Anda di halaman 1dari 17

Tugas Farmasi

ANTIBIOTIKA AMOKSISILIN
Disusun Guna Memenuhi Sebagian Syarat Mengikuti Ujian
Ilmu Farmasi Kedokteran

Oleh

Lita Paramitha Apriani

I1A005030

Pembimbing
Isnaini, S.Si, Apt, M.Si

Universitas Lambung Mangkurat


Fakultas Kedokteran
Laboratorium Farmasi
Banjarbaru
Oktober 2009
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

DAFTAR ISI ............................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN .......................................................................... 1

BAB II. ISI................................................................................................... 2

A. Deskripsi............................................................................................... 2

B. Aktivitas dan Mekanisme Kerja............................................................ 3

C. Resistensi.............................................................................................. 5

D. Indikasi.................................................................................................. 6

E. Kontra Indikasi........................................................................................ 7

F. Bentuk Sediaan...................................................................................... 7

G. Nama Dagang......................................................................................... 7

H. Dosis....................................................................................................... 10

I. Cara dan Lama Pemberian..................................................................... 11

J. Efek Samping......................................................................................... 12

K. Interaksi Obat......................................................................................... 13

L. Farmakologi........................................................................................... 14

M. Stabilitas Penyimpanan.......................................................................... 15

BAB III. PENUTUP .................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

Antibiotika ialah zat yang dihasilkan oleh suatu mikroba, terutama fungi,

yang dapat menghambat atau dapat membasmi mikroba jenis lain, sedangkan

toksisitasnya terhadap manusia relatif aman. Banyak antibiotik dewasa ini dibuat

secara semisintetik atau sintetik penuh. Namun dalam praktek sehari-hari,

antimikroba sintetik yang tidak diturunkan dari produk mikroba (misalnya

sulfonamid dan kuinolon) juga sering digolongkan sebagai antibiotik.1-3


Berdasarkan mekanisme kerjanya, antibiotik dibagi dalam lima kelompok:

(1) yang mengganggu metabolisme sel mikroba; (2) yang menghambat sintesis

dinding sel mikroba; (3) yang mengganggu permeabilitas membran sel mikroba;

(4) yang menghambat sintesis protein sel mikroba; dan (5) yang menghambat

sintesis atau merusak asam nukleat sel mikroba. Amoksisilin sendiri termasuk

dalam golongan antibiotik yang menghambat sintesis dinding sel mikroba. 1-3
Amoksisilin adalah antibiotik turunan dari penisilin semisintetik yang stabil

dalam suasana asam, dan kerja bakterisidanya seperti ampisilin.

Amoksisilin absorpsinya lebih baik daripada ampisilin, dan diabsorpsi dengan

cepat dan baik pada saluran pencernaan makanan. Amoksisilin efektif terhadap

organisme Gram-positif dan Gram-negatif, dan digunakan untuk infeksi saluran

pernapasan, infeksi saluran kemih, infeksi klamidia, sinusitis, eradikasi

Helicobacter pylori. 4,5

BAB II
ISI
A. Deskripsi
Nama dan Struktur Kimia
Asam (2S,5R,6R)-6[ (R)-(-)-2-amino-2-(p-hidroksifenil)

