Anda di halaman 1dari 15

BISNIS PLAN

Disusun oleh Kelompok 3 :

Yuyut Setianigsih 121130008

Ratih Rahayu 121130129

Neni Ratna Sari 121130131

Hanan Rizky Naufal 121130170

Aswin Arif Fauzan 121130178

Farhan Norman Habib 121130193

Idha Meilina Yasar 121130195

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN

YOGYAKARTA

2016

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang

Banyak penelitian membuktikan bahwa rumput laut merupakan bahan makanan yang
sangat berkhasiat. Oleh sebab itu, banyak masyarakat yang mulai membudidayakannya dan
memanfaatkannya. Salah satunya adalah dengan mengolah rumput laut menjadi agar-agar.

Sebagian besar penduduk Indonesia bahkan dunia, hampir dapat di pastikan mengenal
dan menyukai permen. Menurut penelusuran literatur, permen memiliki manfaat yang
istimewa. Permen selain bisa hanya sekedar dinikmati juga dapat mengurangi stress dan
merilekskan suasana hati. Selain itu, permen banyak disukai karena bisa digunakan sebagai
tanda ucapan kasih kepada seseorang.

Agar-agar adalah salah satu produk bahan makanan yang terbuat dari rumput laut. Zat
yag terkandung dalam agar-agar sangat baik untuk pencernaan dan penambah nutrisi dalam
tubuh. Oleh karena itu banyak masyarakat Indonesia yag suka mengkonsumsi agar-agar.
Dalam agar-agar terkandung vitamin, mineral colloidal, iodin, asam lemak esensial, asam
amino, dan berbagai enzim.

Selama ini, agar-agar dikonsumsi hanya dalam bentuk agar-agar yang dicampur nata
atau roti sebagai kue. Tetapi, melalui inovasi baru, agar-agar bisa digunakan sebagai permen
yang aman bagi kesehatan . Perbedaan agar-agar biasa dengan permen agar-agar hanyalah
pada bentuk penyajiannya. Permen agar-agar berbentuk kering seperti permen. Ukuran,
bentuk dan warnanya juga dibuat seperti permen. Permen agar-agar bisa menjadi camilan
yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.

Pada dasarnya, agar-agar kering sama dengan permen agar-agar. Agar-Agar Kering
atau "Dried Agar-Agar" adalah makanan tradisional dari Malaysia. Agar-agar kering rasanya
manis, beraneka warna dan bentuk. Seringkali, makanan ini disajikan pada hari raya Ied.

1.1.1 Rumput Laut

Rumput laut merupakan tumbuhan laut jenis alga, masyarakat Eropa mengenalnya
dengan sebutan seaweed. Tanaman ini adalah gangang multiseluler golongan divisi
thallophyta. Rumput laut biasanya hidup di dasar samudera yang dapat tertembus cahaya
matahari. Seperti layaknya tanaman darat pada umumnya, rumput laut juga memiliki klorofil
atau pigmen warna yang lain. Warna inilah yang menggolongkan jenis rumput laut.

Secara umum, rumput laut yang dapat dimakan adalah jenis ganggang biru
(cyanophyceae), ganggang hijau (chlorophyceae), ganggang merah (rodophyceae) atau
ganggang coklat (phaeophyceae). Kandungan serat (dietary fiber) pada rumput laut sangat
tinggi. Serat ini bersifat mengenyangkan dan memperlancar proses metabolisme tubuh
sehingga sangat baik dikonsumsi penderita obesitas.

Karbohidratnya juga sukar dicerna sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama
tanpa takut kegemukan. Beragam hasil olah rumput laut dapat dijumpai di pasaran, mulai dari
yang kering, bubuk maupun yang segar. Berikut beberapa diantaranya:

Agar-agar: Produk agar-agar diperoleh dari ekstraksi satu jenis rumput laut saja dan
campuran berbagai macam rumput laut.

Nori: Nori dibuat dari rumput laut yang dihaluskan. bubur rumput laut ini kemudian
dihamparkan dengan ketebalan yang sangat tipis.

