Anda di halaman 1dari 130

PERKULIAHAN TA-3113

METODA PERHITUNGAN
CADANGAN
MATERI - 07
METODA PENAKSIRAN DAN
PERHITUNGAN CADANGAN
Diagram Alir Perhitungan Cadangan
KOMPILASI
(Datum yg sama)

DATA GEOLOGI DATA TOPOGRAFI DATA EKSPLORASI


(Struktur, Litologi) (DH, TR, TP, Adit, dll)

DATA BASED

DATA DASAR DATA TURUNAN

KOMBINASI

MODEL
SUMBERDAYA

MPC

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 2


Metoda-Metoda Perhitungan
Cadangan Secara Konvensional
DATA BASED

DATA DASAR DATA TURUNAN

PEMBOBOTAN KORELASI PEMBOBOTAN


(Ply-Ply atau Komposit) (Section) (Ply-Ply atau Komposit)

PENAKSIRAN
PETA-PETA ISOLINE
(Ply-Ply atau Komposit)

METODA METODA METODA METODA


IDS, NP, KRG TG, PLGN PENAMPANG ISOLINE

MODEL
BLOK

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 3


TEKNIK PENAKSIRAN

Konsep Dasar
KONSEP PENAKSIRAN
TANPA GRID TERATUR

Data awal : Data individual  Data komposit.


Informasi : kadar/kualitas, ketebalan, kadar
nilai batas.
Metoda : isoline, triangular grouping, poligon.
Hasil : kadar rata-rata, outline bijih, volume
bijih, tonase bijih.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 5


TANPA GRID TERATUR
KONSEP PENAKSIRAN

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 6


KONSEP PENAKSIRAN
DENGAN GRID TERATUR (KOMPOSIT)

Data awal : Data individual  Data


komposit.
Informasi : kadar/kualitas, ketebalan, kadar
nilai batas, ukuran grid.
Metoda : isoline (linier ?), rule of nearest
point, inverse distance.
Hasil : kadar rata-rata, outline bijih, volume
bijih, tonase bijih.
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 7
KONSEP PENAKSIRAN

POLA GRID TERATUR


Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 8
KONSEP PENAKSIRAN
DENGAN MODEL BLOCK

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 9


METODA PENAKSIRAN
Metoda Isoline

Secara praktis diterapkan untuk endapan-


endapan yang memiliki pola kadar memusat.
Dapat juga digunakan untuk perhitungan
volume suatu bentuk permukaan.
METODA PENAKSIRAN
Dengan Metoda Isoline

Untuk menghitung kadar dan tonnase, diperlukan


data kadar rata-rata (ki) dan luasan atau volume
bidang pada interval kadar tertentu.
Kadar rata-rata pada suatu bidang/panel (gp) :

gp =
(g .v )
i i

v i

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 11


Metoda Isoline
Untuk penentuan kadar rata-rata
Peta Isokadar
(Isograde)
K1 K2

K3 K3
L3b
L1
L3a L4b
K4
L4a

K4
L2
K2 K1
L = luas
K = kadar

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 12


Teknik Penaksiran dengan Metoda Isoline
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 13
Metoda Isoline
Untuk penentuan kadar rata-rata
 L1 = adalah luasan areal dengan kadar yang lebih besar
daripada K1 tetapi lebih kecil daripada kadar K2.
 Digunakan asumsi bahwa kadar pada luasan L1 merupakan
kadar rata-rata dari nilai kontur K1 dan K2.
 Asumsi yang sama dengan luasan dan nilai kontur yang lain.

Maka :
Kadar rata-rata untuk keseluruhan daerah adalah :

L1 ( (k1+k2)) + L2 ( (k2+k3)) + L3a (k3) + L3b ( (K3+K4)) + (L4a + L4b) k4


Krata-rata =
L1 + L2 + L3a + L3b + L4a + L4b

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 14


45
Metoda Isoline
Untuk penentuan volume

40 Contoh Aplikasi : Menghitung volume


andesit (batu) pada sebuah quary.

Rumus kerucut terpancung :

S1 + S2 + S1S2
V = h
3

Contoh Perhitungan :

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 15


METODA PENAKSIRAN
Metoda Segitiga (triangular)
Dilakukan dengan menggunakan tiga
titik, dengan bidang yang dihitung
tidak akan memiliki internal data
Penaksiran dengan Metoda Segitiga
(Triangles atau Triangular Grouping)

(X2,Y2)

A1

(X1,Y1) A

A2 A3

Luas segitiga = ? (X3,Y3)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 17


Luas segitiga

Koordinat titik data.


Hitung luas batas terluar sebagai luasan persegi
panjang.
Hitung luasan A1, A2, dan A3 dengan menggunakan
rumus segitiga.
Maka luasan A = (Luas persegipanjang) (Luas A1 +
Luas A2 + Luas A3).

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 18


Kadar Rata-rata

(k2,t2)

(k1,t1) A

(k3,t3)
K = kadar, dan t = tebal

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 19


Kadar Rata-rata

Kadar rata-rata jika tebal homogen =


(k1 + k2 + k3)/3.