asetamido]-3-3-dimetil-7-okso-4-tia-1-azabisiklo[3,2,0]-heptana-2-

karboksilat trihidrat . C16N19N3NaO5S. 6

Gambar 1. Struktur Kimia Amoksisilin (aminopenisilin) 5

Sifat Fisikokimia
Mengandung tidak kurang dari 90.0% C16N19N3NaO5S

dihitung sebagai anhidrat. Amoksisilin berwarna putih, praktis tidak

berbau. Sukar larut dalam air dan methanol; tidak larut dalam benzena,

dalam karbontetraklorida dan dalam kloroform. Secara komersial,

sediaan amoksisilin tersedia dalam bentuk trihidrat. serbuk hablur, dan

larut dalam air. Ketika dilarutkan dalam air secara langsung, akan

berbentuk amoksisislin suspensi oral dengan pH antara 5 - 7.5. 7

Amoksisilin termasuk aminopenisilin yang dihasilkan Penicillium

natatum, dihambat oleh enzim beta-laktamase/penisillinase yang

dibentuk oleh Stafilococci, E. Coli, Proteus mirabilis, Shigella spp,

Salmonella spp, Hemophilus spp, dan Neisseria spp. Merupakan

derivat-hidroksi yaitu turunan ampisilin yang hanya berbeda pada satu


gugus hidroksil (1972) dengan aktifitas atau spektrum antibakteri yang

sama dengan ampisilin. Tetapi resorpsinya lebih lengkap (ca 80%) dan

pesat dengan kadar darah dua kali lipat. PP dan plasma-t 1/2 nya lebih

kurang sama, tetapi difusinya ke jaringan dan cairan tubuh lebih baik,

antara lain ke dalam air liur pasien bronchitis kronis. Begitu pula kadar

bentuk aktifnya dalam kemih jauh lebih tinggi daripada ampisilin (ca

70%) hingga lebih layak digunakan pada infeksi saluran kemih.1,6

Keterangan
Amoksisilin adalah aminopenisilin yang perbedaan strukturnya

dengan ampisilin hanya terletak pada penambahan gugus hidroksil pada

cincin fenil. pH larutan 1% dalam air = 4.5-6.0.1. 6

B. Aktivitas dan Mekanisme Kerja

Amoksisilin merupakan prototip golongan aminopenisilin

berspektrum luas, tetapi aktivitasnya terhadap kokus gram positif kurang

daripada penisilin G. Semua penisilin golongan ini dirusak oleh -laktamase

yang diproduksi kuman gram positif maupun gram negatif. Amoksisilin

(dalam bentuk trihidrat garam sodium) dapat dikombinasikan dengan asam

klavulanat (sebagai potasium klavulanat), penghambat -laktamase, untuk

menambah spektrum dalam melawan organisme Gram-negatif, dan untuk

melawan mediator antibiotik bakteri yang resisten terhadap produksi -

laktamase.1,4
Amoksisilin bekerja dengan menghambat dinding sel bakteri, dengan

menghambat cross-linkage di antara rantai polimer peptidoglikan linear

yang menutupi komponen mayor dari dinding sel kuman Gram-positif.


Mekanisme kerja antibiotik ini secara ringkas, adalah : (1) Obat bergabung

dengan penicilin-binding protein (PBPs) pada kuman. (2) terjadi hambatan

sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidasi antar rantai

peptidoglika terganggu. (3) kemudian terjadi aktivitas enzim proteolitik

pada dinding sel yang mengakibatkan pecahnya dinding sel bakteri.1,3


Amoksisilin efektif terhadap organisme Gram-positif dan Gram-

negatif. Bakteri yang peka terhadap amoksisilin diantaranya adalah

Staphylococcus, Streptococcus, Diplococcus pneumoniae, Bacillus

anthracis, Enterococcus, Corynebacterlum diphtherlae, Salmonella sp,

Shigella sp, H. Influenzae, Proteus mirabilis, E. Coli, N. Gonorrhoeae, W.

Meningitidis.4

Obat ini diabsorpsi lebih baik bila diberikan per oral dan

menghasilkan kadar yang lebih tinggi dalam plasma dan jaringan. Dengan

dosis yang sama, amoksisilin mencapai kadar dalam darah yang tingginya

kira-kira 2 kali lebih tinggi daripada yang dicapai oleh ampicilin. Tidak

seperti ampisilin, absorpsinya tidak terganggu dengan adanya makanan

dalam lambung.3

C. Resistensi

Sejak golongan penisilin mulai digunakan, jenis mikroba yang

tadinya sensitif makin banyak yang menjadi resisten. Mekanisme resistensi

terhadap golongan penisilin adalah3 :

1. Pembentukan enzim betalaktamase misalnya pada

kuman S.aureus, H.Influenzae, Gonokokkus dan berbagai batang gram


negatif. Pada umumnya bakteri gram positif mesekresi betalaktamase

ekstraseluler dalam jumlah relatif besar.


2. Enzim autolisin kuman tidak bekerja sehingga timbul

sifat toleran kuman terhadap obat.


3. Kuman tidak mempunyai dinding sel (misalnya

mikoplasma)

Perubahan penicilin-binding protein (PBP) atau obat tidak mencapai

penicilin-binding protein (PBP).