Kombu dan Wakame Sejenis ganggang laut yang dikeringkan. Kombu adalah bahan
dasar membuat kaldu pada masakan Jepang.

Manisan Rumput Laut Diperoleh dari rumput laut segar, kemudian dicuci, direbus dan
diolah dengan larutan gula sebagai pengawetnya.

(Aryani)

Bahan baku yang digunakan untuk mengolah bahan makanan dari olahan rumput laut
ini biasanya adalah rumput laut jenis Gracilaria yang juga dikenal sebagai agar merah, yaitu
jenis Gracilaria alam yang banyak dijumpai di Pantai Selatan P. Jawa dan Bali. Jenis rumput
luat lain yang digunakan adalah rumput laut jenis Gracilaria dari hasil budidaya di tambak.
Jenis rumput laut agar merah dapat di gunakan sendiri atau dicampur dengan
Gracilaria tambak sendiri biasanya menghasilkan agar-agar yang lembek sehingga sulit
dilakukan preparasi. Oleh karena itu, untuk memperkuat gel agar-agar yang terbentuk,
Gracilaria tambak di campur dengan agar merah dengan perbandingan tertentu. Ciri-ciri
kedua jenis rumput laut ini sebagai berikut:

Rumput laut agar merah berwarna tua sampai kehitaman, agak kusam, talus agak
panjang, cukup kering tetapi agak lembab (kadar air sekitar 40%), biasanya banyak
tercampur kotoran (pasir, garam, karang, kulit kerang, rumput laut lain, benda asing
lain).

Rumput Gracilaria tambak biasanya berwarna hijau gelap, kehijauan sampai keputih-
putihan agak kusam, talus kecil dan panjang sehingga sering disebut bulu kambing,
cukup kering (kasar) atau agak lembab, dan biasanya hanya sedikit tercampur kotoran
(tanah, lumpur, pasir, benda asing lain).

(Suparmi dan Achmad Sahri, 2009)

Pada makalah ini kami akan mencoba mengembangkan salah satu makanan hasil dari
olahan rumput laut yang dapat dijadikan sumber usaha baru, yaitu agar-agar kering/permen
agar-agar, dengan uraian sebagai berikut;

Agar-Agar kering/permen agar-agar

1.2 Deskripsi Perusahaan

Agar-agar kering merupakan usaha makanan yang bahan dasarnya terbuat dari
Rumput laut. Makanan ini untuk meningkatkan pemanfaatan pengolahan rumput laut menjadi
produk yang bernilai jual dan menjadi variasi pada hasil olahan rumput laut. Produk olahan
rumput laut ini berupa agar-agar serbuk yang sudah banyak tersedia di pasaran, karna rumput
laut asli sekarang ini sulit untuk didapatkan. Terutama untuk jenis rumput laut Gracilaria
yang juga dikenal sebagai agar-agar merah.

1.2.1 Visi dan Misi

Visi

Memanfaatkan dan meningkatkan hasil olahan rumput laut menjadi produk makanan
yang lebih menarik dan bervariasi sehingga meningkatkan nilai jual hasil olahan rumput laut
dan dapat diterima oleh masyarakat luas sebagai salah satu makanan alternatif pengganti
cemilan.

Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka ditetapkan misi-misi yang harus dilaksanakan, yaitu:

1. Memperkenalkan produk yang berupa permen agar-agar kepada

2. konsumen yaitu mempromosikan keunggulan produk dan manfaatnya bagi tubuh.

3. Meningkatkan kualitas produk permen agar-agar dari bahan yang digunakan,

4. Rasa, kebersihan produk dan nilai giji yang terkandung.

5. Melakukan analisis pasar dengan menentukan sasaran pemasaran produk

6. Permen agar-agar/agar-agar kering.

7. Memperluas akses pemasaran produk.

1.2.2 Analisis Situasi

Dari segi pemasaran sudah ada banyak produk olahan rumput laut yang dijual di
pasar maupun toko-toko makanan terutama di daerah pulau jawa. Untuk itu kami mencoba
untuk mengembangkan usaha ini,terutama di daerah padang ini. Karena dari hasil
pengamatan kami, untuk di daerah padang ini, produk ini masih jarang di pasaran.