Kadar rata-rata jika tebal tidak homogen = {(k1.t1)


+ (k2.t2) + (k3.t3)} / (t1 + t2 + t3)

Jika tebal tidak homogen, maka volume A = Luasan


A x Tebal rata-rata.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 20


Contoh perhitungan dengan metoda
triangular grouping
1,5 m
0,40 gr/m3
1,3 m
0,60 gr/m3
1
6 1,4 m
0,35 gr/m3
2 1,2 m
0,55 gr/m3 5
1,7 m
0,30 gr/m3
3 1,9 m
4
0,50 gr/m3

1,8 m
0,45 gr/m3

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 21


Tebal Kadar Kadar Tebal Luas Volume Kandungan
No Txk
Bor Bor Rata-rata Rata-rata Blok Blok Bijih Total
Blok 3 (Bor)
(m) (gr/m ) (gr/m3) (m) (m2) (m3) (gr)
1.50 0.40 0.60
1 1.30 0.60 0.78 0.51 1.33 40,000 53,333 27,200
1.20 0.55 0.66
4.00 1.55 2.04
1.30 0.60 0.78
2 1.70 0.30 0.51 0.46 1.40 50,000 70,000 32,500
1.20 0.55 0.66
4.20 1.45 1.95
1.70 0.30 0.51
3 1.80 0.45 0.81 0.42 1.57 75,000 117,500 49,500
1.20 0.55 0.66
4.70 1.30 1.98
1.80 0.45 0.81
4 1.90 0.50 0.95 0.49 1.63 70,000 114,333 56,467
1.20 0.55 0.66
4.90 1.50 2.42
1.90 0.50 0.95
5 1.40 0.35 0.49 0.47 1.50 45,000 67,500 31,500
1.20 0.55 0.66
4.50 1.40 2.10
1.40 0.35 0.49
6 1.50 0.40 0.60 0.43 1.37 40,000 54,667 23,333
1.20 0.55 0.66
4.10 1.30 1.75
TOTAL 320,000 477,333 220,500

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 22


Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 23
Kelemahan metoda triangulasi
(Sinclair, 2002)

Proses smoothing hanya bersifat empiris.


Pembobotan yang dilakukan berdasarkan 3
sampel cukup beresiko, terutama pada
heterogenitas tinggi.
Belum memperhitungkan anisotrop.
Sulit diterjemahkan menjadi sistem grid.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 24


METODA PENAKSIRAN
Metoda Poligon

Dilakukan dengan menggunakan titik data


sebagai sentral data yang mewakili suatu areal
tertentu.
Metoda Poligon
Pada endapan-endapan yang relatif homogen dan
geometri sederhana.
Kadar pada suatu luasan tertentu ditaksir dengan
nilai data yang berada di tengah-tengah poligon.
Belum memperhitungkan tata letak (ruang) nilai
data,
Tidak ada batasan yang pasti sejauh mana nilai
conto mempengaruhi distribusi ruang.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 26


Konstruksi Poligon

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 27


Konstruksi Poligon

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 28


Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 29
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 30
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 31
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 32
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 33
Konstruksi Poligon

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 34


Konstruksi Poligon

3 4

5
1 6
10

9 8 7

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 35


Konstruksi Poligon

Included Area Extended Area

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 36


Outline
bijih

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 37


Metode USGS-83
(khusus untuk endapan batubara)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 38


Metode USGS-83
(khusus untuk endapan batubara)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 39


0000 m 1000 m 2000 m 3000 m

U
5000 m NR-08 NK-10

NK-06 NK-13

NK-03

100 NK-20 NK-21


0 200 500 meter

NK-05 NK-04

NK-19

4000 m

NK-09 NK-02

NK-01

NK-18

Struktur sebagai NK-11 NK-16 NK-07

pembatas NK-17
3000 m
NK-12

NK-15

NK-14

SK-05

SK-11
2000 m

SK-07 SK-01 SK-12

Jarak pengaruh SK-04

pembatas SK-09 SK-02

1000 m

SK-10 SK-03

SK-08 SK-06

0000 m
SK-13

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 40


0000 m 1000 m 2000 m 3000 m
+1200

+1400

+1600

+1800

+2000

+2200

+2400

+2600

+2800

+3000

+3200
+400 +400

Struktur perlipatan
Struktur sebagai
+200 +200

pembatas
0 Bor.29 0

TD
M-
SEA Bor.22

-200
U.1
-200
Jarak pengaruh
B.03
pembatas
-400 BOR.26 -400

B.18 B.05
BOR.1
BOR.17

-600 -600

B.06
SE
AM
-T
-800 D -800
B.15 B.12
U.2
U.3
BOR.2 BOR.3
-1000 -1000

BOR.4

U.4 U.7.AR
-1200 -1200

U.5
SE
-1400 AM -1400
-T
D
RB.22
U.6
-1600 OP-02 -1600
BOR.6

-1800 -1800
+1200

+1400

+1600

+1800

+2000

+2200

+2400

+2600

+2800

+3000

+3200

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 41


+1200

+1400

+1600

+1800

+2000

+2200

+2400

+2600

+2800

+3000

+3200
RB.29
+400 +400
Keterbatasan
Bor.25 data
+200 +200

SEA
M - TE
0 0

-200 -200

B.04R

-400 -400
U.9

-600 B.17R -600

-800 SEAM - -800


B.15 TE
B-16
U.2 B.07

SEAM
BOR.2
-1000 -1000

- TE
B.11
B.14
BOR.4
BOR.08R
SEA

U.4
-1200 -1200
M-

B.13R
TE

BOR.09R
U.5
-1400 -1400
BOR.5

-1600 -1600

-1800
Struktur perlipatan -1800
+1200

+1400

+1600

+1800

+2000

+2200

+2400

+2600

+2800

+3000

+3200

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 42


Contoh perhitungan dengan metoda
poligon
1,5 m
0,40 gr/m3
1,3 m
0,60 gr/m3 1

2 1,4 m
6 0,35 gr/m3
1,2 m
0,55 gr/m3
1,7 m 3 7
0,30 gr/m3
5
1,9 m
0,50 gr/m3
4

1,8 m
0,45 gr/m3

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 43


Contoh perhitungan dengan metoda
poligon

No Bor Tebal Kadar Luas Blok Volume kxV


(Blok) (m) (gr/m3) (m2) (m3)
1 1.50 0.40 25,890.64 38,835.96 15,534.38
2 1.30 0.60 33,638.87 43,730.54 26,238.32
3 1.70 0.30 38,725.63 65,833.57 19,750.07
4 1.80 0.45 45,932.67 82,678.81 37,205.47
5 1.90 0.50 37,049.52 70,394.09 35,197.05
6 1.40 0.35 30,833.33 43,166.67 15,108.33
7 1.20 0.55 107,929.33 129,515.19 71,233.36
474,154.83 220,266.98
kadar rata-rata 0.46
Total bijih 220,266.98