Permasalahan resistensi bakteri pada penggunaan antibiotika

merupakan salah satu masalah yang berkembang di seluruh dunia. WHO dan

beberapa organisasi telah mengeluarkan pernyataan mengenai pentingnya

mengkaji faktor-faktor yang terkait dengan masalah tersebut, termasuk

strategi untuk mengendalikan kejadian resistensi. Banyak faktor yang

mempengaruhi munculnya kuman resisten terhadap antibiotika. Faktor yang

penting adalah faktor penggunaan antibiotika dan pengendalian infeksi. Oleh

karena itu, penggunaan antibiotika secara bijaksana merupakan hal yang

sangat penting disamping penerapan pengendalian infeksi secara baik untuk

mencegah berkembangnya kuman-kuman resisten tersebut ke masyarakat.

Antibiotika harus disesuaikan dengan pola resistensi lokal, disamping juga

memperhatikan riwayat antibiotika yang digunakan pasien7,8.

D. Indikasi

Amoksislin digunakan untuk penyakit-penyakit yang disebabkan

oleh bakteri gram positif (seperti: Streptococcus pneumoniae, Enterococci,

nonpenicilinase-producing staphylococci, Listeria) maupun gram negatif


Haemophilus Influenza, Escherichia coli, Proteus mirabilis, Salmonella).

Tetapi walaupun demikian, aminophenisilin, amoksisilin secara umum

tidak dapat digunakan secara sendirian untuk pengobatan yang disebabkan

oleh infeksi streprococcus dan staphilococcal. Beberapa penyakit yang

diindikasikan terhadap penggunaan amoksislin adalah, sebagai berikut 4,5:


Eradikasi Helicobacter pylori (Ulkus Peptik)
Infeksi saluran pernafasan:
Tonsilitis, sinusitis, laringitis, faringitis, bronkitis, bronkiektasis,

pneumonia.
Infeksi saluran urogenital:
Pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore
Infeksi pada kulit dan jaringan lunak:
Luka-luka, selulitis, furunkulosis, pioderma.
Infeksi lainnya :

otitis media, abses gigi.

E. Kontraindikasi
Beberapa kontra indikasi penggunaan amoksisilin adalah, sebagai

berikut4:

- Hipersensitif terhadap antibiotik golongan -laktam seperti

penisilin,sefalosporin.

- Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang diketahui peka terhadap penisilin.

F. Bentuk Sediaan
Amoksisilin generik tersedia dalam bentuk kapsul 250 mg, 500mg

dan sirup kering 125 mg/5ml. Selain itu juga terdapat bentuk sediaan lain

amoksisilin yang ada dipasaran, yaitu: kapsul, Serbuk Kering Suspensi

Oral, Tablet Salut Film, Tablet Kunyah 10.

G. Nama Dagang
Nama dagang amoksisilin yang ada di pasaran saat ini, diantaranya adalah
10
:

- Abdimox - Aclam - Amobiotic - Amocomb


- Amosine - Amoxan - Amoxil - Amoxillin
- Ancla - Arcamox - Athimox - Auspilin
- Ballacid - Bannoxillin - Bellamox - Biditin
- Bimoxyl - Bintamox - Broadamox - Bufamoxy

- Clacomb - Claneksi - Claxy - Comsikla

- Corsamox - Danoxillin - Dexymox - Erphamox

- Etamox - Farmoxyl - Goxallin - Hiramox

- Hufanoxil - Ikamoxyl - Improvox - Inamox

- Intemoxyl - Kalmoxillin - Kamox - Kemosillin

- Kenoko - Kimoxil - Lactamox - Leomoxyl

- Liskoma - Medimox - Mestamox - Mexylin

- Mokbios - Moxaxil - Moxigra - Moxtid

- Novax - Nufamox - Omemox - Opimox

- Ospamox - Palentin - Penmox - Primoxil

- Pritamox - Protamox - Ramoxlan - Ramoxyl

- Robamox - Sammoxil F - Scannoxyl - Sirimox

- Solpenox - Ssilamox - Supramox - Surpas

- Topcillin - Varmoxillin - Vibramox - Vulamox

- Widecillin - Yefamox - Yusimox - Zemoxil


- Zumafen

Beberapa jenis obat paten amoksisilin, adalah 10 :


- ABDIMOX, dengan komposiss amoksisilin trihydrate. Bentuk sediaan

yang tersedia adalah kapsul 500mg dan injeksi vial1 g.

