Anda di halaman 1dari 19

PENATALAKSANAAN PAP SMEAR

Dosen Pembimbing:
Nursyamiah

Disusun Oleh:
Ananda Intan Pertiwi Idipasi
Sari Mulia

AKADEMI KEPERAWATAN INTAN MARTAPURA


TAHUN AKADEMIK 2015/2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan YME atas limpahan rahmat
dan karunia-Nya sehingga Kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Panatalaksanaan PAP Smear ini dengan lancar. Penulisan ini bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu matakuliah
Keperawatan Maternitas.

Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data sekunder dan


pengumpulan informasi dari media internet dan buku.

Tak lupa Kami ucapkan terimakasih kepada pengajar matakuliah


Keperawatan Maternitas atas bimbingan dan arahan dalam penulisan tugas, juga
kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung sehingga Kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

Kami harap makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Memang
makalah ini masih jauh dari sempurna, maka Kami mengharapkan kritik dan saran
dari pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Martapura, 18 Maret 2016

Penyusun

Kelompok (Semester IVA)


DAFTAR ISI

Kata Pengatar

Daftar Isi..

BAB I Pendahuluan..

A. Latar Belakang..

B. Rumusan Masalah.

C. Tujuan..

BAB II Tinjauan Teori..

A. Definisi

B. Etiologi

C. Patofisiologi.

D. Manifestasi Klinis

E. Peran Keluarga....

F. Penatalaksanaan dan Pengobatan

G. Pemeriksaan Diagnostik.

BAB III Penutup..

A. Kesimpulan

B. Saran Saran.

Daftar Pustaka.
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pap smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan
dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan secara
cepat, tidak sakit, serta hasil yang akurat. Pap smear merupakan cara yang
mudah, aman dan untuk mendeteksi kanker serviks melalui pemeriksaan getah
atau lendir di dinding vagina.
Pemeriksaan pap smear merupakan cara yang mudah, murah,
sederhana, aman, dan akurat untuk mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan
menjadi kanker, untuk mengetahui normal atau tidaknya sel-sel di serviks,
mengetahui tingkat berapa keganasan kanker serviks, dan mendeteksi infeksi-
infeksi disebabkan oleh virus urogenital dan penyakit-penyakit yang ditularkan
melalui hubungan seksual.

B. Rumusan Masalah

1) Apa defenisi pemeriksaan pap smear ?


2) Apa saja tujuan pemeriksaan pap smear ?
3) Siapa yang dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear ?
4) Kapan waktu pemeriksaan pap smear dilakukan ?
5) Apa saja syarat yang harus dipenuhi dalam pemeriksaan pap smear ?
6) Kendala apa yang dihadapi dalam melakukan pemeriksaan pap smear ?
7) Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear ?
8) Apa hasil pemeriksaan pap smear ?
9) Apasaja faktor resiko yang menyebabkan kanker serviks ?
C. Tujuan penulisan

1) Untuk mengetahui defenisi pap smear.


2) Untuk mengetahui tujuan pemeriksaan pap smear.
3) Untuk mengetahui siapa yang dianjurkan melakukan pemeriksaan pap
smear.
4) Untuk mengetahui waktu pemeriksaan pap smear.
5) Untuk mengetahui syarat yang harus dipenuhi dalam pemeriksaan pap
smear.
6) Untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam melakukan pemeriksaan
pap smear.
7) Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan pap smear.
8) Untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan pap smear.
9) Untuk mengetahui faktor resiko yang menyebabkan kanker serviks.
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Konsep Teori Pap Smear

1. Defenisi Pap Smear


Pap smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan
dinding leher rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan secara
cepat, tidak sakit, serta hasil yang akurat. (Wijaya, 2010)(dalam
http://sarydamy.blogspot.com/)
Pap smear merupakan cara yang mudah, aman dan untuk mendeteksi
kanker serviks melalui pemeriksaan getah atau lendir di dinding vagina.
Sedangkan samadi, 2010 mengatakan Pap smear merupakan salah satu deteksi
dini terhadap kanker serviks, yang prinsipnya mengambil sel epitel yang ada
di leher rahim yang kemudian dilihat kenormalannya.

