Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
812/Menkes/SK/VII/2007 tentang Kegiatan Perawatan Paliatif merupakan
dasar pendekatan dari pelayanan kerohanian. Esensi kebijakan ini bertujuan
memperbaiki kualitas hidup pasien dan keluarga yang menghadapi masalah
yang berhubungan dengan penyakit yang dapat mengancam jiwa, melalui
pencegahan, peniadaan, identifikasi dini dan penilaian serta penyelesaian
masalah-masalah fisik, psikososial, dan spiritual. Sedangkan kualitas hidup
pasien adalah keadaan pasien yang dipersepsikan sesuai dengan konteks
budaya dan sistem nilai yang dianutnya termasuk tujuan hidup, harapan, dan
niatnya.
Menurut Larsoniv berbagai penelitian tentang relevansi klinis dari
agama dan spiritualitas dan dikategorikan ke dalam empat golongan antara
lain : 1) mengenai pencegahan penyakit (illness preventation), 2) mengenai
penyesuaian terhadap penyakit (coping with illness), 3) mengenai
kesembuhan dari operasi (recovery from surgery) dan 4) meningkatkan hasil
pengobatan (improving treatment outcames).
Penelitian Clark, Friedman dan Martin dikutip dari Subandi dan
Hasnat menjelaskan bahwa pasien yang cenderung religius memiliki perasaan
bahagia dibanding dengan psien yang kurang religius. Kemudian Javis
Nortcott dalam Wood dan Ironsov menyatakan pelayanan rohani
mmeungkinkan mengurangi resiko sakit dan kematian. Pargament, Cole,
Vandecreek, Belavick, Brant dan Perezvi menyatakan bahwa beberapa
pengaruh religius dapat menumbuhkan perilaku koping untuk menjalani atau
mengatasi sumber-sumber stres pada keadaan normal atau sakit (illness).
Melihat pentingnya pelayanan rohani dalam mendukung kesembuhan
penyakit pasien, Rumah Sakit Mawaddah Medikasebagai institusi pelayanan
kesehatan melaksanakannya dengan tujuan mencapai kepuasan pasien dengan

Panduan Nilai-nilai dan Kepercayaan Pasien dalam Pelayanan 1


upaya memenuhi harapan kerohanian serta menghormati budaya, suku, nilai-
nilai kepercayaan serta agama yang dianut pasien.

1.2. Tujuan
1. Terlaksanakannya pelayanan kerohanian di Rumah Sakit Mawaddah
Medika.
2. Terwujudnya pelayanan doa yang optimal berdasarkan agama dan
kepercayaan yang resmi.
3. Setiap pasien mendapatkan pelayanan doa sesuai dengan agama dan
kepercayaannya.
4. Setiap pasien bisa mendapatkan sakramen khusus sesuai dengan
keinginannya.
5. Setiap staf rumah sakit mengerti dan memahami pelayanan yang bisa
diberikan oleh tim pelayanan kerohanian.

1.3. Pengertian
Identifikasi Nilai-nilai Kepercayaan adalah kepercayaan sebagai
sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperatif yang
berdasarkan saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama.beberapa nilai
dan kepercayaan yang ada pada pasien sering bersumber dari budaya dan
agama,terdapat pula nilai dan kepercayan yang sumbernya dari pasien saja.
Terdapat proses untuk mengidentifikasi nilai-nilai dan kepercayaan
pasien dan bila mungkin juga keluarganya.Staf mempraktekkan proses
tersebut dan memberikan pelayanan yang menghormati nilai-nilai dan
kepercayaan pasien dalam proses asuhan keperawatan.

BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan Nilai-nilai dan Kepercayaan Pasien dalam Pelayanan 2


1. Pasien
2. Staf Pelaksana Pelayanan
3. Staf Pelayanan kerohanian
4. Keluarga pasien

BAB III
TATALAKSANA

1. Membangun dan menjaga kepercayaan antara petugas dan pasien


2. Mengkomunikasikan nilai-nilai kepercayaan kepada pasien agar pasien
mau terbuka kepada petugas
3. Mengidentifikasikan nilai-nilai kepercayaan pasien
4. Setiap pasien masuk,petugas menanyakan tentang agama yang di anutnya
dan didokumentasikan dalam rekam medik.
5. Petugas memberikan informasi tentang pelayanan kerohaniaan yang
berada di rumah sakit
6. Apabila pasien dan keluarganya ingin berkomunikasi dengan seseorang
yang berkenaan dengan kebutuhan agama dan kepercayaanya,maka rumah
sakit memiliki prosedur untuk melayani hal permintaan tersebut.

Panduan Nilai-nilai dan Kepercayaan Pasien dalam Pelayanan 3


BAB IV
PENUTUP
Dengan ditetapkannya panduan pelayanan kerohanian diharapkan dapat
mendukung kesembuhan penyakit serta memenuhi kebutuhan spiritualitas
pasien.Sehingga dapat mencapai kepuasaan pasien dalam pemenuhan kebutuhan
rohani, menghormati budaya, serta nilai kepercayaan yang dianut pasien.

Ditetapkan
Direktur

dr. Sihwati Wilujeng

Panduan Nilai-nilai dan Kepercayaan Pasien dalam Pelayanan 4