Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A.Kondisi Geografis Wilayah dengan Peta Wilayah yang


Menggambarkan Sebaran SDA

Kabupaten Purbalingga adalah salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah.


Letak astronomis kabupaten Purbalingga 101 11" BT - 10935" BT dan 710" LS
- 729 LS". Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pemalang, Kabupaten
Banjarnegara di sebelah Timur dan Selatan serta kabupaten Banyumas di
sebelah Barat dan Selatan. Kabupaten Purbalingga terletak pada ketinggian 40
1.500 meter diatas permukaan laut. Luas wilayah kabupaten Purbalingga
777,65 km2 dan jumlah penduduk 900.000 jiwa yang tersebar 18 kecamatan
yaitu: Kecamatan Kemangkon, Kecamatan Bukateja, Kecamatan Kejobong,
Kecamatan Kaligondang, Kecamatan Purbalingga, Kecamatan Kalimanah,
Kecamatan Kutasari, Kecamatan Mrebet, Kecamatan Bobotsari, Kecamatan
Karangreja, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangmoncol, Kecamatan
Rembang, Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Padamara,Kecamatan Pengadegan,
Kecamatan Karangjambu, Kecamatan Kertanegara.
Secara umum Purbalingga termasuk beriklim tropis dengan rata-rata curah
hujan 3,739 mm 4,789 mm per tahun. Jumlah curah hujan tertinggi berada di
Kecamatan Karangmoncol, sedangkan curah hujan terendah di Kecamatan
Kejobong. Suhu udara di wilayah Kabupaten Purbalingga antara 23.20 C
32.88 C dengan rata-rata 24.49 C. Purbalingga berada di cekungan yang diapit
beberapa rangkaian pegunungan. Sebelah Utara merupakan rangkaian
pegunungan (Gunung Slamet dan Dataran Tinggi Dieng). Bagian Selatan
merupakan Depresi Serayu, yang dialiri dua sungai besar Kali Serayu dan anak
sungainya, Kali Pekacangan.
Kabupaten Purbalingga terletak di sekitar gunung Slamet yang sewaktu-waktu
dapat mengeluarkan abu vulkanik yang menyebabkan sering terjadi hujan abu di
Purbalingga. Gunung Slamet juga pernah mengalami letusan pada ribuan tahun
yang lalu, lava yang dikeluar kemudian meleleh dan mengalami pendinginan
sehingga terbentuk sebuah goa yang masyarakat kenal dengan nama goa lawa
letaknya di kecamatan Karangreja.
Kabupaten purbalingga yang letaknya di dataran tinggi menyebabkan jumlah
mata air di kabupaten ini sedikit. Sebagian besar tanahnya merupakan tanah liat
yang memiliki daya serap yang rendah. Kedua hal ini menyebabkan Purbalingga
memiliki sedikit sumber mata air sehingga sebagian besar daerah di Purbalingga
mengalami kekeringan setiap tahunnya.
Jenis tanah di kabupaten Purbalingga yang sebagian besar berupa tanah liat,
menyebabkan banyak dimanfaatkan sebagai sawah. Hampir di semua
kecamatan terdapat sawah sebagai sumber penghasil padi. Sekitar 60 persen
penduduk Purbalingga bermata pencaharian sebagai petani. Selain padi
dihasilkan pula kelapa,ubi jalar,jagung dan tebu. Sebagian kecil daerah yang
berada didataran yang tinggi menghasilkan sayur dan buah-buahan seperti
kubis,sawi,wortel,cabai,daun bawang,stroberi,nanas dan lain-lain.

B. Jenis-Jenis SDA yang ada


C. Jenis-Jenis SDA Strategis sebagai Modal Dasar
Pembangunan Daerah

D.Prinsip Optimal dan Lestari dalam Pengelolaan SDA


Prinsip lestari adalah Sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya
untuk kemakmuran rakyat, dengan tetap memperhatikan kelestarian
fungsi lingkungan hidup. Lestari yang dimaksud disini adalah upaya
pengelolaan sumber daya alam beserta ekosistemnya dengan tujuan
mempertahankan sifat dan bentuknya. Jadi, prinsip lestari adalah segala
daya upaya yang dilakukan untuk menjaga sumber daya alam yang ada,
tetap ada, baik dilihat dari sifatnya maupun dari bentuknya.
Prinsip optimal adalah Optimalisasi sumber daya alam dapat berupa
pemanfaatan sumber daya alam dengan cara mengambil kekayaan alam
secara menyeluruh dengan memaksimalkan keuntungan dan
meminimalkan resiko kerugian, demi kepentingan negara dan rakyat,
tetapi tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam tersebut
dikemudian hari. Optimalisasi pengambilan sumber daya alam ini, tidak
serta merta mengizinkan untuk mengambil seluruh kekayaan alam tanpa
batas dan tanpa perencanaan yang matang, melainkan dilakukan secara
arif dan bijaksana, dengan menerapkan asas pembangunan
berkelanjutan.