2. Tujuan Pemeriksaan Pap Smear


Tujuan dari deteksi dini kanker servik atau pemeriksaan Pap Smear ini
adalah untuk menemukan adanya kelainan pada mulut leher rahim. Meskipun
kanker tergolong penyakit mematikan, namun sebagian besar dokter ahli
kanker menyebutkan bahwa dari seluruh jenis kanker, kanker servik termasuk
yang paling bisa dicegah dan diobati apabila terdeteksi sejak awal. Oleh
karena itu, dengan mendeteksi kanker servik sejak dini diharapkan dapat
mengurangi jumlah penderita kanker serviks (Wijaya, 2010).
Beberapa tujuan dari pemeriksaan Pap Smear yang dikemukakan oleh
Sukaca, 2009 yaitu :
a) Untuk mendeteksi pertumbuhan sel-sel yang akan menjadi kanker.
b) Untuk mengetahui normal atau tidaknya sel-sel di serviks
c) Untuk mendeteksi perubahan prakanker pada serviks
d) Untuk mendeteksi infeksi-infeksi disebabkan oleh virus urogenital dan
penyakit-penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual.
e) Untuk mengetahui dan mendeteksi sel abnormal yang terdapat hanya
pada lapisan luar dari serviks dan tidak menginvasi bagian dalam.
f) Untuk mengetahui tingkat berapa keganasan kanker serviks

3. Wanita yang diajurkan Pap smear


Wanita Usia Subur (WUS) merupakan masa terpenting bagi wanita dan
berlangsung kira-kira 33 tahun dimana organ reproduksinya berfungsi dengan
baik antara umur 17-45 tahun. Wanita dianjurkan untuk melakukan
pemeriksaan Pap Smear ke dokter, baik bagi mereka yang telah melakukan
pertama kali berhubungan seksual maupun yang sudah sering melakukan
hubungan seksual (sudah menikah). Begitupun bagi mereka yang sama sekali
yang belum pernah berhubungna seksual. Karena pemeriksaan Pap Smear ini
dapat mendeteksi samapai 90% kasus kanker servik secara akurat dengan
biaya yang tidak terlalu mahal, dan sangat efektif untuk menurunkan angka
kematian pada wanita yang menderita kanker serviks.
Kehamilan juga tidak mencegah seorang wanita untuk melakukan
pemeriksaan Pap Smear karena prosedur Pap Smear dapat dilakukan secara
aman selama kehamilan. Sehingga, wanita hamil juga dapat menjalani test ini.
Pemeriksaan Pap Smear tidak direkomendasikan bagi wanita yang telah
melakukan histerektomi (dengan pengangkatan serviks) untuk kondisi yang
jinak. Wanita yang pernah melakukan histerektomi tetapi tanpa pengangkatan
(histerektomi subtotal), sebaiknya melanjutkan skrining sebagaimana halnya
wanita yang tidak melakukan histeretomi (wijaya, 2010).
Wanita yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear
sebagai berikut:
a) Wanita yang berusia muda sudah menikah atau belum namun aktivitas
seksualnya tinggi.
b) Wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau pernah menderita HPV
(Human Papilloma Virus) atau kutil kelamin.
c) Wanita yang berusia diatas 35 tahun.
d) Sesering mugkin jika hasil pap smear menunjukkan abnormal
e) Sesering mugkin setelah penilaian dan pengobatan prakanker maupun
kanker serviks.
f) Wanita yang mengunakan pil KB (sukaca, 2009).

4. Waktu untuk Melakukan Pap Smear


Pemeriksaan Pap Smear dapat dilakukan kapan saja kecuali pada saat haid
karena darah atau sel dari dalam rahim dapat mengganggu keakuratan hasil
pap smear, namun waktu yang tepat untuk melakukan Pap Smear adalah satu
atau dua minggu setelah berakhir masa menstruasi.
Untuk wanita yang sudah menopause biasa melakukan pemeriksaan
pap smear kapan saja ( Dianada, 2008 ).
Adapun waktu untuk melakukan Pap Smear secara teratur yang
dikemukan oleh Sukaca, 2009 yaitu :
a) Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berusia muda sudah menikah atau
belum menikah namun aktivitas seksualnya sangat tinggi.
b) Setiap 6-12 bulan untuk wanita yang berganti-ganti pasangan seksual atau
pernah menderita infeksi HPV (Human Papilloma Virus) atau kutil
kelamin.
c) Setiap tahun untuk wanita yang berumur diatas 35 tahun.
d) Setiap tahun untuk wanita yang mengunakan pil KB.
e) Setiap 2-3 tahun untuk wanita yang berusia diatas 35 tahun atau untuk
wanita yang telah menjalani histerektomi bukan karena kanker, jika 3 kali
berturut-turut hasil pap smear menunjukan negative.
f) Setahun sekali bagi wanita yang berumur 40-60 tahun.
g) Sesudah 2x pap tes hasilnya negative dengan interval 3 tahun dengan
catatan bahwa wanita yang resiko tinggi harus lebih sering menjalakan
pap tes .
h) Sering mungkin jika hasil pap smear menunjukan abnormal sesering
mungkin setelah penilain dan pengobatan prakanker maupun kanker
serviks.