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 44


Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 45
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 46
Teknik Penaksiran dengan Metoda Poligon
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 47
Teknik Penaksiran dengan Metoda Isoline
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 48
PENAKSIRAN PADA GRID YANG
TERATUR

DAPAT DIAPLIKASIKAN
DALAM MODEL BLOK
Beberapa `guidance` untuk pemilihan
ukuran blok by David (1977)
 Tujuan : memperoleh detil hasil perhitungan yang
representatif dengan ukuran blok sekecil mungkin.
 Blok dengan jarak yang paling dekat seharusnya
memiliki nilai kadar yang sangat mirip.
 Sebagai suatu `rule of thumb`: ukuran minimum
suatu blok adalah interval titik bor rata-rata.
 Untuk jarak rata-rata titik bor 200 m, maka ukuran
blok harus lebih kecil dari 50 m.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 50


Grid Relatif Besar
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 51
Grid Lebih Kecil  Variasi >>>
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 52
PENAKSIRAN UNTUK GRID YANG
TERATUR
Rule of Nearest Point

Merupakan penyederhanaan (turunan)


dari metoda poligon
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 54
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 55
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 56
Rule of Nearest Point
Menggunakan nilai titik terdekat sebagai
nilai pada titik yang ditaksir.
Umumnya digunakan untuk tipe parameter
dengan kemenerusan tinggi.
Contoh penerapan ketebalan dan kandungan
abu batubara, endapan plaser pantai, dll

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 57


Rule of Nearest Point
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 58
Rule of Nearest Point
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 59
Contoh Perhitungan

Data Kadar Nikel Penaksiran Grid 50x50 m


Metoda Poligon Metoda Nearest Point

Univariate Statistics: Univariate Statistics:

Population ........... 51 Population ........... 1,669


Minimum Value ........ 0.04 Minimum Value ........ 0.04
Maximum Value ........ 4.85 Maximum Value ........ 4.85
Range ................ 4.81 Range ................ 4.81
Mean ................. 1.404314 Mean ................. 1.057034
Standard Deviation ... 1.126996 Standard Deviation ... 0.911031
Standard Error ....... 0.157811 Standard Error ....... 0.0223
Median ............... 1.22 Median ............... 0.68
Sum .................. 71.62 Sum .................. 1,764.19
Sum of Squares ....... 164.083 Sum of Squares ....... 3,249.2101
Variance ............. 1.270121 Variance ............. 0.829977
Skewness ............. 0.999416 Skewness ............. 1.647351
Kurtosis ............. 0.576779 Kurtosis ............. 3.290599

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 60


Poligon vs Nearest Point

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 61


PENAKSIRAN UNTUK GRID
YANG TERATUR
Constant Distance Weight
Variasi kadar antara dua titik
diasumsikan bergradasi,
Perubahan kadar diasumsikan linier
Constant Distance Weight

Diasumsikan terjadi perubahan kadar (parameter)


secara gradual di antara 2 titik data.

n ki
di
Persamaan untuk
penaksiran titik.
k = i =n 1
1
di
i =1

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 63


Contoh sederhana

25 m 25 m 25 m 25 m

0.5% a b c 0.9%

0.90%
0.80%
0.70%
0.60%
0.50%
0.40%
0.30%
0.20%
0 a b c 100

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 64


Contoh sederhana

0.5 0.9
+
Untuk Titik `a` : k a = 25 75 = 1.5 + 0.9 = 0.24 = 0.6 %
1 1 3 +1 6
+
25 75

0.5 0.9
+
Untuk Titik `b` : kb = 50 50 = 0.5 + 0.9 = 1.4 = 0.7 %
1 1 1+1 2
+
50 50

0.5 0.9
Untuk Titik `c` : 75
+
25 = 0.5 + 2.7 = 3.2 = 0.8 %
kc =
1 1 1+3 4
+
75 25

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 65


Aplikasi (Hughes and Davey, 1979)

C-41 (0.023) C-8 (1.365)


d (C-7) = 260 m
d (C-41) = 158 m
d (C-8) = 212 m
C-7 (0.644) d (C-46) = 158 m
d (C-47) = 292 m
G = ?? d (C-28) = 212 m
C-46 (0.258)

C-28 (0.409)
Dengan menggunakan
C-47 (0.165) faktor bobot jarak, maka
dapat dilakukan penaksiran
kadar terhadap TITIK G

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 66


Aplikasi (Hughes and Davey, 1979)

0.644 0.023 1.365 0.258 0.165 0.409


+ + + + +
k G = 260 158 212 158 292 212
1 1 1 1 1 1
+ + + + +
260 158 212 158 292 212

G = 0.450 %

Dikenal dengan :
Teknik Jarak Terbalik (Inverse Distance Technique)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 67


Contoh Perhitungan
Penaksiran Grid 50x50 m Penaksiran Grid 50x50 m
Metoda Nearest Point Linier Interpolation

Univariate Statistics: Univariate Statistics:

Population ........... 1,669 Population ........... 811


Minimum Value ........ 0.04 Minimum Value ........ 0.04
Maximum Value ........ 4.85 Maximum Value ........ 4.61
Range ................ 4.81 Range ................ 4.57
Mean ................. 1.057034 Mean ................. 1.407226
Standard Deviation ... 0.911031 Standard Deviation ... 0.920589
Standard Error ....... 0.0223 Standard Error ....... 0.032326
Median ............... 0.68 Median ............... 1.18
Sum .................. 1,764.19 Sum .................. 1,141.26
Sum of Squares ....... 3,249.2101 Sum of Squares ....... 2,292.4726
Variance ............. 0.829977 Variance ............. 0.847484
Skewness ............. 1.647351 Skewness ............. 0.932026
Kurtosis ............. 3.290599 Kurtosis ............. 0.372371