E. Peran Kelembagaan dalam pengelolahan SDA.


(Operator, Reguler, Kontrol)
Dalam pengelolaan sumber daya alam, lembaga-lembaga terkait dibagi
dalam 3 kategori, yaitu: Operator, Regulator, dan Kontrol. Apa perbedaan
diantara
A. Peran Lembaga Operator dalam Pengelolaan SDA
Apa peran kelembagaan operator dalam pengelolaan SDA ? Lembaga
operator merupakan lembaga yang secara langsung melaksanakan
pengelolaan terhadap sumber daya alam. Kegiatan yang dilakukan,
meliputi: pengambilan sumber daya alam, pengolahan, dan pemasaran.
Bentuk-bentuk dari lembaga operator, adalah: BUMN, BUMS, dan
Koperasi. Untuk memahami seluk beluk ketiga bentuk lembaga tersebut,
mari kita pelajari uraian berikut.
B. Peran Lembaga Regulator dalam Pengelolaan SDA
Peran Lembaga regulator dalam pengelolaan SDA adalah menyusun
kebijakan dan peraturan. Tujuan pemanfaatan sumber daya alam adalah
untuk kesejahteraan manusia, jangan sampai malah merusak
keseimbangan lingkungan. Keseimbangan lingkungan yang terganggu
akan dapat menimbulkan berbagai macam bencana yang merugikan
manusia. Ada dua macam lembaga regulator, yaitu: Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah.
C. Lembaga Kontrol (Pemerintah dan Non Pemerintah)
Kebijakan dan peraturan yang telah dibuat dan disepakati, harus
dilaksanakan oleh semua pihak agar proses pengelolaan sumber daya
alam berjalan teratur dan kondusif. Dalam pelaksanaan kebijakan-
kebijakan tersebut, diperlukan suatu lembaga yang mengontrol dan
mengawasi. Untuk itulah, diperlukan lembaga kontrol yang terbagi
menjadi: Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah.
1) Lembaga Pemerintah
Pemerintah menjadi pihak penting dalam mengontrol pelaksanaan
kebijakan yang berlaku. Jika terdapat pelanggaran pada pelaksanaannya,
maka pemerintah dapat melaporkan ke lembaga yudikatif untuk diberikan
sanksi.
2) Lembaga Non Pemerintah
Selain pemerintah, lembaga bukan pemerintah juga bisa menjadi lembaga
kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan. Lembaga Swadaya Masyarakat
(LSM), seperti: Wahana Lingkungan Hidup (Walhi), World Wide Fun for
nature (WWF)dan Greenpeace. Masyarakat umum juga dapat melakukan
kontrol, melalui kearifan lokal setempat. Kearifan lokal dapat menjadi
peran dalam mengontrol dan mengendalikan eksploitasi sumber daya
alam.

F. Kesimpulan tentang sumber daya alam yang


menunjang pembangunan daerah
Kesimpulan tentang sumber daya alam yang menunjang pembangunan
daerah adalah jika suatu daerah tersebut memiliki SDA yang banyak
akan menunjang pembangunan daerah tersebut jika didaerah tersebut
memiliki SDM yang berkuaitas untuk mengolahnya dan sokongan dari
pemerintah setempat dalam mengatur apabila itu bersinergi maka
pembangunan tersebut akan nyata adanya
DAFTAR PUSTAKA
http://milageographer.blogspot.co.id/2013/09/kabupaten-purbalingga.html
https://contohmakalahgan.blogspot.co.id/2016/11/contoh-makalah-
sumber-daya-alam-yang-MENUNJANG-PEMBANGUNAN-DAERAH-
PRINGSEWU.html
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
DAFTAR ISI ii
BAB I Pendahuluan
A.Latar Belakang
B.Masalah
C.Tujuan

BAB II Pembahasan
A.Kondisi geografis wilayah yang menggambarkan sebagian SDA
B.Jenis-jenis SDA yang ada
C.Jenis-sumber daya alam strategis sebagai modal dasar membangun
daerah
D.Prinsip Optimal & Lestari dalam pengolahan SDA
E.Peran kelembagaan dalam pengolahan SDA.(Operator, Reguler, Kontrol)

F.Simpulan tentang SDA yang menunjang pembangunan

DAFTAR PUSTAKA
BAB 1
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pembangunan Daerah merupakan suatu usaha yang sistematik dari
berbagai pelaku, baik umum, pemerintah, swasta, maupun kelompok
masyarakat lainnya pada tingkatan yang berbeda untuk menghadapi
saling ketergantungan dan keterkaitan aspek fisik, sosial ekonomi dan
aspek lingkungan lainnya sehingga peluang baru untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat daerah dapat ditangkap secara berkelanjutan.
Dalam pembangunan daerah tentunya di butuhkan sumber daya alam
yang dapat menunjang pembangunan daerah itu sendiri. Begitupun
Kabupaten Purbalingga, yang merupakan Kabupaten yang memiliki
banyak sumber daya alam untuk membangun daerahnya. Didasari hal
tersebut ada baiknya kita mempelajarinya melalui makalah ini.

B.Rumusan Masalah
1.Apa saja jenis-jenis SDA yang digunakan sebagai penunjang
pembangunan daerah?
2.Apa yang dimaksud prinsip optimal dan lestari dalam pengolahan SDA?
3.Apa simpulan tentang SDA yang menunjang pembangunan daerah?

C.Tujuan
Memberikan informasi pada pembaca mengenai sumber daya alam yang
menunjang pembangunan daerah Pringsewu