5. Syarat Pengambilan Pap Smear


Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan Pap
Smear adalah sebagai berikut :
a) Waktu pengambilan minimal 2 minggu setelah menstruasi dimulai dan
sebelum menstruasi berikutnya.
b) Berikan informasi sejujurnya kepada petugas kesehatan tentang riwayat
kesehatan dan penyakit yang pernah diderita
c) Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum
pengambilan bahan pemeriksaan.
d) Pembilasan vagina dengan macam-macam cairan kimia tidak boleh
dikerjakan dalam 24 jam sebelumnya.
e) Hindari pemakaian obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina 48
jam sebelum pemeriksaan.
f) Bila anda sedang minum obat tertentu, informasikan kepada petugas
kesehatan, karena ada beberapa jenis obat yang dapat mempengaruhi
hasil analisis sel.
6. Kendala Pap Smear (Romauli dan Vindari. 2011)
Dilakukan diatas hanya 5% perempuan di Indonesia yang bersedia
melakukan pemeriksaan pap smear banyak kendala. Hal tersebut terjadi
antara lain:
a) Kurangnya tenaga terlatih untuk pengambilan sediaan.
b) Tidak tersedianya peralatan dan bahan untuk pengambilan sediaan.
c) Tidak tersedianya sarana pengiriman sediaan.
d) Tidak tersedianya laboratorium pemprosesan sediaan serta tenaga ahli
sitologi.
7. Prosedur Pemeriksaan Pap Smear
a). Persiapan Alat dan Bahan
1) Air mengalir
2) Spatula Ayre
3) Sabun cair
4) Pensil kaca (marker)
5) Larutan antiseptik
6) Spekulum
7) Lap
8) Alkohol 95%
9) Larutan hipoklorit
10) Kaca benda (object glass)
11) Lap bersih atau tissue
12) Baskom berisi larutan klorin 0,5%
13) Handuk kecil atau tissue
14) Sarung tangan steril
15) Formulir pemeriksaan
16) Tempat sampah non-medis
17) Tempat sampah medis
b). Menyiapkan Pasien
1) Sapalah pasien atau keluarganya dengan ramah dan perkenalkan
diri, serta tanyakan keadaannya, kemudian pasien dipersilakan
duduk.
2) Berikan informasi umum pada pasien atau keluarganya tentang
pengambilan Pap Smear, tujuan dan manfaat untuk keadaan pasien.
3) Berikan jaminan tentang keamanan atas tindakan yang anda
lakukan serta jaminan tentang kerahasiaan yang diperlukan pasien
kepada pasien atau keluarganya.
4) Mintalah kesediaan pasien untuk pengambilan Pap Smear, namun
barengi dengan penjelasan tentang hak-hak pasien atau
keluarganya, misalnya tentang hak menolak tindakan pengambilan
Pap Smear tanpa kehilangan hak akan pelayanan lain.
5) Minta pasien untuk mengosongkan kandung kemih dan melepas
pakaian dalam.
6) Persilahkan pasien untuk berbaring di ranjang ginekologi dan
mengatur pasien pada posisi litotomi.
7) Hidupkan lampu sorot, arahkan dengan benar pada bagian yang
akan diperiksa
c). Pengambilan Sampel dan Pembuatan Pap Smear