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 68


Nearest Point vs Linier Interpolation

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 69


PENAKSIRAN UNTUK GRID YANG
TERATUR
Inverse Distance Square (IDS)

Merupakan pengembangan dari Constant


Distance Weight
IDS
Huges & Davey, 1979 :
Faktor bobot untuk jarak yang lebih dekat
seharusnya lebih tinggi (besar) daripada jarak yang
jauh  IDS
n
gi
2
i =1 d i
g= n
1
2
i =1 d i

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 71


Contoh Sederhana

25 m 25 m 25 m 25 m

0.5% a b c 0.9%

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 72


Contoh sederhana

0.5 0.9
2
+
(25) (75) 2 4.5 + 0.9 5.4
Untuk Titik `a` : ka =
1 1
= = = 0.54 %
+ 10 10
(25) 2 (75) 2

0.5 0.9
+
Untuk Titik `b` : kb =
(50) 2
(50) 2
=
0.5 + 0.9 1.4
= = 0.7 %
1 1 2 2
+
(50) 2 (50) 2

0.5 0.9
Untuk Titik `c` : (75) 2
+
(25) 2 0.5 + 8.1 8.6
kc = = = = 0.86 %
1 1 10 10
+
(75) 2 (25) 2

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 73


Ilustrasi
k-2

1
k-3 k-1
0.5 2
k -1 k - 2 k - 3 k - 4
+ + +
1.5 G= 4 1 0.25 2.25
1 1 1 1
+ + +
4 1 0.25 2.25

k-4
G = (0.044) k-1 + (0.176) k-2 + (0.702) k-3 + (0.078) k-4

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 74


Ilustrasi

1
d2
ai = n i
1

i = 1 d2
i

ai ini disebut dengan koefisien bobot

Total dari seluruh koefisien ini = (0.044 + 0.176 + 0.702 + 0.078) = 1

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 75


Aplikasi

C-41 (0.023) C-8 (1.365)


d (C-7) = 260 m
d (C-41) = 158 m
d (C-8) = 212 m
C-7 (0.644) d (C-46) = 158 m
d (C-47) = 292 m
G = ?? d (C-28) = 212 m
C-46 (0.258)
Dengan menggunakan
metoda IDS, maka dapat
dilakukan penaksiran kadar
C-28 (0.409) terhadap TITIK G.

C-47 (0.165) G = 0.411

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 76


Aturan dalam Penerapan IDS

Dalam prakteknya, karena dipengaruhi oleh : Jarak pengaruh &


Kerapatan data, maka Huges & Davey, 1979 membuat aturan
(rule) sebagai berikut :
- Harus ada pembatas jarak pengaruh
- Derajat (pangkat) seperjarak yang digunakan m
- Sudut pencarian  nearest point rule

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 77


Contoh Penerapan Aturan :

Jarak dalam meter,


Kadar dalam %
Blok yang ditaksir adalah titik B
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 78
Contoh Penerapan Aturan :

- Jarak pengaruh = 250 m


- Derajat (pangkat) seperjarak yang digunakan m = 2
- Sudut pencarian adalah 18

Konsekuensi :
Titik G1 dan G8 tidak ikut diperhitungkan karena berada di
luar radius pencarian data.
Titik G5 dan G3 tidak ikut diperhitungkan karena adanya
aturan nearest point untuk titik yang berada dalam bidang
pencarian data (sudut pencarian 18)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 79


Contoh Perhitungan
Data Kadar Nikel Penaksiran Grid 50x50 m
Metoda IDS Linier Interpolation

Univariate Statistics: Univariate Statistics:

Population ........... 984 Population ........... 811


Minimum Value ........ 0.13 Minimum Value ........ 0.04
Maximum Value ........ 4.41 Maximum Value ........ 4.61
Range ................ 4.28 Range ................ 4.57
Mean ................. 1.334726 Mean ................. 1.407226
Standard Deviation ... 0.770825 Standard Deviation ... 0.920589
Standard Error ....... 0.024573 Standard Error ....... 0.032326
Median ............... 1.21 Median ............... 1.18
Sum .................. 1,313.37 Sum .................. 1,141.26
Sum of Squares ....... 2,337.0581 Sum of Squares ....... 2,292.4726
Variance ............. 0.59417 Variance ............. 0.847484
Skewness ............. 0.934478 Skewness ............. 0.932026
Kurtosis ............. 0.823745 Kurtosis ............. 0.372371

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 80


Nearest Point vs Linier Interpolation

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 81


PERHITUNGAN CADANGAN
DENGAN METODA PENAMPANG

Badan bijih dibagi dalam beberapa penampang


berdasarkan kondisi geologinya di sepanjang
lintasan pemboran atau penampang
Metoda Penampang
Merupakan metoda tradisional,
Dapat dilakukan dengan tangan,
Mudah untuk dimodifikasi,
Mudah untuk dipahami,
Mudah untuk dikoreksi,
Konsumsi waktu yang tinggi.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 83


Penampang Geologi

SU (surface atau OB),


DT (decomposed taconite),
OP (ore and paint rock),
OT (ore and taconite),
SWT (sandy wash ore),
BES (Bessemer ore),
ODT (ore and decomposed taconite),
LO (low grade ore),
SW (sandy wash ore),
HM (Heavy Media Ore).