- ACLAM, dengan komposisi per kapsul Amoksisilin 500mg,

clavulanic acid 125mg. Sirup kering amoksisilin 125mg clavulanic

acid 31,25mg.

- AMMOXILLIN, dengan komposisi amoksisilin. Bentuk sediaan yang

tersedia adalah kapsul 500mg dan sirup kering 125mg/5ml.

- AMOBIOTIC, dengan komposisi amoksisilin trihydrate. Bentuk

sediaan yang tersedia adalah kapsul 250mg, 500mg ; sirup kering

125mg/5ml, 250mg/5ml; tetes 100mg/ml; injeksi vial1 g.

- AMOCOMB, dengan komposisi per kapsul Amoksisilin 500mg,

clavulanic acid 125mg. Sirup amoksisilin 125mg clavulanic acid

31,25mg. Per vial amoksisilin 1g, clavulanic acid 200mg.

- AMOSINE, dengan komposisi amoksisilin trihydrate. Bentuk sediaan

yang tersedia adalah kapsul rasa buah 500mg ; sirup kering rasa buah

125mg/5ml, 250mg/5ml.

- AMOXAN, dengan komposisi amoksisilin (oral :trihydrate, Inj: Na).

Bentuk sediaan yang tersedia adalah kapsul 250mg, 500mg ; sirup

kering rasa buah 125mg/5ml; tetes 100mg/ml; tablet dispersible

250mg; injeksi vial1 g .

- ARCAMOX, dengan komposisi amoksisilin trihydrate. Bentuk sediaan

yang tersedia adalah kapsul 250mg, 500mg; Kapsul salut selaput

500mg,1g; Sirup kering 125mg/5ml.


- AUSPILIC, dengan komposisi per kapsul Amoksisilin 500mg,

clavulanic acid 125mg. Sirup kering amoksisilin 125mg clavunic acid

31,25mg.

H. Dosis
Dosis Anak

Umum: Anak < 3 bulan: 20-30 mg/kg/hari terpisah setiap 12 jam.

Anak >3 bulan dan <40kg; dosis antara 20-50 mg/kg/hari dosis terpisah

setiap 8-12 jam.5


Khusus: Infeksi hidung,tenggorokan,telinga,saluran kemih dan

kulit ringan sampai sedang: 25 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam atau 20

mg/kg/hari setiap 8 jam. Gawat: 45 mg/kg/hari setiap 12 jam atau 40

mg/kg/hari setiap 8 jam. Otitis media akut: 80-90 mg/kg/hari setiap 12

jam.Infeksi saluran nafas bawah: 45 mg/kg/hari terbagi setiap 12 jam

atau 40 mg/kg/hari setiap 8 jam. 5

Dosis Dewasa
Umum: Rentang dosis antara 250 500 mg setiap 8 jam atau 500

875 mg dua kali sehari. 5


Khusus: Infeksi telinga, hidung, tenggorokan, saluran kemih,

kulit: Ringan sampai sedang: 500 mg setiap 12 jam atau 250 mg setiap

8 jam. Berat: 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam. Infeksi

saluran nafas bawah: 875 mg setiap 12 jam atau 500 mg setiap 8 jam.

Endocarditis profilaxis: 2 g sebelum prosedur operasi. Eradikasi


Helicobacter pylori: 1000 mg dua kali sehari, dikombinasikan dengan

satu antibiotik lain dan dengan proton pump inhibitor atau H2 bloker. 5
Dosis Berdasarkan Fungsi Ginjal
Dosis 875 mg tidak diberikan pada pasien dengan : Clcr <30