1) Siapkan peralatan dan bahan.
2) Cuci tangan aseptik dengan langkah seperti pada cuci tangan rutin
dengan menuangkan kira-kira 5 ml larutan antiseptik pada tangan
dan mengeringkan dengan mengangin-anginkan.
3) Pasang sarung tangan steril.
4) Pemeriksa duduk pada kursi yang telah disediakan, menghadap ke
aspekus genitalis.
5) Lakukan periksa pandang (inspeksi) pada daerah vulva dan
perineum.
6) Ambil spekulum dengan tangan kanan, masukkan ujung telunjuk
kiri pada introitus vagina (agar terbuka), masukkan ujung spekulum
dengan arah sejajar introitus (yakinkan bahwa tidak ada bagian
yang terjepit) dan dorong bilah spekulum ke dalam lumen vagina.
7) Setelah masuk setengah panjang bilah, putar spekulum 90 derajat
hingga tangkainya ke arah bawah. Atur bilah atas dan bawah
dengan membuka kunci pengatur bilah atas bawah (hingga masing-
masing bila menyentuh dinding atas dan bawah vagina).
8) Tekan pengungkit bilah sehingga lumen vagina dan serviks tampak
jelas (perhatikan ukuran dan wama porsio, dinding dan sekret
vagina dan forniks).
9) Jika sekret vagina ditemukan banyak, bersihkan secara hati-hati
(supaya pengambilan epitel tidak terganggu)
10) Pengambilan sampel pertama kali dilakukan pada porsio
diusahakan di daerah squamo-columnair junction. Sampel diambil
dengan menggunakan spatula Ayre yang diputar 360.
11) Oleskan sampel pada gelas objek diusahakan tidak terlalu
tebal/terlalu tipis.
12) Sampel segera difiksasi sebelum mengering. Fiksasi ini dapat
menggunakan spray yang disemprotkan dari jarak 20-25 cm, atau
dengan merendam pada wadah yang mengandung etil alkohol 95%
selama 15 menit yang kemudian dibiarkan mengering kemudian
diberi label.
13) Setelah pemeriksaan selesai, lepaskan pengungkit dan pengatur
jarak bilah, kemudian keluarkan spekulum.
14) Letakkan spekulum pada tempat yang telah disediakan. Beritahukan
pada ibu bahwa pemeriksaan sudah selesai dan persilahkan ibu
untuk mengambil tempat duduk.
15) Masukkan tangan yang masih bersarung tangan kedalam baskom
berisi larutan klorin 0,5%, gosokkan kedua tangan untuk
membersihkan bercak-bercak darah yang menempel pada sarung
tangan.
16) Lepaskan sarung tangan.
d). Pengiriman Spesimen
Dalam melakukan pengiriman spesimen Pap Smear, pengirim
harus menuliskan secara lengkap surat pengantar pemeriksaan
laboratorium yang berisi:
1) Tanggal pengiriman
2) Tanggal dan jam pengambilan spesimen
3) Data penderita (nama, umur, jenis kelamin, alamat, nomor rekam
medik)
4) Identitas pengirim
5) Jenis spesimen : Pap Smear
6) Pemeniksaan laboratorium yang diminta
7) Transport media / pengawet yang digunakan : Alkohol 95% atau hair
spray
8) Keterangan klinis: riwayat KB, jumlah anak, keluhan