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 84


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 85


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 86


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 87


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 88


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 89


Penampang Geologi

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 90


Konsep Perhitungan

Pada prinsipnya, perhitungan dengan


menggunakan metoda penampang adalah
mengkuantifikasikan cadangan pada suatu
areal dengan membuat penampang-
penampang yang representatif (dapat
mewakili model endapan pada daerah tsb.)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 91


Data Awal
Peta topografi dengan skala peta yang
representatif,
Peta model endapan atau distribusi titik bor,
Peta batasan-batasan sumberdaya (struktur
geologi, hidrologi, dll),
Rekomendasi metoda penambangan.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 92


Prosedur & Tahapan
Penentuan lintasan penampang,
Konstruksi penampang (permukaan, geometri
endapan, geometri pit, serta faktor
pembatas lainnya),
Perhitungan luas masing-masing elemen,
Pemilihan rumus perhitungan,
Perhitungan volume dan tonase.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 93


359.400 359.600 359.800 360.000 360.200 360.400
579.600
0

120
10 0
11 1 20 110
150
0
13 140

12
11
0
0
0
1 1 20

0
0
10 130

11
1

P-1 130
579.400 0
P-2 120 0
11

2
KD-07

-A
-B

AM
AM
1
P-3

SE
-C

SE
2
-C
130

AM
0
KD-08 14

AM

SE
P-4

SE
140
150
P-5 160
KD-38
579.200 P-6 KD-39

P -7 KD-37

P -8

150
KD-09 170

160
P-9
180
0
19
0

100
P-1 20
0
579.000 0
KD-10 21
1
P -1

2 20
0

0
0
11

12
13

240 230
100
P-12

0
3

0
P-1

15
0

16
14

2 50
27 0 60
2
4
P-1
KD-11
578.800

350
P-15

360
280

340
6

330
290
P-1

320
300
P -17

310
P-18

0
14
0

0
15

16
578.600 P-19
0
13 320
0

0
14

13
0 310
P-2
300
1
P -2

29 280
0
15

0
KD-35
0

27 60
16

0
2
P-2

2
25
3 KD-12

0
P-2

24 220
578.400

0
21 2 19
0 00 0
4
P-2

23
KD-34

SEAM - B

0
SEAM - A2
18
5 0
P -2
17
KD-30 0

KD-26 160
P-26
KD-13 150
7 ???
P-2

C1
C2
140

M-
M-
578.200 ???
P-28

SEA
SEA
110
??? KD-29
P-29
KD-33 KD-27
130 0
120 P-3 100
140 KD-14SEAM - A2 130
P-31 90
SEAM - B

KD-36 120
150 110
5
-C

P -3
2 100 P -3
578.000 ???
SEAM

3
P-3 KD-28

P-34 KD-31 P-3


6
90

80

90
130
577.800 KD-17 100
P -3
7

140
KD-32 110
/B
M - A2
SEA 120
150 KD-16
150 140
160

130 110
KD-18 120 P-38
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan
100

94
90

8
P-4 P -4 7 P-46 5
P -4 P-4
4
P-4
3 P-42 P -4
1 P-40 P-39
577.600
Penentuan lintasan penampang

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 95


Konstruksi Penampang

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 96


Konstruksi Penampang

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 97


Konstruksi Penampang

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 98


Konstruksi Penampang

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 99


PERHITUNGAN DENGAN METODA
PENAMPANG

Dapat dilakukan dengan menggunakan 2


(dua) pendekatan :
Metoda pindah langkah (step change method)
Metoda berangsur-angsur pindah (gradual change
method)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 100


Step Change
(dengan 1 penampang)
Volume = (A x d1) + (A x d2) Luas Overburden Pada
Penampang - 1

1
ang-
namp
Pe

Jarak pengaruh Jarak pengaruh


Penampang - 1 Penampang - 1
(d1) (d2)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 101


Gradual Change
(dengan 2 penampang)

Luas Overburden Pada Luas Overburden Pada


Penampang - 1 Penampang - 2

g -1 -2
n g
m pa pa
n
a m
P en n a
Pe

Jarak antara
Penampang-1 & Penampang-2
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 102
Gradual Change
(dengan 2 penampang)
Cara ini digunakan jika diasumsikan bahwa volume
dihitung pada areal di antara kedua penampang
tersebut.
Yang perlu diperhatikan adalah variasi (perbedaan)
dimensi antara kedua penampang tersebut.
Jika tidak terlalu berbeda, maka dapat digunakan
rumus mean area & rumus kerucut terpancung,
tetapi jika perbedaannya terlalu besar maka
digunakan rumus obelisk.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 103


Gradual Change
(dengan 2 penampang)
Rumus mean area :

(A1 + A2 )
Volume = xd
2

Rumus kerucut terpancung :

(A1 + A2 + A1.A 2 )
Volume = xd
3

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 104


Gradual Change
(dengan 2 penampang)
Rumus obelisk : a2

S2 b2

S1 b1

a1
(A1 + 4m + A2 )
Volume = xd
6
M=
( a1 + a2 ) ( b1 + b2 )
2 2
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 105
Dengan 3 penampang
Metoda 3 (tiga) penampang ini digunakan
jika diketahui adanya variasi (kontras) pada
areal di antara 2 (dua) penampang, maka
perlu ditambahkan penampang antara untuk
mereduksi kesalahan.
Untuk menghitungnya digunakan rumus
prismoida.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 106


Dengan 3 penampang

Luas Overburden Pada Luas Overburden Pada Luas Overburden Pada


Penampang - 1 Penampang - 2 Penampang - 3

1
ng- g-
2
g-
3
pa a n an
e nam amp a mp
P n en
Pe P

Jarak antara Jarak antara


Penampang-1 & Penampang-2 Penampang-2 & Penampang-3

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 107


Dengan 3 penampang
Rumus prismoida :

(A1 + 4A2 + A 3 )
Volume = x (d1 + d2 )
6
Dimana A1 & A3 adalah luas penampang 1 &
3, dan A2 adalah luas penampang antara.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 108


EVALUASI dan OPTIMASI
CADANGAN
EVALUASI dan OPTIMASI CADANGAN

Merupakan tahap lanjutan dari hasil


Pemodelan Sumberdaya.
Penerapan batasan-batasan teknis, ekonomis,
atau non-teknis yang dapat menjadi
pembatas,
Penentuan & pemilihan pit potensial,
Faktor-faktor losses .