Untuk pembuatan produk ini bahan dasarnya mudah untuk diperoleh, harganya
terjangkau oleh masyarakat dengan kandungan gizi dan rasa yang tidak kalah dari produk
yang lain. Selain itu pembuatan agar-agar ini akan membuka peluang bisnis atau usaha
sampingan mahasiswa di sela-sela kesibukan kuliah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan
dan menambah penghasilan mahasiswa.

1.2.3 Gambaran Produk

1. Keunikan Produk

Produk yang kami tawarkan adalah produk dari segi bahan dasarnya yaitu: agar-
agar kering dibuat dengan memanfaatkan olahan rumput laut. Rumput laut yang
menjadi bahan dasar pembuatan agar-agarmudah didapatkan di banyak tempat. Terutama
yang jenis agar-agar bubuk.

2. Novelty (Inovasi / Keunggulan Produk)

Produk hasil olahan rumput laut ini sudah dikenal masyarakat luas. agar-agar kering
ini merupakancemilan inovasi baru, memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan
produk lain. Produk yang kami hasilkan dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Untuk
memudahkan transaksi pembelian, kami mengemas langsung ke dalam plastik ukuran kg.

1.2.4 Model Bisnis

Model bisnis yang dijalankan perusahaan ada 2 yaitu model jual langsung dan model
komunitas. Model jual langsung dilakukan dengan cara menjual produk langsung ke tangan
konsumen dan untuk model komunitas dilakukan dengan memanfaatkan tempat pemasaran
yang sudah ada seperti pusat perbelanjaan, dan toko-toko makanan.

1.2.5 Resiko

Selain memiliki peluang usaha kami juga memiliki resiko yang harus dihadapi dan
dicari solusinya. Beberapa resiko yang mungkin akan kami hadapi diantaranya adalah:
1. Persaingan

Sekarang ini banyak makanan yang diproduksi dari rumput laut dan beranekaragam
serta rasa, usaha yang kami lakukan ini untuk menarik minat konsumen dengan melakukan
promosi produk secara berkesinambungan serta membuat produk dengan tampilan menarik
dengan berbagai rasa sesuai denganselera konsumen yang diminati pada saat ini.
Membagikan tester dengan selebaran yang menjelaskan tentang keunggulan produk serta
manfaatnya bagi kesehatan.

2. Daya Tahan Produk

Produk olahan rumput laut bersifat tahan lama karena diolah menjadi bentu agar-agar
kering yang menggunakan proses penjemuran di bawah sinar matahari. Produk yang kami
hasilkan dapat bertahan kurang lebih 1 bulan. Untuk itu, disarankan agar cara
penyimpanannya harus di tempat yang tertutup. Demi terjaganya keawetan produk agar-agar
kering ini.

3. Faktor cuaca

Karena proses pengeringannya dengan cara menjemurnya langsung di bawah sinar


matahari, tentunya di tentukan ole faktor cuaca. Kalau musim hujan tiba, mungkin produksi
pembuatan agar-agar kering ini akan mengalami hambatan.

BAB II

ASPEK PEMASAARAN
2.1 Sasaran Pemasaran

Konsumen sebagai pengguna produk yang menjadi target pemasaran adalah


mahasiswa, dan masyarakat sekitar kampus, pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, selain
itu pedagang warung makanan di sekitar kampus dan kos-kosan.

2.2 Strategi Pemasaran

1. Produk

Produk permen agar-agar sangat cocok untuk makanan cemilan disamping itu
makanan ini tidak menggunakan bahan pengawet dan aman dikonsumsi untuk menarik minat
produk makanan permen agar-agardikemas dan disajikan menarik, praktis, dan siap dimakan.