8. Hasil Pemeriksaan Pap Smear


1). Kelas 0 : Tidak dapat dinilai
Segera diambil smear ulang
2). Kelas I : Normal Smear
Kontrol ulang 1-2 tahun lagi
3). Kelas II : Proses radang dengan atau tanpa Displasia ringan
Kontrol ulang 3-6 bulan lagi
4). Kelas III : Displasia Sedang Berat
Kontrol ulang segera
5). Kelas IV : Karsinoma Insitu
Kontrol ulang segera
6). Kelas V : Karsinoma Invasif
Kontrol ulang segera
9. Faktor Resiko
Dari hasil penelitian mutakhir diketahui bahwa penyebab kanker
serviks adalah sebagai berikut :
a). Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
Lebih dari 90% kasus kondiloma serviks, semua NIS, dan kanker
serviks mengandung DNA virus HPV. Dari 70 tipe HPV yang diketahui
saat ini, ada 16 tipe HPV yang erat kaitannya dengan kejadian kanker
serviks. Virus ini ditularkan melalui hubngan seksual. Wanita yang
beresiko terkena penyakit akibat hubungan seksual juga beresiko terinfeksi
virus ini sehingga mempunyai resiko terkena kanker serviks.
b). Prilaku Seksual
Berdasarkan penelitian, risiko kenker serviks meningkat lebih dari
10 kali bila berhubungan dengan 6 atau lebih mitra seks, atau bila
hubungan seks pertama dibawah umur 15 tahun. Risiko juga meningkat
bila berhhubungan seks dengan laki-laki berisiko tinggi ( laki-laki yang
berhubungan seks dengan banyak wanita), atau laki-laki yang mengidap
penyakit jengger ayam (kondiloma akuminatum) di zakarnya (penis).
c). Rokok Sigaret
Wanita merokok mempunyai risiko 2 kali lipat terhadap kanker
serviks dibandingkan degan wanita bukan terkandug nikotin dan zat lainnya
yang terdapat didalam rokok. Zat-zat tersebut dapat menurunkan daya tahan
serviks dan menyebabkan kerusakan DNA epitel serviks sehingga timbul
kanker serviks, disamping merupakan kokarsinogen infeksi virus.
d).Trauma Kronis Pada Serviks
Trauma ini terjadi karena persalinan yang berulang kali (banyak
anak), adanya infeksi, dan iritasi menahun.
e).Kontrasepsi Oral dapa Meningkatkan risiko
1, 5-2, 5 kali bila diminum dalam jangka panjang, yaitu lebih dari 4
tahun.
f). Defisiensi Zat Gizi
Beberapa penelitian dapat menyimpulkan bahwa dfisiensi asam folat
dapat meningkatkan risiko terjadinya NIS 1 da NIA 2, serta mungkin juga
meningkatkan risiko terkena kanker serviks pada wanita yang rendah
konsumsi beta karoten dan vitamin (A, C, dan E).
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari pembahasan dari makalah ini ialah Pap
smear merupakan suatu metode untuk pemeriksaan sel cairan dinding leher
rahim dengan menggunakan mikroskop, yang dilakukan secara cepat, tidak
sakit, serta hasil yang akurat (Wijaya, 2010). Pap smear merupakan cara yang
mudah, aman dan untuk mendeteksi kanker serviks melalui pemeriksaan getah
atau lendir di dinding vagina (Dianada, 2008).
Tujuan dari deteksi dini kanker servik atau pemeriksaan Pap Smear ini
adalah untuk menemukan adanya kelainan pada mulut leher rahim.Beberapa
faktor yang diduga meningkatkan kejadian kanker serviks yaitu meliputi usia,
status sosial ekonomi, pengetahuan, dan pendidikan. Hal ini juga merupakan
factor dominan dalam pemeriksaan deteksi dini kanker serviks ( Dianada,
2007 ).

B. Saran
PAP Smear Materi ini adalah materi yang Kami angkat untuk menjadi
isi pada makalah kami ini. Makalah ini memang jauh dari kata sempurna,
namun kami berharap makalah ini dapat memberikan ilmu bagi yang
membacanya. Dan kami pun berharap teman-teman dapat memberikan saran
dan kritik pada makalah ini, agar makalah yang kami buat ini bisa lebih baik
lagi dan lebih bermanfaat bagi yang membacanya.
DAFTAR PUSTAKA

Saferi,Andra.2013.Keperawatan Medical Bedah. Nuha Medika: Yogyakarta

Saferi,Andra.2013.Keperawatan Medical Bedah. Nuha Medika: Yogyakarta

Hikmah,.2014.Patologi.Wisma Kalemitro: Malang

Alimul, Hidayat A. 2005. Pengantar Ilmu Keperawatan Anak I. Jakarta: Salemba


medika.

Berhman, Richard E. 1995. Ilmu Kesehatan Anak Nelson vol I Edisi 15. Jakarta:
EGC.

Doenges,Moorhouse. 1996. Rencana Keperawatan Maternal / Bayi. EGC. Jakarta.

Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Media Aesculapius. Jakarta: Media
Aecsulapius.

Rudolph, ann Alpers, 2006. Buku Ajar Pediatrik. Jakarta: EGC.

Speer, Kathleen Morgan. 2007. Rencana Asuhan Keperawatan Pediatrik Dengan


Klinikal Patways Edisi 3. Jakarta: EGC

Hikmah.2014.Patologi.WismaKalemitro:Malang