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 110


Verifikasi Data Awal

Tingkat keyakinan geologi terhadap model


sumberdaya :
Jarak antar titik informasi,
Metoda dan akurasi sampling,
Konsep dalam pengkorelasian,
Tingkat ketelitian dalam identifikasi
struktur geologi.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 111


Faktor-faktor Pembatas Sumberdaya
Struktur geologi  jika terdapat beberapa struktur geologi
(seperti patahan), maka dapat dipisahkan menjadi beberapa
pit potensial.
Domain Geologi  jika terdapat blok intrusi, maka blok intrusi
tersebut harus ditentukan batasnya untuk pembatas pit
potensial.
Kondisi geografis  jika terdapat sungai yang besar dan secara
teknis sungai tersebut tidak dapat dipindahkan, maka dapat
dipisahkan menjadi beberapa pit potensial.
Kondisi geoteknik : jika diketahui limit (batas) ketinggian
lereng maksimum,
Kondisi pembatas lain : misalnya adanya jalan, perkampungan,
atau areal lindung, maka dengan memplotkan lokasinya dapat
digunakan sebagai batas pit potensial.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 112


Faktor-faktor Pembatas suatu
Cadangan
Minimum ketebalan  berhubungan dengan teknik
penambangan & stripping ratio.
Maksimum ketebalan tanah penutup  berhubungan dengan
nilai stripping ratio.
Maksimum stripping ratio  tingkat kelayakan
penambangan.
Batasan kadar  processing plan,
Batasan alamiah & geografis  berhubungan dengan
batasan-batasan alam seperti adanya sungai besar, daerah
konservasi alam, atau adanya jalan negara, dll yang tidak
mungkin dipindahkan.
Batasan alamiah geologi, yaitu berhubungan dengan
batasan-batasan geologi, seperti adanya sesar, intrusi, dll.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 113


0000 m 1000 m 2000 m 0000 m 1000 m 2000 m

5000 m 5000 m

NK-20 NK-20

NK-05
Luas = 37 Ha PIT-1 NK-05

Cadangan = 2,1 Juta Ton


4000 m NK-19 4000 m SR Rata-rata = 7,19 NK-19

NK-09 NK-02 NK-09 NK-02

NK-01 NK-01

NK-18 NK-18

NK-11 NK-16 NK-07 NK-11 NK-16 NK-07

NK-17 Luas = 12 Ha PIT-2 NK-17


3000 m 3000 m Cadangan = 0,26 Juta Ton
SR Rata-rata = 12,64
NK-12 NK-12

NK-15 NK-15

S. KAMPAR S. KAMPAR
NK-14 NK-14

SK-05 S. KAMPAR SK-05 S. KAMPAR


SK-11 SK-11
2000 m 2000 m

SK-07 SK-01 SK-12 Luas = 137 Ha PIT-3 SK-07 SK-01 SK-12


Cadangan = 40,4 Juta Ton
SR Rata-rata = 7,23
SK-04 SK-04

SK-09 SK-02 SK-09 SK-02

1000 m 1000 m

SK-10 SK-03 SK-10 SK-03

Jalan Propinsi Jalan Propinsi

SK-08 SK-06 SK-08 SK-06

0000 m 0000 m
SK-13 SK-13

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 114


0000 m 1000 m 2000 m 0000 m 1000 m 2000 m
U U

100 100
0 200 500 meter 0 200 500 meter
NK-20 NK-20

SKETSA LOKASI PIT POTENSIAL SKETSA LOKASI PIT POTENSIAL


NK-05
BLOK X - DAERAH XYZ PIT-1 NK-05
BLOK X - DAERAH XYZ PIT-1
NK-19 NK-19

NK-09 NK-02 NK-09 NK-02

NK-01 NK-01

NK-18 NK-18

NK-11 NK-16 NK-11 NK-16 NK-07


NK-07

PIT-2 NK-17
PIT-2 NK-17

NK-12 NK-12

NK-15 NK-15

S. KAMPAR S. KAMPAR
NK-14 NK-14

SK-05 S. KAMPAR SK-05 S. KAMPAR

SK-11 SK-11

PIT-3A
PIT-3 SK-07 SK-01 SK-12 SK-07 SK-01 SK-12

SK-04
SK-04

SK-09 SK-02
SK-09 SK-02

SK-10 SK-03
SK-10 SK-03

-B -B
m am
Sea Se
Jalan Propinsi Jalan Propinsi
KETERANGAN PIT-3A KETERANGAN
SK-08 SK-06
SK-08 SK-06

-D
p
C
-D
p

-Du
-C

Cropline Seam

m-
-Du

Cropline Seam

am
am
Seam

Se
Se a
Se

Seam
Seam

SK-06
SK-06
Titik Bor SK-13 Titik Bor

-D
SK-13
-D

Seam
Seam

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 115


Faktor Losses
Geological Losses, yaitu faktor kehilangan akibat
adanya variasi ketebalan maupun pada saat
pengkorelasian lapisan.
Mining Losses, yaitu faktor kehilangan akibat teknis
penambangan, seperti faktor alat, faktor safety, dll.
Processing Losses, yaitu faktor kehilangan (recovey
yield) akibat diterapkannya metoda pencucian
batubara atau kehilangan pada proses lanjut di
Stockpile.