2. Harga Jual

Harga jual produk disesuaikan dengan harga pasar yaitu sebesar Rp. 5.000/bungkus.
Dengan rasa dan tampilan menarik permen agar-agar ini dapat menarik minat para konsumen
dan juga kaya akan serat serta sebagai makanan penunda lapar.

3. Promosi

Promosi permen agar-agar dilakukan dengan mendatangi konsumen secara


langsung yaitu dengan menawarkan produk tersebut ke warung makanan, pusat perbelanjaan,
pusat oleh-oleh, dan tempat lainnya.

4. Sistem Pemasaran dan Distribusi

Pemasaran produksi dimulai dari pusat perbelanjaan di sekitar kampus dan di pusat
oleh-oleh yang ada di padang. Selain itu, dengan cara dititipkan di kos-kosan mahasiswa,
relasi dan para pemilik warung.

2.3 Aspek kedepan

Meingkatkan produksi penjualan, meningkatkan status perusahaan, menambah jenis


produk, dan memperluas wilayah pemasaran.

BAB III

ASPEK PRODUKSI
3.1 Lingkungan Tempat Produksi

Tempat produksi permen agar-agar ini berada di Jalan.......... Lokasi dekat dengan
jalan raya sehingga mudah untuk diakses dengan kendaraan umum. Keberadaan tempat
produksi ini tidak menyebabkan polusi baik dalam bentuk debu, suara maupun limbah karena
tidak menggunakan peralatan mesin. Yang bisa menimbulkan kebisingan sehingga
keberadaan tempat produksi ini dapat diterima baik oleh penduduk. Lokasi ini juga strategis
dalam usaha pemasaran produk.

3.2 Bahan dan Alat Produksi

Usaha pembuatan permen agar-agar membutuhkan bahan baku berupa agar-agar


bubuk. Bahan baku tersebut tersedia cukup melimpah dan mudah untuk didapatkan.
Bahan pendukung antara lain air, gula pasir, pewarna makanan.

Sedangkan untuk peralatan yang dibutuhkan antara lain Kompor, Panci, Pisau
bergelombang, Talenan pelastik, Baskom dan Loyang.

Tabel. Kebutuhan Peralatan

No Nama Barang Jumlah Harga Satuan Harga


1 Kompor 1 buah Rp. 100.000 Rp. 100.000
2 Panci 1 buah Rp. 15.000 Rp. 15.000
3 Baskom 2 buah Rp. 10.000 Rp.20.000
4 Pisau bergelombang 1 buah Rp. 5.000 Rp.5.000
5 Talenan Plastik 1 buah Rp. 5.000 Rp.5.000
6 Plastik Pembungkus 2 pack Rp. 3.000 Rp. 6.000
7 Loyang 2 buah Rp.5.000 Rp.10.000
JUMLAH Rp138.000,00 Rp161.000,00

Tabel kebutuhan bahan baku dan pendukung tiap produksi

No Nama Barang Jumlah Harga


1 Agar-agar bubuk 5 bungkus Rp. 25.000,00
2 Gula pasir 2 kg Rp. 24.000,00
3 Pewarna makanan 3 botol (3 warna) Rp. 15.000,00
4 Minyak tanah 1 liter Rp. 5.000,00
JUMLAH Rp69.000,00
3.1 Pesediaan bahan baku

dalam kegiatan produksi kami, bahan baku yang digunakan adalah bahan yang tahan
lama. Karena bahan baku yang dibutuhkan sudah ada di pasaran, jadi dalam kegiatan
produksi ini tidak harus menyediakan stok yang berlebih.

3.2 Proses Produksi

Untuk membuat agar-agar kering ini, prosesnya tidak terlalu sulit. Bahan-bahan yang
dibutuhkan juga mudah di dapat. Jika ada yang ingin mencoba untuk membuat permen-agar-
agar ini, berikut ini adalah bahan-bahan dan langkah-langkahnya.