mL/menit; Clcr 10-30 mL/menit; 250-500mg setiap 12 jam; Clcr <10

mL/menit: 250 500 mg setiap 24 jam. 5

I. Cara dan Lama Pemberian


Cara Pemberian
Antibiotik amoksisilin termasuk antibiotik time deppendent

sehingga untuk menjaga konsentrasi obat dalam plasma tetap berada

pada kadar puncak, maka obat diberikan sesuai dengan jadwal waktu

yang telah dibuat. Obat dapat diberikan bersamaan dengan makanan.4


Lama Pemberian
Tergantung pada jenis dan tingkat kegawatan dari infeksinya, juga

tergantung pada respon klinis dan respon bakteri penginfeksi. Sebagai

contoh untuk infeksi yang persisten, obat ini digunakan selama

beberapa minggu. Jika amoksisilin digunakan untuk penanganan infeksi

yang disebabkan oleh grup A -hemolitic streptococci, terapi digunakan

tidak kurang dari 10 hari guna menurunkan potensi terjadinya demam

reumatik dan glomerulonephritis. Jika amoksisilin digunakan untuk

pengobatan ISK (infeksi saluran kemih) maka kemungkinan bisa lebih

lama, bahkan beberapa bulan setelah menjalani terapi pun, tetap

direkomendasikan untuk diberikan. 5


J. Efek Samping

Manisfestasi klinik reaksi alergi golongan penisislin yang terberat

adalah reaksi anafilaksis yang termasuk dalam kelompok reaksi alergi

immediate. Reaksi ini lebih banyak terjadi pada pemberian parenteral,


tetapi pemberian oral dan pemberian uji kulit intradermal dapat pula

menimbulkan reaksi anafilaksis yang fatal. Reaksi alergi lain yang sifatnya

berat adalah angioedema, penyakit serum 3.


Reaksi alergi yang sifatnya ringan sampai sedang berupa berbagai

bentuk kemerahan, dermatitis kontak, glositis, serta gangguan pada mulut,

demam yang kadang-kadang disrtai menggigil. Reaksi alergi yang paling

sering terjadi adalah kemerahan kulit 3.


Beberapa efek samping dari amoksisilin adalah 4 :
- Susunan Saraf Pusat : Hiperaktif, agitasi, ansietas, insomnia,

konfusi, kejang, perubahan perilaku, pening.


- Kulit : Acute exanthematous pustulosis, rash, eritema multiform,

sindrom stevens-johnson, dermatitis, tixic ephidermal necrolisis,

hypersensitif vasculitis, urtikaria.


- GI : Mual, muntah, diare, hemorrhagic colitis,

pseudomembranous colitis, hilangnya warna gigi.


- Hematologi : Anemia, anemia hemolitik, trombisitopenia,

trombositopenia purpura, eosinophilia, leukopenia, agranulositosi.


- Hepatic : AST (SGOT) dan ALT (SGPT) meningkat, cholestatic

joundice, hepatic cholestatis, acute cytolitic hepatitis.


- Renal : Cristalluria
Pernah dilaporkan: Reaksi hipersensitifitas, meliputi reaksi

anaphilaksis dapat mengakibatkan efek yang fatal (kematian). Penggunaan

jangka panjang, kemungkinan dapat mengakibatkan terjadinya

suprainfeksi termasuk Pseudomembranous collitis. Pada pasien gagal

ginjal, perla penyesuaian dosis. Kasus diare merupakan kasus terbanyak

jika amoksisilin digunakan sendiri.

K. Interaksi obat
Interaksi obat adalah peristiwa di mana aksi suatu obat diubah atau

dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan. Kemungkinan

terjadinya peristiwa interaksi harus selalu dipertimbangkan dalam klinik,

manakala dua obat atau lebih diberikan secara bersamaan atau hampir

bersamaan. Tidak semua interaksi obat membawa pengaruh yang

merugikan, beberapa interaksi justru diambil manfaatnya dalam praktek

pengobatan 9.
Salah satu interaksi yang bermanfaat adalah Coamoksiklav terdiri

dari amoksisilin dan penghambat -laktamase, asam klavulanat. Asam

klavulanat sendiri tidak memiliki efek antibakterial, tetapi dengan

menginaktifkan penisilinase, kombinasi ini aktif terhadap bakteri penghasil

penisilinase yang resisten terhadap amoksisilin1.


Interaksi amoksisilin yang merugikan apabila digunakan bersamaan

dengan obat lain, diantaranya 9:

Meningkatkan efek toksik:


1. Disulfiram dan probenezid kemungkinan meningkatkan kadar

amoksisilin.
2. Warfarin kemungkinan dapat meningkatkan kadar amoksisilin
3. Secara teori, jika diberikan dengan allopurinol dapat meningkatkan

efek ruam kulit.