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 116


Geological Losses
(Dimodifikasi dari Valee, 1986)
Perkiraan
Kategori Kondisi Data
Error
Saat Development :
Mineralisasi/bijih tersingkap dan telah dilakukan sampling dengan 0 10 %
volume & intensitas yang cukup melalui pemboran detil
Measured Proven
Pada Program Pemboran Detil :
Kondisi dan kemenerusan Bijih & Mineralisasi pada semua 5 20 %
tempat telah diidentifikasikan dengan pemboran
Class I :
Kondisi dan kemenerusan Bijih & Mineralisasi regular menerus
20 40 %
telah diidentifikasikan dengan pemboran, namun dengan jarak
yang relatif masih jauh
Indicated Probable
Class II :
Kondisi dan kemenerusan Bijih & Mineralisasi irregular
40 70 %
fluktuatif telah diidentifikasikan dengan pemboran, namun
dengan jarak yang relatif masih jauh
Mineralisasi diinterpretasikan berdasarkan sifat kemenerusan dari
Inferred Possible 70 100 %
titik-titik yang telah diketahui, pemboran masih acak.
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 117
Faktor Losses

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 118


Faktor Losses

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 119


LAMPIRAN A-2
DESKRIPSI STATISTIK VARIASI KETEBALAN BATUBARA UNTUK DASAR PENENTUAN GEOLOGICAL LOSSES

Variasi Ketebalan Masing-masing Seam Batubara Deskripsi Statistik Untuk Deretan Pemboran Utara Sungai (NK) Deskripsi Statistik Untuk Deretan Pemboran Selatan Sungai (SK)

Seam B Seam C Seam D up Seam D Seam B Seam D up Seam B Seam D up


NK-1 3.14 1.60 1.28 2.65
NK-2 4.10 1.80 1.15 2.95 Mean 2.91 Mean 1.14 Mean 1.9 Mean 1.5
NK-3 - - 1.10 3.02 Standard Error 0.37 13% Standard Error 0.04 4% Standard Error 0.8 42% Standard Error 0.0 2%
NK-4 3.10 1.25 1.00 2.90 Median 3.14 Median 1.15 Median 0.9 Median 1.5
NK-5 1.90 1.55 1.00 2.85 Mode - Mode 1.00 Mode - Mode 1.5
NK-7 3.60 1.60 - 3.00 Standard Deviation 1.23 Standard Deviation 0.13 Standard Deviation 1.7 Standard Deviation 0.1
NK-9 - 1.70 - - Sample Variance 1.52 Sample Variance 0.02 Sample Variance 3.0 Sample Variance 0.0
NK-11 - 1.50 - 2.50 Kurtosis -1.02 Kurtosis -0.37 Kurtosis 2.7 Kurtosis 0.4
NK-12 - 1.60 1.40 2.75 Skewness -0.65 Skewness 0.54 Skewness 1.7 Skewness -0.4
NK-14 - 1.30 1.20 2.70 Range 3.50 Range 0.40 Range 4.1 Range 0.3
NK-15 0.70 1.40 1.20 2.80 Minimum 0.70 Minimum 1.00 Minimum 0.7 Minimum 1.3
NK-16 1.30 1.70 - 2.85 Maximum 4.20 Maximum 1.40 Maximum 4.8 Maximum 1.6
NK-17 - 1.50 - 2.70 Sum 31.99 Sum 12.53 Sum 9.3 Sum 14.6
NK-18 3.95 1.70 1.00 2.75 Count 11.00 Count 11.00 Count 5.0 Count 10.0
NK-19 4.00 1.80 1.00 2.80
NK-20 2.00 1.65 0.30 3.15 Seam C Seam D Seam C Seam D
NK-21 4.20 1.70 1.20 2.90
SK-1 0.70 1.50 1.40 2.90 Mean 1.58 Mean 2.83 Mean 1.8 Mean 2.8
SK-2 - 1.70 1.30 2.60 Standard Error 0.04 3% Standard Error 0.04 1% Standard Error 0.1 7% Standard Error 0.0 1%
SK-3 - 2.35 1.50 2.85 Median 1.60 Median 2.83 Median 1.8 Median 2.9
SK-4 - 2.40 1.50 3.10 Mode 1.70 Mode 2.90 Mode 2.4 Mode 2.9
SK-5 0.90 1.37 1.50 2.90 Standard Deviation 0.16 Standard Deviation 0.16 Standard Deviation 0.4 Standard Deviation 0.2
SK-6 0.80 2.40 1.50 3.00 Sample Variance 0.03 Sample Variance 0.03 Sample Variance 0.2 Sample Variance 0.0
SK-7 2.10 2.25 1.40 2.80 Kurtosis -0.04 Kurtosis 0.35 Kurtosis -1.6 Kurtosis -0.5
SK-8 - 1.85 - 2.70 Skewness -0.74 Skewness 0.01 Skewness 0.1 Skewness 0.2
SK-9 4.75 1.80 - 2.70 Range 0.55 Range 0.65 Range 1.2 Range 0.5
SK-10 - 1.40 1.50 2.70 Minimum 1.25 Minimum 2.50 Minimum 1.2 Minimum 2.6
SK-11 - 1.20 1.60 2.60 Maximum 1.80 Maximum 3.15 Maximum 2.4 Maximum 3.1
SK-12 - 1.40 1.40 2.85 Sum 25.35 Sum 45.27 Sum 23.7 Sum 36.6
SK-13 - 2.10 - 2.90 Count 16.00 Count 16.00 Count 13.0 Count 13.0

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 120


SR Secara Konseptual
Suatu bentuk tubuh bijih
r tabular.
Vo = . r2 .h  akan
H sinonim dengan sumberdaya
Secara konseptual akan
ditambang dengan tinggi
h bench = H
Volume bijih tiap bench : Vb
= . r2 .H
Jika ditambang dengan sudut
lereng 90, maka tidak ada
waste (overburden).