Bahan-bahan
1. 5 bungkus Agar-agar bubuk
2. 1250 cc Air
3. 2 kg Gula pasir
4. Pewarna kue

Cara Pembuatan

1. Rebus agar-agar kering dengan 8 gelas air sehingga mendidih.


2. Masukkan gula pasir masak sambil di aduk-aduk sampai gulanya hancur dan adonan
menjadi kental.
3. Masukkan pewarna, ratakan, lalu tuang di loyang datar, tebalnya kira-kira 1 jari.
4. Dinginkan, lalu potong persegi-persegi kecil. Lebih baik dipotong dengan pisau
berombak, jemur sampai kering dan berkristal.
5. Balik-balikan agar-agar supaya rata keringnya,proses ini mungkin mengambil waktu 8
sampai 10 hari.
6. Setelah kering, simpan di tempat tertutup.
(Resepkafe.com. Diakses pada 27 november 2016)

3.5 Kapasitas Produksi


Kapasitas produksi yang direncanakan adalah sebanyak 100 bungkus setiap 1
kali produksi.

BAB 1V

ASPEK KEUANGAN

4.1 Biaya untuk memulai Bisnis

Kebutuhan modal untuk memulai usaha adalah sebesar Rp245.000,00 Dana


tersebut dialokasikan untuk kebutuhan pengeluaran awal produksi. Berikut ini adalah
rincian kebutuhan awal yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha pada awal
produksi permen agar-agar
1. Investasi yang diperlukan Biaya Produk

No Nama Barang Jumlah Harga Satuan Harga


1 Kompor 1 buah Rp. 100.000 Rp. 100.000,00
2 Panci 1 buah Rp. 15.000 Rp. 15.000,00
3 Baskom 2 buah Rp. 10.000 Rp.20.000,00
4 Pisau bergelombang 1 buah Rp. 5.000 Rp.5.000,00
5 Talenan Plastik 1 buah Rp. 5.000 Rp.5.000,00
6 Plastik Pembungkus 2 pack Rp. 3.000 Rp. 6.000,00
7 Loyang 2 buah Rp.5.000 Rp.10.000,00
Total kebutuhan peralatan Rp161.000,00
Total investasi awal yang dibutuhkan Rp161.000,00

MODAL KERJA
No Nama Barang Jumlah Harga Satuan Total Harga
1 Agar-agar bubuk 5 bungkus Rp. 5.000,00 Rp. 25.000,00
2 Gula pasir 2 kg Rp. 12.000,00 Rp. 24.000,00
3 Pewarna makanan 3 botol (3 warna) Rp. 5.000,00 Rp. 15.000,00
4 Minyak Tanah 1 liter Rp. 5.000,00 Rp. 5.000,00
Total kebutuhan biaya untuk pembelian bahan per produksi Rp. 69.000,00
Total biaya bahan pokok dan pendukung Rp. 230.000,00
Biaya transportasi Rp. 10.000,00
Biaya listrik Rp. 5.000,00
Total modal awal yang dibutuhkan Rp. 245.000,00
Kebutuhan modal awal untuk memulai usaha sebesar Rp. 245.000,00

2. Proyeksi Rugi / Laba

Proyeksi rugi-laba dalam satu kali produksi usaha

NO PENDAPATAN TOTAL
1 Total Penjualan Rp.500.000,00
Total Pendapatan Rp. 500.000,00
NO BIAYA PRODUKSI TOTAL
1 Biaya Variabel (variable cost) Rp. 69.000,00
Biaya Bahan Baku & Bahan Pendukung Rp. 69.000,00

2 Biaya Tetap (Fixed Cost) Rp. 15.000,00

Biaya Transportasi Rp.10.000,00

Biaya Listrik Rp. 5.000,00


Total Biaya Tetap Rp. 15.000,00
Total Biaya Produksi Rp. 84.000,00
Laba Rp. 416.000,00

3. Proyeksi BEP (Break Event Point)

Uraian Total
PENJUALAN
1 100 bungkus Rp.500.000
Total Penjualan Rp.500.000
BIAYA VARIABEL
2 Biaya Bahan Baku dan Pendukung Rp.69.000
Total Biaya Variabel Rp.69.000
BIAYA TETAP
3 Biaya Transportasi Rp.10.000
Biaya Listrik Rp. 5.000
Total Biaya Tetap Rp.15.000
BEP = FC / 1-(VC/Pendapatan) Rp.17.401,392

