.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial


Interaksi sosial berpengaruh besar terhadap terbentuknya lembaga sosial
masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling
bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan gotong royong.
Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam
kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya lembaga sosial.

Sumber : Kemendikbud (2014 dan 2015)


Gambar 2.5. (a) kebutuhan akan makan memerlukan bantuan orang lain (b) pedagang
beras dan (c) petani

Dalam rangka memenuhi kebutuhan itu manusia harus melakukan


interaksi
dengan orang lain, baik secara individu maupun secara kelompok.
Misalnya,
manusia untuk memperoleh beras dengan membeli dari pedagang di
pasar
karena secara individu tidak mampu menghasilkan beras itu. Agar
manusia
memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan tertib dan teratur, maka
dalam
kegiatannya manusia perlu mematuhi aturan-aturan atau norma yang
berlaku
di masyarakat dalam bentuk lembaga sosial.