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 121


SR Secara Konseptual

R
Jika di-design dengan overall
r
slope = , maka :
h = r . tan
Hc = h + h = r . tan + h
h
Radius bukaan surface = R

Hc Hc h + h h r tan
r R= = = +
tan tan tan tan
h
R= +r
h tan

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 122


SR Secara Konseptual

R
r
Vkrc besar = 1/3. . R2 .Hc
Vkrc bawah = 1/3. . r2 .
h h
Mined Volume (Vm) =
Hc
r Vkrc besar - Vkrc bawah
Volume Waste (Vw) =
h
Vm - Vo
SR = Vw/Vo
Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 123
Pit Limit

Waste

Waste
Ore
Pit Limit

Mineable

Mineral Inventory
(Resources)

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 124


Optimasi Pit Limit

80 80
60 60
40 40
20 20
0 KU
IL 0
-20 -20
-40 H -40
L_1
-60 -60
LU
-80 -80
J
ILL
-100
L_1U
-120
-140

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 125


Optimasi Pit Limit
90 90
80 80
70 70
60 60
50 50
40 40
30 30
20 20
10 10
0 0
-10 -10
-20 -20
-30 -30
-40 -40
-50 -50
-60 -60
-70 -70
-80 -80
-90 -90
-100 -100
-110 -110
-120 -120
-130 -130
-140 -140
Loading Point
Lowwall offset

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 126


Optimasi Pit Limit

150 150

S. Lawai

100 100

50 50

0 0

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 127


Optimasi Pit Limit

Section Level Luas BB-1 Luas BB-2 Luas OB SR


P-25 0 81.81 229.32 2,766.08 6.84
-5 112.40 254.80 3,353.49 7.03
-10 148.38 287.56 4,140.66 7.31
-15 182.19 316.68 5,006.08 7.72
-20 243.43 382.20 6,874.43 8.45
-25 295.97 440.44 8,766.52 9.16
-30 348.31 495.04 10,704.09 9.76
-35 426.08 578.76 13,560.72 10.38

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 128


Optimasi Pit Limit
50 50

40
P-31 40

30 30

20
SR 7 20

10
SR 8 10

0
SR 9A 0

-10
SR 9B -10

-20 -20

-30 -30

-40 -40

50 50

40
P-30 40

30 30

20 SR 7 20

10 10

0
SR 8 0

-10
SR 9A SR 9B -10

-20 -20

-30 -30

-40 -40

50 50

40
P-29 40

30 30

20
SR 7 20

10 10

0
SR 8 0

-10 SR 9A -10

-20 -20

-30
SR 9B -30

-40 -40

50 50

40
P-28 40

30 30

20
SR 7 20

10 10

0
SR 8 0

-10 SR 9A -10

-20
SR 9B -20

-30 -30

-40 -40

Materi TA-3113 - Metoda Penaksiran dan Perhitungan Cadangan 129


Jumlah Cadangan Tertambang
TONASE BATUBARA VOLUME OVERBURDEN STRIPPING RATIO
NO SEC. ELEVASI LW-HW
SEBELUM ML SETELAH ML SEBELUM ML SETELAH ML SEBELUM ML SETELAH ML
36 -100 H-H
35 -100 H-H 242,635.9 229,853.0 1,802,913.6 1,812,746.5 7.43 7.89
34 -100 H-H 231,408.0 220,004.3 1,701,275.4 1,710,047.5 7.35 7.77
33 -100 H-H 228,893.9 218,837.9 1,714,329.8 1,722,065.2 7.49 7.87
32 -100 H-H 222,311.2 213,393.5 1,707,204.5 1,714,064.3 7.68 8.03
31 -120 H-H 276,232.9 264,865.9 1,979,132.9 1,987,876.8 7.16 7.51
30 -120 H-H 330,347.1 316,594.4 2,354,212.4 2,364,791.4 7.13 7.47
29 -120 H-H 331,499.1 315,658.7 2,220,680.2 2,232,865.2 6.70 7.07
28 -120 H-H 344,584.5 328,226.4 2,215,636.3 2,228,219.4 6.43 6.79
27 -100 H-H 304,334.5 291,775.2 2,129,641.8 2,139,302.7 7.00 7.33
26 -100 H-H 232,014.9 222,620.4 1,708,944.6 1,716,171.2 7.37 7.71
25 -80 H-H 199,701.2 191,426.9 1,465,130.5 1,471,495.4 7.34 7.69
24 -80 H-H 183,755.7 176,165.8 1,344,784.1 1,350,622.5 7.32 7.67
23 -60 H-H 150,465.8 144,224.0 1,143,045.6 1,147,847.0 7.60 7.96
22 -60 H-H 124,208.4 118,828.7 996,390.4 1,000,528.6 8.02 8.42
21 -40 H-H 102,557.1 98,338.6 821,824.3 825,069.3 8.01 8.39
20 -40 H-H 79,221.5 76,102.0 608,830.3 611,229.9 7.69 8.03
19 -40 H-H 85,866.2 82,574.6 634,081.9 636,613.9 7.38 7.71
18 -40 H-H 108,623.2 104,876.5 852,309.9 855,191.9 7.85 8.15
17 -40 H-H 105,274.5 99,211.5 865,773.6 870,437.4 8.22 8.77
16 -40 H-H 90,487.2 82,511.8 663,287.5 669,422.4 7.33 8.11
15 -20 H-H 75,417.4 69,173.0 654,078.9 658,882.3 8.67 9.53
14 -20 H-H 73,151.8 67,647.8 611,471.9 615,705.8 8.36 9.10
13 -20 H-H 81,732.2 75,708.4 523,115.1 527,748.9 6.40 6.97
12 -20 H-H 67,288.7 62,346.0 511,319.1 515,121.1 7.60 8.26
11 -20 H-H 53,693.2 49,477.4 437,941.5 441,184.4 8.16 8.92
10 -20 H-H 50,028.6 45,819.7 424,969.7 428,207.4 8.49 9.35
9 -20 H-H 61,383.1 56,082.8 529,981.1 534,058.2 8.63 9.52
8 -20 H-H 50,891.1 46,175.0 490,042.5 493,670.2 9.63 10.69
TOTAL
Materi TA-3113 - Metoda 4,488,008.8
Penaksiran dan Perhitungan 4,268,520.1
Cadangan 33,112,349.1 33,281,186.6 7.38 7.80 130