4. Proyeksi Profit/Benefit of Coast Ratio (BC RATIO)

Penjualan Total
1 Pendapatan penjualan Rp.500.000
Total pendapatan Rp.500.000
Biaya Produksi Total
1 Biaya Variabel
Biaya Bahan Baku dan Pendukung Rp. 69.000
Total Biaya Variabel Rp. 69.000
2 Biaya Tetap Rp. 15.000
Biaya Transportasi Rp. 10.000
Biaya Listrik Rp. 5.000
Total Biaya Tetap Rp. 15.000
Total Biaya Produksi Rp. 84.000
B/C RATIO = Pendapatan Penjualan/Biaya Produksi Rp. 5,9523
Usaha permen agar-agar layak dijalankan karena B/C Ratio > 1, yaitu 5,923
BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Makanan ringan merupakan makanan yang sangat digemari oleh masyarakat umum.
Baik itu yang berbentuk basah atau yang hanya tahan 1 hari saja, ataupun berbentuk kering
yang tahannya sampai berbulan-bulan bahkan tahunan. Di kota padang sendiri, banyak
tersedia jenis makanan atau jajanan ringan, contohnya di swalayan-swalayan ternama. Setiap
hari para pelaku bisnis ini akan mengantarkan barang dagangannya ke swalayan-swalayan
ataupun ke toko oleh-oleh. Ini membuktikan bahwa bisnis makanan ringan adalah bisnis yang
sangat menguntungkan saat ini dan ke depan.

Begitu juga dengan bisnis plan yang kami rancang di atas. Agar-agar merupakan
makanan ringan yang sangat digemari oleh masyarakat. Tapi sayangnya, tidak awet dalam
waktu yang lama. dari sanalah bisnis ini bermula. Agar-agar kering yang kami buat bisa
disimpan dalam waktu yang lama. diharapkan jajanan ini dapat diterima dan mampu bersaing
di pasaran.

5.2 SARAN

Dari bisnis plan ini diharapkan usaha ini dapat berjalan lancar, sesuai yang diharapkan
dan banyak diminati konsumen. Saran dari kami yaitu dalam berbisnis apapun kita harus
mempunyai kreatifitas yang tinggi, sehingga para konsumen tidak bosan atau jenuh untuk
memakan atau memakai produk yang kita buat. Dalam berbisnis pembuatan agar-agar kering
ini kita harus mempunyai konsep untuk menarik para konsumen, sehingga banyak konsumen
yang mau membeli produk kita, kita juga harus memperhatikan lokasi tempat usaha,
sebaiknya lokasi berbisnis harus strategis sehingga banyak konsumen yang berdatangan, dan
juga kita harus mengingat bahwa pembeli adalah raja sehingga kita harus ramah pada setiap
konsumen atau pembeli.

DAFTAR PUSTAKA

Aryani. Kajian Pengolahan Permen Rumput Laut (Glacilaria Sp) Dengan Konsentrasi Gula
Yang Berbeda Terhadap Tingkat Penerimaan Konsumen. Program Studi Teknologi Hasil
Perikanan Jurusan Perikanan Faperta Universitas Palangka Raya.

Resepkafe.com. Cara Membuat Permen Jelly dari Agar Agar. http://www.resepkafe


.com/cara-membuat-permen-jelly-dari-agar-agar/. Diakses pada 27 november 2016

Suparmi dan Achmad Sahri, 2009. Mengenal Potensi Rumput Laut : Kajian Pemanfaatan
Sumber Daya Rumput Laut dari Aspek Industri dan Kesehatan. Program Studi Magister
Manajemen Sumber Daya Pantai Universitas Diponegoro. Vol Xliv No. 96 118 Juni
Agustus 2009

Winarno, F.G., 1985. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Makalah Diskusi Panel
Pengembangan Industri Pengolahan rumput Laut. BPPT. Jakarta. 26 Febuari.