4. Golongan penisilin dapat meningkatkan toksisitas metotrexate,

apabila digunakan secara bersamaan


Menurunkan efek:
1. Kloramfenikol dan tetrasiklin secara efektif dapat menurunkan kadar

amoksisilin
2. Dicurigai amoksisilin juga dapat menurunkan efek obat kontrasepsi
3. Neomisin dapat menyebabkan absorpsi phenoxymetilpenicilin

berkurang
L. Farmakologi
Absorbsi : cepat dan hampir sempurna, tidak dipengaruhi oleh

makanan.
Distribusi : secara luas terdistribusi dalam seluruh cairan tubuh serta

tulang; penetrasi lemah kedalam sel mata dan menembus selaput otak;

konsentrasi tinggi dalam urin; mampu menembus placenta; konsentrasi

rendah dalam air susu ibu.


Metabolisme : secara parsial melalui hepar.
Bayi lahir sempurna: 3,7 jam
Anak-anak : 1-2 jam.
Dewasa: fungsi ginjal normal 0.7-1,4 jam. ClCr <10 mL/menit: 7-

12 jam.
Time Peak; kapsul 2 jam; suspensi 1 jam.
Eksresi: urin (80% bentuk utuh); pada neonates eksresi lebih rendah
Dialisis: Moderat dilisis melalui Hemo atau peritonial dilisis: 20-

50%. Dialisis melalaui Arteriovenous atau venovenous mampu

memfilter 50mg/ liter amoksisilin.

M. Stabilitas Penyimpanan
Stabilitas obat: amoksilin 125 dan 250 mg kapsul, chewable tablet,

dan serbuk suspensi oral harus disimpan dalam suhu 20C atau lebih

rendah. Amoksisilin 200 dan 400 mg chewable tablet dan salut tipis

disimpan pada suhu 25C atau lebih rendah.4


BAB III

PENUTUP

Antibiotika adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri

yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat pertumbuhan kuman.

Amoksisilin adalah antibiotik turunan dari penisilin semisintetik yang stabil dalam

suasana asam dan absorpsinya lebih baik daripada ampisilin, dan diabsorpsi

dengan cepat dan tidak terganggu dengan adanya makanan dalam lambung.

Amoksisilin efektif terhadap organisme Gram-positif dan Gram-negatif. Indikasi

amoksisilin adalah eradikasi Helicobacter pylori (ulkus peptik), infeksi saluran

pernapasan, infeksi saluran urogenital, infeksi pada kulit dan jaringan lunak. Efek

samping yang paling sering terjadi adalah reaksi alergi seperti kemerahan di kulit.

Bentuk sediaan amoksisilin adalah kapsul, sirup kering dan injeksi vial. Dosis

anak : 20-40 mg/kgbb/hr (terbagi 3 dosis). Dosis dewasa 250-500 mg/ 8 jam

DAFTAR PUSTAKA
1. Hoan Tjay Tan and Rahardja Kirana. Antibiotika dalam: Obat-obat
Penting. Khasiat, penggunaan, dan efek-efek sampingnya. Penerbit PT
Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia-Jakarta, 2002

2. Katzung Bertram G. Obat-obat Kemoterapeutika dalam: Farmakologi


Dasar dan Klinik Edisi IV. Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1998

3. Ganiswarna Sulistia G. Penisilin, Sefalosporin dan Antibiotik Betalaktam


lainnya dalam: Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Bagian Farmakologi
Fakultas Kedokteran Indonesia, 2007

4. Anonymous. Amoxsan.http://www.Farmasiku.com.2009.

5. Admin.Amoxicillin(amoksisilin).Http://apps.who.int/emlib/Medicines.asp
x? EN.ritish National Formulary ed.57 March 2009. 24 Juni 2009

6. Informatorium Obat Nasional Indonesia. Departemen Kesehatan Republik


Indonesia Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. 2000.

7. Bronzwaer, SL., Cars, O., Buchhols, U., Molstad, S., Goettsch, W., et al, A
European Study on The Relationship between Antimicrobial Use and
Antimicrobial Resistance, Emerging Infectious Disease (2002) 8 : 278-282

8. Hadi, U., Resistensi Antibiotik, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2006,
Pusat Penerbitan departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Jakarta.

9. Dinda. Interaksi Obat. http://www. Medicafarma.com. 18 Juni 2009.

10. Djuanda A, Sani A, Azwar A, Handaya, Almatsier M, Setiabudi, et al.


MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi Edisi 7. PT. InfoMaster Lisensi dari
CMP Medica Asia Pte Ltd. 2007-2008.